BAB V PENELITIAN DAN PEMBAHSAN
A. Hasil Penelitian
1) Internal
Teori
1. Implentasi nilai nasionalisme kurang optimal 2. Faktor pendorong Faktor penghambat
a. Faktor pendorong: internal: fasiliatas sekolah dan dukugan moral oleh guru dan eksternal: kerjasama dengan TNI, kepolisian da tokoh-tokok masyarakat.
b. Faktor penghambat Internal : kurangnya semangat para siswa, kurang pendingin ruangan dan Ekternal : kebudayaan asing, memiliki kewarga negaraan ganda dan siaran TV asing
21
Perbedaan yang jelas dengan peneliti terdahulu adalah tempat penelitian kami berbeda dan di dalam jurnal ini juga membahas tentang keterlibatan orang tua dalam upaya menanamkan nilai nasionalisme sedangkan peneliti lebih melihat upaya guru di sekolah dalam Implementasi nilai nasionalisme.
3. Affan dan Hafidh pada tahun (2016). Dengan judul membangun kembali sikap nasionalisme bangsa indonesia dalam menangkal budaya asing di era globalisasi.
Persamaan dengan penelitian jurnal tersebut adalah sama-sama membahas tentang pentingnya menjaga nilai-nilai nasionalisme dan sama-sama menjaga jiwa nasionalisme bangsa Indonesia dari pengaruh dari luar.
Perbedaan yang bisa dilihat dari jurnal tersebut adalah penelitan terdahulu mengunakan pendekatan kualitatif diskrip dan lebih berfokus tentang bagi mana menjaga kebudayaan Indonesia tidak dilupakan tapi menjadi nilai pokok yang harus ada dalam jiwa bangsa Indonesia dan bagai mana bangsa Indonesia lebih pintar dalam menapis kebudayaan yang datang ke Indonesia tanpa melupakan kebudayaan yang sudah ada di dalam Indonesia. Sedangkan peneliti sekarang lebih berpokus kepada bagi mana menImplementasikan nilai-nilai nasionalisme kepada masyarakat terutama dari bangku sekolah dan menumbuhkan jiwa nasinalisme kepada siswa 3T terutama di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah.
23 BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian mendeskripsikan suatu kasus sesuai dengan keadaan yang sedang dialami oleh subjek penelitian dan menyajikan data tersebut dalam bentuk kata-kata.
Pendekatan dalam penelitian adalah pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus merupakan penelitian yang ditemukan dibanyak bidang, kasus penanaman nilai nasionalisme, dimana peneliti mengembangka analisis mendalam atas satu kasus, peristiwa, aktivitas, proses dan suatu individu atau lebih. Kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas dan penelitian mengumpulkan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Untuk menggambarkan dampak Implementasi pendidikan dalam eksistensi nilai nasionalisme pada siswa pada sekolah Tapal Batas studi kasus Di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah yang saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Terkait masalah Implementasi pendidikan dalam eksistensi nilai nasionalisme di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, peneliti memilih pendekatan sudi kasus untuk menagulagi permasalahan yang terjadi.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian 1. Lokasi penelitian
Penelitian terletak pada provensi Kalimantan utara. Lokasi ini bertempat di kanupaten Nunukan, Kecamatan Sebatik Tengah, Desa Sungai Limau. Penelitian ini berkaitan tentang “Implementasi Pendidikan Dalam Eksistensi Nilai
2. Faktor pendorong dan penghambat Implementasi pendidikan dalam eksistensi nilai nasionalisme pada sekolah Tapal Batas studi kasus Di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah
D. Informan penelitian
Informan penelitian merupakan seseorang yang memberikan informasi yang dibutuhkan terkait penelitian yang dijalankan. Adapun teknik yang digunakan
Adapun asal data dalam penelitian pada kali ini ialah subjek yang di mana data yang didapatkan. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan maka peneliti mengunakan lembran wawancara, lembaran observasi dan dokumentasi. Sumber data disebut dengan narasumber atau responden yaitu orang memberi informasi melalui menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepadanya baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Ada juga data yang diperoleh dari media-
media massa seperti koran dan situs-situs berkaitan data yang kita butuhkan. Pada umumnya data itu dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu sebagai berikut:
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari informan seperti di dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah guru-guru serta para siswa melalui wawancara atau oservasi dari suatu subjek, penelitian ini membutuhkan pengumpulan data dengan cara menjawab pertanyaan data primer di peroleh dari hasil wawancara antara peneliti dan informan. Selain itu juga data perimer juga hasil dari observasi langsung dari lapangan yang diperoleh peneliti.
(sugiyono,2012) 2. Data sekunder
Data sekunder adalah sumber data yang di perolen secara tidak langsung di dalam penelitian. Sumber data sekunder pada penelian pada kali ini seperti blog, arsipan, laporan-laporan, yang ada kaitannya denga penelitian, buku, teori jurnal dan landasan teoritis yang dibutuhkan dalam melengkapi data penelitian.
(sugiyono,2012)
F. Instrumen Penelitian
Isntrumen penelitia adalah segalah sesuatu yang terkait dan dipergunakan dalam peroses penenitian untuk menujang kesusesan dalam penelitian. Adapun alat yang digunakan ialah berupa paduan wawancara, lembaran observasi dan catatan dokumentasi sebagai penguat dalam penelitian ini.
1. Panduan wawancara atau pedoman wawancara ialah merupakan lis-lis pertanyaan yang sudah dipersiapkan oleh peneliti serta berpedoman dengan
27
rumusan masalah dan pertanyaan-pertanyaan peneliti adakan terjawan melalui peroses wawancar dengan narasumber. Metode wawancara adalah salah satu peroses dalam pengumpulan data dalam penelitian.
2. Pedoman observasi adalah berisi temuan-temuan yang didapatkan peneliti dalam melakukan pemantauan langsung di lapangan
3. Daftar dokumentasi ialah data yang memperkuat data yang telah dihimpunkan sebagi pendukung data wawancara data obervasi dan segalah sesuatu yang dibituhkan penelitian
4. Salah satu adalat yang digunakan dalam dokumentasi adalah kamera atau kamera ponsel untuk merekam atau menfoto setiap kegiatan penelitian.
5. Alat tulis kantor (ATK) ialah sebagi pendukung penelitan
6. Laptop adalah alat pendukung dalam menyusn hasil data temuan.
G. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah sebagi berikut:
1. Wawancara
Pada tahap ini peneliti akan mewawancarai informan yaitu objeknya guru- guru dan siswa yang berada di sekoalah SMA Negeri 1 Sebatik Tengah dan telah mengalami perubahan sosial di dalamnya. Tujuan wawancara tersebut agar dapat memperoleh data yang jelas dan sesuai dengan realitas yang ada.
2. Observasi
Pada tahap observasi ini peneliti melakukan observasi atau pengamatan secara langsung terkait dengan objek penelitian. Pengamatan ini dilakukan untuk
memperoleh data sesuai realita yang terjadi di lapangan. Kemudian mencatat apa yang dilihat selama proses observasi berlangsung guna memperoleh gambaran terkait apa yang dilakukan selanjutnya. Observasi ini dilakukan dengan cara mendatangi atau terjung secara langsung kelapangan guna memperoleh data secara jelas di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah .
3. Dokumentasi
Pada tahap ini peneliti mengambil dokumentasi selama proses pengambilan data, baik itu dokumentasi dalam bentuk video, gambar, dan sebuah catatan. guna keabsahan dan sebagai bukti yang asli bahwa proses pengambilan data dilaksanakan sebagaimana mestinya.
H. Teknik Analisis Data
teknik analisis data adalah suatu kegiatan memfokuskan data secara terperinci dan rasional guna memberikan jawaban terhadap permasalahan.
Analisis data dilakukan tiga tahap, yaitu:
1. Reduksi data (Data Reduction)
Reduksi data adalah sebuah proses pemilihan, pemusatan, penyerdahanaan, dan transformasi data awal yang di dapat dari rekapan data di lapangan. Reduksi adalah proses yang di lakukan pada saat pengumpulan dimulai dengan membuat ringkasan, membuat kode, menelusuri tema, membuat gagas, menulis memo, dan sebagainya yang bertujuan untuk mengumpulkan semua data–data dan memisahkan data atau informasi yang tidak sesuai, seperti contoh hasil wawancara kemudian, hasil itu dikumpulkan lalu dipilih hasil wawancara yang
29
dianggap paling penting dan relevan kemidian dipisahkan yang mana akan di gunaka atau tidak dan disajikan jadikan suatu riduksi kata
2. Display data(menampilkan data)
Display data ialah mendilripsikan kumpulan informasi yang tersusun kemudian mumbuat suatu kesimpulan lalu disajikan data kualitataif dalam betuk tulisan naratif, serta biasa juga disajikan dalam bentuk matrik, diagram, bagan dan table.
3. Kesimpulan data
Kesimpulan data adalah aktivitas akhir dari analisis data yang membuat suatu kesimpulan dan memberi arti setiap data yang di sajikan.
I. Teknik Keabsahan Data
Teknik keabsahan data adalah proses mentriangulasi kan tiga data yang terdiri dari data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun Langkah-langkah triangulasi, yaitu:
1. keabsahan data adalah proses mentriangulasi kan tiga data yang terdiri dari data observasi, wawancara, dan dokumentasi.
2. Triangulasi Pengumpul data adalah proses menemukan data dari berbagi kumpulan data yang di peroleh dari beberapa informan
3. Triangulasi Metode adalah mengumpulkan data dengan menggunakan berbagi macam metode dalam mengumpulkan data seperti interview, obesrvasi dan dokumentasi .
4. Triangulasi teori adalah mensajikan beberapa teori yang berkaitan shehinga dalam mejaikan teori tidak mengunakan satu teori saja tapi ada beberapa teori sama ada itu teori utama dan teori pendukung.
J. Etika Penelitian
Etika penelitia atau adap-adap dalam melakukan penelita ialah perilaku yang yang baik dalam melakukan penelitian,mulai dari aspek dalam mengumpulkan data di lapangan seperti melakukan wawancara, observasi, dan mengambil dokumentasi serta menyusun penelitian sehingga mempulikasi hasil penelitian, seperti:
1. Menginformasikan maksud dari penelitian 2. Meminta persetujuan narasumber
3. Menrahasiakan nara sumber jiak terdapat hal-hal yang sensitif.
4. Jika ingim rekam kegitan wawancara atu mengambil foto peneliti harus meminta
izin dari narasumber.
Berdasarkan uraian di atas bisa dijelaskan bahwa etika penelitian ialah perilaku yang baik serta diharapkan dalam melakukan penelitian, jika terdapat hal- hal yang bersifat sensitif dan nara sumber keberatan dalam mempulikasikan identitasnya maka peneliti hendanya menghargi keputusan narasumber dan sebelum melakukan wawancara atau mengambil dokumentasi maka penliti harus memita persetujuan nara sumnber .
.
31 BAB IV
GAMBARAN UMUM PENELITIAN LOKASI PENELITIAN A. Gambaran umum daerah penelitian
1. Sejarah singkat pulau Sebatik
Pulau Sebatik adalah salah satu dari 12 pulau yang termasuk di dalam daerah 3T yaitu terpencil, tertinggal dan terdepan serta di sini pulau termasuk di daerah terluar dari wilayah NKRI dan berbatas langsung dengan negara tetangga sebagian kecil wilayah perbatasan Indonesia Malaysia memiliki peran yang sangat strategis sebagi beranda terdepan Indonesia dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Pulau Sebatik sebagi pulau yang termasuk daerah teluar di kabupaten nunukan provensi Kalimantan utara berbatasan langsung wilayah bagian timur Malaysia yaitu tawau sabah.
Pada tanggal 16 desember 2014, presiden jokowi mengujung wilayah perbatasan republik Indonesia yaitu salah satunya di pulau Sebatik. Pulau terluar ini, prisiden mengunjungi beberapa lokasi seperti tanah kuning pato II dan pancang, terdapat pos angkatan laut yang dapat melihat langsung wilayah Malaysia yakni Tawau Sabah, di tempat ini selain meninjau fasilitas di pos perbatasan, pak jokowi juga menaiki pos perbatasan milik pasukan angkatan laut TNI-AL di Sei Bajo dan selanjutnya memanjat pos angkatan laut tertinggi pos perbatasan sei Pancang di pulau Sebatik Kalimantan utara.
2. Kondisi geografis
Pulau Sebatik terletak di Kabupaten Nunukan yang terletak posisinya
terletak pada 04010’ 00” LU – 040 01’ 37” LU dan 1170 41’ 05”. Kecamatan Sebatik di sebelah utara garis lintang 4010’ 05” LU, berbatasan langsung dengan Negara Malaysia bagian Timur, sebelah selatan garis lintang 4001’ 37” LU berbatsan langsung dengan Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau, kaltim, sebelah Barat garis bujur 117041’ 05” BT, berbatasan langsung dengan Negara Malaysia Timur dan Kabupaten Nunukan, dan sebelah timur garis bujur 117055’56” BT, berbatasan langung dengan laut Sulawesi. Sebelah barat pulau ini terdapat Pulau Nunukan, pulau Sebatik merupakan daerah perbatasan Indonesia- Malaysia. Pulau Sebatik termasuk dalam wilayah administratif Kecamatan Sebatik, yaitu kecamatan paling timur di kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Kecamatan Sebatik terdiri dari empat desa, yaitu Tanjung Karang, Pancang, Sungai Nyamuk Tanjung Aru dan Setabu. Pulau ini secara umum beriklim panas dengan suhu udara rata-rata 27,8 °C, suhu terendah 22,9 °C pada bulan agustus dan tertinggi 33,0 °C pada bulan April. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar yang menjadi prioritas utama pembangunan karena perbatasan langsung dengan negara tetangga. Program utama yang perlu dilakukan di Pulau Sebatik antara lain adalah pembangunan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata serta peningkatan hukum dan pengawasan keamanan.
B. Gambaran objek lokasi penelitian
1. Sejarah singkat SMA Negeri 1 Sebatik Tengah
Pulau Sebatik merupakan Pulau Sebatik merupakan salah satu dari 12 pulau yang terluar dari wilayah NKRI yang berbatasan langsung dengan negara
33
tetangga sebagai pulau kecil di wilayah perbatsan Indonesia Malaysia memiliki peran yang sangat strategis sebagai beranda terdepan Indonesia dalam mengjaga kedaulatan NKRI pulau Sebatik sebagai pulau terluar terletak di kabupaten nunukan provinsi Kalimantan utara berbatasan langsung wilayah bagian timur negara Malaysia yaitu daerah Sabah. SMA Negeri 1 Sebatik Tengah adalah satu- satunya sekolah tingkat menengah yang terletak di kecamatan Sebatik tengah yang berada di bawah pengawasan dinas pendidikan Provinsi Kalimantan Utara sekolah ini sangat sederhana dan masih tergolong baru namun ternyata sudah mampuh menunjukkan kiprahnya pada even-even tingkat provinsi maupun tingkat nasional hal ini sejalan dengan motto yang dijalankan pada siswanya yaitu meskipun tinggal di perbatasan namun tidak membuat kami terbatas.
SMA Negeri 1 Sebatik Tengah merupakan sekolah yang berada ditapal batas antara Indonesia dan Malaysia yang berada di patok 7 pulau Sebatik Indonesia dengan akreditasi A dibangun di lahan seluas 10.000 meter persegi merupakan ibah masyarakat setempat SMA Negeri 1 Sebatik Tengah secara resmi didirikan pada tahun 2010 dengan jumlah siswa 67 orang pada saat itu statusnya menumpang di SMP 1 Sebatik Tengah kurang lebih 3 tahun baru pada tahun 2017 menempati gedung sendiri tetletak di daerah sungai limau Sebatik tengah merupakan sekolah pertama yang dijabat oleh Sukardi S.Pd merupakan kepala sekolah pertama dan kepala sekolah yang kedua bapak La Alimun S.Pd dan pada saat itu SMA Negeri 1 Sebatik Tengah nama sebenarnya adalah SMA Negeri 1 Sebatik Barat dan baru pada tahun 2012 resmi berganti namanya SMA Negeri 1 Sebatik Tengah pada tahun 2019 dengan jumlah siswa 360 orang yang terdiri dari
12 kelas yaitu 6 kelas IPA dan 6 klas IPS sekolah ini masih masuk ketegori sekolah baru sebagai sekolah baru tentu masih banyak kekurangan- kerungan terutama bangunan yakni belum mempuyai kantor berupa leb dan masih banyak kekurangan kelas meskipun banyak kekurangan dan ini merupakan tantangan dalam proses pengelolalaan SMA Negeri 1 Sebatik Tengah tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa SMA ini meskupun sebagai sekolah baru sudah memiliki bidang prestasi baik itu prestasi bidang akademik maupun non akademik tentu ditingkat kabupaten, provinsi maupun di tingkat nasional sekolah ini meskipun berada di sekolah perbatasan diantara dua negara Indonesia dan Malaysia tentu mempuyai beberapa tantangan sendiri tantangan itu antara lain yang pertama cukup banyak siswa yang berasal dari warga kita yaitu TKI dari Malaysia yang perlu pembinaan khusus berkaitan tentang rasa nasionalisme bahasa, budaya, serta kontrol karena jauh pengawasan dari orang tua yang ke dua berada di perbatasan butuh pengawasan khusus pada siswa karena adanya pengaruh negatif baik itu dari dalam maupun dari luar yang ketiga sebagai sekolah perbatasan tentu harus memajuh diri dapat mengimbangi sekolah yang ada di negara tetangga Malaysia.
SMA Negeri 1 Sebatik Tengah saat ini melaksanakan dua kurikulum 2006 dan kurikulum K13,K13 baru bisa dilaksankan pada tahun 2017 dan melaksanakan dua program yaitu program IPA dan IPS dengan tenaga pendidik 24 orang dan tenaga pendidikan 6 orang SMA Negeri 1 Sebatik Tengah terus berbenah diri dengan berdasarkan visi dan misi sekolah yang merupakan keputusan bersama dapun visi SMA Negeri 1 Sebatik Tengah yaitu unggul dalam pretasi berlandaskan iptek dan peduli 32 lingkungan berjiwa nasionalisme serta
35
berkarakter di erah globalisasi sedangkan misi SMA Negeri 1 Sebatik Tengah meningkatkan ketuhan yang maha Esa meningkat pembelejaran yang konpetitif kreatif inovatif meyenangkan dibidang akademik dan non akademik yang berbasis ilmu teknologi mewujudkan sekolah literasi dan berkarakter mewujudkan sekolah yang berpihak has atau berperilaku hidup sehat dan bersih semoga pendidikan provinsi kalimatan utara unggul dan profesional dan maju bersama untuk tahun 2018 dan tahun 2019 SMA Negeri 1 Sebatik Tengah memilliki program 1 pohon dua orang tanam pohon atau penghijaun
2. Visi dan misi sekolah SMA Negeri 1 Sebatik Tengah a. Visi
Unggul dalam prestasi berlandaskan imtaq dan iptek, peduli lingkungan,berjiwa nasionalisme, serta berkarakter di era globalisasi.
b. Misi
1) Meningkatakan keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa.
2) Melasanakan pembelajaran kompetitif, kreatif ,inovatif ,menyenangkan dibidang akademik dan non akademik yang berbasis IT
3) Menumbuh kembangkan pendidikan berkarakter.
4) Mewujudkan sekolah yang ber-PHBS (berperilaku hidup sehat dan bersih).
3. Fasilitas sekolah
Kelengkapan fasilitas belajar terus-menerus ditingkatkan, dibenahi dan dilengkapi meningat bahwa hal tersebut sangat menjungjung pencapain proses pembelajaran di sekolah SMA Negeri 1 Sebatik Tengah memiliki beberapa
fasilitas yang dapat dikategorikan sangat memadai dan mengdukung berlangsungnya proses pembelajaran yang kondusif, sebagai berikut :
Ruangan kepala sekolah, ruangan guru, ruangan kelas, rauangan UKS, ruangan ibadah (mesjit), raungan serbaguna atau aula.
4. Keadaan siswa
a. Penerimaan siswa baru
Alur penerimaan siswa baru menggunakan sistem pendaftaran langsung belum melakukan pendaftaran online. Dimulai dari Implementasi pendaftaran dengan menyebarkan brosusr dan memasang spanduk di depan halaman sekolah SMA Negeri 1 Sebatik Tengah dan Implementasi lewat media sosial atau internet.
Penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah terbagi menjadi beberapa tahap yaiatu: tahap pertama, pengambilan formulir untuk calon siswa baru. Tahap kedua pengembalian formulir oleh calon siswa baru. Tahap ketiga, calon siswa dites dengan ujian tulis,setelah itu mengikuti tes wawancara sekaligus. Tahap keempat, apabila calon siswa baru dinyatakan lulus maka mereka melakukan pendaftaran ulang berupa registrasi agar nama mereka terdaftar sebagai siswa SMA Negeri 1 Sebatik Tengah.
b. Peroses kenaikan kelas
Proses kenaikan kelas SMA Negeri 1 Sebatik Tengah dilaksanakan setiap akhir tahun ajaran yakni disetiap akhir semester 2 dengan melalui rapat dewan guru. Persyaratan siswa untuk naik kelas yaitu dengan melihat absensi kehadiran minimal 80%. Selain nilai kehadiran dan nilai bidang studi yang dilulusi juga sikap siswa juga dinilai sebagai faktor kenaikan kelasnya. Beberapa sikap yang
37
harus dimiliki oleh siswa agar mampu memenuhi syarat untuk naik kelas, yaitu sopan dan santun, peduli,jujur, disiplin, bertanggung jawab,dan cinta damai. Nilai ketuntasan mata pelajaran semua mata pelajaran yang di programkan sealam 2 semester harus diatas kriteria ketuntasan minimal (kkm).
c. Waktu pembelajaran
Kegiatan pelaksanaan proses pembelajaran disekolah SMA Negeri 1 Sebatik Tengah dilaksanakan pada pagi dan siang hari dimulai pada jam 07.00 hingga jam 15 WIB, kecuali pada hari jumat. Pada hari jumat peroses pembelajaran dimulai padajam 07.00 dan diakhiri pada jam 11.30 dan pada hari sabatu
5. Keadaan pendidikan
Kurikulum merupakan salah satu hal yang terpenting dalam lembaga pendidikan. langkah-langkah untuk mencapai suatu tujuan lembaga pendidikan tergantung dengan kurikulum yang digunakan, sepertiman di sekolah SMA Negeri 1 Sebatik Tengah regular yang merupakan kurikulum 2013 (K13) dengan PMB padajang regula pada pagi hari hingga sore hari. Kurikulum SMA Negeri 1 Sebatik Tengah telah dikembagkan secara terpadu dan sistematis, merujuk pada pedoman penerapan sekolah ramah anak, rama lingkugan dan berbasis sekolah sehat dengan harapan siswa dapat tumbuh kembang diri dan mendapatkan perlingdungan dan bimbingan guru yang penuh perhatin dan bermotivasi tinggi didukung keluarga dan masyarakat dalam mewujutkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif dan inovatifkreatif efektif menyenagkan (PAIKEM).
Perkembagan kurikulum dan pembelajaran SMA Negeri 1 Sebatik Tengah dilakukan secara perinsip-perinsip berikut:
1) Mengembangakan budaya islamiah yang peduli lingkugan ramah anak dan mengedepankan nilai-nilai agama dan luhur bangsa;
2) Menerapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kemapuan serta belajar siswa;
3) Melibatkan perserta serta keluarga, masyarakat dan pihak lainnya dalam pengelolahan pendidikan dan;
4) Penerapan pembelajaran PAIKEM.
SMA Negeri 1 Sebatik Tengah melaksanakan kurikulum nasional yang ditetapkan oleh pemerintah yang medodifikasi sesuai dengan visi, misi, tujuan target SMA Negeri 1 Sebatik Tengah.
Karena sistem boarding inilah sehingga SMA Negeri 1 Sebatik Tengah melakukan kombinasi dan kolaborasi pembelajaran regulasi pagi dan kajian yang bersifat membangun generasi. Pembelajara dilakukan secara insfiratif menyenagkan, interaktif, menantang, memotivasi dan memberi ruang bagi prakarsa kreativitas dan kemandirian anak sesui dengan potensi minat dan bakat
39 BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHSAN
A. Hasil Penelitian
1. Implementasi Pendidikan Dalam Eksistensi Nilai Nasionalisme Pada Sekolah Tapal Batas Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah
Dalam hasil berikut ini peneliti akan menerangkan tentang implementas Implementasi pendidikan dalam eksistensi nilai nasionalisme pada sekolah Tapal Batas studi kasus Di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah Kalimatan Utara, nilai nasionalisme adalah nilai-nilai yang berasal dari semangat kebangsaan yang diharapkan menjadi setandar perilaku warga negara dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, seperti yang dikatakan oleh salah satu siswa NF (17 Tahun) sebagi salah satu siswi di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah saat diwawancarai seperti di bawa ini:
“nilai nasionalisme adalah rasa yang akan cinta tanah air, menjujung tinggi bahasa dan budaya serta menaati peraturan-peratuaran yang ada seperti di sekolah dan menjujunga keadilan serta memilihara kebudayaan yang ada dalam negara kita.(hasil wawancara pada tanggal 14 juli 2021)
Implementasi dalam eksitensi nilai nasionalisme pada sekolah SMA Negeri 1 Sebatik Tengah adalah salah satu kegiatan pembelajaran yang bertujuan memperkenalakan dan menanamkan semangat akan cinta tanah air serta menjujung tinggi nilai pancasila, mempertahan keharmonisan dalam bernegeara tampa melihat perbedaan. Kegiatan Implementasi nilai nasionalisme ini sudah dilaksanakan. Berdasakan dari observasi dan wawancara kita bisa mengetahui bagimana penanaman nilai nasionalisme yang dilakukan kepada siswa di SMA