PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Nefi Aprianti
Universitas Dr. Hazairin, SH Bengkulu [email protected]
AbstrAk
Teori Humanistik lebih menekankan pada upaya pemanusiaan dan bersifat lebih abstrak dibandingkan dengan teori pem- belajaran lainnya karena kajiannya lebih mengarah pada kajian filsafat dan psikologi. Mata kuliah Pendidikan agama Islam Merupakan Mata Kuliah Dasar Umum atau MKDU yang wajib di ikuti oleh semua mahasiswa dari berbagai fakultas di Univer- sitas Prof. Dr.Hazairin, SH (UNIHAZ) Bengkulu. Pembelajaran aktif merupakan upaya untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri setiap mahasiswa sehingga dapat diterapkan dalam bentuk diskusi, praktik dan tanya jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teori belajar humanistik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada per- guruan tinggi umum yaitu UNIVERSITAS PROF.DR.HAZAIRIN,SH (UNIHAZ) Bengkulu dengan pendekatan Saintifik. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan teori belajar humanistik dengan pendekatan saintifik yang merupakan salah satu pendekatan active learning yang tujuannya menjadikan mahasiswa termotivasi untuk menciptakan pembelajaran dan suasana perkuliahan yang aktif, inovatif, kreatif, efektif serta menyenangkan melalui proses ilmiah pada pembelajaran Pendidikan AgamaI Islam di Universitas Prof.Dr.Hazairin,SH atau UNIHAZ Bengkulu sudah terlaksana cukup baik dan sudah berjalan dengan baik dengan membimbing para mahasiswa agar mengikuti perkulihan dengan menggunakan berbagai cara atau strategi secara aktif. Hal itu ditandai adanya respon dan perubahan perilaku yang positif seperti, interaktif, penguatan daya ingat dan toleransi serta tumbuhnya motivasi pada diri mahasiswa untuk meningkat- kan pengetahuan dalam bidang keagamaan,hal tersebut telihat pada antusianisme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan JURI (Jum’at Religi) yang merupakan wadah untuk mahasiswa dan dosen dalam memperdalam ilmu agama islam,melalui kegiatan tadarus,kultum,fiqih serta memupuk rasa berbagi ke sesama melalui infaq dan sodaqoh.
kata kunci: Humanistik, Pembelajaran PAI dan Pendekatan Saintifik
AbstrAct
Humanistic theory emphasizes more on humanitarian efforts and is more abstract than other learning theories because its studies are more directed at philosophical and psychological studies. The Islamic religious education course is a General Basic Course or MKDU which must be followed by all students from various faculties at Prof. Dr. Hazairin, SH (UNIHAZ) Bengkulu.
Active learning is an effort to develop the potential that exists in each student so that it can be applied in the form of discus- sion, practice and question and answer. This study aims to determine the application of humanistic learning theory in Islamic Religious Education (PAI) learning in public universities, namely UNIVERSITY PROF.DR.HAZAIRIN, SH (UNIHAZ) Bengkulu with a scientific approach. The type of research used in this research is descriptive qualitative method using data collection such as interviews, observation and documentation. Based on the results of the study, the application of humanistic learning theory with a scientific approach is one of the active learning approaches whose goal is to motivate students to create active, innovative, creative, effective and enjoyable learning and lecture atmosphere through the scientific process of learning Islamic Religious Education at Prof. .Dr.Hazairin, SH or UNIHAZ Bengkulu has been doing quite well and has been going well by guiding students to take part in recovery using various methods or strategies actively. This is marked by positive responses and changes in behavior such as interactive, strengthening memory and tolerance as well as the growth of motivation in students to increase knowledge in the religious field. a forum for students and lecturers to deepen their Islamic religious knowledge, through tadarus, cult, fiqh and fostering a sense of sharing with others through infaq and sodaqoh.
keywords: Humanistic, Islamic Education Learning and Scientific Approach
PEDAHULUAN
Teori pengajaran berakar dari dasar teori sifat manusia. Mereka percaya bahwa manusia adalah makhluk humanis yang memiliki realitas alami tetapi bukan realitas sosial. Sifat manusia berakar dari alam, dan itu adalah karakteristik manusia. Teori Human- istik lebih menekankan pada upaya pemanusiaan, dan bersifat lebih abstrak dibandingkan dengan teori pembelajaran lainnya karena kajiannya lebih menga- rah pada kajian tentang filsafat dan psikologi. Teori humanistik lebih fokus kepada isi yang dipelajari dari pada proses pembelajaran. Kemudian dalam teori belajar lebih kepada pembahasan mengenai konsep- konsep pendidikan untuk mewujudkan dan memben- tuk manusia yang dicita-citakan.1
Pendidikan sejatinya bukan hanya memberikan sekedar ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) yang diberikan pada mahasiswa, akan tetapi pendidi- kan lebih dari itu, pendidikan sejatinya juga memberi- kan nilai (transfer of value), tidak hanya itu pendidikan juga menuntut mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas yang dimilikinya agar tetap survive dalam hidupnya.2 Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional di dalam undang-undang bah- wasannya pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan dan mengembangkan manusia seutuh- nya, manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhannya dan berbudi pekerti luhur, memiliki penge- tahuan, berketerampilan, sehat, rohani dan jasmani, berkepribadian yang baik juga benar, mandiri dan tanggung jawab bermasyarakat dan berbangsa. Den- gan tujuan itu pendidikan diharapkan mampu untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa yang menekankan pada kecakapan untuk hidup yang lebih baik, benar dan bermanfaat, baik bermasyarakat maupun berbangsa.
Untuk mencapai tujuan tersebut yang diharapkan dengan pendidikan adalah dengan belajar. Adanya
pendidikan akan menimbulkan semangat dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Dalam pembelajaran humanistik dikenal pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik adalah meruapakan salah satu pendekatan active learning yang tujuannya menjadikan mahasiswa termotivasi untuk mencipta- kan pembelajaran dan suasana perkuliahan yang ak- tif, inovatif, kreatif, efektif serta menyenangkan mela- lui proses ilmiah. Dalam proses ilmiah mahasiswa memahami suatu materipembelajaran atau materi perkuliahan dengan melakukan kegiatan menanya, melakukan pengamatan, melakukan percobaan atau eksperimen, memperkirakan hasil dan menyimpulkan atau mengkomunikasikan materi pembahasan dalam perkuliahan tersebut.3
Model dan juga strategi pembelajaran sudah ser- ing kali diterapkan dalam kegiatan perkuliahan. Oleh sebab itu, strategi dan model pembelajaran sudah ser- ing digunakan dalam kegiatan perkuliahan dengan tujuan mentransfer pengetahuan saja, maka kualitas dalam belajar hanya dalam tingkatan pengetahuan.
Dengan begitu akan memperoleh pengalaman dalam belajar yang tidak efektif sehingga hanya dapat dipa- hami dan tidak di implementasikan dalamkehidupan sehari-hari mahasiswa.
Sehubungan dengan diterapkanya teori bela- jar humanistik dengan pendekatan saintifik dalam materi perkuliahan pendidikan agama islam di Uni- versitas Prof.Dr.Hazairin,SH atau Unihaz Bengkulu dengan diimplemntasikannya pebelajaran aktif mer- upakan upaya untuk mengembangkan potensi pada setiap mahasiswa yang terdapat dalam dirinya, seh- ingga dapat diterapkan dengan bentuk diskusi, prak- tik dan tanya jawab sehingga bisa diimplemntasikan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari . Dengan be- gitu mahasiswa akan mudah mengetahui materi pem- belajaran dalam kegiatan perkuliahan, karena dalam kegiatan belajar dan pembelajaran mereka sebagai
1Achmadi dan Agus Fawait. 2018. Islamic Akademika: Jurnal Pendidi- kan dan Keislaman. http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/
islamicakademika/article/view/3242.
2Arbayah, Arbayah. 2013. “Model Pembelajaran Humanistik.”
(Jakarta,Prenada Media,2007) h.117-118
3Fadilah, Pendekatan dalam kurikulum, Bandung, Alfabeta, 2013 h.
112
4Badudu, J.S. dan Sutan Muhammad Zain. Kamus Umum Bahasa In- donesia.Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.1996.h.92
5Ali, Luqman dkk.Kamus Besar Bahasa Indonesia. jakarta: Perum Balai,Pustaka.1995.h.122
6Wahab, Abdul. Analisis Kebijaksanaan Negara. Jakarta: Rineka Cipta.1990.h.17-18
pelaku dalam belajar (students center).
Model ini digunakan dalam pembelajaran Pendidi- kan Agama Islam yang diterapkan di Universitas Prof.
Dr.Hazairin,SH atau UNIHAZ Bengkulu telah menun- jukkan suatu kegiatan pembelajaran yang sejalan dengan teori humanistik dengan pendekatan Saintifik yang dilakukan untuk menuntut keaktifan dalam keg- iatan pembelajaran mahasiswa, sehingga mahasiswa bukan hanya sebagai penerima pasif, dengan model pendekatan saintifik pada kegiatan perkuliahan ma- hasiswa akan merasa senang, bergairah, berinisiatif dalam mengikuti perkuliahan dan akan terjadi pe- rubahan pola pikir, perilaku dan sikap bagi mahasiswa tersebut. Berdasarkan dengan penjelasan tersebut maka penulis akan membahas “Penerapan Teori Hu- manistik dengan Pendekatan Saintifik”Adapun fokus dalam penelitian ini yaitu, bagaimana penerapan pendekatan saintifik melalui teori humanistik dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Universitas Prof.Dr.Hazairin,SH atau UNIHAZ Bengkulu.
Penerapan menurut J.S. Badudu dan Sutan Mu- hammad Zain yang ditulis dalam buku yang berjudul Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah cara, hal atau hasil.4 Hal yang serupa juga dijelaskan oleh luk- man Ali, dkk, tentang penerapan menurut Kamus Be- sar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah memasangkan atau mempraktekkan.5 Berdasarkan pengertian pen- erapan tersebut, penulis menyimpulkan bahwasanya penerapan merupakan cara atau praktek, baik di- lakukan individu maupun kelompok dalam hal untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam buku Abdul wahab juga dijelaskan bahwasanya unsur-unsur pen- erapan adalah adanya agenda yang dilakkan, adanya sasaran dengan harapan mendapatkan manfaat atas progran yang dilaksanakan, baik lembaga maupun individu yang bertangung jawab atas pengelolaan pelaksanaan tersebut.6 Penerapan yang dimaksud da-
lam teori ini adalah teori pembelajaran pada perkulia- han dalam mata kuliah Pendidikan Agam Islam.
Mengenai dengan pembelajaran, kata pembelaja- ran tidak lepas dari kata belajar, kedua kata ini meru- pakan komponen dalam suatu pendidikan. Secara nasional pendidikan dapat dimaknai sebagai tinda- kan terencana dalam membentuk peserta didik yang produktif dalam mengembangkan potensinya seh- ingga kelak berguna bagi agama, bangsa dan negara.
Belajar merupakan hasil ransangan dan respon yang secara terus menerus diberikan penguatan (Reinforce- ment). Reinforcement yang dimaksud yaitu bagaima- na pola tingkah laku seseorang mampu untuk dikua- tan dalam proses pembelajaran sehinga mencapai hasil yang lebih baik. Kegiatan belajar pada dasarnya merupakan pemberian stimulus kepada peserta didik, agar terjadi respon yang positif pada peserta didik.
Kesedian dan kesiapan mereka dalam mengikuti proses belajar mengajar akan mampu menimbulkan respon yang baik terhadap stimulus yang diberikan.
Dalam kegiatan pembelajaran tentu ada target atau tujuan yang ingin dicapai sebagaimana dijelas- kan Nana Sudjana bahwa ada beberapa aspek yakni, kognitif, psikomotorik, efektif.7 Di sisi lain belajar ada- lah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat un- tuk memperoleh pengetahuan, dengan pengetahuan yang dimilikinya maka meninggikan derajat hidup seseorang. Dalam hal memanusiakan manusia, maka dalam pendidikan mewajibkan bagi setiap manusia untuk menuntut ilmu sehingga dia akan menjadi ma- nusia yang lebih bermartabat. Proses suasana be- lajar dan pembelajaran yang dapat merangsang perkembangan potensi mahasiswa dapat terjadi ke- tika bertemunya dua unsur, yakni Dosen dan Maha- siswa. Dengan begitu untuk mewujudkan pembelaja- ran yang efektif dan efisien maka diperlukanya Dosen yang mampu menerapkan suatu teori pemebelajaran.
Salah satu teori yang ada khususnya dalam pembela-
7Sudjana, Nana. Penelitian Proses Hasil Belajar Mengajar. Bandung:
Remaja, Rosdakarya.2010.h.22
8Rahmawati, Maria Magdalena Emy, dan C. Asri Budiningsih. 2014. “”
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan 1 (2): 123–38. https://doi.org/10.21831/
Tp.V1i2.2524.
9Qodir, Abd. 2017. “Teori Belajar Humanistik Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa.” Pedagogik: Jurnal Pendidikan 4https://ejournal.
unuja.ac.id/index.php/pedagogik/article/view/17.
10Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. 2017.
h.25
11Baharun, Hasan.“Penerapan pembelajaran active learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa di madrasah.” PEDAGOGIK: Jurnal Pen- didikan 1 (1).2015. h.22-25
12Dimyati, Mudjiono.Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.1999.h.17-18
jaran adalah teori humanistik.
Humanistik merupakan bagian dari aliran psikologi yang dicetuskan sejak tahun 1950-an, aliran ini secara jelas dan terbuka umtuk memperhatikan terkait den- gan dimensi dan konteks manusia dalam mengem- bangakan aliran humanistik. Secara etimologi hu- manistik merupakan aliran yang mengkaji tentang manusia. Humanistik diartikan “manusiaisme”, mak- sudnya ialah humanistik merupakan konsep tentang mausia sebagai pusat eksistensi. Teori humanistik ini memfokuskan dan menitikberatkan kepada perilaku manusia. Dalam pembelajaran humanistik dikatakan berhasilnya suatu pembelajaran apabila peserta didik dalam hal ini adalah mahasiswa yang memahami lingkunganya dan dirinya sendiri, dengan begitu ma- hasiswa akan berusaha dalam prosesnya agar terca- painya akktualisasi diri dengan sebaik-baiknya.
Humanistik dengan penerapan pendekatan sain- tifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
sangat cocok digunakan atau diterapkan untuk dire- alisasikan, karena dengan teori ini digunakan untuk memudahkan baik Dosen maupun Mahasiswa dalam proses belajar dan pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Mata kuliah Dasar Umum diharapkan mampu untuk men- jalankan peranya dalam membentuk pribadi muslim (Mahasiswa) yang sesuai dengan karakter pendidikan islam, baik dalam aspek moral, perilaku, maupun teknologi yang berceriminkan pada kaidah ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.8
Pendekataan saintifik dapat disebut juga sebagai bentuk pengembangan sikap baik religi maupun so- sial, pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mengaplikasikan materi pelajaran. Dalam pendekatan ini mahasiswa tidak lagi dijadikan sebagai objek pem- belajaran tetapi dijadikan subjek pembelajaran, dos- en hanya sebagai fasilitator dan motivator saja. Dosen tidak perlu menjelaskan semua tentang apa yang ada dalam materi, justru dosen perlu menciptakan kreati- fitas dalam pembelajaran dengan tujuan memberikan
stimulus kepada mahasiswa untuk melakukan keg- iatan ilmiah atau saintifik yaitu kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar atau mengasosiasi serta mampu mengkomunikasikan materi yang disampai- kan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Dalam pengertian pendekatan saintifik ada beberapa langkah-langkah menurut peraturan pemerintah pen- didikan dan kebudayaan (Permendikbud) nomor 81 A tahun 2013 lampiran empat yaitu proses pembe- lajaran dalam kurikulum tematik terpadu terdiri atas lima kegiatan pengalaman belajar pokok yang disebut dengan kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan (pendekatan saintifik).9
Pendekatan saintifik termasuk ke dalam pembe- lajaran Active learning (belajar aktif) pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stim- ulus dan respons mahasiswa dalam perkuliahan, se- hingga pembelajaran pada saat perkuliahan menjadi hal yang menyenangkan serta tidak menjadi hal yang membosankan. Dengan strategi yang diberikan dos- en melalui belajar aktif pada mahasiswa akan dapat membantu ingatan (memory) mereka, sehingga dapat mengantarkan kepada tujuan dari materi pembelaja- ran dengan efektif dan efisien, dengan begitu ketika dosen dan mahasiswa dapat menjadi satu unsur da- lam mencapai manusia yang religius dan bermarta- bat. Maka dari itu dosen sebagai fasilitator hendaknya menerapkan pembelajaran yang baik dan benar se- maksimal mungkin utamanya dalam segi pendidikan agama.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah merupakan penelitian lapangan dengan jenis peneli- tian kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan metode yang bersandar filsafat positivisme, seba- gaimana filsafat positivisme dilakukan pada penelitian yang sifatnya alamiah. Metode kualitatif berfungsi memperoleh data yang mendalam secara faktual dan
13Goble, Frank G.Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Yogyakarta:
Kanisius.1987.h.125
14Glaser, Frank G.Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Yogyakarta:
Kanisius.1987.h.117-118
16Kumara, Amitya. 2004. “Model Pembelajaran Active Learning” Yog- yakarta Sebagai Upaya Peningkatan Life Skills.” Jurnal Pendidikan 31 (2):
63–91. https://doi.org/10.22146/jpsi.7060
mengandung makna yang sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, dalam peneli- tian ini tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna yang terkandung di dalamnya.10 Dengan penelitian kualitatif ini penulis akan mudah untuk mengungkapkan secara sistematis dan faktual berkaitan pelaksanaan penerapan teori humanistik dengan pendekatan saintifik pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Univesitas Prof.
DR.Hazairin,SH Bengkulu.
Sumber data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari penelitian di lapangan yang diperoleh melalui infor- masi yang terdiri dari Mahasiswa dan Dosen lainya yang berhubungan dengan data ini. Kemudian data skunder yakni temuan beragai kajian literatur pusta- ka. Dalam metode penelitian kualitatif ini melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, sebagai in- strumen yang harus dilakukan dalam penelitian untuk mengumpulkan data tersebut.
Langkah utama dalam penelitian dapat dilihat dari teknis pengumpulan data yang dilakukan. Maka dari itu pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu: observasi. Observasi adalah teknik yang di- lakukan dalam penelitian kualitatif dengan melaku- kan pengamatan pada objek penelitian. Wawancara adalah teknik penelitian yang dilakukan dengan memberikan pertanyaan dengan maksud memper- oleh informasi yang sesuai dengan topik penelitian.
Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menganalisis dokumen yang terkait den- gan penelitian, baik tertulis, tergambar maupun elek- tronik.
PEMBAHASAN
Dalam teori humanistik, dapat dikatakan bahwa setiap insan yang diciptakan di muka bumi ini sebagai makluk dengan fitrahnya masing-masing dan akan mengembankan fitrahnya tersebut secara optimal.11 Maksud dari fitrah dalam pendidikan humanistik ini adalah potensi-potensi yang dapat dikembangkan.
Pendidikan humanistik adalah salah satu model yang berpandangan bahwa manusia diciptakkan tuhan
dengan fitrahnya dalam pendidikan. Jadi, manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan fitrahnya harus mampu mengembangkan potensinya. Maka posisi pendidikan disamping itu adalah membangun proses-proses humanisasi, dalam arti membimbing dan membina manusia agar berlaku dan diperlaku- kan dengan baik, adil, dan berhubungan dengan baik serta menyuarakan kebenaran dan sebagainya. Den- gan begitu jelaslah bahwa pendidikan humanis ber- orientasi pada pengembangan manusia, menekankan nilai-nilai manusiawi, dan nilai-nilai kultural dalam pendidikan. Pendidikan yang humanistik diharapkan dapat mengembangkan dan membentuk manusia berfikir, bertindak sesuai dengan nilai-nilai luhur ke- manusiaanya.12
Frank G dalam tulisanya memberikan penjelasan bahwasanya dalam pendidikan yang humanistik bah- wa konsep dari pemikiran pendidikan ini merupakan konsep yang menghormati martabat dan harkat manu- sia. Pendidikan humanistik menerapkan prinsip-prin- sip humanistik dalam pengembangan dan prosesnya.
Aliran humanistik ini mendorong untuk meningkatkan kualitas manusia melalui potensi-potensi yang dimiliki seseorang. Sembari terjadinya perubahan sesuai den- gan tuntutan zaman yang terus berkembang, maka otomatis proses pendidikanpun berubah, dengan pe- rubahan tersebut humanistik memberikan arah yang signifikan untuk pencapaian tujuan tersebut.13
Pendekatan humanistik lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana manusia memban- gun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Ke- mampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanism yang memfokuskan pengajaranya pada pengembangan kemampuan positif. Dalam teori hu- manistik dengan pendekatan saintifik pada proses pembelajaran dosen mengarahkan dan melibatkan mahasiswa untuk berfikir induktif, dalam arti keterli- batan mahasiswa secara aktif pada proses pembela- jaran dengan menciptakan suasana perkuliahan yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. Glasser memberikan pendapat bahwa kegiatan ini dapat di-
lakukan dengan diskusi kelompok, seingga timbulnya interaksi dalam suasana pembelajaran dan mahasiswa dapat mengemukkan pendapatnya masing- masing.14 Dalam hal ini dosen hanya bertugas sebagai fasilitator yang membimbing dan membantu mahasiswa untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
Penerapan Teori Humanistik dengan Pendekatan Saintifik pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Universitas PROF.DR.HAZAIRIN,SH Bengkulu
Universitas PROF.DR.HAZAIRIN,SH merupakan Perguruan Tinggi yang berbasis umum, yang pada mata kuliah pendidikan agama islam dikelompokkan dalam jenis mata kuliah umum dasar (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib umum yang harus di- ambil oleh mahasiswa disemester awal. Pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam, universitas ini telah menerapkan pendekatan saintifik. Sebagaimana telah dijelaskan dalam kajian pustaka di atas bahwasannya teori belajar humanistik dengan mengimplementasi- kan pendekatan saintifik merupakan teori yang me- nekankan pada keaktifan dan melibatkan mahasiswa dalam proses perkuliahan, sehingga mereka lebih merespon dan aktif dengan materi perkuliahan yang diberikan dan memudahkan untuk memahami da- lam belajar dan adanya perubahan bagi mahasiswa.
Keberhasilan dalam penerapan pendekatan saintifik yang diterapkan dilihat dengan bagaimana metode ajar yang dilakukan oleh dosen. Sehubungan dengan hal tersebut penulis telah melaksanakan penelitian ter- hadap dosen Pendidikan Agama Islam yang menerap- kan teori humanistik dengan pendekatan saintifik yang dilaksanakan di Universitas Prof.DR.Hazairin,SH atau yang lebih dikenal dengan UNIHAZ BENGKULU.
Keterangan yang diberikan oleh pendidik (Dos- en) Pendidikan Agama Islam di Universitas Prof.
DR.Hazairin,SH atau Unihaz Bengkulu menjelaskan bahwa konsep penerapan teori humanistis dengan pendekatan saintifik dalam Mata Kuliah Umum Dasar (MKDU) Pendidikan Agama Islam adalah suatu usa- ha yang menempatkan manusia sebagai manusia, yang sesuai dengan cara pandang ajaran agama Is- lam itu sendiri. Teori humanistik dengan pendekatan saintifik ini menerapkan proses kegiatan perkuliahan
yang memberikan ilmu pengetahuan berlandaskan keimanan yang disertai hubungan manusia dengan Tuhannya, dan hubungan manusia dengan manu- sia.15
Dari penjelasan atau uraian informan tersebut, dapat disimpulkan bahwa teori humanistik dengan pedekatan saintifik merupakan kegiatan belajar yang berproses untuk mengembangkan fitrah yang berori- entasi pada manusia yang seutuhnya mealalui keg- iatan ilmiah yaitu 5M mengamati,manya,mencoba, mengasosiasi dan mampu mengkomuunikasikannya, sehingga bisa diimplementasikan didalam kehidu- pan mahasiswa dengan ilmu agama yang berland- sakan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Berkenaan dengan fitrah maka perlu untuk memperhatikan rasa tanggung jawab terhadap hubungannya dengan Al- lah SWT maupun dengan sesama manusia, hingga mahasiswa memiliki nilai spritual, kesalehan dan keagamaan. Hal ini dikarenakan pada saat ini yang dibutuhkan masyarakat, negara, dan bangsa maupun diri sendiri adalah terbentuknya suatu pola dan proses pendidikan yang seharusnya menempatkan manusia yang seutuhnya, yaitu: manusia yang memiliki po- tensi psikis, fisik dan spritual yang harus dibimbing, sehingga bisa untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki.
Penerapan teori humanistik melalui pendeka- tan saintifik dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Pendidikan Agama Islam di Universitas Prof.DR.Hazairin,SH atau Unihaz Bengkulu misalnya adanya penekanan kepada aktifitas atau keaktifan Mahasiswa dalam proses kegiatan perkuliahan den- gan menciptakan suasana perkuliahan yang aktif, ino- vatif, kreatif serta menyenangkan melalui sajian ma- teri perkuliahan yang menarik yang berorientasi pada potensi mahasiswa itu sendiri. Pendekatan saintifik yang menekankan kepada aktifitas mahasiswa den- gan tujuan agar mahasiswa mampu mengembangkan potensi yang terdapat pada dirinya. Oleh sebab itu dengan kondisi mahasiswa yang dituntut aktif dalam kegiatan perkulihan melalui pendekatan saintifik den- gan aspek 5M yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikannya, Maka
akan tercapai proses pembelajaran yang efektif dan aktif serta inovatif.
Dari penjelasan Dosen di atas dapat dipahami bahwa eksistensi teori humanistik melalui pendeka- tan saintifik dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Pendidikan Agama Islam di Universitas Prof.
DR.Hazairin,SH atau Unihaz Bengkulu cukup familiar.
Teori tersebut sudah dianggap sebagai referensi yang layak untuk diterapkan dalam kegiatan perkuliahan Pendidikan Agama Islam, Dengan teori ini diharapkan mampu untuk membawa mahasiswa untuk mengem- bangkan potensi dan kepribadiannya sesuai kaidah ajaran agama islam.
Penerapan teori humanistik melalui pendekatan saintifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat baik untuk diterapkan dan direalisasikan. Den- gan diterapkannya teori ini akan membawa mahasiswa untuk lebih mudah memahami, aktif, dan melakukan tindakan praktik secara langsung. Dalam pelajaran yang didemonstrasikan misalnya, bisa terjadinya re- spon dan penguatan ingatan dalam belajar. Dengan cara dosen memberikan pengulangan dan keaktifan dalam materi perkuliahan yang disajiakan dengan media menarik, seperti kombinasi video dan animasi dalam menyampaikan materi serta langsung pada penekanan pendekatan aspek 5M dalam pendekatan saintifik sehingga bisa membuat terwujudnya peruba- han perilaku pada mahasiswa ke arah yang positif.
Penerapan teori humanistik melalui pendekatan sain- tifik di Universitas Prof.DR.Hazairi,SH atau Unihaz Bengkulu pada Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Pendidikan Agama Islam dapat diterapkan dengan cara memberikan penguatan, motivasi, latihan-lati- han, diskusi, praktik lapangan serta ikut serta dalam kegiatan JURI yaitu Jum’at Religi yang menjadi wa- dah untuk mahasiswa,dosen dan masyarakat dalam memperdalam ilmu agama.
Karakteristik yang sudah diterapkan dalam kegiatan perkuliahan dengan teori humanistik melalui pendeka- tan saintifik di universitas Prof.DR.Hazairin,SH atau Unihaz Bengkulu ialah sebagai berikut: Pertama, pembelajaran berpusat pada mahasiswa, sehingga mahasiswa berperan lebih aktif dalam mengembang-
kan cara-cara belajar mandiri. Kedua, dosen mam- pu memberdayakan mahasiswa dalam terjadinya pengalaman belajar. Ketiga, dosen tidak hanya satu- satunya sumber belajar. Di sisi lain dosen adalah salah satu sumber belajar yang memberikan peluang bagi mahasiswa agar dapat memperoleh pengetahuan atau keterampilan sendiri, melalui usaha sendiri, dap- at mengembangkan motivasi dari dalam dirinya, dan dapat mengembangkan pengalaman untuk membuat suatu karya. Keempat, proses kegiatan pembelajaran bertujuan tidak hanya sekedar mengejar standar aka- demis, tapi juga dalam prosesnya ditekankan untuk mengembangkan mahasiswa secara utuh dan seim- bang. Kelima, dalam kegiatan pengelolaan pembela- jaran menekankan pada kreativitas mahasiswa, dan memperhatikan kemajuan mahasiswa untuk men- guasai materi perkuliahan yang disampaikan dengan baik. Keenam, Dosen melakukan penelitian untuk mengukur dan mengamati kegiatan dan kemajuan mahasiswa, serta mengukur keterampilan, hasil be- lajar mahasiswa serta perubahan perilaku mahasiswa sesuai dengan yang diharapkan yaitu memiliki ilmu akademis dan agamis sesuai dengan ajaran agama is- lam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan diterap- kannya teori humanistik melalui pendekatan saintifik pada Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Pendidikan Agama Islam di Universitas Prof.DR.Hazairin,SH atau Unihaz Bengkulu, Dosen menjelaskan bahwa pembe- lajaran dalam kegiatan perkuliahan berpusat pada mahasiswa sangat menyenangkan, memberdayakan semua indera dan potensi mahasiswa, menggunakan banyak media, serta disesuaikan dengan pengeta- huan yang ada. Maka dapat dikatakan bahwasannya Universitas tersebut sudah melakukan pembelajaran aktif dengan baik.
SIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penu- lis di Universitas Prof.DR.Hazairin,SH atau UNIHAZ Bengkulu, bahwa teori humanistik melalui pendeka- tan saintifik pada proses pembelajaran dalam kegia- tan perkuliahan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Pendidikan Agama Islam sudah diterapkan. Metode
tersebut juga sudah berjalan dengan baik sehingga bisa membina mahasiswa untuk belajar melakukan berbagai cara atau strategi dengan menggunakanya secara aktif. Pendektan saitifik merupakan pembelaja- ran yang menekankan kepada keaktifan pada peserta didik, sehingga mereka mampu mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya melalui kegiatan ilm- iah yaitu aspek 5M mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mampu mengkomunikasikannya.
Penerapan teori humanistik melalui pendekatan sain- tifik di Universitas Prof.DR.Hazairin,SH atau UNIHAZ Bengkulu pada kegiatan perkuliahan Mata Kuliah Umum Dasar (MKDU) Pendidikan Agama Islam diter- apkan dengan cara memberikan penguatan, motivasi, latihan-latihan, diskusi, dan praktik lapangan. Hasil yang terlihat dari penerapan teori humanistik melalui pendekatan saintifik ditandai dengan adanya respon dan perubahan perilaku yang positif pada mahasiswa seperti lebih interaktif dalam proses kegiatan perku- liahan, peningkatan motivasi belajar, penguatan daya ingat dan peningkatan sikap toleransi serta menampil- kan prilaku positif yang akademis dan agamis.
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi dan Agus Fawait. 2018. “Humanistik ; Dari Teori Hingga Implementasinya Dalam Pembe- lajaran”, Islamic Akademika: Jurnal Pendidikan dan Keislaman. http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/
index.php/islamicakademika /article/view/3242.
Ali, Luqman dkk. 1995. Kamus Besar bahasa Indonesia. jakarta: Perum Balai Pustaka.
Aprianti, Nefi. 2015 “implementasi Kurikulum Tematik Terpadu pada Mata Pelajaran Pendidikan Agam Islam melalui pendekatan saintifik”https://
ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/annizom/ar- ticle/view/3151
Arbayah, Arbayah. 2013. “Model Pembelaja- ran Humanistik.” Dinamika Ilmu 13 (2). https://doi.
org/10.21093/di.v13i2.26.
Badudu, J.S. dan Sutan Muhammad Zain. 1996.
Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Baharun, Hasan. 2015. “Penerapan pembelajaran
active learning untuk meningkatkan hasil belajar ma- hasiswa di Perguruan Tinggi.” PEDAGOGIK: Jurnal Pendidikan 1 (1).
Dimyati, Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelaja- ran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Echols , John M. dan Hassan sadhily. 1998. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Goble, Frank G. 1987. Psikologi Humanistik Abra- ham Maslow. Yogyakarta: Kanisius.
Hanafy, Muh Sain. 2014. “Konsep Belajar Dan Pembelajaran.” Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 17 (1): 66–79. https://doi.
org/10.24252/lp.2014v17n1a5.
Kumara, Amitya. 2004. “Model Pembelajaran Ac- tive Learning” Yogyakarta Sebagai Upaya Pening- katan Life Skills.” Jurnal Pendidikan 31 (2): 63–91.
https://doi.org/10.22146/jpsi.7060.
Mubayyinah, Nurrahmatika, dan Moh Yahya Ashari. 2017. “Efektivitas Metode Active Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam.” Jurnal Pendidikan Islam 1 (1): 76–93.
Nidawati, Nidawat. 2013. “Belajar Dalam Perspek- tif Psikologi Dan Agama.” Pionir: Jurnal Pendidikan.
https://www.jurnal.arraniry.ac.id/index.php/Pionir/ar- ticle/view/153.
Qodir, Abd. 2017. “Teori Belajar Humanistik Da- lam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa.” Pedagogik:
Jurnal Pendidikan 4 (2). https://ejournal.unuja.ac.id/
index.php/pedagogik/article/view/17.
Rahmawati, Maria Magdalena Emy, dan C. Asri Budiningsih. 2014. “Pengaruh Mind Gaya Belajar Terhadap Pemahaman Konsep mahasiswa .” Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan 1 (2): 123–38. https://
doi.org/10.21831/Tp.V1i2.2524.
Sanusi, Uci. 2013. “Pembelajaran Dengan Pendekatan Humanistik (Penelitian
Pada MTs Negeri Model Cigugur Kuningan).” Jur- nal Taklim 355.
Sudjana, Nana. 2010. Penelitian Proses Hasil Be- lajar Mengajar. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Sugiharto, Bambang. 2013. Humaniora dan Humanisme. Bandung: Pustaka Matahari.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana. 2017. Metode Penelitian Pen- didikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Suprihatin, Suprihatin. 2017. “Pendekatan Hu- manistik Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidi- kan Agama Islam.” POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam 3 (1): 82–104. https://doi.org/10.24014/poten- sia.v3i1.3477.
Tang, Muhammad. 2018. “Pengembangan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Merespon Era Digital.” FIKROTUNA 7 (1):
717– 40. https://doi.org/10.32806/jf.v7i1.3173.
Wahab, Abdul. 1990. Analisis Kebijaksanaan Neg- ara. Jakarta: Rineka Cipta.
Yuna Wirul Fitriani, 17201153073. 2019. “implemn- tasi model role palying dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” Skripsi. IAIN Tulungagung.