• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indetifikasi Peluang dan Ancaman

DAFTAR LAMPIRAN

5.3. Indetifikasi Peluang dan Ancaman

35 Tabel 8. Matrik Evalusi Faktor Internal Produk Pangi (Kluwak)

No Faktor Kunci Internal Bobot Rating Bobot Skor

I

KEKUATAN

1. Tenaga kerja memiliki

keterampilan dalam pembuatan kluwak.

2. Pengelolan sudah dilakukan sejak dulu dan turun temurun.

0,16

0,04

2

3

0,32

0,12

II

KELEMAHAN

1. Kemasannya masih tradisional.

2. Kesalahan pengolahan bisa berakibat fatal.

3. Kluwak hanya untuk bumbu makanan tertentu.

4. Bahan baku masih diambil di alam

0,16 0,17 0,29 0,18

2 2 1 1

0,32 0,34 0,29 0,18 1

36 kemasannya yang masih teradisional, menjadi salah satu ancaman bagi pembuatnya karena ketahan yang hanya bertahan tiga sampai empat bulan saja.

Pemanfatan pangi tidak hanya untuk bumbu masak saja tetapi bagian dari daging buah pangi juga dapat dimanfaatkan dalam bentuk makanan lain yaitu berupa dodol pangi.

Tabel 9. Matrik Evaluasi Faktor Eksternal Produk Pangi (Kluwak)

No Faktor Kunci Eksteral Bobot Rating Bobot Skor

I PELUANG

1. Sulawesi Selatan, Soppeng merupakan penghasil pangi (kluwak).

2. Memiliki jaringan pemasaran di lokal.

3. Salah satu bumbu masakan nasional (rawon).

4. Daging buah pangi bisa dimanfaatan untuk makanan lain (dodol pangi)

0,16

0,05 0,16 0,27

2

3 2 1

0,32

0,15 0,32 0,27

II ANCAMAN

1. Belum ada penanaman secara baik.

2. Produk terbatas hanya digunakan untuk menu tertentu.

3. Sulit dalam proses

pengambilan, dan keberadaan pohon tersebar.

0,04 0,13

0,19

2 2

1

0,08 0,26

0,19

Total 1

37 Tabe 10. Matrik Kekuatan,Kelemahan, Peluang, dan Ancaman

MATRIK SWOT

KEKUATAN/STRENGTHS 1. Tenaga kerja memiliki

keterampilan dalam pembuatan kluwak 2. Pengelolan sudah

dilakukan sejak dulu dan turun temurun.

KELEMAHAN/WEAKNESS 1. Kemasannya masih

tradisional.

2. Kesalahan pengolahan bisa berakibat fatal.

3. Kluwak hanya untuk bumbu makanan tertentu.

4. Bahan baku masih diambil dialam PELUANG/OPPORTUNITIES

1. Sulawesi Selatan, Soppeng merupakan penghasil pangi (Kluwak).

2. Memiliki jaringan pemasaran ditingkat lokal.

3. Salah satu bumbu masakan nasional (Rawon).

4. Daging buah pangi bisa dimanfaatkan untuk makana lain (Dodol pangi).

STRATEGI S-O 1. Melakukan Promosi

produk dan memperluas pasar.

2. Menghasilkan produk olahan pangi.

3. Meningkatkan teknologi pengolahan.

STRATEGI W-O 1. Mengemasan

menggunakan standar makanan.

2. Menggolahan menjadi bumbu makanan siap digunakan.

3. Pembuatan menjadi produk lain.

ANCAMAN/THREATS 1. Belum ada penanaman

secara baik.

2. Produk terbatas hanya digunakan untuk menu tertentu.

3. Sulit dalam proses pengambilan dan keberadaan pohon tersebar.

STRATEGI S-T 1. Belum ada

penanaman secara baik.

2. Produk terbatas hanya digunakan untuk menu tertentu.

3. Sulit dalam proses pengambilan dan keberadan pohon tersebar

STRATEGI W-T 1. Meningkatkan

keterampilan tenaga kerja untuk

menghasilkan produk berpariasi.

2. Direvikasi produk.

38 5.4.Matrik Kekuatan, Kelemahan , Peluang dan Ancaman

Berdasarkan indentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada audit lingkungan internal dan eksternal dapat diformulasikan beberapa alternatif strategi yang dapat diambil.Formulasi strategi ini dilakukan dengan menggunakan matrik SWOT. Adapun alternatif strategi yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

Strategi Strengh-Opportumities (SO)

1. Melakukan promosi produk dan memperluas pasar. Promosi produk dapat memperluas pasar dari hasil produksi pangi.

2. Menghasilkan produk olahan pangi yang memiliki kualitas bagus. Dengan hasil yang berkualitas maka produk-produk laku di pasaran.

3. Meningkatkan produk turun dari pangi. Dengan meningkatkan produk turunan dari pangi

sehingga hasil yang didapatkan lebih meningkat dan produk lebih bervariasi serta menarik minat pembeli

Strategi Strangth- Threats (ST)

1. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk menghasilkan produk pariasi.

Dengan peningkatan keterampilan kerja diharapkan dapat meningkatkan produksi.

2. Deversifikasi produk. Upaya yang dilakukan untuk mengusahankan atau memasarkankan produk pangi (Kluwak)

Strategi Weaknesses-Opportunities (WO)

1. Mengemasannya menggunaan standar makanan.agar produk bisa tahan lama dan bisa menarik minat pembeli

39 2. Menggola menjadi bumbu makanana siap digunakan. Untuk memudahkan bara

komsumen agar lebih peraktis dalam pengunaanya

3. Pembuatannya menjadi produk lain. Produk yang bervariasi agar minat pembeli lebih meninkat

Strategi Weaknesses-Threat ( WT)

1. Melakukan pelatihan dalam pengolahan pangi yang baik. Dengan pelatihan pengelolaan pangi diharapkan masyarakat dapat lebih terampil dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas.

2. Melakukan pembudidayaan pangi agar tidak tergantung di alam. Dengan dilakukannya budidaya pangi diharapkan agar kebutuhan bahan baku lebih gampang untuk didapatkan.

3. Pengolahan pangi tidak menyebabkan keracunan.

Sebelas strategi diatas kemudian disederhanakan menjadi empat trategi dengan pertimbangan yang terlalu banyak dapat membingungkan naratumber dalam pemilihan strategi terbaik dengan menggunakan analisis QSPM, oleh karena itu berdasarkan hasil penelitian strategi tersebut dikelompokkan menjadi empat buah stategi sebagai berikut:

a. Meningkatkan produk olahan pangi yang memiliki kualitas baik dengan teknologi pengolahan yang tepat.

b. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan diversivikasi produk.

c. Cara pengemasannya menggunakan standar masakan agar produk bisa tahan lama dan bisa menarik minat pembeli

d. Melakukan pelatihan dalam pengolahan pangi yang baik.

40 5.5. Matrik Strategi Perencanaan Quantiative

Tabel 11. Matrik Strategi Perencanaan Quantitatif Produk Pangi (Kluak)

Faktor Kunci Bobot skor

Rata-rata

Alternatif Strategi

Strategi I Strategi II Strategi III Strategi IV

AS WAS AS WAS AS WAS AS WAS

KEKUATAN/STRENGTHS

1. Tenaga kerja memiliki keterampilan dalam pembuatan kluwak . 2. Pengelolan sudah dilakukan sejak dulu dan turu temurun.

0,32 0,12

2 3

0,64 0,36

3 2

0,96 0,24

2 3

0,64 0,36

1 2

0,32 0,24

KELEMAHAN/WEAKNESS

1. Kemasannya masih tradisional.

2. Kesalahan pengolahan bisa berakibat fatal.

3. Kaloak hanya untuk bumbu makanan tertentu.

4. Bahan baku masih diambil alam

0,32

0,34 0,29 0,18

2 2 1 3

0,64 0,68 0,29 0,54

3 1 2 2

0,94 0,34 0,58 0,36

3 2 1 2

0,96 0,68 0,29 0,36

2 1 3 2

0,64 0,34 0,87 0,36

PELUANG/OPPORTUNITIES

1. Sulawesi Selatan, Soppeng merupakan penghasil pangi ( Kluwak) 2. Memiliki jaringan pemasaran di tingkat lokal.

3. Salah satu bumbu masakan nasiona (Rawon)

4. Daging buah pangi bisa dimanfaatkan untuk makanan lain ( Dodol pangi).

0,32 0,15 0,32 0,27

2 1 2 2

0,64 0,15 0,64 0,54

2 3 2 1

0,64 0,45 0,64 0,27

3 4 3 3

0,96 0,6 0,96 0,81

2 3 3 3

0,64 0,3 0,96 0,81

ANCAMAN /THREATS

1. Belum ada penanaman secara baik.

2. Produk terbatas hanya digunakan untuk menu tertentu.

3. Sulit dalam proses pengambilan dan keberadaan pohon tersebar.

0,08 0,26 0,19

3 2 4

0,24 0,52 0,76

1 2 2

0,08 0,52 0,38

2 3 3

0,16 0,78 0,57

1 3 2

0,08 0,78 0,38

Total 6,64 6,42 8,13 6,72

Peringkat 3 4 1 2

41 Tabel 12. Strategi Hasil Analisis Matrik QSPM

No Strategi Nilai

1. Meningkatkan produk olahan pangi yang memiliki kualitas baik dengan teknologi pengolahan yang tepat.

6,64 2. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan disertifikasi

produk.

6,42 3. Cara pengemasannya menggunakan standar makanan agar

produk bisa tahan lama dan bisa menarik minat pembeli.

8,13 4. Melakukan pelatihan dalam pengolahan pangi yang baik. 6,72

1. Meningkatkan produk olahan pangi yang memiliki kualitas baik dengan teknologi pengolahan yang tepat.

Untuk mendapatkan hasil produksi pangi yang berkualitas maka perluh adanya peningkatan pengolahan yang tepat. Untuk meningkatkan pengolahan ini maka yang pertama harus ditingkatkan adalah teknologi pengolahannya, apabila dari segi teknologi pengolahan sudah baik maka produk yang dihasilkan akan meningkat dari produksi sebelumnya yang belum menerapkan teknologi.

2. Meningkatan keterampilan tenaga kerja dan diversivikasi produk.

Dalam suatu usaha untuk meningkatkan suatu produk sangat dibutuhkan keterampilan dari tenaga kerja dalam melakukan proses pegelolaan dan produksi. Hal ini dikarenakan hasil produk olahan akan lebih berkualitas jika dalam produksinya dikerjakan oleh pekerja yang memiliki keterampilan yang bagus dan sesuai dengan standar kerja.

42 3. Cara pengemasannya menggunakan standar kemasan agar produk bisa tahan

lama dan bisa menarik minat pembeli.

Kemasan sangat mempengaruhi produk olahan, baik dari segi ketahanan produk maupun dari segi desain kemasan yang dapat menarik minat konsumen. Dengan kemasan yang sesuai standar maka produk dapat bertahan lama dan tidak mudah rusak, sehingga jika semakin tahan lama suatu produk maka dapat juga menghindari kerugian bila dibandingkan dengan produk yang tidak tahan lama karena kemasan yang kurang berkualitas. Kemasan disini juga berfungsi untuk menarik minat konsumen, jika desain kemasan menarik maka dapat dipertimbangkan konsumen untuk membeli produk tersebut.

4. Melakukan pelatihan dalam pengolahan pangi yang baik.

Untuk meningkatkan hasil produk yang berkualitas maka diperlukan keterampilan yang baik dari para pekerja yang mengolah pangi. Untuk meningkatkan keterampilan maka perlu dilakukan pelatihan pengolahan pangi sehingga pengolahan dapat berkualitas dan berdayah saing.

Tahap akhir dari analisis formulasi strategi adalah pemilihan strategi terbaik dengan menggunakan analisis QSPM. Sumber dalam analisis ini adalah kelompok tani para penyuluh kehutanan, dengan pertimbangan keputusan utama dalam penyusunan strategi. Berdasarkan hasil analisis QSPM dapat dilihat pada Tabel 12 bahwa strategi terbaik yang harus dilakukan sekarang adalah Cara pengemasannya menggunakan standar masakan agar produk bisa tahan lama dan bisa menarik minat pembeli. Hal ini dikarenakan jika dari pengemasan yang sesuai standar dan menarik maka dari segi kualitas pun sudah tidak diragukan lagi oleh konsumen

43 apalagi jika diikuti oleh kemasan yang sangat menarik, maka tingkat kepercayaan konsumen untuk tetap memilih produk tersebut sangat tinggi dan tetap bertahan . Dari strategi yang diambil untuk pengembangan pemasaran produk pangi (Kluwak) point tertinggi pada strategi ketiga dengan nilai 8,13 yaitu cara pengemasan menyediakan standar makanan agar produk bisa tahan lama dan bisa minat pembeli, standar ini diambil untuk meningkatkan harga jual dari produk dengan kemasan yang bagus pemasarannya mampu dilakukan lebih bagus.

Selanjutnya strategi keempat merupakan strategi terbaik kedua dengan nilai 6,72 yaitu melakuan pelatihan dalam pengolahan pangi yang baik. Hal ini menjadi perluh dilakukan untuk pengembangan produk, karena dengan target ahli yang terlatih maka produk yang dihasilkan juga akan jauh lebih berkualitas dan mampu bersaing di pasaran. Pada strategi pertama merupakan strategi terbaik ketiga dengan nilai 6,64 yaitu pada strategi yang perluh dilakukan ialah meningkatkan produk olahan pangi yang memiliki kualitas baik dengan teknologi pengolahan yang tepat hal ini mendukung dua strategi sebelumnya dengan adanya teknologi pengolahan yang baik maka kinerja pembuatan kluwak pangi akan lebih cepat dan rapi dengan ini dapat memenuhi permintaan kluwak yang lebih banyak dan pemenuhan pasar. Strategi dengan urutan terakhir yaitu pada point kedua dengan strategi meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan mengentivikasi produk dengan nilai 6,42.Hal ini diperlukan agar produk memiliki legalitas dan konsumen lebih yakin dengan kualitas produk selain itu standar ini mampu mendorong penjualan produk serta mampu menempus dunia pasar sehingga mancanegara.

44 VI. PENUTUP

Dokumen terkait