BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2021 yang bertempat di MTs Yusuf Abdussatar Kediri pada siswa kelas VIII. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data yang diperoleh dari angket penggunaan jejaring sosial (variabel X) dan angket pengamalan keagamaan siswa (variabel Y).
Hasil penelitian yang telah diperoleh peneliti dideskripsikan secara rinci untuk masing-masing variabel.
Pembahasan variabel dilakukan dengan menggunakan data kuantitatif, maksudnya data yang diolah berbentuk angka atau skor yang kemudian ditafsirkan secara kualitatif. Adapun data yang disajikan adalah data yang didapat dari hasil angket yang telah disebarkan kepada siswa kelas VIII di MTs Yusuf Abdussatar Kediri, yang menjadi sampel penelitian yaitu sebanyak 144 siswa dimana soal tersebut terdiri dari 40 item pertanyaan dengan 4 alternatif jawaban. Yang dimana 20 item untuk angket penggunaan jejaring sosial dan 20 item untuk angket pengamalan keagamaan.
Dari hasil perhitungan validitas dan reliabiltas diatas, maka diperoleh bahwa 20 item pertanyaan angket penggunaan jejaring sosial bisa digunakan karena semua item pertanyaan dinyatakan valid. Begitupun sebaliknya untuk 20 item pertanyaan angket pengamalan keagamaan dinyatakan valid juga. Dan untuk uji reliabilitas kedua
angket tersebut diperoleh koefisien reliabilitas. Dari hasil angket penggunaan jejaring sosial diperoleh nilai tertinggi sebesar 80 dan nilai terendah 58, sedangkan untuk angket pengamalan keagamaan diperoleh nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 58. Untuk validitas angket penggunaan jejaring sosial diketahui bahwa 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 nilai tertinggi 0,714 dan nilai terendah 0,397 sedangkan angket pengamalan keagamaan 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 nilai tertinggi 0,811 dan nilai terendah 0,390.
Dalam penelitian ini, untuk menganalisis data peneliti menggunakan dua analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi. Analisis deskrptif digunakan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Deskripsi data yang disajikan meliputi mean (M), modus (Mo), median (Me) dan standar deviasi (SD).
Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang telah dilakukan diatas untuk penggunaan jejaring sosial, maka
diperoleh skor tertinggi 76 dan skor terendah 29 dengan mean sebesar 41,63, median (Me) sebesar 41, modus sebesar 42 dan standar deviasi sebesar 8,11 yang dihitung menggunakan Microsoft Excel 2007. Dengan interval kelas sebanyak 8, rentang data 48 dan panjang interval kelas berjumlah 6. Seperti yang dijelaskan pada analisis data diatas. Kemudian nilai tersebut digunakan untuk menentukan distribusi frekuensi variabel penggunaan jejaring sosial seperti yang terlihat pada (tabel 4.10 dihalaman) dari tabel tersebut menunjukkan bahwa penggunaan jejaring sosial paling banyak terletak pada interval 36-42 yang berjumlah 59 siswa (40,972%) dan paling sedikit terletak pada interval 71-77 sebanyak 1 siswa (0,69%). Untuk nilai mean dan standar deviasi data kelompoknya diperoleh mean sebesar 42 dan standar deviasi sebesar 9. Dengan kategori berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 110 siswa (76,39%) dari jumlah sampel sebanyak 144 siswa.
Angket penggunaan jejaring sosial pada siswa di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII disusun berdasarkan 3 indikator yaitu jaringan, informasi dan interaksi. Masing-masing indikator dijadikan pedoman dalam penyusunan instrumen penelitian yang berupa angket. Dengan 4 alternatif jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang dan tidak pernah dengan bobot jawaban A
= 4, B = 3, C = 2 dan D = 1.
Pada indikator pertama, jaringan berisi pertanyaan mengenai seberapa sering siswa menggunakan jejaring sosial tersebut. Pada indikator ini terdapat 6 butir pertanyaan yaitu butir pertanyaan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Dari hasil perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh nilai mean sebesar 13,85 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), median sebesar 14 sehingga dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang- kadang (C), modus sebesar 12, nilai minimum sebesar 8,
nilai maksimum sebesar 24 dan standar deviasi sebesar 2,82.
Pada indikator kedua, informasi berisi pertanyaan mengenai seberapa sering siswa menggunakan jejaring sosial untuk mencari informasi. Pada indikator ini terdapat 6 butir pertanyaan yaitu butir pertanyaan 7, 8, 9, 10, 11, 12. Dari hasil perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh nilai mean sebesar 11,72 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), median sebesar 11 sehingga dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban hampir mendekati kadang-kadang (C) atau bahkan kadang- kadang, modus sebesar 9, nilai minimum sebesar 7, nilai maksimum sebesar 22 dan standar deviasi sebesar 3,21.
Pada indikator ketiga, interaksi berisi pertanyaan mengenai seberapa sering siswa menggunakan jejaring sosial untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pada indikator ini terdapat 8 butir pertanyaan yaitu 13, 14, 15,
16, 17, 18, 19, 20. Dari hasil perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh nilai mean sebesar 16,06 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), median sebesar 15 sehingga dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban hampir mendekati kadang-kadang (C) atau bahkan kadang- kadang, modus sebesar 13, nilai minimum sebesar 8, nilai maksimum sebesar 32 dan standar deviasi sebesar 4,49.
Untuk pengamalan keagamaan hasil analisis deskriptif yang telah dilakukan di atas diperoleh skor tertinggi 80 dan skor terendah adalah 33 dengan hasil mean sebesar 47,55, median (Me) sebesar 45,5, modus sebesar 42 dan standar deviasi sebesar 8,38. Jumlah interval kelas terdiri dari 8 kelas dengan panjang kelas 6.
Nilai-nilai tersebut digunakan untuk menentukan distribusi frekuensi variabel sikap keberagamaan, maka didapat distribusi paling banyak terletak pada interval 40- 46 sebanyak 55 siswa (38,194%) dan yang paling sedikit
terletak pada interval 75-81 sebanyak 1 siswa (0,69%) dapat dilihat pada tabel 4.13 halaman. Untuk data kelompoknya diperoleh nilai mean sebesar 48 dan standar deviasi sebesar 8. Dengan kategori berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 99 siswa (68,75%) dari jumlah sampel sebanyak 144 siswa.
Angket pengamalan keagamaan pada siswa di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII disusun berdasarkan 3 indikator yaitu melaksanakan sholat, membaca Al-Qur’an dan menjalankan puasa. Masing- masing indikator dijadikan pedoman dalam penyusunan instrumen penelitian yang berupa angket. Dengan 4 alternatif jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang dan tidak pernah dengan bobot jawaban A = 4, B = 3, C = 2 dan D = 1.
Pada indikator pertama, melaksanakan sholat berisi pertanyaan tentang sebagaimana siswa melaksanakan sholat tepat waktu. Pada indikator ini terdapat 13 butir pertanyaan yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,
10, 11, 12, 13. Dari hasil perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2007,diperoleh nilai mean sebesar 29,74 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), median sebesar 28,5 sehingga dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang- kadang (C), modus sebesar 30, nilai minimum sebesar 20, nilai maksimum sebesar 52 dan standar deviasi sebesar 6,16.
Pada indikator kedua, membaca Al-Qur’an berisi pertanyaan tentang sebagaimana siswa sering meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. Pada indikator ini terdapat 3 butir pertanyaan yaitu 14, 15, 16. Setelah dihitung menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh nilai mean sebesar 8,42 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban hampir mendekati sering (B) atau bahkan sering (B), median sebesar 8 sehingga dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban
hampir mendekati sering (B) atau bahkan sering (B), modus sebesar 9, nilai minimum sebesar 4, nilai maksimum sebesar 12 dan standar deviasi sebesar 1,28.
Pada indikator tiga, melaksanakan puasa berisi pertanyaan tentang sebagaimana siswa rutin dalam melaksanakan puasa. Pada indikator ini terdapat 4 butir pertanyaan yaitu 17, 18, 19, 20. Setelah dihitung menggunakan Microsoft Excel 2007 diperoleh nilai mean sebesar 9,39 sehingga apabila dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang- kadang (C), median sebesar 9 sehingga dibandingkan dengan bobot soal berarti rata-rata responden memilih jawaban kadang-kadang (C), modus sebesar 9, nilai minimum sebesar 4, nilai maksimum sebesar 16 dan standar deviasi sebesar 2,37.
Berdasarkan hasil analisa persamaan regresi diperoleh nilai persamaan 𝑌 = 18,797 + 0,691𝑋 dan diperoleh nilai linearitas sebesar 0,375 dimana nilai linearitas itu jika dibandingkan dengan taraf signifikansi
(5%) menunjukkan bahwa nilai deviation from liniarity lebih besar dari taraf signifikansi (0,05) artinya persamaan regresi di atas bisa dipakai untuk menjelaskan besaran perubahan nilai Y apabila nilai pada variabel X ditingkatkan kualitasnya. Berdasarkan persamaan regresi diatas, diperoleh nilai konstanta atau nilai a = 18,797 dan nilai b = 0,691 artinya setiap kenaikan 100% akan terjadi peningkatan terhadap variabel Y sebesar 0,01382. Hal ini terjadi apabila nilai X diperbaiki kualitasnya dan mengalami peningkatan 0,01382.
Adapun besaran pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa di MTs.
Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII saat ini bisa dilihat dari nilai koefisien determinasi sebesar 44,6% artinya pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII sebesar 44,6% adapun selebihnya pengamalan keagamaan dipengaruhi oleh faktor yang lain.
Berdasarkan persamaan regresi dan bobot regresi maka dapat dijelaskan penggunaan jejaring sosial berpengaruh terhadap pengamalan keagamaan siswa di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII artinya setiap ada perubahan kualitas indikator jejaring sosial maka akan mempengaruhi pengamalan keagamaan.
Tingkat intensitas penggunaan jejaring sosial yang dilakukan oleh siswa di MTs Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII berdasarkan perhitungan tersebut telah berpengaruh terhadap kebiasaan menjalankan sholat, membaca Al-Qur’an dan melaksanakan puasa. Ketika intensitas penggunaan jejaring sosial sangat rendah terhadap kebiasaan menjalankan sholat, artinya bahwa responden tersebut tidak menggunakan jejaring sosial pada waktu sholat dengan kata lain tidak mengganggu responden untuk menjalankan sholat pada waktunya. Dan ketika intensitas penggunaan jejaring sosial rendah terhadap membaca Al-Qur’an, artinya walaupun responden menggunakan jejaring sosial tetapi responden
tetap meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an.
Kemudian ketika intensitas penggunaan jejaring sosial sangat rendah terhadap melaksanakan puasa, artinya responden menggunakan jejaring sosial untuk mengisi waktu luang selama menjalankan puasa tetapi tidak mengganggu waktu sholat dan membaca Al-Qur’an. Hal ini berhubungan dengan apa yang disampaikan oleh Asep Wahidin bahwa jejaring sosial diakses pada waktu luang dan pada waktu malam setelah Isya dan sebelum tidur namun kadang-kadang siang, jika ada keperluan yang memungkinkan harus mengakses jejaring sosial sehingga tidak mengganggu waktu shalat dan waktu membaca Al- Qur’an serta pelaksanaan puasa.57
Tingkat penggunaan jejaring sosial untuk informasi yang dilakukan oleh siswa di MTs Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII berdasarkan perhitungan tersebut telah berpengaruh terhadap kebiasaan
57Asep Wahidin, dkk “Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Religiusitas Mahasiswa Universitas Islam Bandung”. Komunikasi Penyiaran Islam, Gelombang 2, Tahun Akademik 2014-2015. hlm. 21.
menjalankan sholat, membaca Al-Qur’an dan melaksanakan puasa. Ketika penggunaan jejaring sosial untuk informasi nya sedang terhadap menjalankan sholat, artinya bahwa responden menggunakan jejaring sosial untuk mencari informasi keagamaan sehingga terkadang responden sering melewatkan waktu sholat karena asik menggunakan jejaring sosial. Dan ketika penggunaan jejaring sosial untuk informasi nya sangat rendah terhadap membaca Al-Qur’an, artinya responden menggunakan jejaring sosial untuk mencari informasi terkait tajwid Al- Quran sehingga akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan membaca Al-Qur’an. Kemudian ketika penggunaan jejaring sosial untuk informasi nya sedang terhadap melaksanakan puasa, artinya ketika responden menggunakan jejaring sosial untuk mengisi waktu luang selama puasa, tetapi terkadang responden melupakan waktu sholat dan membaca Al-Qur’an. Hal ini berhubungan dengan apa yang disampaikan oleh Asep Wahidin bahwa dampak positif yang akan dirasakan
melalui adanya jejaring sosial mudahnya mendapatkan informasi yang cepat dan bermanfaat bagi pelaksanaan sholat itu sendiri seperti artikel-artikel ilmu tentang tatacara shalat dan keajaiban sholat dimanapun berada tanpa ada hambatan, sedangkan dampak negatifnya dapat terlihat dengan munculnya sifat candu terhadap jejaring sosial yang mengakibatkan naik dan turunnya semangat terhadap pelaksanaan sholat, membaca Al-Qur’an dan pelaksanaan puasa.58
Tingkat penggunaan jejaring sosial untuk berinteraksi yang dilakukan oleh siswa di MTs Yusuf Abdussatar Kediri kelas VIII berdasarkan perhitungan tersebut telah berpengaruh terhadap kebiasaan menjalankan sholat, membaca Al-Qur’an dan melaksanakan puasa. Ketika penggunaan jejaring sosial untuk berinteraksi nya kuat terhadap menjalankan sholat, artinya responden menggunakan jejaring sosial pada waktu jam sholat sehingga mengganggu waktu untuk
58Ibid, hlm. 24.
melaksanakan sholat. Dan ketika penggunaan jejaring sosial untuk berinteraksi nya sangat rendah terhadap membaca Al-Qur’an, artinya bahwa penggunaan jejaring sosial yang dilakukan untuk berinteraksi dengan orang lain tidak mengganggu waktu untuk membaca Al-Qur’an dengan kata lain reponden menggunakan jejaring sosial tidak diwaktu membaca Al-Qur’an. Kemudian ketika penggunaan jejaring sosial untuk berinteraksi nya sedang terhadap melaksanakan puasa, artinya bahwa penggunaan jejaring sosial digunakan untuk mengisi waktu luang selama puasa tetapi terkadang karena keasikan mengakses jejaring sosial sehingga sering menunda untuk menjalankan sholat dan membaca Al-Qur’an. Hal ini berhubungan dengan apa yang disampaikan oleh Phaisal bahwa penggunaan jejaring sosial memberikan dampak positif dan negatif yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia termasuk di dalamnya kehidupan beragama.
Dampak positif yang dirasakan ialah sebagai media komunikasi serta bisa memanfaatkan smartphone yang
ada untuk belajar tentang agama tanpa adanya perantara seorang ustad/ustadzah seperti mendowload aplikasi al- qur’an untuk belajar membaca. Dan untuk dampak negatifnya ialah sering melalaikan waktu dalam beribadah seperti menunda melaksanakan sholat karena asik mengakses jejaring sosial.59
Adapun batasan dalam penelitian ini yaitu peneliti hanya membahas pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa. Jejaring sosial merupakan sebuah web yang berbasis internet yang digunakan untuk berkomunikasi satu sama lainnya tanpa harus bertatap muka secara langsung. Sedangkan pengamalan keagamaan adalah proses (perbuatan) melaksanakan atau menunaikan kewajiban yang berupa pengamalan ajaran agama islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.
59Paisal dan Abbas, “Dampak Media Sosial Terhadap Perilaku Keagamaan Remaja di Desa Barakkae Kec. Lamuru Kab. Bone”. Jurnal Al- Nashihah, Volume 4, No 1, ISSN 2503-104X, 2014. hlm. 29.
Dari hasil kajian teori yang relevan dari skripsi yang dilakukan oleh Evi Fatmasari dengan judul penelitian pengaruh penggunaan media sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa kelas XI MA Al-Bidayah Candi. Pada penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh penggunaan media sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa kelas XI MA Al-Bidayah Candi. , hal ini menunjukkan adanya kesamaan dengan penelitian ini yaitu adanya pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa kelas VIII di MTs Yusuf Abdussatar Kediri. Penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan peneliti.
Penelitian ini juga didukung penelitian yang dilakukan oleh Galih Aji Pratomo, yaitu pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa kelas X SMA Negeri 3 Salatiga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa kelas X SMA Negeri 3
Salatiga. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa kelas X SMA Negeri 3 Salatiga.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis paparkan di atas menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung = 10,697 lebih besar dari nilai ttabel =1,656, artinya terdapat pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap pengamalan keagamaan siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,668 atau 66,8%.
Untuk itu dapat disimpulkan bahwa semakin sering siswa menggunakan atau mengakses jejaring sosial, maka semakin rendah tingkat pengamalan keagamaan siswa kelas VIII di MTs Yusuf Abdussatar tahun pelajaran 2020/2021. Karena dampak dari penggunaan jejaring sosial yaitu dapat membuat kecanduan penggunanya, sehingga lupa waktu saat mengaksesnya yang membuat lalai akan kewajiban sebagai seorang
muslim. Hal ini dapat membuat pengamalan keagamaan siswa kelas VIII di MTs Yusuf Abdussatar tahun pelajaran 2020/2021 menjadi terganggu.
B. Saran
1. Kepada Kepala Sekolah
Supaya terus memberikan bimbingan dan arahan agar MTs Yusuf Abdussatar Kediri menjadi lebih baik lagi serta memberikan aturan ketat terkait dilarang keras membawa handphone/menggunakan handphone dilingkungan sekolah dan memberikan sanksi bagi siswa yang melanggar segala bentuk aturan sekolah.
2. Kepada Guru
Agar para guru dapat meningkatkan profesionalitasnya sebagai tenaga kependidikan, karena sangat berpengaruh terhadap siswa. Dan diharapkan agar guru dapat memanfaatkan jejaring sosial untuk membina sikap/perilaku siswa, misalnya
mencari informasi atau pengetahuan tentang keagamaan di jejaring sosial.
3. Kepada siswa
Diharapkan agar siswa dapat memanfaatkan jejaring sosial dengan baik dan bisa mengatur waktu serta dapat menggunakan jejaring sosial untuk hal-hal yang positif yang mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan.
4. Kepada Orang Tua Siswa
Supaya dapat menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan sekolah dan dapat memantau kegiatan anak-anaknya terutama dalam penggunaan jejaring sosial di luar lingkungan sekolah, agar tidak mengganggu kegiataan keagamaan putra-putri nya.
DAFTAR PUSTAKA
Asep Wahidin, dkk “Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Religiusitas Mahasiswa Universitas Islam Bandung”.
Komunikasi Penyiaran Islam, Gelombang 2, Tahun Akademik 2014-2015.
A Andjani, dkk, “Penggunaan Media Komunikasi WhatsApp Terhadap Efektivitas Kinerja Karyawan”, Jurnal Komunikatio Volume 4 Nomor 1, April 2018.
Ali Noer, dkk, “Upaya Ekstrakurikuler Kerohanian Islam (ROHIS) dalam Meningkatkan Sikap Keberagamaan Siswa di SMK Ibnu Taimiyah Pekanbaru”, Jurnal Al-Thariqah Vol. 2, No. 1, Juni 2017.
Aulia Nurhanifa, dkk, “Kontrol Diri Dalam Penggunaan Media Sosial Pada Remaja”, Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, Vol.
3, No. 4, 2020, hlm. 528.
Ashif Az Zafi, “Pemahaman dan Penghayatan Peserta Didik tentang Ibadah dalam Pembelajaran Fiqih di MI Manafiul Ulum Gebog Kudus”, Elementary Vol. 6 No. 1, January- June 2020, hlm. 51
Edwi Arief Sosiawan, “Penggunaan Situs Jejaring Sosial sebagai Media Interaksi dan Komunikasi di Kalangan Mahasiswa”, Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9, Nomor 1, Januari- April 2011, hlm. 67.
Ega Dewa Putra, “Menguak Jejaring Sosial”, Serpong, 2014.
Etta Mamang Sangadji, “Metodelogi Penelitian: Pendekatan Praktis Dalam Penelitian”, Yogyakarta: CV Andi Offset, 2010.
Hana Nur Rahmawati, dkk, “Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial Dengan Motivasi Belajar Remaja”, Jurnal Keperawatan Volume 5 No 2, November 2017, hlm. 80.
Husein Umar, “Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis”, Jakarta: Rajawali Pers, 2020.
Jaenal Abidin dan Ilham Fahmi, “Media Sosial dalam Mempengaruhi Perilaku Keberagamaan Siswa dan Solusinya Melalui Pendidikan Agama Islam, Jurnal Wahana Karay Ilmiah_Pascasarjana (S2) PAI Unsika, Vol. 3. No. 1 Jan-Juni 2019, hlm. 309.
M. Ridwan dalam Jurnal Al-mishbah, Vol 15 No 2 Tahun 2019 dengan judul: Pengaruh Dakwah di Instagram Terhadap Perilaku Keagamaan Mahasiswa.
Madcoms, “Mencari Teman lewat Facebook & Friendster”, Andi Offset, 2009.
Nisa Khairuni, “Dampak Positif dan Negatif Sosial Media Terhadap Pendidikan Akhlak Anak”, Jurnal Edukasi Vol. 2, Nomor 1, Januari 2016, hlm. 99.
Nasrah, dkk, “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis Pendekatan Contexstual Teaching And Learning (CTL) Untuk Memotivasi dan Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Balocci Pengkep”, Jurnal Pendidikan Fisika Volume 5, Nomor 2, 2015, hlm. 242.
Okik Adishya Banu Wiryada, dkk,”Gambaran Cyberbullying Pada Remaja Pengguna Jejaring Sosial Di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Ungaran”, Jurnal Psikologi Ilmiah, Intuisi 9 (1) (2017), hlm. 86.
Paisal dan Abbas, “Dampak Media Sosial Terhadap Perilaku Keagamaan Remaja di Desa Barakkae Kec. Lamuru Kab.
Bone”. Jurnal Al-Nashihah, Volume 4, No 1, ISSN 2503- 104X, 2014. hlm. 29.
Satria MA Koni, “Pengaruh Jejaring Sosial Terhadap Pendidikan Karakter Peserta Didik”, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Volume 4, Nomor 2 : Agustus 2016, hlm. 40.
Sugiyono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, Bandung:
Alfabeta,2010.
Sugiyono, “Statistika Untuk Penelitian”, Bandung: Alfabeta, 2017.
Suharsimi Arikunto, “Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik”, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Sutarto, “Pengembangan Sikap Keberagamaan Peserta Didik”. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, Vol. 2, No. 1, 2018, hlm. 33.
Sahadir Nasution, “Keikutsertaan Dalam Majelis Taklim dan Pengamalan Keagamaan”, Jurnal Darul Ilmi Vol. 06, No.
02 Desember, hlm. 177.
Sitti Utari Lamangga, “ Pengamalan Ajaran Agama Islam Pada Peserta Didik di SD Inpres Kec. Bunaken Kepulauan Kota Manado, (Skripsi, FTIK IAIN Manado, Manado, 2020).
Syofian Siregar, “Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013.
Wahyuni Januarti Drakel, dkk, “Perilaku Mahasiswa Dalam Menggunakan Media Sosial Di Universitas SAM Ratulangi Manado”, Jurnal HOLISTIK, Tahun XI No.21A / Januari- Juni 2018, hlm. 9.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian Akademik
Lampiran 2 Surat Izin Penelitian KESBANGPOLDAGRI
Lampiran 3 Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian
Lampiran 4 Kartu Konsultasi Skripsi
Lampiran 5
ď‚· Data Responden
No Nama Responden Jenis Kelamin
Kelas 1 Alya Isnaeni Perempuan VIIIA 2 Annisa Ramdhani Perempuan VIIIA 3 Ariani Safira Perempuan VIIIA 4 Aura Satifa Perempuan VIIIA 5 Bq.Asa Mayla
Mandayani
Perempuan VIIIA 6 Bunga Zaizafun
Hawa
Perempuan VIIIA 7 Devi Susanti Perempuan VIIIA 8 Diafa Rahmani Perempuan VIIIA 9 Eka Rahmawati Perempuan VIIIA 10 Fania Zaparani Perempuan VIIIA 11 Haya Galuh Rizkya
Ningsih
Perempuan VIIIA 12 Husna Afriana Perempuan VIIIA 13 Ilmi Wasilah Perempuan VIIIA 14 Intan Muliani Perempuan VIIIA 15 Lia Aprilia Perempuan VIIIA 16 Liaerin Rahmawati Perempuan VIIIA 17 Maulidina Harnita Perempuan VIIIA 18 Minhatul Maula Perempuan VIIIA 19 Najwa Nadira Perempuan VIIIA 20 Nurul Izzati Perempuan VIIIA 21 Raudatul Jannah Perempuan VIIIA
22 Sabrina Hardianti Perempuan VIIIA 23 Safitri Okta Pratimi Perempuan VIIIA 24 Saskia Sindi Amelia Perempuan VIIIA 25 Saskiana Hasan Perempuan VIIIA 26 Sazkia Wulandary Perempuan VIIIA 27 Sugita Sulistiana Perempuan VIIIA 28 Trisna Restu
Agustin
Perempuan VIIIA 29 Ulfa Amalia Perempuan VIIIA 30 Widiya Rosapika Perempuan VIIIA 31 Atika Maula Sari Perempuan VIIIB 32 Atisya Amalia
Firdausi
Perempuan VIIIB 33 Auliana Azzahra Perempuan VIIIB 34 Ayu Andini Perempuan VIIIB 35 Bq. Azizatun Aini Perempuan VIIIB 36 Bq. Karisa Putri Perempuan VIIIB 37 Dea Afwan Perempuan VIIIB 38 Dinda Aulia Perempuan VIIIB 39 Fathiya Izzatul
Azizah
Perempuan VIIIB 40 Febi Sadila Perempuan VIIIB 41 Gina Agustina Perempuan VIIIB 42 Gina Zahira Sukma Perempuan VIIIB 43 Haya Jariani Perempuan VIIIB 44 Kaelan Kalila Perempuan VIIIB
45 Maudida Perempuan VIIIB
46 Melani Biolita Perempuan VIIIB 47 Mufia Tussolihah Perempuan VIIIB 48 Nadin Aulia Al-
Madina
Perempuan VIIIB 49 Najiha Aesyaulia
Putri
Perempuan VIIIB 50 Najma Anisa Fitri Perempuan VIIIB 51 Nesa Heliana Putri Perempuan VIIIB 52 Nindi Zaskia Perempuan VIIIB 53 Nita Handayani Perempuan VIIIB