• Tidak ada hasil yang ditemukan

Iman Kepada Allah Membawa

Dalam dokumen RETORIKA DAKWAH.pdf (Halaman 56-61)

Bab 4 PRAKTEK RETORIKA DAKWAH PEMULA

D. Iman Kepada Allah Membawa

jika harus makan juga ( lebih dari itu ) maka sepertiga untuk makanannya dan sepertiga untuk minumannya dan yang sepertiga lagi untuk nafasnya. ( HR.Tirmidzi ).

Dari hadits tersebutmemperingatkan kepada kita, perut itu hanya dapat berpungsi dengan baik apabila perut itu terbagi menjadi tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan yang sepertiga lagi untuk bernapas. Dari pemahaman hadits tersebut kalau kita berpikir lebih jauh lagi harta yang berlimpah itu akan berfungsi dengan baik sebagai mana pungsi perut, ada fasilitas untuk makanan ada fasilitas untuk minuman, dan ada pula fasilitas untuk bernapas.

Demimian pula dengan harta, ada haknya untuk fakir miskin, ada haknya untuk ibnu sabil, ada haknya untuk sabilillah, dan haknya untuk gharim dan ada pula hak-hak yang harus diberikan untuk kepentingan-kepentingan lain.

Oleh karna itu marilah kita dalam hidup ini jangan suka berlaku boros. Belanjakan harta yang kita miliki dengan hemat, wajar-wajar, namun tidak sampai kepada sifat bakhil, sesuaikan dengan tuntunan agama.

D. Iman Kepada Allah Membawa Ketentraman

melebihinya. Karna tidak selamanya orang mampu menghadapi kesukaran dan memenuhi kebutuhannya dengan sendirian, termasuk kebutuhan jiwanya terutama dalam menghadapi kesulitan dan kesukaran yang tak terpecahkan bagi orang yang beriman, sesuatu itu adalah tuhan dan bagi orang Islam Tuhan itu adalah Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an ada beratus-ratus ayat yang berbicara tentang iman. Kalau kita mabil kesimpulan ringkas dari ayat-ayat tersebut terdapatlah kita katakan bahwa orang yang beriman ( mukmin ) itu mempunyai hati yang bersih dan mulia serta tingkah laku dan perbuatannya selalu mencari ridho Allah SWT sebagai Tuhannya.

Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Bagaimana seorang muslim dapat mencapai keimanan yang dapat mendatangkan kebahagiaan hidup, sementara masih banyak orang yang belum mampu menggunakan kepercayaannya dalam hidupnya.

Mereka gelisah, tidak tentram. Dimana-mana terjadi pertengkaran dan permusuhan, baik dalam rumah tangga maupun masyarakat, serta masih banyak lagi kejadian yang lainnya. Padahal mestinya keimanan itu adalah suatu proses kejiwaan yang mencakup semua pugsi jiwa, perasaan dan pikiran semua sama-sama meyakininya.

maka sangat mungkin sekali bila iman tidak sempurna, manfaatnyapun bagi kesehatan mental seseorang akan kurang sempurna juga. Nah, bagai mana agar percaya kita kepada Allah ini dapat mendatangkan kebahagiaan hidup ? bagi seorang muslim, percaya kepada Allah itu

Kepercayaan akan sifat-sifatnyapun harus direalisasikan dalam segala sikap dan tindakan. Sehingga kepercayaan jiwanya akan terpenuhi melalui realitas kepercayaannya itu. Karna dalam sifat-sifatnya itu terkandung jawaban- jawaban terhadap keperluan jiwa manusia.

Misalnya saja ma’asirol muslimin rahimakumullah kita coba meninjau sifat wujud ( maha ada ) Allah yang harus kita imani. Allah itu maha ada sekalipun pembuuktian tentang adanya itu tidak mungkin bila yang dimaksudkan dalam pembuktian ini adalah zatnya.

Sebab kemamupuan ilmu pengetahuan sangat terbatas, sedangkan pembuktian zat Allah itu diluar kemampuan ilmu pengetahuan.

Adanya Allah SWT. Adalah abadi dan tidak akan hilang selamanya. Seperti telah difirmankan dalam surah Al-Baqaroh ayat 255 yang dikenal dengan ayat kursi.

ل َو ٌةَنِس ُه ُذ ُخْأَت َل ُموُّيَقْلا ُّيَ ْلا َوُه َّلِإ َهَلِإ َل ُ َّللا اَذ ْنَم ِضْرَ ْلا ِف اَم َو ِتا َو َم َّسلا ِف اَم ُهَل ٌم ْوَن

ْمِيِدْيَأ َ ْينَب اَم ُمَلْعَي ِهِنْذِإِب َّلِإ ُه َدْنِع ُعَف ْشَي يِذَّلا مِب َّلِإ ِهِمْلِع ْنِم ٍء ْ َشِب َنو ُطيِ ُي َل َو ْمُهَفْل َخ اَم َو

ُه ُدوُئَي َل َو َض ْرَ ْلا َو ِتا َو َم َّسلا ُهُّيِسْرُك َعِس َو َءا َش )255( ُميِظَعْلا ُّ ِلَعْلا َوُه َو َمُه ُظْفِح

Artinya :”Allah tiada tuhan melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus ( mahluknya ) ;tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaannya apa yang

di langit dan di bumi siapakah yang dapat memberi syafaat disisi Allah tanpa izinnya? Allah mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dihendakinya kursi ( kekuasaan ) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah maha tinggi dan maha besar. ( QS. Al-Baqarah 255 )

Keimanan kepada Allah sebagai mana yang digambarkan oleh ayat itu mempunyai arti yang sangat besar bagi kesehatan jiwa manusia. Manusia bisa mengadu, mengeluh, meminta pertolongan, perlindungan, keadilan, dan lain sebagainya disaat apapun dan dimanapun dia memerlukannya. Orang yang beriman tidak akan merasa kesepian, karna dia merasa bahwa Allah selalu ada, juga dan mengetahui apa saja . oleh karna itu ia akan terhindar dari salah satu penyebab keresahan kesepian dan tiada tempat pengungkapan perasaan.

Sebagai contoh dapat kita lihat yang terjadi di sekitar kita. Tidak jarang orang menderita gangguan kejiwaan karna ditinggalkan oleh orang yang disayanginya dan karna tidak mendapatkan orang untuk dijadikan tempat mengeluh yang mau memahami dan menolonya. Akan tetapi bagi orang yang percaya akan adanya Allah, tidak akan merasa kesepian dimanapun ia berada. Sebab hatinya tahu bahwa Allah SWT. Tidak jauh. Dekat sekali.

Bahkan lebih dekat sekali dengan urat lehernya sendiri.

Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Tidak jarang pula kita jumpai orang berputus asa dalam hidupnya, bila ia ditiinggalkan orang dan merasa kesepian. Seorang remaja misalnya, betapa sengsaranya bila ditinggal lari oleh teman karibnya yang kadang- kadang sampai menyebabkan perbuatan nekat seperti bunuh diri dan sebagainya. Dan tidak sedikit orang menjadi bingung bahkan kadang-kadang jatuh pada penderitaan karna kesepian lantaran ditinggal pergioleh semua orang yang dulu mencintainya. Terasa sempitlah alam yang luas ini. Juga terasa sempilah jagat raya ini bagi orang yang berputus asa dan tidak percaya akan adanya yang maha ada ( Allah )

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa percaya akan adanya Allah akan menentramkan batin, karena ada tempat untuk mengeluh dan mengungkapkan segala rasa hati. Dengan kepercayaan akan adanya Allah, manusia akan tertolong dalam melepaskan diri dari ikatan benda dan segala sesuatu yang bersifat material serta meringankan segala penderitaan batin yang terjadi.

kepercayaan kepada Allah SWT. Meupakan unsur terpenting dalam hidup manusia. Seorang filsup berkata

“ sesungguhnya hati tanpa iman kepada Allah SWT. Tak ubahnya seperti pengadilan tanpa hakim”.

Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Bagi seorang yang beriman juga tidak akan takut kehilangan kerjaan atau mata pencaharian jika tidak menuruti atasannya yang tidak benar. Bagi orang

mukmin, dunia ini luas. Rahmat allah swt. Diman-mana ada. Dia yakin bahwa allah itu’’arrozak (maha pemberi rizki) dan arrahim (maha pengasih), yang keduannya juga merupakan sifat allah. Dan masih bayak sifat-sifat yang lain, yang bila kita cari hikmahnya tentu kita akan temukan manfaatnya bagi kehidupan kita, hingga kita akan merasa tenteram dalam menjali kehidupan ini.

Dengan adanya keyakinan yang kuat terhadap allah dan sifat-sifatnya itu, kita dapat memohon kepadanya, setiap kali perasaan takut atau cemas datang menghantui.

Hati kita akan ditenangkannya dan terlepas dari rasa takut dan cemas yang mencekam dengan berpegang pada janji allah dalam surah ar-ra’d: 28.

ِرْكِذِب َلَأ ِ َّللا ِرْكِذِب ْمُ ُبوُلُق ُّنِئَمْطَتَو اوُنَمآ َنيِذَّلا )28( ُبوُلُقْلا ُّنِئَم ْطَت ِ َّللا

Artinya : orang yang beriman dan hati merka menjadi tentram dengan mengingat allah. Inganlah, hanya dengan mengingat allah hati kita menjadi tentram. (QS.Ar-Ra’d : 28)

E. Menanamkan Jiwa Takwa Kepada Anak

Dalam dokumen RETORIKA DAKWAH.pdf (Halaman 56-61)