PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada guru SD Pertiwi Makassar tentang strategi guru Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan minat belajar PAI. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan minat pembelajaran pendidikan agama Islam sehingga mata pelajaran pendidikan agama Islam banyak diminati. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kesan yang penting, sehingga siswa semakin tertarik dengan pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Minat Belajar
Minat merupakan suatu perasaan yang kita peroleh karena berkaitan dengan suatu hal. Ketertarikan pada sesuatu dipelajari dan dapat mempengaruhi pembelajaran lebih lanjut serta mempengaruhi penerapan minat baru. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menunjang kegiatan belajar selanjutnya. Oleh karena itu, minat mempunyai pengaruh yang besar terhadap kegiatan belajar.9. Minat merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu keadaan ketika seseorang menaruh perhatian terhadap suatu mata pelajaran sesuai dengan keinginannya untuk mengetahui dan mempelajari atau membuktikan lebih lanjut tentang suatu mata pelajaran tertentu dengan kecenderungan mempunyai sikap yang lebih aktif terhadapnya. mata pelajaran 11 Minat merupakan aspek yang dapat menentukan motivasi seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu 12. Minat (interest) adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu, misalnya minat untuk belajar atau melakukan sesuatu. Belajar ilmu yang dimaksud adalah belajar untuk memperoleh suatu pemahaman, pemahaman, informasi dan sebagainya. Belajar pengetahuan juga dapat diartikan sebagai program pembelajaran yang terencana untuk menguasai suatu mata pelajaran dengan memasukkan kegiatan penelitian atau penelitian dan eksperimen.
Tujuan pembelajaran merupakan gambaran suatu perilaku yang diharapkan dapat dicapai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Semua kondisi dan fungsi psikologis baik sekedar mempengaruhi proses belajar maupun bersifat psikologis. Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa, karena menentukan kualitas belajar siswa.
Sikap siswa yang positif terutama terhadap guru dan mata pelajaran yang diajarkannya merupakan awal yang baik dalam proses belajar siswa. Motivasi adalah keadaan internal suatu organisme, baik manusia maupun hewan, yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Motivasi berarti pemberi kekuatan untuk berperilaku terarah. Motivasi belajar berarti bagaimana seseorang pada awalnya ingin belajar. Karena belajar itu suatu keharusan Keinginan untuk hidup sebagai manusia harus melakukan belajar. Belajar terjadi karena munculnya suatu kebutuhan. Kebutuhan inilah yang mendorong seseorang untuk belajar. Motivasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap kegiatan dan hasil belajar Motivasi penting bagi proses belajar karena motivasi menggerakkan organisme, mengendalikan tindakan dan memilih tujuan belajar yang dialami sebagai yang paling berguna bagi kehidupan individu itu sendiri.
Keadaan emosi yang tidak stabil, mudah tersinggung, mudah tersinggung, depresi dapat mengganggu keberhasilan anak dalam belajar, sedangkan perasaan gembira, bebas merupakan aspek yang menunjang kegiatan belajar. Lingkungan sekolah seperti guru, tenaga kependidikan, teman sekelas, masyarakat, keluarga dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa, dapat menjadi stimulus positif bagi aktivitas belajar siswa. Dengan demikian, tidak perlu kita abaikan waktu yang digunakan siswa dalam belajar, yang selama ini sering diyakini mempengaruhi prestasi belajar siswa, karena yang penting dalam belajar bukanlah waktu, melainkan kesiapan sistem daya ingat siswa dalam melakukan penyerapan. , pengelolaan dan penyimpanan informasi dan item pengetahuan yang dipelajari oleh siswa. b.faktor instrumental adalah faktor yang ada dan tes dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor tersebut dapat dimanipulasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirancang. Faktor instrumentalnya antara lain: 27.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi dan Objek Penelitian
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Sumber Data
Kursus pendidikan agama Islam semakin banyak diminati karena didorong oleh orang tua. Strategi yang diterapkan oleh guru pendidikan agama Islam adalah menghafal tugas, ceramah, membuat kaligrafi, bertanya dan menjawab pertanyaan selama pembelajaran. 46 Wawancara Ibu Rahbiah selaku guru pendidikan agama Islam di SD Pertiwi Makassar pada tanggal 23 Juli 2018.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ny. Jumiati S.Pd mengenai strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan minat belajar siswa di SD Pertiwi Makassar, beliau menyampaikan hal tersebut. 47 Wawancara dengan Ny. Jumiati selaku guru pendidikan agama Islam di SD Pertiwi Makassar pada tanggal 23 Juli 2018. 48 Wawancara dengan Ny. Rahbiah sebagai guru pendidikan agama Islam di SD Pertiwi Makassar pada tanggal 23 Juli 2018.
Menurut sang ibu, minat belajar siswa di sekolah ini sangat baik karena mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat mudah dipelajari dan mudah dipahami. 53 Wawancara dengan Ny. Jumiati selaku guru pendidikan agama Islam di SD Pertiwi Makassar pada tanggal 23 Juli 2018. 54 Wawancara dengan Ny. Jumiati sebagai guru pendidikan agama Islam di SD Pertiwi Makassar pada tanggal 23 Juli 2018.
Berdasarkan wawancara di atas, peneliti menemukan bahwa minat belajar siswa di SD Pertiwi Makassar sangat baik karena mata pelajaran pendidikan agama Islam sangat mudah dipelajari dan mudah dipahami. Serta strategi lain yang diterapkan oleh guru pendidikan agama Islam untuk meningkatkan minat siswa di SD Pertiwi Makassar, yaitu dengan memberikan bimbingan langsung kepada siswa melalui proses belajar mengajar dan di luar jam pelajaran, seperti melakukan pembelajaran tambahan seperti les sore. , khususnya dalam hal membaca dan menulis Al-Qur'an Disiplin dan kedisiplinan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa cukup besar. Minat belajar siswa di SD Pertiwi Makassar sangat baik karena mata pelajaran pendidikan agama Islam sangat mudah dipelajari dan mudah dipahami.
Instrument Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Konsep observasi ditujukan pada kegiatan memperhatikan secara tepat dan mencatat fenomena-fenomena yang terjadi. Observasi adalah pengamatan yang disengaja, sistematis terhadap fenomena-fenomena sosial yang mempunyai gejala-gejala psikologis untuk kemudian diregistrasi. 32 Pada dasarnya teknik observasi digunakan untuk melihat atau mengamati. Teknik ini memerlukan observasi oleh peneliti baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek penelitian.Instrumen yang digunakan dapat berupa lembar observasi, panduan observasi, dan lain-lain. mencari data yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini observasi digunakan untuk mengamati aktivitas belajar siswa, proses pembelajaran pendidikan agama Islam, serta fasilitas dan data yang dapat menunjang kelengkapan penelitian ini. Wawancara adalah percakapan yang ditujukan pada suatu masalah tertentu dan merupakan suatu proses penyelidikan lisan dimana dua orang atau lebih saling berhadapan secara fisik.
Wawancara dilakukan untuk memperoleh data atau informasi sebanyak-banyaknya dan memperjelas kepada subjek. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, ketika peneliti atau pengumpul data sudah yakin akan informasi apa yang akan diperoleh. Dalam wawancara terstruktur ini, setiap responden ditanyai pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya.
Wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Lincoln dan guba dalam buku Sugiyono mengemukakan ada tujuh langkah dalam menggunakan wawancara untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, yaitu: 37. Dalam hal ini peneliti mengajukan serangkaian pertanyaan lisan yang ditujukan langsung kepada guru dan beberapa perwakilan siswa dari setiap kelas tentang pengelolaan kelas dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di sekolah.
Metode dokumentasi adalah mencari data tentang suatu hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, janji temu, agenda, dan lain-lain.38 Dengan metode dokumentasi maka akan diperoleh data-data yang berkaitan dengan berupa catatan, transkrip, buku, foto, surat kabar dan sebagainya.
Teknik Analisis Data
Selain itu guru pendidikan agama Islam di sekolah karena mengajarkan akhlak atau budi pekerti kepada siswanya. Guru-guru di sekolah ini semuanya profesional khususnya guru pendidikan agama Islam karena sudah lebih dari sepuluh tahun mengajar di sini dan selalu aktif dalam kegiatan KKG antar guru pendidikan agama Islam. Dengan mengajar pendidikan agama Islam di SD Pertiwi Makassar, guru pendidikan agama Islam berusaha menanamkan nilai-nilai agama dalam proses pembelajaran dengan melaksanakan proses pembelajaran terpadu, disesuaikan dengan kurikulum pendidikan agama Islam.
Yang kedua adalah dengan mengadakan lomba keagamaan setelah semester dengan harapan agar para peserta lomba semakin memahami dan memiliki minat yang tinggi untuk mempelajari ajaran Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil wawancara di atas, peneliti menyimpulkan bahwa strategi guru pendidikan agama Islam di SD Pertiwi Makassar sudah sangat baik, begitu pula gurunya. Menyelenggarakan pengajaran langsung kepada siswa pada saat proses belajar mengajar dan di luar jam mengajar. dengan pengawasan langsung, Memberikan tugas dengan sepenuh hati, Tanya jawab pada saat proses pembelajaran, Melaksanakan petunjuk tidak langsung dengan membangun komunikasi yang berkesinambungan dengan orang tua siswa, memberikan penjelasan kepada orang tua siswa tentang pentingnya peran orang tua dalam peningkatan minat siswa untuk belajar. Dan ada pula strategi lain yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan minat siswa di SD Pertiwi Makassar yaitu dengan memberikan bimbingan langsung kepada siswa melalui proses belajar mengajar dan di luar jam pelajaran seperti mengadakan pelajaran tambahan seperti pelajaran sore. , khususnya. dalam hal membaca dan menulis Al-Qur'an dan pengaturan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa cukup besar.
Sehingga siswa senang mengikuti kelas Pendidikan Agama dan mata kuliah Pendidikan Agama Islam semakin diminati karena mendapat dorongan dari orang tuanya. Faktor yang mempengaruhi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah waktu yang tersedia masih kurang, sehingga guru di kelas pengajaran Pendidikan Agama Islam terbatas. Berdasarkan wawancara di atas, dapat dipahami bahwa salah satu kendala yang dihadapi guru adalah waktu yang mereka curahkan untuk mengajar pendidikan agama Islam hanya beberapa jam dalam seminggu, sehingga membuat guru tidak bisa memaksimalkan materi pembelajaran yang ditawarkan.
Sehingga siswa sangat senang mengikuti pelajaran Pendidikan Agama dan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam semakin diminati karena memang mendapat dorongan dari orang tuanya. Strategi guru Pendidikan Agama Islam di SD Pertiwi Makassar sudah sangat baik, seperti guru yang memberikan bimbingan langsung kepada siswa melalui proses belajar mengajar dan di luar jam pelajaran dengan pengawasan langsung, Memberikan tugas keluar, Tanya jawab pada saat pembelajaran. proses, yaitu melakukan bimbingan tidak langsung dengan membangun komunikasi yang berkesinambungan dengan orang tua siswa dengan memberikan penjelasan kepada orang tua siswa tentang pentingnya peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar siswa. Sehingga para siswa sangat senang mengikuti pelajaran Pendidikan Agama dan mata pelajaran Pendidikan.
Minat Belajar Siswa SD Pertiwi Makassar
PENUTUP
Kesimpulan
Saran