• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumen Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun social yang diamati.30 Adapun instrument penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini adalah,

30 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. 27th ed. Bandung: Penerbit Alfabeta; 2018

Pengumpulan Data Awal

Pengumpulan Data Lanjutan

Pengolahan Data/Analisis Data

Penyimpulan Data dan Evaluasi

1. Lembar wawancara

Lembar wawancara merupakan instrument dalam mengumpulkan informasi dari sampel. Lembar ini berisi pertanyaan- pertanyaan terkait seputar tempat penelitian maupun penelitian yang akan dilakukan.

Beberapa pertanyaan lebih pada seputar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dan bebapa pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian seperti tanggapan guru dan murid terhadap penelitian ini.

2. Tes

Tes yang digunakan adalah Soal Pretest dan posttest. Soal Pretest dan posttest merupakan instrumen dalam bentuk soal-soal yang akan diberikan untuk diuji terhadap sampel.

Soal yang di uji pun lebih kepada materi fisika yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman seperti penambahan ayat pada soal serta fenomena-fenomena agama yang berkaitan dengan fisika.

G. Teknik Pengumpulan Data/Prosedur Penelitian

Teknik Pengumpulan Data atau Prosedur Penelitian pada penelitian kali ini dimulai dengan;

1. Wawancara

Untuk teknik wawancara peneliti menggunakan lembaran-lembaran yang di isi dengan beberapa pertanyaan terkait dengan proses belajar

mengajar di sekolah tujuan penelitian. Hal ini dilakukan peneliti untuk mendapatkan data dan informasi yang kemudian digunakan sebagai bahan untuk menyusun proposal skripsi.

2. Tes

Pada penelitian ini menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, selanjutnya diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal ada atau tidaknya perbedaan antar kelompok eksperimen dan kelompok control.31

3. Dokumentasi

Teknik dokumentasi pada penelitian kali ini menggunakan foto dan beberapa instrument penilaian seperti RPP dan Silabus.

Gambaran dari prosedur penelitian ini bisa di perhatikan pada gambar dibawah ini,

31 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. 27th ed. Bandung: Penerbit Alfabeta; 2018

Gambar 3.2 Bagan Prosedur Penelitian H. Teknik Analisis Data

1. Analisis Uji Instrumen a. Uji Validitas

Uji Validitas merupaka salah satu uji kelayakan instrumen penelitian sehingga layak digunakan terhadap variabel-variabel penelitian. Uji validitas dapat dibagi menjadi tiga. Yakni, Pengujian Validitas Konstrak, pengujian validitas isi dan pengujian validitas eksternal.

r =

N ∑ − ∑ ∑

√[N ∑ 2− ∑ 2] [N ∑ 2− ∑ 2]

(3.1)

Penyampaian Tujuan Penelitian

Pemberian Pretest

Penyampaian Materi Penelitian

Pemberian Post Test Pengolahan

Data Analisis Data

Pembahasan dan Kesimpulan

Keterangan :

=Koefisien korelasi = jumlah skor total(seluruh item)

� = Jumlah responden =kuadrat skor item = Hasil kali skor X dengan Y

untuk set

=kuadrat skor total = jumlah skor item32

b. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas merupaka salah satu uji instrumen penelitian terhadap hubungan antar variabel-variabel penelitian. Uji reliabilitas instrument dapat dilakukan dengan cara eksternal maupun internal.

Secara eksternal dapat dilakukan dengan Test-Retest, equivalent, dan gabungan. Sedangkan secara internal dapat diukur dengan cara menganalisis konsistensi kompone-komponen yang ada pada instrument penelitian dengan teknik tertentu. 33

Adapun rumus yang biasa digunakan dalam uji reliabilitas menggunakan rumus KR-20 sebagai berikut:

r =

k−k

{

S 2−∑S 2

}

(3.2)

Keterangan :

32 Arikunto S. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta; 2006.

33 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. 27th ed. Bandung: Penerbit Alfabeta; 2018

= Reliabilitas instrumen

� = Banyaknya butir pertanyaan = Standar deviasi darites

P = Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar

q = Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah ( = − )

∑ pq = Jumlah perkalian p dan q

Oleh karena itu untuk mengukur tingkat reliabilitas angket peneliti akan menggunakan rumus Alfa Cronbach adalah

r

i

=

k−k

{ −

∑ SS 2i2

}

(3.3)

Keterangan:

K = jumlsh item

∑ Si = jumlah kuadrat varians skor tiap-tiap item St = varians total34

c. Daya Beda

Menghitung daya pembeda adalah mengukur sejauh mana suatu butir soal mampu membedakan antara anak yamg pandai dan anak yang kurang pandai berdasarkan kriteria tertentu. Semakin tinggi nillai daya pembeda suatu butir soal, semakin mampu butir soal tersebut membedakan yang pandai dan yang kurang pandai.

34 Riduwan. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Prana Dwija Iswarta; 2013.

Berdasarkan pernyataan diatas maka untuk menghitung daya pembeda dapat digunakan rumus :

DP

=

B

J

BJ (3.4)

Keterangan :

DP = Daya Pembeda

BA = Banyaknya kelompok atas yang menjawab dengan benar BB = Banyaknya kelompok bawah yang menjawab dengan benar JA = Banyaknya kelompok atas

JB = Banyaknya kelompok bawah35

Besar kecilnya sebuah butir soal menunjukkan tinggi rendahnya daya pembeda untuk membedakan kemampuan peserta uji. Semakin tinggi indeks yang dimiliki oleh sebutir soal, maka semakin baik butir soal tersebut.

Adapun kriteria daya beda (DB) dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.7 Kriteria Daya Beda

Nilai DB Kriteria

0,00 - 0,20 Jelek

0,21 - 0,40 Cukup

0,41 - 0,70 Baik

0,71 - 1,00 Baik sekali

d. Taraf Kesukaran

Yang dimaksud dengan taraf atau tingkat kesukaran tes adalah kemampuan tes tersebut dalam menjaring banyaknya subjek peserta

35 Arikunto S. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta; 2006.

tes yang dapat mengerjakan dengan betul. Jika banyak subjek peserta tes yang dapat menjawab dengan benar maka taraf kesukaran tes tersebut tinggi. Sebaliknya jika hanya sedikit dari subjek yang dapat menjawab dengan benar maka taraf kesukarannya rendah. Bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya suatu soal disebut indeks kesulitan (difficulty indeks). Untuk menentukan tingkat kesulitan tiap item digunakan rumus :

P =

JB (3.5)

dengan keterangan:

p = indeks kesulitan

B = banyaknya siswa yang menjawab benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes36

Adapun kriteria tingkat kesukaran butir soal adalah sebagai berikut.

Tabel 3.9

Kriteria Tingkat Kesukaran

Rentang Tingkat Kesukaran (TK) Kriteria

0,00 0,32 Sukar

0,33 0,66 Sedang

0,67 1,00 Mudah

2. Analisis Data Hasil Penelitian a. Uji Normalitas

36 Arikunto S. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta; 2006.

Uji normalitas merupakan uji yang dilakukan terhadap kelompok data atau variable dengan tujuan untuk menilai sebaran data telah terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas bisa dilakukan pada tes akhir saja. 37

Untuk uji normalitas pada penelitian ini mengguankan Rumus Distribusi X2 sebagai berikut.

X= Σ

( f0f-fe )2

e (3.6)

Fo : frekuensi pengamatan Fe : Frekuensi Harapan b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas merupakan uji mengenai sama atau tidaknya dua data dari variable penelitian. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui data dalam variable x dan y bersifat homogeny atau tidak.

Untuk uji Homogenitas pada penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus uji perbandingan variansi sebagai berikut.38

(3.7)

37 Munandar H, Sutrio, Taufik M. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Fisika Siswa Sman 5 Mataram Tahun Ajaran 2016/2017. J Pendidik Fis Dan Teknol. 2018;4(1).

38 Misbahuddin, Hasan I. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. kedua. (Suryani, ed.).

Jakarta: PT. Bumi Aksara; 2014.

Berdasarkan rumus di atas kemudian dicarilah rumus F0

adapun rmus untuk mencari F0 adalah sebagai berikut.

F

0

=

varian terbesar

varian terkecil (3.8)

c. Uji T (T-Test)

Uji T lebih dikenal dengan uji parsial. Untuk menguji bagaimana pengaruh antara masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.

Untuk uji T atau T-Test pada penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

t=

x̅1- x̅2

S12n1+ S22n2-2r (S1

n1)S2n2

(3.9)

Keterangan : x̅1 : Rata-Rata Sampel 1

̅̅̅ : Rata-Rata Sampel 2

S1 : Simpangan Baku Sampel 1 S2 : Simpangan Baku Sampel 2 S12 : Varian Sampel 1

S22 : Varian Sampel 2

r : Korelasi Antara dua sampel39

39Sugiyono. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta; 2014.

43 1. Pengumpulan dan Penyajian Data

Adapun pengumpulan data pada penelitian kali ini menggunakan beberapa metode diantaranya yakni wawancara, tes, dokumentasi dan observasi. Metode wawancara sendiri digunakan untuk mengumpulkan informasi untuk menemukan masalah sebagai bahan penyusunan penelitian ini. Tes sendiri digunakan untuk mendapatkan data siswa terkait hasil belajar mereka menggunakan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam di MA Putra Al-Ishlahuddiny Kediri. Sedangkan metode dokumentasi dan observasi dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait dengan unsur-unsur kependidikan disekolah seperti guru, peserta didik, fasilitas dan lain-lain.

a. Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi serta data-data yang akan digunakan maupun dihasilkan pada penelitian ini.. dalam penelitian kali ini penumpulan data menggunakan 3 cara yakni, pertama adalah wawancara yang digunakan untuk mendapatkan informasi terkait masalah disekolah sebagai bahan penyusuna skripsi, kedua adalah tes

dengan menggunakan soal pilihan ganda dengan jumlah soal yakni sebanyak 25 butir. Ketiga yakni dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data dan informasi tentang MA Putra Al-Ishlahuddiny Kediri. Adapun pengumpulan data kali ini akan dijelaskan langkah- langkahnya sebagai berikut

1) Wawancara

Wawancara merupakan suatu kumpulan pertanyaan yang diajukan kepada narasumber baik itu siswa maupun guru yang bersangkutan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan permasalah disekolah sebagai bahan penyusunan penelitian ini. Wawancara ini menggunakan lembaran yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan di jawab oleh narasumber.

Adapun wawancara ini dilaksanakan pada hari rabu 25 September 2019 pukul 08.00 WITA sampai selesai.

2) Tes Pilihan Ganda

Untuk mendapatkan data terkait hasil belajar peserta didik kelas XI IPA I MA Putra Al-Ishlahuddiny Kediri, peneliti memberikan tes tulis yang akan dijawab oleh para peserta didik.

Tes ini diberikan kepada peserta didik dalam bentuk soal pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 25 Butir dengan materi suhu dan Kalor

Tes ini diberikan kepada sampel yang berjumlah 42 siswa yang terdiri dari dua kelas, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Kelas eksperimen disini menggunakan kelas XI IPA I dengan jumlah siswa 19 orang dan kelas kontrol yakni XI IPA II sebanyak 23 orang. Pemberian tes awal dilakukan pada tanggal 18 Maret 2019 pada pukul 08.00 WITA sampai selesai untuk kelas eksperimen dan pukul 10.15 WITA pada kelas Kontrol. Adapun test Akhir untuk yakni pada tanggal 21 Maret 2019 pada pukul 08.00 WITA untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol.

3) Dokumentasi

Dokumetasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan informasi tambahan atau informasi pendukung dari penelitian ini. Informasi yang dimaksudkan dapat berupa keadaan sekolah, keadaan guru, keadaan siswa, sarana- prasarana, organisasi siswa, struktur organisasi sekolah dan lain- lain di MA Putra Al-Ishlahuddiny kediri tahun pelajaran 2019- 2020. Pengumpulan data dokumentasi dilaksanakan pada tanggal 26 September 2019 pada pukul 08.00 sampai selesai.

b. Penyajian Data

Penyajian data merupakan suatu hal yang terpenting dalam sebuah penelitian. Penyajian data bisa dikatakan sebagai bukti bahwa

penelitian yang diajukan oleh peneliti sudah dilakukan. penyajian data dapat dikatakan sebagai bukti dan penunjang keberhasilan dari suatu penelitian. Oleh karena itu penyajian data harus dilakukan oleh peneliti agar penelitiannya dapat di terima. Sebelum ke penyajian data penelitia akan menjelaskan bahwa penelitian ini mengambil sampel di MA Putra Al-Ishlahuddiny dengan sampel berjumlah 42 siswa yang terdiri dari 2 kelas perlakuan. Kelas control berjumlah 23 orang dan kelas eksperimen berjumlah 19 orang. Kelas eksperimen inilah yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam,sedangkan untuk kelas control diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran konvensional. Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti menggunakan instrumen penelitian tes terhadap siswa memperoleh data hasil awal dan akhir. Untuk data dari tes awal dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel. 4.1 Statistik Data Nilai Awal Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Eksperimen Kontrol

Rata-Rata 58.89 Rata-Rata 45.65

Standar Error 1.43 Standar Error 1.76

Median 59 Median 45

Standar Deviasi 6.24 Standar Deviasi 8.43

Variansi 38.88 Variansi 71.15

Minimum 50 Minimum 25

Maximum 69 Maximum 60

Jumlah 1119 Jumlah 1050

Total 19 Total 23

Nilai Terbesar 69 Nilai Terbesar 60

Nilai Terkecil 50 Nilai Terkecil 25

Tabel 4.1 merupakan tabel yang berisi data analisis deskriptif dari sampel terkait. Dari tabel diatas dapat di ambil perbandingan perolehan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran yang digunakan sebagai perlakuan terhadap sampel. Namun karena ini tabel diatas merupakan nilai awal, masih belum diberikan perlakuan dengan model pembelajaran apapun, sehingga pada kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 19 siswa dapat diperhatikan bahwa dalam tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang didapatkan oleh siswa yakni sebanyak 58,89 dengan variansi sebesar 38,88 serta standar deviasi sebesar 6,24.

Sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 23 siswa yang hanya diberi perlakuan dengan model pembelajaran konvensional hanya memperoleh hasil nilai rata-ratasebesar 45,65 dengan variansi sebesar 71,15 serta standar deviasi sebesar 8,43.

Sedangkan untuk data nilai akhir dapat dilihat pada table berikut sebagai perbandingan data awal dan akhir.

Tabel. 4.2 Statistik Data Nilai Akhir kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Eksperimen Kontrol

Rata-Rata 73,68 Rata-Rata 47,87

Standar Error 1,90 Standar Error 2,32

Median 75 Median 48

Standar Deviasi 8,29 Standar Deviasi 11,11

Variansi 68,78 Variansi 123,48

Minimum 54 Minimum 26

Maximum 86 Maximum 70

Jumlah 1400 Jumlah 1101

Total 19 Total 23

Nilai Terbesar 86 Nilai Terbesar 70

Nilai Terkecil 54 Nilai Terkecil 26

Tabel 4.2 merupakan tabel yang berisi data analisis deskriptif dari sampel terkait. Dari tabel diatas dapat di ambil perbandingan perolehan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran yang digunakan sebagai perlakuan terhadap sampel. Pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam, dapat diperhatikan bahwa dalam tabel menunjukkan tersebut nilai rata-rata yang didapatkan oleh siswa yakni sebanyak 73,68 dengan variansi sebesar 68,78 serta standar deviasi sebesar 8,29.

Sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah responden sbanyak 23 siswa yang hanya diberi perlakuan dengan model pembelajaran konvensional hanya memperoleh hasil nilai rata-ratasebesar 47,87 dengan variansi sebesar 123,48 serta standar deviasi sebesar 11,11.

Adapun frekuensi yang didapatkan oleh kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.3 dibawah ini,

Tabel. 4.3 Interval dan frekuensi kelas eksperimen Interval Frekuensi

0-30 0

31-30 0

41-50 0

51-60 2

61-70 4

71-80 10

81-90 3

91-100 0

Σ 19

Berdasarkan data pada tabel 4.2 dapat disajikan pula kedalam bentuk diagram seperti pada gambar 4.1 dibawah ini,

Gambar. 4.1 Interval dan frekuensi kelas eksperimen

Dari data diatas menunjukkan bahwa siswa yang memiliki hasil tertinggi hanya berjumlah dua orang dengan interval nilai sebesar 81-90. Sedangkan dari tebel diatas nilai siswa pada kelas eksperimen lebih dominan pada interval nilai 71-80 yakni 10 siswa.

Namun dari data di atas dapat dipastikan bahwa nilai hasil belajar pada kelas eksperimen bisa dikatakan tinggi. kemudian untuk data frekuensi pada kelas kontrol dapat dilihat pada tabel dibawah ini,

Tabel. 4.4 Interval dan frekuensi kelas Kontrol

Interval Frekuensi

0-30 2

31-30 4

41-50 7

51-60 8

61-70 2

71-80 0

81-90 0

91-100 0

Σ 23

Berdasarkan data pada tabel 4.4, dapat disajikan pula kedalam bentuk diagram pada gambar 4.2 dibawah ini,

Gambar. 4.2 Interval dan frekuensi kelas kontrol

Berdasarkan data diatas dapat diperoleh kesimpulan bahwa nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol lebih dominan pada interval nilai 51-60 dengan frekuensi sebesar 8 orang pada interval 40-59 sedangkan pada nilai tertinggi yakni sebanyak 2 orang pada interval 61-70 selebihnya nol.

Jika dibandingkan dengan dengan data ada kelas eksperimen, dapat disimpulkan bahwa data kelas kontrol dapat dikatakan lebih rendah daripada kelas eksperimen dengan kata lain eksperimen >

kontrol.

2. Hasil Analisis Data

Pada penelitian kali ini. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis berdasarkan keperluan analisisnya. Adapun keperluan analisis data hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika dengan menggunakan model

pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam akan dipaparkan berdasarkan data yg dikumpulkan melalu sampel. Yakni kelas eksperimen dengan perlakuan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam dan kelas kontrol dengan perlakuan menggunakan model pembelajaran konvensional.

a. Data Hasil Uji Instrumen Penelitian

Dalam melakukan penelitian, peneliti harus memiliki instrumen penelitian yang telah divalidasi sebelumnya. Instrument penelitian ini berfungsi untuk mendapatkan suatu informasi terkait penelitian yang dilakukan salah satunya yakni adalah instrumen tes dalam bentuk soal. Dari soal tes ini peneliti dapat mengetahui hasil dari penelitiannya berdasarkan uji-uji yang dilakukan terhadap hasil data yang diperoleh.

Setelah instrumen digunakan dalam penelitian, ada beberapa uji yang harus dilakukan terhadap instrumen tersebut berdasarkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal sebagai instrumen.

Diantaranya yakni, uji validitas, uji reliabilitas, uji daya beda, serta uji taraf kesukaran.

1) Uji Validitas

Uji Validitas disini merupaka salah satu uji kelayakan instrumen penelitian sehingga layak digunakan terhadap variabel- variabel penelitian. Dibawah ini merupakan tabel data dari hasil uji validitas,

Tabel. 4.5 Data Validitas Soal Instrumen

No rxy r-tab Ket

1 1,417 0,361 Valid 2 1,175 0,361 Valid 3 1,417 0,361 Valid 4 1,175 0,361 Valid 5 1,257 0,361 Valid 6 1,182 0,361 Valid 7 0,606 0,361 Valid 8 0,377 0,361 Valid 9 0,377 0,361 Valid 10 0,442 0,361 Valid 11 0,223 0,361 TVal 12 0,412 0,361 Valid 13 0,585 0,361 Valid 14 0,881 0,361 Valid 15 0,604 0,361 Valid 16 0,723 0,361 Valid 17 0,283 0,361 TVal 18 0,585 0,361 Valid 19 0,713 0,361 Valid 20 0,464 0,361 Valid 21 0,836 0,361 Valid 22 0,352 0,361 TVal 23 0,684 0,361 Valid 24 0,321 0,361 TVal

25 0,623 0,361 Valid 26 0,162 0,361 TVal 27 0,713 0,361 Valid 28 0,466 0,361 Valid 29 0,836 0,361 Valid 30 1,082 0,361 Valid

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pada saat pengujian soal ada beberapa diantara butir soal tersebut yang tidak valid. Hal ini dikarnakan nilai validitasnya berada dibawah nilai rtabel sehingga itulah yang menyebabkan soal tersebut dikatakan tidak valid. Untuk jumlah soal yang tidak valid sebanyak 5 soal sedangkan yang valid sebanyak 25 soal dari 30 soal yang diujikan

2) Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas merupaka salah satu uji instrumen penelitian terhadap hubungan antar variabel-variabel penelitian.

Adapun rumus yang biasa digunakan dalam uji reliabilitas menggunakan rumus KR-20. Berikut dibawah ini merupakan data dari nilai proporsi pada masing-masing soal.

Tabel. 4.6 Data Hasil Reliabilitas Soal Instrumen Skala ∑pq k k-1 St^2 r11

Nilai 6,277 30 29 338 1,015

Berdasarkan hasil perhitungan nilai proporsi dari masing- masing soal dapat diperoleh nilai reliabilitasnya sebesar 1,015.

Reliabilitas ini dikatakan sangat tinggi karena nilainya berada diatas nilai standar uji reliabilitas yakni sebesar 1,00.

3) Uji Daya Beda

Daya pembeda yakni mengukur sejauh mana suatu butir soal mampu membedakan antara anak yamg pandai dan anak yang kurang pandai berdasarkan kriteria tertentu. Semakin tinggi nillai daya pembeda suatu butir soal, semakin mampu butir soal tersebut membedakan yang pandai dan yang kurang pandai. Berikut ini adalah tabel data uji daya beda dari masing-masing soal.

Tabel. 4.7 Data Hasil Uji Daya Beda Soal Instrumen

No DP Ket

1 -0,200 J

2 0,333 C

3 0,222 C

4 0,333 C

5 0,333 C

6 0,444 B

7 0,133 J

8 -0,189 J

9 -0,189 J

10 -0,367 J

11 0,067 J

12 0,267 C

13 -0,256 J

14 0,244 C

15 0,156 J

16 0,178 J

17 0,167 J

18 0,067 J

19 0,044 J

20 0,167 J

21 0,144 J

22 -0,156 J

23 0,044 J

24 -0,167 J

25 0,256 C

26 -0,144 J

27 0,356 C

28 -0,033 J

29 0,356 C

30 0,367 C

Dari data hasil uji daya beda diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari butir soal bisa dikatakan “jelek” dalam membedakan antara siswa yang pandai maupun kurang pandai.

Hal ini dikarenakan jumlah butir soal yang “jelek” lebih banyak dari butir soal yang “cukup” maupun “baik. Adapun jumlahnya sebanyak 19 butir untuk yang “jelek”, 10 butir untuk yang

cukup”serta 1 butir untuk yang “baik”. 4) Uji Taraf Kesukaran

Yang dimaksud dengan taraf atau tingkat kesukaran tes adalah kemampuan tes atau soal tersebut dalam menjaring banyaknya

subjek peserta tes yang dapat mengerjakan dengan betul. Jika banyak subjek peserta tes yang dapat menjawab dengan benar maka taraf kesukaran tes tersebut tinggi. Sebaliknya jika hanya sedikit dari subjek yang dapat menjawab dengan benar maka taraf kesukarannya rendah. Berikut adalah tabel data hasil uji tarafkesukaran pada masing-masing soal tes.

Tabel. 4.8 Data Hasil Uji Taraf Kesukaran Soal Instrumen

No P Ket.

1 0,8947368 M

2 0,8421053 M

3 0,8947368 M

4 0,8421053 M

5 0,8421053 M

6 0,7894737 M

7 0,7368421 M

8 0,7894737 M

9 0,7894737 M

10 0,4736842 Se 11 0,3684211 Se 12 0,4736842 Se 13 0,4210526 Se 14 0,6842105 M 15 0,5263158 Se 16 0,3157895 Su 17 0,4210526 Se 18 0,3684211 Se 19 0,5789474 Se 20 0,4210526 Se 21 0,6315789 Se 22 0,4736842 Se

23 0,5789474 Se 24 0,5789474 Se 25 0,5789474 Se 26 0,3684211 Se 27 0,6315789 Se 28 0,3157895 Su 29 0,6315789 Se 30 0,5263158 Se

Beradasarkan data hasil uji taraf kesukaran diatas dapat disimpulkan bahwa butir soal yang telah diujikan rata-rata memiliki taraf kesukaran “sedang” dengan jumlah butir soal sebanyak 18 soal sedangkan sisanya memiliki taraf kesukaran

“mudah” sebanyak 10 soal dan “sukar” sebanyak 2 soal.

Sebuah butir soal akan bisa dikatakan “sukar” jika nilai indeks kesulitannya berada pada interval 0,00-0,32. Adapun untuk taraf kesukaran “sedang” berada pada interval 0,33-0,66. Sedangkan untuk taraf kesukaran “mudah” berada pada interval 0,67-1,00.

b. Data Hasil Test Awal

Pada tahap pengumpulan data sebelum dimulainya perlakuan sampel diberikan tes awal untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang akan digunakan sebagai bahan penelitian. Tes disini menggunakan soal pilihan ganda dengan jumlah 25 butir soal.

Setelah diberikannya tes peneliti memperoleh nilai awal sebagai berikut,

Tabel. 4.9 Data Nilai Awal Sampel

No Nilai Pretest Eks. Ctrl

1 54 45

2 59 40

3 60 55

4 66 40

5 68 55

6 64 45

7 66 60

8 50 45

9 54 50

10 66 45

11 69 55

12 60 60

13 51 45

14 53 50

15 60 40

16 59 50

17 55 30

18 50 45

19 55 45

20

40

21 45

22 25

23 40

Σ 1119 1050

y 58,8947 45,6522

Berdasarkan data diatas dapat diperoleh jumlah total nilai untuk kelas kontrol sebesar 1131 sedangkan untuk kelas eksperimen sebesar 1119 dengan nilai rata-rata masing-masing kelas sebesar 49,17 untuk kelas kontrol dan 58,89untuk kelas eksperimen.

c. Data Hasil Test Akhir

Data hasil akhir diperoleh berdasarkan hasil tes menggunakan soal yang sama dengan soal yang diberikan pada sampel pada tes awal sebelumnya. Tes ini diberikan pada saat sampel telah diberikan perlakuan yakni pada kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam sedangkan pada kelas kontrol diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran konvensional. Adapun data nilai akhir sampel dapat dilihat pada tabel berikut,

Tabel. 4.10 Data Nilai Akhir Sampel

No Nilai Posttest Eks. Ctrl

1 86 62

2 82 59

3 81 53

4 80 45

5 80 70

6 80 37

7 79 60

8 79 40

9 78 45

10 75 59

11 74 55

12 72 50

13 71 44

14 69 48

15 69 40

16 67 42

17 64 31

18 60 26

19 54 43

20 58

21 52

22 30

23 52

Σ 1400 1101

y 73,6842 47,8696

Berdasarkan data diatas dapat diperoleh jumlah total nilai untuk kelas kontrol sebesar 1267 sedangkan untuk kelas eksperimen sebesar 1409 dengan nilai rata-rata masing-masing kelas sebesar 55,87 untuk kelas kontrol dan 74,16 untuk kelas eksperimen.

Berdasarkan dua data diatas yakni data tes awal dan tes akhir dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata untuk tes awal lebih kecil daripada tes akhir sehingga dapat dipastikan telah terjadi penngkatan hasil belajar siswa. Untuk data yang lebih jelas dari dua test dapat dilihat dibawah ini

Tabel. 4.11 Data Nilai Akhir Sampel

Kelas Jumlah

Siswa Rata-Rata Variansi

Eksperimen 19 73,68 68,78

Kontrol 23 47,87 123,48

Berdasarkan data diatas dapat diperoleh jumlah total nilai untuk kelas kontrol sebesar 1400 sedangkan untuk kelas eksperimen

sebesar 1101 dengan nilai rata-rata masing-masing kelas sebesar 47,87 untuk kelas kontrol dan 73,68 untuk kelas eksperimen.

d. Data Hasil Uji Hipotesis

Sebelum melakukan penelitian, peneliti diharuskan memnyusun hipotesis terkait permasalah yang akan diteliti. Hipotesis sendiri berarti dugaan sementara dari hasil penelitian yang akan dilakukan setelahnya. Oleh karena itu untuk membuktikan bahwa hipotesis yang disusun pada penelitian kali ini terbukti maka peneliti harus melakukan uji terhadap hipotesis tersebut berdasarkan data hasil belajar siswa yang telah diberi perlakuan sebelumnya.

Adapun uji hipotesis yang akan digunakan pada penelitian kali ini diantaranya adalah uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan uji T.

1) Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan uji yang dilakukan terhadap kelompok data atau variable dengan tujuan untuk menilai sebaran data telah terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas bisa dilakukan pada tes akhir saja1. Dibawah ini merupakan data hasil uji Normalitas terhadap sampel

Dokumen terkait