BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Data
3. Implikasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam
Dari gaya kepemimpinan kepala sekolah yang telah dideskripsikan di atas, hal ini dapat berpengaruh terhadap keunggulan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo selama kepemimpinan lembaga yang dipimpin oleh Bapak Sasmito Pribadi, M.Pd. diantaranya yaitu jenis kegiatan ekstrakurikuler dan memperoleh prestasi-prestasi yang dapat mengharumkan dan memberikan citra sekolah.
Ketika awal mula Bapak Sasmito Pribadi. M.Pd. ditugaskan di SMA Negeri 3 Ponorogo, beliau memiliki visi salah satunya yaitu
“Prestasiku Adalah Masa Depanku” yang artinya anak-anak diberikan motivasi untuk membangun masa depan. Kemudian kepala sekolah memiliki cita-cita go internasional dalam berupaya untuk memabangun
Evaluasi Kegiatan Keunggulan Ekstrakurikuler
Hasil evaluasi Waktu Kegiatan
Evaluasi
Siswa mendapatkan
prestasi
Setiap semester
Identifikasi kekurangan
Tindaklanjut
Penilaian kegiatan keunggulan ekstrakurikulerr
Perlu adanya perbaikan atau penyempurnaa
n
keunggulan ekstrakurikuler. Karena beilau merupakan salah satu pendidikan karakter, dengan harapan untuk keesokan harinya anak-anak dapat memiliki karakter yang baik melalui kegiatan keunggulan ekstrakurikuler, membimbing anak-anak dari karakter kurang baik menjadi anak dengan karakter yang baik, dan yang utama yakni dapat menumbuhkan serta menyalurkan potensi diri minat dan bakat yang dimilki oleh anak-anak. Semakin maju kegiatan keunggulan ekstrakurikuler go internasional, maka anak-anak akan lebih memiliki rasa semangat pada dirinya dalam mengembangkan potensi dirinya. Oleh karena itu, dalam semua jenis ekstrakurikuler ini dapat memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada bawahannya agar dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Sasmito Pribadi M.Pd sebagai berikut:
“Keunggulan ekstrakurikuler ketika awal sudah merencanakan agar menjadi go internasional seperti sekolah menjadi Cambride International School. Kegiatan keunggulan ekstrakurikuler ini dapat memunculkan potensi-potensi diri anak untuk mengembangkan bakatnya karena masa-masa ini merupakan waktu emas untuk menyalurkan potensi diri, pengembangan diri, mendapatkan prestasi dan bakat siswa dan bermanfaat untuk pendidikan berikutnya. Jenis-jenis ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo yakni pramuka, bahasa inggris, karya tulis ilmiah, rohaniah islam, PMR, seni music tari, ju-jit-su, bola volley, bola basket, jurnalistik, teater, reog, pecinta alam smaga broadcasing community, panahan, robotic, teknologi informatika, PKS dan futsal. Anak-anak disini sangat antusias dalam mengikuti kegiatan keunggulan ekstrakurikuler, dan kita dapat monitoring jumlah keikutsertaan anak-anak yang masuk ekstrakurikuler dan ada progress yang meningkat, kecuali pramuka karena ekstrakurikuler pramuka sudah wajib di sekolah. Keterkaitannya dengan keunggulan ekstrakurikuler yaitu go internasional ini dapat memberikan kami peluang untuk melaksanakan event atau jenis
perlombaan di luar negeri dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama.”276
Kemudian wawancara dari Bapak Muhammad Imron, S.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan:
“Perkembangan pada kepemimpinan Bapak Sasmito ini sangatlah bagus karena mayoritas adalah anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler disini adalah anak-anak dari smp yang dimana smp-nya sana sudah mempunyai bakat sehingga disini diwadahi diberikan angket silahkan yang mau bergabung ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat minatnya di sekolah sebelumnya. Kepala sekolah juga memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengasah potensi pada dirinya agar dapat diaplikasikan dan menerapkan bakat yang dimilikinya. Jenis-jenis ekstrakruikuler yang ada di sekolah adalah pramuka, bahasa inggris, karya tulis ilmiah, rohaniah islam, PMR, seni music tari, ju-jit-su, bola volley, bola basket, jurnalistik, teater, reog, pecinta alam smaga broadcasing community, panahan, robotic, teknologi informatika, PKS dan futsal. Semua jenis yang ada di SMA Negeri 3 Ponorogo sangat memaksimalkan program kegiatan yang sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan sejak awal perencanaan. Ada juga mungkin bukan bakatnya tapi pengen mengikuti ya kita ada hasilnya ada yang bisa maksimal dan ada yang belum bisa maksimal, dan ada yang hanya sekedar hobi. Tetapi presentase besar adalah bakat yang dimiliki sejak masa smp, sehingga disini tinggal mewadahi, menggembleng, memupuk jadilah potensi yang maksimal dengan baik dengan masing-masing pembina yang ada di SMA Negeri 3 Ponorogo. Keterkaitannya dengan keunggulan ekstrakurikuler yaitu yang mengikuti ekstrakurikuler dengan hasil yang maksimal yang dapat memberikan pencapaian tujuan yang telah direncanakan.”277
Kemudian pendapat dari Ibu Sri Wahyuni selaku pembina ekstrakurikuler KIR dalam wawancara sebagai berikut:
“Jenis-jenis ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 3 Ponorogo cukup banyak ya mbak, ada pramuka, bahasa inggris, karya tulis ilmiah, rohaniah islam, PMR, seni music tari, ju-jit-su, bola volley, bola basket, jurnalistik, teater, reog, pecinta alam smaga broadcasing community, panahan, robotic, teknologi informatika, PKS dan futsal. Kemudian perkembangan kepemimpinan Bapak Sas ini sangatlah bagus, karena beliau sangat mendukung, memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengasah potensi
276Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
277Lihat Transkip Wawancara Nomor: 02/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
pada dirinya agar dapat diaplikasikan dan menerapkan bakat yang dimilikinya. Kepala sekolah juga Ada juga mungkin bukan bakatnya tapi pengen mengikuti ya kita ada hasilnya ada yang bisa maksimal dan ada yang belum bisa maksimal, dan ada yang hanya sekedar hobi. Tetapi presentase besar adalah bakat yang dimiliki sejak masa smp, sehingga disini tinggal mewadahi, menggembleng, memupuk jadilah potensi yang maksimal dengan baik dengan masing-masing Pembina yang ada di SMA Negeri 3 Ponorogo. Keterkaitannya dengan keunggulan ekstrakurikuler yaitu yang mengikuti ekstrakurikuler dengan hasil yang maksimal yang dapat memberikan pencapaian tujuan yang telah direncanakan.278
Untuk jenis-jenis ekstrakurikuler, nama pembina dan pelatih, jadwal, tempat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dapat dilihat dalam dokumentasi. Selanjutnya peneliti menyebutkan kembali kepada informan tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah. Menurut kepala sekolah, implikasi dari gaya kepemimpinan beliau ini sehingga menjadikan SMA Negeri 3 Ponorogo mendapatkan banyak prestasi nasional maupun internasional, termasuk dalam kegiatan keunggulan ekstrakurikuler.
Seperti yang disampaikan oleh Bapak Sasmito, M.Pd. dalam wawancara sebagai berikut:
“Alhamdulillah selama ini SMA Negeri 3 Ponorogo dalam mengikuti ajang kompetensi lomba dengan baik, sehingga mendapatkan prestasi dan juara tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional maupun internasional. Dari tahun 2021 bisa menjuarai 5 event kejuaraan internasional via daring/virtual, ada di Negara Romania, Jepang, Thailand, Malaysia, dan Korea. Dan semua kejuaraan didominasi oleh ekstrakurikuler karya tulis ilmiah. Perlombaan internasional ada juga besok perwakilan ekstrakurikuler karya tulis ilmiah akan berangkat pada tanggal 28 Januari 2023 ke Thailand yang di dampingi 1 pembina dan 2 siswa-siswi yang mengikuti perlombaan tersebut. Dalam negeri kita juga sering memenangkan kejuaraan dari semua jenis ekstrakurikuler, tahun 2022 telah mendapatkan kejuaraan di universitas-universitas ternama yang ada di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan Institut Tekhnologi Bandung, hal tersebut karena adanya jiwa kompetensi
278Lihat Transkip Wawancara Nomor: 06/W/07-02/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
yang tinggi dari anak-anak juga dukungan dari semua yang bersangkutan. Kaitannya dengan keunggulan ekstrakurikuler yaitu mendapatkan prestasi-prestasi di luar negeri dapat memberikan jiwa kompetensi yang tinggi dan mengasah kemampuan secara konsisten.”279
Tentang SMA Negeri 3 Ponorogo mendapatkan banyak prestasi, peneliti menanyakan kebenarannya kepada wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Pembina dan pelatih ekstrakurikuler, dan guru. Ternyata hal tersebut memang benar adanya. Salah satu yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Imron, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dalam wawancara sebagai berikut:
“Alhamdulillah juga mba, karena keunggulan sebuah sekolah juga ditentukan oleh keunggulan sebuah kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan yang bersifat memupuk dan meningkatkan talenta sehingga selalu mendapatkan banyak prestasi dari program sekolahnya maju maka otomatis nama sekolah akan tersorot juga baik itu ekstrakurikuler bersifat akademis dan non akademis.
Seperti lomba mapel, KSR kompetensi nasional, dan non akademis. Banyak sekali prestasi dari non akademik, mereka sangat menyukai hal-hal yang dianggap mereka asik atau membuat mereka senang, dan dari sini ekstrakurikuler menjadikan wadah bagi mereka yang ingin mengasah potensi diri. Nama sekolah disini selalu tersorot mbak, kemaren habis mengadakan event- event SMP se kabupaten ponorogo berpartisipasi dalam perlombaan tersebut, maka otomatis citra sekolah juga baik dimata masyarakat. Mungkin yang sangat menonjol di SMA 3 Negeri Ponorogo ini futsalnya sangat keren, maksud keren itu ekstrakurikuler futsal mempunyai jiwa tekat dan kompetensi yang tinggi sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi ekstrakurikuler itu sendiri. Keterkaitannya dengan keunggulan eksrakurikuler ini adalah ekstrakurikuler memberikan wadah untuk mengasah bakatnya dan pada diri anak tersebut harus memiliki jiwa kompetensi yang tinggi agar dapat mencapai tujuan keunggulan ekstrakurikuler.”280
Kemudian wawancara dari Bapak Andik Surya Danirisko, S.Kom.
selaku Pembina dan pelatih ekstrakurikuler cinematography dan teater sebagai berikut:
279Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
280 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 02/W/17/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
“Disini anak-anak yang mengikuti kegiatan keunggulan ekstrakurikuler merasa mempunyai wadah untuk mengasah potensi dirinya untuk lebih berkembang dengan maksimal. Sehingga alhamdulillahnya mba, kita mendapatkan prestasi seperti lomba membuat film pendek dan lain-lain. Untuk membuat film pendek membutuhkan proses yang panjang, darimulai membuat tema yang akan digunakan untuk membuat film, membuat naskah agar jelas bagaimana percakapan saat memainkan film, didukungnya kamera untuk syuting, latihan-latihan acting agar tidak kaku saat memvideo syuting. Setelah itu memulai edit, mulai dari cut, edit, penambahan audio yang sesuai dengan video, penambahan narasi agar penonton menjadi tertarik, membuat opening video serta closing dalam membuat film pendek. Ketarkaitannya dalam keunggulan ekstrakurikuler yaitu ekstrakurikuler ini membutuhkan proses yang dapat dikatakan panjang dan ini membuat kita merasa ini mungkin menjadi challenge buat kita agar dapat meningkatkan tingkat kreativitas ekstrakurikuler.”281
Berdasarkan pengamatan peneliti dan dokumentasi yang peneliti peroleh, prestasi-prestasi dari kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo selama kepemimpinan Bapak Sasmito Pribadi, M.Pd.
diantaranya pada tingkat kabupaten, karesidenan, nasional, internasioanl.282 Dari hasil wawancara dapat dipahami bahwa prestasi dapat memberikan dampak kepada kepala sekolah dan memberikan citra bagi sekolah dan mengharumkan nama sekolah bagi masyarakat. Implikasi dari gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun keunggulan ekstrakurikuler yaitu adanya layanan sarana dan prasarana, seleksi, sistem ekstrakurikuler.
Seperti yang disampaikan oleh Bapak Sasmito Pribadi, M.Pd.
selaku kepala sekolah dalam wawancara sebagai berikut:
“Adanya layanan sarana prasarana terhadap kegiatan keunggulan estrakurikuler kami memberikan fasilitas sebaik mungkin apa yang dibutuhkan maka akan memberikan secara penuh seusai pada kebutuhan karena dapat terpenuhi fasilitas sarana dan parsarana maka akan mempengaruhi anak-anak dalam mengembangkan
281 Lihat Transkip Wawancara No: 04/W/24-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
282 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 03/D/17/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
potensi diri, bakat dan memberikan prestasi baik nasional maupun internasional dapat berkembang. Tahap seleksi kegiatan ekstrakurikuler pertama, penjaringan yaitu menelusuri minat pada siswa, kedua, pengelompokan pada anggota ekstrakurikuler, ketiga, masuk sepenuhnya dalam naungan pendamping atau pelatih Pembina ekstrakurikuler. Sistem keunggulan ekstrakuriler disini menggunakan santun, cerdas, berprestasi. Disisi lain maraknya tekhnologi informasi tetap menjaga sikap yang sopan santun dalam bermedia sosial, dan juga berperilaku yang cerdas dan berprestasi media dalam sekolah maupun luar sekolah.”283
Kemudian pendapat dari Bapak Muhammad Imron, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dalam wawancara sebagai berikut:
“Dampak adanya fasilitas saat kegiatan keunggulan ekstrakurikuler yaitu siswa-siswi dapat mengembangkan potensi dan bakat mereka dengan baik, sarana yang cukup dapat menjadi faktor minatnya siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa ini lebih cenderung semangat. Seleksi pada kegiatan ekstrakurikuler pada siswa itu dimulai dari penjaringan yaitu penulusuran minat yang diserahkan kepada wakasek kesiswaan, wakasek kesiswaan membuat angket sesuai dengan masuk PPDB itu ada kegiatan demo ekstrakurikuler disitulah langsung penjaringan siapa yang berminat masuk ke ekstrakurikuler tertentu, setelah terjaring disnilah terjadi pengelompokan anggota ekstrakurikuler.
Pengelompokan ini otomatis masuk dalam naungannya masing- masing dipimpin oleh satu Pembina guru dan pendamping untuk melaksanakan sepenuhnya oleh pelatihnya sehinga penggemblengan inilah metode penjaringan ini yang dilakukan oleh SMA Negeri 3 Ponorogo untuk kegiatan sampai ke pengembangan bakat yang dimilikinya. Sistem kegiatan ekstrakurikuler ini ada sistem teori dan praktek, dari segi model yang pertama pada pelaksanaan kegiatan itu diawali dengan praktek. Yang kedua, untuk pembiayaan ini model bentuknya sekolah menyerahkan ekstrakurikuler kepada masing-masing untuk mengajukan anggaran demi terlaksananya kegiatan keunggulan ekstrakurikuler.”284
Selanjutnya pendapat dari Bapak Andik Surya Danirisko, S.Kom.
selaku Pembina dan pelatih ekstrakurikuler dalam wawanacara sebagai berikut:
“Pihak sekolah memberikan layanan fasilitas sarana dan prasarana dapat memberikan siswa-siswi dalam mengembangkan potensi dari
283 Lihat Transkip Wawancara No: 01/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
284 Lihat Transkip Wawancara No: 02/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
dalam diri dan bakat mereka dengan baik, sarana yang cukup akan menjadikan perkembangan pada minat anak-anak yang mengikuti kegiatan keunggulan ekstrakurikuler ini menjadi semakin maju.
Untuk penyeleksian anggota ekstrakurikuler itu pendaftarannya melalui angket per kelas, biasanya itu dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum yang nantinya dapat dikelompokkan sesuai pilihan siswa-siswi. Sistem kegiatan ekstrakurikuler ini ada sistem teori dan praktek, dari segi model yang pertama pada pelaksanaan kegiatan itu diawali dengan praktek. Yang kedua, untuk pembiayaan ini model bentuknya sekolah menyerahkan ekstrakurikuler kepada masing-masing untuk mengajukan anggaran demi terlaksananya kegiatan keunggulan ekstrakurikuler.”285 Selanjutnya pendapat dari Ibu Sri Wahyuni selaku pembina ekstrakurikuler KIR dalam wawnacara sebagai berikut:
“Layanan sarana dan prasarana sangat mempengaruhi semua kegiatan mba, karena adanya sarana dan prasarana ini dapat mempermudah anak-anak dalam menjalankan ekstrakurikuler.
Kepala sekolah disini sangat baik sehingga dapat memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai bagi kita dan anak- anak. Misalnya kami membutuhkan tempat untuk membuat eksperimen penelitian pada saat ekstrakurikuler, maka kami meminta kepada kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana untuk mencarikan tempat yang nyaman untuk menjalankan kegiatan keunggulan ekstrakurikuler KIR ini.
Keterkaitannya dengan keunggulan ekstrakurikuler adalah adanya sarana prasarana dapat memberikan motivasi kami untuk selalu memberikan yang terbaik bagi potensi diri anak-anak dan untuk sekolah juga.”286
Berdasarkan hasil penelitian dapat dipahami bahwa pelayanan sarana dan prasarana itu dapat memberikan dukungan yang akan mempengaruhi tunjangan pada proses pelaksanaan yang lebih lengkap.287 Seleksi pada anggota ekstrakurikuler disini sangat terstruktur yang pertama penjaringan minat, yang kedua pengelompokkan anggota ekstrakurikuler, yang ketiga mendapatkan Pembina dan pelatih kegiatan keunggulan ekstrakurikuler. Pada proses ini atas dasar persyaratan dari
285Lihat Transkip Wawancara Nomor: 04/W/24-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
286Lihat Transkip Wawancara Nomor: 05/W/07-02/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
287Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 03/D/07-02/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
pihak sekolah yang sudah ditetapkan. Pada sistem kegiatan keunggulan esktrakurikuler itu sistem teori dan praktek, dari segi model yang pertama pada pelaksanaan kegiatan itu diawali dengan praktek. Yang kedua, untuk pembiayaan yang sistemnya sekolah menyerahkan ekstrakurikuler kepada masing-masing Pembina.
Dalam kegiatan keunggulan ekstrakurikuler dana menjadi faktor yang dapat mempengaruhi atas terlaksananya proses pada kegiatan keunggulan ekstrakurikuler. Sumber dana kegiatan keunggulan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo adalah dari sekolah.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Sasmito Pribadi, M.Pd. selaku kepala sekolah sebagai berikut:
“Dana kegiatan keunggulan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo disediakan dari sekolah, yang mana dana diambil dari OSIS atau pengurus ekstrakurikuler ke wakil kepala sekolah bidang kesiswaan karena ranah ekstrakurikuler itu dari kesiswaan mbak. Pengambilan dana ini sangat mempengaruhi berjalannya proses kegiatan ekstrakurikuler, agar nantinya anak- anak bisa semangat dalam mengembangkan diri dan dapat mengasah potensi dirinya menjadi lebih aktif. Kemudian jika dana dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ini masih tersisa maka biasanya disimpan terlebih dahulu dan tetap harus ada laporannya agar lebih jelas dananya untuk apa atau keperluan dan kebutuhan apa. Keterkaitan dengan keunggulan ekstrakurikuler yaitu adanya anggaran dana dapat memberikan motivasi kami untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kreativitas dan potensi diri anak-anak.”288
Selanjutnya pendapat dari Bapak Muhammad Imron, S.Pd.
selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai berikut:
“Dana pasti, dana itu nomor satu yang dibiayai oleh dana BOS baik itu dana untuk kegiatan anak-anak dan pelatih itu sudah disediakan di dalam BOS sehingga kegiatan keunggulan ekstrakurikuler dimana saja anak-anak mengajukan proposal yang di acc oleh wakasek kesiswaan dan kepala sekolah. lalu
288 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W/17-01/2023 Dalam Lampiran Hasil Penelitian
mereka mengupayakan dana tersebut sesuai dengan kebutuhan untuk kegiatan masing-masing ekstrakurikuler. Mengolah dana disini terbatas mbak, oleh karen itu kegiatan yang memerlukan dana yang besar biasanya menggunakan campur tangan dari anggota ekstrakurikuler atau biasanya lewat dari kas anggota ekstrakurikuler sebagai berjaga-jaga untuk proses kegiatan keunggulan ekstrakurikuler. Keterkaitan dengan ekstrakurikuler yaitu adanya anggaran dana dapat memberikan motivasi kami untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kreativitas dan potensi diri anak-anak.”289
Hal ini sesuai dengan pendapat Bapak Andik Surya Danirisko, S.Kom. selaku Pembina dan pelatih ekstrakurikuler melalui wawancara sebagai berikut:
“Dana kegiatan keunggulan ekstrakurikuler diambil dari dana BOS, dimana biasanya anak-anak mengajukan proposal yang di acc oleh wakasek kesiswaan dan kepala sekolah. Kemudian kita mendapatkan dana dari komite atau wakil kepala sekolah bidang kesiswaan langsung kita perhitungan kebutuhan-kebutuhan dan harus ada laporannya dalam setiap pengeluarannya agar lebih terinci dan jelas. Maka dari itu kami dapat menyusun laporan secara prkatis, disusunnya secara berkala agar tidak terjadi permasalahan jika kalau ada yang tidak sama atau bagaimana.
Kalau ada pengeluaran dan pemasukan biar jelas. Keterkaitan dengan ekstrakurikuler yaitu adanya anggaran dana dapat memberikan motivasi kami untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kreativitas dan potensi diri anak-anak.”290
Berdasarkan hasil penelitian kita dapat mengetahui bahwa sekolah telah mengusahakan dengan baik terkait dengan kegiatan keunggulan ekstrakurikuler. Seperti pendanaan yang telah disediakan oleh pihak dari sekolah. Dalam mengembangkan kegiatan keunggulan ekstrakurikuler tekat dalam diri sangat berguna. Kegiatan keunggulan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo tidak hanya melatih pada bakat tetapi juga tentang cara berkarakter yang baik yang akan membentuk peserta didik untuk lebih baik.
289 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 02/W/17-01/2023 Dalam Lampiran Hasil Penelitian
290 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 04/W/24-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian
Banyaknya pendaftar dalam sekolah karena unggulnya kegiatan ekstrakurikuler maka akan menjadikan daya tarik tersendiri untuk masyarakat sekitar dan untuk calon peserta didik. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Sasmito Pribadi, M.Pd. selaku kepala sekolah sebagai berikut:
“Adanya tekat dari siswa-siswi dapat memberikan pengaruh positif karena bisa memberikan sebuah dorongan dalam menyalurkan potensi diri. Mereka juga memiliki rasa antusias mengikuti kegiatan keunggulan ekstrakurikuler, dan kita dapat monitoring jumlah keikutsertaan anak-anak yang masuk ekstrakurikuler dan ada progress yang meningkat, kecuali pramuka karena ekstrakurikuler pramuka sudah wajib di SMA Negeri 3 Ponorogo.
Dari rasa antusias dari anak-anak maka menghasilkan sebuah prestasi yang memberikan dampak dari masyarakat menjadi sekolah yang bagus, memberikan citra yang bagus terhadap sekolah, kemudian dapat menghasilkan banyak pendaftar sekolah karena mereka tertarik terhadap program atau ekstrakurikuler dalam sekolah. Keterkaitan dengan keunggulan ekstrakurikuler yaitu menyalurkan potensi diri dapat meningkatkan jiwa kompetensi yang tinggi agar dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan oleh semua pihak yang terkait.”291
Kemudian Bapak Muhammad Imron, S.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan menambahkan pendapatnya sebagai berikut:
“Tekat dan minat dari anak-anak SMA Negeri 3 Ponorogo merupakan faktor mendukung pengembangan dan potensi diri, kalau yang mendukung dana atau uang kalau anaknya tidak minat maka tidak bisa berjalan, yang kedua mendapatkan dorongan dari bapak ibu guru, dan yang ketiga adalah dorongan dari orang tua.
Jika anak-anak tidak mempunyai minat dan tekat maka ekstrakurikuler tidak dapat berjalan dengan baik sehingga menyebabkan ekstrakurikuler tersebut dapat berhenti dikarenakan kurangnya SDM-nya. Adanya tekat dan minat maka akan membuahkan hasil produk yang maksimal dan sesuai diharapkan oleh para pemenang-pemenang lomba yang akhirnya mengangkat nama sekolah dan dapat menghasilkan penari yang bagus, menghasilkan reog yang bagus, produk bola voli juga menghasilkan bola voli, kemudian dapat menghasilkan prestasi, dibuktikan dengan lomba yang akan menjadikan masyarakat ingin anaknya sekolah disini dikarenakan sekolah disini mempunyai
291 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian