BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian keterampilan proses sains diperoleh dari hasil kelas eksperimen yaitu kelas XI MIPA 2 dan kelas kontrol yaitu kelas XI MIPA 1. Data yang diperoleh berupa hasil pretest dan hasil posttest kelas kontrol dan kelas kelas eksperimen, serta hasil angket respon siswa kelas eksperimen. Data yang diproses berupa hasil N-gain, hasil uji prasyarat, hasil uji dan hipotesis. Peneliti juga mendeskripsikan kemampuan awal keterampilan proses sains peserta didik secara spesifik, mulai dari mengamati, mengelompokkan/klasifikasi, interpretasi, meramalkan/prediksi, mengajukan pertanyaan, berhipotesis, merencanakan percobaan, menerapkan konsep, dan berkomunikasi.
1. Kemampuan Awal Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Sebelum Perlakuan
Kemampuan awal adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik sebelum diberikan perlakuan proses pembelajaran. Hasil pretest keterampilan proses sains yang diperoleh kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan disajikan pada Gambar 4.1 berikut:
Gambar 4. 1 Histogram Hasil Pretest Peserta Didik pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Berdasarkan perhitungan statistik, maka diperoleh beberapa nilai pemusatan dan penyebaran data dari nilai pre-test yang ditunjukkan pada tabel berikut.
2 4
7 9
5 3
0 0 0
3 6
9 6
3
1 0 0 0
0 2 4 6 8 10
1 - 11,2
11,3 - 22,4
22,5 - 33,6
33,7 - 44,8
44,9 - 56,0
56,1 - 67,2
67,2 - 78,4
78,5 - 89,6
89,7 - Banyaknya Peserta Didik 100
Nilai
Nilai Pretest
Pretest Kontrol Pretest Eksperimen
Tabel 4. 1 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Pretest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Pemusatan dan
Penyebaran Data Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Nilai Tertinggi 66,7 61,1
Nilai Terendah 5,6 5,6
Mean 37,77 31,69
Median 38,90 33,30
Modus 38,90 27,80
Standar Deviasi 15,19 14.27
Nilai rata-rata (mean) hasil pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen secara lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 4.2 sebagai berikut:
Gambar 4. 2 Histogram Nilai Rata-rata (Mean) Pretest Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
2. Kemampuan Akhir Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Setelah Perlakuan
Kemampuan akhir peserta didik merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap peserta didik setelah diberikan perlakuan dalam proses pembelajaran. Hasil kemampuan akhir peserta didik diperoleh dari suatu uji terhadap kelas kontrol dan
37.77
31.69
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Nilai
Nilai Mean Hasil Pre-test
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
kelas eksperimen menggunakan instrumen tes yang disebut posttest. Hasil posttest yang telah diperoleh dari kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan disajikan pada Gambar 4.3 berikut.
Gambar 4. 3 Histogram Hasil Posttest Peserta didik pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Perolehan jumlah nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan akhir kelas peserta didik setelah diberikan perlakuan dengan e-modul berbasis pendekatan saintifik dalam pembelajaran lebih unggul daripada kelas peserta didik yang hanya diberikan perlakuan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab atau konvensional.
Berdasarkan perhitungan statistik, nilai pemusatan dan penyebaran data dari nilai posttest ditunjukkan pada Tabel 4.2 sebagai berikut:
Tabel 4. 2 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Pemusatan dan
Penyebaran Data Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Nilai Tertinggi 83,3 88,90
Nilai Terendah 44,4 50,0
Mean 63,90 70,60
Median 66,70 72,20
Modus 66,70 72,20
0 0 0
2 7
12
7
2 0
0 0 0 0
5 7
10
5
0 0
2 4 6 8 10 12 14
1 - 11,2 11,3 - 22,4
22,5 - 33,6
33,7 - 44,8
44,9 - 56,0
56,1 - 67,2
67,2 - 78,4
78,5 - 89,6
89,7 - 100
Banyaknya Peserta Didik
Nilai
Nilai Posttest
Posttest Kontrol Posttest Eksperimen
Standar Deviasi 10,40 10,76
Nilai rata-rata (mean) hasil posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen secara lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 4.4 berikut.
Gambar 4. 4 Histogram Nilai Rata-rata (Mean) Posttest Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
3. Peningkatan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik
a. Data Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Rekapitulasi data hasil pretest dan posttest keterampilan proses sains peserta didik dapat dilihat pada tebel 4.3 berikut:
Tabel 4. 3 Rekapitulasi Data Hasil Pretest dan Posttest Pemusatan dan
Penyebaran Data
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Pretest Posttest Pretest Posttest
Nilai Tertinggi 66,7 83,3 61,1 88,90
Nilai Terendah 5,6 44,4 5,6 50,0
Mean 37,77 63,90 31,69 70,60
Median 38,90 66,70 33,30 72,20
Modus 38,90 66,70 27,80 72,20
Standar Deviasi 15,19 10,40 14.27 10,76
Rekapitulasi perbandingan nilai rata-rata (mean) pretest dan posttest keterampilan proses sains peserta didik dapat dilihat pada Gambar 4.5 berikut.
63.9
70.6
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai
Nilai Mean Hasil Posttest
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Gambar 4. 5 Histogram Hasil Nilai Rata-rata Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
4. Keterampilan Proses Sains Peserta Didik
Keterampilan proses sains peserta didik pada penelitian ini mengacu pada sembilan indikator menurut Rustaman meliputi: mengamati, klasifikasi/mengelompokan, interpretasi, meramalkan/prediksi, mengajukan pertanyaan, berhipotesis, merencanakan percobaan, menerapkan konsep, dan berkomunikasi. Keterampilan proses sains merupakan sebuah keterampilan pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik untuk menemukan fakta, mengembangkan konsep, dan teori. Sembilan indikator tersebut merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai peserta didik sebagai landasan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan fisika, baik tekstual maupun kontekstual.
Perbandingan nilai pencapaian keterampilan proses sains berdasarkan hasil pretest dan posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada Tabel 4.4 sebagai berikut:
Tabel 4. 4 Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas Kontrol
Aspek Keterampilan
Proses Sains
Skor Ideal
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Posttest Pretest Posttest
𝒙 % 𝒙 % 𝒙 % 𝒙 %
Mengamati 11,2 4,48 40,00 7,84 70,00 6,02 53,7 9,75 87,04 Klasifikasi 11,2 5,23 46,67 8,96 80,00 5,39 48,15 8,5 75,93
37.77
31.69
63.9
70.6
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
Nilai Mean
Aspek Keterampilan
Proses Sains
Skor Ideal
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Posttest Pretest Posttest
𝒙 % 𝒙 % 𝒙 % 𝒙 %
Interpretasi 11,2 4,85 43.33 6,91 61,67 3,11 27,78 7,47 66,67 Prediksi 11,2 5,23 46.67 7,47 66,67 2,7 24,07 7,26 64,82 Mengajukan
Pertanyaan
11,2
4,48 40,00 7,65 68,33 4,98 44,44 8,5 75,93 Berhipotesis 11,2 3,36 30,00 6,72 60,00 2,9 25,93 7,88 70,37 Merencanakan
Percobaan
11,2
2,99 26,67 5,97 53,33 2,7 24,07 7,26 64,82 Menerapkan
Konsep
11,2
3,36 30,00 6,35 56,67 1,7 14,81 7,05 62,96 Berkomunikasi 11,2 4,11 36,67 6,53 58,33 2,28 20,37 7,47 66,67 Jumlah 100 42 340 72 575 32 283 71 635
Perbandingan rata-rata nilai sembilan aspek mengamati dalam keterampilan proses sains peserta didik pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4. 6 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Mengamati
40.00%
53.70%
70.00%
87.04%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
Nilai
Gambar 4. 7 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Klasifikasi
Gambar 4. 8 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Interpretasi
Gambar 4. 9 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Prediksi
46.67% 48.15%
80% 75.93%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
Nilai
43.33%
27.78%
61.67% 66.67%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
Nilai
46.67%
24.07%
66.67% 64.82%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
Nilai
Gambar 4. 10 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Mengajukan Pertanyaan
Gambar 4. 11 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Berhipotesis
Gambar 4. 12 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Merencanakan Percobaan
40% 44.44%
68.33% 75.93%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
30% 25.93%
60.00%
70.37%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
27% 24.07%
53.33%
64.82%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
Gambar 4. 13 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Menerapkan Konsep
Gambar 4. 14 Histogram Persentase Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Aspek Berkomunikasi
5. Peningkatan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik
Peningkatan keterampilan proses sains peserta didik pada kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh dari rata-rata hasil nilai n-gain yaitu dengan cara menghitung selisih nilai posttest dikurangi nilai pretest, kemudian hasil tersebut dibagi dengan hasil selisih dari nilai ideal dikurangi nilai pretest. Hasil perolehan n-gain kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:
Tabel 4. 5 Nilai N-Gain Keterampilan Proses Sains Peserta Didik
Kelas N-Gain Keterangan
Kontrol 0,42 Sedang
Eksperimen 0,58 Sedang
30%
14.81%
56.67% 62.96%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
37%
20.37%
58.33%
66.67%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
100%
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Pretest Postest
Berdasarkan data di atas, perolehan rata-rata nilai n-gain pada kelas eksperimen dengan perlakuan pembelajaran e-modul berbasis pendekatan saintifik lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan perlakuan metode konvensional.
Hasil representasi rata-rata nilai n-gain penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4. 15 Diagram Batang Skor Rata-rata N-Gain Keterampilan Proses Sains Peserta Didik
6. Peningkatan Indikator Keterampilan Proses Sains Peserta Didik
Peningkatan keterampilan proses sains peserta didik diperoleh dari rata-rata N-gain pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil nilai n-gain peserta didik berdasarkan aspek keterampilan proses sains dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:
Tabel 4. 6 Nilai N-Gain Aspek Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Aspek
Keterampilan Proses Sains
N-Gain
Kontrol Keterangan Eksperimen Keterangan
Mengamati 0,48 Sedang 0,59 Sedang
Klasifikasi /
Mengelompokkan 0,43 Sedang 0,48 Sedang
Interpretasi 0,42 Sedang 0,59 Sedang
0.42
0.58
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
N-gain Kelas Kontrol N-gain Kelas Eksperimen
Nilai N-GAIN
Aspek Keterampilan
Proses Sains
N-Gain
Kontrol Keterangan Eksperimen Keterangan
Prediksi 0,38 Sedang 0,46 Sedang
Mengajukan
Pertanyaan 0,40 Sedang 0,57 Sedang
Berhipotesis 0,43 Sedang 0,63 Sedang
Merencanakan
Percobaan 0,42 Sedang 0,59 Sedang
Menerapkan
Konsep 0,38 Sedang 0,56 Sedang
Berkomunikasi 0,35 Sedang 0,57 Sedang
Berdasarkan rata-rata nilai N-gain yang diperoleh, keterampilan proses sains kelas kontrol dan kelas eksperimen termasuk ke dalam kategori sedang, dari tabel 4.7 terlihat bahwa perlakuan pembelajaran yang konvensional (kelas kontrol) memiliki nilai lebih rendah dari kelas eksperimen, sedangkan kelas eksperimen dengan pembelajaran keterampilan proses sains menggunakan e-modul lebih tinggi dari kelas kontrol. Tabel 4.7 bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 4. 16 Histogram Peningkatan Sembilan Aspek Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
7. Hasil Uji Prasyarat a. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas adalah salah satu uji prasyarat analisis statistik untuk mengetahui apakah data yang digunakan berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak normal. Pada uji normalitas yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan software IBM SPSS Statistics 26, data penelitian dikatakan normal jika nilai Sig. > taraf signifikansi (𝛼 = 0.05). Uji normalitas dilakukan terhadap data hasil pretest dan posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji normalitas terhadap data hasil pretest dan posttest menggunakan rumus uji Shapiro-wilk melalui software IBM SPSS Statistics 26.. Hasil uji normalitas pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:
Tabel 4. 7 Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Shapiro-Wilk
Pretest Posttest
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol
0.48 0.43 0.42
0.38 0.4 0.43 0.42
0.38 0.35 0.59
0.48
0.59
0.47
0.57
0.63 0.59
0.56 0.57
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
Niali N-Gain
Kelas Kontrol Kelas Ekasperimen
Sig. 0,860 0,897 0,361 0,319
α sig.≥ 0.05 = Ho diterima
Keputusan
Data berdistribusi
normal
Data berdistribusi
normal
Data berdistribusi
normal
Data berdistribusi
normal Berdasarkan uji normalitas Shapiro-Wilk pada taraf signifikansi 5% atau 0,05 diperoleh nilai sig. kesimpulan diambil berdasarkan pada ketentuan pengujian hipotesis normalitas, yaitu jika 𝑠𝑖𝑔. ≥ 𝛼 (0,05) maka diterima dan ditolak, dengan kesimpulan sampel berasal dari populasi data berdistribusi normal. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa hasil uji normalitas pretest pada kelas kontrol memiliki nilai sig. sebesar 0,897 dan posttest memiliki nilai sig. sebesar 0,319. Sehingga, hasil uji normalitas pretest dan posttest pada kelas kontrol memiliki nilai sig. data diatas dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data hasil pretest dan posttest pada kelas kontrol berasal dari populasi data yang berdistribusi normal. Sedangkan hasil uji normalitas pretest pada kelas eksperimen memiliki nilai sig. diatas 0,05 yaitu sebesar 0,860 dan posttest memiliki nilai sig. sebesar 0,361. Maka dapat disimpulkan bahwa data hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen berasal dari populasi data yang berdistribusi normal juga.
b. Hasil Uji Homogenitas
Uji homogenitas merupakan uji prasyarat analisis statistik yang dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelas (kelas kontrol dan kelas eksperimen) memiliki varians yang homogen atau tidak homogen. Uji homogenitas dilakukan terhadap data hasil pretest dan posttest yang telah diperoleh kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji homogenitas terhadap data hasil pretest dan posttest menggunakan Levene Statistic melalui software IBM SPSS Statistics 26. Hasil uji homogenitas pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:
Tabel 4. 8 Hasil Uji Homogenitas Pretest dan Posttest
Lavene Statistics
Pretest Posttest
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol
Sig. 0.851 0.993
α sig.≥ 0.05 = Ho diterima
Keputusan Data homogen Data homogen
Berdasarkan uji homogenitas Levene Statistic berbantuan software IBM SPSS Statistics 26 dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Keputusan yang diambil berdasarkan pada ketentuan pengujian hipotesis homogenitas yaitu, jika sig. ≥ 0.05 maka hipotesis diterima atau data homogen. Tabel 4.9 menunjukkan hasil uji homogenitas data pre-test sebesar 0.851, sedangkan data post-test 0.993, kedua hasil uji homogenitas tersebut baik pre-test dan post-test memiliki nilai sig. di atas nilai taraf signifikansi (0.05). Maka dapat dinyatakan bahwa data hasil pre-test dan posttest adalah homogen.
8. Hasil Uji Hipotesis
Berdasarkan uji prasyarat analisis statistik (uji normalitas dan uji homogenitas), diperoleh bahwa data nilai pre-test berdistribusi normal baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Sedangkan data nilai post-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen juga berdistribusi normal. Varian data antara kelas kontrol dan eksperimen adalah sama, yaitu memiliki varian data yang homogen. Oleh karena itu, kedua uji prasyarat tersebut sangat berpengaruh terhadap penentuan uji hipotesis yang diterapkan dalam penelitian ini. Pengujian hipotesis pada saat pretest dan posttest menggunakan uji yang sama yaitu uji-t berbantuan SPSS Statistics 25.
Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut:
Tabel 4. 9 Hasil Uji Hipotesis Pretest dan Posttest
Statistik Uji-t
Pretest Posttest
Sig. 0,125 0,02
α sig.≥ 0.05 = Ho diterima
Keputusan Ho diterima Ho ditolak
Berdasarkan tabel 4.10 dapat dilihat bahwa hasil uji hipotesis nol (𝐻𝑜) data pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki nilai Sig. (2-tailed) yang lebih
besar dari taraf signifikansi ( 𝛼 = 0,05). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan e-modul berbasis pendekatan saintifik terhadap hasil keterampilan proses sains peserta didik. Pada tabel di atas juga, bisa dilihat bahwa hasil uji hipotesis nol (𝐻𝑜) data post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki nilai Sig. (2- tailed) yang lebih kecil dari taraf signifikansi (𝛼 = 0,05). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh e- modul berbasis pendekatan saintifik terhadap hasil keterampilan proses sains peserta didik.
9. Hasil Analisis Angket
Hasil data angket respon peserta didik yang diperoleh dari kelas eksperimen yang diberi perlakuan pembelajaran e-modul berbasis pendekatan saitifik direkapitulasi berdasarkan nilai yang telah ditentukan. Formulir berisikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab peserta didik dan paling sesuai dengan gambaran keadaan ketika proses pembelajaran. Setiap pertanyaan direkapitulasi berdasarkan nilai yang sudah ditentukan untuk kemudian diolah dengan cara menjumlahkan tiap-tiap indikator angket. Hasil rekapitulasi data kemudian diolah dengan menjumlahkan nilai setiap indikator angket. Nilai hasil penjumlahan setiap indikator dipersentasekan kemudian diinterpretasikan dalam bentuk keterangan tanggapan peserta didik terhadap e-modul berbasis pendekatan saintifik. Hasil respon peserta didik terhadap e-modul berbasis pendekatan saintifik tersebut dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut.
Tabel 4. 10 Respon Peserta Didik terhadap Penerapan E-Modul Berbasis Pendekatan Saintifik terhadap Keterampilan Proses Sains
No Indikator Angket Persentase Respon
Peserta Didik Interpretasi
1
Respon peserta didik terhadap pembelajaran fisika menggunakan e-modul berbasis pendekatan saintifik materi kalor dan perpindahan kalor
79,6% Hampir
seluruhnya
2
Kelebihan e-modul berbasis pendekatan saintifik materi kalor dan perpindahan kalor
dibandingkan dengan
pembelajaran yang biasa diterapkan di kelas
81,3% Hampir
seluruhnya
3
Respon peserta didik terhadap kemampuan proses sains melalui pembelajaran fisika dengan e- modul berbasis pendekatan saintifik materi kalor dan perpindahan kalor
83,3% Hampir
seluruhnya
Rata-rata 81,4% Hampir
seluruhnya
Hasil angket respon peserta didik untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut:
Gambar 4. 17 Histogram Hasil Respon Angket Kelas Eksperimen
79.6% 81.3% 83.3%
50 60 70 80 90 100
Respon peserta didik terhadap pembelajaran fisika
menggunakan e-modul berbasis pendekatan saintifik materi kalor dan perpindahan
kalor
Kelebihan e-modul berbasis pendekatan saintifik materi kalor dan perpindahan kalor
dibandingkan dengan pembelajaran yang biasa
diterapkan di kelas
Respon peserta didik terhadap kemampuan proses
sains melalui pembelajaran fisika dengan e-modul berbasis pendekatan saintifik materi kalor dan perpindahan
kalor