• Tidak ada hasil yang ditemukan

48

Sistem penjualan kredit pada PT Wahana Megahputra Divisi Nissan dilaksanakan 9 prosedur, Yaitu pemesanan unit penentuan uang muka(DP), pengumpulan berkas, survey dan wawancara oleh pihak pembiayaan, persetujuan order, pembayaran uang muka ,serah terima unit kepada pelanggan, penagihan kepada pembiayaan, dan pembiayaan melakukan pelunasaaan ke dealear.

Adapun bagan alur sistem penjualan kredit pada PT. Wahana Megahputra Divisi Nissan yaitu:

a. Prosedur pemesanan unit

Dalam prosedur ini calon pembeli membuat kesepakatan dengan tenaga penjual baik dari segi harga, tipe, warna, aksesoris tambahan, bonus dan lain sebagainya yang dianggap perlu. Setelah pembayaran tanda jadi disetor dikasir, sales/wiraniaga mengiput surat pemesanan kendaraan (SPK), penerimaan kas tanda jadi, dan terbentuk jurnal sejumlah piutang pelanggan (costumer) di dealer management system (DMS)

Tabel 5.2. Bagan alur sistem penjualan kredit PT Wahana Megahputra Divisi Nissan

Penagihan ke pembiayaan Serah terima unit ke pelanggan (customer)

Pelanggan (customer) melakukan pembayaran uang muka (DP)

Pemesanaan unit (INDENT) NISSAN

DEALER(NISSAN)

Pembiayaan mengeluarkan

Survey/ wawancara oleh pihak pembiayaan Pengumpulan berkas ke pihak pembiayaan Penentuan uang muka (DP) dan anggsuran

Pembiayaan melakukan pelunasan ke dealer (NISSAN)

PEMBIAYAAN

50

b. Survey dan wawancara oleh pihak pembiayaan

Survey dan wawancara kepada pelanggan (customer) adalah untuk menentukan kelayakan kredit pelanggan (customer). Adapun yang di pertimbangkan kelayakan kredit pelanggan yaitu menganalisis keaslian berkas yang di ajukan dalam prosedur pengumpulan berkas kesanggupan dan kesungguhan pelanggan untuk membayar angsuran yang telah di sepakati dan pendapatan pelanggan lebih besar dari anggsuran yang telah di sepakati.

c. Persetujuan order

Setelah pihak pembiayaan menganalisis berkas pelanggan (customer), apabila di setujui oleh credit analis (CA). Maka dikeluarkan persetujuan order (PO) yang disetujui oleh pihak pembiayaan. Jika tidak disetujui maka di keluarkan surat keterangan reject dengan alasan BI checking (daftar hitam), asiosasi perusahaan pembiayaan Indonesia (non bank), kesanggupan uang muka (DP) belum memenuhi standar, cacat berkas (pemalsuan) , histori pembayaran angsuran kredit sebelumnya tidak memuaskan.

d. Pembayaran uang muka (DP)

Setelah pihak pembiayaaan mengeluarkan persetujuan order (PO), pelanggan melakukan pelunasan pembayaran uang muka (DP) yang telah di sepakati. Untuk pembayaran uang muka (DP) bias diangsur dengan jangka waktu kurang dari tiga bulan.Bagian akuntansi menginput penerimaan kas pembayaran uang muka (DP) pada dealer manajement system (DMS). Setelah pembayaran DP dibuatkan kontrak perjanjian kredit yang disetujui oleh pelanggan (customer)

e. Serah terima unit kepada pelanggan (customer)

Setelah pelanggan menandatangi perjanjian kontrak kredit dan melengkapi syarat serah terima unit maka dapat dilakukan serah terimah unit kepada pelanggan..Adapun syarat serah terimah unit yaitu surat pemesanan kendaraan (SPK), persetujuan order (PO) dari pembiayaan, dokumen kontrak yang telah ditanda tangani dengan lengap dan benar oleh pelanggan (customer), hasil cek fisik kendaran untuk pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) dan bukti penyerahaan kendaraan (BPK). Dalam prosedur ini serah terima unit dapat dilakukan di dealer atau di antar langsung kerumah pelanggan (customer).Selain itu pihak dealer juga menjelaskan lamanya proses pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan plat (nomor kendaraan) hingga jadi kurang lebih tiga minggu.

f. Penagihan ke pembiayaan

Setelah serah terima unit kepada pelanggan (customer),selanjutnyadealer akan memberikan surat penagihan kepada pihak pembiayaan. Adapun syarat pencarian pembiayaan yaitu, Dokumen kontrak yang telah di tandatangani dengan lengkap dan benar oleh pelanggan (customer)dan pihak dealer, copy kwitansi uang muka, kwitansi penagihan, bukti penyerahaan kendaraan (BPK),gesekan nomor rangka. Setelah syarat pencarian lengkap,surat tagihann diserahkan.

g. Pembiayaan melakukan pelunanasan ke dealer.

Setelah pihak dealer melengkapi syarat pencairan pembiayaan 14 hari kerja pihak pembiayaan melakukan pencarian atau pelunasan sisa piutang ke dealer.

52

Selanjutnya bagian akuntansi pada dealer menginput penerimaan kas pelunasan piutang dari pembiayaan pada dealer management system (DMS) dan melengkapi data penjualan menurut informasi yang di perlukan oleh manajemen berupa identitas pelanggan (customer), type mobil, nomor rangka dan nomor mesin, setelah jaminan berupa buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) akan terbit kurang lebih tiga bulan.

` Berdasarkan uraian diatas,system penjualan kredit pada PT.Wahana Megahputra Divisi Nissan pada table dibawah.

Tabel 5.3. Hasil Wawancara PT Wahana Megahputra Divisi Nissan

No Indikator Jawaban

Ya Tidak

1 Prosedur order penjualan

Dalam prosedur ini bagian penjualan menerima order dari pembeli dan menambahkan informasi penting pada surat

2

Prosedur persetujuan kredit

Dalam prosedur ini bagian penjualan meminta persetujuan penjualan kredit kepada pembeli terutama kepada bagian kredit

3 Prosedur pengiriman barang

Dalam prosedur ini bagian pengiriman mengirimkan barang kepada pembeli sesuai dengan informasi yang tercantum kan dalam surat order pengiriman yang diterima dari bagian pengiriman

4 Prosedur penagihan barang

Dalam prosedur ini bagian penagihan membuat faktur penjualan dan mengirimkannya kepada pembeli. Dalam metode tertentu faktur penjualan dibuat oleh bagian penjualan sebagai tembusan pada waktu bagian ini membuat surat order penjualan.

5 Prosedur pencatatan piutang

Dalam prosedur ini bagian akuntansi mencatat tembusan faktur penjualan kedalam metode pencatatan tertentu mengarsipkan dokumen tembusan menurut abjad yang berfungsi sebagai catatan piutang

54

6 Prosedur distribusi penjualan

Dalam prosedur ini bagian akuntansi mendistribusikan data penjualan menurut informasiyang diperlikan oleh manajemen.

Dari tabel 5.3 hasil wawancara tersebut dapat dilihat bahwa sistem penjualan kredit pada PT. Wahana Megahputra Divisi Nissan telah melaksanakan system penjualan kredit dan hasil perhitungan presentase menunjukkan 100%, artinya system penjualan kredit telah sesuai dengan standar operasional prosedur.

Fungsi Yang Terkait Pada Penjualan Kredit pada PT Wahana Megahputra Divisi Nissan

1) Fungsi penjualan Fungsi ini bertanggung jawab menerima order dari pelanggan, mengecek status kredit, dan memberikan persetujuan kredit. Fungsi ini dijalankan oleh seksi penjualan.

2) Fungsi gudang Fungsi gudang bertanggung jawab untuk menyiapkan barang sesuai dengan pesanan yang telah dicantumkan serta menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman. Fungsi ini dijalankan oleh seksi gudang.

3) Fungsi pengiriman Fungsi pengiriman bertanggung jawab untuk mengirimkan barang yang telah disiapkan oleh fungsi gudang kepada pelanggan sesuai dengan pesanan.

Selain itu, fungsi ini juga bertanggung jawab untuk menagih piutang kepada pelanggan.

Fungsi ini dijalankan oleh seksi pengiriman.

4) Fungsi penerimaan kas Fungsi ini bertanggungjawab menerima uang pelunasan piutang pelanggan dari bagian pengiriman dan melakukan konfirmasi ke bagian akuntansi mengenai pelunasan tersebut. Fungsi ini dijalankan oleh bagian kasir.

5) Fungsi akuntansi fungsi akuntansi bertanggung jawab untuk mencatat piutang yang timbul dari transaksi penjualan kredit dan membuat serta mengirimkan pernyataan piutang kepada para debitur.

Dokumen terkait