BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
3. Implikasinya Terhadap Perekonomian Masyarakat Desa Su’rulangi
Pemerintah Desa Su'rulangi bertugas menyelenggarakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tim Pelaksana Tingkat Desa melaksanakan kegiatan yang diberikan dari ADD secara kasat mata dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan menghadirkan papan kegiatan fisik di lokasi kegiatan.
Masyarakat dapat mengetahui program ADD yang dilaksanakan dengan prinsip transparan dan akuntabilitas. Tim Pelaksana Desa melapor kepada Tim Pelaksana Kecamatan dan selanjutnya kepada Tim Pelaksana Kecamatan selama melaksanakan kegiatan. Berikut hasil wawancara dengan staff kepala keuangan Desa untuk membuktikan hal tersebut:
“Jadi untuk setiap awal dan akhir kegiatan selalu melakukan penyusunan Hasilnya, membuat laporan kegiatan di awal dan akhir setiap kegiatan dalam format yang disediakan sebagai prasyarat untuk pengajuan anggaran tahun depan”.
Penjelasan dari ibu Irmawati S.H
Di Desa Su’rulangi kecamatan polongbangkeng selatan kabupaten takalar diketahui pelaksanaannya dilakukan dan dilaporkan dalam format yang telah ditentukan dan dilaksanakan secara konsisten setiap bulan dan pada saat selesainya pelaksanaan tahapan kegiatan. Kemudian, seperti yang dijelaskan Sekretaris kepala desa, setiap tahap akhir diperdebatkan dengan masyarakat:
“Setiap pelaksanaan ADD bersifat transparan, dan pada setiap akhir kegiatan masyarakat dilakukan pertemuan dengan Kepala Desa untuk menilai pelaksanaan kegiatan, termasuk pengelolaan Dana pemerintah”.
Penjelasan dari Bpk Muh.Rustam
Tahap pelaksanaan program yang buat pemerintah desa dalam hal ini mencakup segala perekonomian yang keterkaitannya dengan sumber pendapatan yang di hasilkan oleh masyarakat di Desa Su’rulangi Kecamatan Polongbangkeng KabupatenTtakalar, karena masyarakat yang ada di Desa Su’rulangi sebagian besar sumber pendapatannya dari
petani dan peternakan maka adapun rincian dari program yang dilaksanakan pemerintah Desa tersebut terhadap masyarakat :
Tabel 5.1 Bidang pertanian dan peternakan 2022
No. Kategori Anggaran
1. Pelatihan Kelompok Tani dan Ternak Rp.10,000,000
2. Bantuan Bibit Palawija Rp.17,000,000
3. Bantuan handsprayer Rp.62,500,000
4. Bantuan mesin Pompa Air Bagi Petani Rp.44,000,000
5. Bantuan Pupuk Bagi Petani Rp.12,000,000
6. Pengadaan Bantuan Bibit Rambutan Rp.29,952,500
Jumlah Rp.175,452,500
(Sumber data anggaran Desa Su’rulangi tahun 2022)
Berdasarkan Tabel 6.1 diatas menunjukkan secara keseluruhan dengan jumlah Rp.175,452,500 dengan beberapa jenis yakni Pelatihan kelompok tani dan ternak sebesar Rp.10,000,000,bantuan bibit palawija sebesar Rp.17,000,000,bantuan handsprayer sebesar Rp.62,500,000,bantuan mesin pompa air bagi petani sebesar Rp.44,000,000,bantuan pupuk bagi petani sebesar Rp.12,000,000,pengadaan bantuan bibit rambutan Rp.29,952,500. Hasil dari wawancara salah satu masyarakat desa su’rulangi bernama ibu Dannariyati (petani dan peternak sapi) mengatakan bahwa
“Pada masa lalu Sektor pertanian tanaman pangan dan palawija yang selama ini ditekuni oleh masyarakat, petani, dan pengusaha rumah tangga kecil di bidang pertanian dan peternak yang masih belum dapat berkembang. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang kewirausahaan, serta sulitnya memperoleh pinjaman modal dari bank atau lembaga lain. Karena berkaitan dengan petani kecil pada umumnya, Posisinya memang tidak ada harapan, hanya dengan kemampuan bertahan. Oleh karena itu, Sangat penting untuk memberikan arahan tentang bagaimana agar apa yang bersumber dari pendapatan petani dan peternak usahanya dapat dilancarkan tapi kami bersyukur pemerintah sekarang membuat program pelatihan”.
Bpk Sapriyanto (petani dan peternak ayam, bebek) juga menyampaikan pendapatnya salah satu masyarakat Desa Su’rulangi yaikni:
“Para masyarakat yang sumber pendapatannya dari petani dan ternak
itu bersyukur sebab dengan adanya program pelatihan yang dibuat oleh pemerintah Desa su’rulangi pelatihan petani dan ternak terhadap masyarakat mampu memberikan efek yang besar kepada kami terhadap pada peningkatan keterampilan, motivasi dan penerapan. Dengan dibuatnya pelatihan petani dan ternak maka telah terbukti mendapatkan manfaat dari pelatihan karena meningkatkan pengetahuan tentang bagimana bertani dengan baik sehingga dapat meningkatkan keterampilan dalam peningkatan pendapatan, sehingga dapat memotivasi masyarakat “
Ibu kasmawati juga menyampaikan pendapatnya yakni:
“Tidak hanya memberikan program pelatihan namun memberikan bantuan seperti memberikan handsprayer untuk membasmi hama, bantuan mesin pompa air dan juga pupuk hal ini sangat membantu khususnya dalam pengeluaran dalam membeli alat semprot pompa air dan benih pupuk untuk pertanian saya karena saya punya sawah, kebun daun kacang dan lombok”
Hasil penelitian dari wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa Masyarakat bersyukur terhadap penerimaan yang berupa bantuan berupa bibit, pupuk dan mesin. Petani menerima subsidi benih untuk membantu pertanian mereka mereka meningkatkan indeks tanaman mereka, yang dibantu oleh mekanisasi pertanian, yang berkisar dari sederhana hingga besar. Dukungan ini tidak dapat disangkal efektif dalam menurunkan pengeluaran biaya untuk pertanian mereka.
Tabel 6.1 Bidang Penanggulangan Bencana
No. Kategori Anggaran
1. Pencegahan Dan Penanganan Covid-19 Rp.70,000,000 2. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Rp.345,600,000
Jumlah Rp.415,600,000
(Sumber data anggaran Desa Su’rulangi tahun 2022)
Berdasarkan Tabel 7.1 diatas dari jumlah Rp.415,600,000 dalam bidang penanggulangan bencana mencakup beberapa bagian yaitu pencegahan dan penanganan covid-19 sebesar Rp.70,000,000 dan Bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) sebesar Rp.345,600,000.
BLT adalah program bantuan tunai langsung yang dikeluarkan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak COVID- 19. Terlihat dari program pemerintah, upaya penanganan dampak
pandemi COVID-19 didesa su’rulangi Kecamatan Polongbangkeng selatan Kabupaten Takalar.
Permintaan masyarakat akan bantuan tunai langsung dari pemerintah selama pandemi COVID-19 di Desa Su’rulangi menjadi bahan tanggapan ini. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pemerintah fokus kepada masyarakat miskin yang terdampak COVID- 19, dengan indeks Rp600.000 per keluarga diberikan kepada keluarga yang masuk dalam Data Kesejahteraan Terpadu Sosial. Namun bantuan ini hanya tersedia jika penerima tidak menerima bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Prakerja, atau Bantuan Pangan Non Tunai. Namun, bantuan yang diberikan dapat membuat masyarakat semakin bergantung pada pemerintah selama masa Pandemi. Hal ini menyebabkan munculnya masalah sosial baru. Menurut profesional sosial, mereka yang menerima bantuan pemerintah berhenti berfungsi secara sosial atau melakukan fungsi sosial mereka.
Dalam konteks ini, fungsi sosial mengacu pada kemampuan masyarakat untuk menjalankan peran sosialnya dengan cukup baik untuk memecahkan masalah dan memenuhi tuntutannya. Sejak awal, bantuan ini telah menuai beberapa komentar dari masyarakat, yang sebagian besar jawabannya rata-rata memberikan dampak yang positif.
Pasalnya, bantuan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat sehingga kerja sama masyarakat dan pemerintah Desa su’rulangi dinyatakan sangat baik sebeb pemerintah Desa su’rulangi sebelum melakukan pengimplementasian tepat pemerintah Desa mencari tahu dulu apa yang dmenjadi pokok permasalahan dan apa yang diinginkan masyarakatnya.
Hal ini dilakukan wawancara dari salah satu masyarakat yang memiliki usaha kecil yang bernama ibu Sia mengatakan bahwa:
“Bantuan yang dikeluarkan pemerintah seperti BLT dan PKH kami sangat bersyukur dan senang karena saya mendapatkan uang itu BLT Rp600.000/bulan per keluarga (KK) dari uang BLT tersebut saya dapat menggunakan untuk tambah-tambah uang modal usaha saya”
Ibu mirna juga menyampaikan pendapatnya yakni:
“Saya juga mendapatkan bantuan dari pemerintah namun bukan uang BLT tapi uang PKH yang bantuannya berupa sembako sekitar 10 kg,telur 1 rak, dan ada juga sayur dan buah 4 biji dalam 1 kantong”
Berdasarkan Hasil dari wawancara dimasyarakat dengan 3 profesi yakni petani,peternak dan pengusaha kecil dapat disimpulkan bahwa masyarakat sangat bersyukur dengan adanya bantuan tersebut sebab dengan adanya program yang dibuat pemerintah dari mulai pelatihan petani dan ternak memberikan dampak yang efektif dengan membantu berwirausaha dengan baik peningkatan keterampilan dan memotivasi masyarakat petani dan peternak,bantuan bibit dan alat hingga mesin serta bantuan penanganan yang berupa BLT dan PKH dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk usaha masyarakat yang ada di Desa Su’rulangi