• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 50-61)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

a. Strategi Program

Strategi pemerintah yang dimaksud dalam program adalah suatu urutan atau tindakan yang hendak dilakuan dalam mencapai tujuan yang yang akan ditetapkan.

Program yang dimaksud ialah guna mengatur seluruh tindakan-tindakan yang hendak dilakukan sehingga strategi yang akan ditetapkan dapat terlaksana dengan baik.

Berikut wawancara dengan sekretaris dinas pariwisata:

“Salah satu upaya untuk mewujudkan agar pariwisata dapat berkembang dan dapat meningkatkan PAD, maka Dinas pariwisata Kota Bau-bau menyusun rencana strategis Dinas Pariwisata Kota Bau-bau Tahun 2018-2022 dengan bentuk kerja bentuk jangka menengah”

Berdasarkan hasil wawancara dengan ari informan bahwa dalam pengembangan serta peningkatan PAD pada sector pariwisata di kota bau-bau maka dinas pariwisata menyusun rencana strategis dengan kerangka waktu 5 tahun dengan bentuk kerja jangka menengah maksudnya dalam masa jabatan atau 1 priode Adapun tujuan dan sasaran jangka menegah Dinas Pariwisata Kota Baubau yaitu :

1. Mengembangkan industri pariwisata berbasis nilai dan norma lokal yang berdaya saing.

2. Mendorong promosi potensi wisata yang sesuai dengan karakteristik daerah

3. Menggali dan merevitalisasi budaya asli masyarakat sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Berikut hasil wawancara dengan Sekretaris Dinas Pariwisata

“dalam mengembangkan potensi wisata yang ada dimana mengacu pada bentuk kerja jangka menegah maka dinas pariwisata membuat berbagai program, adapun program- program pengembangan pariwisata yang ditetapkan adalah program pengembangan kualitas dan daya Tarik pariwisata, program peningkatan promosi, dan program peningkatan sarana dan prasarana pariwisata. Wawancara

1. Pengembangan kualitas dan daya Tarik pariwisata

Salah satu program yang dilakukan Dinas Pariwisata kota Bau-bau untuk meningkatkan PAD yaitu dengan mengembangkan kualitas pariwisata dan daya tarik pariwisata. Salah satu Pengembangan wisata Benteng keraton buton bertujuan untuk menyajikan keindahan alam dan nilai yang terkandung dalam Benteng Keraton Buton. Berikut wawancara dengan informan insial MA dalam program pengembangan kualitas dan daya tarik pariwisata adalah:

‘’Kami disini untuk melestarikan serta mengembangkan wisata benteng keraton dengan cara kami menjaga benteng tanpa harus merubah arsitektur benteng biasanya kami hanya menghiasi bagian kawasan benteng saja seperti menyediakan gazebo, membuat taman-taman kecil dll dan di setiap peninggalan yang ada dalam benteng seperti meriam atau orang disini biasa sebut baluara bekas peperangan pada masa itu, masjid keraton, jangkar, baruga, batu popaua (batu pelantikan sultan) dan masih banyak lagi masing-masing peninggalan yang masih ada itu sudah di sediakan papan-papan keterangan yang bisa di baca oleh pengunjung untuk mengetahui sejarah dan makna dari peninggalan- peninggalan yang terdapat dalam Benteng maupun pada Benteng Keraton itu sendiri. (Hasil Wawancara 20 Februari 2021)

Berikut di tambahkan oleh informan insial AM

‘’untuk menarik daya tarik wisata yang kami lakukan pada Benteng Keraton Buton adalah dengan kami menyediakan tempat-tempat yang nyaman pada pengunjung seperti gazebo taman-taman kecil, para-para rumah gantung dan saya menggunakan media massa seperti internet untuk memposting video, foto- foto mengenai Beteng Keraton Buton untuk mengundang daya tarik pengunjung untuk berwisata di Benteng Keraton Buton’’ (Wawancara 22 Februari 2021)

Berdasarkan hasil wawancara dari insial MA dan AM dapat ditarik kesimpulan dari program pemerintah dalam pengembangan kualitas dan daya tarik pariwisata pada Benteng Keraton Buton adalah dalam pengembangan benteng keraton buton

tanpa harus merusak arsitektur benteng keraton buton dinas pariwisata hanya menghias bagian kawasan benteng saja dengan menyediakan gazebo, taman-taman kecil rumah gantung dan untuk peninggalan yang terdapat dalam benteng keraton buton sudah di sediakan papan-papan keterangan mengenai sejarah maupun makna dari peniggalan tersebut dan untuk menarik pengunjung selain dalam pengembangan kawasan benteng juga melalui media massa seperti internet dengan memosting keunikan-keunikan yang terdapat pada Benteng Keraton Buton.

2. Peningkatan promosi

Dalam soal promosi, pihak dispudbar selalu berusaha memaksimalkan bentuk promosi dan juga pemasaran dalam berbagai lini, baik melalui saluran media bahkan membangun relasi dengan pihak yang memiliki kepentingan yang sama.

Berikut wawancara dengan informan yaitu:

“Dalam promosi wisata pemerintah beserta Dinas pariwisata kami melakukan promosi objek wisata Benteng Keraton Buton dengan menyelenggarakan kegiatan yang berskala nasional dan internasional seperti vestival kraton masyarakat adat ke-6 yang diselenggarakan tahun 2019 yang lalu maupun melakukan promosi melalui media online, media cetak dan media elektronik contohnya seperti kami membuat brosur, leaflet film pendek produk- produk ini nantinya akan didistribusikan kebeberapa pihak hotel bahkan melalui pameran/event-event tertentu dan promosi wisata juga melalui webside dengan alamat www.parawisata_baubaukota.go.id . (Wawancara 28 Februari 2021) . Berdasarkan hasil wawancara dengan insial AM dalam strategi program mengenai peningkatan promosi yaitu dengan melakukan event vestifal baik yang berskala nasional maupun internasional dan melakukan promosi melaui media online, cetak dan media elektronik bakan melaui pameran/event-event tertentu.

3. Program peningkatan sarana dan prasarana pariwisata

Sarana pariwisata pariwisata setiap tahun mengalami peningkatan sarana obyek wisata juga bertambah serta peningkatan prasarana terus upayakan setiap tahun contohnya, peningkatan jalan menuju objek wisata. Selain itu jaringan listrik, telepon juga mengalami peningkatan setiap tahun. Lebih lanjutnya berikut wawancara dengan informan insial MA

‘’untuk akses jalan menuju lokasi wisata Benteng Keraton Buton dulu itu memang banyak yang rusak tapi sekarang sudah di penuhi dengan aspal dan sudah jarang di temukanya jalanan-jalan yang berlobang apalagi yang rusak parah terus untuk akses transportasi mau kesini itu juga sangat mudah karena pengunjung bisa pakai transportasi sendiri maupun menggunakan transportasi umum seperti ojek dan angkot dan kalau masalah jaringan entah itu jaringan telepon maupun internet disini juga sudah terbilang bagus. (wawancara 20 Februari 2021)

Berdasarkan hasil wawancara menenai program peningkatan sarana dan prasarana adalah untuk akses jalan maupun akses internet pada wisata benteng keraton buton itu sudah sangat bagus.

b. Strategi Pemerintah dalam Kebijakan

Strategi pemerintah yang di maksud dalam kebijakan adalah suatu rangkaian keputusan yang akan membatasi serta membimbing tentang tindakan yang hendak di lakukan.

Untuk kebijakan itu sendiri dalam wisata benteng keraton buton kan sudah ada aturanya dalam pemerintah kota bau-bau dalam melindungi benteng keraton buton sudah ada atauran yang mengatur itu tertuang dalam SK Walikota Bau-bau no. 105 Tahun 2003. Akan tetapi soal Undang-undang Khusus atau PERDA yang mengatur mengenai perlindungan kawasan wisata benteng keraton ini belum ada kecuali Perda tentang pariwisata tahun 2013 NO. 1.

Dari hasil wawancara di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam kebijakan wisata benteng keraton buton sudah diataur dalam Surat Keputusan Walikota Tahun 2003 no. 105 adapun upaya yang telah dilakukan pada kawasan wisata benteng keraton buton adalah inventarisasi benda cagar dimana benda yang terletak dikawasan serta upaya dalam perawatan benda cagar tersbut.

Berikut wawancara dengan informan MA

‘’ peran pemerintah itu sangat penting dalam hal perlindungan di karenakan Benteng Keraton rentan dengan kerusakan yang di sebakan oleh faktor alam maupun faktor manusia itu sendiri misalnya ada pohon yang tumbang di sekitaran benteng membuat banteng rubuh dan terkadang dari masyarakat serta pengunjung ada yang bermain-main di atas benteng membuat benteng terkadang rusak dan lapuk. Namun dalam hal perlindungan jika kami melihat ada kerusakan maka kami akan bekerja sama dengan masyarakat sekitar guna memperbaiki benteng yg mengalami kerusakan lain halnya dengan pengunjung atau masyarakat yang sengaja merusak benteng maka kami akan memberikan sanksi berupa teguran atau langsung ke rana hukum. (wawancara MA, 17 Maret 2021)

Dari hasil wawancara dengan sekretaris dinas pariwisata maka penulis menyimpulkan bahwa dalam perlindungan wisata benteng keraton buton Dinas Priwisata akan bekerja sma dengan masyarakat setempat jika benteng mengalami kerusakan baik yang disebabkan faktor alam maupun faktor manusia itu sendiri.

Adapun pengertian perlindungan itu sendiri adalah Perlindungan merupakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi dari kerusakan, kehancuran atau kemusnahan dengan cara pengamanan, penyelamatan, pemeliharaan, zonasi dan pemugaran Cagar Budaya.

Selanjutnya pemaparan dari insial RS selaku koordinator Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB):

“wisata benteng keraton buton memberikan manfaat bagi mereka yang inggin mengetahui tentang wisata benteng keraton ini kalau ada yang datang bertanya mengenai benteng keraton ini biasanya saya hanya menjelaskan tentang sedikit tentang sejarah berdirinya benteng keraton dan kenapa benteng keraton itu masih kokoh sampai saat ini dan untuk mereka yang bertanya mengenai peniggalan-peniggalan apa saja yang ada di dalam benteng keraton biasanya saya menjelaskan bahwa di setiap peniggalan-peniggalan yang ada di benteng keraton ini masing-masing sudah ada papan-papan penjelasanya sisa mereka baca dan kita jelaskan sdikit mengenai peniggalan ituselanjutnya kami arahkan kepada pemandu wisata yang lebih paham mengenai sejarah wisata benteng keraton ini. (Hasil wawancara 20 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara dari MA dan RS dapat ditarik kesimpu dalam pemanfaatan Benteng Keraton Buton memberikan pengetahuan khusus bagi mereka yang ingin mengetahui sejarah maupun melalui pendidikan bahwa banyak ilmu yang bias kita dapatkan dari Benteng Keraton ini seperti sejarah, arsitektur pada bangunan benteng dan pada bagian-bagian peniggalan yang ada sudah di sediakan papan- papan penjelasan mengenai peniggalan yang ada dalam benteng keraton tersebut.

Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang No.11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Pelestarian merupakan upaya yang dlakukan untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dengan nilai yang terkanung didalamya dengan cara melindungi, mengembangkan serta memanfaatkan.

c. Strategi Pemerintah Dalam Target Sasaran

Aktualisasi dari strategi pemerintah dalam target sasaran di mana yang

bentuk partisipasi masyarakat serta pengunjung dalam pelestarian Benteng Keraton Buton agar benteng keraton buton tetap terjaga kelestarianya. Sebagaimana dalam pasal 56 undang-undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya yaitu secara eksplisit menjelaskan bahwa kegiatan pelestarian bangunan dan kawasan cagar budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah setempat melainkan memerlukan adanya partisipasi masyarakat yang bersinggungan secara langsung dengan obyek bangunan dan kawasan cagar.

a. Partisipasi Masyarakat/pengunjung

Saat ini pengelolaan kawasan Benteng Keraton Buton dilakukan oleh pemerinta kota Bau-bau melalui dinas kebudayaan dan pariwisata, namun dalam pelestarian bangunan dan kawasan cagar budaya tidak cukup jika dilakukan oleh pemerintah saja.. Berikut wawancara dengan salah satu masyarakat yang ber mukim atau yang tinggal di area Benteng Keraton Buton sebagai berikut:

“sy sudah lama tinggal di sini biasanya kalau kita disini setiap satu bulan sekali itu kita masyarakat di sini di arahkan oleh BPCB dan orang-orang kantor dari dinas pariwisata kita melakukan kerja bakti bersama-sama di area benteng keraton buton biasanya kita bersihkan di area-area yang banyak rumputnya dan sampah-sampah yang kami timbun kami bakar kadang kalau kita lihat dinding benteng berlumut kami bersihkan juga. (wawancara YF 20 Maret 2021)

Berikut di tambahkan oleh informan LR selaku pengunjung

“Saya biasanya kalau jalan-jalan berkunjung di benteng keraton ini biasanya memang terkadang sy duduk-duduk di atas benteng karena memang suasananya kalau duduk-duduk di atas benteng itu kaya kita nikmati sekali keindahan alamnya terus kalau kita duduk di bawah itu terkadangkan benteng inikan ada yang tinggi dan ada juga yang rendah nah di tempat yang rendah ini biasa kita cari untuk kita

bau-bau dari atas benteng itu makanya saya duduk-duduk di atas benteng. Dan mengenai teguran untuk selama sy berkunjung di Bentng Keraton ini mungkin karena pada saat sy duduk-duduk di atas mereka pemerintah atau orang penting disisni belum pernah tegur saya mungkin karena mereka tidak lihat saya. Saya berani duduk-duduk juga di atas benteng karena belum ada juga papan-papan informasi bahwa dilarang duduk di atas Benteng. (Hasil wawancara LR)

Dari hasil wawancara dengan informan penulis menyimpulkan bahwa dalam hal pelestarian wisata Benteng Keraton Buton masyarakat sudah ikut berpartisipasi dalam hal pelestarian ini di lihat dari keikut sertaan masyarakat dalam membantu membersihkan kawasan wisata Benteng Keraton Buton tersebut untuk pengunjung belum adanya kesadaran pengunjung karena masih adanya yang duduk-duduk di atas benteng ini jika di biarkan terus menerus maka Benteng akan terancam karena jika dibiarkan pngunjung naik atau bahkan duduk-duduk di atas benteng maka benteng akan mengalami pelapukan dan bahkan membahayakan keberadaan Benteng.

2. Faktor Pendukung Serta Faktor Penghambat Dalam Pelestarian Wisata Benteng Keraton Buton

1. Faktor Pendukung

faktor pendukung merupakan hal atau kondisi yang dapat mendorong atau menumbuhkan suatu kegiatan, produksi atau usaha.

Berikut wawancara dengan staf Bidang Pengembangan dan Destinasi Pariwisata:

“Destinasi wisata benteng keraton ini banyak diminati para pengujung karena dari atas benteng keraton ini kan pemandanganya sangat indah kita dapat menikmati indahnya sekota bau-bau dari atas benteng dan dapat menikmati hutan-hutan yang terdapat di bawah lokasi wisata benteng keraton ini”

Dari wawancara di atas dapat diketahui bahwa yang menjadi faktor pendukung ialah objek wisata benteng keraton Buton yang begitu indah dan dibantu dengan pemandangan hutan yang memanjakan mata para pegunjung.

Tanggapan informan lainya yakni Sekretaris Dinas Pariwisata

“Yang menjadi salah satu faktor pendukungnya ialah dalam pengembangan pariwisata Benteng Kearton Buton kedepanya tentunya kita harus bekerja sama dengan para investor atau dengan pihak-pihak yang dapat kita ajak kerja sama guna pembangunan dan pelestarian pariwisata kedepanya contohnya kita mengadakan kerja sama dengan dinas Kebersihan dan juga dengan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) yunit Bau-bau”.

Dari wawancara di atas dapat diketahui bahwa yang menjadi faktor pendukung adalah investor atau pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan pariwisata untuk ikut bekerjasama. Dapat kita ketahui bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam pengembangan wisata daerahnya termaksud dalam dalam pengembangan serta pelestarian wisata Benteng Keraton ini. Dalam menjalankan program terkait pengembangan wisata Benteng Keraton Buton ini, Dinas Pariwisata kota Bau-bau perlu melibatkan stakeholder dan berbagai pihak yang ada serta dapat bekerja sama dengan pihak swasta, masyarakat maupun pemerhati lingkungan.

Tanggapan lainya dari masyarakat sekitar Benteng Keraton Buton sebagai berikut:

“kami bangga objek wisata Benteng Keraton Buton menjadi salah satu destinasi wisata yang di gemari oleh pengunjung apa lagi Benteng Keraton Buton ini Termaksud Benteng terluas di dunia tentu kami sebagai masyarakat sekitar sangat antusias menjaga kebersihan serta kelestarian di sekitar kawasan benteng keraton Buton tersebut.’’ (Wawancara LR 22 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara di atas penulis menyimpulkan bahwa masyarakat yang tinggal di sekitaran kawasan wisata Benteng Keraton sangat bangga di mana benteng keraton buton di kenal dengan benteng terluas di dunia sehingga masyarakat di sana antusias untuk mejaga kebersihan serta kelestarian kawasan benteng keraton buton agar pengunjung serta wisatawan tidak terganggu dengan pemandangan yang kotor.

berikut wawancara dengan salah satu pengunjung

‘’kami senang sekali datang berkunjung di benteng keraton ini karena kami dapat berwisata dengan baik dan akses jalan menuju kebenteng tidak menganggu sama sekali karena jalan sudah di aspal bedah dengan tahun lalu banyak jalanan lobang sekarang bagus mi jalanya’’ (Wawancara SF 22 Maret 2021)

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pengunjung Jaringan jalan menuju benteng keraton buton maupun keluar dari benteng sangat mendukung karena memudahkan aktifitas masyarakat maupun pengunjung tidak terganggu dengan akses jalan yang jelek

1. Faktor Penghambat

Faktor penghambat merupakan suatu hal atau kondisi yang dapat menghambat atau menggagalkan suatu kegiatan, usaha atau produksi. Yang menjadi faktor penghambat dalam pelestarian wisata Benteng Keraton Buton adalah belum adanya atau penetapan khusus retrebusi.

Berikut wawancara dengan Sekretaris Kepala Dinas Pariwisata: Dari hasil wawancara dengan pak sekretaris dinas pariwisata adalah

‘’kelemahanya kami disini ialah masalah Retrebusi di mana pengunjung atau wisatawan kesini masih bebas memasuki area benteng keraton buton karena kami belum menetapkan retrebusi yang khusus untuk para pengunjung dan para wisatawan dan masalah lain di dalam area wisata Benteng kan banyak yang bermukim dan tinggal di dalam kawasan benteng makanya membuat kami agak susah membedakan apakah mereka itu pengunjung atau masyarakat setempat yang bermukim di kawasan benteng ini. (wawancara MA 17 Maret 2021).

Dari hasil wawancara dengan informan insil MA penulis menyimpulkan bahwa dalam faktor penghambat dalam pelestarian wisata Benteng Keraton Buton adalah belum adanya penetapan retrebusi untuk para pengunjung maupun para wisatawan.

Dalam dokumen skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 50-61)

Dokumen terkait