• Tidak ada hasil yang ditemukan

Larangan Pergaulan Bebas

Dalam dokumen RETORIKA DAKWAH.pdf (Halaman 126-131)

Bab 4 PRAKTEK RETORIKA DAKWAH PEMULA

R. Larangan Pergaulan Bebas

Dan masih banyak lagi hadis-hadis yang menerangkan tentang akhlak ini. Juga ayat-ayat Al-Quran yang menjadi tun-tunan kita dan merupakan gudang dan sumber akhlakul karimah.

Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Betapa pentingnya akhlakul karimah, sehingga termasuk tujuan terpenting risalah islamiyah di bumi ini, yaitu menanamkan akhlak dan budi pekerti luhur kepada manusia serta memanggil mereka kepada kemuliaan diri. Agar setiap diri mampu dan mau beramal saleh, menyuruh kepada perbuatan yang baik dan mencegah perbuatan yang mungkar. Sehingga setiap segi kehidupan ini dapat berjalan dengan tertib mengikuti pengarahan akhlakul karimah. Sesuai dengan akhlak Rasulullah SAW yaitu akhlak Al-Quran.

dan perilaku kebinatangannya. Dalam berkecamuknya perang yang berkepan-jangan, bagi orang yang lemah imannya, maka nafsu sekslah yang bakal menang dan matilah moral akhlaknya yang mulia. Sebagai akibat dari semua itu adalah kehancuran dan kerusakan.

Kami ketengahkan masalah khalwat dan ikhtilath dalam pidato ini, karena pada kenyataan sekarang ini, masalah hubungan pria dan wanita dalam pergaulan sehari-hari sudah banyak menyimpang dari ajaran agama Islam. Anak-anak kita kebanyakan sudah terbiasa bergaul bebas dengan lawan jenisnya, mereka seakan-akan sudah tidak merasa malu lagi berkencan dan berpacaran di muka umum. Seolah-olah apa yang mereka Iakukan adalah hal yang wajar dan bukan larangan agama. Yang lebih tragis lagi adalah orang-orang tua yang sudah berkeluarga dan mempunyai pasangan yang sah masih juga mencari yang lain yang tidak sah baginya. Sungguh kenyataan ini sangat memprihatikan sekali kalau terus berlanjut tanpa ada perhatian serius dari kita sendiri.

Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Marilah kita sadari hal ini sebagai kemaksiatan dan kemung karan yang harus diatasi. Sebab utama munculnya masalah tersebut adalah tidak mengertinya seseorang akan prinsip-prinsip agama mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perbuatan perbuatan salah.

Hal ini juga pertanda bahwa pendidikan agamanya kurang meresap. Agama tidak menjadi bagian dari kepribadiannya. Karena timbulnya ketakutan pada dosa

itu hanya dirasakan oleh orang yang kuat imannya, yang mengerti ajaran agama. Maka dalam masyarakat yang kurang memperhatikan atau tak acuh terhadap agama, perilaku seks, kumpul kebo dan lain-lain yang tidak baik itu akan dilakukan sepanjang merasa aman, karena tidak pernah terbayang betapa besarnya dosa yang dilakukan dan murka Tuhan kepada mereka.

Memang sudah menjadi sumatullah, bahwa manusia menurut fitrahnya mempunyai dorongan biologis, seperti terdapat pada semua makhluk bernyawa.

Seperti hewan, guna meneruskan keturunannya. Karena itu, semua manusia bisa terdorong secara biologis untuk melakukan perbuatan serong atau zina dan pengantarnya yang salah itu. Akan tetapi jika dalam diri manusia ada agama, ada kontrol atau ada dinding pembatas yang tidak boleh dilanggar, maka perbuatan itu tidak akan pernah dia lakukan. Karena sadar,jika melakukan perbuatan yang salah itu, Allah akan marah, akan mengutuknya dan menghukumnya. Kalau tidak di dunia ini, di akhirat akan menyiksanya dengan berat. Sehubungan dengan gejala yang muncul dan berkembang di lingkungan kita akhir- akhir ini, maka di dalam kehidupan sehari-hari perlu kita tumbuhkan rasa keagamaan pada anak-anak dan remaja kita. Sejak mereka masih kecil orang tua harus melatihnya agar pergaulan mereka ada batasnya. Untuk menumbuhkan dan menanamkan rasa keagamaan ini bukan berarti hanya diajarkan jangan begini dan jangan begitu pada anak kita. Akan tetapi hendaknya diciptakan suatu kondisi agar pergaulan mereka ada batasnya. Dia tahu malu, tahu auratnya, mana yang boleh terbuka dan

tidak, tahu sopan santun hingga di usia remaja mereka tidak akan mepermudah diri.

Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Al-Quran telah menegaskan bahwa perbuatan zina adalah perbuatan yang keji dan cara yang buruk yang tidak boleh dilakukan, termasuk juga pengantarnya tidak boleh dilakukan.

Tersebut dalam surah Al-Israa ayat 32.

)23( ًليِب َس َءا َسَو ًة َش ِحاَف َناَك ُهَّنِإ اَنِّزلا اوُبَرْقَت َلَو

Artinya : «Dan janganlah kalian mendekati zina.

Sesungguhnya Zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa: 32)

Jadi, jelaslah bagi kita penjelasan ayat dan hadis di atas, bahwa zina itu nyata nyata dilarang, termasuk juga daerah sekitar zina, yaitu pengantarnya, baik berpacaran, kencan, bersepi-sepian dan semacamnya termasuk larangan agama. Di antara jalan keluar yang digariskan agama ialah apabila seseorang telah sampai batas umurnya dan sudah mampu mencari penghidupan maka ia dapat melangsungkan pernikahan dan berkeluarga Apabila belum mampu, maka dia dianjurkan agar berpuasa yang dapat mengurangi dorongan biologis, sambil berusaha hingga mampu. Dan agama melarang berbuat zina, karena jika terjadi kehamilan dan melahirkan anak akan banyak menimbulkan masalah. Dapat kita lihat akibat dari kehamilah diluar nikah dari perbuatan zina atau

serong, di antaranya adalah wanita-wanita hamil yang ditinggal pacamnya. Si laki-laki melepaskan tanggung jawabnya. Lalu karena wanita itu ketakutan anaknya dan menanggung malu dari masyarakat maka sering kita dengar ada bayi yang dibuang oleh ibunya. Atau di rumah sakit dan di tinggal kabur ibunya.

Tanpa perkawinan yang sah, memang tak ada tanggung jawab. Dan perbuatan menelantarkan bayi dari hubungan seseorang atau zina tersebut jelas merupakan perbuatan dosa yang berlipat ganda. Ada juga yang menggugurkan bayinya sebelum ini pun juga dosa, termasuk orang yang terlibat dalm penggugurannya jika dia mengetahui.

Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Maka patutlah kita renungkan hadis Nabi Saw. di bawah ini:

Barangsiapa melakukan perbuatan zina, maka akan dizina sekalipun berada di dalam tembok rumahnya.”

Artinya, barangsiapa melakukan perbuatan zina terhadap orang lain, maka dirinya atau anak cucunya nanti akan dizina oleh orang lain, sekalipun telah dijaga ketat atau dipingit dalam tembok rumahnya. Alias barangsiapa yang menanam maka akan menuai, atau hukum karma akan berlaku baginya. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam menjaga diri dan anak cucu kita jangan sampai terjebak dalam perbuatan yang keji ini.

Dalam hadis lain beliau bersabda:

Wahai sekalian orang-orang Islam, jagalah olehmu perbuatan zina. Karena dalam perbuatan itu terdapat enam perkara. Tiga perkara (menimpa) di dunia, sedangkan tiga yang lain akan menimpa) di akhirat. Adapun tiga perkara yang menimpa di dunia adalah hilangnya keceriaan terjah, pendek usia, dan selalu dililit kefakiran.

Sedangkan tiga perkara yang menimpa di akhirat adalah mendapat murka Allah, jeleknya perhitungan amal, dan siksa di neraka.” (HR. Ibnu Al-Jauzi)

Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Sekali lagi, marilah kita kembali kepada ajaran Islam tentang hubungan pria dan wanita yang bukan muhrimnya. Kita jaga din kita, anak-anak dan orang- orang yang ada dalam wewenang kita, jangan sampai terus larut dalam pergaulan bebas, melepaskn norma- norma agama dan menggantinya dengan tatanan menurut selera hawa nafsu.

Dalam dokumen RETORIKA DAKWAH.pdf (Halaman 126-131)