• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

9. Customer Service Head

a. Proses pemintaan transaksi keuangan dan non-keuangan terkait rekening dana yang dilakukan melalui cabang.

b. Pengelolaan kebutuhan kas harian sesuai dengan ketentuan pagu kas.

c. Pemasaran dana konsumen kepada nasabah walk in dan cross/up selling kepada nasabah dana existing.

10. Financing Adm Head

a. Memasarkan produk pembiayaan produktif ritel.

b. Memproses permohonan pembiayaan produktif ritel.

c. Melakukan penilaian jaminan nasabah terkait proses pemohonan pembiayaan produktif ritel.

11. Back Office Head

a. Pembukaan transaksi cabang b. Proses transaksi kliring

c. Pengelolaan daftar hitam nasabah

d. Pengelolaan laporan keuangan dan kebenaran pembukuan transaksi-transaksi cabang.

e. Pengelolaan administrasi dan data kepegawaian cabang.

merupakan ukuran laba ekonomi yang dapat diukur dari selisih antar laba bersih operasional setelah pajak dengan biaya modal. Di mana biaya modal ditentukan melalui biaya rata-rata tertimbang dengan hutang dan ekuitas.

Sebelum dilakukan analisis kinerja keuangan dengan pendekatan economic value added, terlebih dahulu akan disajikan data struktur modal pada Bank BNI Syariah periode pengamatan tahun 2010-2017 yang dapat disajikan melalui tabel 4.1 yaitu :

TABEL 4.1

STRUKTUR MODAL PADA PT. BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG MAKASSAR

TAHUN 2010-2017 Tahun

Struktur modal Total

Modal

% Hutang % Modal

Sendiri

2010 1.051.450 56,02 825.370 43,98 1.876.820 2011 1.076.677 57,37 1.301.983 54,74 2.378.660 2012 1.187.218 63,26 3.838.672 76,38 5.025.890 2013 1.304.680 69,52 3.084.547 70,28 4.389.227 2014 1.950.000 37,07 3.310.505 62,93 5.260.505 2015 2.215.658 44,35 2.780.736 55,65 4.996.394 2016 2.486.566 34,67 4.684.758 65,33 7.171.324 2017 3.807.298 36,54 6.612.712 63,46 10.420.010 Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.1 yaitu struktur modal pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar maka akan dilakukan perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). Dalam perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang maka akan disajikan perhitungan cost of equity (Re) dengan cost of debt (Rd) pada Bank BNI Syariah yaitu :

1. Biaya Ekuitas (Cost of Equity)

Biaya ekuitas adalah biaya yang dikeluarkan oleh Bank dalam penggunaan dana ekuitas dalam pengelolaan bank. Sehingga biaya

ekuitas dapat ditentukan dengan rumus (Supriyono dan Lesti, 2015) yaitu :

Laba Bersih Setelah Pajak

Cost of equity (Re) = --- x 100%

Total Ekuitas

Perhitungan biaya ekuitas periode pengamatan 2010-2017 dapat ditentukan sebagai berikut :

36.512

Re 2010 = --- x 100% = 3,47%

1.051.450 66.354

Re 2011 = --- x 100% = 6,16%

1.076.677 101.892

Re 2012 = --- x 100% = 8,58%

1.187.218 117.462

Re 2013 = --- x 100% = 9%

1.304.680 163.251

Re 2014 = --- x 100% = 8,37%

1.950.000 228.525

Re 2015 = --- x 100% = 10,31%

2.215.658 277.375

Re 2016 = --- x 100% = 11,15%

2.486.566 306.686

Re 2017 = --- x 100% = 8,06%

3.807.298

Berdasarkan hasil perhitungan biaya ekuitas (re) maka dapat disajikan melalui tabel 4.2 yaitu :

TABEL 4.2

PERHITUNGAN BIAYA EKUITAS (RE)

PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017

Tahun Laba bersih Setelah Pajak

Total Ekuitas

Biaya Ekuitas

2010 36.512 1.051.450 3,47

2011 66.354 1.076.677 6,16

2012 101.892 1.187.218 8,58

2013 117.462 1.304.680 9,00

2014 163.251 1.950.000 8,37

2015 228.525 2.215.658 10,31

2016 277.375 2.486.566 11,15

2017 306.686 3.807.298 8,06

Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.2 yaitu hasil perhitungan biaya ekuitas khususnya pada Bank BNI Syariah tahun 2010 - 2017 terlihat bahwa periode 2010 – 2013 dan 2015-2016 mengalami peningkatan biaya ekuitas karena adanya kenaikan laba bersih sedangkan biaya ekuitas tahun 2014 dan 2017 menurun disebabkan karena adanya kenaikan dalam penggunaan biaya ekuitas dalam pengelolaan bank syariah.

2. Biaya Utang (Cost of Debt)

Biaya utang adalah tingkat bagi hasil yang dibayarkan kepada nasabah yang memiliki simpanan pada Bank BNI Syariah dibayarkan dalam periode 1 tahun. Perhitungan biaya utang (cost of debt) dapat dihitung dengan rumus :

Bagi Hasil

Rd = --- x 100%

Simpanan nasabah

Perhitungan biaya utang (cost of debt) untuk tahun 2010-2017 dapat dihitung sebagai berikut :

140.106

Rd 2010 = --- x 100% = 21,73%

644.624

Rd setelah pajak = 21,73% (1 - 0,20) = 17,39%

252.413

Rd 2011 = --- x 100% = 22,68%

1.112.740

Rd setelah pajak = 22,68% (1 - 0,20) = 18,15%

291.056

Rd 2012 = --- x 100% = 15,41%

1.888.703

Rd setelah pajak = 15,41% (1 - 0,20) = 12,33%

418.332

Rd 2013 = --- x 100% = 18,26%

2.290.509

Rd setelah pajak = 18,26% (1 - 0,20) = 14,61%

691.444

Rd 2014 = --- x 100% = 26,97%

2.563.965

Rd setelah pajak = 26,97% (1 - 0,20) = 21,57%

846.069

Rd 2015 = --- x 100% = 30,43%

2.780.736

Rd setelah pajak = 30,43% (1 - 0,20) = 24,34%

905.032

Rd 2016 = --- x 100% = 22,19%

4.079.084

Rd setelah pajak = 22,19% (1 - 0,20) = 17,75%

967.942

Rd 2017 = --- x 100% = 16,21%

5.970.787

Rd setelah pajak = 16,21% (1 - 0,20) = 12,97%

Dari hasil perhitungan tersebut diatas maka akan disajikan melalui tabel 4.3 yaitu :

TABEL 4.3

HASIL PERHITUNGAN BIAYA UTANG

PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017

Tahun Bagi

Hasil

Simpanan Nasabah

Biaya Utang Sebelum

Pajak

Biaya Utang Setelah

Pajak

2010 140.106 644.624 21,73 17,39

2011 252.413 1.112.740 22,68 18,15

2012 291.056 1.888.703 15,41 12,33

2013 418.332 2.290.509 18,26 14,61

2014 691.444 2.563.965 26,97 21,57

2015 846.069 2.780.736 30,43 24,34

2016 905.032 4.079.084 22,19 17,75

2017 967.942 5.970.787 16,21 12,97

Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Berdasarkan hasil perhitungan baiya ekonomis (Re) dan biaya utang (Rd) yang telah disajikan pada tabel 4.2 dan 4.3 maka akan dilakukan perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) pada Bank BNI Syariah periode 2010-2017 (Supriyono dan Lesti, 2015) :

WACC = ( D x Rd) + (E x Re)

Dari rumus tersebut diatas maka perhitungan biaya modal rata- rata tertimbang (WACC) dapat dihitung sebagai berikut :

WACC 2010 = (0,440 x 0,174) + (0,560 x 0,035) = 9,59%

WACC 2011 = (0,547 x 0,181) + (0,574 x 0,062) = 13,47%

WACC 2012 = (0,764 x 0,123) + (0,633 x 0,086) = 14,85%

WACC 2013 = (0,703 x 0,146) + (0,695 x 0,090) = 16,53%

WACC 2014 = (0,629 x 0,216) + (0,371 x 0,084) = 16,68%

WACC 2015 = (0,557 x 0,243) + (0,443 x 0,103) = 18,12%

WACC 2016 = (0,653 x 0,177) + (0,347 x 0,112) = 15,46%

WACC 2017 = (0,635 x 0,130) + (0,365 x 0,081) = 11,17%

Dari hasil perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang maka dapat disajikan melalui tabel 4.4 yaitu sebagai berikut :

TABEL 4.4

HASIL PERHITUNGAN BIAYA MODAL RATA-RATA TERTIMBANG (WACC) PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG

MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017 Tahun Ekuitas

( E )

Cost of Equity ( Re )

Hutang ( D )

Cost of Debt ( Rd)

WACC

2010 0,560 0,035 0,440 0,174 9,59

2011 0,574 0,062 0,547 0,181 13,47

2012 0,633 0,086 0,764 0,123 14,85

2013 0,695 0,090 0,703 0,146 16,53

2014 0,371 0,084 0,629 0,216 16,68

2015 0,443 0,103 0,557 0,243 18,12

2016 0,347 0,112 0,653 0,177 15,46

2017 0,365 0,081 0,635 0,130 11,17

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Tabel 4.4 yaitu biaya modal rata-rata tertimbang pada Bank BNI Syariah periode 2010-2017 terlihat bahwa biaya modal rata-rata tertimbang mengalami fluktuasi. Adanya fluktuasi karena biaya ekuitas yang dikeluarkan oleh Bank BNI Syariah mengalami fluktasi.

Berdasarkan hasil perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) pada Bank BNI Syariah maka akan dilakukan perhitungan return on invested capital (RIOC) dengan menggunakan rumus :

Laba Bersih Sebelum Pajak

ROIC = --- x 100%

Modal yang Diinvestasikan 36.374

ROIC 2010 = --- x 100% = 1,93%

1.876.820 89.256

ROIC 2011 = --- x 100% = 2,79%

2.378.660

137.744

ROIC 2012 = --- x 100% = 2,03%

5.025.890 179.616

ROIC 2013 = --- x 100% = 2,68%

4.389.227 220.133

ROIC 2014 = --- x 100% = 3,10%

5.260.505 307.768

ROIC 2015 = --- x 100% = 4,57%

4.996.394 373.197

ROIC 2016 = --- x 100% = 3,87%

7.171.324 408.747

ROIC 2017 = --- x 100% = 2,94%

10.420.010

Berdasarkan hasil perhitungan return on invested capital (ROIC) maka dapat disajikan melalui tabel 4.5 yaitu :

TABEL 4.5

PERHITUNGAN RETURN ON INVESTED CAPITAL (ROIC) PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG

MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017 Tahun

Laba sebelum

pajak

Pajak NOPAT

Modal yang di Investasikan

Return on Invested

Capital

2010 36.374 222 36.152 1.876.820 1,93

2011 89.256 22.902 66.354 2.378.660 2,79 2012 137.744 35.852 101.892 5.025.890 2,03 2013 179.616 62.154 117.462 4.389.227 2,68 2014 220.133 56.882 163.251 5.260.505 3,10 2015 307.768 79.243 228.525 4.996.394 4,57 2016 373.197 95.822 277.375 7.171.324 3,87 2017 408.747 102.061 306.686 10.420.010 2,94 Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.5 yaitu hasil perhitungan return on invested capital (ROIC) yang menunjukkan bahwa return on invested capital (ROIC) dari setiap tahun meningkat, namun tahun 2013 dan 2017 menurun karena adanya peningkatan modal yang diinvestasikan untuk pengelola bank. Dari hasil perhitungan tersebut diatas maka akan disajikan perhitungan economic value added. Dalam analisis economic value added yaitu :

a. Jika EVA > 0 berarti nilai EVA positif yang menunjukkan telah terjadi proses nilai tambah ekonomis pada bank.

b. Jika EVA < 0 menunjukkan EVA negative berarti tidak terjadi proses nilai tambah ekonomis pada bank.

Perhitungan nilai EVA pada Bank BNI Syariah dapat ditentukan sebagai berikut :

EVA = Modal yang diinvestasikan x (ROIC - WACC) EVA 2010 = 1.876.820 x (1,93 – 9,59) = -143.872 EVA 2011 = 2.378.660 x (2,79 – 13,47) = -254.015 EVA 2012 = 5.025.890 x (2,03 – 14,85) = -644.205 EVA 2013 = 4.389.227 x (2,68 – 16,53) = -607.923 EVA 2014 = 5.260.505 x (3,10 – 16,68) = -714.215 EVA 2015 = 4.996.394 x (4,57 – 18,12) = -676.855 EVA 2016 = 7.171.324 x (3,87 – 15,46) = -831.531 EVA 2017 = 10.420.010 x (2,94 – 11,17) = -857.605

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut diatas maka perhitungan nilai EVA pada Bank BNI Syariah dapat disajikan melalui tabel 4.6 yaitu sebagai berikut :

TABEL 4.6

HASIL PERHITUNGAN NILAI TAMBAH EKONOMI (EVA) PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG

MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017 Tahun

Return on

WACC

Modal Invested yang di EVA

Capital Investasikan

2010 1,93 9,59 1.876.820 -143.872

2011 2,79 13,47 2.378.660 -254.015

2012 2,03 14,85 5.025.890 -644.205

2013 2,68 16,53 4.389.227 -607.923

2014 3,10 16,68 5.260.505 -714.215

2015 4,57 18,12 4.996.394 -676.855

2016 3,87 15,46 7.171.324 -831.531

2017 2,94 11,17 10.420.010 -857.605

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Tabel 4.6 yaitu hasil perhitungan economic value added (EVA) yang menunjukkan bahwa dalam periode pengamatan 2010-2017 dimana kinerja keuangan pada BNI Syariah tidak dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi bank. Dimana BNI Syariah lebih mencerminkan pada aspek rasio keuangan bank yang sesuai dengan peraturan Bank Indonesia dan tidak menggunakan analisis EVA dalam meningkatkan kinerja Bank Syariah.

4.2.2 Analisis Rasio Utang (Debt Equity Ratio)

Analisis rasio utang (DER) yaitu suatu analisis perbandingan rasio utang dengan ekuitas dalam pengelolaan bank. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan berikut ini :

Total Hutang

Debt to Equity Ratio = --- x 100%

Modal sendiri 825.370

DER 2010 = --- x 100% = 78,50%

1.051.450

1.301.983

DER 2011 = --- x 100% = 120,93%

1.076.677 3.838.672

DER 2012 = --- x 100% = 323,33%

1.187.218 3.084.547

DER 2013 = --- x 100% = 236,42%

1.304.680 3.310.505

DER 2014 = --- x 100% = 169,77%

1.950.000 2.780.736

DER 2015 = --- x 100% = 125,50%

2.215.658 4.684.758

DER 2016 = --- x 100% = 188,40%

2.486.566 6.612.712

DER 2017 = --- x 100% = 173,69%

3.807.298

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut diatas maka dapat disajikan melalui tabel 4.7 yaitu sebagai berikut :

TABEL 4.7

HASIL PERHITUNGAN DEBT TO EQUITY RATIO PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG

MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017

Tahun Liabilitas Ekuitas DER

(%)

2010 825.370 1.051.450 78,50

2011 1.301.983 1.076.677 120,93

2012 3.838.672 1.187.218 323,33

2013 3.084.547 1.304.680 236,42

2014 3.310.505 1.950.000 169,77

2015 2.780.736 2.215.658 125,50

2016 4.684.758 2.486.566 188,40

2017 6.612.712 3.807.298 173,69

Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.7 yaitu hasil perhitungan debt to equity ratio pada Bank BNI Syariah tahun 2010-2017 yang menunjukkan bahwa DER pada BNI Syariah mengalami fluktuasi. Dimana dapat dilihat periode 2011-2012 dan 2016 mengalami kenaikan, sedangkan periode 2013-2015 dan 2017 mengalami penurunan.

4.2.3 Analisis Return on Asset

Return on asset adalah rasio yang mengukur seberapa efisien suatu bank dalam mengelola aktivitasnya untuk menghasilkan laba selama satu periode. Sehingga perhitungan ROA dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Laba Bersih Sebelum Pajak

ROA = --- x 100%

Total Aktiva

Perhitungan ROA pada Bank BNI Syariah tahun 2010-2017 dapat ditentukan sebagai berikut :

36.374

ROA 2010 = --- x 100% = 0,57%

6.394.924 89.256

ROA 2011 = --- x 100% = 1,05%

8.466.887 137.744

ROA 2012 = --- x 100% = 1,29%

10.645.313 179.616

ROA 2013 = --- x 100% = 1,22%

14.708.504 220.133

ROA 2014 = --- x 100% = 1,13%

19.492.112

307.768

ROA 2015 = --- x 100% = 1,34%

23.017.667 373.197

ROA 2016 = --- x 100% = 1,32%

28.314.175 408.747

ROA 2017 = --- x 100% = 1,17%

34.822.442

Berdasarkan hasil perhitungan ROA periode 2010-2017 maka dapat disajikan melalui tabel 4.8 yaitu :

TABEL 4.8

HASIL PERHITUNGAN RETURN ON ASSET PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR

CABANG MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017 Tahun Laba Bersih

Sebelum Pajak

Total Aktiva

ROA (%)

2010 36.374 6.394.924 0,57

2011 89.256 8.466.887 1,05

2012 137.744 10.645.313 1,29

2013 179.616 14.708.504 1,22

2014 220.133 19.492.112 1,13

2015 307.768 23.017.667 1,34

2016 373.197 28.314.175 1,32

2017 408.747 34.822.442 1,17

Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.8 yaitu hasil perhitungan return on asset pada Bank BNI Syariah terlihat bahwa ROA untuk tahun 2013, 2014, 2016 dan 2017 mengalami penurunan karena adanya peningkatan total asset yang diinvestasikan dalam pengelolaan bank. Dalam hubungannya dengan hasil perhitungan EVA, DER, dan ROA maka akan disajikan perbandingan EVA, DER, dan ROA yang dapat disajikan melalui tabel 4.9 yaitu :

TABEL 4.9

HASIL PERBANDINGAN EVA, DER, DAN ROA PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR

CABANG MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017

Tahun EVA DER ROA

2010 -143.872 78,50 0,57

2011 -254.015 120,93 1,05

2012 -644.205 323,33 1,29

2013 -607.923 236,42 1,22

2014 -714.215 169,77 1,13

2015 -676.855 125,50 1,34

2016 -831.531 188,40 1,32

2017 -857.605 173,69 1,17

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Tabel 4.9 yaitu hasil perhitungan EVA, DER, dengan ROA yang menunjukkan bahwa dalam pengelolaan bank syariah selama ini nampak nilai EVA negatif, namun tingkat ROA meningkat. Sedangkan dilihat dari rasio DER terlihat bahwa DER untuk setiap tahun meningkat, namun tingkat ROA mengalami fluktuasi.

4.2.4 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan gambaran mengenai nilai rata-rata (mean), nilai tertinggi, dan terendah dari masing-masing variabel yang jadikan pengamatan. Sehingga dari hasil analisis data yang diolah dengan SPSS maka dapat disajikan melalui tabel 4.10 yaitu sebagai berikut :

TABEL 4.10 STATISTIK DESKRIPTIF

N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation

EVA 8 -857605 -143872 -591277.63 258591.041

DER 8 78.50 323.33 177.0675 76.19027

ROA 8 .57 1.34 1.1363 .24934

Valid N (listwise) 8

Sumber : Data diolah dengan SPSS

Tabel 4.1 yaitu statistic deskriptif yang menunjukkan bahwa dari jumlah sampel yang diamati yaitu periode pengamatan 2010-2017 maka rata-rata nilai EVA sebesar -591,11 dan dari periode pengamatan 8 tahun maka nilai terendah sebesar -857.605 dan tertinggi sebesar -143.872.

Kemudian dilihat dari rasio DER dimana memiliki nilai rata-rata sebesar 177,06% dan terendah sebesar 78,50% dan tertinggi sebesar 323,33%, selain itu untuk nilai ROA dengan nilai rata-rata sebesar 1,13%, sedangkan rasio ROA yang terendah sebesar 0,57% dan tertinggi sebesar 1,34%

4.2.5 Uji Asumsi Klasik

Sebelum dilakukan pengujian regresi, maka terlebih dahulu akan dilakukan uji asumsi klasik, yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolineritas, uji heterokesdastisitas, dan uji autokorelasi.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,

variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2013). Ada 2 cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi

normal atau tidak yaitu dengan cara analisis statistik dan analisis grafik.

Dimana dengan cara analisis statistik maka akan dilakukan pengujian

normalitas dengan metode test of normality dengan menggunakan taraf signifikan 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikan lebih besar dari 5% atau 0,05. Untuk lebih jelasnya dapat disajikan hasil test normalitas dengan metode one sample kolmogorov smirnov test melalui tabel berikut ini :

TABEL 4.11

HASIL UJI NORMALITAS DENGAN ONE SAMPLE KOLMOGOROV SMIRNOV TEST

Standardized Residual

N 8

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation .84515425

Most Extreme Differences Absolute .189

Positive .189

Negative -.156

Test Statistic .189

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan metode One Sample Kolmogorov Smirnov Test dengan menggunakan SPSS, yang menunjukkan bahwa untuk uji EVA dan DER dengan jumlah sampel sebanyak 8, maka dengan nilai signifikan sebesar 0,200 > 0,05 berarti data EVA dan DER sudah berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinieritas

Pengujian asumsi multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan yang sangat kuat atau pasti, sehingga dalam pengujian asumsi multikolineritas digunakan metode tolerance value atau nilai

inflation factor (VIF). Dimana dalam pengujian asumsi multikolinieritas digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan adalah :

a. Apabila tolerance value di atas 0,01 atau nilai VIF di bawah 5, maka tidak terjadi multikolineritas.

b. Apakah tolerence value di atas 0,01 atau nilai di atas 5 maka terjadi multikolineritas (Duwi Priyatno, 2014:39)

Untuk lebih jelasnya dapat disajikan melalui tabel hasil uji multiko- linieritas yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

TABEL 4.12

HASIL OLAHAN DATA MUTIKOLINIERITAS STATISTICS Model Regresi

Colinieritas Statics

Tollerance VIF

Economic Value Added (EVA) 0,755 1,325

Debt to Equity Ratio (DER) 0,755 1,325

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa nilai variabel inflation factor (VIF) yaitu : Economic Value Added (EVA) dan Debt to Equity Ratio (DER) lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa antar variabel independen tidak terjadi persoalan multikolinieritas.

3. Uji Heterokesdastisitas

Uji asumsi heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang

lain tetap, maka disebut heteroskedastisitas. Untuk lebih jelasnya uji asumsi heteroskedastisitas yang dapat dilihat gambar sebagai berikut :

GAMBAR 4.2

UJI HETEROKESDASTISITAS

Sumber : Lampiran SPSS

Berdasarkan grafik/gambar terlihat tidak ada pola yang jelas serta titik menyebar di atas dan dibawah dari angka 0, sehingga tidak terjadi heteroskedastisitas.

4. Uji Autokorelasi

Autokorelasi adalah suatu keadaan dimana terjadinya korelasi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Metode pengujian menggunakan uji Durbin Watson (uji DW) dengan ketentuan menurut Duwi (2012 : 87) adalah sebagai berikut :

a) Jika d lebih kecil dari dl atau lebih besar dari (4 – dL) maka hipotesis nol ditolak, yang berarti terdapat autokorelasi

b) Jika d terletak antara dU dan (4 – dU) maka hipotesis nol diterima, yang berarti tidak ada autokorelasi

c) Jika d terletak antara dL dengan du atau diantara (4 – dU) dan (4 – dL) maka tidak menghasilkan keputusan yang penting.

Untuk lebih jelasnya akan disajikan data mengenai hasil uji autokorelasi yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

TABEL 4.13

HASIL UJI AUTOKORELASI

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin- Watson

1 .835a .696 .575 .16253 2.374

a. Predictors: (Constant), DER, EVA b. Dependent Variable: ROA

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Dari tabel di atas yakni hasil uji autokorelasi dengan menggunakan pengolahan data SPSS maka diperoleh nilai DW sebesar 2,374, sedangkan dari tabel DW dengan tingkat signifikan 0,05 dan jumlah data (n) = 8 serta K = 2 diperoleh nilai dL sebesar 0,4672 dan dU = 1,8964, oleh karena karena nilai du 1,8964 < 2,374 < 2,103 berarti data regresi tidak memiliki regresi autokorelasi.

4.2.6 Analisis Regresi dan Korelasi 4.2.6.1 Analisis Regresi

Analisis regresi dan korelasi berkenaan dengan studi ketergantungan variabel tidak bebas (dependent variable) pada suatu variabel bebas (independent variable) dengan maksud untuk mengetahui

arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan.

Pada penelitian ini maka digunakan model regresi berganda dengan variabel dependen yakni berupa : EVA dan DER terhadap profitabilitas yang diukur dengan rasio return on asset (ROA) pada PT Bank BNI Syariah, maka model regresi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :

Y = β0 + β1X1 + β2X2 + e

Dari hasil persamaan regresi di atas, maka untuk lebih jelasnya akan disajikan hasil regresi atas EVA dan DER dalam kaitannya dengan profitabilitas yang diolah dengan menggunakan sistem komputerisasi program SPSS release 24, yang hasil selengkapnya dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

TABEL 4.14

HASIL OLAHAN DATA REGRESI

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta 1

(Constant) .600 .174 3.455 .018

EVA -6.452E-7 .000 -.669 -2.360 .065

DER .001 .001 .267 .943 .389

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Berdasarkan tabel hasil olahan data regresi, maka selanjutnya persamaan regresi dapat dijabarkan sebagai berikut :

Y = 0,600bo – 6,452E-7X1 + 0,001X2

Untuk lebih jelasnya hasil persamaan regresi dapat diberikan penjelasan regresi sebagai berikut :

1) Konstan (bo) sebesar 0,600 berarti Economic Value Added (EVA) dan Debt to Equity Ratio (DER) konstan (nyata) maka profitabilitas (ROA) sebesar 0,600%.

2) Koefisien regresi untuk variabel Economic Value Added (b1) sebesar -6,452, hal ini diartikan bahwa Economic Value Added mempunyai

pengaruh negatif terhadap Return on Asset, dimana semakin tinggi Economic Value Added maka profitabilitas akan menurun sebesar 6,452%.

3) Koefisien regresi untuk variabel Debt to Equity Ratio (b2) sebesar 0,001, hal ini diartikan bahwa Debt to Equity Ratio mempunyai

pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return on Asset, dimana semakin tinggi Debt to Equity Ratio maka profitabilitas akan meningkat sebesar 0,001%.

4.2.6.2 Uji Korelasi dan Determinasi (R2)

Uji korelasi dan koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen (variabel bebas) secara serentak terhadap variabel dependen (variabel terikat). Koefisien ini menunjukkan seberapa besar persentase variasi pengaruh Economic Value Added dan Debt to Equity Ratio yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel profitabilitas (Return on Asset) pada PT Bank BNI Syariah.

Dari hasil pengujian korelasi dan koefisien determinasi maka untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

TABEL 4.15 MODEL SUMMARY

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .835a .696 .575 .16253

a. Predictors: (Constant), DER, EVA b. Dependent Variable: ROA

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Dari tabel tersebut di atas, maka diperoleh nilai R = 0,835 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang kuat antara Economic Value Added dan Debt to Equity Ratio terhadap profitabilitas (Return on Asset) pada PT Bank BNI Syariah, alasannya karena nilai R mendekati 1. Sedangkan koefisien determinasi R2 = 0,696 yang diartikan bahwa variasi pengaruh profitabilitas (Return on Asset) dapat dijelaskan oleh variasi dari kedua variabel independent yakni : Economic Value Added dan Debt to Equity Ratio terhadap profitabilitas (Return on Asset) pada PT Bank BNI Syariah, sedangkan sisanya sebesar 30,4% dapat dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Selanjutnya apabila nilai adjusted R2 sama dengan nol, maka variasi variabel independen yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikitpun variasi variabel dependen. Sebaliknya, apabila nilai adjusted R2 sama dengan 1, maka variasi variabel independen yang digunakan dalam model menjelaskan 100% variasi variabel dependen.

4.3 Pembahasan

Dokumen terkait