• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN

B. Saran

BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh penggunaan e-modul berbasis pendekatan saintifik terhadap hasil keterampilan proses sains peserta didik. Hasil uji hipotesis dengan nilai sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,02. Terdapat perbedaan rata-rata posttest hasil keterampilan proses sains pada kedua kelompok dengan nilai keterampilan proses sains kelas eksperimen lebih tinggi.

2. Peningkatan keterampilan proses sains menggunakan e-modul berbasis pendekatan saintifik kelompok eksperimen dengan nilai n-gain sebesar 0,58 yang berada pada kategori sedang.

3. Respon peserta didik penggunaan e-modul berbasis pendekatan saintifik yang termotivasi dengan persentase 79,6%, pemahaman pengetahuan pembelajaran dengan persentase 81,3%, dan yang memiliki keterampilan proses sains dengan persentase 83,3%. Rata-rata resepon peserta didik berada dalam kategori hampir seluruhnya yaitu dengan persentase sebesar 81,4%.

4. Guru hendaknya mampu memastikan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dan pengerjaan tugas

5. Penggunaan e-modul berbasis pendekatan saintifik dapat diujicobakan pada pembelajaran offline.

DAFTAR PUSTAKA

Akmal. Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Problem-Based Learning pada Konsep Mutasi Kelas IPA 3 SMA Negeri 2 Sidrap, Jurnal Biology Teaching and Learning, Vol. 2, No 1, Juni 2019.

Al-Habib, Mus’ad. “Pengaruh Alat Peraga Keseimbangan dan Dinamika Rotasi Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa”, Skripsi pada Sarjana Strata satu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2020. Tidak dipublikasikan.

Alwardah, M. Nanda dkk. Penerapan Model Discovery Learning dengan Menggunakan Media Video Animasi terhadap Hasil Belajar Peserta Didik, Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika (INPAFI), Vol. 8, No. 2, 2020.

Arifin, Syamsul dkk, Kebijakan Merdeka Belajar dan Implikasinya terhadap Pengembangan Desain Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, Vol. 7, No. 1, Juni 2021.

Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan edisi 2. Jakarta: Bumi Aksara, 2015.

Daryanto. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media, 2014.

Direktorat Pembinaan SMA. Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Panduan Penyusunan E -modul 2017. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, 2017.

Dwiyanti, Indri dkk. Studi Fenomenologi Penggunaan E-Modul Dalam Pembelajaran Daring Muatan IPA Di SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Vol. 6, No. 1, Juni 2021.

Elvanisi, Ade dkk. Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, Vol. 4, No. 2, 2018.

Elvarita, Anna. Pengembangan Bahan Ajar Mekanika Tanah Berbasis E-Modul Pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Jakarta, Jurnal Pendidikan Teknik Sipil (JpenSil), Vol. 9. No. 1, 1 Januari 2020.

Giancoli, Dauglas C. FISIKA: Prinsip dan Aplikasi Edisi ke-7 Jilid 1. Jakarta:

Erlangga, 2014.

Habibilah, Junaedi. “Pengaruh Hypermedia terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Konsep Teori Kinetik Gas”, Skripsi pada Sarjana Strata satu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017.

Hasan, Nur. Implementasi Pendekatan Saintifik Dalam Meningkatkan Minat Belajar Pai Di Smk Kartika Grati Kabupaten Pasuruan, Jurnal Al- Makrifat, Vol. 4, No. 2, Oktober 2019.

Islami, Monalisa dkk. Pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Berbasis Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas Xi Sman 8 Makassar, Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika, Vol.

15, No. 2, Agustus 2019.

Kanginan, Marten. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga, 2017.

Lestari, Lasmi. Validitas dan Praktikalitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Materi Kingdom Plantae Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Peserta Didik Kelas X SMA/MA. Jurnal Eksakta Pendidikan. Vol. 2, No. 2, 2018.

Mansur, Hamsi dan Rafiudin. Pengembangan Media Pembelajaran Infografis untuk Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa, Jurnal Komunikasi Pendidikan, Vol. 4, No. 1, 2020.

Marselina, Vince dan Ali Muhtadi, Pengembangan Buku Digital Interaktif Matematika Pada Materi Geometri, Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, Vol. 6, No. 2, Oktober 2019

Misdawati, dkk. Pengembangan Kartu Pintar Fisika untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Kelas Xi pada Materi Kesetimbangan Benda Tegar, Jurnal Hasil Kajian, Inovasi, dan Aplikasi Pendidikan Fisika, Vol. 3, No. 2, November 2017.

Musfiqon dan Nurdyansyah. Pendekatan Pembelajaran Saintifik. Siduarjo:

Nizamia Learning Center, 2015.

Rustaman, Nuryani. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press, 2005.

Pahrudin, Agus dan Dona Dinda Pratiwi. Pendekatan Saintifik dalam Implementasi Kurikulum 2013 dan Dampaknya Terhadap Kualitas Proses dan Hasil Pembelajaran pada MAN di Provinsi Lampung. Bandar Lampung:

Pustaka Ali Imron, 2019.

PERMENDIKBUD Nomor 103 Tahun 2014 pasal 2 ayat 8

PERMENDIKBUD. Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. 2016.

Rani, Indah Mawar dkk. Analisis Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMA Kelas X Di Kecamatan Seberang Ulu I Dan Kertapati Palembang, Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, Vol. 6, No. 1, April 2019.

Rusliati, Ely dan Rita Retnowati. Inkuiri Terbimbing Pada Laboratorium Virtual Dan Rill Untuk Membangun Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Proses Sains, Journal of Science Education and Practice, Vol. 3, No. 2, 2019.

Rustaman, Nuryani, dkk. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press, 2005.

Santika, Reva Ragam dkk. Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Untuk Guru-Guru SDN Di Tangerang, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat TEKNO, Vol. 1, No. 1, 2020

Semiawan, Conny, dkk. Pendekatan Keterampilan Proses: Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Jakarta: PT Gramedia, 1990.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R

& D. Bandung: Alfabeta, 2013.

Suhanda dan Sugeng Suryanto. Penerapan Pembelajaran Kimia Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X Sma Negeri 2 Purworejo. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol. 12, No. 2, 2018.

Suwarna, Iwan Permana. Laporan Penelitian Pengembangan Tata Kelola Kelembagaan “Pengembangan Instrumen Ujian Komprehensif Mahasiswa Melalui Computer Based Test pada Program Studi

Pendidikan Fisika”. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLITPEN) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2016.

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003

Young, Hugh D dan Freedman, Roger A. FISIKA UNIVERSITAS/Edisi Kesepuluh/Jilid 1. Jakarta: Erlangga, 2002.

Yunarsi, Devi Astri dkk. Pengaruh Media Pembelajaran Pop-up Book terhadap Hasil Belajar Siswa pada Meteri Perpindahan Kalor, Journal of Education, Vol. 1, No. 1, 2021

DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN A

PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Lembar Wawancara Guru pada Studi Pendahuluan 2. RPP Kelas Eksperimen

3. RPP Kelas Kontrol

4. Print screen e-modul berbasis pendekatan saintifik

Lampiran A. 1 Lembar Wawancara Guru pada Studi Pendahuluan HASIL WAWANCARA GURU

A. Identitas Sekolah

Sekolah : MAN 7 Jakarta

Alamat : Jalan Binawarga No. 99 RT.8/RW.7, Srengseng Sawah, Jagakarsa, RT.8/RW.7, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Waktu : 1 Oktober 2021 B. Identitas Narasumber

Nama : Teguh Priyanto, M.Pd Jabatan : Guru Fisika

C. Pertanyaan Wawancara

No Pertanyaan Jawaban

1 Kurikulum apakah yang diterapkan di sekolah Bapak/Ibu?

Kurikulum 2013

2 Apakah pelaksanaan

pembelajaran sudah sesuai dengan kurikulum yang diterapkan?

Sebelum pandemi Covid-19 sudah melaksanakan dengan baik, tetapi saat ini guru-guru masih

beradaptasi terhadap

pembelajaran jarak jauh (PJJ).

3 Bagaimana kondisi peserta didik ketika Bapak/Ibu melakukan kegiatan pembelajaran selama pandemi Covid-19?

Peserta didik banyak yang kesulitan memahami

pembelajaran jarak jauh, karena banyak kendala terutama dalam kuota internet.

5 Apakah Bapak/Ibu mengetahui apa itu keterampilan proses sains?

Ya sedikit tau

6 Dari beberapa aspek keterampilan proses sains, aspek

Mungkin keterampilan merencanakan percobaan, pengamatan, membuat

No Pertanyaan Jawaban apakah yang harus dilatih oleh

peserta didik?

pertanyaan, membuat hipotesis, dll

7 Apakah peserta didik dilatih keterampilan proses sains?

Saat pembelajaran jarak jauh tidak dilatih keterampilan proses sains.

8 Menurut Bapak/Ibu, materi fisika apa saja yang memerlukan banyak keterampilan ?

Fluida statis dan dinamis, suhu, kalor dan perpindahan kalor, termodinamika hingga gelombang materi yang lumayan sulit untuk dipahami peserta didik.

9 Seberapa penting model atau media pembelajaran jika diterapkan pada pembelajaran?

Penting karena untuk mendukung selama proses pembelajarin 10 Apa saja media yang digunakan

Bapak dalam kegiatan pembelajaran selama Covid-19?

Menggunakan WhatsApp, e- leaning, video dari youtube, dan terkadang zoom.

11 Apa saja kesulitan yang dihadapi saat menerapkan media pembelajaran selama Covid-19?

Waktu, karena terkadang ada saja peserta didik yang terlambat masuk.

12 Apakah hasil belajar materi kalor dan perpindahan kalor sudah mencapai kriteria ketuntasan minimum?

Sebagian besar belum

13 Menurut Bapak/Ibu, jika pembelajaran menggunakan e- modul untuk mensimulasikan percobaan mampu meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik?

Saya rasa mampu, karena peserta didik lebih paham dan mengerti jika ada simulasi yang dilakukan dan mampu meningkatkan semangat belajar.

Lampiran A. 2 RPP Kelas Eksperimen

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen)

Sekolah : MAN 7 Jakarta Mata Pelajaran : Fisika

Kelas / Semester : XI / 1

Materi Pokok : Kalor dan Perpindahan Kalor Sub Materi Pokok : Pemuaian

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

Pertemuan : 1

A. KOMPETENSI INTI

KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan diri yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. KOMPETENSI DASAR (KD) DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

KD-3 KD-4

3.5 Menganalis pengaruh kalor dan perpindahan kalor yang meliputi karakteristik termal suatu bahan, kapasitas dan

4.5 Merancang dan melakukan percobaan tentang karakteristik termal suatu bahan, terutama terkait dengan kapasitas dan konduktivitas kalor, beserta

konduktivitas kalor pada kehidupan sehari – hari

presentasi hasil percobaan dan pemanfaatannya

IPK IPK

3.5.1 Menjelaskan pengertian pemuaian

4.5.1 Menentukan prosedur percobaan pemuaian zat gas 3.5.2 Mengklasifikasi peristiwa

pemuaian dalam kehidupan sehari-hari dari pemuaian panjang, luas, dan volume

4.5.2 Mempresentasikan hasil percobaan

3.5.3 Menafsirkan pengaruh perubahan suhu benda terhadap perubahan volume benda 3.5.4 Memprediksi lebar celah yang

terdapat pada sambungan rel kereta api

3.5.5 Menerapkan konsep pemuaian dalam kehidupan sehari-hari pada persoalan fisika

3.5.6 Membuat hipotesis mengapa pertambahan panjang logam alumunium lebih panjang dibandingkan besi dan kuningan

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

3.5.1 Peserta didik mampu menjelaskan pengertian pemuaian setelah melakukan kegiatan mengamati terkait video pertambahan panjang rel kereta api pada e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.2 Peserta didik mampu mengklasifikasi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari dari pemuaian panjang, luas, dan volume setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi pada e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.3 Peserta didik mampu menafsirkan pengaruh perubahan suhu benda terhadap perubahan volume benda setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.4 Peserta didik mampu memprediksi lebar celah yang terdapat pada sambungan rel kereta api setelah mealkukan kegiatan mengumpulkan informasi di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.5 Peserta didik mampu menerapkan konsep pemuaian dalam kehidupan sehari- hari pada persoalan fisika setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.6 Peserta didik mampu membuat hipotesis mengapa pertambahan panjang logam alumunium lebih panjang dibandingkan besi dan kuningan setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi pada bagian berhipotesis di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

4.5.1 Peserta didik menentukan prosedur percobaan pemuaian zat gas setelah melakukan kegiatan merencanakan percobaan di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

4.5.2 Peserta didik mempresentasikan hasil percobaan setelah melakukan kegiatan membuat laporan hasil percobaan di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

D. MATERI PEMBELAJARAN

Tahap Keterangan

Faktual Rel kereta api yang batang logam nya diberi jarak agar tidak membengkok karena mengalami pemuaian di siang hari dan mengalami penyusutan di malam hari.

Kaca jendela yang diberi celah agar tidak pecah saat mengalami pemuaian di siang hari.

Konseptual Suhu adalah besaran yang menyatakan panas atau dinginnya suatu benda.

Tahap Keterangan

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena mengalami kenaikan suhu.

Pemuaian panjang terjadi jika suatu benda dipanaskan, benda tersebut akan memuai segala arah.

Pemuaian luas terjadi saat suatu benda dipanaskan, benda tersebut akan memuai dalam arah memanjang dan arah melebar.

Pemuaian volume terjadi ketika suatu benda dipanaskan, benda tersebut akan memuai arah memanjang, melebar, dan meninggi.

Prinsip Panjang benda setelah pemuaian: 𝑙𝑇 = 𝑙0(1 + 𝛼𝑙0∆𝑇) Luas benda setelah pemuaian: 𝐴𝑇 = 𝐴0(1 + 𝛽𝐴0∆𝑇) Volume benda setelah pemuaian: 𝑉𝑇 = 𝑉0(1 + 𝛾𝑉0∆𝑇) Prosedur Melakukan simulasi percobaan sederhana dengan e-modul

kalor dan perpindahan kalor berbantuan aplikasi phet.

E. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan : Saintifik

2. Metode : Diskusi dan ceramah

F. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN

1. Media : E-modul Kalor dan Perpindahan Kalor berbasis Pendekatan Saintifik, Smartphone, dan Laptop

2. Alat : Laptop dan Smartphone 3. Sumber Belajar :

Jenis Sumber Belajar Judul Sumber Belajar/Alamat Link Sumber Belajar

Wajib E-modul kalor dan perpindahan kalor

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Tahapan No Kegiatan Pembelajaran Indikator Keterampilan

Proses Sains

Alokasi Waktu

Guru Peserta Didik

Pendahuluan

Orientasi 1 Memberi salam dan

meminta ketua kelas memimpin doa sebelum memulai pembelajaran.

Menjawab salam dan berdoa untuk memulai pembelajaran.

10 menit

2 Mengkondisikan kelas agar peserta didik siap untuk mengikuti pembelajaran

Mengikuti arahan dari guru dan mempersiapkan diri

untuk memulai

pembelajaran 3 Menanyakan kehadiran

peserta didik

Menjawab siapa yang hadir ataupun tidak hadir.

4 Menyampaikan tujuan pembelajaran

Menyimak penjelasan guru terkait tujuan pembelajaran

Tahapan No Kegiatan Pembelajaran Indikator Keterampilan Proses Sains

Alokasi Waktu

Guru Peserta Didik

Apersepsi 5 Menggali kemampuan

awal peserta didik dengan mengajukan pertanyaan

“Saat kalian masih SMP, kalian sudah belajar tentang suhu dan pemuaian. Apa yang kalian ketahui tentang suhu?”

“Bagaimana cara menentukan perubahan suhu”

“Pernahkah kalian melihat sambungan rel kereta api? Kenapa diantara sambungan rel kereta api terdapat

Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dalam e-modul berbasis pendekatan saintifik

Tahapan No Kegiatan Pembelajaran Indikator Keterampilan Proses Sains

Alokasi Waktu

Guru Peserta Didik

celah?” yang ada di e-

modul berbasis

pendekatan saintifik

Inti Mengamati 1 Meminta peserta didik

untuk mengamati video yang disajikan dalam e-

modul berbasis

pendekatan saintifik mengenai celah rel kereta

Mengamati video

mengenai celah rel kereta yang ada di e-modul berbasis pendekatan saintifik

• Mengamati/Observasi 70 menit

Menanya 2 Meminta peserta didik

untuk membuat

pertanyaan terkait video yang telah disajikan

Memberikan pertanyaan mengenai video yang telah disajikan

• Mengajukan pertanyaan

Mengumpulkan informasi

3 Memberikan materi terkait dengan pertanyaan

Menyimak materi yang disajikan oleh guru yang

• Mengamati/observasi

Tahapan No Kegiatan Pembelajaran Indikator Keterampilan Proses Sains

Alokasi Waktu

Guru Peserta Didik

yang diajukan peserta didik yang tersedia di e-

modul berbasis

pendekatan saintifik

tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik

4 Meminta kepada peserta didik memberikan hipotesis terkait keadaan tiga logam berbeda yang sudah dipanaskan yang tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik

Memberikan hipotesis tentang keadaan benda berbeda ketika sesudah dipanaskan yang tersedia dalam e-modul berbasis pendekatan saintifik

• Berhipotesis

5 Membagi kelompok menjadi 5 anggota setiap kelompok

Membentuk kelompok sesuai intruksi yang telah diberikan guru

Tahapan No Kegiatan Pembelajaran Indikator Keterampilan Proses Sains

Alokasi Waktu

Guru Peserta Didik

6 Meminta peserta didik untuk menentukan alat dan bahan yang akan digunakan untuk simulasi percobaan pemuaian gas yang tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan berbantuan aplikasi phet

Memilih alat dan bahan yang akan digunakan untuk simulasi percobaan pemuaian gas yang tersedia dalam e-modul berbasis pendekatan saintifik

• Merencanakan percobaan

7 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan prosedur percobaan pemuaian gas yang tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik

Menentukan prosedur percobaan yang tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik

• Merencanakan percobaan

Tahapan No Kegiatan Pembelajaran Indikator Keterampilan Proses Sains

Alokasi Waktu

Guru Peserta Didik

8 Meminta masing-masing

kelompok untuk

melakukan percobaan pemuaian gas sesuai dengan prosedur prosedur percobaan dan tabel pengamatan

Masing-masing kelompok melakukan percobaan pemuaian gas sesuai prosedur percobaan dan tabel pengamatan

• Merencanakan percobaan

9 Meminta peserta didik untuk mengisi data dari hasil percobaan pemuaian gas

Mengisi data dari hasil percobaan

• Interpretasi/menafsirkan

Mengasosiasi 10 Memberikan

permasalahan dan meminta masing-masing

kelompok untuk

mendiskusikan dan menyelesaikan

Setiap kelompok

mendiskusikan dan menjawab permasalahan mengenai percobaan pemuaian gas yang tersedia

• Interpretasi/menafsirkan

Tahapan No Kegiatan Pembelajaran Indikator Keterampilan Proses Sains

Alokasi Waktu

Guru Peserta Didik

permasalahan mengenai percobaan pemuaian gas yang tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik

di e-modul berbasis pendekatan saintifik

Mengkomunikasikan 11 Meminta peserta didik untuk menyampaikan hasil dari penyelesaian permasalahan dan membuat laporan percobaan pemuaian gas yang tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik

Menyampaikan hasil dari penyelesaian permasalahan

kelompoknya dan

membuat laporan

percobaan pemuaian gas yang tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik

• Berkomunikasi

Penutup Evaluasi 1 Meminta peserta didik

mengerjakan soal

Mengerjakan soal evaluasi yang tersedia di e-modul

10 menit

Tahapan No Kegiatan Pembelajaran Indikator Keterampilan Proses Sains

Alokasi Waktu

Guru Peserta Didik

evaluasi yang tersedia di e-modul berbasis pendekatan saintifik

berbasis pendekatan saintifik

2 Memberikan kesimpulan terkait materi pemuaian

Mencatat kesimpulan dari guru

3 Menutup pembelajaran dengan salam

Menjawab salam

H. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

1. Aspek Penilaian : Tes formatif e-modul berbasis pendekatan saintifik 2. Jenis Penilaian : Pilihan ganda

I. LAMPIRAN

Jakarta, 16 November 2021 Mengetahui,

Guru Fisika MAN 7 Jakarta Mahasiswa

Teguh Priyanto, M.Pd Osa Ario Bimo

NIP. 198405192009121006 NIM. 11170163000048

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen)

Sekolah : MAN 7 Jakarta Mata Pelajaran : Fisika

Kelas / Semester : XI / 1

Materi Pokok : Kalor dan Perpindahan Kalor

Sub Materi Pokok : Asas Black dan Perubahan Wujud Zat Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

Pertemuan : 2

A. KOMPETENSI INTI

KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan diri yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. KOMPETENSI DASAR (KD) DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

KD-3 KD-4

3.6 Menganalis pengaruh kalor dan perpindahan kalor yang meliputi karakteristik termal suatu bahan, kapasitas dan konduktivitas kalor pada kehidupan sehari-hari

4.6 Merancang dan melakukan

percobaan tentang

karakteristik termal suatu bahan, terutama terkait dengan kapasitas dan konduktivitas kalor, beserta presentasi hasil

percobaan dan pemanfaatannya

IPK IPK

3.5.1 Menjelaskan pengertian kalor 4.5.1 Menentukan prosedur percobaan asas Black

3.5.2 Menafsirkan kalor jenis dan kapasitas kalor

4.5.2 Mempresentasikan hasil percobaan

3.5.3 Mengklasifikasikan perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari

3.5.4 Menganalisis peristiwa asas Black dalam kehidupan sehari- hari

3.5.5 Memprediksi peristiwa perubahan wujud zat akibat perubahan suhu dalam kehidupan sehari-hari

3.5.6 Membuat hipotesis mengapa perubahan suhu minyak lebih cepat dibandingkan perubahan suhu air

3.5.7 Menerapkan konsep kalor dalam kehidupan sehari-hari pada persoalan fisika

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

3.5.1 Peserta didik mampu menjelaskan pengertian kalor setelah melakukan kegiatan mengamati terkait video pada e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.2 Peserta didik mampu menafsirkan kalor jenis dan kapasitas kalor setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi pada e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.3 Peserta didik mampu mengklasifikasikan perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi pada e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.4 Peserta didik mampu menganalisis peristiwa asas Black dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi pada e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.5 Peserta didik mampu memprediksi peristiwa perubahan wujud zat akibat perubahan suhu dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi pada e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.6 Peserta didik mampu membuat hipotesis mengapa perubahan suhu minyak lebih cepat dibandingkan perubahan suhu air setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi pada bagian berhipotesis di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

3.5.7 Peserta didik mampu menerapkan konsep kalor dalam kehidupan sehari-hari pada persoalan fisika setelah melakukan kegiatan mengumpulkan informasi di e- modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

4.5.1 Peserta didik menentukan prosedur percobaan asas Black setelah melakukan kegiatan merencanakan percobaan di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

4.5.2 Peserta didik mempresentasikan hasil percobaan setelah melakukan kegiatan membuat laporan hasil percobaan di e-modul berbasis pendekatan saintifik dengan tepat.

D. MATERI PEMBELAJARAN

Tahap Keterangan

Faktual Telapak tangan terasa panas ketika memegang panci yang berisi air panas

Tahap Keterangan

Es baru yang mencair ketika diruangan terbuka

Memasak air jika volume dan wadah yang sama, namun akan lebih cepat matang dengan api besar daripada api kecil Konseptual Kalor adalah energi yang berpindah dari suatu benda ke

benda yang lain karena perbedaan suhu

Kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah

Semakin besar kenaikan suhu maka kalor yang diterima semakin banyak. Semakin kecil kenaikan suhu maka kalor yang diterima semakin sedikit.

Kalor jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 𝑘𝑔 zat sebesar 1 𝐾 atau 1℃

Kapasitas kalor adalah banyak kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda sebesar 1℃.

Asas Black ditemukan oleh Joseph Black. Asas Black berbunyi: “jumlah kalor yang dilepaskan suatu benda sama dengan jumlah kalor yang diserap oleh benda lain”.

Benda akan mengalami perubahan wujud zat ketika melepas atau menerima kalor.

Terdapat 6 perubahan wujud zat yaitu melebur, membeku, menguap, mengembun, menyublim dan deposisi.

Prinsip Banyak kalor yang diserap suatu benda: 𝑄 = 𝑚𝑐∆𝑇 Besarnya kapasitas kalor suatu benda: 𝐶 = 𝑄

∆𝑇

Kalor lebur (L): 𝐿 = 𝑄

𝑚

Asas Black: kalor yang dilepas = kalor yang diterima:

𝑄𝑙𝑒𝑝𝑎𝑠= 𝑄𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎

Prosedur Melakukan simulasi percobaan sederhana dengan e-modul kalor dan perpindahan kalor berbantuan aplikasi phet.

Dokumen terkait