• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

F. Hipotesis Penelitian

: Ada pengaruh indikator kualitas kerja terhadap kualitas pelayanan Di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.

Variabel (X) Kinerja Pegawai Mas’ud (2004) 1. Kualitas 2. Kuantitas

3. Ketepatan Waktu 4. Efektivitas 5. Komitmen Kerja

Pengaruh Kinerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan

Variabel (Y) Kualitas Pelayanan Zethhaml, Parasuraman,

dan Berry (1990) 1. Tangibles

2. Reliability 3. Responsivenes 4. Assurance 5. Empathy

Peningkatan Kinerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Dinas Tenaga

Kerja dan Transmigrasi Kab.

Gowa

𝐇𝟏 𝐇𝟐 𝐇𝟑 𝐇𝟒

𝐇𝟓

𝐇𝟔

: Ada pengaruh Indikator kuantitas kerja terhadap kualitas pelayanan Di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.

: Ada pengaruh indikator ketepatan waktu terhadap kualitas pelayanan Di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.

: Ada pengaruh indikator efektivitas terhadap kualitas pelayanan Di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.

: Ada pengaruh indikator komitmen kerja terhadap kualitas pelayanan Di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.

: Ada pengaruh tingkat kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan Di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.

G. Definisi Operasional

Berdasarkan pokok permasalahan yang akan diajukan, maka penulis membuat penjelasan mengenai variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian, sebagai berikut :

1. Variabel kinerja pegawai (X)

Adapun indikator-indikator dari variabel kinerja pegawai ini, adalah a. Kualitas

Kualitas kerja dapat diukur dari persepsi seorang pegawai terhadap kualitas suatu pekerjaan yang bisa dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap kemampuan dan keterampilan pegawai di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa dari penampilan aktivitas maupun memenuhi

tujuan yang diharapkan dari suatu aktivitas. Adapun indikator kualitas kerja yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kerapihan 2. Ketelitian

3. Keterkaitan hasil dengan tidak mengabaikan volume pekerjaan 4. Cetakan dan tuntas dalam mengerjakan suatu pekerjaan

b. Kuantitas Kerja

Pegawai Kantor menjadi tolak ukur suatu hal yang tertuju pada jumlah atau nilai jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah sejumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan. Adapun indikator kuantitas kerja yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Volume kerja yang dihasilkan diatas kondisi normal 2. Target kerja dapat terpenuhi dengan penuh perhitungan 3. Standar kerja ditentukan oleh perusahaan

c. Ketepatan Waktu

Melihat tingkat suatu aktivitas yang harus diselesaikan pada waktu awal yang diinginkan dan dilihat dari sudut koordinasi dari hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas orang lain.Adapun indikator ketepatan waktu yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pekerjaan diselesaikan dengan tuntas 2. Semua pekerjaan di selesaikan tepat waktu d. Efektivitas

Dimana Tingkat keberhasilan yang dihasilkan oleh Kerja pegawai dengan cara tertentu sesuai dengan tujuan yng hendak dicapai dalam menilai pemanfaatan waktu dalam menjalankan tugas. Adapun indikator kualitas kerja yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar

2. Kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan

e. Komitmen Kerja

Komitmen kerja adalah suatu sikap yang menunjukkan sampai sejauh mana pegawai Kantor memiliki komitmen yang tinggi dan loyalitas karena ada rasa tanggung jawab terhadap perusahaan. Adapun indikator kualitas kerja yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kepercayaan dan penerimaan yang kuat terhadap tujuan serta nilai- nilai terhadap perusahaan

2. Sikap terhadap tugas dan tanggung jawab terhadap perusahaan 2. Variabel kualitas pelayanan (Y)

Adapun indikator-indikator dari variabel kualitas pelayanan ini, adalah : a. Tangibles

Bukti fisik Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa sangat berperan penting dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apabila fasilitas-fasilitas yang ditawarkan perusahaan mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat, maka kepuasaan pelanggan terhadap pelayanan yang diterima dapat meningkat pula dan

mencermikan fasilitas fisik jasa . Adapun indikator keandalan yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :

a. Penampilan petugas dalam melayani konsumen b. Kenyamanan dalam melakukan pelayanan

c. Kedesiplinan petugas dalam melakukan pelayanan d. Kemudahan proses dan akses layanan

e. Penggunaan alat bantu dalam pelayanan b. Reliability

Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan tepat waktu dan memuaskan dan sangat berperan penting untuk melahirkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diterimanya. apabila Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mampu memberikan pelayanan yang terbaik maka akan berdampak positif terhadap kepuasaan pelanggan. Adapun indikator keandalan yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

a. Memiliki standar pelayanan yang jelas

b. Kemampuan petugas dalam menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan

c. Kecermatan petugas dalam melayani konsumen

d. Keahlian petugas dalam menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan.

c. Responsiveness

Daya tanggap kantor terhadap keluhan-keluhan masyarakat dan pertanyaan sangat penting untuk memastikan kepuasan konsumen dan meliputi

kesiapan dan kecepatan tanggapan petugas untuk menyiapkan jasa. Adapun indikator daya tanggap yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

a. Pegawai melalukan pelayanan dengan cepat dan tepat b. Pegawai melakukan pelayanan yang cermat

c. Pegawai memberikan jaminat tepat waktu dalam pelayanan d. Assurance

Meliputi keterampilan petugas, keramahan pegawai kepercayaan, keamanan dalam pengunaan jasa dan keyakinan sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Adapun indikator jaminan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Petugas memberikan jaminan kepastian biaya dalam pelayanan 2. Petugas memberikan jaminan legalitas dalam pelayanan

3. Petugas memberikan jaminan tepat waktu dalal pelayanan e. Empathy

Mencakup kemudahan komunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat dimana empati sebuah kantor terhadap konsumen sangat berperan penting dalam meningkatkan kepuasaan masyarakat. Semakin tinggi tingkat kepeduliaan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai individu maka akan terdampak terhadap peningkatan kepuasan masyarakat . Adapun indikator empati yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

a. Mendahulukan kepentingan pemohon

b. Petugas melayani dengan sikap sopan santum c. Petugas melayani dengan sikap ramah

d. Petugas melayani dan menghargai setiap pelanggan

e. Petugas melayani dengan tidak diskriminatif ( membeda-bedakan).

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu penelitian yang dibutuhkan pada penelitian ini selama dua (2) bulan.

Lokasi penelitian berada di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa. Untuk mengetahui seberapa jauh tingkat kinerja pegawai di Rumah Sakit terhadap konsumennya dan peneliti ini diharapkan akan dapat mengunkap, menguraikan serta memahami masalah yang terjadi pada latar belakang dan obyek penelitian.

B. Jenis dan Tipe Penelitian

Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan Metode Penelitian Kuantitatif.

Dengan alasan karena metode kuantitatif adalah untuk menentukan pengaruh antar variabel dalam sebuah populasi dan menggunakan data numeric dan menekankan proses penelitian pada pengukuran hasil yang objektif dan mengunakan analisis statistic. Fokus metode kuantatif adalah mengumpulkan data set dan melakukan generalisasi untuk menjelaskan fonemena khusus yang dialamin oleh populasi .

Adapun tipe penelitian ini adalah tipe penelitian Survei dimana merupakan metode riset dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya dan keterakitannya dengan fonemena dilapangan mengenai pengaruh tingkat kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pasien Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa, sedangkan untuk

menjawab hipotesis penelitian digunakan penelitian verifikatif dengan tipe penelitian yang dapat di kelompokkan dalam explanatory research yang bertujuan menjelaskan pengaruh hubungan antara variabel penelitian .

C. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian dimana hasil dalam penelitian ini merupakan pegawai yang bekerja di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa yaitu sebanyak 50 pegawai serta untuk populasi masyarakat Kabupaten Gowa yang sudah pernah datang untuk dilayani di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa sebanyak 50 orang. Oleh karena itu maka peneliti mengunnakan tehnik pengambilan sampel.

Selanjutnya sampel menurut (Djarwanto 1994) adalah Sampel sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan 2 cara dalam pengambian sampel yaitu Teknik Sampling Jenuh yang digunakan untuk sampel variabel Kinerja Pegawai (X) dan Teknik Accidental Sampling untuk variabel Kualitas Pelayanan (Y).

Sampling Jenuh (Sugiyono 2015:85) adalah tehnik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti mengenai jumlah populasi Pegawai Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa, maka dengan menggunakan teknik Pengambilan Sampling jenuh yang berjumlah 50 responden yaitu 45 Pegawai Aparatur Sipil Negara dan 5 orang Pegawai Honorer .

Accidental Sampling menurut Sugiyono (2009) adalah teknik penentuan atau pengambilan sampel berdasarkan secara kebetulan, yaitu konsmen yang

secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Berdasarkan pengertian tersebut, untuk menentukan sampel yang akan digunakan sebagai sampel dalam mengukur kualitas pelayanan (variabel Y), maka peneliti menetapkan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 orang. Jumlah tersebut merupakan jumlah sampel yang ditemui peneliti saat melakukan observasi di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.

D. Teknik Pengumpulan Data

Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer adalah data yang di hasilkan dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden, dengan menggunakan kuesioner (angket) menggunakan bentuk checklist guna membantu responden di Kantor Dinas Tenaga Jerja dan Transmigrasi Kab. Gowa untuk menjawab dan mengisi kuesioner dengan mudah dan cepat dengan memberi tanda check (√) pada tempat yang telah disediakan.

Peneliti membuat 2 (dua) buah kuesioner untuk penelitian ini, satu kuesioner untuk memperoleh data terkait kinerja pegawai (variabel X) dan satu kuesioner untuk memperoleh data terkait kualitas pelayanan (variabel Y). Kedua kuesioner tersebut peneliti berikan kepada pegawai atau responden yang berada di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa.. Guna mempermudah proses pembuatan kuesioner maka terlebih dahulu peneliti membuat kisi-kisi instrumen penelitian (lihat Lampiran).

Kuesioner dilengkapi dengan skala pengukuran untuk menghasilkan data kuantitatif. Skala Likert digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi pegawai atau responden di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa tentang variabel X dan variabel Y Ada 5 (lima) pilihan jawaban pada setiap item pertanyaan, yaitu:

a. Jawaban Sangat Setuju (SS) : diberi skor 5 b. Jawaban Setuju (S) : diberi skor 4 c. Jawaban Kurang Setuju (KS) : diberi skor 3 d. Jawaban Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2 e. Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) : diberi skor 1

Kuesioner penelitian yang dibuat oleh peneliti ini akan diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dan sesudah penelitian. Uji validitas dilakukan untuk menguji keakuratan/ kevalidan kuesioner penelitian, sedangkan uji reliabilitas dilakukan untuk menguji kehandalan/ konsistensi kuesioner penelitian. Peneliti akan melakukan uji validitas dengan menggunakan bantuan software SPSS version 24.0. Pengujian validitas cukup dengan membandingkan nilai rhitung

dengan nilai rtabel Product Moment (lihat Lampiran). Jika nilai rhitung ≥ rtabel maka indikator atau pertanyaan kuesioner dikatakan valid, begitupula sebaliknya. Data juga dikatakan valid jika nilai sig. (2-tailed) data < 0.05.

Peneliti akan melakukan uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan software SPS version 24.0. Pengujian realibilitas cukup dengan membandingkan ralpha atau angka cronbach alpha dengan nilai 0,7. Jika ralpha atau angka cronbach

alpha ≥ 0,7 maka indikator atau pertanyaan kuesioner dikatakan reliabel, begitupula sebaliknya.

E. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis data, yaitu:

a. Teknik Analisis Statistik Deskriptif

Teknik analisis statistik deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data kuesioner yang telah terkumpul dari jawaban responden Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (generalisasi).

Teknik analisis statistik deskriptif yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa tabel, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, serta perhitungan persentase (%). Penentuan persentase dari perolehan data hasil kuesioner dari masing-masing variabel menggunakan rumus perhitungan persentase:

% = x 100%

Keterangan rumus:

n = Skor yang diperoleh N = Skor ideal

% = Persentase

Data yang sudah dipersentasekan lalu ditafsirkan dengan kalimat-kalimat yang bersifat kualitatif, dimana hasil persentase itu dapat digolongkan sebagaimana terlihat pada Tabel 3.1:

Tabel 3.1 Kriteria Jawaban Responden

Persentase Jawaban Tafsiran Kualitatif 80% - 100%

60% - <80%

40% - <60%

20% - < 40%

0% - < 20%

Sangat Baik Baik

Cukup Baik Kurang Baik Sangat Tidak Baik

(Arikunto, 2010: 246) b. Teknik Analisis Regresi Linier Sederhana

Teknik analisis regresi sederhana digunakan untuk melihat besaran pengaruh variabel X terhadap variabel Y Pada Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Gowa Digunakan pula untuk membangun persamaan dan menggunakan persamaan tersebut untuk membuat perkiraan (prediction). Adapun rumus persamaan regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini, adalah:

Ý = a + bX

Keterangan rumus:

Ý = variabel X = variabel a = konstanta

b = koefisien regresi

Analisis regresi dalam penelitian ini akan menggunakan bantuan software SPSS version 24.0. Hasil analisis regresi dapat digunakan pula untuk melakukan uji hipotesis yang telah diajukan sebelumnya. Dasar pengambilan keputusannya, adalah:

a. Jika nilai P value (sig) ≥ 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak b. Jika nilai P value (sig) ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima.

F. Teknik Pengabsahan Data

Teknik pengabsahan data adalah teknik yang digunakan untuk menjamin bahwa semua yang telah diamati dan diteliti oleh peneliti sesuai relevan dengan data yang sesungguhnya terjadi dan memang benar adanya. Keabsahan suatu hasil penelitian sangat ditentukan oleh alat ukur yang digunakan, alat pengukuran tersebut yaitu kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara pemberian pertanyaan-pertanyaan kepada responden untuk membantu penulis melakukan penelitian. Untuk menguji keabsahan tersebut diperlukan dua macam pengujian yaitu uji validitas (test of validity) dan uji Reliabilitas (test of reliability).

Hal ini dilakukan peneliti untuk menjamin dan memelihara bahwa data tersebut benar, baik bagi pembaca maupun subjek penelitian. Adapun teknik pengabsahan data yang digunakan dalam penelitin ini yaitu:

1. Uji Validitas

Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Validitas adalah sejauh mana suatu alat ukur itu menunjukan ketepatan dan kesesuaian.

Husein Umar dalam Sugiyono (2013), validitas menunjukkan derajat ketetapan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikelompokan. Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah setiap butir dalam instrumen itu valid atau tidak, dapat diketahui dengan cara mengkorelasikan antara skor butir dengan skor total. Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur dan bisa disebut tepat.

Menurut Sugiyono (2013) penelitian yang valid adalah hasil penelitian yang memiliki kesamaan antara dua data terkumpul dan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Untuk menguji validitas instrumen langkah- langkah yang harus dilakukan yaitu:

a) Mengidentifikasi secara operasional konsep yang akan diukur.

b) Melakukan uji coba skala pengukuran pada sejumlah responden, disarankan jumlah responden untuk uji coba, minimal 30 orang.

c) Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban.

d) Menghitung korelasi masing-masing pernyataan dengan skor total dengan menggunakan rumus teknik korelasi product moment sebagai berikut:

∑ ) ∑ ) ∑ ) √ ∑ ∑ ) } ∑ ∑ )}

Dimana :

rxy = Koefisien validitas item yang di cari X = Skor yang di peroleh dalam item

Y = Skor total yang di peroleh dari seluruh item

∑X = Jumlah skor dalam distribusi X

∑y = Jumlah skor dalam distribusi Y

∑X2 = Jumlah kuadrat masing-masing skor X

∑Y2 = Jumlah kuadratmasing-masing skor Y N = Banyaknya Respondent

Dasar mengambil keputusan:

Apabila nilai korelasi (r hitung) di atas 0,5 maka dapat dikatakan item tersebut memberikan tingkat kevalidan yang cukup, sebaliknya apabila nilai korelasi (r hitung) di bawah 0,5 maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tidak valid, sehingga harus diperbaiki atau dibuang.

2. Uji Reliabitas

Uji reliabilitas memastikan apakah kuesioner penelitian yang akan dipergunakan untuk mengumpulkan data variabel penelitian reliabel atau tidak.

Menurut Sugiyono (2013: 110) reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama akan menghasilkan data yang sama.

Penelitian ini menggunakan metode teknik Alpha Cronbach, satu instrumen dapat diadikatakan handal (Realibel) apabila memiliki koefisien kehandalan atau α sebesar 0,7.

Untuk menguji realibilitas dengan penelitian ini, peneliti menggunakan koefisien realibilitas alpha Cronbach, yaitu :

∑ ( ) _

Di mana

a = Koefisien Reliabilitas Alpha Cronbach K = Jumlah instrumen pertanyaan

∑ = Jumlah varian dari tiap instrumen

= Varian-varian keseluruhan instrumen

όx = Standar devisiasi pada tes untuk semua orang

Jika telah mendapatkan nilai reliabilitas instrumen (rb hitung), maka nilai tersebut dibandingkan dengan jumlah responden dan taraf nyata. Bila rhitung > dari rtabel, maka instrumen tersebut dikatakan reliabel, sebaliknya jika rhitung < dari rtabel

maka instrumen tersebut dikatakan tidak reliabel.

A. Deskripsi Objek Penelitian

1. Letak Geografis Kabupaten Gowa

Letak geografis, Kabupaten Gowa terletak pada 5°33' - 5°34' Lintang Selatan dan 120°38' - 120°33' Bujur Timur. Kabupaten Gowa terdiri dari wilayah dataran rendah dan wilayah dataran tinggi dengan ketinggian anatar 10-2800 meter diatas permukaan air laut.

Kabupaten Gowa adalah Kabupaten terbesar ketiga di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar dan Kabupaten Bone jika dilihat dari total jumlah penduduknya. Wilayah Administrasi Kabupaten Gowa terdiri dari 18 Kecamatan dan 167 kelurahan/Desa dengan luas 1.883,33 kilometer persegi atau 3,01 % dari luas Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

1. Batas Administrasi sebelah utara berbatasan dengan Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Bone

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Takalar dan Jeneponto

3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Bulukumba dan Bantaeng 4. Sebelah Barat berbatsan dengan Kabupaten Takalar dan Selat Makassarr

Dari total luas Kabupaten Gowa 35,30 % mempunyai kemiringan tanah di atas 40° yaitu wilayah Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya dan Tompobulu. Kabupaten Gowa dilewati oleh sungai Jeneberang dengan luas 881

Kecamatan Bontonompo, Bajeng dan Pallangga.

2. Morfologi perbukitan bergelombang lemah meliputi Kecamatan Somba Opu bagian utara dan Kecamatan bagian barat.

3. Morfologi perbukitan dan pegunungan meliputi Kecamatan Parangloe, tinggimoncong, Tompobulu dan Bungaya.

2. Profil Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gowa Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Gowa yang terletak Kecamatan Pallangga yang menjadi titik lokasi penelitian ini memiliki luas wilayah 28,09 km² atau 2,809 Ha (1,49 % dari luas wilayah Kabupaten Gowa) dengan ketinggian daerah berada pada 25 meter di atas permukaan laut. Dinas Transmigrasi berada di jalan poros pallangga Kelurahan Mangalli ,Kec. Pallangga Kab. Gowa. Dinas Transmigrasi bertugas Melaksanakan urusan pemerintah daerah di bidang tenaga kerja dan transmigrasi berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah mensyaratkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk membentuk sebuah instansi tersendiri yang menangani masalah ketenagakerjaan dan ketransmigrasi. Sehubungan dengan hal tersebut dibuat Peraturan Daerah

1. Tugas Pokok Dinas Transmigrasi Kab. Gowa

a. Melaksanakan urusan pemerintah daerah bidang tenaga kerja transmigrasi berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan;

b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Fungsi Dinas Transmigrasi Kab. Gowa

Untuk menyelenggarakan tugas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data yang berbentuk data base serta analisis data untuk penyusunan program kegiatan;

b. Perencanaan strategis pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi;

c. Perumusan kebijakan teknis bidang tenaga kerja dan transmigrasi

d. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang tenaga kerja dan transmigrasi

e. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang tenaga kerja dan transmigrasi f. Pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan

penyelenggaraan bidang tenaga kerja dan transmigrasi

Pembinaan UPTD

i. Perencanaan tenaga kerja daerah, pembinaan , perencanaan tenaga kerja mikro pada instansi , perusahaan, pembinaan dan penyelenggaraan system

informasi ketenagakerjaan

j. Pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian

k. Pengkoordinasian, intregasi dan sikronisasi kegiatan di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi;

l. Pelaksanaan kerjasama dengan lembaga pemerintah dan lembaga lainnya

m. Pembinaan, penyelenggaraan, pengawasan, pengendalian, serta evaluasi pengembangan sumber daya manusia aparatur pelaksana urusan pemerintahan bidang ketenagakerjaan.

1. Visi dan Misi

Visi : Terwujudnya Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Produktif, Mandiri Dan Berdaya Saing .

Misi: 1. Meningkatkan kualitas tenaga kerja

4.Meningkatkan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi 4. Struktur Organisasi Kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi

Kabupaten Gowa

Struktur organisasi adalah suatu susunan atau hubungan antar tiap bagian dan posisi dalam suatu organisasi yang menunjukkan bahwa adanya pembagian kerja, fungsi serta tanggung jawab pada organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan organisasi tersebut. Pembagian struktur organisasi di kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Gowa dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

1. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dipimpin oleh seorang Kepala Dinas.

2. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan rumah tangga daerah dalam bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menjadi tanggung jawabnya meliputi Perlindungan Tenaga Kerja, Bursa Kerja, Kesejahteraan Tenaga Kerja, Hubungan Industrial, Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi

3. Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi 4. Pelaksanaan pengawasan, perlindungan Tenaga Kerja, Kesehatan Kerja

dan Kesejahteraan tenaga kerja serta pemberian perizinan

5. Penyelenggaraan fasilitas bursa kerja, informasi pasar kerja tenaga kerja dan hubungan industrial

6. Penyelenggaraan penyuluhan dan pelatihan kerja ;

7. Pelaksanaan pembinaan, penyiapan pemukiman dan penempatan transmigrasi

8. Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan perlengkapan.

b. Sekretariat

Dokumen terkait