• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil penelitian

Dalam dokumen STRUKTUR ORGANISASI (Halaman 66-78)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan masalah-maslah yang menimbulkan hambatan terhadap pembangunan dan mencari cara-cara penanggulangan hambatan itu, supaya pembangunan dapat berhasil secara optimal.Dengan demikian maka tujuan penelitian ini lebih banyak ditekankan kepada tujuan praktis, walaupun ada manfaat bagi kepentingan penyaji ilmu secara teoritis dengan mewujudkan inovasi dan pengembangan teknologi administrasi yang dalam impelementasinya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.35

Adapun pelaksanaan ini dilakukan dengan dua siklus. Pada siklus pertama hasil aktivitas siswa dan guru di peroleh dari hasil observasi yang dilakukan oleh observer, sedeangkan pada siklus kedua hasil aktifitas siswa dan guru dilakukan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan data prestasi belajar siswa di peroleh dari tes yang diberikan pada setiap siklus. Setelah itu data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif.

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan ini peneliti dan guru menyiapkan sekenario pembelajaran, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan metode demonstrasi, dan selnjunya peneliti menyiapkan tahap perencanaan sebagai berikut:

35Cholid Narbuko dan H. Abu Achmadi, Metode Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), hlm. 170.

1). Menyususn RPP/ secenario pembelajaran

2). Menyiapkan lebar observasi aktifitas siswa dan guru 3). Menyiapkan lembar soal dan kunci jawaban

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaantindakan kelas pada siklus 1 yaitu sub pokok bahasa tentang membaca puisi dilakukan dalam 2 kali pertemuan pada pertemuan pertama tanggal 13 Mei 2019 dilakukan kegiatan belajar mengajar (pembelajaran) sebagai berikut:

1) Doa bersama

2) Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari hari ini

3) Guru menjelaskan tujuan belajar yang akan dicapai dan langkah kegiatan belajar yang dilakukan siswa

4) Guru benjelaskan materi tentang puisi.

5) Guru menunjukkan media puisi.

6) Guru memberikan contoh cara membaca puisi kepada siswa.

7) Siswa memperhatikan dan menirukan cara membaca puisi.

8) Siswa siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok masing-masing 3-5 orang.

9) Guru membagikan lembar kerja kelompok untuk dikerjakan.

10)Siswa secara berkelompok, mementukan jeda atau penggalan kata yang tepat.

11)Dengan bimbingan guru, siswa membuat puisi dengan teman yang telah ditentukan guru.

12)Siswa membaca puisi dengan jeda, lafal, penghayatan dan intonasi dengan tepat.

13)Siswa mengumpulkan lembar kerja kelompok yang telah diberikan oleh guru.

Sedangkanpada pertemuan ke 2 pada tanggal 16 Mei 2019 guru melakukan evaluasi siklus 1 dengan membagikan tes evaluasi yang dikerjakan secara mandiri oleh siswa.36Dalam tahap pelaksanaan tindakan ini peneliti menjelaskan apa yang sudah di sajikan di tahap pelaksanaan seperti peneliti menejelaskan materi membaca puisi yanag akan di jelaskan kepada siswa.

Dalam siklus I ini saat pembelajaran berlangsung masih jarang sekali siswa untuk berisiatif bertanya. Mereka masih segan untuk menanyakan materi pelajaran yang belum mereka mengerti. Sehingga penelitian ini berlanjut ke siklus II.

c. Tahap observasi dan evaluasi

Pelaksanaan observasi aktivitas siswa dan guru dilakukan oleh seorang observer atau peneliti itu sendiri. Adapun yang akan di observasi adalah peningkatan minat belajar siswa dengan menggunakan metode demonstrasi. Sesuai dengan apa yang dilakukan pada tahap kegiatan tindakan yaitu perlu di evaluasi untuk mengetahui pengajaran Bahas Indonesia apakah bisa meningkatkan minat belajar siswa sehingga siswa bisa dikatakan tuntas. Semakin baik pelaksanaan

36Hasil Penelitian MI Ibnu Adam Dasan baru,Tanggal 13 Mei 2019

mengajar dengan metode demonstrasi tentunya hasil yang diperoleh juga semakin baik. Observasi ini dilakukan dengan mengisi lembar observasi yang sudah disediakan. Adapun hasil observasi yang dilakukan adalah sebagi berikut:

1) Pemberian apersepsi dan motivasi kepada siswa belum maksimal, sehingga siswa kurang semngat untuk mengikuti pelajaran.

2) Guru belum begitu optimal mengontrol kondisi siswa 3) Siswa masih belum siap mengikuti pelajaran

4) Siswa belum mampu melakukan kegiatan yang di suruh oleh guru 5) Siswa belum berani mengemukakan pendapat di depan kelas

Adapun hasil evaluasi setelah melakukan kegiatan pembelajaran selama 2 kali pertemuan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5

Hasil Evaluasi Siklus I.37

No Nama siswa Nilai Kategori Keterangan

1 Abdul Aziz 70 Baik Tuntas

2 Asmuni 50 Kurang Tidak tuntas

3 Ayu Lestari 60 Cukup Tidak tuntas

4 Dewi Setiawati 80 Baik Tuntas

5 Ika Wulandari 50 Kurang Tidak tuntas

6 Kardina Rasti 60 Cukup Tidak tuntas

7 Khairul Rizal 70 Baik Tuntas

8 Liana 60 Cukup Tidak tuntas

9 Luna Maya 50 Kurang Tidak tuntas

10 M. Deni Bayu saputra 70 Baik Tuntas 11 M. Hendra Purnama 50 Kurang Tidak tuntas

12 M. Kindi Alfaris 80 Baik Tuntas

13 M. Syahroni 50 Kurang Tidak tuntas

14 Mardi 60 Cukup Tidak tuntas

15 Nadia Hilma Purti 80 Baik Tuntas

37Hasil Penelitian Siklus I, Tanggal 13 Mei 2019

16 Nova Yanti 65 Cukup Tidak tuntas

17 Pangeran Saputra 70 Baik Tuntas

18 Rafi Ahmad 90 Baik Tuntas

19 Roma Irama 70 Baik Tuntas

20 Dimas Saputra 50 Kurang Tidak tuntas

21 Safira Wati 70 Baik Tuntas

22 Suci Mulya 50 Kurang Tidak tuntas

23 Tiara Indah 80 Baik Tuntas

24 Zirahul Aziz Putra 50 Baik Tuntas Jumlah total

Jumlah nilai rata-rata kelas Jumlah siswa yang mengikuti tes

Jumlah siswa yag tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas

Persentase ketuntasan

1535 63,9

24 11 13 54%

Dari hasil evaluasi di peroleh hasil pada siklus I terdapat yaitu jumlah siswa yang tindak tuntas ada 13siswa, yang dimana siklus I ini menunjukan bahawa belum mencapai ketuntasan masih dibilang minat belajarnya siswa kurang. Oleh karena itu dilajutkan dengan siklus berikutnya yaitu siklus II.

Dari table di peroleh hasil evaluasi pada siklus 1 yaitu jumlah nilai 1555, dari 24 siswa, sehingga didapatkan nilai rata-rata kelas 63,9 hasil ini diperoleh dari X =

n= 1535

24 = 63,9 jumlah siswa yang tuntas sebanyak 11 siswa dan jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 13 siswa sehingga diperoleh prosentase ketuntasan yaitu KK =

24x 100%

= 13

24x 100% = 54% hal ini menunjukan pelaksanaan pembelajaran masih kurang efektif sehingga minat belajar belum mencapai ketuntasan. Oleh karena itu perlu adanya langkah-langkah sebaga

solusi karena belum mencapai ketuntasan yang telah ditetapkan yaitu minimal lebih besardari 85% untuk ketuntasan klasik minimal 65 untuk ketuntasan individu, maka peneliti ini di lanjutkan kesiklus berikutnya yaitu siklus II.

d. Tahap Refleksi

Dalam siklus satu masih ada kekurangan-kekuranagn yang terjadi sehingga proses pembelajaran belum begitu optimal. Adapun kekurangankekurangan tersebut adalah sebagai berikut:

1) Guru belum melaksanakn RPP dengan benar 2) Siswa masih terpengaruh suasana kelas 3) Guru belum mampu mengontrol siswa

Dari kekuranngan-kekurangan diatas, maka peneliti mengadakan perbaikan atau penyempurnaan yang akan dilaksanakan pada siklus II, diantaranya yaitu:

1) Guru melaksanakan scenario pembelajaran yang telah disusun 2) Guru lebih mampu merangsang motivasi siswa agar lebih semngat

dalam mengikuti pelajaran

3) Menyampaikan kembali konsep yang belum dikuasi agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi yang akan disampaikan selanjutnya

4) Guru lebih mengontrol siswa sehingga tercipta suasana pembelajaran yang kondusif

2. Siklus II

Pada siklus II ini kegiatan yang dilaksanakan pada dasarnya sama seperti siklus I namun kegiatan pada siklus II ini dilakukan oleh guru mata pelajaran itu sendiri. Tahap-tahap pelaksanaan pada siklus II sebagi berikut: 1) Menyusun RPP/sekenario pembelajaran, 2) Menyiapkan lembar observasi siswa atau guru, 3) Menyiapkan kunci jawaban dan soal, 4) Koordinasi dengan guru kelas yang bertindak sebagai observer dalam proses pembelajaran.

a. Tahap pelaksanaan

Penelitian tindakan pada siklus II ini dilakukan serupa dengan siklus I pelaksanaan siklus II yaitu pada sub pokok bahasan membaca puisi. Yang dilakukan dengan 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama yaitu pada tanggal 13 Mei 2019 melakukan kegiatan belajar mengajar sedangkan pertemuan kedua pada 16 Mei 2019 melaksanakan evaluasi siklus II. Di adakan siklus II ini karna di siklus I belum mencapai apa yang di inginkan oleh peneliti dan guru dan sangat rendah sehingga dengan adanya perbaikan pada siklus II ini kemungkinan ada perubahan yang akan didapatkan atau yang dihasilakan sehingga peneliti dan guru bisa melihat perbandingan pada siklus I dan siklus II mana yang minat belajarnya bertambah dan berkurang pada sebelumnya.proses kegiatan belajar mengajar dilakukan sebagai berikut:

1) Doa bersama

2) Apersepsi dan motivasi

3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 4) Siswa memperhatikan arahan dari guru

5) Guru megulang pelajaran yang sudah di pelajari minggu lalu.

6) Guru mengimformasikan materi yang akan dibahas

7) Siswa mendidskusikan materi yang akan dibahas dengan teman sebangkunya.

8) Siswa mencatat materi yang dianggap pentinga dari materi yang sudah dibahas

9) Guru menjelaskan kembali materi yang belum dikuasi oleh siswa 10)Guru bersama siswa menyimpukan kebali materi yang sudah

dibahas

Apersepsi pada siswa, kemudian mengecek daftar hadir siswa, setelah itu, guru mengulas sedikit materi yang sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Lalu guru meminta kepada siswa untuk menyipkan alat tulis di atas meja masing-masing kemudian guru membagikan tes evaluasi siklus II untuk dikerjakan secara mandiri.

b. Tahap observasi dan evaluasi

Seperti halnya pada siklus I, pada siklus II jugga dilakukan observasi kegiatan siswa dan guru yang dilakukan guru mata pelajaran itu sendiri. Dari hasil observasi menunjukan bahwa aktivitas belajar

siswa dan kegiatan guru mengalami peningkatan setelah melakukan refleksi pada siklus I dan melakukan perbaikan pada siklus II.38

Adapun prestasi belajar yang dicapai siswa pada sikulus II adalah sebagai berikut:

Table 4.6

Hasil Evaluasi siklus II.39

No Nama siswa Nilai Kategori

1 Abdul Aziz 75 Baik

2 Asmuni 65 Cukup

3 Ayu Lestari 70 Baik

4 Dewi Setiawati 80 Baik

5 Ika Wulandari 70 Baik

6 Kardina Rasti 70 Baik

7 Khairul Rizal 70 Baik

8 Liana 70 Baik

9 Luna Maya 60 Kurang

10 M. Deni Bayu saputra 65 Cukup

11 M. Hendra Purnama 70 Baik

12 M. Kindi Alfaris 80 Baik

13 M. Syahroni 60 Kurang

14 Mardi 65 Cukup

15 Nadia Hilma Purti 70 Baik

16 Nova Yanti 65 Cukup

17 Pangeran Saputra 70 Baik

18 Rafi Ahmad 90 Baik

19 Roma Irama 70 Baik

20 Dimas Saputra 60 Kurang

21 Safira Wati 70 Baik

22 Suci Mulya 65 Cukup

23 Tiara Indah 80 Baik

24 Zirahul Aziz Putra 80 Baik

Jumlah total

Jumlah nilai rata-rata kelas Jumlah siswa yang mengikuti tes

Jumlah siswa yag tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas

Persentase ketuntasan

1685 70,4

24 21 3 87,5%

38Ibid 13 Mei 2019

39Hasil Penelitian Siklus Dua, Tanggal 16 Mei 2019.

Dari hasil penelitian dari siklus I yaitu dari 13 siswa yang tidak tuntas terjadi peningkata pada saat evaluasi pada siklus II dan pada siklus II ini ada 3 siswa yang tidak tuntas yaitu, Lina Maya,M.

Syahroni dan Dimas saputra. Sehingga pada siklus II ini sangat meningkat minat belajar siswa dan telah mencapai standar ketuntasan.

Dari table diatas diperoleh hasil evaluasi pada siklus II yaitu jumlah nilai 1690, dari 24 siswa, sehingga di dapatkan nilai rata-rata 70,4 hasil ni diperoleh dari �=

x =

1685

24 = 70,3. Jumlah siswa yang tuntas sebanyaak 21 siswadan jumlah siswa yang tidak tuntas sebanayak 3 siswa. Sehingga dapat sehingga diperoleh persentase ketuntasan yaitu KK =

24x 100% = 21 24x 100% = 87,5%. Hal ini menunjukan persentase belajar yang dicapai siswa pada siklus II mengalami peningkatan dan telah mencapai standar ketuntasan kelas lebih besar dari 85% sehingga tidak dilanjutkan kesiklus berikutnya.

c. Tahap refleksi

Pada siklus II ini telah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan pada siklus sebelumnya, sehingga dalam proses pembelajaran lebih kondusif dan efektif karena guru telah mampu melaksanakan sekenario pembelajaran yang telah disusun.

Meski demikian, masih ada kekurangan yang perlu diperhatikan, diantaranya: masih ada siswa yang merasa sungkan untuk bertanya

pada temannya yang lebih mampu dan belum percaya diri untuk mengemukakan pendapat di depan kelas serta memperbaiki kesalahan temnnya dalam menyimpulkan materi. Hal ini dikarenakan kurangnya mental siswa.

Hasil observasi selama 2 siklus, minat belajar siswa mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari nilai rata-rata dan prosentase yang telah diuji mulai dari siklus I dan siklus II dan dapat di lihat ketuntasan yang meningkat setiap siklus.40

Table 4.7

Data ketuntasan belajar siswa MI Ibnu adam Dasan Baru tahun pelajaran 2018/2019

Evaluasi Siklus Rata-rata % Ketuntasan Keterangan

1 63,9 54% Tidak tuntas

2 70,3 87,5 Tuntas

Table di atas menunjukkan bahwa pada siklus I Minat belajar mencapai ketuntasan 50% yang secara ketuntasan klasikal belum dikatakan tuntas karena ketuntasan klasikal dikatakan tercapai jika ketuntasannya mencapai lebih besar dari 85% dari seluruh siswa yang mengikuti tes. Pada siklus II siswa yang tuntas mencapai 87,5% dari seluruh siswa dan secara klasikal ketuntasannya sudah termasuk kategori tuntas. Semakin baik pelaksanaan mengajar dengan metode demonstrasi tentunya hasil yang diperoleh juga akan semakin lebih baik.

40Ibid 16 Mei 2019

Dalam dokumen STRUKTUR ORGANISASI (Halaman 66-78)

Dokumen terkait