• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hipotesis Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Hipotesis Penelitian

1. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Likuiditas Perbankan Capital Adequacy Ratio (CAR) menunjukkan seberapa besar modal bank telah memadai untuk menunjang kebutuhannya dan dasar untuk menilai prospek kelanjutan usaha bank bersangkutan.Semakin tinggi Capital Adequacy Ratio(CAR), menunjukkan kinerja bank dalam memberikan kredit yang semakin baik sehingga meningkatkan kesehatan bank dan proses menyalurkan dana kepada masyarakat serta penghimpunan dana berjalan efektif. Semakin tinggi nilai Return On Asset (ROA), maka menunjukkan kinerja perusahaan semakin baik, begitu juga sebaliknya semakin rendah nilai Return On Asset (ROA) menunjukkan kinerja perusahaan dalam mengasilkan laba semakin rendah (Syamsuddin, 2011).

Pada penelitian Rosadaria (2012), Hersugondo dan Handy Setyo Tamtomo (2012) dan Romadhoni Eka Nugraha (2014) meneliti pengaruh CAR terhadap LDR pada bank umum di Indonesia dengan hasil bahwa CAR

Capital Adequacy Ratio(X1)

Return on Assets (X2)

Non Performing Loan(X3)

Likuiditas

(Loan to Deposit Ratio) (Y)

berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan kredit, sedangkan penelitian Buchory (2014) menunjukan hasil yang berbeda yaitu CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Likuiditas Perbankan.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

Hipotesis 1 : Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap Likuiditas Perbankan.

2. Pengaruh Return on Assets (ROA) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Return On Assets (ROA) adalah indikator yang akan menunjukkan bahwa apabila rasio ini meningkat maka asset bank telah digunakan dengan optimal untuk memperoleh pendapatan sehingga diperkirakan ROA dan kredit memiliki hubungan yang positif. Semakin besar Return On Assets (ROA) suatu bank semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dengan laba yang besar maka suatu bank dapat menyalurkan kredit lebih banyak, sejalan dengan kredit yang meningkat maka akan meningkatkan Likuiditas itu sendiri. Pada penelitian Buchory (2014) dan Novitasari (2014) menunjukan bahwa ROA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Likuiditas.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

Hipotesis 2 : Return On Assets (ROA) berpengaruh positif terhadap Likuiditas Perbankan.

3. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Non Performing Loan (NPL) merefleksikan besarnya risiko kredit yang dihadapi bank, semakin kecil NPL, maka semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung pihak bank. NPL yang tinggi akan memperbesar biaya, baik biaya

20

pencadangan aktiva produktif maupun biaya lainnya, sehingga berpotensi terhadap kerugian bank. Banyaknya kredit bermasalah membuat bank tidak berani meningkatkan penyaluran kreditnya apalagi bila dana pihak ketiga tidak dapat dicapai secara optimal maka dapat mengganggu likuiditas suatu bank.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

Hipotesis 3:Non Performing Loan(NPL) berpengaruh negatif terhadap Likuiditas Perbankan.

21 A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian explanatory(explanatory research), yaitu penelitian yang bersifat penjelasan dan bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis penelitian. Dalam penelitian ini terdapat hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis itu menggambarkan hubungan antara dua variabel, untuk mengetaui apakah suatu variabel berasosiasi atau tidak dengan variabel lainnya dan apakah suatu variabel dipengaruhi atau tidak dengan variabel lainnya. Penelitian ini tidak hanya mempunyai nilai mandiri maupun membandingkan, tetapi juga berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan juga mengontrol suatu gejala dengan pendekatan kuantitatif.

Peneliti melakukan penelitian terhadap pengaruh pada Capital Adequacy Ratio(CAR),Return on Assets(ROA) danNon Performing Loan(NPL) terhadap Likuiditas Perbankan menggunakan indikator Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dimana peneliti melakukan survey dan observasi pada Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Makassar. Peneliti mengamati, menelusuri dan mengumpulkan data untuk mendeskripsikan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA) dan Non Performing Loan(NPL) dalam mempengaruhi Likuiditas Perbankan

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Objek pada penelitian ini yaitu pada Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Penelitian ini dilakukan pada Galeri Investasi

22

BEI-Unismuh Makassar yang beralamat di Jln. Sultan Alauddin No. 259, Makassar. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2019- Juni 2019.

C. Definisi Operasional Variabel

Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel terikat (Dependent) dan variabel bebas (Independent). Variabel terikat (Y) adalah Likuiditas yang di proksikan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), dan variabel bebas (X) terdiri dari Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA) danNon Performing Loan(NPL).

1. Variabel Independen (X)

Variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab terjadinya perubahan atau timbulnya variabel dependen. Dalam penelitian ini, ada sembilan variabel yang digunakan yaitu:

a. Capital Adequacy Ratio(X1)

Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio perbandingan antara modal sendiri terhadap Asset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

CAR =MODAL

ATMR × 100%

b. Return on Assets(X2)

Return on Assets (ROA) merupakan rasio perbandingan antara laba sebelum pajak terhadap rata-rata total asset (total aktiva). Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

ROA =LABA SEBELUM PAJAK

TOTAL AKTIVA × 100%

c. NonPerformingLoan(X3)

Non Performing Loan (NPL) merupakan rasio perbandingan antara

jumlah kredit yang bermasalah (kredit dalam kualitas kurang lancar, diragukan dan macet) dibagi dengan total kredit. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

NPL =JUMLAH KREDIT BERMASALAH

TOTAL KREDIT × 100%

2. Variabel Dependen (Y)

Variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel independen. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah likuiditas bank yang diproksikan oleh Loan to Deposit Ratio (LDR). Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio perbandingan antara jumlah kredit yang diberikan atau total kredit terhadap total dana pihak ketiga. Secara sistematis Loan to Deposit Ratio(LDR) dapat dirumuskan sebagai berikut :

LDR =JUMLAH KREDIT YANG DIBERIKAN

TOTAL DANA PIHAK KETIGA × 100%

Tabel 3.1 Definisai Operasional Variabel

No. Variabel Pengertian Skala Pengukuran

1. Capital Adequacy Ratio (CAR)

Rasio perbandingan antara modal sendiri terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).

Rasio CAR =MODAL

ATMR × 100%

2. Return on Assets (ROA)

Rasio perbandingan antara laba sebelum pajak terhadap rata- rata total asset (total aktiva)

Rasio ROA =LABA SEBELUM PAJAK TOTAL AKTIVA × 100%

3. Non

Performing Loan(NPL)

Rasio perbandingan antara jumlah kredit yang bermasalah (kredit dalam kualitas kurang lancar, diragukan dan macet) dibagi dengan total kredit.

Rasio NPL =JUMLAH KREDIT BERMASALAH TOTAL KREDIT × 100%

4. Loan to Deposit Ratio (LDR).

Rasio Perbandingan Antara Jumlah Kredit Yang Diberikan Atau Total Kredit Terhadap Total Dana Pihak Ketiga

Rasio LDR =JUMLAH KREDIT YANG DIBERIKAN TOTAL DANA PIHAK KETIGA × 100%

24

D. Populasi dan Sampel

Dokumen terkait