• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Pencapaian Mutu Pembelajaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

2. Indikator Pencapaian Mutu Pembelajaran

Secara konseptual kualitas perlu diperlakukan sebagai dimensi indikator yang berfungsi sebagai indikasi atau penunjuk dalam kegiatan pengembangan profesi, baik yang berkaitan dengan usaha penyelenggaraan lembaga pendidikan maupun kegiatan pembelajaran di kelas. Beberapa indikator pencapaian mutu pembelajaran dapat dilihat sebagai berikut:

1) Prestasi Peserta Didik Meningkat

Prestasi peserta didik yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan dalam pembelajaran yang selama ini pendidikan agama berlangsung mengedepankan aspek kognitif (pengetahuan), aspek afektif (rasa) dan psikomotorik (tingkah laku).

2) Peserta Didik Mampu Bekerjasama

Di dalam pembelajaran diperlukan suatu kerjasama antar peserta didik ataupun peserta didik dengan guru. Dengan adanya kekompakan akan timbul suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan.

Keharmonisan perlu dijaga dan dipelihara dengan mewujudkan sikap: (1) adanya saling pengertian untuk tidak saling mendominasi, (2) adanya saling menerima untuk tidak saling berjalan menurut kemauannya sendirii, (3) adanya saling percaya untuk tidak saling mencurigai, (4) adanya saling menghargai dan (5) saling kasih sayang untuk tidak saling membenci dan iri hati.

3) Adanya Pembelajaran yang Menyenangkan

Pembelajaran yang menyenangkan sangat diperlukan untuk membantu peserta didik dalam menyerap dan memahami pelajaran yang diserap oleh guru, karena apabila peserta didik tidak menyenangi pembelajaran maka materi pelajaran tidak akan membekas pada diri peserta didik. Pembelajaran yang menyenangkan ini biasanya dengan menggunakan metode yang bervariasi dan pembentukan suasana kelas yang menarik.

4). Mampu Berinteraksi dengan Mata Pelajaran Lain

Problematika kehidupan dunia tidak hanya ada pada masalah keagamaan saja, akan tetapi lebih banyak dalam bidang-bidang keduniaan. Dalam hal ini pendidikan agama bisa menjadi solusi dari semua bidang asalkan pembelajaran pendidikan agama islam yang dilaksanakan mampu berinteraksi dengan mata pelajaran lain.

5) Mampu Mengkontekstualkan Hasil Pembelajaran

Pembelajaran kontekstual sangat diperlukan untuk mebiasakan dan melatih peserta didik dalam bersosialisasi, bekerjasama dan memecahkan masalah. Belajar akan lebih bermakna apabila anak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya.

6) Pembelajaran yang Efektif di Kelas dan lebih Memberdayakan Potensi Peserta Didik

Kualitas pembelajaran harus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Secara mikro ditemukan strategi atau

pendekatan pembelajaran yang efektif di kelas dan lebih memberdayakan potensi peserta didik.

8) Pencapaian Tujuan dan Target Kurikulum

Pencapaian tujuan dan target kurikulum merupakan tugas yang harus dilaksanakan oleh guru dan peserta didik dalam setiap pembelajarannya. Tujuan dan target-target tersebut bisa dijadikan tujuan minimal maupun maksimal yang harus dicapai tergantung kepada kemampuan pihak sekolah yang terdiri dari guru dan unsur-unsur lain yang melaksanakannya.

Maka indikator kualitas pembelajaran dapat dilihat antara lain dari perilaku pembelajaran guru, perilaku dan dampak belajar peserta didik, iklim pembelajaran, materi pembelajaran, media pembelajaran, dan sistem pembelajaran.

E. Kerangka Fikir

Kualitas pembelajaran secara operasional dapat diartikan sebagai intensitas keterkaitan sistemik dan sinergis guru, peserta didik, kurikulum dan bahan ajar, media, fasilitas, dan sistem pembelajaran dalam menghasilkan proses dan hasil belajar yang optimal sesuai dengan tuntutan kurikulum.

Guru sangat berperan penting dalam proses pembelajaran, karena menjadi salah satu penunjang meningkatnya mutu pembelajaran. Hal ini disebabkan karena guru adalah salah satu penggerak proses

pembelajaran dan berinteraksi secara langsung dengan peserta didik.

Untuk itu dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran maka guru harus memiliki berbagai macam strategi yang menarik untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkualitas di dalam kelas sehingga mutu pembelajaran meningkat dan tujuan pendidikan agama Islam dapat tercapai.

Adapun kerangka pikir dari penjabaran di atas adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Kerangka Pikir

MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : a. Strategi Ekspositori

b. Strategi inquiry

c. Strategi Pembelajaran Inquiry Sosial

d. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir e. Strategi Pembelajaran Kooperatif/ Kelompok

f. Strategi Pembelajaran Afektif

SMK NEGERI 2 BUNGORO KABUPATEN PANGKEP

GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PESERTA DIDIK

TUJUN PENDIDIKAN AGAMA ISLSM

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif beruapa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Deskriptif kuantitatif adalah pengolahan data yang berbentuk angka-angka, (Nuru Juriyah, 2001: 45),

Kedua jenis penelitian ini digunakan untuk mengetahui strategi guru pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK 2 Bungoro Kab. Pangkep.

B. Lokasi penelitian

Penelitian ini bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Bungoro Kabupaten Pangkep.

C. Populasi dan Sampel a. Populasi

Suharsimi Arikunto (2002:108) mengemukakan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. dan populasi menurut Sugiono, (2004: 90) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

62 62

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik dan guru pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Bungoro Kabupaten Pangkep.

b. Sampel

Suharsimi Arikunto, (2002:109) mengatakan, sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sedangkan menurut Sugiono, (2005:91) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pada dasarnya penentuan sampel dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi atau keterangan mengenai hal yang diteliti dengan cara meneliti sebagian populasi yang telah dipilih dan dianggap dapat mewakili semua populasi yang ada.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sampel bertujuan (purposive sampling) yakni teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI 4 Jurusan Teknik Kendaraan Ringan yang berjumlah 34 orang, dengan asumsi bahwa kelas tersebut dapat mewakili populasi yang ada ditambah dengan guru Pendidikan Agama Islam di kelas tersebut.

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data di lapangan, penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data berikut :

1. Observasi, yaitu pengamatan dengan memperhatikan sesuatu meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Dalam hal ini, dengan menggunakan observasi maka peneliti akan mengamati implemntasi strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

2. Angket, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

3. Interview (wawancara), yaitu sebuah dialog yang dilakukan pewawancara (Interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.

D. Instrumen Pengumpulan Data

Untuk memudahkan peneliti dalam pengumpulan data, maka penulis menggunakan beberapa instrumen pengumpulan data yang terdiri dari :

a. Pedoman observasi yang akan digunakan peneliti dalam hal ini adalah catatan observasi.

b. Angket yang akan peneliti berikan pada responden.

c. Pedoman wawancara di pergunakan untuk mendapatkan informasi berupa pendapat dari informan

E. Defenisi Operasional dan Batasan Istilah

Untuk menghindari terjadinya penafsiran yang keliru dalam memahami maksud yang terkandung dalam judul ini, maka penulius perlu memberikan pengertian terhadap berbagai istilah-istilah yang terdapat di dalamnya.

1. Strategi Guru dalam mengajar

Srtategi guru dalam mengajara adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja oleh guru untuk melakukan kegiatan atau tindakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan umum dan tujuan khusus dalam pembelajaran.

2. Mutu Pembelajaran

Mutu pembelajaran adalah suatu kualitas atau kadar atau tingkatan atau hasil yang diperoleh dari suatu pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam berbagai metode pembelajaran.

Dengan demikian, penelitian yang berjudul “ Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMK Negeri 2 Bungoro “ dapat dipahami bahwa dalam prose pembelajaran diperlukan berbagai macam strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

A. Teknik Analisis Data

Dalam menganalisis data yang diperoleh, penulis gunakan teknik sebagai berikut :

a. Kuantitatif deskriptif yakni pengukuran pengolahan data yang berbentuk angka-angka dengan frekuensi dan prosentase, yang digunakan untuk mengetahui Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Bungoro Kabupaten Pangkep. sebagai berikut :

P = n

f x 100 % Keterangan :

P = Persentase

f = Jumlah Frekuensi

n = Jumlah Responden. (Anas Sudijono, 2004:43).

b. Kualitatif deskriptif, yakni mengolah data yang bersifat non angka- angka dengan penilaian dalam bentuk sederhana.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. SElayang Pandang Tentang Smk 2 Bungoro Kabupaten Pangkep 1. Sejarah Berdirinya SMK Negeri 2 Bungoro Kab.Pangkep

Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) 2 Bungoro merupakan salah satu diantara Sekolah Kejuruan yang berada di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Berdiri sejak tanggal 26 April 1974, melalui surat keputusan Kepala Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi-Selatan atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 01/05/0/1974 tanggal 26 April 1974. Sebelumnya sekolah ini merupakan sekolah kelas jauh dari Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA) Negeri Ujung Pandang.

Pada awal berdirinya SKKA Negeri Pangkep membuka 2 jurusna (program studi keahlian) yaitu jurusan Busana/ Menjahit dan Jurusan Tata Graha. Kemudian SKKA Negeri Pangkep berubah menjadi SMKK Negeri Pangkep.

Pada tahun 1992 melalui kebijakan Bupati Pangkep, SMKK Negeri Pangkep berpindah lokasi ke Kecamatan Bungoro tepatnya di Jalan Tonasa II menempati lokasi yang ssebelumnya ditempati oleh SMEA Negeri Pangkep.

67

Seiring dengan awal perpindahan lokasi SMKK Negeri Pangkep tersebut, maka sekolah menambah 1 jurusan di sekolah tersebut yaitu Program keahlian Baru yaitu Kecantikan.

Berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 1993, maka terhitung awal tahun ajaran baru 1993/1994 semua sekolah menengah kejuruan berubah nama. Nama sekolah diambil dari nama kecamatan dimana sekolah tersebut berada dan nomor Klatur sekolah diurutkan berdasarkan usia sekolah itu berdiri.

Terhitung mulai bulan Juli 1993, nama SMKK Negeri Pangkep berubah nama menjadi SMK Negeri 2 Bungoro.

Seiring dengan perkembangan waktu serta berdasarkan program kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, khususnya tentan reengenering ( penataan program keahlian), maka SMK Negeri 2 Bungoro menambah beberapa jurusan baru/ program keahlian baru. Beberapa program keahlian baru tersebut adalah Teknik Las yang dibuka pada tahun 2003, Teknik Budi Otomatif yang dibuka pada tahun 2004, Perhotelan yang dibuka pada tahun 2005 dan Mekanik otomotif yang dibuka pada tahun 2008.

Penerapan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 turut mempengaruhi perubahan nama jurusan atau program studi keahlian. Dengan demikian program studi keahlian yang ada di SMK Negeri 2 Bungoro sampai saat ini adalah sebagai berikut:

a) Program Studi Keahlian Busana Butik

b) Program Studi Keahlian Kecantikan Rambut c) Program Studi Keahlian Akomodasi Perhotelan d) Program Studi Keahlian Teknik Pengelasan

e) Program Studi Keahlian Teknik Perbaikan Bodi Otomotif f) Program Studi keahlian Teknik Kendaraan Ringan

Adapun yang menjabat Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan mulai dari awal berdirinya sampai saat ini terdiri dari 3 orang yaitu Ibu Rachmah Noor Salam yang menjabat dari tanggal 24 April 1974 sampai 01 Juni 1991 kemudian dilanjutkan oleh Dra. Hj. Rukiyah Yusuf yang menjabat dari tanggal 01 Juni 1991 sampai 02 Juni 2000 dan terakhir oleh Drs. Suyatman, M.M., yang menjabat dari tanggal 02 Juni 2000 sampai sekarang.

2. Visi, Misi dan Tujuan SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

Sebagai salah satu sekolah yang cukup maju di Kabupaten Pangkep maka SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep senantiasa memberikan upaya yang terbaik dalam pelayanan di bidang pendidikan.

Untuk memudahkan hal tersebut maka sekolah merumuskan Visi dan Misi Sekolah dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Adapun visi dan Misi Sekolah sebagai berikut:

Visi Sekolah:

“ Menghasilkan tamatan yang terampil, kreatif, inovatif serta memiliki iman dan taqwa yang kuat”

Misi Sekolah:

a. Melaksanakan dan mengembangkan proses diklat yang berkualitas berbasis kompetensi dilandasi dengan iman dan taqwa,

b. Melaksanakan dan mengembangkan hubungan dengan masyarakat dan duniausaha/ industry dalam rangka pelaksanaan program Diklat.

Tujuan Sekolah:

a. Meningkatkan layanan kepada peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran teori agar dapat berlangsung efektif dan efisien

b. Mendukung tercapainya program pengembangan SMK berstandar Nasional

c. Mewujudkan pelaksanaan kebijaksanaan Depdiknas dalam upaya peningkatan mutu tamatan Sekolah Menengah Kejuruan

3. Keadaan Guru SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

Sekolah Menengah Kejuruan 2 Bungoro Kabupaten Pangkep memiliki guru sebanyak 59 orang, guru agama berjumlah 4 orang yaitu:.

Secara umum peneliti menguraikan guru di SMK Negeri 2 Bungoro sebagai berikut:

Tabel. 1

Keadaan Guru SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

No Nama Guru Jabatan

1 Drs. Suyatman, M.M Kepala Sekolah 2 Dra. Hj.Nursyam Wakasek Kurikulum

3 Dra. Rohana Guru Mata Pelajaran

4 Dra. Hj.Rohani, HR KA. Komp. Keahlian Perhotelan 5 Dra. Ratnawati M. Guru Mata Pelajaran

6 Mas’ati, S.Pd Wakasek Humas

7 Dra. Hj. Sitti Normah KA.Kom. Kealian Busana Butik 8 Dra. Hadijah. M Guru Mata Pelajaran

9 Dra. Hudriah Guru Mata Pelajaran 10 Dra. Aisyah Daming Guru Mata Pelajaran 11 Dra. Sitti Hindong Kordinator BK

12 Dra. Hj. Masnawati Guru Mata Pelajaran 13 Dra. Salmawati Guru Mata Pelajaran 14 Dra. Ramlah Guru Mata Pelajaran 15 Dra.Murniati Sahara Kepala Perpustakaan 16 Dra. Hj. Wasiah Guru Mata Pelajaran 17 Drs. Syahruddin Rahmat Guru Mata Pelajaran 18 Muh. Thahir, S. Ag, MM Wakasek Kesiswaan 19 Dra. Hj. Rostina Guru Mata Pelajaran

20 Dra. Mariati Guru Mata Pelajaan

21 Hj. Sumarni, S.Pd KA. Komp.Keahlian Perhotelan 22 Dra. In Holle Guru Mata Pelajaran

23 Herawati Burhan, S. Pd Guru Mata Pelajaran 24 Marhaeni, S. Si Guru Mata Pelajaran 25 Kamal, S. Pd Guru Mata Pelajaran 26 Desi Safari Saputra, S.Pd Guru Mata Pelajaran 27 Andi Jusmiati, S.Pd Guru Mata Pelajaran 28 Dra. Maryuni Guru Mata Pelajaran 29 Hj.Asni Yusuf, S. Pi Guru Mata Pelajaran 30 Hj. Nurjannah, S.Pd.I Guru Mata Pelajaran 31 Muhammad Syafaruddin, S. Guru Mata Pelajaran 32 Hj. Nurjannah, S. Pd Guru Mata Pelajaran

33 Rusli, S. Pd, M. Pd KA.KeahlianTeknik Perbaikan Bodi 34 Abdullah, S. Pd, M. Si Guru Mata Pelajaran

35 Hamriani Manca, S. Pd Guru Mata Pelajaran 36 Suwarni, S. Pd Guru Mata Pelajaran 37 Jumriah AD, S. Pd Guru Mata Pelajaran 38 HasyimAsri Badeaman, S. Pd Guru Mata Pelajaran

39 Anwar, S. Pd, MM KA.Kom. Keahlian Teknik Las 40 Munadira, S. Pd Guru Mata Pelajaran

41 Yulianti Rattenisa, S. Pd Guru Mata Pelajaran

42 Bahraeni, S. Pd Guru Mata Pelajaran 43 Hasbullah, S. Pd Guru Mata Pelajaran 44 Arianto Karim, S. Pd Guru Mata Pelajaran 45 Nur Catri Kaharuddin, S. Pd Guru Mata Pelajaran 46 Hasanuddin Laebu, S. Pd Guru Mata Pelajaran 47 Irwan, S. Pd Guru Mata Pelajaran 48 Muhammad Nuryadin, S. Pd KA.Komp.Keahlian TKR 49 Andi Supriaty, S. Si Guru Mata Pelajaran 50 Jumaini, SST.Par Guru Mata Pelajaran 51 Nasniar Anwar, S. Pd Guru Mata Pelajaran 52 Herlinda Djabbar, S. Pd Guru Mata Pelajaran 53 A.Nur Alamsyah, S. Pd Guru Mata Pelajaran 54 Rafiuddin, M. Par Guru Mata Pelajaran 55 Sri Purnamasari Rahman S. Guru Mata Pelajaran 56 Suhartina Nur, S. Pd Guru Mata Pelajaran 57 A.Manggumpeang, S. Pd Guru Mata Pelajaran 58 Asmar, S. Pd Guru Mata Pelajaran 59 Nasrul, S. Pd Guru Mata Pelajaran

Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

4. Keadaan Siswa SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep Sekolah Menengah Kejuruan Bungoro Kabupaten Pangkep membina peserta didik sebanyak 1.038 siswa ( data tanggal 08 Juni 2015), yang berasal dari beberapa jurusan/ keahlian dari Kelas X- XII.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

Tabel.2

Keadaan Peserta Didik Kelas X SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

No Jurusan Jumlah Kelas Jumlah

Siswa

1 Busana Butik 1 Kelas 34 Orang

2 Kecantikan Rambut 1 Kelas 24 Orang

3 Teknik Pengelasan 2 Kelas 74 Orang

4 T.Perb.Bodi Otomotif 1 Kelas 33 Orang

5 Ak.Perhotelan 1 Kelas 34 Orang

6 T.Kendaraan Ringan 5 Kelas 179 Orang

Jumlah 11 Kelas 378 Orang

Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

Tabel 3

Keadaan Peserta Didik Kelas XI SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

No Jurusan Jumlah Kelas Jumlah

Siswa

1 Busana Butik 1 Kelas 31 Orang

2 Kecantikan Rambut 1 Kelas 5 Orang

3 Teknik Pengelasan 2 Kelas 67 Orang

4 T.Perb.Bodi Otomotif 2 Kelas 37 Orang

5 Ak.Perhotelan 1 Kelas 37 Orang

6 T.Kendaraan Ringan 5 Kelas 149 Orang

Jumlah 12 Kelas 326 Orang

Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

Tabel 4

Keadaan Peserta Didik Kelas XII SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

No Jurusan Jumlah Kelas Jumlah

Siswa

1 Busana Butik 1 Kelas 34 Orang

2 Kecantikan Rambut 1 Kelas 17 Orang

3 Teknik Pengelasan 3 Kelas 87 Orang

4 T.Perb.Bodi Otomotif 1 Kelas 30 Orang

5 Ak.Perhotelan 1 Kelas 24 Orang

6 T.Kendaraan Ringan 5 Kelas 142 Orang

Jumlah 12 Kelas 334 Orang

Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep

B. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Mutu PembelajaranDi SMK 2 Bungoro

Dari model pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Istilah strategi pertama kali dihanya dikenal di kalangan militer, khususnya strategi perang. Dalam sebuah peperangan atau pertempuran terdapat seseorang yang bertugas mengatur strategi untuk memenangkan peperangan. Semakin hebat strategi yang digunakan semakin besar kemungkinan untuk menang.

Strategi menurut Kemp (1995) adalah suatu kegiatan Pembelajaran yang harus dikerjakan Guru dan peserta didik agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Strategi dapat dikemukakan suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan.

Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan.

Dari beberapa pengertian diatas, Strategi Belajar Mengajar meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tetentu diperlukan seperangkat metode pengajaran.

Strategi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran disebut dengan strategi pembelajaran. Tujuan strategi tersebut adalah untuk terwujudnya efisiensi dan efektifitas kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan

yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu dalam hal ini adalah mutu pembelajaran khususnya Pendidikan Agama Islam.

Dalam dunia pendidikan dikenal berbagai strategi-strategi yang digunakan dalam pembelajaran dikelas yaitu strategi pembelajaran langsung, pembelajaran tidak langsung, pembelajaran interaktif, strategi pembelajaran melalui pengalaman, dan strategi pembelajaran mandiri.

Di SMK Negeri 2 Bungoro, guru Pendidikan Agama Islam menerapkan berbagai strategi dalam proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran khususnya pelajaran pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Ramlah, beliau mengemukakan bahwa:

Untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah ditempuh beberapa cara yaitu membuat perencanaan pembelajaran, melakukan pengayaan materi dan pemanfaatan strategi pembelajaran yang bervariasi. ( Wawancara tanggal 5 Agustus 2015

Hal ini diperkuat oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Bungoro yang mengatakan bahwa banyak upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah khususnya guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu pembelajarannya. Diantaranya menetapkan strategi pembelajaran yang relevan dengan pembahasan. Salah satunya adalah strategi pembelajaran dengan menggunakan Contextual Teaching Learning. Disamping itu sekolah menjadikan pelajaran agama islam sebagai kegiatan wajib diikuti oleh peserta didik.

Menurut yang disampaikan oleh guru Pendidikan Agama Islam Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan Muhammad Thahir, beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa strategi yang digunakan dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam yaitu:

Melakukan pembelajaran terbimbing, pada strategi ini saya menanyakan satu atau lebih pertanyaan untuk membuka pengetahuan peserta didik tentang materi yang saya kan ajarkan, membaca keras strategi ini dilakukan untuk menarik perhatian peserta didik terhadap mata pelajaran, Contextual Teaching Learning strategi ini saya gunakan untuk menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi dalam kehidupan nyata sehingga mendorong peserta didik untuk menerapkan dalam kehidupan sehari- hari, strategiselanjutnya adalah member kesempatan kepada peserta didik untuk membuat ringkasan materi yang telah dipelajari oleh peserta didik. Dan yang terpenting adalah saya melaksanakan pembelajaran dengan prinsip PAKEM ( Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) hal ini saya lakukan agar peserta didik tidak bosan dengan pelajaran Pendidikan Agama Islam. ( Wawancara tanggal 15 September 2015)

Untuk menunjang pengamalan materi peserta didik tentang pelajaran pendidikan agama islam di kelas dari pengamatan peneliti secara langsung di lapangan terlihat bahwa sekolah memberikan kegiatan tambahan kepada peserta didik yang dilaksanakan setiap hari Sabtu yang disebut dengan kegiatan Pengembangan diri. Dan difokuskan pada pengembangan diri bernuansa religius. Dalam kegiatan pengembangan diri tersebut dalam pengamatan peneliti melihat secara langsung pembinaan yang intensif berupa pendampingan baca Alqur’an, latihan pidato, ceramah, praktek Thaharah, ibadah shalat, dan beberapa materi

yang berkaitan dengan pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dan setiap hari peserta didik rutin mengikuti kegiatan shalat berjamaah dan bahkan mengikuti sholat Jum’at yang dilaksanakan oleh pihak sekolah setiap pekannya, dan secara bergiliran peserta didik membawakan khutbah Jum’at.

Tentunya strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkaje’ne dan Kepulauan tidak terlepas dari partisipasi peserta didik itu sendiri.

Terkait dengan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas XI 4 Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Bungoro. Peneliti membagikan angket kepada peserta didik untuk memberikan respon tentang strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah tersebut:

Tabel 5

Distribusi Frekuensi Kemampuan Guru Mengajar Dengan Jelas No Alternatif jawaban Frekuensi Persentase 1

2 3

Jelas

Kurang Jelas Tidak Jelas

28 6 -

82,35%

17,64%

0 %

Jumlah 34 100 %

Tabulasi angket no 1 dan 2

Dokumen terkait