• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, pemaparan dan didukung dengan data di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode mengajar inquiry dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung, pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi “gaya dan gerak”.

Dapat dilihat nilai perolehan dan ketuntasan siswa dari tiap siklus mengalami peningkatan.

E. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas maka saya memberikan saran bahwa : 1. Seyogyanya guru dalam memilih metode pembelajaran harus disesuaikan

dengan karakteristik materi dan peserta didik sebagai subyek pembelajaran.

2. Metode pembelajaran inquiry sangat layak dipergunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam karena inquiry melatih siswa untuk menentukan permasalahan yang dihadapi.

3. Metode pembelajaran inquiry mampu memenuhi kebutuhan peserta didik dalam bidang kognitif, efektif dan psikomotorik.

DAFTAR PUSTAKA

Adha Risky Nur, Achmad Hasan Hafidzi, Nurul Qomariah ( 2019) Pengaruh Motivasi Kerja Lingkungan Kerja Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dinas Sosial Kabupaten Jember. Jurnal Penelitian Ipteks. Vol.

4 No. 1.

Adeliya Putri Ananda, dan Hudaidah (2021).. “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Indonesia dari Masa ke Masa.” Sindang 3, no. 2

Aldi, Y., & Susanti, F. (2019). Pengaruh Stress Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Frisian Flag Indonesia Wilayah Padang

Ahmad Susanto (2015). Teori Belajar Dan Pembelajaran Disekolah Dasar.

Jakarta: Prenada Media

Bangun, Wilson. (2012). “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Erlangga Bangun, Wilson, (2012). “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta:

Depdiknas , (2006) . Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.

Jakarta : Depdiknas.

Djamarah, Syaiful Bahri,(2012). Psikologi Belajar. Jakarta: RinekaCipta.

Djamarah, Syaiful Bahri, (2015). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Depdiknas. (2001).Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah(Buku). Jakarta:Depdiknas

Depdiknas (2006). Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.

Jakarta: Depdiknas

Erlanagga BSNP (2006) kurikulum tingkat satuan pendidikan(KTSP) Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Febrini, D, (2017). Psiklog Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar Helmawati (2018). Mendidik anak berprestasi melalui 10 kecerdasan

Hosnan.( 2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Bogor :Ghalia Indonesia

Malik, A. R., & Asnur, M. N. A. (2019). Using Social Media As A Learning Media Of Foreign Language Students In Higher Education. Bahtera:

Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 18(2), 166-75.

Malik, A. R., Emzir, E., & Sumarni, S. (2020). Pengaruh Strategi Pembelajaran Mobile Learning Dan Gaya Belajar Visual Terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa SMA Negeri 1 Maros. Visipena, 11(1), 194-207.

Mahmudi, H. (2022). Ilmu Pendidikan Mengupas Komponen Pendidikan.

Deepublish.

Nafrin, I. A. and Hudaidah, H. (2021) ‘Perkembangan Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19’, Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), pp.

456–462. doi: 10.31004/edukatif.v3i2.324

Nurdyansyah dan Eni Fariyatul Fahyuni, (2016 ).Analisis penerapan model problem basedlearning terhadap hasil belajar PAI siswa sekolah dasar.

Rosdakarya Hanafiah, K.A.(2010). Dasar Dasar Ilmu Tanah. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.

Rosyid, Moh. Zaiful, dkk.( 2019). Prestasi Belajar. Jawa Timur : Literasi Nusantara.

Sagala (2004). Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Nimas Multimas.

Sedarmayanti.( 2017). Perencanaan dan Pengembangan SDM untuk Meningkatkan Kompetensi, Kinerja dan Produktivitas Kerja. PT Refika Aditama. Bandung.

Siregar, H. M., Solfitri, T., Siregar, S. N., Anggraini, R. D., & Aldresti, F. (2022).

Analisis Kebutuhan E-LKM Kalkulus Integral Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. RANGE: Jurnal Pendidikan

Matematika, 4(1), 55–70.

https://doi.org/https://doi.org/10.32938/jpm.v4i1.2664

Sukardjo. (2012). Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pps UNY. Tidak diterbitkan. Sutrisno, E. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia.

Kencana, Jakarta.

Sutikno, S (2014). Metode & Model-model Pembelajaran. Mataram: Holistika Lombok Syah, Muhibbin. (2015). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada

Syah Muhibbin (2014),Pengaruh kompetensi kepribadian guru

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi dan Implementasinyadalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.

Wahab, Rohmalina. (2015). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Pers.

L

A

M

P

I

R

A

N

1. Rancangan Perbaikan Pembelajaran Siklus Pertama

5. Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan meliputi :

f. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan supervisor berkaitan dengan waktu, tempat, materi, pelajaran dan kelas yang akan diteliti

g. Koordinasi dengan Kepala Sekolah SD Negeri 005 Sambaliung, wali kelas IV, teman sejawat, berkaitan dengan waktu, tempat, materi dan kelas yang akan diteliti

h. Merencanakan dan menyusun rancangan pembelajaran IPA kelas IV,

i. Konsultasi dengan supervisor tentang rancangan pembelajaran yang telah disusun

j. Menginformasikan kepada siswa kelas IV SD Negeri 005 Sambaliung berkaitan dengan akan dilaksanakan penelitian di kelasnya.

6. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut : F. Kegiatan awal (5 Menit)

Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru

memberikan ilustrasi antara es dan api, jika memegang es maka tangan akan dingin dan memegang api tangan panas.

Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran kali ini yaitu : 3. Siswa dapat memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui

pengamatan, serta mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Siswa dapat membuat laporan hasil percobaan gaya dan gerak

G. Kegiatan Inti (40 Menit)

Pada kegiatan ini yaitu kegiatan untuk menyampaikan materi ajar. Materi ajar adalah sebagai berikut :

Untuk menambah pengetahuanmu tentang gaya, ayo amati benda-benda di bawah ini!

H. Gaya dan Gerak di Sekitar Kita

Gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Dalam hal ini gaya menyebabkan perubahan gerak benda. Selain itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan bentuk, misalnya tanah liat yang ditekan akan berubah bentuk. Jadi, gaya dapat mengubah gerak ataupun bentuk benda.

Siswa diberi kesempatan membaca ilustrasi tentang benda bergerak agar memperoleh gambaran konkret tentang gaya dan gerak di sekitar mereka.

• Guru mengajak siswa untuk membuka dan menutup pintu, mendorong, dan menarik meja, serta meremas selembar kertas, seperti yang diilustrasikan pada buku.

• Usahakan seluruh siswa mendapat kesempatan melakukan kegiatan.

• Siswa menjawab pertanyaan di buku dan mereka diminta untuk mendiskusikan jawabannya dengan teman sebelahnya. (Penilaian no. 1)

• Guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa.

I. Kegiatan Akhir (25 Menit)

Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah “Gerakan mendorong atau menarik yang menyebabkan benda bergerak disebut gaya. Gaya yang dikerjakan pada suatu benda akan mempengaruhi benda tersebut.

Gaya terhadap suatu benda dapat mengakibatkan benda bergerak, berubah bentuk, dan berubah arah.

Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut :

J. Soal Essay

6. Sebutkan masing-masing 3 pemanfaatan gaya otot, gaya listrik, dan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari!

7. Apa perbedaan gaya dan gerak?

8. Apa saja pengaruh gaya terhadap benda?

9. Buah jatuh dari pohon karena adanya gaya?

10. Gaya gravitasi disebut juga gaya?

Setelah semua siswa mengumpulkan evaluasi, guru memberi tugas pada siswa untuk membaca materi tentang energi bunyi.

K. 7. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian kami menggunakan metode observasi dan metode kuis.

4. Metode Observasi. Observasi juga disebut dengan pengamatan. Observasi atau pengamatan adalah kegiatan pengumpulan data dengan mengamati langsung obyek yang diteliti. Pada penelitian ini kami menggunakan pengamatan berperan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pengamatan berperan ini penulis gunakan untuk mengamati konsentrasi, aktivitas dan respon siswa dalam mengikuti pembelajaran.

5. Metode Kuis. Metode kuis merupakan metode pengumpulan data dengan cara siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Pertanyaan yang menjadi fokus untuk pengumpulan data adalah pertanyaan berupa penilaian akhir.

Studi pustaka, teknik yang peneliti gunakan untuk melengkapi referensi-referensi yang diperlukan untuk melengkapi penulisan penelitian.

L. RANCANGAN PERBAIKAN SIKLUS 2

1. Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan dalam siklus kedua ini adalah sebagai berikut : 1. Koordinasi dan konsultasi dengan teman sejawat berkaitan dengan hasil yang

diperoleh pada hasil belajar siklus pertama di SD Negeri 005 Sambaliung serta langkah apa yang harus diperbaiki pada siklus kedua.

2. Mengidentifikasi Kompetensi Dasar dan Indikator, serta menyusun ulang rencana perbaikan pembelajaran.

3. Koordinasi dan konsultasi dengan supervisor berkaitan hasil belajar yang diperoleh pada siklus pertama.

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut : Kegiatan Awal (5 Menit)

Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru meminta memegang sebuah benda dan menjatuhkan benda tersebut, kemudian guru bertanya “jenis gaya yang berlaku?”. Siswa menjawab gaya gravitasi. Kemudian guru meminta siswa untuk menggosokkan telapak tangan dan bertanya apa yang dirasakan siswa, siswa menjawab tangannya terasa hangat.

Kegiatan Inti

Untuk menambah pengetahuannya tentang gaya dan gerak, siswa diberi kesempatan untuk

mengamati gambar selama 5 menit.

• Pengalaman siswa tentang gaya dan gerak ditambah dengan meminta mereka memindahkan benda-benda di sekitar mereka. Siswa bisa menjatuhkan,

menggelindingkan, atau mendorong benda. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dan menuliskan hasilnya pada buku.

• Dengan bimbingan guru, kemudian siswa membuat kesimpulan tentang gaya dan gerak.

Kemudian guru menjelaskan tentang jenis-jenis gaya:

1. Gaya otot 2. Gaya gravitasi 3. Gaya magnet 4. Gaya gesekan 5. Gaya listrik 6. Gaya pegas

Hubungan Gaya dan Gerak

Nah, kalau tadi teman-teman sudah tahu tentang pengetian gaya. Sekarang, kita cari tahu apa itu gerak dan hubungannya dengan gaya, yuk!

Gerak adalah perpindahan tempat suatu benda dari posisi awal ke posisi lainnya karena pengaruh gaya.

Hubungan gaya dan gerak adalah gaya dapat memengaruhi gerak benda. 19 Kegiatan Akhir (25 Menit)

Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah

1. Gaya otot adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja otot manusia. Kita menggunakan gaya

otot untuk mendorong, menarik, atau mengangkat benda. Misalnya, mobil yang mogok didorong menggunakan gaya otot agar bisa bergerak.

2. Gaya gravitasi merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik Bumi.

Contohnya, saat kita buah yang sudah matang di pohon jatuh ke bawah karena pengaruh daya tarik Bumi.

3. Gaya magnet merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik magnet.

Contohnya, benda yang terbuat dari logam tertentu bisa menempel pada magnet. Misalnya, penggunaan magnet bisa mengangkat paku dan jarum.

4. Gaya gesek merupakan gaya yang dihasilkan dari dua permukaan benda yang saling bergesekkan. Contohnya, saat kita mendorong kursi beroda di lantai, ada gaya gesek sehingga kursi mudah digerakkan.

5. Gaya listrik merupakan gaya yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir.

Contohnya, bola lampu bisa menyala ketika ada arus listrik yang mengalir.

6. Gaya pegas merupakan gaya yang dihasilkan oleh karet atau pegas lentur yang diregangkan. Contohnya, karet pada ketapel yang ditarik bisa memberikan gaya untuk menggerakkan batu. Busur panah yang bersifat lentur juga bisa menggerakkan anak panah. Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut : Pilihan Ganda

1. Semua bentuk tarikan dan dorongan disebut ….

a. Daya b. Gaya c. Energi d. Kekuatan

2. Gaya yang ditimbulkan oleh gaya tarik magnet bumi adalah ….

a. Gaya magnet b. Gayar gesek c. Gaya gerak d. Gaya gravitasi

3. Contoh gaya gesek adalah antara ….

a. Ban mobil dan jalan raya b. Kipas angin dan tembok c. buah kelapa jatuh dan tanah d. Dua magnet yang berdekatan

4. Anak panah yang dilepaskan dari busurnya termasuk contoh gaya ….

a. Gaya magnet b. Gaya gravitasi c. Gaya gesek d. Gaya pegas

5. Buah jatuh selalu ke bawah, hal itu menunjukkan adanya gaya ….

a. Panas b. Dorong c. Gravitasi d. Magnet

6. Gaya gesek dapat menimbulkan ….

a. Rasa Panas b. magnet

c. Tarikan d. Gravitasi

7. Alat untuk mengukur besar kecilnya gaya adalah ….

a. Speedometer b. Dinamometer c. Meteran d. Penggaris

8. Dua kutub magnet yang sama jika didekatkan akan ….

a. Saling menolak b. Saling mendekat c. Saling terkait d. Saling menempel

9. Piring yang dilempar jatuh kemudian pecah, hal itu membuktikan bahwa ….

a. Gaya dapat mengubah bentuk benda

b. Gaya dapat membuat benda diam menjadi bergerak c. Gaya dapat membuat benda bergerak menjadi diam d. Gaya dapat mengubah arah

benda Soal Essay

1. Gaya bisa berupa tarikan dan ….

2. Gaya yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua permukaan benda dinamakan gaya ….

3. Bola yang mengelinding bisa dihentikan, hal itu membuktikan bahwa gaya dapat ….

4. Buah jatuh ke arah bumi disebabkan oleh …..

5. Ujung magnet yang berbeda kutubnya jika didekatkan akan ….

M. 2. SKENARIO PERBAIKAN SIKLUS 1

Siklus : I (satu)

Hari/Tanggal : 30 Oktober 2023

I. Tujuan Perbaikan

1. Mengetahui motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri 005 Sambaliung menggunakan metode inquiry.

2. Mengetahui prestasi belajar siswa setelah menggunakan metode inquiry dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV di SD Negeri 005 Sambaliung.

a. Kegiatan pengembangan

Menggunakan metode serta media yang tepat agar dapat menubuhkan perhatian siswa pada saat pembelajaran

b. Pengelolaan kelas

Untuk pelaksanaan perbaikan pembelajaran agar berlangsung dengan lancar penulis melakukan pengelolaan dan penataan kelas terlebih dahulu, sehingga kelas menjadi nyaman dan menyenangkan.

1. Penataan meja kursi yang tadinya ditaruh menjadi tiga kelompok meja empat, kursi tujuh, kanan, tengah, kiri di belakang, depan kelas menjadi area circle time (area pembuka dan penutup dalam kegiatan) .

II. Langkah-langkah Perbaikan

Kegiatan awal (5 Menit)

Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru memberikan ilustrasi antara es dan api, jika memegang es maka tangan akan dingin dan memegang api tangan panas.

Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran kali ini yaitu : 1. Siswa dapat memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui pengamatan,

serta mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Siswa dapat membuat laporan hasil percobaan gaya dan gerak

N. Kegiatan Inti (40 Menit)

Pada kegiatan ini yaitu kegiatan untuk menyampaikan materi ajar. Materi ajar adalah sebagai berikut :

Untuk menambah pengetahuanmu tentang gaya, ayo amati benda-benda di bawah ini!

O. Gaya dan Gerak di Sekitar Kita

Gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Dalam hal ini gaya menyebabkan perubahan gerak benda. Selain itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan bentuk, misalnya tanah liat yang ditekan akan berubah bentuk. Jadi, gaya dapat mengubah gerak ataupun bentuk benda.

Siswa diberi kesempatan membaca ilustrasi tentang benda bergerak agar memperoleh gambaran konkret tentang gaya dan gerak di sekitar mereka.

• Guru mengajak siswa untuk membuka dan menutup pintu, mendorong, dan menarik meja, serta meremas selembar kertas, seperti yang diilustrasikan pada buku.

• Usahakan seluruh siswa mendapat kesempatan melakukan kegiatan.

• Siswa menjawab pertanyaan di buku dan mereka diminta untuk mendiskusikan

III. Refleksi Kegiatan Perbaikan

Dari kegiatan perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan, maka penulis akan mengetahui kelebihan dan kekurangan yang timbul dari pelaksanaan perbaikan

Dari hasil ulangan di atas dapat diketahui bahwa menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal untuk pelajaran IPA yaitu 70.

Sehubungan dengan kelemahan metode tersebut di atas maka perlu adanya perubahan metode mengajar. Metode yang akan di ujicobakan untuk memperbaiki kinerja pembelajaran di atas adalah menggunakan metode inquiry.

SKENARIO PERBAIKAN SIKLUS 2 P. 3. Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah kerja sebagai berikut : Q. Kegiatan Awal (5 Menit)

Kegiatan apersepsi merupakan kegiatan untuk mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan apersepsi guru meminta memegang sebuah benda dan menjatuhkan benda tersebut, kemudian guru bertanya “jenis gaya yang berlaku?”. Siswa menjawab gaya gravitasi. Kemudian guru meminta siswa untuk menggosokkan telapak tangan dan bertanya apa yang dirasakan siswa, siswa menjawab tangannya terasa hangat.

R. Kegiatan Inti

Untuk menambah pengetahuannya tentang gaya dan gerak, siswa diberi kesempatan untuk mengamati gambar selama 5 menit.

• Pengalaman siswa tentang gaya dan gerak ditambah dengan meminta mereka memindahkan benda-benda di sekitar mereka. Siswa bisa menjatuhkan, menggelindingkan, atau mendorong benda. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi dan menuliskan hasilnya pada buku.

• Dengan bimbingan guru, kemudian siswa membuat kesimpulan tentang gaya dan gerak. Kemudian guru menjelaskan tentang jenis-jenis gaya:

7. Gaya otot 8. Gaya gravitasi 9. Gaya magnet 10. Gaya gesekan 11. Gaya listrik 12. Gaya pegas

S. Hubungan Gaya dan Gerak

Nah, kalau tadi teman-teman sudah tahu tentang pengetian gaya. Sekarang, kita cari tahu apa itu gerak dan hubungannya dengan gaya, yuk!

Gerak adalah perpindahan tempat suatu benda dari posisi awal ke posisi lainnya karena pengaruh gaya.

Hubungan gaya dan gerak adalah gaya dapat memengaruhi gerak benda.

Setelah tugas dikoreksi oleh guru selanjutnya siswa menyimpulkan materi ajar dengan kesimpulan adalah

7. Gaya otot adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja otot manusia. Kita menggunakan gaya otot untuk mendorong, menarik, atau mengangkat benda. Misalnya, mobil yang mogok didorong menggunakan gaya otot agar bisa bergerak.

8. Gaya gravitasi merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik Bumi. Contohnya, saat kita buah yang sudah matang di pohon jatuh ke bawah karena pengaruh daya tarik Bumi.

9. Gaya magnet merupakan gaya yang timbul karena adanya daya tarik magnet. Contohnya, benda yang terbuat dari logam tertentu bisa menempel pada magnet. Misalnya, penggunaan magnet bisa mengangkat paku dan jarum.

10.Gaya gesek merupakan gaya yang dihasilkan dari dua permukaan benda yang saling bergesekkan. Contohnya, saat kita mendorong kursi beroda di lantai, ada gaya gesek sehingga kursi mudah digerakkan.

11.Gaya listrik merupakan gaya yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir.

Contohnya, bola lampu bisa menyala ketika ada arus listrik yang mengalir.

12.Gaya pegas merupakan gaya yang dihasilkan oleh karet atau pegas lentur yang diregangkan. Contohnya, karet pada ketapel yang ditarik bisa memberikan gaya untuk menggerakkan batu. Busur panah yang bersifat lentur juga bisa menggerakkan anak panah.

Selesai kesimpulan guru memberikan evaluasi dengan instrumen soal sebagai berikut : U. Pilihan Ganda

10. Semua bentuk tarikan dan dorongan disebut ….

a. Daya b. Gaya c. Energi d. Kekuatan

11. Gaya yang ditimbulkan oleh gaya tarik magnet bumi adalah ….

a. Gaya magnet b. Gayar gesek c. Gaya gerak d. Gaya gravitasi

a. Ban mobil dan jalan raya

b. Kipas angin dan tembok c. buah kelapa jatuh dan tanah d. Dua magnet yang berdekatan

13. Anak panah yang dilepaskan dari busurnya termasuk contoh gaya ….

a. Gaya magnet b. Gaya gravitasi c. Gaya gesek d. Gaya pegas

14. Buah jatuh selalu ke bawah, hal itu menunjukkan adanya gaya ….

a. Panas b. Dorong c. Gravitasi d. Magnet

15. Gaya gesek dapat menimbulkan ….

a. Panas b. Rasa c. Tarikan

d. Dorongan oleh keelastisan suatu benda disebut gaya ….

a. Gesek b. Gravitasi c. Pegas d. Magnet

16. Alat untuk mengukur besar kecilnya gaya adalah ….

a. Speedometer b. Dinamometer c. Meteran d. Penggaris

17. Dua kutub magnet yang sama jika didekatkan akan ….

a. Saling menolak b. Saling mendekat c. Saling terkait d. Saling menempel

18. Piring yang dilempar jatuh kemudian pecah, hal itu membuktikan bahwa ….

b. Gaya dapat membuat benda diam menjadi bergerak c. Gaya dapat membuat benda bergerak menjadi diam d. Gaya dapat mengubah arah benda

V. Soal Essay

6. Gaya bisa berupa tarikan dan ….

7. Gaya yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua permukaan benda dinamakan gaya ….

8. Bola yang mengelinding bisa dihentikan, hal itu membuktikan bahwa gaya dapat ….

9. Buah jatuh ke arah bumi disebabkan oleh …..

10. Ujung magnet yang berbeda kutubnya jika didekatkan akan ….

3. Pengumpulan Data

Hasil pengumpulan data berupa evaluasi adalah sebagai berikut :

W. Tabel. 2 Nilai Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV SD Negeri 00 5 Sambaliung di Siklus 2

No NIS Nama Nilai Siklus Keterangan

1 Alena Amelia 70 Tuntas

2 Armansyah 75 Tuntas

3 Aisyah 77 Tuntas

4 Bayu Ahmad F 60 Tidak Tuntas

5 Hudzaifah 65 Tidak Tuntas

6 M. Ilham 90 Tuntas

7 M. Rian Putra 65 Tidak Tuntas

8 Nurpatin Alwani 75 Tuntas

9 Mesya Aprilia K 65 Tidak Tuntas

10 Syafa Dina N 65 Tidak Tuntas

11 Samsul Maarif 65 Tidak Tuntas

12 Wardah Afriani 80 Tuntas

13 Jihan 75 Tuntas

14 Fahrel 75 Tuntas

15 Asmar abdullah 70 Tuntas

16 Dafa 80 Tuntas

17 Yusuf 85 Tuntas

18 Rafa Rizky Ramadan 70 Tuntas

19 M.lukman 60 Tidak Tuntas

20 Radiitya Al falah 60 Tidak Tuntas

21 Muhammad Fahril 80 Tuntas

22 Rizky Hidayat 70 Tuntas

23 M.safii Saputra 80 Tuntas

24 Fadil M.Saputra 75 Tuntas

Rata-Rata 69,46

4. Refleksi

Dengan menggunakan metode inquiry diketahui bahwa nilai siswa mengalami kenaikan, dan nilai KKM siswa juga mengalami kenaikan sama dengan nilai KKM sesuai dengan kurikulum.

X. 3.LEMBAR REFLEKSI SIKLUS 1

Lembar Refleksi Simulasi Perbaikan Pembelajaran pada PKP Simulasi 1

Mahasiswa menuliskan uraian di setiap sub judul berdasarkan hasil diskusi bersama Pendamping Simulasi atau sesudah melakukan Simulasi Mandiri (tanpa

pendamping)

1. Jelaskan kelemahan saat simulasi perbaikan pembelajaran yang teridentifikasi setelah proses diskusi bersama Pendamping Simulasi atau sesudah Simulasi Mandiri (tanpa pendamping)

Jawab :

Kelemahannya mungkin masih terdapat kesalahan dalam penyampaian pembelajaran.

2. Jelaskan kelebihan saat simulasi perbaikan pembelajaran yang teridentifikasi setelah proses diskusi bersama Pendamping Simulasi atau sesudah Simulasi Mandiri

Jawab :

Penggunaan media/ benda konkret yang dapat membantu pemahaman siswa 3. Jelaskan hal unik atau tidak biasa pada saat simulasi perbaikan pembelajaran

berlangsung, dan mengapa Jawab :

Hal unik mungkin saat penyampaian materi beberapa siswa antusias dan semangat untuk melakukan percobaan.

4. Jelaskan upaya perbaikan pembelajaran yang dapat atau akan dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran

Jawab :

Upaya perbaikannya yaitu memperbaiki kembali cara penyampaian materi pembelajaran, kemudan penggunaan benda-benda konkret lain yang dapat menunjang pemahaman siswa serta menguasa lagi materi yang akan disampaikan mulai dari pembukaan , inti serta penutup.

Dalam dokumen LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (Halaman 37-67)

Dokumen terkait