BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 4.2
Karakteristik Jenis Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1 SMA 3 8%
2 Diploma-III 2 5%
3 Strata I 25 64%
4 Magister 9 23%
Total 39 100%
Sumber: Data Primer, 2019
Berdasarkan hasil tabel diatas, maka dapat dilihat bahwa jumlah responden berjumlah 39 orang yang terdiri dari 2 orang responden dengan tingkat pendidikan SMA dengan persentase 8%, 2 orang responden dengan tingkat pendidikan Diploma-III dengan persentase 5%, 25 orang responden dengan tingkat pendidikan Strata I dengan persentase 64 % dan 9 orang responden dengan tingkat pendidikan Magister dengan persentase 23%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa responden dengan tingkat pendidikan Strata I mendominasi penelitian ini.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4.3
Karakteristik Jenis Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah Persentase
1 20 - 30 Tahun 13 33%
2 31 – 40 Tahun 15 39%
3 40 – 50 Tahun 11 28%
Total 39 100%
Sumber: Data Primer, 2019
Berdasarkan hasil tabel diatas, maka dapat dilihat bahwa jumlah responden yang berusia 20 – 30 tahun berjumlah 13 orang dengan persentase 33%, responden yang berusia 31 – 40 tahun berjumlah 15 orang dengan persentase 39% dan responden yang berusia 41 – 50 tahun berjumlah 11 orang dengan persentase 28%.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa yang berusia 31 – 40 tahun mendomiansi penelitian ini.
2. Deskripsi Variabel
Analisis statistik deskriptif variabel penelitian dimaksudkan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari jawaban responden terhadap hasil angket (kuesioner) yang disebarkan. Hasil angket tersebut meliputi variabel program BKKBN (X) dan Efektivitas BKKBN (Y) terhadap laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
a. Program BKKBN
Tabel 4.4
Deskripsi Tanggapan Responden terhadap Program BKKBN
Pernyataan SS S CS TS STS
F % F % F % F % F % Mean
P1 22 57 17 43 0 0 0 0 0 0 4,56
P2 18 46 17 43 3 8 1 3 0 0 4,33
P3 18 46 21 54 0 0 0 0 0 0 4,46
P4 18 46 18 46 2 5 1 3 0 0 4,38
P5 18 46 15 39 4 10 2 5 0 0 4,45
Rata-Rata 4,18
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa pada pernyataan pertama responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 22 orang dengan persentase 57%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 17 orang dengan persentase 43%, dan tidak ada satupun responden yang menjawab cukup setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Adapun nilai mean pada pernyataan pertama adalah 4,56.
Pada pernyataan kedua, responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 18 orang dengan persentase 46%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 17 orang dengan persentase 43%, responden yang menjawab cukup setuju (CS) sebanyak 3 orang dengan persentase 8%, responden yang menjawab tidak setuju (TS) sebanyak 1 orang dengan persentase 3% dan tidak ada satupun
responden yang menjawab sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyatan kedua adalah 4,33.
Pada pernyataan ketiga responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 18 orang dengan persentase 46%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 21 orang dengan persentase 54%, dan tidak ada satupun responden yang menjawab cukup setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyataan ketiga adalah 4,46.
Pada pernyataan keempat, responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 18 orang dengan persentase 46%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 18 orang dengan persentase 46%, responden yang menjawab cukup Setuju (CS) sebanyak 2 orang dengan persentase 5%, responden yang menjawab tidak setuju (TS) sebanyak 1 orang dengan persentase 3% dan tidak ada satupun responden yang menjawab sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyatan keempat adalah 4,38.
Pada pernyataan kelima, responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 18 orang dengan persentase 46%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 15 orang dengan persentase 39%, responden yang menjawab cukup setuju (CS) sebanyak 4 orang dengan persentase 10%, responden yang menjawab tidak setuju (TS) sebanyak 2 orang dengan persentase 5% dan tidak ada
satupun responden yang menjawab sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyatan kelima adalah 4,45.
Secara keseluruhan rata-rata mean dari responden untuk variabel program BKKBN adalah 4,18.
b. Efektivitas BKKBN
Tabel 4.5
Deskripsi Tanggapan Responden terhadap Efektivitas BKKBN
Pernyataan SS S CS TS STS
F % F % F % F % F % Mean
P1 20 51 14 36 2 5 3 8 0 0 4,30
P2 10 25 19 49 5 13 5 13 0 0 3,87
P3 12 31 25 64 2 5 0 0 0 0 4,26
P4 17 44 20 51 0 0 2 5 0 0 4,33
P5 13 33 23 59 3 8 0 0 0 0 4,26
P6 17 44 20 51 2 5 0 0 0 0 4,38
Rata-Rata 4,23
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa pada pernyataan pertama responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 20 orang dengan persentase 51%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 14 orang dengan persentase 36%, responden yang menjawab cukup setuju (CS) sebanyak 2 orang dengan persentase 5%, responden yang menjawab tidak setuju (TS) sebanyak 3 orang dengan persentase 8% dan tidak ada satupun responden yang menjawab sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyataan pertama adalah 4,30.
Pada pernyataan kedua, responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 10 orang dengan persentase 25%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 19 orang dengan persentase 49%, responden yang menjawab cukup setuju (CS) sebanyak 5 orang dengan persentase 13%, responden yang menjawab tidak setuju (TS) sebanyak 5 orang dengan persentase 13% dan tidak ada satupun responden yang menjawab sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyatan kedua adalah 3,87.
Pada pernyataan ketiga responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 12 orang dengan persentase 31%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 25 orang dengan persentase 64%, responden yang menjawab cukup setuju (CS) sebanyak 2 orang dengan persentase 5% dan tidak ada satupun responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyataan ketiga adalah 4,26.
Pada pernyataan keempat, responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 17 orang dengan persentase 44%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 20 orang dengan persentase 51%, responden yang menjawab tidak setuju (TS) sebanyak 2 orang dengan persentase 5% dan tidak ada satupun responden yang menjawab cukup setuju dan sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyatan keempat adalah 4,33.
Pada pernyataan kelima, responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 13 orang dengan persentase 33%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 23 orang dengan persentase 59%, responden yang menjawab cukup setuju (CS) sebanyak 3 orang dengan persentase 8%, dan tidak ada satupun responden yang menjawab tidak setuju ataupun sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyatan kelima adalah 4,38.
Pada pernyataan keenam, responden yang menjawab sangat setuju (SS) sebanyak 17 orang dengan persentase 44%, yang menjawab setuju (S) sebanyak 20 orang dengan persentase 51%, responden yang menjawab cukup setuju (CS) sebanyak 2 orang dengan persentase 5%, dan tidak ada satupun responden yang menjawab tidak setuju ataupun sangat tidak setuju. Adapun nilai mean pada pernyatan keenam adalah 4,38.
Secara keseluruhan rata-rata mean dari responden untuk variabel efektivitas BKKBN adalah 4,23.
3. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Dalam hal ini digunakan item pertanyaan yang diharapkan dapat secara valid mengungkapkan variabel yang diukur.
Kriteria yang digunakan untuk menyatakan suatu instrument dianggap valid atau layaknya digunakan dalam pengujian hipotesis apabila nilai Correted Item Total Correlation > nilai 0,30.
a. Program BKKBN
Hasil Uji validitas variabel program BKKBN (X) dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6
Validitas program BKKBN (X)
Variabel Pernyataan Corrected Item- Total Correlation
Cut of
Point Ket
Program BKKBN
P1 0,778 0,30 Valid
P2 0,585 0,30 Valid
P3 0,652 0,30 Valid
P4 0,371 0,30 Valid
P5 0,645 0,30 Valid
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Berdasarkan Tabel diatas dapat dikatakan bahwa seluruh kuesioner mengenai variabel X (Program BKKBN) dapat dikatakan valid karena nilai dari R-hitung dari setiap item pernyataan lebih besar dibandingkan nilai R-tabel.
b. Efektivitas BKKBN
Hasil Uji validitas variabel program BKKBN (X) dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7
Validitas Efektivitas BKKBN (Y)
Variabel Pernyataan Corrected Item- Total Correlation
Cut of
Point Ket
Efektivitas BKKBN
P1 0,750 0,30 Valid
P2 0,472 0,30 Valid
P3 0,631 0,30 Valid
P4 0,730 0,30 Valid
P5 0,525 0,30 Valid
P6 0,618 0,30 Valid
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Berdasarkan Tabel diatas dapat dikatakan bahwa seluruh kuesioner mengenai variabel Y (Efektivitas BKKBN) dapat dikatakan valid karena nilai dari R-hitung dari setiap item pernyataan lebih besar dibandingkan nilai R-tabel.
4. Uji Reliabilitas
Selain melakukan uji validasi instrumen, juga harus melakukan uji reliabilitas instrumen guna mengukur derajat konsistensi suatu alat ukur. Hasil pengukuran bisa dikatakan reliabel apabila alat ukur tersebut dapat dipercaya sehingga hasil yang didapatkan tetap dan kosisten. Suatu variabel dikatakan reliabel jikan nilai Cronbach’s Alpha
> 0,60.
a. Uji Reliabel program BKKBN (X)
Tabel 4.8
Nilai Cronbach’s Alpha Variabel X (Program BKKBN)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based
on Standardized Items N of Items
.794 .819 5
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Pada aitem kuisioner variabel program BKKBN tingkat signifikan 5% koefisien alpha 0,819 kemudian nilai ini dibandingkan dengan nila r tabel dengan nilai N of items = 5, ini berarti r alpha lebih besar dari r tabel sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aitem kuisioner yang diuji sangat reliable.
b. Uji Reliabel Efektivitas BKKBN (Y) Tabel 4.9
Nilai Cronbach’s Alpha Variabel Y (Efektivitas BKKBN)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based
on Standardized Items N of Items
.829 .845 6
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Pada aitem kuisioner variabel Efektivitas BKKBN tingkat signifikan 5% koefisien alpha 0,845 kemudian nilai ini dibandingkan dengan nila r tabel dengan nilai N of items = 6, ini berarti r alpha lebih besar dari r tabel sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aitem kuisioner yang diuji sangat reliable.
5. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan melalui perhitungan regresi dengan SPSS versi 20 yang dideteksi melalui dua pendekatan grafik, yaitu analisa grafik histogram dan analisa grafik normal p-plot yang membandingkan antara dua observsi dengan distribusi mendekati distribusi normal.
1) Grafik Histogram
Gambar 4.1 Grafik Histogram
Berdasarkan tampilan gambar di atas, dapat dilihat bahwa dari grafik histogram yang berbentuk lonceng, grafik tersebut tidak miring kesamping kiri maupun kanan yang artinya adalah data kusisoner yang disebar kepada pegawai BKKBN Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan berdistribusi normal.
2) Grafik Normal P-Plots
Kenormalan distribusi sebuah data merupakan sebuah keharusan yang mesti terpenuhi ketika hendak melakukan statistik parametrik (dalam hal ini analisis regresi linear).
Uji normal probabiliti plot atau ada juga yang menyebut uji p-plots menjadi salah satu alternatif yang paling efektif untuk mendeteksi apakah data yang dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Pedoman pengambilan keputusan dalam uji p plots ini adalah
jika titik-titik data berada didekat atau mengikuti garis diagonalnya maka dapat dikatakan bahwa nilai residual berdistribusi normal
Jika titik-titk data menjauh dan tidak tersebar disekitaran garis diagonal maka dapat dikatakan bahwa nilai residual tidak berdistribusi normal.
Gambar 4.2 Grafik Normal P-Plots
Berdasarkan tampilan gambar diatas, dapat dilihat bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sehingga dapat dikatakan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
6. Uji Regresi Linear
Tabel 4.10 Uji Regresi Linear
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .328a .618 .084 3.211
a. Predictors: (Constant), Program BKKBN b. Dependent Variable: Efektivitas BKKBN
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) yaitu sebesar 0,328 dan dijelaskan besarnya persentase pengaruh program BKKBN (X) terhadap Efektivitas BKKBN dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk (Y) yang disebut koefisien determinasi yang merupakan hasil kuadran dari nilai R.
Besarnya koefisien determinasi (R square) adalah 0,618 mengandung pengertian bahwa program BKKBN berpengaruh sebesar 61,8%
terhadap Efektivitas BKKBN dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Tabel 4.11 Nilai Anova
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 46.116 1 46.116 4.472 .001b
Residual 381.576 37 10.313
Total 427.692 38
a. Dependent Variable: Efektivitas BKKBN b. Predictors: (Constant), Program BKKBN
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa Pengaruh nyata program BKKBN terhadap Efektivitas BKKBN dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan telihat dengan besarnya nilai F hitung sebesar 4.472 dengan tingkat signifikansi/probabilitas 0,01 < 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel Efektivitas BKKBN.
Tabel 4.12 Nilai Coefficients
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 35.155 4.613 7.621 .000
Program BKKBN .441 .209 .328 2.115 .001
a. Dependent Variable: Efektivitas BKKBN
Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Pada hasil analisis regresi linear diketahui bahwa nilai Constant (a) = 35,155 sedangkan nilai b (Program BKKBN) = 0,441 sehingga persamaan regresinya adalah
Y = a + bX
= 35,155 + 0,441X
Persamaan diatas dapat diterjemahkan bahwa:
Konstanta sebesar 35,155 menyatakan bahwa jika tidak ada Nilai program BKKBN maka pengaruh efektivitas BKKBN tetap 35,155.
Kofisien regresi dari kinerja karyawan (X) sebesar 0,441 menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai program BKKBN maka nilai efektivitas BKKBN akan bertambah 0,441.