• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Daerah Penelitian

Lokasi yang dijadikan sebagai obyek penelitian yaitu pada PT. Bank BNI Syariah berlokasi di jalan Pajonga Dg. Ngalle No.140, Mario,

Mariso, Kota Makassar. Waktu yang digunakan selama melakukan penelitian dimulai bulan Januari sampai dengan bulan Maret tahun 2019.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam kelancaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Penelitian Lapangan (Field Research) adalah pengumpulan data melalui :

a. Wawancara yaitu teknik pengumpulan data melalui tanya jawab langsung kepada pimpinan dan karyawan yang berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan

b. Studi dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari buku-buku, artikel, karangan ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitin.

2. Penelitian Pustaka (Library Research) adalah pengumpulan data dilakukan dengan memahami literatur-literatur yang memuat pembahasan yang berkaitan dengan penelitian dan pengumpulan data dengan

34

membaca buku-buku dan sumber bacaan yang relevan dengan penelitian.

3.3 Jenis dan Sumber Data 3.3.1 Jenis Data

Jenis dan sumber data yang di gunakan bersumber dari :

a. Data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan industry perbankan dalam bentuk informasi yang bukan dalam bentuk angka- angka tetapi dalam bentuk lisan dan tertulis.

b. Data kualitatif ini seperti sejarah berdirinya, struktur organisasi, dan uraian tugas masing-masing bagian dalam perusahaan, selama delapan tahun, yaitu dari tahun 2010-2017.

2.3.2 Sumber data a. Data primer

Data primer, yaitu data yang diperoleh dari sumber pertama dan pengamatan secara langsung serta wawancara dengan pihak-pihak terkait yang ada kaitannya dengan masalah penelitian ini.

b. Data sekunder

Data sekunder yaitu data berupa laporan tahunan perusahaan seperti neraca dan laporan, laba rugi, laporan tahunan yang diperoleh dari Website internet serta diperoleh dari PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Kantor Cabang Makassar.

3.4 Metode Analisis

Sesuai dengan tujuan dari penelitian ini maka teknik analisa yang digunakan adalah :

1. Analisis perhitungan Economic Value Added dengan menggunakan formulasi sebagai berikut :

EVA = Modal yang diinvestasikan x (ROIC - WACC) Di mana :

EVA = Economic Value Added ROIC = Return on Invested Capital

WACC = Weighted Average Cost of Capital

2. Analisis Debt to Equity ratio adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengukur kondisi keuangan perusahaan dalam membiayai aktivitas operasional perusahaan atau memanfaatkan hutang-hutangnya. Rumus yang digunakan adalah :

Total Hutang

Debt to Equity Ratio = --- x 100%

Modal sendiri 3. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak.

b. Uji Multikolinearitas

Uji mulitikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai Tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada

multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi pada penelitian ini.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas, dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

4. Analisis regresi linear berganda adalah suatu analisis untuk melihat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, dalam hal ini adalah pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap profitabilitas dengan rumus yaitu :

Y = bo + b1X1 + b2X2

Dimana :

Y = Profitabilitas

X1 = Economic Value Added (EVA) X2 = Debt to Equity Ratio (DER) bo = Konstanta

b1, b2 = Koefisien regresi

3.5 Definisi Operasional

Definisi operasional dari variabel penelitian dimaksudkan untuk memberikan kesimpulan yang dapat memperjelas batasan, pengertian, dan ruang lingkup penelitian yang akan digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut :

Kinerja (performance) keuangan secara keseluruhan merupakan gambaran prestasi yang dicapai bank dalam operasionalnya, baik menyangkut aspek keuangan, pemasaran, penghimpunan dan penyaluran dana, teknologi maupun sumber daya manusia pada PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar.

Economic Value Added merupakan pengukuran kinerja keuangan berdasarkan nilai yang merefleksikan jumlah absolut dari nilai kekayaan pemegang saham yang dihasilkan, baik bertambah maupun berkurang setiap tahunnya pada PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar.

Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau aktivitas normal bisnisnya pada PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1 Sejarah PT Bank BNI Syariah

PT Bank BNI Syariah adalah perusahaan yang bergerak dibidang perbankan yang kegiatannya memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik jasa maupun produk perbankan lainnya. PT Bank BNI Syariah dibentuk secara mandiri melalui tim proyek internal. Pola yang digunakan PT. BNI (Persero) Tbk. kantor cabang syariah untuk masuk kedalam pasar perbankan syariah adalah dual system banking.

Untuk mewujudkan visinya menjadi universal banking, BNI termasuk salah satu pelopor berdiri dan berkembangnya bank-bank syariah di Indonesia. Sesuai dengan UU No. 10 tahun 1998, yang memungkinkan bank-bank umum untuk membuka layanan syariah. BNI membuka layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah dengan konsep dual system banking, yakni menyediakan layanan perbankan konvensional dan syariah.

Diawali dengan pembentukan tim bank syariah di tahun 1999, Bank Indonesia kemudian mengeluarkan izin prinsip dan usaha untuk beroperasinya unit usaha syariah BNI.

Acara pembukaan kantor cabang BNI Syariah di Pekanbaru ini dihadiri oleh Bapak Gubernur Riau Muhammad Rusli Zainal, WaliKota Pekanbaru Herman Abdullah, Direktur BNI Suroto Moehadji, Pejabat Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat dan pemuka agama Riau. BNI Syariah siap memasuki pasar awal 2010, unit syariah Bank BNI resmi

39

melakukan pemisahan (spin off) dari induknya. Para pemegang saham dan dewan komisaris BNI telah menyetujui rencana BNI Syariah itu menjadi bank umum murni syariah. Spin off dilakukan sebagai langkah strategis BNI dalam merespon perkembangan faktor-faktor eksternal, yaitu situasi ekonomi, kebutuhan pasar dan regulasi, serta faktor internal antara lain corporate plan, kesiapan organisasi, dan customer base. Melalui spin off ini, manajemen BNI Syariah akan lebih fokus dalam mengelola bisnis, independen, fleksibel serta responsif dalam memenuhi kebutuhan nasabah sehingga Bank BNI Syariah dapat menjadi bank syariah pilihan. Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No.21 tahun 2008 tentang perbankan syariah.

Disamping itu, komitmen pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk perbankan syariah juga semakin meningkat.

Saat ini asset BNI Syariah sebesar Rp 4 Triliun lebih. Dengan posisi itu, unit Syariah BNI berada pada peringkat ketiga dari 30 unit syariah, setelah Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri, juga memiliki jaringan 26 kantor cabang, 31 kantor cabang pembantu, dan 600 kantor cabang BNI Konvensional yang selalu bekerja sama.

4.1.2 Visi dan Misi BNI Syariah 1. Visi

Visi dari Bank BNI Syariah adalah menjadi bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan dan kerja.

2. Misi

a. Dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada kelestarian lingkungan.

b. Memberikan solusi bagi masyarakat terutama untuk kebutuhan jasa perbankan syariah.

c. Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor.

d. Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggan untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai Bank BNI Syariah sebagai perwujudan ibadah.

e. Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang dapat dipercaya atau amanah.

4.1.3 Struktur Organisasi

Sama seperti halnya bentuk-bentuk perusahaan lain yang mana selalu ada seorang pemimpin yang berkewajiban untuk mengatur dan mengawasi jalannya perusahaan. Begitu pula perbankan syariah, tidak terkecuali BNI Syariah Cabang Makassar. Untuk BNI Syariah Cabang Makassar struktur operasionalnya dipimpin oleh seorang Branch Manager yang membawahi Operational Manager dan beberapa jabatan lain sesuai struktur organisasi mereka. Adapun struktur organisasi yang PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makasar yaitu :

4.1.4 Uraian Tugas

Berikut ini akan disajikan uraian tugas dari struktur organisasi sebagai berikut :

1. Branch Manager

a. Bertanggung jawab terhadap pencapaian seluruh target cabang yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

b. Bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas operasional cabang.

c. Melakukan supervisi terhadap setiap unit/seksi di cabang pelaksanaan pencapaian target pemasaran dan operasional sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

d. Bertanggung jawab terhadap penyaluran pembiayaan yang disalurkan melalui cabang dan melakukan monitoring dan pengawasan agar tetap comply-with dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

e. Bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas SDM cabang.

f. Bertanggung jawab atas kondisi cabang agar tetap kondusif.

g. Bertanggung jawab atas monitoring dan pembinaan terhadap nasabah pembiayaan.

h. Penanggung jawab User Pimpinan Cabang.

i. Bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan cabang.

j. Membangun dan meningkatkan relationship dengan semua share- holder dan stake-holder di wilayah kerja cabang

2. Business Manager

a. Mencapai target lending secara team.

b. Membangun team lending

c. Melakukan analisa usaha

d. Membangun relasi dengan debitur

e. Memastikan bahwa kredit yang diberikan memiliki kualitas yang baik 3. Operational Manager

Mengkoordinir dan membantu kepala cabang sesuai struuktur organisasi. Turut bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengelolaan operasional kantor cabang secara baik. Dapat mewakili kepala cabang jika kepala cabang berhalangan atau ada keperluan tugas lain. Bertindak untuk dan atas nama kepala cabang untuk menandatangani surat-surat berharga, surat keluar, atau surat masuk berdasarkan surat kuasa yang diterima bersama-sama dengan pejabat yang ditunjuk oleh direksi.

4. Recovery Remedial Head

a. Melakukan collection kepada nasabah dengan kategori kolektebilitas 3, 4, 5 dan hapus buku (HB).

b. Memproses usulan penyelamatan nasabah pembiayaan dengan kategori kelokteblitas 3, 4, 5.

c. Memproses usulan dan eksekusi penyelesaian nasabah dengan kategori 3, 4, 5, dan hapus buku (HB).

d. Memproses usulan hapus buku nasabah pembiayaan dengan kategori 3, 4, 5.

5. SME Financing Head

a. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk- produk Finance & Treasury sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.

b. Melakukan pembinaan hubungan nasabah melalui kunjungan (on the spot) dan pemantauan proyek nasabah secara berkala.

c. Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan stakeholder.

6. Sales Head

a. Monitoring pemasaran produk pembiayaan konsumen

b. Pembinaan hubungan, pemantauan, perkembangan dan aktivitas cross/up selling kepada nasabah exciting, khususnya nasabah institusi dan kerjasama lembaga.

c. Pemasaran produk dana/jasa kepada nasabah institusi dan perorangan sesuai limit dan ketentuan.

7. Consumer Financing Head

a. Proses BI Checking seluruh segmen pembiayaan cabang.

b. Penyusunan akad pembiayaan.

c. Proses pengikatan pembiayaan.

d. Penyusunan Surat Keputusan Pembiayaan.

e. Proses penyimpanan dokumen pembiayaan dan dokumen jaminan pembiayaan.

8. Funding Head

a. Pemasaran produk dana/jasa kepada nasabah institusi dan perorangan sesuai limit dan ketentuan.

b. Pembinaan hubungan, pemantauan perkembangan dan aktivitas cross/up selling nasabah existing, khususnya nasabah institusi &

kerjasama lembaga.

9. Customer Service Head

a. Proses pemintaan transaksi keuangan dan non-keuangan terkait rekening dana yang dilakukan melalui cabang.

b. Pengelolaan kebutuhan kas harian sesuai dengan ketentuan pagu kas.

c. Pemasaran dana konsumen kepada nasabah walk in dan cross/up selling kepada nasabah dana existing.

10. Financing Adm Head

a. Memasarkan produk pembiayaan produktif ritel.

b. Memproses permohonan pembiayaan produktif ritel.

c. Melakukan penilaian jaminan nasabah terkait proses pemohonan pembiayaan produktif ritel.

11. Back Office Head

a. Pembukaan transaksi cabang b. Proses transaksi kliring

c. Pengelolaan daftar hitam nasabah

d. Pengelolaan laporan keuangan dan kebenaran pembukuan transaksi-transaksi cabang.

e. Pengelolaan administrasi dan data kepegawaian cabang.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Analisis Kinerja Keuangan dengan Economic Value Added

Perbankan yang merupakan lembaga intermediasi antara pihak- pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana, sehingga diperlukan bank dengan kinerja keuangan yang sehat fungsi intermediasi dapat berjalan lancar. Economic value added

merupakan ukuran laba ekonomi yang dapat diukur dari selisih antar laba bersih operasional setelah pajak dengan biaya modal. Di mana biaya modal ditentukan melalui biaya rata-rata tertimbang dengan hutang dan ekuitas.

Sebelum dilakukan analisis kinerja keuangan dengan pendekatan economic value added, terlebih dahulu akan disajikan data struktur modal pada Bank BNI Syariah periode pengamatan tahun 2010-2017 yang dapat disajikan melalui tabel 4.1 yaitu :

TABEL 4.1

STRUKTUR MODAL PADA PT. BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG MAKASSAR

TAHUN 2010-2017 Tahun

Struktur modal Total

Modal

% Hutang % Modal

Sendiri

2010 1.051.450 56,02 825.370 43,98 1.876.820 2011 1.076.677 57,37 1.301.983 54,74 2.378.660 2012 1.187.218 63,26 3.838.672 76,38 5.025.890 2013 1.304.680 69,52 3.084.547 70,28 4.389.227 2014 1.950.000 37,07 3.310.505 62,93 5.260.505 2015 2.215.658 44,35 2.780.736 55,65 4.996.394 2016 2.486.566 34,67 4.684.758 65,33 7.171.324 2017 3.807.298 36,54 6.612.712 63,46 10.420.010 Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.1 yaitu struktur modal pada Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar maka akan dilakukan perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). Dalam perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang maka akan disajikan perhitungan cost of equity (Re) dengan cost of debt (Rd) pada Bank BNI Syariah yaitu :

1. Biaya Ekuitas (Cost of Equity)

Biaya ekuitas adalah biaya yang dikeluarkan oleh Bank dalam penggunaan dana ekuitas dalam pengelolaan bank. Sehingga biaya

ekuitas dapat ditentukan dengan rumus (Supriyono dan Lesti, 2015) yaitu :

Laba Bersih Setelah Pajak

Cost of equity (Re) = --- x 100%

Total Ekuitas

Perhitungan biaya ekuitas periode pengamatan 2010-2017 dapat ditentukan sebagai berikut :

36.512

Re 2010 = --- x 100% = 3,47%

1.051.450 66.354

Re 2011 = --- x 100% = 6,16%

1.076.677 101.892

Re 2012 = --- x 100% = 8,58%

1.187.218 117.462

Re 2013 = --- x 100% = 9%

1.304.680 163.251

Re 2014 = --- x 100% = 8,37%

1.950.000 228.525

Re 2015 = --- x 100% = 10,31%

2.215.658 277.375

Re 2016 = --- x 100% = 11,15%

2.486.566 306.686

Re 2017 = --- x 100% = 8,06%

3.807.298

Berdasarkan hasil perhitungan biaya ekuitas (re) maka dapat disajikan melalui tabel 4.2 yaitu :

TABEL 4.2

PERHITUNGAN BIAYA EKUITAS (RE)

PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017

Tahun Laba bersih Setelah Pajak

Total Ekuitas

Biaya Ekuitas

2010 36.512 1.051.450 3,47

2011 66.354 1.076.677 6,16

2012 101.892 1.187.218 8,58

2013 117.462 1.304.680 9,00

2014 163.251 1.950.000 8,37

2015 228.525 2.215.658 10,31

2016 277.375 2.486.566 11,15

2017 306.686 3.807.298 8,06

Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.2 yaitu hasil perhitungan biaya ekuitas khususnya pada Bank BNI Syariah tahun 2010 - 2017 terlihat bahwa periode 2010 – 2013 dan 2015-2016 mengalami peningkatan biaya ekuitas karena adanya kenaikan laba bersih sedangkan biaya ekuitas tahun 2014 dan 2017 menurun disebabkan karena adanya kenaikan dalam penggunaan biaya ekuitas dalam pengelolaan bank syariah.

2. Biaya Utang (Cost of Debt)

Biaya utang adalah tingkat bagi hasil yang dibayarkan kepada nasabah yang memiliki simpanan pada Bank BNI Syariah dibayarkan dalam periode 1 tahun. Perhitungan biaya utang (cost of debt) dapat dihitung dengan rumus :

Bagi Hasil

Rd = --- x 100%

Simpanan nasabah

Perhitungan biaya utang (cost of debt) untuk tahun 2010-2017 dapat dihitung sebagai berikut :

140.106

Rd 2010 = --- x 100% = 21,73%

644.624

Rd setelah pajak = 21,73% (1 - 0,20) = 17,39%

252.413

Rd 2011 = --- x 100% = 22,68%

1.112.740

Rd setelah pajak = 22,68% (1 - 0,20) = 18,15%

291.056

Rd 2012 = --- x 100% = 15,41%

1.888.703

Rd setelah pajak = 15,41% (1 - 0,20) = 12,33%

418.332

Rd 2013 = --- x 100% = 18,26%

2.290.509

Rd setelah pajak = 18,26% (1 - 0,20) = 14,61%

691.444

Rd 2014 = --- x 100% = 26,97%

2.563.965

Rd setelah pajak = 26,97% (1 - 0,20) = 21,57%

846.069

Rd 2015 = --- x 100% = 30,43%

2.780.736

Rd setelah pajak = 30,43% (1 - 0,20) = 24,34%

905.032

Rd 2016 = --- x 100% = 22,19%

4.079.084

Rd setelah pajak = 22,19% (1 - 0,20) = 17,75%

967.942

Rd 2017 = --- x 100% = 16,21%

5.970.787

Rd setelah pajak = 16,21% (1 - 0,20) = 12,97%

Dari hasil perhitungan tersebut diatas maka akan disajikan melalui tabel 4.3 yaitu :

TABEL 4.3

HASIL PERHITUNGAN BIAYA UTANG

PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017

Tahun Bagi

Hasil

Simpanan Nasabah

Biaya Utang Sebelum

Pajak

Biaya Utang Setelah

Pajak

2010 140.106 644.624 21,73 17,39

2011 252.413 1.112.740 22,68 18,15

2012 291.056 1.888.703 15,41 12,33

2013 418.332 2.290.509 18,26 14,61

2014 691.444 2.563.965 26,97 21,57

2015 846.069 2.780.736 30,43 24,34

2016 905.032 4.079.084 22,19 17,75

2017 967.942 5.970.787 16,21 12,97

Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Berdasarkan hasil perhitungan baiya ekonomis (Re) dan biaya utang (Rd) yang telah disajikan pada tabel 4.2 dan 4.3 maka akan dilakukan perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) pada Bank BNI Syariah periode 2010-2017 (Supriyono dan Lesti, 2015) :

WACC = ( D x Rd) + (E x Re)

Dari rumus tersebut diatas maka perhitungan biaya modal rata- rata tertimbang (WACC) dapat dihitung sebagai berikut :

WACC 2010 = (0,440 x 0,174) + (0,560 x 0,035) = 9,59%

WACC 2011 = (0,547 x 0,181) + (0,574 x 0,062) = 13,47%

WACC 2012 = (0,764 x 0,123) + (0,633 x 0,086) = 14,85%

WACC 2013 = (0,703 x 0,146) + (0,695 x 0,090) = 16,53%

WACC 2014 = (0,629 x 0,216) + (0,371 x 0,084) = 16,68%

WACC 2015 = (0,557 x 0,243) + (0,443 x 0,103) = 18,12%

WACC 2016 = (0,653 x 0,177) + (0,347 x 0,112) = 15,46%

WACC 2017 = (0,635 x 0,130) + (0,365 x 0,081) = 11,17%

Dari hasil perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang maka dapat disajikan melalui tabel 4.4 yaitu sebagai berikut :

TABEL 4.4

HASIL PERHITUNGAN BIAYA MODAL RATA-RATA TERTIMBANG (WACC) PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG

MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017 Tahun Ekuitas

( E )

Cost of Equity ( Re )

Hutang ( D )

Cost of Debt ( Rd)

WACC

2010 0,560 0,035 0,440 0,174 9,59

2011 0,574 0,062 0,547 0,181 13,47

2012 0,633 0,086 0,764 0,123 14,85

2013 0,695 0,090 0,703 0,146 16,53

2014 0,371 0,084 0,629 0,216 16,68

2015 0,443 0,103 0,557 0,243 18,12

2016 0,347 0,112 0,653 0,177 15,46

2017 0,365 0,081 0,635 0,130 11,17

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Tabel 4.4 yaitu biaya modal rata-rata tertimbang pada Bank BNI Syariah periode 2010-2017 terlihat bahwa biaya modal rata-rata tertimbang mengalami fluktuasi. Adanya fluktuasi karena biaya ekuitas yang dikeluarkan oleh Bank BNI Syariah mengalami fluktasi.

Berdasarkan hasil perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) pada Bank BNI Syariah maka akan dilakukan perhitungan return on invested capital (RIOC) dengan menggunakan rumus :

Laba Bersih Sebelum Pajak

ROIC = --- x 100%

Modal yang Diinvestasikan 36.374

ROIC 2010 = --- x 100% = 1,93%

1.876.820 89.256

ROIC 2011 = --- x 100% = 2,79%

2.378.660

137.744

ROIC 2012 = --- x 100% = 2,03%

5.025.890 179.616

ROIC 2013 = --- x 100% = 2,68%

4.389.227 220.133

ROIC 2014 = --- x 100% = 3,10%

5.260.505 307.768

ROIC 2015 = --- x 100% = 4,57%

4.996.394 373.197

ROIC 2016 = --- x 100% = 3,87%

7.171.324 408.747

ROIC 2017 = --- x 100% = 2,94%

10.420.010

Berdasarkan hasil perhitungan return on invested capital (ROIC) maka dapat disajikan melalui tabel 4.5 yaitu :

TABEL 4.5

PERHITUNGAN RETURN ON INVESTED CAPITAL (ROIC) PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG

MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017 Tahun

Laba sebelum

pajak

Pajak NOPAT

Modal yang di Investasikan

Return on Invested

Capital

2010 36.374 222 36.152 1.876.820 1,93

2011 89.256 22.902 66.354 2.378.660 2,79 2012 137.744 35.852 101.892 5.025.890 2,03 2013 179.616 62.154 117.462 4.389.227 2,68 2014 220.133 56.882 163.251 5.260.505 3,10 2015 307.768 79.243 228.525 4.996.394 4,57 2016 373.197 95.822 277.375 7.171.324 3,87 2017 408.747 102.061 306.686 10.420.010 2,94 Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.5 yaitu hasil perhitungan return on invested capital (ROIC) yang menunjukkan bahwa return on invested capital (ROIC) dari setiap tahun meningkat, namun tahun 2013 dan 2017 menurun karena adanya peningkatan modal yang diinvestasikan untuk pengelola bank. Dari hasil perhitungan tersebut diatas maka akan disajikan perhitungan economic value added. Dalam analisis economic value added yaitu :

a. Jika EVA > 0 berarti nilai EVA positif yang menunjukkan telah terjadi proses nilai tambah ekonomis pada bank.

b. Jika EVA < 0 menunjukkan EVA negative berarti tidak terjadi proses nilai tambah ekonomis pada bank.

Perhitungan nilai EVA pada Bank BNI Syariah dapat ditentukan sebagai berikut :

EVA = Modal yang diinvestasikan x (ROIC - WACC) EVA 2010 = 1.876.820 x (1,93 – 9,59) = -143.872 EVA 2011 = 2.378.660 x (2,79 – 13,47) = -254.015 EVA 2012 = 5.025.890 x (2,03 – 14,85) = -644.205 EVA 2013 = 4.389.227 x (2,68 – 16,53) = -607.923 EVA 2014 = 5.260.505 x (3,10 – 16,68) = -714.215 EVA 2015 = 4.996.394 x (4,57 – 18,12) = -676.855 EVA 2016 = 7.171.324 x (3,87 – 15,46) = -831.531 EVA 2017 = 10.420.010 x (2,94 – 11,17) = -857.605

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut diatas maka perhitungan nilai EVA pada Bank BNI Syariah dapat disajikan melalui tabel 4.6 yaitu sebagai berikut :

TABEL 4.6

HASIL PERHITUNGAN NILAI TAMBAH EKONOMI (EVA) PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG

MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017 Tahun

Return on

WACC

Modal Invested yang di EVA

Capital Investasikan

2010 1,93 9,59 1.876.820 -143.872

2011 2,79 13,47 2.378.660 -254.015

2012 2,03 14,85 5.025.890 -644.205

2013 2,68 16,53 4.389.227 -607.923

2014 3,10 16,68 5.260.505 -714.215

2015 4,57 18,12 4.996.394 -676.855

2016 3,87 15,46 7.171.324 -831.531

2017 2,94 11,17 10.420.010 -857.605

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Tabel 4.6 yaitu hasil perhitungan economic value added (EVA) yang menunjukkan bahwa dalam periode pengamatan 2010-2017 dimana kinerja keuangan pada BNI Syariah tidak dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi bank. Dimana BNI Syariah lebih mencerminkan pada aspek rasio keuangan bank yang sesuai dengan peraturan Bank Indonesia dan tidak menggunakan analisis EVA dalam meningkatkan kinerja Bank Syariah.

4.2.2 Analisis Rasio Utang (Debt Equity Ratio)

Analisis rasio utang (DER) yaitu suatu analisis perbandingan rasio utang dengan ekuitas dalam pengelolaan bank. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan berikut ini :

Total Hutang

Debt to Equity Ratio = --- x 100%

Modal sendiri 825.370

DER 2010 = --- x 100% = 78,50%

1.051.450

1.301.983

DER 2011 = --- x 100% = 120,93%

1.076.677 3.838.672

DER 2012 = --- x 100% = 323,33%

1.187.218 3.084.547

DER 2013 = --- x 100% = 236,42%

1.304.680 3.310.505

DER 2014 = --- x 100% = 169,77%

1.950.000 2.780.736

DER 2015 = --- x 100% = 125,50%

2.215.658 4.684.758

DER 2016 = --- x 100% = 188,40%

2.486.566 6.612.712

DER 2017 = --- x 100% = 173,69%

3.807.298

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut diatas maka dapat disajikan melalui tabel 4.7 yaitu sebagai berikut :

TABEL 4.7

HASIL PERHITUNGAN DEBT TO EQUITY RATIO PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG

MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017

Tahun Liabilitas Ekuitas DER

(%)

2010 825.370 1.051.450 78,50

2011 1.301.983 1.076.677 120,93

2012 3.838.672 1.187.218 323,33

2013 3.084.547 1.304.680 236,42

2014 3.310.505 1.950.000 169,77

2015 2.780.736 2.215.658 125,50

2016 4.684.758 2.486.566 188,40

2017 6.612.712 3.807.298 173,69

Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.7 yaitu hasil perhitungan debt to equity ratio pada Bank BNI Syariah tahun 2010-2017 yang menunjukkan bahwa DER pada BNI Syariah mengalami fluktuasi. Dimana dapat dilihat periode 2011-2012 dan 2016 mengalami kenaikan, sedangkan periode 2013-2015 dan 2017 mengalami penurunan.

4.2.3 Analisis Return on Asset

Return on asset adalah rasio yang mengukur seberapa efisien suatu bank dalam mengelola aktivitasnya untuk menghasilkan laba selama satu periode. Sehingga perhitungan ROA dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Laba Bersih Sebelum Pajak

ROA = --- x 100%

Total Aktiva

Perhitungan ROA pada Bank BNI Syariah tahun 2010-2017 dapat ditentukan sebagai berikut :

36.374

ROA 2010 = --- x 100% = 0,57%

6.394.924 89.256

ROA 2011 = --- x 100% = 1,05%

8.466.887 137.744

ROA 2012 = --- x 100% = 1,29%

10.645.313 179.616

ROA 2013 = --- x 100% = 1,22%

14.708.504 220.133

ROA 2014 = --- x 100% = 1,13%

19.492.112

307.768

ROA 2015 = --- x 100% = 1,34%

23.017.667 373.197

ROA 2016 = --- x 100% = 1,32%

28.314.175 408.747

ROA 2017 = --- x 100% = 1,17%

34.822.442

Berdasarkan hasil perhitungan ROA periode 2010-2017 maka dapat disajikan melalui tabel 4.8 yaitu :

TABEL 4.8

HASIL PERHITUNGAN RETURN ON ASSET PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR

CABANG MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017 Tahun Laba Bersih

Sebelum Pajak

Total Aktiva

ROA (%)

2010 36.374 6.394.924 0,57

2011 89.256 8.466.887 1,05

2012 137.744 10.645.313 1,29

2013 179.616 14.708.504 1,22

2014 220.133 19.492.112 1,13

2015 307.768 23.017.667 1,34

2016 373.197 28.314.175 1,32

2017 408.747 34.822.442 1,17

Sumber : Data diolah dari laporan keuangan, 2019

Tabel 4.8 yaitu hasil perhitungan return on asset pada Bank BNI Syariah terlihat bahwa ROA untuk tahun 2013, 2014, 2016 dan 2017 mengalami penurunan karena adanya peningkatan total asset yang diinvestasikan dalam pengelolaan bank. Dalam hubungannya dengan hasil perhitungan EVA, DER, dan ROA maka akan disajikan perbandingan EVA, DER, dan ROA yang dapat disajikan melalui tabel 4.9 yaitu :

TABEL 4.9

HASIL PERBANDINGAN EVA, DER, DAN ROA PADA BANK BNI SYARIAH KANTOR

CABANG MAKASSAR TAHUN 2010 – 2017

Tahun EVA DER ROA

2010 -143.872 78,50 0,57

2011 -254.015 120,93 1,05

2012 -644.205 323,33 1,29

2013 -607.923 236,42 1,22

2014 -714.215 169,77 1,13

2015 -676.855 125,50 1,34

2016 -831.531 188,40 1,32

2017 -857.605 173,69 1,17

Sumber : Hasil olahan data, 2019

Tabel 4.9 yaitu hasil perhitungan EVA, DER, dengan ROA yang menunjukkan bahwa dalam pengelolaan bank syariah selama ini nampak nilai EVA negatif, namun tingkat ROA meningkat. Sedangkan dilihat dari rasio DER terlihat bahwa DER untuk setiap tahun meningkat, namun tingkat ROA mengalami fluktuasi.

4.2.4 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan gambaran mengenai nilai rata-rata (mean), nilai tertinggi, dan terendah dari masing-masing variabel yang jadikan pengamatan. Sehingga dari hasil analisis data yang diolah dengan SPSS maka dapat disajikan melalui tabel 4.10 yaitu sebagai berikut :

TABEL 4.10 STATISTIK DESKRIPTIF

N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation

EVA 8 -857605 -143872 -591277.63 258591.041

DER 8 78.50 323.33 177.0675 76.19027

ROA 8 .57 1.34 1.1363 .24934

Valid N (listwise) 8

Sumber : Data diolah dengan SPSS

Tabel 4.1 yaitu statistic deskriptif yang menunjukkan bahwa dari jumlah sampel yang diamati yaitu periode pengamatan 2010-2017 maka rata-rata nilai EVA sebesar -591,11 dan dari periode pengamatan 8 tahun maka nilai terendah sebesar -857.605 dan tertinggi sebesar -143.872.

Kemudian dilihat dari rasio DER dimana memiliki nilai rata-rata sebesar 177,06% dan terendah sebesar 78,50% dan tertinggi sebesar 323,33%, selain itu untuk nilai ROA dengan nilai rata-rata sebesar 1,13%, sedangkan rasio ROA yang terendah sebesar 0,57% dan tertinggi sebesar 1,34%

4.2.5 Uji Asumsi Klasik

Sebelum dilakukan pengujian regresi, maka terlebih dahulu akan dilakukan uji asumsi klasik, yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolineritas, uji heterokesdastisitas, dan uji autokorelasi.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,

variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2013). Ada 2 cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi

normal atau tidak yaitu dengan cara analisis statistik dan analisis grafik.

Dimana dengan cara analisis statistik maka akan dilakukan pengujian

Dokumen terkait