Bab 4 PRAKTEK RETORIKA DAKWAH PEMULA
H. Muhammad Lahir Membawa Agama
I. Manusia Butuh Ulamak
Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Orang muslim bisa tahu dan mengerti akan sesuatu hukum lebih-lebih hukum syara’ yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadist semuanya berkat kehadiran ulamak sesungguhnya berangkat dari sini muncul suatu pertanyaan siapa sebenarnya ulamak itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita kembali dan membuka firman Allah dalam surat Faathir ayat 28.
ُهُنا َوْلَأ ٌفِلَتْ ُم ِماَعْنَ ْلا َو ِّبا َو َّدلا َو ِساَّنلا َنِم َو
َ َّللا َّنِإ ُء َمَلُعْلا ِهِداَبِع ْنِم َ َّللا ى َشْ َي َمَّنِإ َكِلَذَك )28( ٌروُفَغ ٌزيِزَع
Artinya :”sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya hanyalah ulamak ( QS.Fathir 28 ).
Jadi ulamak adalah satu diantara hamba-hamba Allah yang memiliki rasa takut terhadapnya. Pada
diri ulamak tempat mengadu umat dari berbagai permasalahan dunia dan agama karena ulamaklah yang biasa menjadi tahu dan mengerti sesuatu. Maka apa bila kita tidak tahu dan mengerti kan problema keagamaan wajib bagi kita untuk bertanya firman Allah dalam surat An-Nahl 43 disebutkan.
ْمِهْيَلِإ ي ِحوُن ًلا َجِر َّلِإ َكِلْبَق ْنِم اَنْل َس ْرَأ اَم َو )34( َنو ُمَلْعَت َل ْمُتْنُك ْنِإ ِرْك ِّذلا َلْهَأ اوُلَأ ْساَف
Artinya : “maka bertanyalah pada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengerti ( QS.An-Nahl 43 )
Ayat tersebut mengandung pengertian setiap manusia yang merasa dirinya tidak tahu atau belum mengerti akan sesuatu hukum lebih-lebih hukum syara’
mak waib baginya untuk bertanya kepada seseorang yang mengerti yaitu ulamak mengapa harus kepada ulamak kita mengadu dari segala permasalahan keagamaan Rasulullah SAW. Bersabda
Sesungguhnya contoh ulama dimuka bumi itu bagaikan bintang yang ada di langit yang diambil petunjuknya di dalam kegelapan daratan dan lautan ( HR. Jauri ).
Hadits di atas memberi penjelasan kepada kita bahwa ulamak dalah penerang umat karna ulamak itu adalah sinar petunjuk dari kegelapan dan kebodohan dari suatu hukum agama ia sebagai sinar keilmuan. Untuk
itu kepadanyalah kita bertanya segala masalah yang kita sendiri tidak tahu.
Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Yang dimaksud ulamak disini adalah ulamk ahli ijtihad, bukan semua ulamak seperti imam syafii, imam ahmad bin hambal dan lain-lain. Sebab imam syafii dan imam ahmad bin hambal adalah dua imam dari imam mazhab yang didalam menetapkan hukum menggali langsung dari ayat-ayat al quran dan hadist-hadist nabi, tidak atas pemikirannya sendiri.
Apabila kita semua mengambil langsung hukum dari al quran dan hadist, kemungkinan besar banya salahnya daripada benarnya. Sebab kita semua kita masih buta akan ilmu-ilmu yang bisa digunakan menggali hukum, seperti ilmu musthalahul hadist, usul fiqh, dan lain sebagainya.
Sebab rasulullah Saw, telah mengingatkan kita dengan sabdanya.
Barang siapa yang menafsirkan al quran dengan menggunakan pendapatnya sendiri, maka nerakalah tempat yang baik baginya.
Jadi, apabila kita menemukan persoalan tentang suatu hukum, kita jangan lantas berusaha menjawab sebisa-bisanya dengan mengambil dan menggali hukum sendiri. Sementara ilmu yang kita miliki belum memungkinkan untuk istin batul hukmi (menggali hukum) sendiri, dengan menggunakan metode atau cara tersendiri. Memang akhir-akhir ini muncul suatu
anggapan bahwa keputusan hukum dan metode ushul yang dibuat oleh ulamak mazhab, sudah tidak efesien lagi. Akan tetapi kita jangan lantas ikut-ikutan, terus mempercayainya tanpa melihat dan mempertimbangkan lagi apakah anggapan seperti itu benar.
Untuk itu, dalam kesempatan ini saya mengajak kepada para jamaah untuk kembali merujuk kepada para ulamak.selama masih ada kesempatan, usahakan untuk bisa dekat dengan ulamak. Sebab lambat laun ulamak tidak semakin banyak, akan tetapi makin menurun, baik kuantitas maupun kualitasnya. Hal ini kita bisa lihat dan saksikan sendiri bahwa sekarang ulamak yang mepunyai ilmu dan karis matik tinggi sudah banyak yang dipanggil Allah.
Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Kalau ulamak yang sudah banyak dipanggil oleh Allah. Maka itu merupakan suatu pertanda bahwa ilmu agama sudah mulai berkuang dari muka bumi, sebab allah tidak akan mencabut ilmu yang telah diberikan kepada hamba-hambanya, kecuali dengan wafatnya para ulamak. Sebagaimana sabda nabi saw.
Dari Abdullah ibn amr bin ash berkata, saya mendengar rasulullah bersabda :’’ sesungguhnya allah tidak akanmencabut ilmu yang telah diberikan kepada hambanya, kecuali denga wafatnya para ulamak, sehingga ketika tidak ada ulamak orang yang bodoh- bodoh menjadi kepala (kyai), maka ketika mereka ditanya tentang masalah lalu menjawab tanpa dasar ilmu, maka
Hadist tersebut, mengandung pengertian bahwa ilmu yang ada dimuka bumu ini suatu saat akan dicabut oleh allah dengan melalui wafatnya para ulamak. Kalau semua ulamak sudah tidak ada, maka muncul yang dinamkan ulamak gadungan. Kalau hal ini sudah terjadi, maka masyarakat sudah kehilangan kendali, dimana yang dulunya ulamak sebagai penampung permasalahan umat, kini berubah haluan menjadi ulamak permasalahan rakyat. Jelasnya, ulamak sudah beralih fungsi.
Agar hal semacam ini tidak samapi terjadi, dalam kesempatan ini saya menghimabau kembali kepada para jamaah untuk selalu dekat kepada para ulamak dan menitipakan anak-anak kita kepada pondok pesantren dan lembaga pendidikan islam lainnya, yang didalmnya tempat lahir dan berkembangnya para ulamak. Hingga pada akhirnya nanti ulamak yang telah mendahului kita akan bangkit kembali ( maksudnya keilmuan yang dia miliki), dengan munculnya ulamak-ulamak muda yang siap pakai di tengah masyarakat, negara dan bangsa, sebagai penerus perjuangan para nabi dan sebagai pelita bumi sabda nabi Saw yang berbunya.
Para ulama itu adalah lampu di atas bumi, menjadi ganti para nabi, sebagai pewarisku, dan pewaris para nabi. ( HR.Ibnu Aadiy )
Hadis diatas memberi penjelasan kepada kita, bahwa ulamak adalah pelita dunia, dan sekaligus pewaris tali stafet perjuangan nabi. Kalau kita tidak mendekat kepadanya tentu kita tidak akan mendapat sinar penerangan dan kemungkinan pada hari kiamat nanti
kita tidak dapat mendapatka syafaan dari ulamak. Sebab ulama adalah satu diantara orang yang dapat memberi syafaat pada hari kiamat. Sebagaimana sabda rasulullah saw. Yang diriwayatkan oleh ibnu majjah.
ada tiga golongan yang akan memberi syafaat besok hari kiamat, yaitu : para nabi, para ulamak dan para syuhadak.
(HR. ibnu Majjah)
Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah
Begitulah peran dan fungsi ulamak tidak saja berfungsi saat mereka di dunia, tapi bahkan juga ber peran kelak di akhirat. Untuk itu, mudah-mudahan kiat semua selalu berpijak diatas kebenaran yang telah diperjuangkan oleh para nabi dan rasul kemudian diteruskan oleh para ulamak. Sebab dengan dekat kepada ulam maka iman dan takwa kita akan bertamabah. Amin.