• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Menghitung harga a dan b dengan rumus sebagai berikut :

π‘Ž =(βˆ‘ π‘Œ) (βˆ‘ 𝑋2) βˆ’ (βˆ‘ 𝑋) (βˆ‘ π‘‹π‘Œ) 𝑛 βˆ‘ 𝑋2βˆ’ (βˆ‘ 𝑋)2

𝑏 = 𝑛 βˆ‘ π‘‹π‘Œ βˆ’ (βˆ‘ 𝑋)(βˆ‘ π‘Œ) 𝑛 βˆ‘ 𝑋2βˆ’ (βˆ‘ 𝑋)2

Keterangan :

π‘Ž = harga Y bila X = 0 konstan 𝑏 = angka arah/koefesien regresi 𝑛 = jumlah data

βˆ‘π‘Œ = jumlah variabel Y

βˆ‘π‘‹ = jumlah variabel X 3. Menyusun persamaan regresi

Setelah harga a dan b diketahui, maka persamaan regresi sederhana dapat disusun dengan rumus berikut :

39Sugiyono, β€œMetode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, (Bandung: Alfabeta,2010), hlm. 153.

π‘Œ = π‘Ž + 𝑏𝑋 Keterangan :

π‘Œ = variabel terikat 𝑋= variabel bebas π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘› 𝑏 = konstanta 40

4. Menghitung koefisien korelasi (r)

π‘Ÿπ‘₯𝑦 = 𝑛 βˆ‘ π‘₯𝑦 βˆ’ (βˆ‘ π‘₯)(βˆ‘ 𝑦)

√{𝑛 βˆ‘ π‘₯2 βˆ’ (βˆ‘ π‘₯)2}{𝑛 βˆ‘ 𝑦2βˆ’ (βˆ‘ 𝑦)2}

5. Uji signifikansi dengan uji t41 𝑑 = π‘Ÿβˆšπ‘› βˆ’ 2

√1 βˆ’ (π‘Ÿ)2

6. Menghitung koefisien determinasi42 𝐾𝐷 = (π‘Ÿ)2Γ— 100%

40Syofian Siregar, β€œStatistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), hlm. 379.

41Ibid, hlm. 339.

42Ibid, hlm. 338.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian a. Identitas MTs. Yusuf Abdussatar

1) Nama Sekolah : MTs. Yusuf Abdussatar 2) Alamat : Kediri Lombok Barat 3) Kelurahan/Desa : Kediri

4) Kecamatan : Kediri

5) Kabupaten : Lombok Barat 6) Provinsi : Nusa Tenggara Barat 7) Kode pos : 83362

8) Telepon/HP : +6281 805 671 205 9) Status Sekolah : Swasta

10) NSM : 121252010059

11) Tahun didirikan : Tahun 1995 12) Tahun beroperasi : Tahun 1999 13) Status tanah : Hibah 14) Luas tanah : 2438 mΒ²

15) Luas bangunan : 1095 mΒ²

b. Visi dan Misi MTs. Yusuf Abdussatar 1) Visi MTs

Mewujudkan generasi yang beriman, berilmu dan berakhlakulkarimah.

2) Misi MTs

Meningkatkan kualitas pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai akhlakulkarimah, berupaya menyelenggarakan proses KBM yang mengintegrasikan IMTAQ dan IPTEK, serta mengupayakan lulusan yang berkomitmen dalam beribadah dan berakhlak mulia serta mengusahakan ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum.

c. Keadaan Guru dan siswa di MTs. Yusuf Abdussatar 1) Keadaan Guru MTs. Yusuf Abdussatar Kediri

Guru selaku tenaga pengajar sebuah lembaga pendidikan akan sangat mempengaruhi kemajuan pendidikan yang dilaksanakan, lebih- lebih lembaga pendidikan swasta yang cukup diminati oleh masyarakat. Demikian juga di MTs Yusuf Abdussatar Kediri sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta di Kecamatan Kediri tentunya akan membutuhkan tenaga pengajar yag profesional. Adapun keadaan Guru/Tenaga pengajar MTs. Yusuf Abdussatar Kediri Tahun 2021/2022 dapat kita lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.1

Data tentang Tenaga Pengajar di MTs.

Yusuf Abdussatar Kediri.43

No. Nama Guru L/P Mata pelajaran yang diampu 1 Sofyan Hadi, S.Ag L Al-Qur’an Hadist

2 Didik Ariesta, S.Ag.,S.Pd.I L Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

3 Safwan, S.Ag L Akidah Akhlak

43Dokumentasi, MTs. Yusuf Abdussatar, Kediri, tgl 02 Oktober 2021

4 Siti Hawa, S.Ag P Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

5 Hj. Hilwati, S.Pd. P PPKn

6 Dr. Hj. Zahraini, M.Pd.I P Mulok

7 Enawati, S.Ag P Fiqih

8 Hj. Siti Hadijah, S.Ag P Bahasa Indonesia

9 Murniati, SE P IPS Terpadu

10 Bunyamin, S.Pd L Bahasa Inggris

11 Ahmad Fardiansyah, S.Pd L Bahasa Inggris 12 Nurul Hidayati, S.Pd.I P Bahasa Indonesia

13 Pariha Helmi, SE P IPS Terpadu

14 Sukmawati, SE P IPS Terpadu

15 Rina Solihatun Kibtiah, S.Pd P IPA Terpadu 16 Eri Suriyadi, S.Pd L Penjaskes

17 Fahrurrozi, S.Pd L Matematika

18 Hafidz, S.Pd.I L Bahasa Arab

19 Anna Agustina, SP P IPA Terpadu

20 Rizanudin, S.Pd L Matematika

21 Hj. Siti Nurahillah, M.Pd.I P Bahasa Arab 22 Fathiyatul Maula, S.Pd.I P Al-Qur’an Hadist

23 Mu'ammar, S.Pd L IPA Terpadu / Tikom

24 Rahmawati, S.Pd.I P Tikom

25 H. Herman Hidayat, S.Pd L Bahasa Inggris 26 Rian Ade Herpiandri, S.Pd L Penjaskes

27 Hj. Hainiah, S.Pd P Matematika

28 Muhammad Nizar, S.Pd L Batematika

29 Nurhasanah, S.Pd P Bahasa Indonesia / Seni Budaya 30 Etik Supriyati, S.Pd P Seni Budaya

31 Rendi Pratama CH, S.Pd L Tikom

32 Ely Susanti , S.Pd P Bahasa Indonesia / Mulok

33 Nursehan, S.Pd P Bahasa Indonesia

34 Ridho Ali Al Idrus, M.Pd L Akidah Akhlak / KTU 35 Nurhaimin Pua Jiwa, S.Pd P Matematika

36 Mariani, S.Pd.I P Fiqih / Mulok 37 Bq Nonik Yulianti, S.Pd P Matematika 38 Muwafaq Al-Kholidy, S.Pd.I L Akidah Akhlak 39 Arfian Muzanni, S.Pd L Bahasa Inggris 40 Izhar Mayadi, S.Pd L Pengembangan Diri

41 Moh. Jaelani Muksin. S.Pd.I L Pengembangan Diri 42 H. Ahmad shofi, Lc L Pengembangan Diri 43 Novi arianti, S.Kom P Tikom

44 Hani Syakir, SE L Tikom

Jabatan/Status

Ijazah Tertinggi

Jumlah

SLTA D.1 D.2 S.1 S.2

L P L P L P L P L P

Kepala Sekolah 1 1

Guru

Tetap 19 20 2 39

Tdk Tetap 1 1

BantuPusat

Penjaga Sekolah 1 1

Jumlah 42

Berdasarkan tabel di atas dapat peneliti lihat bahwa beberapa guru MTs. Yusuf Abdussatar Kediri sudah di katakan profesional karena pendidikan terakhirnya yang ditempuh sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

Walaupun ada sebagian guru yang mengajar tidak sesuai dengan pendidikan terakhirnya 2) Keadaan siswa/siswi MTs. Yusuf Abdussatar

Kediri

Peserta didik merupakan faktor utama yang sangat penting dalam pendidikan. Tanpa peserta didik maka kegiatan pendidikan tidak akan terlaksana. Adapun keadaan siswa/siswi MTs. Yusuf Abdussatar Kediri tahun pelajaran 2021/2022 dapat kita lihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.2

Keadaan siswa/siswi MTs. Yusuf Abdussatar Kediri Tahun Pelajaran 2021/202244 No Kelas Laki-

laki

Perempuan Jumlah

1 VII A - 49 49

2 VII B - 48 48

3 VII C - 49 49

4 VII D 35 - 35

5 VII E 35 - 35

6 VII F 34 - 34

Jumlah 104 146 250

1 VIII A - 39 39

2 VIII B - 41 41

3 VIII C - 35 35

4 VIII D 36 - 36

5 VIII E 37 - 37

6 VIII F 37 - 37

44Dokumentasi, MTs. Yusuf Abdussatar, Kediri, tgl 04 Oktober 2021

Jumlah 110 115 225

1 IX A - 36 36

2 IX B - 36 36

3 IX C - 36 36

4 IX D 48 - 48

5 IX E 46 - 46

Jumlah 94 108 202

Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakan bahwa keadaan siswa/siswi di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri pada tahun pelajaran 2021/2022 sudah dikatakan maju karena siswa/siswinya yang semakin bertambah dari tahun ke tahun.

d. Keadaan Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana adalah hal penting yang harus ada dalam suatu lembaga pendidikan agar tujuan dilaksanakannya pendidikan dapat tercapai.

Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan sebagai penunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi, serta alat-alat dan media pengajaran.

Begitu juga dengan MTs. Yusuf Abdussatar Kediri dalam melaksanakan proses belajar mengajar didukung dengan fasilitas gedung tempat berjalannya proses belajar mengajar yang cukup memadai. Oleh karena itu, dapat kita lihat di bawah ini yang menerangkan tentang keadaan gedung MTs. Yusuf Abdussatar Kediri.

Tabel 4.3

Keadaan Sarana dan Prasarana MTs.

Yusuf Abdussatar Kediri45

NO Sarana dan prasarana Jumlah Keadaan 1 Ruang kelas

ο‚· Kelas VII

ο‚· Kelas VIII

ο‚· Kelas IX

17 lokal

ο‚· 6 lokal

ο‚· 6 lokal

ο‚· 5 lokal

ο‚· Baik

ο‚· Baik

ο‚· Baik 2 Ruang guru

ο‚· Kepala sekolah

ο‚· TU

2 lokal

ο‚· 1 lokal

ο‚· 1 lokal

ο‚· Baik

ο‚· Baik

3 Kursi+meja siswa Baik

4 Papan tulis

ο‚· Kelas VII

ο‚· Kelas VIII

ο‚· Kelas IX

ο‚· 6 buah

ο‚· 6 buah

ο‚· 5buah

ο‚· Baik

ο‚· Baik

ο‚· Baik

5 Perpustakaan 1 lokal Baik

6 Lab computer 1 lokal Baik

45Dokumentasi, MTs. Yusuf Abdussatar, Kediri, tgl 02 Oktober 2021

7 WC 2 lokal Baik

8 Lapangan 1 buah Baik

9 Ruang UKS 1 lokal Baik

10 Ruang Organisasi Kesiswaan 1 lokal Baik

11 Gudang 1 lokal Baik

12 Ruang Sirkulasi 1 lokal Baik

13 Kantin 1 lokal

14 Tempat Parkir 1 buah

15 Musolla 1

16 Ruang Tenaga Administrasi 1

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa fasilitas yang terdapat di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri Lombok Barat bisa dikatakan sudah memadai dengan keadaan yang masih bagus. Ruang kelas yang sangat rapi serta masih lengkap kursi dan meja nya membuat proses belajar mengajar nyaman. Di sekolah ini juga terdapat proyektor, hal ini dapat memudahkan guru dalam memberikan materi dan memudahkan siswa untuk memahami isi pembelajaran serta dapat mencapai tujuan pembelajaran.

2. Hasil Penelitian

a. Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini berjumlah 144 siswa di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII yang dijadikan objek dalam penelitian, untuk lebih jelasnya data responden dapat dilihat pada (lampiran 5 halaman). Adapun karakteristik responden yang akan diteliti yaitu siswa yang menggunakan jejaring sosial, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 6 halaman). Berikut peneliti akan menyajikan daftar siswa yang menggunakan jejaring sosial facebook, instagram, dan whatsapp kedalam bentuk presentase sebagai berikut:

Tabel 4.4

Presentase Daftar Siswa yang Memiliki dan Menggunakan Jejaring Sosial Facebook,

Instagram, Whatsapp

No Jejaring Sosial Jumlah Presentase

1 Facebook 0 0%

2 Instagram 0 0%

3 Whatsapp 15 10,4%

4 Facebook dan 2 1,4%

Instagram 5 Facebook dan

Whatsapp

3 2,1%

6 Instagram dan Whatsapp

11 7,6%

7 Facebook, Instagram, dan Whatsapp

113 78,5%

8 Tidak

Menggunakan

0 0%

Jumlah 144 100%

Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas VIII MTs. Yusuf Abdussatar memiliki dan menggunakan jejaring sosial (facebook, instagram, dan whatsapp) yaitu sebesar 78,5% dari 144 responden.

b. Uji Validitas dan Realibilitas Angket 1) Analisis validitas tes

Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya butir-butir soal tes.

Instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat digunakan dengan tepat

mengukur apa yang hendak diukur.46 Pengukuran validitas angket dilakukan dengan mengkorelasikan skor item masing-masing nomor dengan total skor item dengan menggunakan rumus korelasi product moment.

Peneliti hanya akan menggunakan soal- soal yang terbukti valid dari hasil analisis instrumen. Hasil perhitungan validitas butir soal (π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”) dikonsultasikan dengan π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™, dengan taraf signifikan 5%. Bila harga π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™

maka butir soal tersebut dikatakan valid.

Sebaliknya bila harga π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” < π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka butir soal tersebut dikatakan tidak valid.

Peneliti melakukan uji coba di MTs.

Yusuf Abdussatar Kediri pada 25 siswa dengan jumlah instrumen penelitian berjumlah 20 butir pertanyaan. Untuk mengetahui valid dan tidak valid perlu dilakukannya analisis setiap butir

46Syofian Siregar, β€œStatistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), hlm. 75.

instrumen yang menggunakan rumus korelasi product moment dengan bantuan program microsoft excel 2007.

Tabel 4.5

Analisis Perhitungan Validitas Angket Penggunaan Jejaring Sosial No.

Soal

Validitas Keterangan π’“π’‰π’Šπ’•π’–π’π’ˆ 𝒓𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍

1 0,696586 0,3809 Valid 2 0,696586 0,3809 Valid 3 0,696586 0,3809 Valid 4 0,714521 0,3809 Valid 5 0,682598 0,3809 Valid 6 0,472783 0,3809 Valid 7 0,507069 0,3809 Valid 8 0,418004 0,3809 Valid 9 0,405353 0,3809 Valid 10 0,39725 0,3809 Valid 11 0,446281 0,3809 Valid 12 0,439341 0,3809 Valid 13 0,476961 0,3809 Valid 14 0,476961 0,3809 Valid 15 0,621147 0,3809 Valid 16 0,703744 0,3809 Valid 17 0,559097 0,3809 Valid 18 0,610271 0,3809 Valid 19 0,536641 0,3809 Valid 20 0,402845 0,3809 Valid Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas dapat dilihat bahwa keseluruhan item

angket penggunaan jejaring sosial (X) memiliki nilai π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka 20 item angket dinyatakan valid.

Kemudian berdasarkan hasil analisis perhitungan validitas 20 butir soal angket pengamalan keagamaan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.6

Analisis Perhitungan Validitas Angket Pengamalan Keagamaan No.

Soal

Validitas Keterangan π’“π’‰π’Šπ’•π’–π’π’ˆ 𝒓𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍

1 0,706132 0,3809 Valid 2 0,706132 0,3809 Valid 3 0,706132 0,3809 Valid 4 0,758624 0,3809 Valid 5 0,741145 0,3809 Valid 6 0,618031 0,3809 Valid 7 0,503898 0,3809 Valid 8 0,478597 0,3809 Valid 9 0,394726 0,3809 Valid 10 0,423005 0,3809 Valid 11 0,420393 0,3809 Valid 12 0,425899 0,3809 Valid 13 0,389774 0,3809 Valid 14 0,572709 0,3809 Valid 15 0,811032 0,3809 Valid 16 0,670141 0,3809 Valid 17 0,700676 0,3809 Valid

18 0,641809 0,3809 Valid 19 0,641809 0,3809 Valid 20 0,641809 0,3809 Valid Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas dapat dilihat bahwa keseluruhan item angket pengamalan keagamaan (Y) memiliki nilai π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka 20 item angket dinyatakan valid. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 7 halaman.

2) Analisis Reliabilitas Tes

Setelah melakukan uji validitas, peneliti melanjutkan uji reliabilitas. Untuk mengetahui reliabilitas angket, digunakan perhitungan dengan teknik Alpha Cronbach. Proses perhitungannya dengan menggunakan rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach:47

π‘Ÿπ‘– = π‘˜

(π‘˜ βˆ’ 1) {1 βˆ’

βˆ‘ πœŽπ‘2 πœŽπ‘‘2 } Keterangan :

47Ibid, hlm. 90.

π‘Ÿπ‘– = reliabilitas instrumen π‘˜ = banyak butir pertanyaan

βˆ‘ πœŽπ‘2 = jumlah varians total πœŽπ‘‘2 = varians total

Untuk memudahkan peneliti menghitung reliable atau tidaknya suatu instrument, maka peneliti menggunakan bantuan Microsoft Excel 2007. Instrumen dalam penelitian ini terdapat 2 angket yaitu angket penggunaan jejaring sosial dan angket pengamalan keagamaan.

Pertama, peneliti akan menghitung reliable atau tidaknya angke penggunaan jejaring sosial (X) dengan bantuan Microsoft Excel 2007, maka diperoleh koefisien reabilitas sebesar 0,878 selanjutnya kita interpretasikan dengan

menggunakan kriteria dari Guilford, yaitu:48

Tabel 4.7

Interpretasi Koefisien Reliabilitas Interval Interpretasi 0,80 < π‘Ÿ11 <1,00 Reliabilitas sangat

tinggi 0,60 < π‘Ÿ11< 0,79 Reliabilitas tinggi 0,40 < π‘Ÿ11 < 0,59 Reliabilitas sedang 0,20 < π‘Ÿ11 < 0,39 Reliabilitas rendah 0,00 < π‘Ÿ11 < 0,19 Tidak reliabilitas

Tabel 4.8

Hasil Perhitungan Reliabilitas Angket Penggunaan Jejaring Sosial Menggunakan Bantuan Microsoft Excel

2007

Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha N of Items

0,878 20

Dari hasil interpretasi diketahui bahwa angket penggunaan jejaring sosial (X) memiliki reabilitas sangat tinggi, sehingga memenuhi syarat untuk digunakan sebagai alat ukur dan pengumpulan data.

48Nasrah, dkk, β€œPengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis Pendekatan Contexstual Teaching And Learning (CTL) Untuk Memotivasi dan Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Balocci Pengkep”, Jurnal Pendidikan Fisika Volume 5, Nomor 2, 2015, hlm. 242.

Kedua, peneliti akan menghitung reliable atau tidaknya angket pengamalan keagamaan (Y) dengan bantuan Microsoft Excel 2007, maka diperoleh koefisien reabilitas sebesar 0,889.

Tabel 4.9

Hasil Perhitungan Reliabilitas Angket Pengamalan Keagamaan Menggunakan

Bantuan Microsoft Excel 2007 Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha N of Items

0,889 20

Dari hasil interpretasi diketahui bahwa angket pengamalan keagamaan (Y) memiliki reabilitas sangat tinggi, sehingga memenuhi syarat untuk digunakan sebagai alat ukur dan pengumpulan data. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 8 halaman.

c. Teknik Analisis Data

Untuk melihat gambaran pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan

keagamaan siswa, peneliti menganalisis hasil pengisian angket penggunaan jejaring sosial dan angket pengamalan keagamaan siswa dengan menghitung jumlah skor masing-masing item.

Selanjutnya dilakukan tabulating yaitu mentabulasi data jawaban yang telah diberikan ke dalam bentuk tabel, untuk memudahkan menganalisis hasil jawaban siswa. Tabulasi jawaban responden untuk angket penggunaan jejaring sosial dapat dilihat pada (lampiran 9 halaman), sedangkan untuk angket pengamalan keagamaan dapat dilihat pada (lampiran 9 halaman).

1) Analisis Deskriptif

Analisis deskrptif digunakan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

Deskripsi data yang disajikan meliputi mean

(M), modus (Mo), median (Me) dan standar deviasi (SD). Mean merupakan rata-rata hitung, modus adalah nilai dari data yang mempunyai frekuensi tertinggi atau nilai yang sering muncul dalam kelompok data sedangkan median yaitu nilai tengah dari gugusan data yang telah diurutkan (disusun) mulai dari data terkecil sampai data terbesar. Standar Deviasi (simpangan baku) adalah kelompok atau ukuran standar penyimpangan dari reratanya.

Dalam menyusun distribusi frekuensi, digunakan langkah-langkah sebagai berikut:49

a) Menentukan Jumlah Kelas Interval

Rumus untuk menentukan jumlah kelas interval yaitu menggunakan rumus Sturges yakni jumlah kelas interval = 1+3,3 log n. Dimana n adalah jumlah reponden.

b) Menentukan rentang data (Range)

49Sugiyono, β€œStatistika Untuk Penelitian”, (Bandung: Alfabeta, 2017), hlm. 36.

Rentang Kelas = skor maximum - skor minimum + 1

c) Menentukan panjang kelas π‘ƒπ‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  π‘–π‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘£π‘Žπ‘™

= π‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  π‘–π‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘£π‘Žπ‘™ Data variabel penelitian perlu dikategorikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:50

οƒ˜ Kelompok tinggi, semua responden yang mempunyai skor sebanyak skor rata-rata plus 1 (+1) standar deviasi (M + 1SD <=

X)

οƒ˜ Kelompok sedang, semua responden yang mempunyai skor antara skor rata-rata minus 1 standar deviasi dan skor rata-rata plus 1 standar deviasi (antara (M – 1SD <=

X < M + 1SD)

50Suharsimi Arikunto, β€œProsedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik”, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm. 299.

οƒ˜ Kelompok kurang, semua responden yang mempunyai skor lebih rendah dari skor rata-rata minus 1 standar deviasi (X < M – 1SD)

a) Variabel penggunaan jejaring sosial

Berdasarkan hasil instrumen angket yang telah digunakan untuk menyaring data terkait penggunaan jejaring sosial dikalangan siswa kelas VIII di MTs Yusuf Abdussatar Kediri, dengan jumlah responden 144 dengan jumlah pertanyaan angket sebanyak 20 item dengan 4 alternatif jawaban. Dari butir pertanyaan yang ada, diperoleh skor tertinggi 76 dan skor terendah adalah 29. Setelah dihitung menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh hasil mean sebesar 41,63, Median (Me) sebesar 41, modus sebesar 42 dan standar deviasi sebesar 8,11 data

lengkap dapat dilihat pada lampiran 10 halaman.

(1) Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Variabel

Untuk menentukan jumlah kelas interval digunakan rumus yaitu jumlah kelas = 1 + 3,3 log n, dimana n adalah jumlah sampel atau responden. Dari perhitungan diketahui bahwa n = 144 sehingga diperoleh banyak kelas 1 + 3,3 log 144 = 8,1214 dibulatkan menjadi 8 kelas interval. Selanjutnya menghitung rentang data dengan rumus nilai maksimal – nilai minimal + 1, sehingga diperoleh rentang data sebesar 76 – 29 + 1 = 48. Sedangkan panjang kelas yaitu rentang/jumlah kelas (48/8 = 6), jadi panjang interval kelas berjumlah 6. Nilai-nilai tersebut

digunakan untuk menentukan distribusi frekuensi variabel penggunaan jejaring sosial dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.10

Distribusi frekuensi variabel penggunaan jejaring sosial

Interval F %

71 – 77 1 0,69%

64 – 70 2 1,38%

57 – 63 6 4,16%

50 – 56 16 11,1%

43 – 49 26 18,05%

36 – 42 59 40,972%

29 – 35 34 23,61%

Total 144 100%

Dari tabel di atas menunjukkan frekuensi variabel penggunaan jejaring sosial paling banyak terletak pada interval 36-42 sebanyak 59 siswa (40,972%) dan paling sedikit terletak pada interval 71-77 sebanyak 1 siswa (0,69%).

(2) Mencari Rata-Rata Dan Standar Deviasi Data Kelompok

Untuk mencari mean dan standar deviasi, terlebih dahulu peneliti menyiapkan tabel bantuan untuk menghitung variabel dan bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.11

Perhitungan Rata-Rata (Mean) dan Standar Deviasi

Interval Nilai

π’‡π’Š π’™π’Š π’‡π’Šπ’™π’Š (π’™π’Šβˆ’ 𝒙̅) (π’™π’Šβˆ’ 𝒙̅)𝟐 π’‡π’Š(π’™π’Šβˆ’ 𝒙̅)𝟐 71 - 77 1 74 74 32,37 1047,8169 1047,8169 64 - 70 2 67 134 25,37 643,6369 1287,2738 57 - 63 6 60 360 18,37 337,4569 2024,7414 50 - 56 16 53 848 11,37 129,2769 2068,4304 43 - 49 26 46 1196 4,37 19,0969 496,5194 36 - 42 59 39 2301 2,63 6,9169 408,0971 29 - 35 34 32 1088 9,63 92,7369 3153,0546

Total 144 6001 104,11 2276,9383 10485,9336 Setelah dihitung dengan

menggunakan Microsoft Excel 2007 maka diperoleh mean sebesar 41,67 dibulatkan menjadi 42 dan standar deviasi sebesar 8,56 yang dibulatkan menjadi 9 lebih jelasnya juga dapat dilihat pada lampiran 10 halaman.

Penentuan kecenderungan variabel penggunaan jejaring sosial, setelah diketahui mean sebesar 42 dan standar deviasi sebesar 9 maka dapat dikategorikan dalam 3 kelas sebagai berikut:

Tinggi = M + 1SD <= X

Sedang = M – 1SD <= X < M + 1SD

Rendah = X < M – 1SD

Dari perhitungan di atas, maka dapat diperoleh kriteria penggunaan jejaring sosial sebagai berikut:

Tabel 4.12

Distribusi Kategorisasi Penggunaan Jejaring Sosial

No Skor Frekuensi Kategori

Frekuensi %

1 >51 20 13,89 Tinggi

2 33<=x<51 110 76,39 Sedang

3 < 33 14 9,72 Rendah

Total 144 100

Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa siswa kelas VIII di MTs Yusuf Abdussatar Kediri dalam penggunaan jejaring sosial yang dihitung dari sejumlah sampel 144 siswa, siswa yang memiliki kategori tinggi sebanyak 20 siswa (13,89%), kategori sedang 110 siswa (76,39%) dan kategori rendah 14 siswa (9,72%). Jadi dapat disimpulkan bahwa, penggunaan jejaring sosial pada siswa kelas VIII berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 110 siswa (76,39%) dari jumlah sampel sebanyak 144 siswa.

Angket penggunaan jejaring sosial pada siswa di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII disusun berdasarkan 3 indikator yaitu jaringan, informasi dan interaksi. Masing-

masing indikator dijadikan pedoman dalam penyusunan instrumen penelitian yang berupa angket.

Semuanya akan dibahas sebagai berikut:

 Indikator 1 (jaringan)

Sebagai bahan pembanding, peneliti mencari bobot soal pada variabel penggunaan jejaring sosial dengan cara:

π΅π‘œπ‘π‘œπ‘‘ = π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ Γ— π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘‘π‘–π‘Ÿ Bobot untuk jawaban A = 4 Γ— 6 = 24

B = 3 Γ— 6 = 18

C = 2 Γ— 6 = 12

D = 1 Γ— 6 = 6

Setelah dihitung menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh nilai mean sebesar 13,85 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), median sebesar 14 sehingga dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), modus sebesar 12, nilai minimum sebesar 8, nilai maksimum sebesar 24 dan standar deviasi sebesar 2,82. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel yang terdapat pada lampiran 11 halaman.

 Indikator 2 (informasi)

Sebagai bahan pembanding, peneliti mencari bobot soal pada variabel penggunaan jejaring sosial dengan cara:

π΅π‘œπ‘π‘œπ‘‘ = π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ Γ— π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘‘π‘–π‘Ÿ Bobot untuk jawaban A= 4 Γ— 6 = 24

B = 3 Γ— 6 = 18 C = 2 Γ— 6 = 12

D = 1 Γ— 6 = 6

Setelah dihitung

menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh nilai mean sebesar 11,72 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), median sebesar 11 sehingga dibandingkan dengan

bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban hampir mendekati kadang-kadang (C) atau bahkan kadang-kadang, modus sebesar 9, nilai minimum sebesar 7, nilai maksimum sebesar 22 dan standar deviasi sebesar 3,21. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel yang terdapat pada lampiran 11 halaman.

 Indikator 3 (interaksi)

Sebagai bahan pembanding, peneliti mencari bobot soal pada variabel penggunaan jejaring sosial dengan cara:

π΅π‘œπ‘π‘œπ‘‘ = π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ Γ— π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘’π‘‘π‘–π‘Ÿ Bobot untuk jawaban A = 4 Γ— 8= 32

B = 3 Γ— 8 = 24

C = 2 Γ— 8 = 16

D = 1 Γ— 8 = 8

Setelahdihitung menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh nilai mean sebesar 16,06 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), median sebesar 15 sehingga dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban hampir mendekati kadang- kadang (C) atau bahkan kadang- kadang, modus sebesar 13, nilai minimum sebesar 8, nilai maksimum sebesar 32 dan standar deviasi sebesar 4,49. Untuk lebih

jelasnya dapat dilihat pada tabel yang terdapat pada lampiran 11 halaman.

b) Variabel pengamalan keagamaan

Berdasarkan hasil instrumen angket yang telah digunakan untuk menyaring data terkait pengamalan keagamaan dikalangan siswa kelas VIII di MTs Yusuf Abdussatar Kediri, dengan jumlah responden 144 dengan jumlah pertanyaan angket sebanyak 20 item dengan 4 alternatif jawaban. Dari butir pertanyaan yang ada, diperoleh skor tertinggi 80 dan skor terendah adalah 33. Setelah dihitung menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh hasil mean sebesar 47,55, Median (Me) sebesar 45,5, modus sebesar 42 dan standar deviasi sebesar 8,38 data

lengkap dapat dilihat pada lampiran 10 halaman.

(1) Membuat tabel distribusi frekuensi variabel

Untuk menentukan jumlah kelas interval digunakan rumus yaitu jumlah kelas = 1 + 3,3 log n, dimana n adalah jumlah sampel atau responden. Dari perhitungan diketahui bahwa n = 144 sehingga diperoleh banyak kelas 1 + 3,3 log 144 = 8,1214 dibulatkan menjadi 8 kelas interval. Selanjutnya menghitung rentang data dengan rumus nilai maksimal – nilai minimal + 1, sehingga diperoleh rentang data sebesar 80 – 33 + 1 = 48. Sedangkan panjang kelas yaitu rentang/jumlah kelas (48/8 = 6), jadi panjang interval

kelas berjumlah 6. Nilai-nilai tersebut digunakan untuk menentukan distribusi frekuensi variabel sikap keberagamaan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.13

Distribusi frekuensi variabel pengamalan keagamaan

Interval F %

75 – 81 1 0,69%

68 – 74 3 2,083%

61 – 67 7 4,861%

54 – 60 22 15,27%

47 – 53 36 25%

40 – 46 55 38,194%

33 – 39 20 13,8%

Total 144 100%

Dari tabel di atas menunjukkan frekuensi variabel pengamalan keagamaan paling banyak terletak pada interval 40-46 sebanyak 55 siswa (38,194%) dan paling sedikit terletak pada interval 75-81 sebanyak 1 siswa (0,69%).

(2) Mencari Rata-Rata Dan Standar Deviasi Data Kelompok

Untuk mencari mean dan standar deviasi, terlebih dahulu peneliti menyiapkan tabel bantuan untuk menghitung variabel dan bisa dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.14

Perhitungan Rata-Rata (Mean) dan Standar Deviasi Pengamalan

Keagamaan Interval

Nilai

π’‡π’Š π’™π’Š π’‡π’Šπ’™π’Š (π’™π’Šβˆ’ 𝒙̅) (π’™π’Šβˆ’ 𝒙̅)𝟐 π’‡π’Š(π’™π’Šβˆ’ 𝒙̅)𝟐 75 - 81 1 78 78 30,45 927,2025 927,2025 68 - 74 3 71 213 23,45 549,9025 1649,7075 61 - 67 7 64 448 16,45 270,6025 1894,2175 54 - 60 22 57 1254 9,45 89,3025 1964,655 47 - 53 36 50 1800 2,45 6,0025 216,09 40 - 46 55 43 2365 4,55 20,7025 1138,6375 33 - 39 20 36 720 11,55 133,4025 2668,05

Total 144 6878 98,35 1997,1175 10458,56 Setelah dihitung dengan

menggunakan Microsoft Excel 2007 maka diperoleh mean sebesar 47,76 dibulatkan menjadi 48 dan standar

deviasi sebesar 8,55 yang dibulatkan menjadi 8 lebih jelasnya juga dapat dilihat pada lampiran 10 halaman.

Penentuan kecenderungan variabel pengamalan keagaman, setelah diketahui mean sebesar 48 dan standar deviasi sebesar 8, maka dapat dikategorikan dalam 3 kelas sebagai berikut:

Tinggi = M + 1SD <= X Sedang = M – 1SD <= X <

M + 1SD

Rendah = X < M – 1SD Dari perhitungan di atas, maka dapat diperoleh kriteria penggunaan jejaring sosial sebagai berikut:

Tabel 4.15

Distribusi Kategorisasi Pengamalan Keagamaan

No Skor Frekuensi Kategori Frekuensi %

1 >56 25 17,36 Tinggi 2 40<=x<56 99 68,75 Sedang

3 < 40 20 13,89 Rendah

Total 144 100

Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa siswa kelas VIII di MTs Yusuf Abdussatar Kediri dalam pengamalan keagamaan yang dihitung dari sejumlah sampel 144 siswa, siswa yang memiliki kategori tinggi sebanyak 25 siswa (17,36%), kategori sedang 99 siswa (68,75%) dan kategori rendah 20 siswa (13,89%).

Jadi dapat disimpulkan bahwa, pengamalan keagamaan pada siswa kelas VIII berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 99 siswa (68,75%) dari jumlah sampel sebanyak 144 siswa.

Angket pengamalan keagamaan pada siswa di MTs. Yusuf Abdussatar

Dokumen terkait