BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Pembahasan
Pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata sempurna. Masih banyak kekurangan yang memang harus disempurnakan agar pendidkan di Indonesia bisa mencapai kata lebih baik lagi. Hal ini pun berimbas pada pendidikan- pendidikan yang ada di indonesia itu sendiri seperti halnya pendidikan umum di pesantren.
Pesantren yang notabene merupakan lembaga pendidikan islami memiliki sistem dan pola pembelajaran yang sesuai dengan nuansa islam.
Begitu pula dengan pendidikan umum diruang lingkup pesantren. Pendidikan umum yang didalamnya terdapat pula ilmu yang bersifat umum seperti halnya ilmu sains dan lain-lain juga dipelajari oleh para siswa pesantren. Namun hal inipun terkadang menjadi masalah yang dimana banyak diantara para siswa tersebut kurang memahami maksud dari belajar ilmu sains tersebut lebih khusus pada pelajaran fisika karena banyak diantara mereka yang menganggap bahwa ilmu-ilmu seperti itu tidak berguna di akhirat nanti. Hal inilah yang terkadang membuat minat belajar siswa tersebut berkurang sehingga berdampak pula pada hasil belajar mereka.
Hal inilah yang membuat peneliti mengangkat permasalahan tersebut sebagai bahan penelitian guna untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut.
Setelah dilakukannya penelitiansampel yakni kepada siswa yang terdiri dari dua kelas, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. kelas eksperimen ini adalah kelas XI IPA I MA Putra Al-Ishlauddiny Kediri sedangkan kontrol merupakan kelas XI IPA II MA Putra Al-Ishlahuddiny kediri. Kelas eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam sedangkan kelas kontrol diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian tersebut di lihat pada berdasarkan nilai awal dan nilai akhir dari kedua kelas yang telah diberikan perlakuan sesuai kelasnya masing-masing.
Pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata pada tes awal sebesar 58,89 kemudian setelah diberikan perlakuan diadakan kembali test akhir akhir sehingga diperoleh nilai rata-rata sebesar 73,68. Dari nilai rata-rata tersebut terdapat peningkatan karena nilai tes akhir pada kelas tersebut lebih besar daripada test awal
Sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata tes awal yang diperoleh sebesar 45,65 sedangkan untuk nilai tes akhirnya sebesar 47,52. Pada kelas kontrol terjadi pula peningkatan namun tidak se-derastis pada kelas eksperimen. Hal ini dikarenakan terdapat pengaruh model pembelajaran yang digunakan yakni model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam.
Model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam merupakan model pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah yang didasari oleh konsep-konsep fisika serta digabungkan dengan nilai-nilai keislaman.
Pada proses pembelajaranpun dalil-dalil yang berkaitan dengan konsep fisika yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadist dimasukan pula agar para siswa memahami bahwasanya ilmu fisika juga memiliki hubungan dengan Al- Qur’an lebih khusus terhadap islam.
Seperti halnya penelitian pada umumnya hasil penelitian inipun tidak lepas dari hipotesis yang telah disusun pada proposal penelitian sehingga hasil penelitian ini akan diperoleh keputusan diterima atau tidaknya hipotesis
tersebut. Agar dapat diperoleh keputusan terhadap hipotesis tersebut, peneliti melakukan beberapa uji. Diantaranya yakni uji normalitas, homogenitas dan uji T.
Pada uji normalitas Nilai X2hitung yang telah diperoleh sebesar 1.90 kemudian Nilai X2tabel sebesar 14.07 pada kelas eksperimen. Berdasarkan data diatas diketahui bahwa nilai X2tabel lebih besar daripada X2hitung maka dapat dikatakan bahwa data pada kelas eksperimen terdistribusi normal. Kemudian pada kelas kontrol data hasil uji normalitas yang didapatkan sebesar 263.59 pada X2tabel kemudian pada X2tabel sebesar 14.07. berdasarkan uji normalitas data pada kelas kontrol tida terdistribusi normal. Hal ini dikarenakan nilai X2hitung lebih besar daripada X2tabel.
Sedangkan pada uji homogenitas, nilai diatas diperoleh menggunakan uji perbandingan variansi. Dapat diketahui bahwasanya variansi pada kelas kontrol berbeda dengan kelas eksperimen serta Fhitung yang diperoleh memiliki nilai lebih besar dari pada Ftabel, Yakni 1,602 untuk nilai Fhitung dan 2,168 untuk Ftabel. sehingga diperolehlah keputusan bahwa H0 pada hipotesis ditolak dan Ha diterima. Karena persyaratannya yakni jika Fhitung < Ftabel maka H0
ditolak.
Kemudian yang terakhir yakni adalah Uji T. Berdasarkan data diatas telah diketahui bahwa thitung > ttabel maka disimpulkan bahwa pada penelitian
ini telah adanya pengaruh dari model pembelajaran tersebut dengan kata lain hipotesis diterima (Ha diterima). data diatas diambil dari sampel pada kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 19 orang dengan nilai rata-rata sebesar 74,16 kemudian dengan variansi sebesar 70,81 dan pada kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang dengan nilai rata-rata sebesar 55,87 kemudian dengan variansi sebesar 12,85. Sehingga dihasilkanlah thitung sebesar 5,06 dan ttabel sebesar 2,17.
Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu pada jurnal yang pertama yang ditulis oleh Elsy Indriani dan Irdam Idrus (2018) dengan judul penelitian Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Perbaikan pembelajaran dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas X IPA2 SMAN 4 Bengkulu Selatan yaitu dengan ketuntasan klasikal pada siklus I 52,4 % (Tidak Tuntas) menjadi 81% (Tuntas) pada siklus II2. Kesesuaian penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan saat ini adalah adanya peningkatan ketuntasan dari yang semula tidak tuntas pada siklus I menjadi tuntas pada siklus ke II.40
40 Indriani E, Yennita, Idrus I. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Diklabio J Pendidik Dan Pembelajaran Biol. 2018;2(2):22-28.
Penelitian inipun sesuai dengan penelitian terdahulu yang kedua yang ditulis oleh Nurhikmah, Gunawan, Syahrial Ayub Program (2018) dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Simulation Based Laboratory (SBL) Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas Xi Ipa Sman 1 Montong Gading. Untuk mengetahui adanya pengaruh Model pembelajaran berbasis masalah berbantuan simulation based laboratory (SBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis menggunakan statistik parametrik karena data homogen dan terdistribusi normal. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji T- test polled varians. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan thitung > ttabel
yaitu 6,52 > 2,00 pada taraf signifikan 5 % dengan derajat kebebasan (dk) = n1+ n2 – 2 = 28 + 30 – 2 = 56. Sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis yaitu thitung > ttabel maka H0 ditolak Ha diterima.3kesesuain data terlihatdari hasil uji T yang dilakukan memiliki hasil hipotesis yang sama.41
Kemudian penelitian inipun sesuai dengan penelitian terdahulu yang ketiga dalam jurnal yang ditulis oleh Haris Munandar, Sutrio, dan Muhammad Taufik (2018) dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Fisika Siswa SMAN 5 Mataram Tahun Ajaran 2016/2017 yang ditulis
41 Nurhikmah N, Gunawan G, Ayub S. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Simulation Based Laboratory (SBL) Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI IPA SMAN 1 Montong Gading. J Pendidik Fis dan Teknol. 2018;4(1):16. doi:10.29303/jpft.v4i1.542
oleh Haris Munandar dkk. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji statistik yang menggunakan uji-t′, diperoleh nilai t′ hitung
lebih besar dari talpha dengan nilai t′hitung = 4,71; talpha = 2,03. Karena t′ hitung >
talpha yaitu 4,71 > 2,03, maka H02 ditolak dan Ha2 diterima.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media animasi terhadap hasil belajar fisika siswa berupa peningkatan hasil belajar fisika siswa dalam ranah kognitif menurut taksonomi Bloom, yaitu dari C1 sampai C6 (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta).4 Kesesuian terlihat dari hasil tes yang memiliki kesimpulan yang sama sepserti penelitian yang saat ini dilakukan dengan kesimpulan bahwa thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.42
42 Munandar H, Sutrio S, Taufik M. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Siswa SMAN 5 Mataram Tahun Ajaran 2016/2017. J Pendidik Fis dan Teknol. 2018;4(1):111.
doi:10.29303/jpft.v4i1.526
72 A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya beserta data hasil penelitian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa;
1. terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA I MA Putra Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat pada mata pelajaran fisika. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan terhadap data menggunakan tiga uji yakni;
a. uji normalitas untuk mengukur apakah penyebaran data telah terdistribusi normal setelah dilakukan pengujian data yang diperoleh yakni X2ukur pada masing masing kelas yakni 1,95 untuk kelas eksperimen dan 3,57 pada kelas control lebih kecil dibandingkan dengan X2tabel sehingga dapat dikatakan bahwa sebaran data telah terdistribusi normal.
b. Kemudian pada uji homogenitas telah diperoleh data Fhitung memiliki nilai lebih kecil dari pada Ftabel. Yakni 1.602 untuk nilai Fhitung dan 2.168 untuk Ftabel. sehingga diperolehlah keputusan bahwa H0 pada hipotesis ditolak dan H1 diterima. Karena persyaratannya adalah jika Fhitung < Ftabel maka data bersifat homogen.
c. Sedangkan pada uji T atau T-Test diperoleh data sebesar thitung>ttabel
maka ada pengaruh atau hipotesis diterima (Ha diterima). data diatas diambil dari sampel pada kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 19 orang dengan nilai rata-rata sebesar 73,68 kemudian dengan variansi sebesar 68,78 dan pada kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang dengan nilai rata-rata sebesar 47,52 kemudian dengan variansi sebesar 110,17. Sehingga diperoleh thitung sebesar 5,06 dan ttabel sebesar 2.17
B. Saran
Setelah dilakukan penelitian ada beberapa saran yakni 1. Untuk kepala Madrasah
Saran untuk Kepala Madrasah yakni madrasah diharapkan dapat membantu guru untuk dapat menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam sehingga dapat diterapkan bukan hanya pada mata pelajaran fisika namun juga pada mata pelajaran lainnya sehingga dapat menunjang pembelajaran yang lebih bervariatif dan inovatif.
2. Untuk guru
Saran untuk guru yakni guru diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran ini sebagai tambahan refrensi untuk dapat mengembangkan model pembelajaran yang lebih bervariasi dan inovasi sehingga pembelajaran tidak terkesan terlalu monoton
3. Untuk siswa
Saran untuk siswa yakni para siswa diharapkan mampu bekerja sama dengan guru untuk menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi islam ini agar dapat dijalankan dengan sukses serta dapat dikembangkan menjadi model pembelajaran lebih baik lagi
4. Untuk peneliti lain
Saran untuk peneliti yang ingin menggunakan model pembelajaran ini sebagai bahan penelitian selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai refrensi dalam penyusunan karya tulis ilmiah
5. Untuk Sekolah
Adapun saran terakhir yakni untuk sekolah agar lebih memperhatikan terkait sarana dan prasana proses pembelajaran maupun praktik yang akan digunakan oleh siswa maupun guru untuk lebih ditingkatkan agar dapat membuat pembelajaran lebih efisien.
79 Rineka Cipta.
Bahtiar. (2015). Strategi Belajar Mengajar Sains (Ipa) (1st Ed.). Mataram: Uin Mataram.
Clarotta, A. U., & Renyaan, V. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas Viii. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika-Compton, 4(1).
Clarotta, A. U., & Renyaan, V. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIII. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika-COMPTON, 4(1).
Fardiana, I. U. (N.D.). Pengembangan Media Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Berbasis Integrasi Sains Dan Islam Pada Kelas Iv Mi Mamba’ul Huda Ngabar Ponorogo Oleh:, 0–20.
Fauzan. (2019). Integrasi Islam Adan Sains Dalam Kurikulum Program Studi Pendidikan Guru Mi Berbasis Kkni. Jmie (Journal Of Madrasah Ibtidaiyah Education), 1(1), 1–13. Https://Doi.Org/10.32934/Jmie.V1i1.21
Giancoli, D. C. (2005). Physics Principles With Applications Sixti I Edition (6th Ed.).
New Jersey: Pearson Education.Inc.
Indriani, E., Yennita, & Idrus, I. (2018). Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Biologi, 2(2), 22–28.
Kafrawi, M. (2018). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Open-Ended Pada Mata Pelajaran Fisika Di Kelas Viii Smp Negeri 4 Lingsar Lombok Barat. Konstan, 3(1), 94–103.
Kaganang, G. (2019). The Use Of Problem-Based Learning To Improve Students’
Reading Comprehension At The First Grade Students Of Senior High School 1 Of Middle Halmahera. Langua, 2(1), 45–53.
Khoiri, A., Agussuryani, Q., & Hartini, P. (2017). Penumbuhan Karakter Islami Melalui Pembelajaran Fisika Berbasis Integrasi Sains-Islam. Tadris: Jurnal
Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah, 2(1), 19.
Https://Doi.Org/10.24042/Tadris.V2i1.1735
Kurniawan, T., Rokhmat, J., & Ardhuha, J. (2015). Perbedaan Hasil Belajar Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Komik Fisika Dengan Pembelajaran Konvensional Pada Siswa Kelas Viii Smpn 1 Labuapi Tahun Ajaran 2013/2014. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, I(2), 123– 128.
Mailani, I. (2019). Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Problem Based Learning. Al-Uswah, 1(2), 129–137. Https://Doi.Org/10.24014/Au.V1i2.
Misbahuddin, & Hasan, I. (2014). Analisis Data Penelitian Dengan Statistik.
(Suryani, Ed.) (Kedua). Jakarta: Pt. Bumi Aksara.
Muhson, A. (2009). Penerapan Problem-Based Learning Dalam Pembelajaran Statistika Lanjut. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 6(April), 84–99.
Munandar, H., Sutrio, & Taufik, M. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Fisika Siswa Sman 5 Mataram Tahun Ajaran 2016/2017. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 4(1).
Muspiroh, N. (2013). Integrasi Nilai Islam Dalam Pembelajaran IPA (Perspektif Pendidikan Islam). Jurnal Pendidikan Islam, 28(3), 484–498.
Nasiruddin. (2013). Integrasi Sains Dan Agama Dalam Pendidikan Islam. Literasi, Iv(2), 171–188.
Noor, F. M. (2012). Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Sains Dan Islam Dalam Proses Pembelajaran Fisika. Prosiding : Seminar Nasional Fisika Dan Pendidikan
Fisika, 3(4), 303–312. Retrieved From
Http://Jurnal.Fkip.Uns.Ac.Id/Index.Php/Prosfis1/Article/View/3761
Nurhikmah, Gunawan, & Ayub, S. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Simulation Based Laboratory (Sbl) Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas Xi Ipa Sman 1 Montong Gading. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 4(1).
Riduwan. (2013). Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Prana Dwija Iswarta.
Samiudin. (2016). Peran Metode Untuk Mencapai Tujuan Pembelajaran. Jurnal Studi Islam, 11(2), 94–97.
Saripudin, P. (2016). Integrasi Nilai Islam Dalam Pembelajaran Pendidikan SAINS (IPA) Di Sekolah Dasar Negeri Sadamantra Kuningan. Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 28(3), 484. https://doi.org/10.15575/jpi.v28i3.560
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan (27th Ed.). Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sunardi, D., & Nelfiyanti. (2017). Penerapan Metode Problem Based Learning Dalam Pelajaran Al - Islam Ii Di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. Spektrum Industri, 15(1), 1–119.
Susanti, Asyhari, A., & Firdaos, R. (2019). Efektivitas Lkpd Terintegrasi Nilai Islami Pada Kemampuan Literasi Sains Effectivity Of Lkpd Integrated Islamic Value On Problem-Based Learning To Improve Scientific Literacy. Indonesian Journal Of Science And Mathematics Education, 02(1), 64–78.
Susanto, D., Sutrio, & Wahyudi. (2015). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Melalui Metode Eksperimen Terhadap Keterampilan Proses Sains Fisika Siswa Sma Negeri 1 Selong Tahun Ajaran 2014 / 2015. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, I(3), 160–165.
Winarti. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Bermuatan Integrasi Islam-Sains Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Spritual Siswa Madrasah Aliyah. Jpfk, 1(2), 54–60.