• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

berpengaruh negatif terhadap Likuiditas Perbankan. Berdasarkan Tabel 4.11 koefisien regresi NPL sebesar -0,538. Hal ini menunjukan NPL mempunyai pengaruh negatif terhadap Likuiditas Perbankan. Probabilitas menunjukan lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,563 artinya bahwa variabel NPL mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap Likuiditas Perbankan.

Sedangkan arah koefisien dari variabel NPL menunjukkan arah yang negatif.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan NPL berpengaruh negatif terhadap Likuiditas Perbankan tidak dapat diterima karena menunjukkan nilai probabilitas yang lebih tinggi.

52

mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ramadhani (2016), aditya Prayudi (2011) dan Utari (2011) yang menemukan bahwa CAR berpengaruh Positif dan tidak signifikan terhadap LDR dan sedangkan penelitian Rosadaria (2012), Novitasari (2014) dan Buchory (2014) yang menemukan bahwa CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Likuiditas Perbankan.

Hasil penelitian ini juga menujukan bahwa CAR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Likuiditas Perbankan. Pada teori untuk perumusan hipotesis menyatakan bahwa semakin tinggi nilai CAR menunjukan semakin kuatnya struktur modal yang dimiliki bank,sehingga dengan kuatnya struktur modal yang dimiliki oleh bank, maka bank akan dapat menjaga likuiditasnya dengan baik.

Kecukupan modal merupakan faktor yang sangat penting bagi bank untuk pengembangan usaha dan menampung risiko kerugian. Bank Indonesia menetapkan CAR yaitu kewajiban penyediaan modal minimum yang harus selalu dipertahankan oleh setiap bank sebagai suatu proporsi tertentu dari total ATMR.

Berdasarkan kondisi yang relative stabil dengan CAR diatas 8% yang ditetapkan oleh pemerintah serta likuiditas yang juga relative stabil maka CAR tidak mempengaruhi Likuiditas Perbankan secara langsung karena CAR digunakan untuk mengukur kemampuan permodalan yang ada untuk menutup kemungkinan kerugian dalam perkreditan dan perdagangan surat-surat berharga.

2. Pengaruh Return on Assets (ROA) terhadap Likuiditas Perbankan

Secara teori ROA (tingkat pengembalian aset) akan berpengaruh positif terhadap Likuiditas Perbankan karena semakin banyak laba yang diperoleh maka semakin banyak pula dana yang akan disalurkan untuk kredit, sejalan dengan kredit yang semakin banyak makan akan meningkatkan nilai Likuiditas Perbankan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ROA berpengaruh secara tidak

signifikan terhadap Likuiditas Perbankan/LDR. Hal ini dapat disebabkan meskipun laba yang dimiliki bank tinggi tetapi jika risiko kreditnya juga tinggi, bank akan mengambil keputusan untuk tidak menyalurkan dananya yang akan berpengaruh terhadap Likuiditas Perbankan. Jika bank tetap mengambil keputusan untuk menyalurkan kredit padahal risiko kreditnya tinggi maka tingkat kesehatan perbankan akan terganggu dan kemampuannya untuk menyalurkan kredit akan berkurang.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Buchory (2014), yang menemukan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Likuiditas Perbankan/LDR. Begitu pula dengan penelitian Novitasari (2014), yang menemukan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Likuiditas Perbankan/LDR.

3. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap Likuiditas Perbankan Hasil penelitian ini NPL berpengaruh negatif terhadap Likuiditas Perbankan, hal ini disebabkan walaupun nilai NPL meningkat namun nilai Likuiditas Perbankan juga meningkat, sehingga dapat disimpulkan bahwa NPL tidak menurunkan tingkat likuiditas pada periode penelitian ini. Hal ini juga mungkin disebabkan karena nilai NPL belum melampaui batas maksimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan adanya bank-bank yang memiliki NPL besar namun tetap melakukan ekspansi kredit terhadap masyarakat tanpa memperhatikan risiko kredit yang akan dihadapi.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap LDR. Hal ini mendukung teori yang ada bahwa semakin tinggi nilai NPL mengakibatkan semakin rendah tingkat likuiditas bank karena banyaknya kredit macet. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh

54

Oktaviani (2012) yang menemukan bahwa NPL berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit, namun berbeda dengan penelitian Rosadaria (2012) dan Buchory (2014) yang menemukan bahwa NPL berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Likuiditas Perbankan/LDR. Hasil penelitian ini juga berbeda dengan penelitian Nandadipa (2012) yang menemukan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Likuiditas Perbankan/LDR.

55 A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi Likuiditas Perbankan yang diproksikan olehLoan to Deposit Ratio(LDR) sebagai salah satu ukuran likuiditas bank di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui tahap pengumpulan data, pengolahan data dan interpretasi data hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. VariabelCapital Adequacy Ratio (CAR) memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Likuiditas Perbankan. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi CAR maka akan menaikkan tingkat Likuiditas suatu bank. Dalam penelitian ini bisa dikatakan bahwa CAR memiliki pengaruh positif terhadap Likuiditas Perbankan.

2. Variabel Return on Assets (ROA) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Likuiditas Perbankan. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi ROA maka akan meningkatkan Likuiditas Perbankan.

3. Variabel Non Performing Loan (NPL) memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Likuiditas Perbankan. Hal ini mengindikasikan bahwa NPL tidak memiliki pengaruh apapun bagi likuiditas bank.

B. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah:

1. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini masih terbatas pada bank umum nasional di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

56

2. Periode penelitian yang sangat singkat yaitu tahun 2013 hingga tahun 2017.

3. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian in masih terbatas dan sudah sangat umum digunakan dalam mengukur likuiditas bank.

4. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling.

Keunggulan metode ini adalah peneliti dapat memilih sampel yang tepat, sehingga peneliti akan memperoleh data yang memenuhi kriteria untuk diuji.

Namun penggunaan metode purposive sampling berakibat pada lemahnya validitas eksternal atau kurangnya kemampuan generalisasi dari hasil penelitian.

C. Saran

Berdasarkan beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, maka peneliti memberikan beberapa saran untuk penelitian selanjutnya sebagai berikut:

1. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian, seperti Bank Perkreditan Rakyat, Bank Pembangunan Daerah dan bank syariah.

2. Variabel-variabe yang digunakan dalam penelitian ini terbatas pada tiga variabel saja. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan variabel-variabel lain yang berpengaruh terhadap likuiditas bank, baik variabel internal maupun variabel eksternal bank, seperti ukuran bank, Net Working Capital, Return on Equity, suku bunga deposito, tingkat PDB dan suku bunga BI.

3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperpanjang periode tahun penelitian sehingga hasil yang didapatkan akan lebih beragam.

4. Likuiditas dalam penelitian ini diproksikan olehLoan to Deposit Ratio (LDR).

Untuk penelitian selanjutnya diharakan peneliti dapat menggunakan proksi lain dalam mengukur likuiditas bank karena setiap pengukuran yang digunakan akan menghasilkan temuan yang berbeda.

58

DAFTAR PUSTAKA

Agustina & Wijaya, A. 2013 “Analsis Faktor-Faktor yang mempengaruhi LDR Bank Swasta Nasional di Bank Indonesia”. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskill, 3(2), 101-109.

Buchory, Herry Achmad. 2014. “Analysis of factors affecting implementation of banking intermediation function: study on regional development bank all over Indonesia in 2012” Journal of Business and Management. Vol.6, No.24, p. 20-31.

Chaeriah, Nurul. 2013. “Manajemen Likuiditas”. Retrieved from https://nurulchariah.blogspot.com/2013/12/manajemen-likuiditas.html Dasih, K. (2014). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return On Asset

Perbankan (Studi pada Bank Umum yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2010).

Eng, T.S. 2013. “Pengaruh NIM, BOPO, LDR, NPL & CAR terhadap ROA Bank Internasional Go Public Periode 2007- 2011”.Jurnal Dinamika Manajemen, Vol. 1, No. 3 (2013)

Granita, Jen Kharisa. 2011. “Analisis Pengaruh DPK, CAR, ROA, NPL, NIM, BOPO, Suku Bunga, Inflasi dan Kurs Terhadap LDR Pada Bank Devisa di Indonesia Periode 2002-2009”. Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang.

Hersugondo dan Handy Setyo Tamtomo. 2012. “Pengaruh CAR, NPL, DPK dan ROA terhadap LDR Perbankan Indonesia”. Jurnal Dharma Ekonomi, No.

36 / Th. XIX / Oktober, Semarang, 2012.

Iskandar, D. (2014). “Perhitungan CAR”. Retrieved from https://belajarperbankangratis.blogspot.co.id/2014/10/perhitungan-car.htm Ismail. 2013.“Manajemen Perbankan”.Jakarta: Prenadamedia Group.

Kasmir. 2012. “Dasar-dasar Perbankan”. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Kuncoro, M dan Suhardjono. 2012. Manajemen Perbankan: Teori dan Aplikasi.

Yogyakarta: BPFE

Latumaerissa, Julius R. 2011. “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Salemba Empat: Jakarta

Nugraha, Romadhoni Eka. 2014. “Analisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Return On Asset (ROA) dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) (Studi Empiris pada Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2010-2012)”. Jurnal Universitas Muhammadiyah Surakarta, dipublikasikan, 2014.

Prayudi, Arditya. 2011.“Pengaruh Capital Adequecy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), BOPO, Return On Assets (ROA) dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)”. Jurnal Universitas Gunadarma, dipublikasikan, 2011

Ramadhani, A.N. & Indriani, A (2016) “Analisis pengaruh Size,Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets(ROA), Non Performing Loan (NPL), dan Inflasi terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)”. Diponegoro Journal of Management, Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016,

Rosadaria, Gladys. 2012. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loan To Deposit Ratio Sebagai Likuiditas Perbankan”. Interdisciplynary Journal of Research in Business, Volume 1, Issue 1, January 2012

Rossakies, Emmanuel N. (1997). “Commercial Banking in an Era of Deregulation”Westport, United States : Publisher by ABC-CLIO

Smith, Adam (Ed). 1976.“The Wealth of Nations”.Oxford : Clarendon Press.

Suryantini, Ni Putu Santi & I Gusti A.P.T.P. 2017. “Determinasi Loan to Deposit Ratiop pada Bank Campuran di Indonesia”. E-Journal Manajemen Unud.

Vol. 6 No. 1, 2017

Sutrisno. 2012. “Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi”. (1-8th ed.).

Jakarta : Rajawali Pers.

Syamsuddin, Lukman. 2011. “Manajemen Keuangan Perusahaan (Konsep Aplikasi dalam Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan)”.Cetakan ke-11. Jakarta: Rajawali Press.

Utari, Mita Puji. 2011. “Analisis Pengaruh CAR, NPL, ROA dan BOPO terhadap LDR (Studi Kasus pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia Periode 2005-2008)”.Jurnal Manajemen Undip Semarang.

Dipublikasikan 2014

Vodova, P. 2011. “Liquidity of Czech Commercial Banks and its Determinants. International Journal of Mathematical Models and Methods in Applied Sciences, 6, 1060-1067.

60

L A M

P

I

R

A

N

Lampiran 1 : Data Penelitian

No. BANK Tahun CAR ROA NPL LDR

1 BACA

2013 30.48 0.74 1.03 50.6

2014 21.58 0.84 0.81 44.24

2015 18 1.32 2.11 59.06

2016 20.13 1.59 0.37 63.35

2017 16.43 1.33 0.34 58.13

2 BBCA

2013 13.5 3.5 0.6 55.2

2014 12.7 3.8 0.5 61.7

2015 14.2 3.6 0.4 68.6

2016 15.7 3.8 0.4 75.4

2017 16.9 3.9 0.6 76.8

3 BBKP

2013 12.06 1.65 3.22 71.85

2014 12.71 1.87 2.88 85.01

2015 16.34 1.83 2.66 65.01

2016 15.12 1.75 2.26 65.8

2017 14.21 1.33 2.78 63.89

4 BBNI

2010 18.6 2.5 4.3 70.2

2011 17.63 2.9 3.6 70.4

2012 16.7 2.9 2.8 77.5

2013 15.09 3.4 2.2 75.3

2014 16.22 3.49 1.96 67.81

5 BBNP

2013 12.94 1.4 0.67 70.41

2014 13.45 1.53 0.88 75.02

2015 12.17 1.57 0.97 64.94

2016 15.75 1.58 0.92 74.44

2017 16.6 1.32 1.86 65.19

6 BBRI

2013 13.76 4.64 2.78 75.17

2014 14.96 4.93 2.32 76.2

2015 16.95 5.15 1.78 79.85

2016 16.99 5.03 1.55 68.54

2017 18.31 4.74 1.69 71.68

7 BDMN

2013 16 2.79 3 73.82

2014 17.5 2.6 2.5 78.3

2015 18.9 2.7 2.3 80.6

2016 17.9 2.5 1.9 75.1

2017 17.9 1.4 2.3 72.6

62

8 BJBR

2013 22.85 3.15 1.86 71.54

2014 18.36 2.65 1.21 72.95

2015 18.11 2.46 2.07 74.09

2016 16.51 2.61 2.83 76.47

2017 16.39 1.94 4.15 63.18

9 BMRI

2013 13.36 3.5 2.21 65.44

2014 15.34 3.37 2.18 71.65

2015 15.48 3.55 1.74 77.66

2016 14.93 3.66 1.6 82.97

2017 16.6 3.57 1.66 82.02

10 BNBA

2013 25.01 1.47 2.25 54.18

2014 19.96 2.11 1.07 67.53

2015 19.18 2.47 0.63 77.95

2016 15.99 2.05 0.21 83.95

2017 15.07 1.52 0.25 79.45

11 BNGA

2013 13.47 2.75 2.53 68.04

2014 13.16 2.85 2.64 79

2015 15.16 3.18 2.29 65.04

2016 15.36 2.76 2.23 69.9

2017 15.58 1.44 3.9 79.46

12 BNII

2013 12.65 1.01 3.09 69.03

2014 12.03 1.11 2.14 75.07

2015 12.83 1.62 1.7 72.97

2016 12.72 1.71 2.11 73.24

2017 15.72 0.67 2.23 62.67

13 BSIM

2013 14.1 1.44 1.26 73.64

2014 13.98 1.07 0.88 69.5

2015 18.09 1.74 3.18 60.78

2016 21.82 1.71 2.5 78.72

2017 18.38 1.02 3 73.88

14 BSWD

2013 26.91 2.93 3.55 77.36

2014 23.19 3.66 1.98 65.71

2015 21.1 3.14 1.4 73.21

2016 15.26 3.8 1.59 73.76

2017 14.27 3.37 1.15 68.06

15 BT PN

2013 23.4 4 1.1 71

2014 20.5 4.4 0.7 85

2015 21.5 4.7 0.6 86

2016 23.1 4.5 0.7 88

2017 23.3 3.6 0.7 97

16 BVIC

2013 10.8 1.71 5.07 40.22

2014 14.86 2.65 2.38 63.62

2015 17.96 2.17 2.3 67.59

2016 18.2 1.99 0.92 74.73

2017 18.25 0.8 3.52 70.25

17 INPC

2013 14.52 0.76 2.58 76.13

2014 12.65 0.72 2.96 82.21

2015 16.45 0.66 0.85 77.42

2016 15.82 1.39 1.96 68.87

2017 15.76 0.78 1.92 77.62

18 MCOR

2013 17.12 1.11 2.08 61.29

2014 11.67 0.96 2.18 59.3

2015 13.86 2.04 1.98 60.22

2016 14.68 1.74 1.69 72.73

2017 14.15 0.79 2.71 74.03

19 MEGA

2013 15.03 2.45 0.9 56.03

2014 11.86 2.29 0.98 63.75

2015 16.83 2.74 2.09 52.39

2016 15.74 1.14 2.17 57.41

2017 15.23 1.16 2.09 68.85

20 NISP

2013 16.04 1.09 2 77.96

2014 13.75 1.91 1.26 67.04

2015 16.49 1.79 0.91 66.79

2016 19.28 1.81 0.73 72.49

2017 18.74 1.79 1.34 73.59

21 SDRA

2013 19.69 2.78 1.76 60.2

2014 13.38 3 1.65 51.7

2015 17.3 2.78 1.99 54.39

2016 27.91 2.23 2.64 70.59

2017 21.71 2.81 2.51 71.2

64

Lampiran 2 :Perkembangan Non Performing Loan (NPL) Tahun 2013-2017

No. Bank

Tahun

Rata-rata

2013 2014 2015 2016 2017

1 Bank Capital Indonesia Tbk 1.03 0.81 2.11 0.37 0.34 0.932

2 Bank Central Asia Tbk. 0.6 0.5 0.4 0.4 0.6 0.5

3 Bank Bukopin Tbk. 3.22 2.88 2.66 2.26 2.78 2.76

4 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 4.3 3.6 2.8 2.2 1.96 2.972

5 Bank Nusantara Parahyangan Tbk. 0.67 0.88 0.97 0.92 1.86 1.06

6 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 2.78 2.32 1.78 1.55 1.69 2.024

7 Bank Danamon Indonesia Tbk. 3 2.5 2.3 1.9 2.3 2.4

8 BPD Jawa Barat dan Banten Tbk. 1.86 1.21 2.07 2.83 4.15 2.424

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2.21 2.18 1.74 1.6 1.66 1.878

10 Bank Bumi Arta Tbk. 2.25 1.07 0.63 0.21 0.25 0.882

11 Bank CIMB Niaga Tbk. 2.53 2.64 2.29 2.23 3.9 2.718

12 Bank Internasional Indonesia Tbk. 3.09 2.14 1.7 2.11 2.23 2.254

13 Bank Sinarmas Tbk. 1.26 0.88 3.18 2.5 3 2.164

14 Bank of India Indonesia Tbk. 3.55 1.98 1.4 1.59 1.15 1.934

15 Bank T abungan Pensiun Nasional Tbk. 1.1 0.7 0.6 0.7 0.7 0.76

16 Bank Victoria Internasional Tbk. 5.07 2.38 2.3 0.92 3.52 2.838

17 Bank Arta Graha Internasional Tbk. 2.58 2.96 0.85 1.96 1.92 2.054

18 Bank Windu Kentjana Internasional Tbk.

2.08 2.18 1.98 1.69 2.71 2.128

19 Bank Mega Tbk. 0.9 0.98 2.09 2.17 2.09 1.646

20 Bank OCBC NISP Tbk. 2 1.26 0.91 0.73 1.34 1.248

21 Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. 1.76 1.65 1.99 2.64 2.51 2.11

RATA-RATA 2.2780952 1.7952381 1.75 1.5942857 2.0314286 1.8898095

NILAI MAKSIMUM 5.07 3.6 3.18 2.83 4.15

NILAI MINIMUM 0.6 0.5 0.4 0.21 0.25

Lampiran 3 :Perkembangan Loan to Deposit Ratio (LDR) Tahun 2013-2017

No. Bank Tahun

Rata-rata

2013 2014 2015 2016 2017

1 Bank Capital Indonesia Tbk 50.6 44.24 59.06 63.35 58.13 55.076

2 Bank Central Asia Tbk. 55.2 61.7 68.6 75.4 76.8 67.54

3 Bank Bukopin Tbk. 71.85 85.01 65.01 65.8 63.89 70.312

4 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 70.2 70.4 77.5 75.3 67.81 72.242

5 Bank Nusantara Parahyangan Tbk. 70.41 75.02 64.94 74.44 65.19 70

6 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 75.17 76.2 79.85 68.54 71.68 74.288

7 Bank Danamon Indonesia Tbk. 73.82 78.3 80.6 75.1 72.6 76.084

8 BPD Jawa Barat dan Banten Tbk. 71.54 72.95 74.09 76.47 63.18 71.646

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk. 65.44 71.65 77.66 82.97 82.02 75.948

10 Bank Bumi Arta Tbk. 54.18 67.53 77.95 83.95 79.45 72.612

11 Bank CIMB Niaga Tbk. 68.04 79 65.04 69.9 79.46 72.288

12 Bank Internasional Indonesia Tbk. 69.03 75.07 72.97 73.24 62.67 70.596

13 Bank Sinarmas Tbk. 73.64 69.5 60.78 78.72 73.88 71.304

14 Bank of India Indonesia Tbk. 77.36 65.71 73.21 73.76 68.06 71.62

15 Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk. 40.22 63.62 67.59 74.73 70.25 63.282 16 Bank Victoria Internasional Tbk. 40.22 63.62 67.59 74.73 70.25 63.282 17 Bank Arta Graha Internasional Tbk. 76.13 82.21 77.42 68.87 77.62 76.45 18 Bank Windu Kentjana Internasional Tbk. 61.29 59.3 60.22 72.73 74.03 65.514

19 Bank Mega Tbk. 56.03 63.75 52.39 57.41 68.85 59.686

20 Bank OCBC NISP Tbk. 77.96 67.04 66.79 72.49 73.59 71.574

21 Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. 60.2 51.7 54.39 70.59 71.2 61.616

RATA-RATA 64.691904

76

68.739047 62

68.745238 1

72.785238 1

70.981428 57

69.188571 43

NILAI MAKSIMUM 77.96 85.01 80.6 83.95 82.02

NILAI MINIMUM 40.22 44.24 52.39 57.41 58.13

66

Lampiran 4 :Perkembangan Return on Assets (ROA) Tahun 2013-2017

No. Bank Tahun

Rata-rata

2013 2014 2015 2016 2017

1 Bank Capital Indonesia Tbk 0.74 0.84 1.32 1.59 1.33 1.164

2 Bank Central Asia Tbk. 3.5 3.8 3.6 3.8 3.9 3.72

3 Bank Bukopin Tbk. 1.65 1.87 1.83 1.75 1.33 1.686

4 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 2.5 2.9 2.9 3.4 3.49 3.038

5 Bank Nusantara Parahyangan Tbk. 1.4 1.53 1.57 1.58 1.32 1.48

6 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 4.64 4.93 5.15 5.03 4.74 4.898

7 Bank Danamon Indonesia Tbk. 2.79 2.6 2.7 2.5 1.4 2.398

8 BPD Jawa Barat dan Banten Tbk. 3.15 2.65 2.46 2.61 1.94 2.562

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk. 3.5 3.37 3.55 3.66 3.57 3.53

10 Bank Bumi Arta Tbk. 1.47 2.11 2.47 2.05 1.52 1.924

11 Bank CIMB Niaga Tbk. 2.75 2.85 3.18 2.76 1.44 2.596

12 Bank Internasional Indonesia Tbk. 1.01 1.11 1.62 1.71 0.67 1.224

13 Bank Sinarmas Tbk. 1.44 1.07 1.74 1.71 1.02 1.396

14 Bank of India Indonesia Tbk. 2.93 3.66 3.14 3.8 3.37 3.38

15 Bank T abungan Pensiun Nasional Tbk. 4 4.4 4.7 4.5 3.6 4.24

16 Bank Victoria Internasional Tbk. 1.71 2.65 2.17 1.99 0.8 1.864

17 Bank Arta Graha Internasional Tbk. 0.76 0.72 0.66 1.39 0.78 0.862

18 Bank Windu Kentjana Internasional Tbk. 1.11 0.96 2.04 1.74 0.79 1.328

19 Bank Mega Tbk. 2.45 2.29 2.74 1.14 1.16 1.956

20 Bank OCBC NISP Tbk. 1.09 1.91 1.79 1.81 1.79 1.678

21 Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. 2.78 3 2.78 2.23 2.81 2.72

RATA-RATA 2.2557143 2.4390476 2.5766667 2.5119048 2.0366667 2.364

NILAI MAKSIMUM 4.64 4.93 5.15 5.03 4.74

NILAI MINIMUM 0.74 0.72 0.66 1.14 0.67

Lampiran 5 :Perkembangan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Tahun 2013-2017

No. BANK TAHUN

Rata-rata

2013 2014 2015 2016 2017

1 Bank Capital Indonesia Tbk 66.43 67.22 63.93 62.41 64.98 64.99

2 Bank Central Asia Tbk. 70.86 66.69 59.93 60.58 65.37 64.69

3 Bank Bukopin Tbk. 77.16 76.32 71.35 73.03 86.25 76.82

4 Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 65.12 60.87 62.41 61.52 62.43 62.47 5 Bank Nusantara Parahyangan Tbk. 75.99 72.58 70.99 67.12 69.78 71.29 6 Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 81.07 80.17 77.27 79.67 76.61 78.96

7 Bank Danamon Indonesia Tbk. 92.38 92.15 87.71 84.66 94.91 90.36

8 BPD Jawa Barat dan Banten Tbk. 82.72 79.85 78.93 78.03 79.46 79.80

9 Bank Mandiri (Persero) Tbk. 84.98 82.05 81.42 82.73 88.27 83.89

10 Bank Bumi Arta Tbk. 76.6 80.02 80.02 79.41 85.94 80.40

11 Bank CIMB Niaga Tbk. 80.04 76.57 74.03 74.63 80.58 77.17

12 Bank Internasional Indonesia Tbk. 77.79 81.84 76.73 89.66 91.25 83.45

13 Bank Sinarmas Tbk. 91.75 92.43 93.03 85.27 91.72 90.84

14 Bank of India Indonesia Tbk. 88.21 78.36 78.82 81.35 93.25 84.00

15 Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk. 91.41 93.55 88.55 88.5 94.54 91.31 16 Bank Victoria Internasional Tbk. 79.3 80.03 81.49 84.48 56.04 76.27 17 Bank Arta Graha Internasional Tbk. 91.21 92.97 81.74 84.73 93.19 88.77 18 Bank Windu Kentjana Internasional Tbk. 85.17 85.77 85.18 86.35 88.37 86.17

19 Bank Mega Tbk. 92.75 92.82 86.85 86.38 87.81 89.32

20 Bank OCBC NISP Tbk. 73.35 67.51 72.31 69.09 74.92 71.44

21 Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. 85.15 86.67 78.71 82.33 87.41 84.05

RATA-RATA 81.40 80.31 77.69 78.19 81.58 79.83

NILAI MAKSIMUM 92.75 93.55 93.03 89.66 94.91

NILAI MINIMUM 65.12 60.87 59.93 60.58 56.04

68

Lampiran 6 : Hasil Analisis SPSS 1. Descriptive Statistics

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

CAR 105 10.80 30.48 16.7698 3.60085

ROA 105 .66 5.15 2.3640 1.14405

NPL 105 .21 5.07 1.8898 .97049

LDR 105 40.22 97.00 70.2418 9.23965

Valid N (listwise) 105

2. GrafikHistogram

3. Grafik Normal P Plot

4. Uji Kolmogorov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 105

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 8.87359404

Most Extreme Differences Absolute .068

Positive .055

Negative -.068

Test Statistic .068

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

70

5. Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 65.304 4.976 13.124 .000

CAR .061 .249 .024 .245 .807 .973 1.027

ROA 2.086 .791 .258 2.638 .010 .952 1.050

NPL -.538 .927 -.057 -.581 .563 .964 1.037

a. Dependent Variable: LDR

6. Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .279a .078 .050 9.00442 1.265

a. Predictors: (Constant), NPL, CAR, ROA b. Dependent Variable: LDR

7. Uji Heterokedastisitas

8. Uji Signifikan (Uji-t)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 65.304 4.976 13.124 .000

CAR .061 .249 .024 .245 .807

ROA 2.086 .791 .258 2.638 .010

NPL -.538 .927 -.057 -.581 .563

a. Dependent Variable: LDR

9. Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .279a .078 .050 9.00442

a. Predictors: (Constant), NPL, CAR, ROA b. Dependent Variable: LDR

72

Lampiran 7 : Permohonan Izin Penelitian

Lampiran 8 : Jawaban Permohonan Penelitian

Dokumen terkait