PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu proses sadar membentuk peserta didik untuk mencapai perkembangannya ke arah kematangan jasmani dan rohani, dan proses ini merupakan usaha pendidik untuk membimbing peserta didik dalam arti tertentu, misalnya dengan memberikan dorongan atau motivasi dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi peserta didik. . Dalam proses pengajaran, guru atau pendidik hendaknya membimbing peserta didik agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya, melatih keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga peserta didik mempunyai keberanian untuk hidup dalam masyarakat yang berubah dengan cepat dan penuh persaingan. Guru juga harus memotivasi siswa agar mampu memecahkan berbagai persoalan kehidupan masyarakat secara utuh.
Permasalahan yang muncul diantaranya adalah rendahnya mutu dan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan selama ini serta akhlak peserta didik yang masih jauh dari harapan.
Rumusan Masalah
Selatan, disebabkan oleh banyak faktor, antara lain 1) fokus pendidikan selama ini hanya pada aspek kognitif, 2) pola evaluasi selama ini masih tertinggal dari pola berpikir kreatif, imajinatif dan inovatif, 3) kurang menggalakkan minat belajar. siswa karena pemahamannya. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Strategi guru pendidikan agama Islam untuk meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di SMK 2 Bungoro Kabupaten Pangkep.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam. Islam dalam implementasi strategi pembelajaran pendidikan agama Islam di SMK Bungoro Kabupaten Pangkep 3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Bungoro 2 Kabupaten Pangkep .
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam
- Pengertian Strategi pembelajaran
- Macam-macam Strategi pembelajaran
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Jadi, strategi pembelajaran jenis ini mendorong siswa untuk melakukan aktivitas aktif berdasarkan pengalaman yang diperolehnya. Strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada kemampuan berpikir siswa.
Metode eksperimen: Metode strategi pembelajaran ini merangsang siswa untuk melakukan aktivitas aktif berdasarkan pengalaman yang telah dimilikinya.
Guru
- Pengertian Guru
- Tugas Guru
- Dasar-dasar Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam
- Fungsi Pendidikan Agama Islam
- Tujuan Pendidikan Agama Islam
- Karakteristik Pendidikan Agama Islam
- Urgensi Pendidikan Agama Islam
Menurut Zakiyah Daradjat, pendidikan agama Islam merupakan upaya untuk mengembangkan dan membina peserta didik dengan baik. Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha sadar, yaitu suatu kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang dilakukan secara terencana dan sadar dengan memperhatikan tujuan yang ingin dicapai. Kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam.
Dalam rangka tujuan pendidikan agama Islam di sekolah negeri, Kementerian Pendidikan Nasional merumuskan hal-hal sebagai berikut. Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha sadar, yaitu suatu kegiatan mendidik, mengajar atau melatih yang dilakukan secara terencana dan sadar sehubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. Kegiatan pengajaran pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam.
Dalam rangka tujuan pengajaran agama Islam di sekolah umum, Kementerian Pendidikan Nasional merumuskan hal-hal sebagai berikut: Bpk. Ciri-ciri pendidikan agama Islam sebagai gambaran tentang ragam nilai-nilai pokok (karakter) yang terkandung dalam mata kuliah ini. Oleh karena itu pendidikan agama Islam tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja, namun aspek afektif (sikap) dan psikomotor (perilaku) lebih penting.
Pendidikan Agama Islam hendaklah diajar dengan sebaik-baiknya dengan menggunakan kaedah dan instrumen yang betul serta melalui pengurusan yang baik. Jika pendidikan agama Islam di sekolah dilaksanakan dengan sebaik mungkin, insya-Allah dapat membantu merealisasikan harapan semua. Kedua, pendidikan agama Islam sentiasa mengambil kira dua sisi kehidupan duniawi dan Ukhrawi dalam setiap langkah dan gerak kerja.
Oleh karena itu, dengan memberikan pendidikan agama Islam berarti juga menjaga agama yang tentunya bernilai sesuatu yang baik di sisi Allah;
Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
- Pengertian Mutu Pembelajaran PAI
- Indikator Pencapaian Mutu Pembelajaran
Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa dan guru pendidikan agama Islam di SMK 2 Bungoro Kabupaten Pangkep. Dan yang terpenting saya mengajar sesuai dengan prinsip PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan), sehingga siswa tidak bosan dengan pelajaran Pendidikan Agama Islam. Strategi yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkaje'ne dan Kepulauan tentunya tidak lepas dari peran serta siswa itu sendiri.
Mengenai strategi yang dilakukan guru dalam pengembangan mutu pengajaran pendidikan agama Islam di kelas XI 4 Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Bungoro. Dampak terhadap pembelajaran siswa khususnya pendidikan agama Islam dapat dilihat dari kemampuan kognitif dan afektif siswa. Dari segi kognitif, di SMK 2 Bungoro Kabupaten Pangkep, setiap mata pelajaran mempunyai Kriteria Ketuntasan Minimal (MCC) yang harus dicapai oleh setiap siswa.
Faktor-faktor pendukung peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam di SMK 2 Bungoro Kabupaten Pangkep. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan agama Islam memang perlu diperkuat agar dapat membantu peserta didik dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Antusiasme siswa merupakan faktor terpenting dalam peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam, dimana semangat siswa dalam mempelajari agama memberikan kontribusi bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang berkualitas.
Berdasarkan hasil penelitian di bidang tersebut, diperlukan strategi pengajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Telah terbukti di lapangan bahwa semakin banyak atau baik strategi yang diterapkan dalam proses pembelajaran maka minat belajar siswa akan semakin meningkat, sehingga kualitas pembelajaran agama Islam pun akan meningkat.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Deskriptif kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa perkataan tertulis atau lisan orang dan perilaku yang dapat diamati. Kedua jenis penelitian ini digunakan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di SMK 2 Kecamatan Bungoro.
Lokasi Penelitian
Populasi dan Sampel
Dalam hal ini dengan menggunakan observasi, peneliti akan mengamati implementasi strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK 2 Bungoro Kabupaten Pangkep. Kuantitatif deskriptif yaitu pengukuran pengolahan data berupa angka-angka dengan frekuensi dan persentase, digunakan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di SMK 2 Bungoro Kabupaten Pangkep. Di SMK Negeri 2 Bungoro, guru Pendidikan Agama Islam menerapkan berbagai strategi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Untuk meningkatkan kualitas pengajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah, beberapa metode digunakan, yaitu desain RPP, pengayaan materi dan penggunaan strategi pengajaran yang berbeda. Hal ini diperkuat oleh Kepala SMK Negeri 2 Bungoro yang mengatakan bahwa banyak upaya yang telah dilakukan pihak sekolah khususnya para guru Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Berdasarkan wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam kelas XI 4 pengarahan Teknik Kendaraan Ringan, Bapak. Muhammad Thahir.
Tujuan peningkatan mutu pengajaran agama Islam di sekolah tidak hanya dilihat dari segi kognitif saja, namun harus mencakup antara kognitif dan afektif. Artinya dari hasil tersebut diperoleh nilai kelas Pendidikan Agama Islam Kelas IX 4 Teknologi Kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Bungoro. Tentu saja tantangan terbesar bagi semua guru, khususnya guru pendidikan agama Islam, adalah meningkatkan kualitas pengajarannya.
Dalam peningkatan mutu pendidikan agama Islam di SMK Negeri 2 Bungoro terdapat beberapa faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap peningkatan mutu pendidikan agama Islam. Sarana dan prasarana yang disiapkan sekolah atas bantuan pemerintah sangat mendukung proses pembelajaran pendidikan agama Islam. Dengan pembelajaran kontekstual, strategi eksposisi dan strategi pembelajaran terbimbing yang diterapkan oleh guru pendidikan agama Islam di SMK Negeri 2 Bungoro.
Bagi peneliti selanjutnya: melakukan pengembangan penelitian yang lebih luas terkait dengan strategi pembelajaran dan peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam.
Teknik Pengambilan Data
Instrumen Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
SELAYANG PANDANG TENTANG SMK NEGERI 2
- Sejarah Berdirinya SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten
- Visi, Misi dan Tujuan SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten
- Keadaan Guru SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten
- Keadaan Siswa SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENUTUP
Simpulan
Guru PAI SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep menggunakan berbagai strategi dalam mengelola proses pembelajaran antara lain pengajaran kontekstual, strategi pengajaran ekspositori, strategi pembelajaran terbimbing dan strategi yang diterapkan guru dinilai efektif karena sebanyak 34 orang atau 100% responden. strategi guru cukup baik. Hal ini terlihat dari rata-rata prestasi belajar peserta didik pada bidang pendidikan agama Islam yaitu sebesar 93, adapun penilaian dari segi afektif peserta didik tergolong baik, pengamalan nilai-nilai pendidikan agama Islam ditunjukkan melalui shalat berjamaah, salat Jumat berjamaah, bimbingan membaca Al-Quran, mengaji dan berbagai kegiatan pengembangan diri seperti ceramah dan khutbah. Dari segi kognitif, setiap mata pelajaran di SMK Negeri 2 Bungoro Kabupaten Pangkep mempunyai kriteria ketuntasan minimal yang ingin dicapai yaitu 80, sedangkan hasil yang diperoleh melebihi kriteria ketuntasan minimal yaitu skor rata-rata 94 ke atas.
Sedangkan dari segi pengamalan nilai-nilai ajaran Islam, siswa SMK Negeri 2 Bungoro rutin melaksanakan salat berjamaah setiap hari termasuk salat Jumat dan rata-rata nilai afektif siswa berada pada kategori baik. Adanya media pembelajaran yang lengkap, sikap kooperatif kepala sekolah yang selalu menjadi motivator yang baik bagi guru, semangat siswa. Sementara tantangan yang dihadapi sekolah yang sangat minim kerjasama orang tua juga berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam, namun tanggung jawab pendidikan agama sepenuhnya diserahkan kepada guru di sekolah, padahal idealnya antara guru dan orang tua.
Saran
Semua pihak yang terlibat termasuk orang tua harus meningkatkan kerjasamanya dengan pihak sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan agama Islam, karena hakikat pendidikan agama Islam ada pada praktiknya, sehingga pihak sekolah pasti membutuhkan bantuan orang tua. yang melindungi anak di rumah.. Arifin, Muzayyin, Filsafat Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta: 2009 Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara 2006. Gagne, M, Robert., Kondisi Pembelajaran dan Teori Pembelajaran, diterjemahkan oleh Munandir, Holt, Rinehart dan Winston menciptakan kembali Universitas Terbuka, 1990.
Muhaimin dan Abdul Ghofir, Strategi Belajar Mengajar; Penerapan dalam Pembelajaran Agama Islam, Surabaya: Citra Media Karya Anak Bangsa 1996. Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah dan Universitas, Jakarta: Raja Grafindo Persada 2010. Syah, Muhibbin, Psikologi Pembelajaran, Jakarta: Raja Grafindo Persada , 2005 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran Bandung: Alphabeta.