BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Subyek penelitian sebanyak 24 siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung. Hasil penelitian tentang “Meningkatkan Motivasi Berprestasi melalui Metode Inquiry di SD Negeri 005 Sambaliung pada Pelajaran IPA”
pada siklus pertama tanggal 30 Oktober 2023 dan siklus kedua pada tanggal 06 November 2023 dengan pokok bahasan Gaya dan Gerak.
Gambar 4.1 Grafik Siklus 1
Berdasarkan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa hanya 11 siswa yang mendapat nilai di atas 75 dan 13 siswa mendapat nilai di bawah 60 serta nilai rata-rata siswa hanya mencapai 64.33. Sebuah kelas akan dinyatakan tuntas dalam pembelajaran jika jumlah siswa yang tuntas mencapai 80%, dengan demikian maka pembelajaran di siklus 1 masih jauh dari harapan yang ingin dicapai. Untuk itu maka pembelajaran dilanjutkan ke Siklus 2 dengan menggunakan metode inquiry.
Siklus Kedua
Subyek penelitian sebanyak 24 siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung. Siklus kedua pada tanggal 06 November 2023 dapat dijelaskan melalui pemaparan pada setiap siklus sebagai berikut :
Gambar 4.2 Grafik siklus 2
Berdasarkan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa siswa yang memiliki nilai di bawah 75 sebanyak 8 siswa. Siswa yang memiliki nilai di atas 75 sebanyak 16 siswa atau. Dengan demikian dapat dikatakan pembelajaran pada siklus 2 telah tuntas karena persentase jumlah siswa yang tuntas lebih dari 80%.
C. Hasil Siklus 1 dan Siklus 2
Perubahan metode mengajar dari ceramah, tanya jawab dan pemberian dan pemberian tugas ke metode inquiry akan berdampak pada motivasi siswa untuk berprestasi ke arah yang lebih baik.
Dari data yang diperoleh pada tiap siklus, memperlihatkan adanya kecenderungan peningkatan hasil belajar siswa maupun keaktifan siswa dalam pembelajaran dari tiap siklus. Peningkatan ini tentu adalah hasil dari perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti sehingga memperoleh hasil yang diinginkan oleh peneliti.
Pada pembelajaran pra-siklus, peneliti melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya, yaitu dengan metode ceramah dan tanya jawab, ternyata metode pembelajaran tersebut tidak dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta sangat rendahnya nilai keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
Kemudian peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dengan model PTK dan pembelajaran dilaksanakan dengan metode demonstrasi dan dibagi dalam 2 (dua) siklus.
Hasil dari pembelajaran siklus 1 terlihat sudah mulai ada perubahan walaupun belum memenuhi target yang diinginkan oleh peneliti, kemudian perbaikan pembelajaran dilanjutkan ke siklus 2 dengan lebih banyak memperhatikan berbagai macam faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa serta melakukan perencanaan yang matang sehingga pada siklus 2 terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap prestasi belajar siswa, baik dari hasil belajar siswa maupun dari sisi keaktifan siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian data sebagai berikut:
Table 4.1. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Tiap Siklus
Keterangan Siklus 1 Siklus 2
Tuntas 11 16
Tidak Tuntas 13 8
Rata-rata Nilai 64.33 69,46
Ketuntasan (%) 66.67 100
Gambar 4.3 Presentase ketuntasan tiap siklus
Pada gambar 7 di atas terlihat kenaikan persentase ketuntasan dari tiap siklus. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode inquiry pada pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi gaya dan gerak di SDN 005 Sambaliung, Kec. Sambaliung.
D. Pembahasan
Berdasarkan penelitian diatas dapat dikatakan bahwa penggunaan metode pembelajaran inquiry dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SD .Karena dalam pengimeplementasian metode yang cukup mudah dan tepat dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Dimana dengan hasil yang diperoleh melalui penelitian tersebut guru dapat menggunakan metode tersebut dalam pembelajaran IPA .Sebelum melaksanakan pembelajaran, peneliti memberikan tes awal yang diikuti oleh siswa kelas IV subjek yang berjumlah 24 orang siswa. Tes awal dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa terhadap materi.
Dari hasil tes awal ini diperoleh informasi bahwa secara umum siswa belum memahami materi.Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi disebabkan oleh pola pembelajaran sebelumnya. Pola pembelajaran yang dilakukan selama ini, guru lebih banyak mendominasi pembelajaran dengan menjelaskan materi sedangkan siswa lebih sering sebagai hanya sebagai pendengar dari penjelasan guru. Akibat pembelajaran ini, sebagian besar siswa cenderung menghafal sehingga pengetahuan yang diterima mudah dilupakan. Melalui belajar hafalan siswa tidak dapat mengaitkan informasi yang diperoleh ke dalam struktur kognitifnya, sehingga informasi ini tidak dapat diendapkan.
Selain itu siswa hanya dapat mengingat fakta-fakta yang sederhana.
Kegiatan orientasi siswa merupakan langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif sehingga siswa siap mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Pada setiap akhir tindakan, guru memberikan tes formatif guna mengetahuisejauh mana tingkat pemahaman siswa mengenai materi. Hasil kinerja siswa dalam mengerjakan tes formatif pada tindakan
siklus I rata-rata nilai siswa hanya mencapai 64.33. dengan kualifikasi kurang (K). Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus I belum berhasil. Pada tindakan siklus II pembelajaran mengalami peningkatan. Dalam pembelajaran tindakan skilus II guru sudah mampu melaksanakan pembelajaran dengan enam langkah metode inkuiri dengan baik. Keberhasilan siklus II mencapai kualifikasi Baik (B), hal ini dilihat dari kemampuan siswa dalam mengemukakan jawaban dari pertanyaan yang diberikan guru selama proses pembelajaran sudah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan yakni 80%. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa siswa dalam mengikuti pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri menunjukan hasil yang positif. Para siswa termotivasi untuk belajar sehingga siswa lebih memahami konsep. Hal ini disebabkan karena siswa selama pembelajaran terlibat secara aktif . Hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan oleh pendapat Piaget (Sanjaya,2006:196) yang mengemukakan bahwa Pengetahuan itu akan bermakna manakala dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa, sehingga konsep yang telah dipelajari oleh akan tertanam kuat dalam benak siswa. Dengan demikian tujuan pembelajaran dalam upaya membantu mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, pemaparan dan didukung dengan data di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode mengajar inquiry dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung, pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi “gaya dan gerak”.
Dapat dilihat nilai perolehan dan ketuntasan siswa dari tiap siklus mengalami peningkatan.
E. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas maka saya memberikan saran bahwa : 1. Seyogyanya guru dalam memilih metode pembelajaran harus disesuaikan
dengan karakteristik materi dan peserta didik sebagai subyek pembelajaran.
2. Metode pembelajaran inquiry sangat layak dipergunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam karena inquiry melatih siswa untuk menentukan permasalahan yang dihadapi.
3. Metode pembelajaran inquiry mampu memenuhi kebutuhan peserta didik dalam bidang kognitif, efektif dan psikomotorik.
DAFTAR PUSTAKA
Adha Risky Nur, Achmad Hasan Hafidzi, Nurul Qomariah ( 2019) Pengaruh Motivasi Kerja Lingkungan Kerja Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dinas Sosial Kabupaten Jember. Jurnal Penelitian Ipteks. Vol.
4 No. 1.
Adeliya Putri Ananda, dan Hudaidah (2021).. “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Indonesia dari Masa ke Masa.” Sindang 3, no. 2
Aldi, Y., & Susanti, F. (2019). Pengaruh Stress Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Frisian Flag Indonesia Wilayah Padang
Ahmad Susanto (2015). Teori Belajar Dan Pembelajaran Disekolah Dasar.
Jakarta: Prenada Media
Bangun, Wilson. (2012). “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Erlangga Bangun, Wilson, (2012). “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta:
Depdiknas , (2006) . Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.
Jakarta : Depdiknas.
Djamarah, Syaiful Bahri,(2012). Psikologi Belajar. Jakarta: RinekaCipta.
Djamarah, Syaiful Bahri, (2015). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Depdiknas. (2001).Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah(Buku). Jakarta:Depdiknas
Depdiknas (2006). Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.
Jakarta: Depdiknas
Erlanagga BSNP (2006) kurikulum tingkat satuan pendidikan(KTSP) Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Febrini, D, (2017). Psiklog Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar Helmawati (2018). Mendidik anak berprestasi melalui 10 kecerdasan
Hosnan.( 2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Bogor :Ghalia Indonesia
Malik, A. R., & Asnur, M. N. A. (2019). Using Social Media As A Learning Media Of Foreign Language Students In Higher Education. Bahtera:
Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 18(2), 166-75.
Malik, A. R., Emzir, E., & Sumarni, S. (2020). Pengaruh Strategi Pembelajaran Mobile Learning Dan Gaya Belajar Visual Terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa SMA Negeri 1 Maros. Visipena, 11(1), 194-207.
Mahmudi, H. (2022). Ilmu Pendidikan Mengupas Komponen Pendidikan.
Deepublish.
Nafrin, I. A. and Hudaidah, H. (2021) ‘Perkembangan Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19’, Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), pp.
456–462. doi: 10.31004/edukatif.v3i2.324
Nurdyansyah dan Eni Fariyatul Fahyuni, (2016 ).Analisis penerapan model problem basedlearning terhadap hasil belajar PAI siswa sekolah dasar.
Rosdakarya Hanafiah, K.A.(2010). Dasar Dasar Ilmu Tanah. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Rosyid, Moh. Zaiful, dkk.( 2019). Prestasi Belajar. Jawa Timur : Literasi Nusantara.
Sagala (2004). Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Nimas Multimas.
Sedarmayanti.( 2017). Perencanaan dan Pengembangan SDM untuk Meningkatkan Kompetensi, Kinerja dan Produktivitas Kerja. PT Refika Aditama. Bandung.
Siregar, H. M., Solfitri, T., Siregar, S. N., Anggraini, R. D., & Aldresti, F. (2022).
Analisis Kebutuhan E-LKM Kalkulus Integral Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. RANGE: Jurnal Pendidikan
Matematika, 4(1), 55–70.
https://doi.org/https://doi.org/10.32938/jpm.v4i1.2664
Sukardjo. (2012). Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pps UNY. Tidak diterbitkan. Sutrisno, E. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Kencana, Jakarta.
Sutikno, S (2014). Metode & Model-model Pembelajaran. Mataram: Holistika Lombok Syah, Muhibbin. (2015). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
Syah Muhibbin (2014),Pengaruh kompetensi kepribadian guru
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi dan Implementasinyadalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahab, Rohmalina. (2015). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Pers.
L
A
M
P
I
R
A
N
1. Rancangan Perbaikan Pembelajaran Siklus Pertama
5. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan meliputi :
f. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan supervisor berkaitan dengan waktu, tempat, materi, pelajaran dan kelas yang akan diteliti
g. Koordinasi dengan Kepala Sekolah SD Negeri 005 Sambaliung, wali kelas IV, teman sejawat, berkaitan dengan waktu, tempat, materi dan kelas yang akan diteliti
h. Merencanakan dan menyusun rancangan pembelajaran IPA kelas IV,
i. Konsultasi dengan supervisor tentang rancangan pembelajaran yang telah disusun
j. Menginformasikan kepada siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung berkaitan dengan akan dilaksanakan penelitian di kelasnya.
6. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut : F. Kegiatan awal (5 Menit)
Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru
memberikan ilustrasi antara es dan api, jika memegang es maka tangan akan dingin dan memegang api tangan panas.
Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran kali ini yaitu : 3. Siswa dapat memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui
pengamatan, serta mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Siswa dapat membuat laporan hasil percobaan gaya dan gerak
G. Kegiatan Inti (40 Menit)
Pada kegiatan ini yaitu kegiatan untuk menyampaikan materi ajar. Materi ajar adalah sebagai berikut :
Untuk menambah pengetahuanmu tentang gaya, ayo amati benda-benda di bawah ini!
H. Gaya dan Gerak di Sekitar Kita
Gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Dalam hal ini gaya menyebabkan perubahan gerak benda. Selain itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan bentuk, misalnya tanah liat yang ditekan akan berubah bentuk. Jadi, gaya dapat mengubah gerak ataupun bentuk benda.
Siswa diberi kesempatan membaca ilustrasi tentang benda bergerak agar memperoleh gambaran konkret tentang gaya dan gerak di sekitar mereka.
• Guru mengajak siswa untuk membuka dan menutup pintu, mendorong, dan menarik meja, serta meremas selembar kertas, seperti yang diilustrasikan pada buku.
• Usahakan seluruh siswa mendapat kesempatan melakukan kegiatan.
• Siswa menjawab pertanyaan di buku dan mereka diminta untuk mendiskusikan jawabannya dengan teman sebelahnya. (Penilaian no. 1)
• Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa.
I. Kegiatan Akhir (25 Menit)
Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah “Gerakan mendorong atau menarik yang menyebabkan benda bergerak disebut gaya. Gaya yang dikerjakan pada suatu benda akan mempengaruhi benda tersebut.
Gaya terhadap suatu benda dapat mengakibatkan benda bergerak, berubah bentuk, dan berubah arah.
Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut :
J. Soal Essay
6. Sebutkan masing-masing 3 pemanfaatan gaya otot, gaya listrik, dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari!
7. Apa perbedaan gaya dan gerak?
8. Apa saja pengaruh gaya terhadap benda?
9. Buah jatuh dari pohon karena adanya gaya?
10. Gaya gravitasi disebut juga gaya?
Setelah semua siswa mengumpulkan evaluasi, guru memberi tugas pada siswa untuk membaca materi tentang energi bunyi.
K. 7. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian kami menggunakan metode observasi dan metode kuis.
4. Metode Observasi. Observasi juga disebut dengan pengamatan. Observasi atau pengamatan adalah kegiatan pengumpulan data dengan mengamati langsung obyek yang diteliti. Pada penelitian ini kami menggunakan pengamatan berperan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pengamatan berperan ini penulis gunakan untuk mengamati konsentrasi, aktivitas dan respon siswa dalam mengikuti pembelajaran.
5. Metode Kuis. Metode kuis merupakan metode pengumpulan data dengan cara siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Pertanyaan yang menjadi fokus untuk pengumpulan data adalah pertanyaan berupa penilaian akhir.
Studi pustaka, teknik yang peneliti gunakan untuk melengkapi referensi-referensi yang diperlukan untuk melengkapi penulisan penelitian.
L. RANCANGAN PERBAIKAN SIKLUS 2
1. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan dalam siklus kedua ini adalah sebagai berikut : 1. Koordinasi dan konsultasi dengan teman sejawat berkaitan dengan hasil yang
diperoleh pada hasil belajar siklus pertama di SD Negeri 005 Sambaliung serta langkah apa yang harus diperbaiki pada siklus kedua.
2. Mengidentifikasi Kompetensi Dasar dan Indikator, serta menyusun ulang rencana perbaikan pembelajaran.
3. Koordinasi dan konsultasi dengan supervisor berkaitan hasil belajar yang diperoleh pada siklus pertama.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut : Kegiatan Awal (5 Menit)
Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru meminta memegang sebuah benda dan menjatuhkan benda tersebut, kemudian guru bertanya “jenis gaya yang berlaku?”. Siswa menjawab gaya gravitasi. Kemudian guru meminta siswa untuk menggosokkan telapak tangan dan bertanya apa yang dirasakan siswa, siswa menjawab tangannya terasa hangat.
Kegiatan Inti
Untuk menambah pengetahuannya tentang gaya dan gerak, siswa diberi kesempatan untuk
mengamati gambar selama 5 menit.
• Pengalaman siswa tentang gaya dan gerak ditambah dengan meminta mereka memindahkan benda-benda di sekitar mereka. Siswa bisa menjatuhkan,
menggelindingkan, atau mendorong benda. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dan menuliskan hasilnya pada buku.
• Dengan bimbingan guru, kemudian siswa membuat kesimpulan tentang gaya dan gerak.
Kemudian guru menjelaskan tentang jenis-jenis gaya:
1. Gaya otot 2. Gaya gravitasi 3. Gaya magnet 4. Gaya gesekan 5. Gaya listrik 6. Gaya pegas
Hubungan Gaya dan Gerak
Nah, kalau tadi teman-teman sudah tahu tentang pengetian gaya. Sekarang, kita cari tahu apa itu gerak dan hubungannya dengan gaya, yuk!
Gerak adalah perpindahan tempat suatu benda dari posisi awal ke posisi lainnya karena pengaruh gaya.
Hubungan gaya dan gerak adalah gaya dapat memengaruhi gerak benda. 19 Kegiatan Akhir (25 Menit)
Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah
1. Gaya otot adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja otot manusia. Kita menggunakan gaya
otot untuk mendorong, menarik, atau mengangkat benda. Misalnya, mobil yang mogok didorong menggunakan gaya otot agar bisa bergerak.
2. Gaya gravitasi merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik Bumi.
Contohnya, saat kita buah yang sudah matang di pohon jatuh ke bawah karena pengaruh daya tarik Bumi.
3. Gaya magnet merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik magnet.
Contohnya, benda yang terbuat dari logam tertentu bisa menempel pada magnet. Misalnya, penggunaan magnet bisa mengangkat paku dan jarum.
4. Gaya gesek merupakan gaya yang dihasilkan dari dua permukaan benda yang saling bergesekkan. Contohnya, saat kita mendorong kursi beroda di lantai, ada gaya gesek sehingga kursi mudah digerakkan.
5. Gaya listrik merupakan gaya yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir.
Contohnya, bola lampu bisa menyala ketika ada arus listrik yang mengalir.
6. Gaya pegas merupakan gaya yang dihasilkan oleh karet atau pegas lentur yang diregangkan. Contohnya, karet pada ketapel yang ditarik bisa memberikan gaya untuk menggerakkan batu. Busur panah yang bersifat lentur juga bisa menggerakkan anak panah. Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut : Pilihan Ganda
1. Semua bentuk tarikan dan dorongan disebut ….
a. Daya b. Gaya c. Energi d. Kekuatan
2. Gaya yang ditimbulkan oleh gaya tarik magnet bumi adalah ….
a. Gaya magnet b. Gayar gesek c. Gaya gerak d. Gaya gravitasi
3. Contoh gaya gesek adalah antara ….
a. Ban mobil dan jalan raya b. Kipas angin dan tembok c. buah kelapa jatuh dan tanah d. Dua magnet yang berdekatan
4. Anak panah yang dilepaskan dari busurnya termasuk contoh gaya ….
a. Gaya magnet b. Gaya gravitasi c. Gaya gesek d. Gaya pegas
5. Buah jatuh selalu ke bawah, hal itu menunjukkan adanya gaya ….
a. Panas b. Dorong c. Gravitasi d. Magnet
6. Gaya gesek dapat menimbulkan ….
a. Rasa Panas b. magnet
c. Tarikan d. Gravitasi
7. Alat untuk mengukur besar kecilnya gaya adalah ….
a. Speedometer b. Dinamometer c. Meteran d. Penggaris
8. Dua kutub magnet yang sama jika didekatkan akan ….
a. Saling menolak b. Saling mendekat c. Saling terkait d. Saling menempel
9. Piring yang dilempar jatuh kemudian pecah, hal itu membuktikan bahwa ….
a. Gaya dapat mengubah bentuk benda
b. Gaya dapat membuat benda diam menjadi bergerak c. Gaya dapat membuat benda bergerak menjadi diam d. Gaya dapat mengubah arah
benda Soal Essay
1. Gaya bisa berupa tarikan dan ….
2. Gaya yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua permukaan benda dinamakan gaya ….
3. Bola yang mengelinding bisa dihentikan, hal itu membuktikan bahwa gaya dapat ….
4. Buah jatuh ke arah bumi disebabkan oleh …..
5. Ujung magnet yang berbeda kutubnya jika didekatkan akan ….
M. 2. SKENARIO PERBAIKAN SIKLUS 1
Siklus : I (satu)
Hari/Tanggal : 30 Oktober 2023
I. Tujuan Perbaikan
1. Mengetahui motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri 005 Sambaliung menggunakan metode inquiry.
2. Mengetahui prestasi belajar siswa setelah menggunakan metode inquiry dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV di SD Negeri 005 Sambaliung.
a. Kegiatan pengembangan
Menggunakan metode serta media yang tepat agar dapat menubuhkan perhatian siswa pada saat pembelajaran
b. Pengelolaan kelas
Untuk pelaksanaan perbaikan pembelajaran agar berlangsung dengan lancar penulis melakukan pengelolaan dan penataan kelas terlebih dahulu, sehingga kelas menjadi nyaman dan menyenangkan.
1. Penataan meja kursi yang tadinya ditaruh menjadi tiga kelompok meja empat, kursi tujuh, kanan, tengah, kiri di belakang, depan kelas menjadi area circle time (area pembuka dan penutup dalam kegiatan) .
II. Langkah-langkah Perbaikan
Kegiatan awal (5 Menit)
Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru memberikan ilustrasi antara es dan api, jika memegang es maka tangan akan dingin dan memegang api tangan panas.
Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran kali ini yaitu : 1. Siswa dapat memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui pengamatan,
serta mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Siswa dapat membuat laporan hasil percobaan gaya dan gerak
N. Kegiatan Inti (40 Menit)
Pada kegiatan ini yaitu kegiatan untuk menyampaikan materi ajar. Materi ajar adalah sebagai berikut :
Untuk menambah pengetahuanmu tentang gaya, ayo amati benda-benda di bawah ini!
O. Gaya dan Gerak di Sekitar Kita
Gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Dalam hal ini gaya menyebabkan perubahan gerak benda. Selain itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan bentuk, misalnya tanah liat yang ditekan akan berubah bentuk. Jadi, gaya dapat mengubah gerak ataupun bentuk benda.
Siswa diberi kesempatan membaca ilustrasi tentang benda bergerak agar memperoleh gambaran konkret tentang gaya dan gerak di sekitar mereka.
• Guru mengajak siswa untuk membuka dan menutup pintu, mendorong, dan menarik meja, serta meremas selembar kertas, seperti yang diilustrasikan pada buku.
• Usahakan seluruh siswa mendapat kesempatan melakukan kegiatan.
• Siswa menjawab pertanyaan di buku dan mereka diminta untuk mendiskusikan
III. Refleksi Kegiatan Perbaikan
Dari kegiatan perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan, maka penulis akan mengetahui kelebihan dan kekurangan yang timbul dari pelaksanaan perbaikan
Dari hasil ulangan di atas dapat diketahui bahwa menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal untuk pelajaran IPA yaitu 70.
Sehubungan dengan kelemahan metode tersebut di atas maka perlu adanya perubahan metode mengajar. Metode yang akan di ujicobakan untuk memperbaiki kinerja pembelajaran di atas adalah menggunakan metode inquiry.
SKENARIO PERBAIKAN SIKLUS 2 P. 3. Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut : Q. Kegiatan Awal (5 Menit)
Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru meminta memegang sebuah benda dan menjatuhkan benda tersebut, kemudian guru bertanya “jenis gaya yang berlaku?”. Siswa menjawab gaya gravitasi. Kemudian guru meminta siswa untuk menggosokkan telapak tangan dan bertanya apa yang dirasakan siswa, siswa menjawab tangannya terasa hangat.
R. Kegiatan Inti
Untuk menambah pengetahuannya tentang gaya dan gerak, siswa diberi kesempatan untuk mengamati gambar selama 5 menit.
• Pengalaman siswa tentang gaya dan gerak ditambah dengan meminta mereka memindahkan benda-benda di sekitar mereka. Siswa bisa menjatuhkan, menggelindingkan, atau mendorong benda. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dan menuliskan hasilnya pada buku.
• Dengan bimbingan guru, kemudian siswa membuat kesimpulan tentang gaya dan gerak. Kemudian guru menjelaskan tentang jenis-jenis gaya:
7. Gaya otot 8. Gaya gravitasi 9. Gaya magnet 10. Gaya gesekan 11. Gaya listrik 12. Gaya pegas
S. Hubungan Gaya dan Gerak
Nah, kalau tadi teman-teman sudah tahu tentang pengetian gaya. Sekarang, kita cari tahu apa itu gerak dan hubungannya dengan gaya, yuk!
Gerak adalah perpindahan tempat suatu benda dari posisi awal ke posisi lainnya karena pengaruh gaya.
Hubungan gaya dan gerak adalah gaya dapat memengaruhi gerak benda.