LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL ( PKP )
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD POKOK BAHASAN GAYA DAN GERAK
DENGAN METODE PEMBELAJARAN INQUIRY
OLEH:
ANDI SUTRA MAWAR NIM. 858400038
HALAMAN JUDUL
PEMERINTAH KABUPATEN BERAU DINAS PENDIDIKAN
SDN 005 SAMBALIUNG
TAHUN 2023
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Nama Mahasiswa : Andi Sutra Mawar
NIM : 858400038
Program Studi : S1-PGSD
Tempat Mengajar : SDN 005 Sambaliung Jumlah Siklus Pembelajaran : 2 (dua) Siklus
Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Pra Siklus, Hari Selasa, 10 Oktober 2023 Siklus 1, Hari Sabtu 30 Oktober 2023 Siklus 2, Hari Rabu 06 November 2023
Masalah yang merupakan fokus perbaikan :
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD POKOK BAHASAN GAYA DAN GERAK DENGAN METODE
PEMBELAJARAN INQUIRY
Berau, 19 November 2023 Menyetujui,
Supervisor I,
Dina Rahmawati NIP.199104202019032010
Mahasiswa,
Andi Sutra Mawar NIM. 858400038
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan praktek Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk memenuhi mata kuliah PKP pada Program Studi S1 PGSD Universitas Terbuka (UT) seluruhnya merupakan hasil karya saya sendiri.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam laporan PKP yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.
Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PKP ini bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi, termasuk pencabutan gelar akademik yang saya sandang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Berau, 19 November 2023 Yang membuat pernyataan,
Andi Sutra Mawar NIM. 858400038
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur saya kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan taufik, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir pada mata kuliah Karya tulis ilmiah dengan mengajukan judul artikel : “Upaya Peningkatan Prestasi Belajar IPA Pokok Bahasan Gaya dan Gerak Dengan Metode Inquiry Siswa Kelas IV SDN 005 Sambaliung”, dengan baik.
Ucapan terima kasih saya sampaikan sedalam-dalamnya kepada : 1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau
2. Ibu Noryani, S.Pd selaku Kepala SD Negeri 005 Sambaliung
3. Nely Kurniati S.Pd Selaku Teman Sejawat yang membantu dalam penelitian ini
4. Rekan-rekan guru di SDN Negeri 005 Sambaliung
Saya sebagai peneliti sangat berharap apa yang telah saya lakukan semoga bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun orang lain terutama bagi guru yang selalu berinovasi dan berimprovisasi dalam rangka mengembangkan pendidikan di sekolah dasar.
Saya sebagai manusia mohon maaf apabila dalam penulisan maupun dalam penelitian ada kata- kata maupun tindakan yang kurang berkenan di hati semua pihak.
Akhir kata saya mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya.
Sambaliung, 19 November 2023 Penulis,
Andi Sutra Mawar NIM. 858400038
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...i
LEMBAR PENGESAHAN...ii
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT...ii
KATA PENGANTAR...iv
DAFTAR ISI...v
ABSTRAK...vi
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...4
C. Tujuan Perbaikan...5
D. Manfaat Perbaikan...5
BAB II KAJIAN PUSTAKA...6
A. Kajian Teori...6
BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN...15
A. Setting dan Waktu Penelitian...15
B. Prosedur perbaikan Penelitian...15
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...26
A. Hasil Penelitian...26
B. Hasil Siklus 1 dan Siklus 2...27
C. Pembahasan...29
BAB V PENUTUP...31
A. Kesimpulan...31
B. Saran...31
DAFTAR PUSTAKA...32 LAMPIRAN
ABSTRAK
Dasar penerapan metode penelitian adalah agar siswa lebih memahami sains dan lebih tertarik pada sains ketika mereka aktif melakukan sains. Dimana metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pembelajaran Inquiry untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Perubahan metode pengajaran dari ceramah, tanya jawab, dan dari pemberian tugas dan tugas ke metode inkuiri mempengaruhi motivasi siswa untuk melangkah ke arah yang lebih baik. Data yang terkumpul pada setiap siklus menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa meningkat dari setiap siklus dan seterusnya. Dalam penelitian ini subjek yang diteliti berjumlah 24 orang dengan lokasi penelitian di SDN 005 Sambaliung. Peningkatan ini tentunya merupakan hasil perbaikan pembelajaran yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan hasil yang diinginkan peneliti.
Didukung dengan hasil penelitian, pemaparan dan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung pada pembelajaran IPA melalui materi Gaya dan Gerak. . Terlihat bahwa nilai belajar setiap siklus dan nilai ketuntasan siswa meningkat.
Kata kunci : Metode Inquiry , hasil Belajar , Siswa
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai terbuka dan demokratis. Oleh karena itu pembaharuan pendidikan harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Abad ke-21 ditandai sebagai abad keterbukaan atau abad globalisasi, artinya kehidupan manusia pada abad ke-21 mengalami perubahan-perubahan yang fundamental yang berbeda dengan tata kehidupan dalam abad sebelumnya.
Perkembangan teknologi ditandai dengan hadirnya digitalisasi dalam pembelajaran (Malik, A.R, 2020, Malik,. A.R & Asnur, 2019).
Kemajuan pendidikan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat manusia Indonesia. Untuk mencapai itu, pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Tampubolon (2021) menyatakan tujuan inovasi yaitu efisiensi, efektivitas, dan relevansi pada sasaran peserta didik yang sebanyak-banyaknya terhadap hasil pendidikan yang sebesarbesarnya dengan menggunakan suatu sumber alat, tenaga, waktu, dan uang dalam jumlah sekecil-kecilnya. Oleh karena itu, maksud adanya inovasi pendidikan adalah sebagai solusi baru dari masalah pendidikan (Amiruddin, 2017).
Pada abad 21 keadaan sumber daya manusia kita sangat memprihatinkan, menurut catatan Human Development Report Tahun 2003 versi UNDP dalam Nurhadi dan Agus Gerard Senduk, “peringkat HDI (Human Development Index) sumber daya manusia berada di urutan 112.
Menurut International Educations Achievement (IEA) menjelaskan bahwa kemampuan membaca anak SD di Indonesia berada di urutan 39 dari 39 negara yang disurvei. Menurut Third Mathematics and Sciences Study (TIMSS) melaporkan bahwa kemampuan matematika siswa SMP di Indonesia
berada di urutan 34 dari 38 negara, sedangkan dalam bidang IPA berada di urutan 32 dari 38 negara yang disurvei” Untuk itu pembaharuan pendidikan merupakan tuntutan utama.
Pembaharuan pendidikan menurut Depdiknas (2006) yang sering mendapat sorotan adalah “pembaharuan dalam bidang kurikulum, peningkatan tercapainya tujuan pembelajaran dan metodologi pembelajaran, dalam rangka menuju tercapainya tujuan pembelajaran yaitu siswa memiliki pengetahuan (LOGOS), menghayati pengetahuan (ETOS) dan mengaktualisasi atau mengamalkan Pengetahuannya (PATOS)”
Peserta didik yang memiliki logos, etos, dan patos yang sesuai dengan tuntutan zaman digolongkan sebagai peserta didik yang memiliki prestasi belajar. Motivasi untuk berprestasi harus ditumbuhkan sejak dari Sekolah Dasar, sehingga akan tertanam dalam diri setiap peserta.
Kata “Pendidikan” dalam bahasa Inggris yaitu education yang secara etimologi diserap dari bahasa Latin eductum yang terdiri dari dua kata yaitu e yang memiliki makna perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit ke banyak dan duco yang artinya sedang berkembang sehingga secara etimologi pendidikan adalah proses pengembangan dalam diri individu Nafrin (2021). . (Siregar et al., 2022) juga menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar, disengaja dan direncanakan untuk memfasilitasi peserta didik mengembangkan potensi dan kompetensinya agar mampu menguasai berbagai kemampuan dan keterampilan yang mendukung kehidupannya sebagai makhluk spiritual, bermoral, beretika, cerdas, dan berakhlak mulia. Di Indonesia, kurikulum yang digunakan dalam satuan pendidikan selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut terjadi karena mengikuti perkembangan zaman sehingga di dunia pendidikan pun perlu adanya perbaikan agar meningkatkan kualitas pendidikan. Menurut (Ananda &
Hudaidah, 2021) menyatakan bahwa: Perubahan kurikulum di Indonesia dari masa ke masa telah berganti dan berkembang sekurang-kurangnya 10 kali dari Awal Kemerdekaan atau Masa Orde Lama (1945-1965) yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu, Kurikulum 1947, Kurikulum 1952, dan Kurikulum 1964. Masa
Orde Baru (1966-1998) yang tebagi menjadi 4 bagian yaitu, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984 dan Kurikulum 1994. Masa Reformasi yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu, Kurikulum 2004, Kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Setiap kurikulum tentunya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memajukan mutu pendidikan Indonesia dan membentuk generasi yang lebih baik (hlm. 107). Kemudian setelah kurikulum 2013, yang terbaru pemerintah mengeluarkan lagi kebijakan dengan merancang kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka sendiri dirancang sebagai penyempurna dari kurikulum 2013.
Mahmudi (2022) juga menjelaskan bahwa: Pendidikan adalah suatu kumpulan konsep yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode- metode tertentu yang bersifat ilmiah dan menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik atau suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang yang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna. Dari beberapa definisi pendidikan yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seseorang secara sadar untuk mencapai kedewasaannya. Peningkatan suatu pendidikan sangat diperlukan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan pendidikan tersebut akan terjadi jika adanya evaluasi dalam sebuah kurikulum sebagai komponen dari pendidikan.
Salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa di sekolah adalah motivasi belajar. Motivasi belajar yang tinggi berkorelasi dengan hasil belajar yang baik, sehingga upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah ini. Jika motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan, maka dapat diharapkan bahwa prestasi belajar siswa juga akan meningkat.
Strategi meningkatkan motivasi siswa seringkali menjadi persoalan tersendiri bagi guru, karena banyak faktor baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi motivasi siswa. Guru menerapkan prinsip motivasi belajar siswa pada saat merencanakan pembelajaran, yaitu dalam pemilihan
strategi dan metode pembelajaran. Pemilihan strategi dan metode tertentu mempengaruhi motivasi siswa.
Upaya meningkatkan motivasi belajar inilah yang menarik untuk dikaji lebih jauh, sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan studi mengenai pengaruh metode pembelajaran inquiry dalam belajar Sains di sekolah terhadap motivasi belajar siswa itu sendiri. Dalam lingkup yang lebih umum, meningkatnya motivasi belajar siswa juga akan mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Penyelesaian masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk memilih strategi dan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Sebagai catatan, penyebutan metode inquiry dalam keseluruhan penelitian ini mengacu metode inquiry dalam pembelajaran bidang sains.
Perkembangan pengetahuan, keterampilan dan nilai sains yang ditunjukkan dalam bentuk nilai dan eksperimen sebagai inti dari sains di SD Negeri 005Sambaliung selama inikurang memuaskan, akibat dari penggunaan metodologi pembelajaran yang tidak berpihak kepada peserta didik.
Melalui penelitian ini peneliti mencoba untuk meneliti peranan motivasi prestasi terhadap metode inquiry di SD Negeri 005 Sambaliung dengan judul “UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD POKOK BAHASAN GAYA DAN GERAK DENGAN METODE PEMBELAJARAN INQUIRY”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diketahui bahwa rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana upaya peningkatan prestasi belajar ipa siswa kelas iv sd pokok bahasan gaya dan gerak dengan metode pembelajaran inquiry?
2. Bagaimana implementasi metode pembelajaran inquiry dalam meningkatkan prestasi siswa ?
C. Tujuan Perbaikan
Tujuan perbaikan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui peningkatan prestasi belajar ipa siswa kelas iv sd pokok bahasan gaya dan gerak dengan metode pembelajaran inquiry?
2. Meng implementasikan metode pembelajaran inquiry dalam meningkatkan prestasi siswa.
D. Manfaat Perbaikan
Manfaat perbaikan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi guru untuk mempermudah dalam menyampaikan materi Ilmu Pengetahuan Alam kepada siswa SD Negeri 005 Sambaliung dengan menggunakan metode inquiry khususnya pada pokok bahasan gaya dan gerak.
2. Bagi siswa, dapat mengembangkan motivasi berprestasi siswa dalam belajar sehingga menjadi aktif dan kreatif dalam belajar ilmu pengetahuan alam sehingga dapat membuktikan teori Ilmu Pengetahuan Alam dengan kenyataannya.
3. Bagi sekolah akan menghasilkan guru yang kreatif dalam mengelola dan siswa yang memiliki daya saing dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
4. Bagi Dinas Pendidikan, akan menghasilkan guru yang inovatif dan siswa yang terampil dalam memecahkan permasalahan Ilmu Pengetahuan Alam sehingga proses percepatan dan pemerataan pendidikan di Kabupaten Berau semakin cepat.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Pengertian Prestasi Belajar
a. Menurut Rosyid Moh. Zaiful, dkk (2019: 9) mengartikan prestasi belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap mahasiswa dalam periode tertentu dan dapat dinyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari suatu kegiatan pembelajaran yang disertai perubahan yang dicapai mahasiswa. Istilah prestasi di Kamus Ilmiah Populer di definisikan sebagai hasil yang telah dicapai. Menurut Wahab (2015: 242) menyimpulkan bahwa belajar dalam arti luas dapat di artikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respons utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal. Menurut Djamarah (2012:
23) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Pendapat lain dari Helmawati (2018: 36) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil dari pembelajaran. Prestasi diperoleh dari evaluasi atau penilaian.
Setiap anak akan memiliki hasil belajar atau prestasi yang berbeda antara satu dengan yang lain. Prestasi yang diperoleh dari hasil pembelajaran setelah dinilai dan di evaluasi dapat saja rendah, sedang ataupun tinggi. Sependapat dengan ahli tersebut, Susanti (2019: 32-33) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah kemampuan menyelesaikan hal sulit, menguasai, mengungguli, menandingi, dan melampaui mahasiswa lain sekaligus mengatasi hambatan dan mencapai standar yang tinggi.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan sebuah hasil atau capaian belajar yang dapat berbentuk angka,symbol maupun kalimat dimana hasil tersebut diperolah berdasarkan proses agar seseorang mendapatkan hasil yang memuaskan.
Prestasi belajar ini tidak selamanya menentukan kemapuan akhir seseorang. Dengan demikian Prestasi Belajar di sekolah tidak selalu di wujudkan dengan kecakapan- kecakapan, namun kecakapan itu hanya merupakan sabagian dari unsur pertumbuhan, dan pembentukan dari suatu prestasi belajar.
b. Aspek-aspek prestasi belajar
• Syah Muhibbin (2015: 217) mengemukakan bahwa aspek-aspek prestasi belajar, yaitu: a. Ranah cipta (kognitif), yaitu : pengamatan, ingatan, pemahaman, aplikasi/penerapan, analisis, sintesis b. Ranah rasa (afektif), yaitu : penerimaan, sambutan, apresiasi, internalisasi, karakterisasi c. Ranah karsa (psikomotor), yaitu : keterampilan bergerak dan bertindak, kecakapan ekspresi verbal dan non-verbal.
• (Wahab 2015: 242) menyatakan bahwa aspek-aspek belajar yaitu : a. Perubahan adalah keadaan yang berubah dan peralihan keadaan yang sebelumnya seperti pola pikir, perilaku sebelumnya. b.
Tingkah baru adalah hal-hal yang baru saja dilakukan c.
Kematangan merupakan suatu kedaan atau tahap pencapaian proses pertumbuhan atau perkembangan.
• Helmawati (2018: 37) menyatakan bahwa aspek-aspek prestasi belajar yaitu: ranah afektif (rasa/ sikap/ perilaku/ akhlak) dan ranah psikomotor (keterampilan). Febrini (2017: 215) menyatakan bahwa aspek-aspek prestasi belajar yaitu: a. Ranah kognitif (cognitive domain) Seperti pengetahuan, pemahaman, penerapan dan penilaian. b. Ranah afektif (affective domain) Mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aspek aktivitas prestasi Belajar adalah aspek kognitif (persepsi, memori, pemahaman, aplikasi/penerapan, analisis, sintesis), afektif (penerimaan, penyambutan, apresiasi, internalisasi, karakterisasi) dan psikomotorik (kemampuan motorik). dan kinerja, ekspresi verbal dan non-verbal). Diukur oleh nilai rata-rata poin (IP).
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Rosyid dkk, (2019: 10) mengemukakan faktor-faktor prestasi belajar, yaitu : faktor internal adalah faktor yang datangnya dari diri mahasiswa berupa faktor fisiologis ( kesehatan dan keadaan tubuh), psikologis (minat, bakat, inteligensi, emosi, kelelahan, dan cara belajar).
Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang datangnya dari luar diri mahasiswa yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan alam.
Wahab ( 2016: 26-29) mengemukakan faktor-faktor yang memengaruhi prestasi belajar, yaitu :
a. Faktor internal
1) faktor fisiologis kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu.
Selama proses belajar berlangsung, peran fungsi fisiologi pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar, terutama pancaindra.
2) Faktor psikologis Kecerdasan/ inteligensi mahasiswa diartikan sebagai kemampuan psikofisik dalam mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat.
Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar mahasiswa. Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang
relatif tetap terhadap objek, orang, peristiwa, dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif. Bakat didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapaikeberhasilan pada masa yang akan datang.
b. Faktor-faktor eksternal
1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial masyarakat, lingkungan sosial keluarga, dan lingkungan sosial sekolah.
2) Lingkungan nonsosial Lingkungan alamiah seperti kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap,suasana yang sejuk dan tenang. dan lingkungan instrumental yaitu perangkat belajar perangkat keras ( gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, dan lapangan olahraga), perangkat lunak (kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, buku panduan dan silabi.
Syah Muhibbin (2014: 129) mengemukakan faktor-faktor yang memengaruhi prestasi belajar, yaitu:
1. Faktor internal ( faktor dari dalam siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa.
2. Faktor eksternal ( faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa,
3. Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari materi-materi pelajaran.
Helmawati (2018: 34) mengemukakan faktor-faktor yang memengaruhi prestasi belajar, yaitu:
1. Faktor internal (faktor dari dalam siswa) Seperti faktor fisiologis dan psikologis (inteligensi, sikap, bakat, minat, dan motivasi).
2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) Seperti faktor lingkungan sosial (kondisi rumah), sarana dan prasarana pendukung.
Djamarah (2015: 176-202) mengemukakan faktor-faktor yang memengaruhi prestasi belajar, yaitu:
1. Faktor lingkungan seperti lingkungan alami dan lingkungan sosial budaya
2. Faktor instrumental seperti kurikulum, program, sarana, fasilitas dan guru.
3. Kondisi fisiologis Seperti kondisi panca indra (mata, hidung, pengecap, telinga, dan tubuh).
4. Kondisi psikologis Seperti minat, kecerdasan, bakat, motivasi dan kemampuan kognitif.
Dari hasil uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar merupakan faktor internal pada siswa, yaitu keadaan/keadaan fisik dan mental siswa dan Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri siswa yaitu kondisi lingkungan Keluarga (pola asuh), lingkungan sekolah dan sekitarnya masyarakat.
3. Metode Pembelajaran Inquiry
Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru menurut Sagala (2004) adalah
“menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi” (hal – 34).
Sementara itu, Sutikno (2014, hlm. 33) berpendapat bahwa istilah
“metode” secara harfiah berarti “cara”, metode adalah cara atau prosedur dengan mana suatu tujuan tertentu tercapai.Dari sini dapat disimpulkan
bahwa metode pembelajaran adalah cara kerja sistematik yang memfasilitasi pelaksanaan pembelajaran berupa pelaksanaan langkah- langkah konkrit yang konkrit, sehingga muncul proses pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan tertentu, seperti: Perubahan positif pada siswa. Menurut Trianto, 2010 (Nurdyansyah dan Eni Fariyatul Fahyuni, 2016 : 137) inkuiri merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual.Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta didik diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri.
Sedangkan menurut Hanafiah, 2010 (Nurdyansyah dan Eni Fariyatul Fahyuni, 2016 : 137), inkuiri adalah suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan prilaku. Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau pristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan penemuannya dengan penuh percaya diri.
Lebih lanjut, Joyce & Weil, 200 (Kemendikbud, 2017 : 46) mengemukakan bahwa inti dari pembelajaran inkuiri adalah melibatkan peserta didik dalam masalah penyelidikan nyata dengan menghadapkan peserta didik dengan cara penyelidikan (investigasi), membantu peserta didik mengidentifikasi masalah konseptual dalam wilayah investigasi, dan meminta peserta didik merancang cara penyelesaian permasalahan. Hal senada juga dikemukakan oleh Ong & Borich, 2006 (Kemendikbud, 2017 : 46) bahwa pembelajaran berbasis inkuiri adalah belajar melalui berbagai kegiatan termasuk melakukan observasi, mengajukan pertanyaan, mencari dan menggunakan informasi untuk mengetahui dengan jelas peristiwa melalui percobaan, menggunakan alat untuk mengumpulkan,
menganalisis, dan menafsirkan data. Inkuiri mengharuskan melakukan identifikasi dan asumsi, menggunakan berpikir kritis dan logis, dan pertimbangan dari penjelasan alternatif. Dijelaskan Hosnan (2014: 341), bahwa ciri-ciri pembelajaran inkuiri yaitu: (1) menekankan pada aktivitas peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan, (2) aktivitas yang dilakukan peserta didik diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan sehingga diharapkan dapat menimbulkan sikap percaya diri, (3) tujuan dari penggunaan pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis,logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.
Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa inkuiri adalah pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam menemukan pengetahuan atau pemahaman untuk menyelidiki, mulai dari melakukan pengamatan, mengajukan pertanyaan, merencanakan penyelidikan, mengumpulkan data atau informasi dan melakukan penyelidikan, menganalisis data, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan. Pembelajaran inkuiri menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar. Peserta didik berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri. Guru berperan membimbing dan bertindak membawa perubahan, fasilitator, motivator bagi peserta didiknya.
4. Pengertian IPA (Ilmu Pengetahuan Alam).
Ilmu alam atau yang sering disebut ilmu mencari membangkitkan minat orang, meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang alam dan isinya, yang penuh dengan misteri yang tak ada habisnya. BSNP (2006: 27) menyatakan bahwa IPA terkait dengan keuangan untuk menginformasikan diri sendiri secara sistematis tentang alam, sehingga sains tidak berlaku adil Menyimpan kumpulan fakta, konsep atau prinsip, tetapi juga proses penemuan. IPA adalah pengetahuan rasional dan objektif tentang alam semesta segala sesuatu di dalamnya.
Menurut Susanto (2015: 166) Sains adalah bisnis orang untuk memahami alam semesta melalui pengamatan dekat Tujuan dan prosedur menggunakan dan membenarkannya sampai pada suatu kesimpulan.
Pengertian IPA (sains) yang dikemukakan oleh Sukardjo (2012: 1) adalah sebagai ilmu yang mempelajari alam yang faktual, baik berupa kenyataan (facts) atau kejadian (events) dan hubungan sebab akibatnya. Sains berasal dari bahasa latin yaitu “Scientia”, yang artinya pengetahuan. Proses pembelajaran sains memiliki empat dimensi yaitu sikap, proses, produk, dan aplikasi: (a) sikap berkaitan dengan rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibatyang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar, (b) proses berkaitan dengan prosedur pemecahan masalah dengan menggunakan metode ilmiah yang meliputi merumuskan hipotesis, merancang dan melaksanakan penyelidikan, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan, (c) produk sains meliputi konsep, prinsip, hokum dan teori, (d) aplikasi berkaitan dengan penerapan metode ilmiah dan produk sains dalam kehidupan sehari-hari, Sukardjo (2012: 28).
• Teori-teori Motivasi
Menurut Hasibuan dalam (Sutrisno, 2017) “Mengemukan bahwa motivasi adalah perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang karena setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai”. Hafidzi dkk (2019 : 52) menyatakan bahwa motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mampu bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegritas dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
Motivasi adalah suatu yang pokok yang menjadikan dorongan bagi seseorang untuk bekerja. Menurut Sedarmayanti (2017, p.154) motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau tidak yang pada hakikatnya ada secara internal dan eksternal posotif atau negarif, motivasi kerja adalah suatu
yang menimbulkan dorongan/semangat kerja/pendorong semangat kerja. Wilson Bangun (2012) Motivasi merupakan hasrat di dalam seseorang menyebabkan orang tersebut melakukan suatu tindakan.
Seseorang melakukan tindakan untuk sesuatu hal dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, motivasi merupakan daya penggerak yang mengarah tujuan dan tampaknya jarang sia-sia. Organisasi mana pun pasti menginginkan itu Mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan ini, orang harus berperan Partisipasi sangat penting. memperbaiki orang sesuai dengan apa yang diinginkan organisasi, itu harus dipahami motivasi manusia untuk bekerja dalam organisasi karena adanya motivasi itu menentukan perilaku orang-orang dengan siapa seseorang bekerja atau bekerja Dengan kata lain, perilaku adalah cerminan paling sederhana dari motivasi.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. Setting dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kelas IV SD Negeri 003 Sambaliung.
Subyek penelitian berjumlah 24 siswa dengan keadaan siswa heterogen.
Penelitian ini mulai tanggal 30 Oktober s/d 6 November 2023. Jadwal pelaksanaan pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah sebagai berikut:
a. Tanggal 30 Oktober 2023: mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam siklus I b. Tanggal 06 November 2023: mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
siklus II
B. Prosedur perbaikan Penelitian
Siklus perbaikan pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN 005 Sambaliung.
Gambar 3.1
Siklus perbaikan penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan sampai refleksi yang mungkin diikuti dengan perencanaan ulang. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Secara operasional prosedur penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Siklus Pertama 1. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan meliputi :
a. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan supervisor berkaitan dengan waktu, tempat, materi, pelajaran dan kelas yang akan diteliti di SDN 005 Sambaliung
b. Koordinasi dengan Kepala Sekolah SD Negeri 005 Sambaliung, wali kelas IV, teman sejawat, berkaitan dengan waktu, tempat, materi dan kelas yang akan diteliti,
1) di SD Negeri 005 Sambaliung
c. Merencanakan dan menyusun rancangan pembelajaran IPA kelas IV, d. Konsultasi dengan supervisor tentang rancangan pembelajaran yang
telah disusun.
e. Menginformasikan kepada siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung berkaitan dengan akan dilaksanakan penelitian di kelasnya.
2. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut :
Kegiatan awal (5 Menit)
Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari.
Kegiatan apersepsi guru memberikan ilustrasi antara es dan api, jika memegang es maka tangan akan dingin dan memegang api tangan panas.
Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran kali ini yaitu :
a. Siswa dapat memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui pengamatan, serta mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
b. Siswa dapat membuat laporan hasil percobaan gaya dan gerak Kegiatan Inti (40 Menit)
Pada kegiatan ini yaitu kegiatan untuk menyampaikan materi ajar.
Materi ajar adalah sebagai berikut :
Untuk menambah pengetahuanmu tentang gaya, ayo amati benda-benda di bawah ini!
Gaya dan Gerak di Sekitar Kita
Gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Dalam hal ini gaya menyebabkan perubahan gerak benda. Selain itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan bentuk, misalnya tanah liat yang ditekan akan berubah bentuk. Jadi, gaya dapat mengubah gerak ataupun bentuk benda.
Siswa diberi kesempatan membaca ilustrasi tentang benda bergerak agar memperoleh gambaran konkret tentang gaya dan gerak di sekitar mereka.
• Guru mengajak siswa untuk membuka dan menutup pintu, mendorong, dan menarik meja, serta meremas selembar kertas, seperti yang diilustrasikan pada buku.
• Usahakan seluruh siswa mendapat kesempatan melakukan kegiatan.
• Siswa menjawab pertanyaan di buku dan mereka diminta untuk mendiskusikan jawabannya dengan teman sebelahnya. (Penilaian no. 1)
• Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa.
Kegiatan Akhir (25 Menit)
Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah “Gerakan mendorong atau menarik yang menyebabkan benda bergerak disebut gaya. Gaya yang dikerjakan pada suatu benda akan mempengaruhi benda tersebut. Gaya terhadap suatu benda dapat mengakibatkan benda bergerak, berubah bentuk, dan berubah arah.
Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut :
Soal Essay
1. Sebutkan masing- masing 3 pemanfaatan gaya otot, gaya listrik, dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari!
2. Apa perbedaan gaya dan gerak?
3. Apa saja pengaruh gaya terhadap benda?
4. Buah jatuh dari pohon karena adanya gaya?
5. Gaya gravitasi disebut juga gaya?
Setelah semua siswa mengumpulkan evaluasi, guru memberi tugas pada siswa untuk membaca materi tentang energi bunyi.
3. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian kami menggunakan metode observasi dan metode kuis.
a. Metode Observasi. Observasi juga disebut dengan pengamatan.
Observasi atau pengamatan adalah kegiatan pengumpulan data dengan mengamati langsung obyek yang diteliti. Pada penelitian ini kami menggunakan pengamatan berperan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pengamatan berperan ini penulis gunakan untuk
mengamati konsentrasi, aktivitas dan respon siswa dalam mengikuti pembelajaran.
b. Metode Kuis. Metode kuis merupakan metode pengumpulan data dengan cara siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru.
Pertanyaan yang menjadi fokus untuk pengumpulan data adalah pertanyaan berupa penilaian akhir.
c. Studi pustaka, teknik yang peneliti gunakan untuk melengkapi referensi-referensi yang diperlukan untuk melengkapi penulisan penelitian.
Hasil pengumpulan data berupa evaluasi adalah sebagai berikut :
Tabel. 1 Nilai Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung di Siklus 1
No NIS Nama Nilai Siklus Keterangan
1 Alena Amelia 70 Tuntas
2 Armansyah 47 Tidak Tuntas
3 Aisyah 77 Tuntas
4 Bayu Ahmad F 60 Tidak Tuntas
5 Hudzaifah 65 Tidak Tuntas
6 M. Ilham 90 Tuntas
7 M. Rian Putra 65 Tidak Tuntas
8 Nurpatin Alwani 75 Tuntas
9 Mesya Aprilia K 65 Tidak Tuntas
10 Syafa Dina N 50 Tidak Tuntas
11 Samsul Maarif 40 Tidak Tuntas
12 Wardah Afriani 80 Tuntas
13 Jihan 75 Tuntas
14 Fahrel 75 Tuntas
15 Asmar abdullah 40 Tidak Tuntas
16 Dafa 80 Tuntas
17 Yusuf 85 Tuntas
18 Rafa Rizky Ramadan 70 Tuntas
19 M.lukman 60 Tidak Tuntas
20 Radiitya Al falah 50 Tidak Tuntas
21 Muhammad Fahril 45 Tidak Tuntas
22 Rizky Hidayat 70 Tuntas
23 M.safii Saputra 60 Tidak Tuntas
24 Fadil M.Saputra 50 Tidak Tuntas
Rata-Rata 64.33
Dari tabel di atas terlihat bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran hanya beberapa siswa dari 24 siswa atau persentasenya sebesar 45,83% sedangkan aktivitas siswa dinyatakan telah berhasil apabila skor yang didapat > 80%, dengan keterangan tuntas.
4. Refleksi
Dari hasil ulangan di atas dapat diketahui bahwa menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal untuk pelajaran IPA yaitu 70.
Sehubungan dengan kelemahan metode tersebut di atas maka perlu adanya perubahan metode mengajar. Metode yang akan di ujicobakan untuk memperbaiki kinerja pembelajaran di atas adalah menggunakan metode inquiry.
Siklus Kedua 1. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan dalam siklus kedua ini adalah sebagai berikut : a. Koordinasi dan konsultasi dengan teman sejawat berkaitan dengan hasil
yang diperoleh pada hasil belajar siklus pertama di SD Negeri 005 Sambaliung serta langkah apa yang harus diperbaiki pada siklus kedua.
b. Mengidentifikasi Kompetensi Dasar dan Indikator, serta menyusun ulang rencana perbaikan pembelajaran.
c. Koordinasi dan konsultasi dengan supervisor berkaitan hasil belajar yang diperoleh pada siklus pertama.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut :
Kegiatan Awal (5 Menit)
Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari.
Kegiatan apersepsi guru meminta memegang sebuah benda dan menjatuhkan
benda tersebut, kemudian guru bertanya “jenis gaya yang berlaku?”. Siswa menjawab gaya gravitasi. Kemudian guru meminta siswa untuk menggosokkan telapak tangan dan bertanya apa yang dirasakan siswa, siswa menjawab tangannya terasa hangat.
Kegiatan Inti
Untuk menambah pengetahuannya tentang gaya dan gerak, siswa diberi kesempatan untuk mengamati gambar selama 5 menit.
• Pengalaman siswa tentang gaya dan gerak ditambah dengan meminta mereka memindahkan benda-benda di sekitar mereka. Siswa bisa menjatuhkan, menggelindingkan, atau mendorong benda. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dan menuliskan hasilnya pada buku.
• Dengan bimbingan guru, kemudian siswa membuat kesimpulan tentang gaya dan gerak. Kemudian guru menjelaskan tentang jenis-jenis gaya:
1. Gaya otot 2. Gaya gravitasi 3. Gaya magnet 4. Gaya gesekan 5. Gaya listrik 6. Gaya pegas
Hubungan Gaya dan Gerak
Nah, kalau tadi teman-teman sudah tahu tentang pengetian gaya. Sekarang, kita cari tahu apa itu gerak dan hubungannya dengan gaya, yuk!
Gerak adalah perpindahan tempat suatu benda dari posisi awal ke posisi lainnya karena pengaruh gaya.
Hubungan gaya dan gerak adalah gaya dapat memengaruhi gerak benda.
Kegiatan Akhir (25 Menit)
Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah
1. Gaya otot adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja otot manusia. Kita menggunakan gaya otot untuk mendorong, menarik, atau mengangkat benda. Misalnya, mobil yang mogok didorong menggunakan gaya otot agar bisa bergerak.
2. Gaya gravitasi merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik Bumi. Contohnya, saat kita buah yang sudah matang di pohon jatuh ke bawah karena pengaruh daya tarik Bumi.
3. Gaya magnet merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik magnet. Contohnya, benda yang terbuat dari logam tertentu bisa menempel pada magnet. Misalnya, penggunaan magnet bisa mengangkat paku dan jarum.
4. Gaya gesek merupakan gaya yang dihasilkan dari dua permukaan benda yang saling bergesekkan. Contohnya, saat kita mendorong kursi beroda di lantai, ada gaya gesek sehingga kursi mudah digerakkan.
5. Gaya listrik merupakan gaya yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir. Contohnya, bola lampu bisa menyala ketika ada arus listrik yang mengalir.
6. Gaya pegas merupakan gaya yang dihasilkan oleh karet atau pegas lentur yang diregangkan. Contohnya, karet pada ketapel yang ditarik bisa memberikan gaya untuk menggerakkan batu. Busur panah yang bersifat lentur juga bisa menggerakkan anak panah.
Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut :
Pilihan Ganda
1. Semua bentuk tarikan dan dorongan disebut ….
a. Daya b. Gaya c. Energi
d. Kekuatan
2. Gaya yang ditimbulkan oleh gaya tarik magnet bumi adalah ….
a. Gaya magnet b. Gayar gesek c. Gaya gerak d. Gaya gravitasi
3. Contoh gaya gesek adalah antara ….
a. Ban mobil dan jalan raya b. Kipas angin dan tembok c. buah kelapa jatuh dan tanah d. Dua magnet yang berdekatan
4. Anak panah yang dilepaskan dari busurnya termasuk contoh gaya ….
a. Gaya magnet b. Gaya gravitasi c. Gaya gesek d. Gaya pegas
5. Buah jatuh selalu ke bawah, hal itu menunjukkan adanya gaya ….
a. Panas b. Dorong c. Gravitasi d. Magnet
6. Gaya gesek dapat menimbulkan ….
a. Panas b. Rasa c. Tarikan
7. Dorongan oleh keelastisan suatu benda disebut gaya ….
a. Gesek b. Gravitasi c. Pegas d. Magnet
8. Alat untuk mengukur besar kecilnya gaya adalah ….
a. Speedometer b. Dinamometer c. Meteran d. Penggaris
9. Dua kutub magnet yang sama jika didekatkan akan ….
a. Saling menolak b. Saling mendekat c. Saling terkait d. Saling menempel
10. Piring yang dilempar jatuh kemudian pecah, hal itu membuktikan bahwa
….
a. Gaya dapat mengubah bentuk benda
b. Gaya dapat membuat benda diam menjadi bergerak c. Gaya dapat membuat benda bergerak menjadi diam d. Gaya dapat mengubah arah benda
Soal Essay
1. Gaya bisa berupa tarikan dan ….
2. Gaya yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua permukaan benda dinamakan gaya ….
3. Bola yang mengelinding bisa dihentikan, hal itu membuktikan bahwa gaya dapat ….
4. Buah jatuh ke arah bumi disebabkan oleh …..
5. Ujung magnet yang berbeda kutubnya jika didekatkan akan ….
1. Pengumpulan Data
Hasil pengumpulan data berupa evaluasi adalah sebagai berikut :
Tabel. 2 Nilai Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung di Siklus 2
No NIS Nama Nilai Siklus Keterangan
1 Alena Amelia 70 Tuntas
2 Armansyah 75 Tuntas
3 Aisyah 77 Tuntas
4 Bayu Ahmad F 60 Tidak Tuntas
5 Hudzaifah 65 Tidak Tuntas
6 M. Ilham 90 Tuntas
7 M. Rian Putra 65 Tidak Tuntas
8 Nurpatin Alwani 75 Tuntas
9 Mesya Aprilia K 65 Tidak Tuntas
10 Syafa Dina N 65 Tidak Tuntas
11 Samsul Maarif 65 Tidak Tuntas
12 Wardah Afriani 80 Tuntas
13 Jihan 75 Tuntas
14 Fahrel 75 Tuntas
15 Asmar abdullah 70 Tuntas
16 Dafa 80 Tuntas
17 Yusuf 85 Tuntas
18 Rafa Rizky Ramadan 70 Tuntas
19 M.lukman 60 Tidak Tuntas
20 Radiitya Al falah 60 Tidak Tuntas
21 Muhammad Fahril 80 Tuntas
22 Rizky Hidayat 70 Tuntas
23 M.safii Saputra 80 Tuntas
24 Fadil M.Saputra 75 Tuntas
Rata-Rata 69,46
2. Refleksi
Dengan menggunakan metode inquiry diketahui bahwa nilai siswa mengalami kenaikan, dan nilai KKM siswa juga mengalami kenaikan sama dengan nilai KKM sesuai dengankuri.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian Siklus Pertama
Subyek penelitian sebanyak 24 siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung. Hasil penelitian tentang “Meningkatkan Motivasi Berprestasi melalui Metode Inquiry di SD Negeri 005 Sambaliung pada Pelajaran IPA”
pada siklus pertama tanggal 30 Oktober 2023 dan siklus kedua pada tanggal 06 November 2023 dengan pokok bahasan Gaya dan Gerak.
Gambar 4.1 Grafik Siklus 1
Berdasarkan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa hanya 11 siswa yang mendapat nilai di atas 75 dan 13 siswa mendapat nilai di bawah 60 serta nilai rata-rata siswa hanya mencapai 64.33. Sebuah kelas akan dinyatakan tuntas dalam pembelajaran jika jumlah siswa yang tuntas mencapai 80%, dengan demikian maka pembelajaran di siklus 1 masih jauh dari harapan yang ingin dicapai. Untuk itu maka pembelajaran dilanjutkan ke Siklus 2 dengan menggunakan metode inquiry.
Siklus Kedua
Subyek penelitian sebanyak 24 siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung. Siklus kedua pada tanggal 06 November 2023 dapat dijelaskan melalui pemaparan pada setiap siklus sebagai berikut :
Gambar 4.2 Grafik siklus 2
Berdasarkan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa siswa yang memiliki nilai di bawah 75 sebanyak 8 siswa. Siswa yang memiliki nilai di atas 75 sebanyak 16 siswa atau. Dengan demikian dapat dikatakan pembelajaran pada siklus 2 telah tuntas karena persentase jumlah siswa yang tuntas lebih dari 80%.
C. Hasil Siklus 1 dan Siklus 2
Perubahan metode mengajar dari ceramah, tanya jawab dan pemberian dan pemberian tugas ke metode inquiry akan berdampak pada motivasi siswa untuk berprestasi ke arah yang lebih baik.
Dari data yang diperoleh pada tiap siklus, memperlihatkan adanya kecenderungan peningkatan hasil belajar siswa maupun keaktifan siswa dalam pembelajaran dari tiap siklus. Peningkatan ini tentu adalah hasil dari perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti sehingga memperoleh hasil yang diinginkan oleh peneliti.
Pada pembelajaran pra-siklus, peneliti melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya, yaitu dengan metode ceramah dan tanya jawab, ternyata metode pembelajaran tersebut tidak dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta sangat rendahnya nilai keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
Kemudian peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dengan model PTK dan pembelajaran dilaksanakan dengan metode demonstrasi dan dibagi dalam 2 (dua) siklus.
Hasil dari pembelajaran siklus 1 terlihat sudah mulai ada perubahan walaupun belum memenuhi target yang diinginkan oleh peneliti, kemudian perbaikan pembelajaran dilanjutkan ke siklus 2 dengan lebih banyak memperhatikan berbagai macam faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa serta melakukan perencanaan yang matang sehingga pada siklus 2 terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap prestasi belajar siswa, baik dari hasil belajar siswa maupun dari sisi keaktifan siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian data sebagai berikut:
Table 4.1. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Tiap Siklus
Keterangan Siklus 1 Siklus 2
Tuntas 11 16
Tidak Tuntas 13 8
Rata-rata Nilai 64.33 69,46
Ketuntasan (%) 66.67 100
Gambar 4.3 Presentase ketuntasan tiap siklus
Pada gambar 7 di atas terlihat kenaikan persentase ketuntasan dari tiap siklus. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode inquiry pada pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi gaya dan gerak di SDN 005 Sambaliung, Kec. Sambaliung.
D. Pembahasan
Berdasarkan penelitian diatas dapat dikatakan bahwa penggunaan metode pembelajaran inquiry dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SD .Karena dalam pengimeplementasian metode yang cukup mudah dan tepat dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Dimana dengan hasil yang diperoleh melalui penelitian tersebut guru dapat menggunakan metode tersebut dalam pembelajaran IPA .Sebelum melaksanakan pembelajaran, peneliti memberikan tes awal yang diikuti oleh siswa kelas IV subjek yang berjumlah 24 orang siswa. Tes awal dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa terhadap materi.
Dari hasil tes awal ini diperoleh informasi bahwa secara umum siswa belum memahami materi.Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi disebabkan oleh pola pembelajaran sebelumnya. Pola pembelajaran yang dilakukan selama ini, guru lebih banyak mendominasi pembelajaran dengan menjelaskan materi sedangkan siswa lebih sering sebagai hanya sebagai pendengar dari penjelasan guru. Akibat pembelajaran ini, sebagian besar siswa cenderung menghafal sehingga pengetahuan yang diterima mudah dilupakan. Melalui belajar hafalan siswa tidak dapat mengaitkan informasi yang diperoleh ke dalam struktur kognitifnya, sehingga informasi ini tidak dapat diendapkan.
Selain itu siswa hanya dapat mengingat fakta-fakta yang sederhana.
Kegiatan orientasi siswa merupakan langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif sehingga siswa siap mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Pada setiap akhir tindakan, guru memberikan tes formatif guna mengetahuisejauh mana tingkat pemahaman siswa mengenai materi. Hasil kinerja siswa dalam mengerjakan tes formatif pada tindakan
siklus I rata-rata nilai siswa hanya mencapai 64.33. dengan kualifikasi kurang (K). Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus I belum berhasil. Pada tindakan siklus II pembelajaran mengalami peningkatan. Dalam pembelajaran tindakan skilus II guru sudah mampu melaksanakan pembelajaran dengan enam langkah metode inkuiri dengan baik. Keberhasilan siklus II mencapai kualifikasi Baik (B), hal ini dilihat dari kemampuan siswa dalam mengemukakan jawaban dari pertanyaan yang diberikan guru selama proses pembelajaran sudah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan yakni 80%. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa siswa dalam mengikuti pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri menunjukan hasil yang positif. Para siswa termotivasi untuk belajar sehingga siswa lebih memahami konsep. Hal ini disebabkan karena siswa selama pembelajaran terlibat secara aktif . Hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan oleh pendapat Piaget (Sanjaya,2006:196) yang mengemukakan bahwa Pengetahuan itu akan bermakna manakala dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa, sehingga konsep yang telah dipelajari oleh akan tertanam kuat dalam benak siswa. Dengan demikian tujuan pembelajaran dalam upaya membantu mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, pemaparan dan didukung dengan data di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode mengajar inquiry dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung, pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi “gaya dan gerak”.
Dapat dilihat nilai perolehan dan ketuntasan siswa dari tiap siklus mengalami peningkatan.
E. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas maka saya memberikan saran bahwa : 1. Seyogyanya guru dalam memilih metode pembelajaran harus disesuaikan
dengan karakteristik materi dan peserta didik sebagai subyek pembelajaran.
2. Metode pembelajaran inquiry sangat layak dipergunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam karena inquiry melatih siswa untuk menentukan permasalahan yang dihadapi.
3. Metode pembelajaran inquiry mampu memenuhi kebutuhan peserta didik dalam bidang kognitif, efektif dan psikomotorik.
DAFTAR PUSTAKA
Adha Risky Nur, Achmad Hasan Hafidzi, Nurul Qomariah ( 2019) Pengaruh Motivasi Kerja Lingkungan Kerja Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dinas Sosial Kabupaten Jember. Jurnal Penelitian Ipteks. Vol.
4 No. 1.
Adeliya Putri Ananda, dan Hudaidah (2021).. “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Indonesia dari Masa ke Masa.” Sindang 3, no. 2
Aldi, Y., & Susanti, F. (2019). Pengaruh Stress Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Frisian Flag Indonesia Wilayah Padang
Ahmad Susanto (2015). Teori Belajar Dan Pembelajaran Disekolah Dasar.
Jakarta: Prenada Media
Bangun, Wilson. (2012). “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Erlangga Bangun, Wilson, (2012). “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta:
Depdiknas , (2006) . Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.
Jakarta : Depdiknas.
Djamarah, Syaiful Bahri,(2012). Psikologi Belajar. Jakarta: RinekaCipta.
Djamarah, Syaiful Bahri, (2015). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Depdiknas. (2001).Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah(Buku). Jakarta:Depdiknas
Depdiknas (2006). Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.
Jakarta: Depdiknas
Erlanagga BSNP (2006) kurikulum tingkat satuan pendidikan(KTSP) Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Febrini, D, (2017). Psiklog Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar Helmawati (2018). Mendidik anak berprestasi melalui 10 kecerdasan
Hosnan.( 2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Bogor :Ghalia Indonesia
Malik, A. R., & Asnur, M. N. A. (2019). Using Social Media As A Learning Media Of Foreign Language Students In Higher Education. Bahtera:
Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 18(2), 166-75.
Malik, A. R., Emzir, E., & Sumarni, S. (2020). Pengaruh Strategi Pembelajaran Mobile Learning Dan Gaya Belajar Visual Terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa SMA Negeri 1 Maros. Visipena, 11(1), 194-207.
Mahmudi, H. (2022). Ilmu Pendidikan Mengupas Komponen Pendidikan.
Deepublish.
Nafrin, I. A. and Hudaidah, H. (2021) ‘Perkembangan Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19’, Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), pp.
456–462. doi: 10.31004/edukatif.v3i2.324
Nurdyansyah dan Eni Fariyatul Fahyuni, (2016 ).Analisis penerapan model problem basedlearning terhadap hasil belajar PAI siswa sekolah dasar.
Rosdakarya Hanafiah, K.A.(2010). Dasar Dasar Ilmu Tanah. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Rosyid, Moh. Zaiful, dkk.( 2019). Prestasi Belajar. Jawa Timur : Literasi Nusantara.
Sagala (2004). Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Nimas Multimas.
Sedarmayanti.( 2017). Perencanaan dan Pengembangan SDM untuk Meningkatkan Kompetensi, Kinerja dan Produktivitas Kerja. PT Refika Aditama. Bandung.
Siregar, H. M., Solfitri, T., Siregar, S. N., Anggraini, R. D., & Aldresti, F. (2022).
Analisis Kebutuhan E-LKM Kalkulus Integral Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. RANGE: Jurnal Pendidikan
Matematika, 4(1), 55–70.
https://doi.org/https://doi.org/10.32938/jpm.v4i1.2664
Sukardjo. (2012). Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pps UNY. Tidak diterbitkan. Sutrisno, E. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Kencana, Jakarta.
Sutikno, S (2014). Metode & Model-model Pembelajaran. Mataram: Holistika Lombok Syah, Muhibbin. (2015). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
Syah Muhibbin (2014),Pengaruh kompetensi kepribadian guru
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi dan Implementasinyadalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahab, Rohmalina. (2015). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Pers.
L
A
M
P
I
R
A
N
1. Rancangan Perbaikan Pembelajaran Siklus Pertama
5. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan meliputi :
f. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan supervisor berkaitan dengan waktu, tempat, materi, pelajaran dan kelas yang akan diteliti
g. Koordinasi dengan Kepala Sekolah SD Negeri 005 Sambaliung, wali kelas IV, teman sejawat, berkaitan dengan waktu, tempat, materi dan kelas yang akan diteliti
h. Merencanakan dan menyusun rancangan pembelajaran IPA kelas IV,
i. Konsultasi dengan supervisor tentang rancangan pembelajaran yang telah disusun
j. Menginformasikan kepada siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung berkaitan dengan akan dilaksanakan penelitian di kelasnya.
6. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut : F. Kegiatan awal (5 Menit)
Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru
memberikan ilustrasi antara es dan api, jika memegang es maka tangan akan dingin dan memegang api tangan panas.
Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran kali ini yaitu : 3. Siswa dapat memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui
pengamatan, serta mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Siswa dapat membuat laporan hasil percobaan gaya dan gerak
G. Kegiatan Inti (40 Menit)
Pada kegiatan ini yaitu kegiatan untuk menyampaikan materi ajar. Materi ajar adalah sebagai berikut :
Untuk menambah pengetahuanmu tentang gaya, ayo amati benda-benda di bawah ini!
H. Gaya dan Gerak di Sekitar Kita
Gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Dalam hal ini gaya menyebabkan perubahan gerak benda. Selain itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan bentuk, misalnya tanah liat yang ditekan akan berubah bentuk. Jadi, gaya dapat mengubah gerak ataupun bentuk benda.
Siswa diberi kesempatan membaca ilustrasi tentang benda bergerak agar memperoleh gambaran konkret tentang gaya dan gerak di sekitar mereka.
• Guru mengajak siswa untuk membuka dan menutup pintu, mendorong, dan menarik meja, serta meremas selembar kertas, seperti yang diilustrasikan pada buku.
• Usahakan seluruh siswa mendapat kesempatan melakukan kegiatan.
• Siswa menjawab pertanyaan di buku dan mereka diminta untuk mendiskusikan jawabannya dengan teman sebelahnya. (Penilaian no. 1)
• Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa.
I. Kegiatan Akhir (25 Menit)
Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah “Gerakan mendorong atau menarik yang menyebabkan benda bergerak disebut gaya. Gaya yang dikerjakan pada suatu benda akan mempengaruhi benda tersebut.
Gaya terhadap suatu benda dapat mengakibatkan benda bergerak, berubah bentuk, dan berubah arah.
Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut :
J. Soal Essay
6. Sebutkan masing-masing 3 pemanfaatan gaya otot, gaya listrik, dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari!
7. Apa perbedaan gaya dan gerak?
8. Apa saja pengaruh gaya terhadap benda?
9. Buah jatuh dari pohon karena adanya gaya?
10. Gaya gravitasi disebut juga gaya?
Setelah semua siswa mengumpulkan evaluasi, guru memberi tugas pada siswa untuk membaca materi tentang energi bunyi.
K. 7. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian kami menggunakan metode observasi dan metode kuis.
4. Metode Observasi. Observasi juga disebut dengan pengamatan. Observasi atau pengamatan adalah kegiatan pengumpulan data dengan mengamati langsung obyek yang diteliti. Pada penelitian ini kami menggunakan pengamatan berperan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pengamatan berperan ini penulis gunakan untuk mengamati konsentrasi, aktivitas dan respon siswa dalam mengikuti pembelajaran.
5. Metode Kuis. Metode kuis merupakan metode pengumpulan data dengan cara siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Pertanyaan yang menjadi fokus untuk pengumpulan data adalah pertanyaan berupa penilaian akhir.
Studi pustaka, teknik yang peneliti gunakan untuk melengkapi referensi-referensi yang diperlukan untuk melengkapi penulisan penelitian.
L. RANCANGAN PERBAIKAN SIKLUS 2
1. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan dalam siklus kedua ini adalah sebagai berikut : 1. Koordinasi dan konsultasi dengan teman sejawat berkaitan dengan hasil yang
diperoleh pada hasil belajar siklus pertama di SD Negeri 005 Sambaliung serta langkah apa yang harus diperbaiki pada siklus kedua.
2. Mengidentifikasi Kompetensi Dasar dan Indikator, serta menyusun ulang rencana perbaikan pembelajaran.
3. Koordinasi dan konsultasi dengan supervisor berkaitan hasil belajar yang diperoleh pada siklus pertama.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut : Kegiatan Awal (5 Menit)
Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru meminta memegang sebuah benda dan menjatuhkan benda tersebut, kemudian guru bertanya “jenis gaya yang berlaku?”. Siswa menjawab gaya gravitasi. Kemudian guru meminta siswa untuk menggosokkan telapak tangan dan bertanya apa yang dirasakan siswa, siswa menjawab tangannya terasa hangat.
Kegiatan Inti
Untuk menambah pengetahuannya tentang gaya dan gerak, siswa diberi kesempatan untuk
mengamati gambar selama 5 menit.
• Pengalaman siswa tentang gaya dan gerak ditambah dengan meminta mereka memindahkan benda-benda di sekitar mereka. Siswa bisa menjatuhkan,
menggelindingkan, atau mendorong benda. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dan menuliskan hasilnya pada buku.
• Dengan bimbingan guru, kemudian siswa membuat kesimpulan tentang gaya dan gerak.
Kemudian guru menjelaskan tentang jenis-jenis gaya:
1. Gaya otot 2. Gaya gravitasi 3. Gaya magnet 4. Gaya gesekan 5. Gaya listrik 6. Gaya pegas
Hubungan Gaya dan Gerak
Nah, kalau tadi teman-teman sudah tahu tentang pengetian gaya. Sekarang, kita cari tahu apa itu gerak dan hubungannya dengan gaya, yuk!
Gerak adalah perpindahan tempat suatu benda dari posisi awal ke posisi lainnya karena pengaruh gaya.
Hubungan gaya dan gerak adalah gaya dapat memengaruhi gerak benda. 19 Kegiatan Akhir (25 Menit)
Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah
1. Gaya otot adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja otot manusia. Kita menggunakan gaya
otot untuk mendorong, menarik, atau mengangkat benda. Misalnya, mobil yang mogok didorong menggunakan gaya otot agar bisa bergerak.
2. Gaya gravitasi merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik Bumi.
Contohnya, saat kita buah yang sudah matang di pohon jatuh ke bawah karena pengaruh daya tarik Bumi.
3. Gaya magnet merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik magnet.
Contohnya, benda yang terbuat dari logam tertentu bisa menempel pada magnet. Misalnya, penggunaan magnet bisa mengangkat paku dan jarum.
4. Gaya gesek merupakan gaya yang dihasilkan dari dua permukaan benda yang saling bergesekkan. Contohnya, saat kita mendorong kursi beroda di lantai, ada gaya gesek sehingga kursi mudah digerakkan.
5. Gaya listrik merupakan gaya yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir.
Contohnya, bola lampu bisa menyala ketika ada arus listrik yang mengalir.
6. Gaya pegas merupakan gaya yang dihasilkan oleh karet atau pegas lentur yang diregangkan. Contohnya, karet pada ketapel yang ditarik bisa memberikan gaya untuk menggerakkan batu. Busur panah yang bersifat lentur juga bisa menggerakkan anak panah. Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut : Pilihan Ganda
1. Semua bentuk tarikan dan dorongan disebut ….
a. Daya b. Gaya c. Energi d. Kekuatan
2. Gaya yang ditimbulkan oleh gaya tarik magnet bumi adalah ….
a. Gaya magnet b. Gayar gesek c. Gaya gerak d. Gaya gravitasi
3. Contoh gaya gesek adalah antara ….
a. Ban mobil dan jalan raya b. Kipas angin dan tembok c. buah kelapa jatuh dan tanah d. Dua magnet yang berdekatan
4. Anak panah yang dilepaskan dari busurnya termasuk contoh gaya ….
a. Gaya magnet b. Gaya gravitasi c. Gaya gesek d. Gaya pegas
5. Buah jatuh selalu ke bawah, hal itu menunjukkan adanya gaya ….
a. Panas b. Dorong c. Gravitasi d. Magnet
6. Gaya gesek dapat menimbulkan ….
a. Rasa Panas b. magnet
c. Tarikan d. Gravitasi
7. Alat untuk mengukur besar kecilnya gaya adalah ….
a. Speedometer b. Dinamometer c. Meteran d. Penggaris
8. Dua kutub magnet yang sama jika didekatkan akan ….
a. Saling menolak b. Saling mendekat c. Saling terkait d. Saling menempel
9. Piring yang dilempar jatuh kemudian pecah, hal itu membuktikan bahwa ….
a. Gaya dapat mengubah bentuk benda
b. Gaya dapat membuat benda diam menjadi bergerak c. Gaya dapat membuat benda bergerak menjadi diam d. Gaya dapat mengubah arah
benda Soal Essay
1. Gaya bisa berupa tarikan dan ….
2. Gaya yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua permukaan benda dinamakan gaya ….
3. Bola yang mengelinding bisa dihentikan, hal itu membuktikan bahwa gaya dapat ….
4. Buah jatuh ke arah bumi disebabkan oleh …..
5. Ujung magnet yang berbeda kutubnya jika didekatkan akan ….
M. 2. SKENARIO PERBAIKAN SIKLUS 1
Siklus : I (satu)
Hari/Tanggal : 30 Oktober 2023
I. Tujuan Perbaikan
1. Mengetahui motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri 005 Sambaliung menggunakan metode inquiry.
2. Mengetahui prestasi belajar siswa setelah menggunakan metode inquiry dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV di SD Negeri 005 Sambaliung.
a. Kegiatan pengembangan
Menggunakan metode serta media yang tepat agar dapat menubuhkan perhatian siswa pada saat pembelajaran
b. Pengelolaan kelas
Untuk pelaksanaan perbaikan pembelajaran agar berlangsung dengan lancar penulis melakukan pengelolaan dan penataan kelas terlebih dahulu, sehingga kelas menjadi nyaman dan menyenangkan.
1. Penataan meja kursi yang tadinya ditaruh menjadi tiga kelompok meja empat, kursi tujuh, kanan, tengah, kiri di belakang, depan kelas menjadi area circle time (area pembuka dan penutup dalam kegiatan) .
II. Langkah-langkah Perbaikan