BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5. Hasil Penelitian
frekuensi dengan tingkat jawaban Setuju (S) dengan poin empat (4) terbesar yaitu pada pertanyaan keenam (P6) yang jumlah 63 dengan persentase 65,60%. Dan untuk frekuensi terbesar yang menjawab Kurang Setuju (KS) dengan poin tiga (3) yaitu pada pertanyaan pertama (P1) sebesar 5 dengan persentase 5,20%.
Kemudian untuk opsi jawaban Tidak Setuju (TS) dengan poin dua (2) dan Sangat Tidak Setuju (STS) dengan poin satu (1) masing-masing memiliki frekuensi yang sama yaitu dengan jumlah jawaban 0 dengan persentase 0%. Dapat dilihat berdasarkan hasil responden dengan tanggapan dan jawaban yang lebih banyak memilih Sangat Setuju (SS) dan memilih Setuju (S), dan adapula sebagian kecil yang memilih Kurang Setuju (KS). Penulis dapat menyimpulkan bahwa responden lebih memilih menabung di Bank Rakyat Indonesia karena responden sudah mempertimbangkan keputusannya sesuai dengan pengalaman dan pemahaman.
validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung (correlation item – total correlation) dengan nilai r tabel. Jika r hitung > r tabel dan nilai positif maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid.
Penelitian ini menggunakan alat analisis adalah SPSS V20 dengan menggunakan nilai batas 0,30 sehingga total pearson correlation dikatakan valid apabila niali korelasi menunjukkan angka lebih dari 0,30 (>0,30) sedangkan jika nilai korelasi kurang dari 0,30 (<0,30) maka dapat dikatakan tidak valid. Adapun hasil pengujian yang telah dicantumkan dibawah ini adalah :
Tabel 5.1
Uji Validitas Variabel X – Y
Variabel Pertanyaan R Hitung R Tabel Keterangan
Pelayanan (X1)
P1 0,582 0,30 Valid
P2 0,747 0,30 Valid
P3 0,659 0,30 Valid
P4 0,794 0,30 Valid
P5 0,658 0,30 Valid
Pendapatan(
X2)
P1 0,822 0,30 Valid
P2 0,854 0,30 Valid
P3 0,710 0,30 Valid
P4 0,730 0,30 Valid
Minat Nasabah (Y)
P1 0,645 0,30 Valid
P2 0,814 0,30 Valid
P3 0,746 0,30 Valid
P4 0,575 0,30 Valid
P5 0,713 0,30 Valid
P6 0,746 0,30 Valid
Sumber : Diolah SPSS V20, 2020
Berdasarkan uji validitas diatas, dengan menggunakan nilai batas 0,30 maka 15 pertanyaan dalam setiap variabel dikatakan valid semua karena pernyataan
telah menunjukkan hasil valid secara keseluruhan dengan nilai total pearson correlation menunjukkan angka diatas nilai batas 0,30, maka semua pertanyaan dikatakan valid.
4.5.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Kehandalan yang menyangkut kekonsistenan jawaban kita diujikan berulang pada sampel yang berbeda. SPSS memberikan fasilitas untuk mngukur reliabilitas dengan uji statistic Cronbach Alpha (a). Suatu Variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha >0,60. Maka hasil dari pengujiannya sebagai berikut :
Tabel 5.2
Uji Reliabilitas Variabel X-Y
Variabel Cronbach Alpha Nilai Batas Keterangan
Pelayanan (X1) 0,770 0,60 Reliable
Pendapatan (X2) 0,809 0,60 Reliable
Minat Nasabah (Y) 0,776 0,60 Reliable
Sumber : Diolah SPSS V20, 2020
Berdasarkan pada tabel diatas dapat diketahui bahwa seluruh variabel lebih besar dari 0,60 sehingga dikatakan reliable yang artinya kuesioner tersebut dapat digunakan lebih dari satu kali dan dapat diandalkan.
4.5.3 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independent dengan variabel dependen, apakah masing-masing variabel indipenden memiliki hubungan yang positif atau negative dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independent mengalami kenaikan atau penurunan. Adapun hasil pengolahan data dengan menggunakan IBM SPSS V20 yaitu sebagai berikut :
Tabel 5.3
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 10.803 2.885 3.745 .000
Pelayanan .286 .125 .210 2.299 .024
Pendapatan .605 .132 .417 4.572 .000
a. Dependent Variable: Minat Nasabah
Sumber : Hasil Output SPSS V20,2020
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai konstanta (a) adalah 10,803 sedangkan nilai koefisien variabel pelayanan adalah 0,286 dan nilai koefisien variabel pendapatan adalah 0,605. Sehingga persamaan garis regresinya adalah sebagai berikut :
Y = 10,803 + 0,286 (X1) + 0,605 (X2) + e
Berdasarkan hasil persamaan regresi dapat dijelaskan besarnya pengaruh masing-masing variabel independent terhadap variabel dependen adalah sebagai berikut :
1. Nilai koefisien X1 sebesar 0,286 yang berarti bila nilai variabel pelayanan meningkat sebesar 1 poin maka akan berdampak pada minat nasabah akan tinggi sebesar 2,86% dengan asumsi X2 tetap.
2. Nilai koefisien X2 sebesar 0,605 yang berarti bila nilai variabel pendapatan meningkat sebesar 1 poin maka akan berdampak pada minat nasabah akan tinggi sebesar 6,05% dengan asumsi X1 tetap.
3. Nilai konstanta sebesar 10,803 yang berarti bahwa apabila nilai variabel pelayanan dan pendapatan = 0 maka akan berdampak pada minat nasabah akan tinggi sebesar 10,803.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap minat menjadi nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia adalah variabel pendapatan (X2) dengan nilai konstanta sebesar 0,605 yang merupakan nilai tertinggi dibandingkan dengan nilai konstanta lainnya. Dan dapat dikatakan bahwa variabel pendapatan merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap minat menjadi nasabah pada BRI.
4.5.4 Uji Parsial (Uji T)
Uji t dikenal dengan uji persial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya (X) secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikatnya (Y). pengujian ini menggunakan ketentuan jika t hitung > t tabel dengan standar signifikan < 5% atau 0,05 maka dapat dikatakan bahwa hasil signifikan atau hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Uji ini dapat dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel atau dengan
melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung. Hipotesis untuk pengujian adalah pedoman yang digunakan adalah jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak sedangkan jika t hitung < t tabel maka Ha diterima.
Adapun hasil dari pengujian parsial dengan menggunakan IBM SPSS V20 sebagai berikut :
Tabel 5.5 Hasil Uji Parsial (Uji T)
Model T hitung T tabel Sig.
1 (Constant) 3,745 1,985 0,000 Pelayanan 2,299 1,985 0,024 Pendapatan 4,572 1,985 0,000 a. Dependent Variable : Minat Nasabah
Sumber : Diolah SPSS V20,2020
Berdasarkan hasil uji parsial (Uji T) diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
1. Jika T hitung > T tabel dengan sig <0,05 maka hasilnya signifikan atau menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima sedangkan jika T hitung < T tabel dengan sig >0,05 maka Ha diterima. Sehingga bisa dikatakan bahwa T hitung pelayanan (X1) 2,299 > T tabel 1,985 dengan nilai sig 0,024 yang < 0,05 yang berarti bahwa pelayanan (X1) berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi nasabah. Penulis dapat menyimpulkan bahwa variabel pelayanan berpengaruh secara parsial terhadap minat nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kanca Jeneponto.
2. Jika T hitung > T tabel dengan sig <0,05 maka hasilnya signifikan menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima sedangkan jika T hitung < T tabel dengan sig > 0,05 maka Ha diterima. Sehingga bisa dikatakan bahwa T hitung pendapatan (X2) 4,572 > T tabel 1,985 dengan nilai sig 0,000 yang < 0,05 yang berarti bahwa pendapatan (X2) berpengaruh signifikan terhadap minat menjadi nasabah. Penulis dapat menyimpulkan bahwa variabel pendapatan berpengaruh positif secara parsial terhadap minat nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kanca Jeneponto.
4.5.5 Uji Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel X secara simultan terhadap Variabel Y. Bila hasil perhitungan menunjukkan nilai F hitung > T tabel dengan tingkat signifikan digunakan <0,05 berarti semua variabel independent secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Adapun penjabaran uji simultan (Uji F) seperti dibawah ini :
Tabel 5.6 Hasil Uji Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 109.550 2 54.775 14.956 .000b
Residual 340.606 93 3.662
Total 450.156 95
a. Dependent Variable: Minat Nasabah
b. Predictors: (Constant), Pendapatan, Pelayanan
Sumber : Diolah SPSS V20, 2020
Berdasarkan tabel diatas perhitungan secara simultan diperoleh F hitung sebesar 14,956 > F tabel 3,094 dengan nilai probabilitas/signifikan 0,000 < 0,05
yang berarti bahwa berpengaruh signifikan. Artinya hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel independent yaitu pelayanan (X1) dan pendapatan (X2) berpengaruh secara simultan terhadap minat nasabah (Y) pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kanca Jeneponto.
4.5.6 Uji Determinasi ( )
Koefisien determinasi ( ) yaitu mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independent menjelaskan variabel dependen. Berikut ini tabel determinasi yang dihasilkan dalam penelitian :
Tabel 5.7 Hasil Uji Determinasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .493a .243 .227 1.914
a. Predictors: (Constant), Pendapatan, Pelayanan
Sumber : Diolah SPSS V20, 2020
Berdasarkan tabel yang telah dilampirkan dapat diketahui bahwa R adalah sebesar 0,493 atau jika di persentasekan yaitu 4,93%, maka nilai determinasi (R Square) sebesar 0,493 x 0,493 = 0,243 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel bebas pelayanan (X1) dan Pendapatan (X2) berpengaruh dalam minat nasabah (Y) dengan nilai sebesar 24,3%. Jika (100%-24,3%) menghasilkan nilai sebesar 7,57% yang dapat diartikan bahwa 7,57% pengaruh variabel lain diluar variabel yang tidak diteliti seperti variabel fasilitas, kebijakan pemerintah, sarana dan lokasi, waiting list dan sebagainya.