• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indeks Tanggapan Responden

BAB IV PENGARUH MOTIVASI KERJA,

B. Indeks Tanggapan Responden

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 82 responden melalui penyebaran kuesioner.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai deskripsi tanggapan responden maka terlebih dahulu akan disajikan rentang atau tingkatan kategori skor yang bertujuan untuk mengetahui persepsi responden atas variabel penelitian yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

Dari tabel kriteria analisis deskripsi, maka selanjjutnya akan disajikan deskripsi jawaban responden yang dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut :

a) Indeks Jawaban Responden atas variabel Motivasi Kerja

Keberhasilan seseorang dalam suatu pekerjaan ditentukan oleh tiga faktor utama. Pertama, ia harus memiliki kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, suatu kemampuan yang merupakan kombinasi dari kemampuan alami yang “dibangunkan” melalui pendidikan dan latihan. Kedua dan mungkin yang paling jelas, ia harus mempunyai alat yang tepat untuk pekerjaan itu. Ketiga, ia juga harus memiliki dorongan atau motivasi untuk melakukan pekerjaan tersebut. Menurut Sukrispiyanto (2019:163) bahwa motivasi sebagai keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

Dari hasil penyebaran kuesioner yang diolah dengan menggunakan program SPSS versi 23 maka diketahui indeks jawaban responden atas variabel motivasi kerja yang dapat disajikan melalui tabel berikut ini :

Berdasarkan distribusi responden atas variabel motivasi kerja maka diperoleh total rata-rata indeks untuk motivasi kerja sebesar 3,80 dan apabila dilihat dari tingkatan kategori skor maka menurut Muhidin dan Maman (2011) memberikan penafsiran baik atau tinggi karena berada pada rentang kategori skor antara 3,40-4,19, ini dapat dilihat bahwa kondisi kerja saat ini nyaman dan mendukung pegawai dalam menjalankan aktivitas kerja sehari-hari dengan nilai indeks sebesar 4,16, begitu pula bahwa organisasi menyediakan fasilitas kerja untuk menunjang kelancaran pekerjaan dengan nilai indeks 3,79.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat memberikan persepsi bahwa motivasi kerja yang diterapkan selama ini sudah berjalan dengan baik karena kondisi kerja saat ini nyaman dan mendukung pegawai dalam menjalankan aktivitas kerja sehari-hari.

b) Indeks Jawaban Responden atas variabel Lingkungan Kerja Fisik

Salah satu faktor penting dalam menciptakan kinerja pegawai adalah lingkungan kerja, Lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap pegawai didalam menyelesaikan pekerjaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja oragnisasi. Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik apabila pegawai dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman. Oleh karena itu penentuan dan penciptaan lingkungan kerja yang baik akan sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Menurut Nawawi (2015:34) bahwa lingkungan kerja phisik adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan, misalnya penerangan, suhu udara, ruang gerak, keamanan, kebersihan, musik dan lain-lain.

Dari hasil penyebaran kuesioner yang diolah dengan menggunakan program SPSS versi 23 maka diketahui indeks jawaban responden atas variabel lingkungan kerja phisik yang dapat disajikan melalui tabel berikut ini :

Berdasarkan distribusi responden atas variabel lingkungan kerja fisik maka diperoleh total rata-rata indeks untuk lingkungan kerja fisik sebesar 3,78 dan apabila dilihat dari tingkatan kategori skor maka menurut Muhidin dan Maman (2011) memiliki penafsiran baik atau tinggi karena berada pada rentang kategori skor antara 3,40 - 4,19. Hal ini dapat dilihat bahwa organisasi menyediakan alat pengatur suhu udara di setiap ruang kerja sehingga dapat menunjang aktivitas penyelesaian pekerjaan pegawai dengan nilai indeks sebesar 3,93, begitu pula bahwa pegawai memiliki ruang kerja yang memungkinkan untuk bekerja dengan baik dengan nilai indeks 3,91. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat memberikan persepsi bahwa Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat menyediakan alat pengatur suhu udara di setiap ruang kerja sehingga dapat menunjang aktivitas penyelesaian pekerjaan.

c) Indeks Jawaban Responden atas variabel Kompensasi

Kompensasi salah satu faktor yang memiliki pengaruh penting bagi setiap pegawai dan organisasi, apabila kompensasi yang diterima pegawai tinggi maka otomatis juga dapat meningkatkan motivasi dan juga kinerja dari pegawai tersebut. Sebaliknya jika kompensasi pegawai rendah, maka semangat kerja dan motivasi pegawai dalam menjalankan tugasnya juga akan menurun dan pekerjaan yang dihasilkan juga tidak sesuai dengan yang diharapkan organisasi, maka kinerja pegawai tersebut pun menurun. Menurut Notoatmodjo (2015:142) Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh pegawai sebagai balas jasa untuk kerja atau pengabdian mereka.

Dari hasil penyebaran kuesioner yang diolah dengan menggunakan program SPSS versi 23 maka diketahui indeks jawaban responden atas variabel kompensasi yang dapat disajikan melalui tabel berikut ini:

Berdasarkan distribusi responden atas variabel kompensasi maka diperoleh total rata-rata indeks untuk kompensasi sebesar 3,81 dan apabila dilihat dari tingkatan kategori skor maka menurut Muhidin dan Maman (2011) memiliki penafsiran baik atau tinggi karena berada pada rentang kategori skor antara 3,40 - 4,19. Hal ini dapat dilihat bahwa Organisasi memberikan insentif kepada setiap pegawai yang berprestasi (3,91), begitu pula Tunjangan Hari Raya (THR) yang pegawai terima sesuai dengan harapan pegawai (3,86).

d) Indeks Jawaban Responden atas variabel Employee Engagement

Employee engagement adalah komitmen emosional pegawai pada organisasi dan tujuannya. Komitmen emosional ini berarti pegawai benar-benar peduli tentang pekerjaan dan organisasi mereka. Mereka tidak bekerja

hanya untuk gaji, atau hanya untuk promosi, tetapi bekerja atas nama tujuan organisasi (Kruse, 2012:78). Pegawai yang memiliki engagement yang tinggi memiliki keyakinan dan mendukung tujuan organisasi, memiliki rasa memiliki, merasa bangga terhadap organisasi di mana dia bekerja dan mempunyai keinginan untuk berkembang dan bertahan dalam organisasi.

Dari hasil penyebaran kuesioner yang diolah dengan menggunakan program SPSS versi 23 maka diketahui indeks jawaban responden atas variabel employee engagement yang dapat disajikan melalui tabel berikut ini :

Berdasarkan hasil indeks jawaban responden atas variabel employee engagement, maka diperoleh total rata- rata indeks sebesar 3,93 dan apabila dilihat dari tingkatan kategori skor maka menurut Muhidin dan Maman (2011) memiliki penafsiran baik atau tinggi karena berada pada rentang kategori skor antara 3,40-4,19. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai pada Kantor Sekretariat

DPRD Provinsi Sulawesi Barat memiliki rasa employee engagement yang tinggi atau keterikatan pegawai pada pekerjaan dan organisasi. Ini dapat dilihat dari adanya pengetahuan dan keterampilan yang pegawai miliki sesuai dengan tujuan dan sasaran organisasi (4,00).

e) Indeks Jawaban Responden atas variabel Kinerja pegawai

Kinerja adalah perpaduan antara motivasi yang ada pada diri seseorang dan kemampuannya dalam melaksanakan suatu pekerjaan (Wibowo, 2016:47). Kinerja adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi. Manajemen kinerja adalah keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi atau organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di organisasi tersebut. Kinerja individu, kinerja kelompok dan kinerja organisasi, dipengaruhi oleh banyak faktor intern dan ekstern organisasi.

Dari hasil penyebaran kuesioner yang diolah dengan menggunakan program SPSS versi 23 maka diketahui indeks jawaban responden atas variabel kinerja pegawai yang dapat disajikan melalui tabel berikut ini :

Berdasarkan hasil indeks jawaban responden atas variabel kinerja pegawai, maka diperoleh total rata-rata indeks sebesar 4,02 dan apabila dilihat dari tingkatan kategori skor maka menurut Muhidin dan Maman (2011) memiliki penafsiran baik atau tinggi karena berada pada rentang kategori skor antara 3,40-4,19. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat memiliki kinerja kerja yang tinggi dilihat dari seringnya melakukan koordinasi dengan pimpinan dalam menyelesaikan pekerjaan di tempat saya bekerja (4,41), begitu pula pegawai memiliki kemampuan untuk menyele-saikan pekerjaan yang menjadi tanggungjawab pegawai (4,15).

C. Uji Validitas Dan Reliabilitas