• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi SMA Negeri 3 Ponorogo

Dalam dokumen Download (3MB) (Halaman 107-111)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Data Umum Latar Belakang

4. Struktur Organisasi SMA Negeri 3 Ponorogo

Keterangan : --- = garis konsultasi = garis komando

Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMA Negeri 3 Ponorogo 5. Kondisi Guru/Karyawan SMA Negeri 3 Ponorogo220

Berdasarkan data dokumentasi yang telah diperoleh, tenaga pendidik atau guru tetap maupun tidak tetap dan pegawai tetap maupun tidak tetap di SMA Negeri 3 Ponorogo sebanyak 98 orang. Dengan rincian 1 Kepala Sekolah, 37 Guru PNS, 11 Guru PPPK, 19 Guru Tidak Tetap, 4 Guru Tidak Tetap SICP, 2 Guru PNS Tambah Jam, 25 TU.

No Jabatan Jumlah

1 Guru PNS 37

2 Guru PPPK 19

3 Guru Tidak Tetap SCIP 4

4 Guru PNS tambah Jam 2

5 Pegawai Tetap (PNS) 6

6 Pegawai Tidak Tetap 19

JUMLAH 98

Tabel 4.2 Jumlah Guru dan karyawan SMA Negeri 3 Ponorogo

220 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 05/D/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

SISWA

6. Kondisi Siswa SMA Negeri 3 Ponorogo221

SMA Negeri 3 Ponorogo tahun pelajaran 2021/2022 memiliki siswa sebanyak 1.064. Kelas X terbagi menjadi 10 kelas. Kelas XI terbagi menjadi 10 kelas, yang terdiri dari 2 jurusan yaitu 7 kelas IPA dan 3 kelas IPS. Kelas XII terbagi menjadi 10 kelas, yang terdiri dari 2 jurusan yaitu 7 kelas IPA dan 3 kelas IPS.

Tabel 4.3 Jumlah Siswa SMA Negeri 3 Ponorogo

No Kelas Jumlah Kelas Jumlah Siswa

1 X 10 Kelas 359

2 XI IPA 7 Kelas

IPS 3 Kelas

349

3 XII IPA 7 Kelas

IPS 3 Kelas

357

Jumlah 30 Kelas 1.064

7. Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Ponorogo222

Sarana dan prasarana merupakan fasilitas pendukung untuk menunjang jalannya proses pembelejaran agar bisa berjalan efektif dan kondusif. Segala dalam bentuk sarana dan prasarana di sekolah bisa digunakan. Kualitas pembelajaran siswa ditingkatkan melalui pengadaan sarana dan prasarana. Tanpa adanya sarana dan prasarana, pembelajaran

221 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 06/D/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

222 Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 07/D/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

tidak dapat berfungsi secara optimal. Dari sini dapat menunjukkan betapa pentingnya saran dan dukungan infrastruktur di lembaga pendidikan.

Sarana dan prasarana yang ada di SMA Negeri 3 Ponorogo:

Tabel 4.4 Data Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Ponorogo

NO NAMA RUANGAN JUMLAH UKURAN p x l LUAS / M2

1 Kelas 30 8 x 7 1,680.0

2 Perpustakaan 1 16 x 9 144.0

3 Laboratorium Biologi 1 15 x 9 135.0 4 Laboratorium Fisika 1 15 x 9 135.0 5 Laboratorium Kimia 1 15 x 9 135.0 6 Laboratorium Bahasa 1 15 x 9 135.0 7 Laboratorium Komputer 1 36 x 7 252.0 9

Laboratorium IPS ( Ruang

Kelas ) 1 8 x 7 56.0

10 Hall Pertemuan 1 36 x 7 252.0

11 Musik 1 5 x 6 30.0

12 Guru, dapur 1 36 x 7 252.0

13

R. Tamu, Ruang Waka,

R.Kepala 1 36 x 7 252.0

14 BK 1 6 x 4 24.0

15 UKS ( Ruang Kelas ) 1 8 x 7 56.0

16 KOPSIS 1 15 x 8 120.0

17 Gudang 1 12 x 6 72.0

18 Masjid (2 lantai) 1 14 x 9 126.0

19 Aula 1 20 x 9 180.0

20 Rumah Dinas 1 6 x 6 36.0

21 OSIS 1 6 x 4 24.0

22 KIR 1 4 x 4 16.0

23 Teater 1 4 x 4 16.0

24 Piket 1 2.5 x 7 17.5

25 Kamar mandi / Wc Guru 2 2 x 2 8.0 26 Kamar mandi / Wc Siswa 27 2 x 2 108.0

27 Parkir Motor Guru 1 4 x

2

6 104.0

28 Parkir Motor Siswa 2 18 x

4

3 1,548.0

29 Lapangan Basket 1 15 x

2

8 420.0

30 Lapangan Fotsal 1 18 x 3 684.0

8

TOTAL 86

7,017.5

B. Deskripsi Data

1. Bentuk Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Keunggulan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo

Gaya kepemimpinan merupakan suatu norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba untuk mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang dilihat dan mempunyai khas pada saat mempengaruhi dalam pimpinannya. Apabila seorang kepala sekolah dapat membangun keunggulan ekstrakurikuler sehingga peserta didik dapat mengekspresikan potensi yang dimilikinya.

Kepemimpinan di SMA Negeri 3 Ponorogo, Bapak Sasmito Pribadi, M.Pd. dalam membangun keunggulan ekstrakurikuler tidak terlepas dari gaya beliau sebagai kepala sekolah dalam memimpin SMA Negeri 3 Ponorogo.223 Dalam penelitian tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo sehingga menjadi unggul:

a. Menentukan rencana dan pengambilan keputusan

Dalam memutuskan rencana dan mengambil keputusan, beliau tidak ingin hanya beliau yang memutuskan keputusan sendiri, tetapi juga bawahannya ikut andil dalam pengambilan keputusan. Bawahan yang dimaksud ini wakil kepala sekolah bidang kesiswaan,wakil

223 Lihat Transkip Observasi Nomor: 01/W/01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, wakil kepala sekolah bidang humas, pembina ekstrakurikuler. Sebagaimana yang disampaikan Bapak Sasmito, M.Pd selaku kepala sekolah sebagai berikut:

“Dalam memimpin sekolah saya mempunyai perencanaan khusus keunggulan ekstrakurikuler dalam 4 tahun ini, tahun pertama mempersiapkan ekstrakurikuler yang unggul dalam sekolah menjadi go internasional, contohnya itu seperti kita sekarang ini mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan perlombaan di luar negeri khususnya di Negara Thailand, perlombaan ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk membangun keunggulan ekstrakurikuler. Tahun kedua sekolah memiliki kelas internasional, dalam angkatan 2022 ini kami sudah memiliki kelas internasional walaupun hanya satu kelas saja tetapi sudah ada wujud dari kelas internasional dimana kurikulumnya menggunakan kurikulum merdeka yang tujuannya untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran saat ada pandemi covid, oleh karena itu tahun ini diganti dengan kurikulum merdeka. Tahun ketiga adanya forum internasional, pengadaan forum internasional menggunakan sistem seminar atau kegiatan interaktif antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah yang di SMA Negeri 3 Ponorogo, guru serta peserta didik yang bertujuan untuk membangun keunggulan ekstrakurikuler di sekolah. Tahun keempat memiliki prestasi- prestasi akademik dan non akademik yang lebih tinggi lagi, contohnya prestasi keunggulan ekstrakurikuler KIR, ekstrakurikuler tersebut memberikan banyak prestasi dalam negeri maupun luar negeri dalam kejuaraannya mendapatkan seperti medali serta emas, ia juga seringkali mendapatkan kesempatan untuk lomba di universitas-universitas yang ada didalam negeri. Untuk mengambil keputusan kegiatan keunggulan ekstrakurikuler yang pertama, menggunakan dengan mempelajari semua yang terkait dengan ekstrakurikuler yang ada di sekolah dan yang kedua, saya menggunakan dengan cara membangun team work yang artinya melakukan dengan sistem skateholder sekolah oleh pembina ekstrakurikuler dengan orang tua untuk membangun kepentingan dinas pendidikan, selanjutnya musyawarah antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru atau pembina pelatih ekstrakurikuler yang proses dalam perencanaan ini dibahas dalam satu periode. Menurut saya kepemimpinan merupakan

teknik untuk mempengaruhi dalam sebuah lembaga atau organisasi.”224

Kemudian Bapak Muhammad Imron S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, beliau menyatakan sebagai berikut:

“Biasanya dalam menentukan perencanaan keunggulan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo ini pada tahun pertama mempersiapkan ekstrakurikuler yang unggul dalam sekolah untuk menjadi go internasional, misalnya kita selalu mencari informasi-informasi terbaru tentang perlombaan yang ada di dalam negeri maupun luar negeri dalam hal ini dapat memberikan kita peluang dalam melaksanakan keunggulan ekstrakurikuler. Tahun kedua sekolah memiliki kelas internasional, yang tiap harinya di dalam pembelajaran menggunakan bahasa inggirs tetapi kalau di luar pembelajaran tidak wajib menggunakan bahasa inggris. Tahun ketiga adanya forum internasional, pengadaan forum internasional menggunakan sistem seminar atau kegiatan interaktif antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah yang di SMA Negeri 3 Ponorogo, guru serta peserta didik yang bertujuan untuk membangun keunggulan ekstrakurikuler di sekolah. Tahun keempat memiliki prestasi-prestasi akademik dan non akademik, kami selalu mendaftar lomba-lomba sebanyak mungkin dan ekstrakurikuler memaksimalkan kegiatannya agar dapat memberikan hasil yang terbaik, misalnya perlombaan pada bulu tangkis sewaktu ada jadwal perlombaan dalam waktu dekat maka siswa yang akan berlomba harus bisa fokus, ya berlatih terus menerus agar bisa maksimal dan didampingi oleh pembina ekstrakurikuler. Dalam mengambil keputusan saya kira untuk kepala sekolah dimana saja, terutama kami memiliki team kirim yang artinya melakukan dengan sistem skateholder sekolah oleh pembina ekstrakurikuler dengan orang tua untuk membangun kepentingan dinas pendidikan, lanjutannya dalam setiap kali keputusan berkaitan dengan mengangkat keunggulan ekstrakurikuler itu pasti melalui musyawarah, musyawarah itu yang pertama, musyawarah di dalam rapat akan memberikan perencanaan yang matang, dan ada konfirmasi dari kepala sekolah dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang mana nanti diteruskan musyawarah antar kepala sekolah dengan guru ataupun karyawan di bawah naungan SMA Negeri 3 Ponorogo sehingga semua dapat pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keunggulan ekstrakurikuler

224Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

walaupun sebelumnya itu sudah dikonfirmasi dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.”225

Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Bapak Andik Surya Danirisko, S.Kom selaku Pembina dan pelatih ekstrakurikuler cinematography dan teater, berkaitan dengan penentuan rencana dan pengambilan keputusan kegiatan keunggulan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo sebagai berikut:

“Penentuan perencanaan keunggulan eksrakurikuler ini kami yang pertama mempersiapkan ekstrakurikuler yang unggul dalam sekolah untuk menjadi go internasional, misalnya kita selalu mencari informasi-informasi terbaru tentang perlombaan yang ada di dalam negeri maupun luar negeri dalam hal ini dapat memberikan kita peluang dalam melaksanakan keunggulan ekstrakurikuler. Terkadang juga ketika kita ada rapat setiap periode yang membahas tentang rencana keunggulan ekstrakurikuler ini kami sebagai pembina juga membantu memberikan ide-ide dalam tahap membuat rencana, yang disini terlibat ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, juga ada wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana serta ada pembina ekstrakurikuler. Untuk pengambilan keputusan kegiatan keunggulan ekstrakurikuler kami sepakat menggunakan team work yang artinya melakukan dengan sistem skateholder sekolah oleh pembina ekstrakurikuler dengan orang tua untuk membangun kepentingan dinas pendidikan, lanjutannya dalam setiap kali keputusan berkaitan dengan mengangkat keunggulan ekstrakurikuler itu pasti melalui musyawarah, Kepala sekolah disini dalam rapat akan memberikan perencanaan yang matang, dan harus ada suara dari semua bawahannya dan selalu ikut andil dalam semua permasalahan. ”226

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penentuan rencana dan pengambilan keputusan melalui musyawarah serta melakukan dengan team work yang artinya melakukan dengan sistem skateholder sekolah oleh pembina ekstrakurikuler dengan orang tua

225Lihat Transkip Wawancara Nomor: 02/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

226Lihat Transkip Wawancara Nomor: 04/W/24-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

untuk membangun kepentingan dinas pendidikan dan sekolah. 227 Upaya tersebut untuk meningkatkan keunggulan ekstrakurikuler yang dapat dilihat beberapa pertemuan oleh para pembina pelatih dan kepala sekolah dalam kegiatan rapat. Proses pertemuan rapat antara kepala sekolah, memberikan ide penuh untuk membangun keunggulan ekstrakurikuler. Jalannya rapat dalam setiap periode kegiatan keunggulan ekstrakurikuler menghadirkan beberapa pihak yang dilaksanakan oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang dan pembina pelatih ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo.

b. Memotivasi bawahan

Untuk memotivasi bawahan, yaitu guru maupun karyawan dalam kegiatan keunggulan ekstrakurikuler, kepala sekolah memberikan wewenang dan kepercayaan kepada bawahan terhadap apa yang sudah ditugaskan masing-masing. Pendapat tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Bapak Sasmito, M.P.d selaku kepala sekolah dalam wawancara sebagai berikut:

“Memotivasi para bawahan saya itu biasanya memberikan rasa kepercayaan kepada mereka secara penuh dan memberikan wewenang dalam tugas pekerjaan masing-masing. Kemudian saya selalu memonitoring dan selalu berusaha memantau kegiatan keunggulan ekstrakurikuler berlangsung, dari ini mereka dapat memberikan rasa semangat dan memaksimalkan pekerjaan masing-masing. Kaitannya dengan keunggulan ekstrakurikuler pada motivasi kepada guru dan peserta didik bentuknya seperti dukungan adanya sarana prasarana yang mendukung, misalnya untuk ekstrakurikuler bola basket kami

227Lihat Transkip Dokumentasi Nomor: 03/D/06-02/2021 dalam Lampiran Hasil Penelitian

menyediakan lapangan bola basket untuk bisa lebih fokus pada latihan ekstrakurikuler tersebut dan juga dapat memanfaatkan prasarana dengan baik. Disaat santai-santai saya mengajak mengobrol kepada pembina ekstrakurikuler dan diselingi motivasi agar pembina atau pelatih ekstrakurikuler juga ikut semangat dalam memberikan ilmu bakat yang dimilikinya untuk anggota ekstrakurikuler. Dukungan lainnya yaitu dari kepala sekolah, saya sendiri harus memberikan motivasi dan arahan kepada pembina ekstrakurikuler yang nanti akan tersalurkan kepada anggota ekstrakurikuler, misalnya saya pada saat monitoring ekstrakurikuler reog, kami memberikan konsumsi agar mereka dapat bersemangat dan memiliki motivasi tinggi dalam melaksanakan latihan reog dengan penuh tekad dan komitmen yang tinggi. Hal ini akan meningkatkan keunggulan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 3 Ponorogo.”228

Kemudian wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan Pembina dan pelatih ekstrakurikuler juga menyatakan bahwa untuk memotivasi bawahan dalam kegiatan, kepala sekolah sangat mendukung dan selalu mengikuti mendampingi baik dalam pertandingan maupun perlombaan. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Imron, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan seagai berikut:

“Kepala sekolah Pak Sas ini selalu mendukung semua kegiatan yang menyangkut pada kegiatan keunggulan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo. Seperti perlombaan selalu memonitoring dan mengawasi dalam bentuk perkembangan keunggulan ekstrakurikuler. Seperti contoh waktu ada event smaga voley beliau selalu mendampingi dan selalu memantau kegiatan tersebut agar perlombaan dapat berjalan dengan efektif. Banyak tamu-tamu dari SMP se ponorogo, beliau selalu menyambut hangat dan ramah kepada tamu-tamu tersebut dan menjamu mereka dengan sebaik mungkin. Lanjut yang berkaitan dengan keunggulan ekstrakurikuler pada motivasi kepada guru dan peserta didik bentuknya seperti dukungan adanya sarana prasarana yang mendukung, contohnya kami memberikan labolatorium komputer untuk bidang IT seperti ekstrakurikuler cinematography yang dalam lingkupnya itu tentang edit-perditan, fotografi, membuat film

228Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

pendek sangat bermanfaat bagi ekstrakurikuler cinematography. Dukungan lainnya yaitu dari kepala sekolah, beliau ini selalu memberikan motivasi dan arahan kepada pembina ekstrakurikuler yang nanti akan tersalurkan kepada anggota ekstrakurikuler, misalnya beliau saat monitoring ekstrakurikuler reog, kami diberikan tugas untuk memberikan konsumsi seperti roti atau air mineral agar mereka dapat bersemangat dan memiliki motivasi tinggi dalam melaksanakan latihan reog dengan penuh tekad dan komitmen yang tinggi. Kepala sekolah memberikan motivasi kepada pembina ini agar mereka dapat memberikan berupa tindakan nyata agar peserta didik juga dapat termotivasi dari mereka- mereka ini. Hal ini dapat meningkatkan keunggulan ekstrakurikuler yang dimana segala kebutuhan-kebutuhan serta dukungan akan mempengaruhinya para bawahannya seperti dalam bentuk motivasi diri.”229

Hal ini juga diperkuat dengan pendapat dari informan Bapak Andik Surya Danirisko, S.Kom. selaku Pembina dan pelatih ekstrakurikuler cinematography dan teater sebagai berikut:

“Beliau sangat mendukung sekali yang berkaitan dengan keunggulan ekstrakurikuler. Beliau ini memiliki cara tersendiri untuk memotivasi bawahannya, misalnya saya sedang membutuhkan laptop atau komputer untuk alat ekstrakurikuler cinematografhy seperti untuk mengedit video pendek, mengedit foto atau pamflet dan membuat aplikasi. Saya nanti bilang ke wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang nantinya akan dikonfirmasi sama bapak kepala sekolah, jika pihak atasan sudah terkonfirmasi maka saya akan meminjam beberapa alat elektronik seperti laptop atau komputer yang ada di sekolah untuk kepentingan ekstrakurikuler yang nantinya akan bisa membangun keunggulan ekstrakurikuler SMA Negeri 3 Ponorogo. Dari sini dapat dilihat mbak, kalau kepala sekolah itu memberi dukungan kepada pembina seperti memenuhi segala kebutuhan yang ada di ekstrakurikuler itu sangat mempengaruhi akan peningkatan pada keunggulan ekstrakurikuler. Satu lagi kebutuhan untuk peralatan semua yang berhubungan dengan teater beliau insyallah sangat mendukung, seperti saat kita melaksanakan ekstrakurikuler pada hari jumat kemaren untuk membuat setting cerita dan latihan beliau mendampingi kami serta memberikan masukan atau saran untuk cerita yang akan ditampilkan untuk event acara isra’ mi’raj, yang ditampilin itu perang badar mbak.

Untuk properti yang digunakan seperti pedang jaman dulu,

229Lihat Transkip Wawancara Nomor: 02/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

dari sini kita memanfaatkan kardus untuk bahan properti pembuatan pedang. Untuk pengadaan properti kostum biasanya kami mengkonsultasikan kepada kepala sekolah yang nantinya akan diberikan ide atau kenalan orang untuk jasa sewa kostum. Kostum ini sangat mempengaruhi akan berjalannya sebuah teater karena kostum ini mungkin untuk kebutuhan pokok pentas seni, dengan kostum yang dipakai siswa akan lebih terlihat menjiwai dalam memainkan peran.

Dengan hal ini dapat meningkatkan keunggulan ekstrakurikuler dari sisi pembina dan anggota ekstrakurikuler yang selalu berperan aktif didalamnya.”230

Pendapat dari Ibu Sri Wahyuni selaku pembina ekstrakurikuler KIR dalam wawancara sebagai berikut:

“Kepala sekolah disini selalu melakukan yang terbaik bagi kami, juga memberikan motivasi khususnya kepada saya sebagai pembina ekstrakurikuler KIR, bentuk motivasinya seperti memberikan dukungan seperti adanya dana yang mencukupi. Dana ini sangat penting mbak untuk keberlangsungan pelaksanaan ekstrakurikuler KIR, misalnya saya mengajukan penambahan alat atau bahan untuk penelitian KIR, beliau sangat mendukung. Pada setiap event atau perlombaan dalam negeri maupun luar negeri saya mengajukan yang saya kira nanti kita dapat menjadi sebuah pengalaman bagi anggota ekstrakurikuler dan dapat menghasilkan prestasi. Yang penting kami memiliki kesempatan untuk melaksanakan perlombaan, masalah menang kalah yang penting kita ada kemauan dari diri sendiri untuk berusaha agar tercapainya keunggulan ekstrakurikuler ini.

Mungkin ekstrakurikuler KIR ini sangat membutuhkan dana banyak ya mba, seperti tiket pesawat untuk landing ke Thailand itu dari dana sekolah. Kemaren itu kami mengajukan ke kepala sekolah untuk tiket pesawatnya kami membutuhkan 3 tiket untuk pemberangkatan dan kepulangan dari Thailand, dan alhamdulillahnya ekstrakuirkuler KIR kami mendapatkan medali emas. Dalam hal ini kepala sekolah memberikan apa yang kami butuhkan maka memberikan motivasi bagi saya agar dapat membangun keunggulan ekstrakurikuler.”231

Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa memberikan motivasi kepada bawahan akan lebih meningkatkan keunggulan ekstrakurikuler terutama Pembina dan pelatih kegiatan keunggulan

230Lihat Transkip Wawancara Nomor: 04/W/24-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

231Lihat Transkip Wawancara Nomor: 06/W/07-02/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

eksrakurikuler secara khusus dan kepada para guru atau staff karyawan secara umum. Sebagai upaya untuk mendapatkan ilmu, pengalaman dan dapat mengembangkan potensi dari dalam diri masing-masing. Kemudian dapat memberikan siswa-siswi pengalaman dalam kegiatan keunggulan ekstrakurikuler dan memberikan pengalaman dan prestasi-prestasi.232

Kemudian dapat dipahami bahwa memberikan motivasi kepada pembina eksrakurikuler berupa bentuk memberikan dukungan serta ide untuk keberlangsungan kegiatan ekstrakurikuler, terpenuhinya sarana dan prasarana, dan dana dari kepala sekolah yang nantinya beliau mengajukan proposal kepada dinas pendidikan. Hal ini akan mempengaruhi pada motivasi, rasa semangat, dan potensi pelatih dan pembina ekstrakurikuler, serta peserta didik untuk melaksanakan kegiatan keunggulan ekstrakurikuler.

c. Komunikasi (penyampaiannya kepada bawahan)

Upaya dalam melakukan membangun keunggulan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo yaitu kepala sekolah dapat kemampuan dalam berkomunikasi kepada bawahannya. Pendapat dari Bapak Sasmito Pribadi, M.Pd. selaku kepala sekolah dalam wawancara sebagai berikut:

“Dalam membangun keunggulan ekstrakurikuler, saya sebagai kepala sekolah memiliki upaya komunikasi dengan para bawahan seperti wakil kepala sekolah bidang kurikulum, pembina atau pelatih ekstrakurikuler ini jika saling bertemu saling bersapa dan berjabat tangan, terkadang juga dengan Bapak Imron seringnya karena juga membahas tentang seputar

232 Lihat Transkip Observasi Nomor: 05/O/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

bidang kesiswaan khususnya ekstrakurikuler serta komunikasi lainnya pada saat ada rapat koordinasi ekstrakurikuler secara formal. Biasanya saya juga memberikan penyampaian yang diselingi dengan guyonan, agar tidak terlihat kaku. Nah dari sini mbak, komunikasi inilah sangat membantu untuk kedepannya menangani sekolah mba, karena adanya komunikasi dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan para pembina ekstrakurikuler jauh dari misinformasi dan antara kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ini menjadi dekat dan sebagai partner kerja menjadi lebih nyaman dalam membahas semua hal tentang proses kegiatan keunggulan ekstrakurikuler maupun kegiatan lainnya yang bersangkutan. Keterkaitan dengan kegiatan keunggulan ekstrakurikuler kedekatan antara kepala sekolah dengan bawahan membuat komunikasi menjadi lebih dekat dan hal ini akan memberikan sebuah kemajuan untuk ekstrakurikuler menjadi lebih unggul.”233

Hal itu dibenarkan oleh guru dan Pembina pelatih ekstrakurikuler ketika peneliti mengkroscek dari apa yang sudah disampaikan oleh kepala sekolah. Salah satunya yakni wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Menurut Bapak Muhammad Imron S.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dalam wawancara sebagai berikut:

“Untuk membangun keunggulan ekstrakurikuler disini saya sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan komunikasi antara kepala sekolah ini sangat baik, penyampaian beliau kepada saya pendapat juga sampaikan secara langsung dengan secara face to face, agar penyampaiannya ini jelas dan tidak membuat antara kita menjadi salah paham, yang dimaksud akan memahami tujuan dari penyampaiannya. Misalnya kita membahas tentang akan adanya event bola voley kemaren, nah ini kan kami juga butuh komunikasi yang baik juga untuk merencanakan sesuatu dan nanti apa yang akan dibutuhkan.

Kalau ada apa-apa kepala sekolah harus tau soalnya kami juga membutuhkan peran beliau untuk mengatasi semua yang ada tentang keunggulan ekstrakurikuler, misalnya ada pembina ekstrakurikuler karawitan yang membutuhkan mengajukan dana untuk membeli keperluan seperti boning, gong, kendang.

Dari sini kita membutuhkan komunikasi kepada kepala sekolah, dan alhamdulillahnya kepala sekolah dapat

233 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 01/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

dikomunikasikan dengan baik, yang akhirnya kami mendapatkan apa yang dibutuhkan kepada pembina atau pelatih eksrakurikuler karawitan yang ada di SMA Negeri 3 Ponorogo. Dalam hal ini adanya keterkaitan dengan keunggulan ekstrakurikuler dimana kepala sekolah dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan komunikasi dalam penyampaiannya dapat diterima dengan baik234

Kemudian Bapak Andik Surya Danirisko, S.Kom. selaku pembina dan pelatih ekstrakurikuler cinematografhy dan teater dalam wawancara sebagai berikut:

“Dalam membangun keunggulan ekstrakurikuler disini saya sebagai pembina ekstrakurikuler teater ya mbak, komunikasi antara kepala sekolah ini sangat baik, penyampaian beliau kepada saya pendapat juga sampaikan secara langsung dengan secara face to face, agar penyampaiannya ini jelas dan tidak membuat antara kita menjadi salah paham, yang dimaksud akan memahami tujuan dari penyampaiannya. Misalnya kita membahas tentang keunggulan ekstrakurikuler dalam rapat dalam setiap periode, beliau dalam penyampaiannya tegas, tutur kata yang baik dan runtut tidak belibet kalau ngomong mbak ya. Jadi sangat mudah untuk dipahami dan kami selalu berkomunikasi dengan kepala sekolah dimana penyampaian tersebut dapat diterima dengan baik. Untuk keterkaitannya dengan keunggulan ekstrakurikuler kepala sekolah dalam menyampaikan pesan untuk bawahan sangat jelas membuat kami mudah memahami apa yang dimaksud oleh beliau, dengan ini akan membantu kami dalam membangun keunggulan ekstrakurikuler.235

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa dalam keunggulan eksrakurikuler bentuk komunikasi kepala sekolah dalam penyampaiannya kepada bawahannya seperti wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta pembina dan pelatih ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Ponorogo tidak selalu menggunakan komunikasi formal, tetapi juga melalui komunikasi non formal. 236 Dari sisi bahasa, beliau tidak selalu menggunakan kata perintah tetapi penyampaiannya

234 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 02/W/17-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

235 Lihat Transkip Wawancara Nomor: 04/W/24-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

236LihatTranskip Dokumentasi Nomor:12/D/24-01/2023 dalam Lampiran Hasil Penelitian

Dalam dokumen Download (3MB) (Halaman 107-111)

Dokumen terkait