Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang yang
Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2
Thesis
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Magister Pendidikan
Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang
Oleh:
Asep Achmad Muhlisian 1102675
PENDIDIKAN BAHASA JEPANG
SEKOLAH PASCASARJANA
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang
Yang Terdapat Dalam Karya ilmiah Mahasiswa S2
Oleh
Asep Achmad Muhlisian S.Pd UPI Bandung 2004
Sebuah Thesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) pada Prodi Pendidikan Bahasa Jepang SPs UPI
© Asep Achmad Muhlisian 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
Juli 2013
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Thesis ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian, dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.
LEMBAR PENGESAHAN
Menyetujui,
Pembimbing I, Pembimbing II,
Dr. Dedi Sutedi, M.A., M.Ed Dr. Wawan Danasasmita, M.Ed NIP 196605071996011001 NIP 195201281982031002
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Sekolah Pascasarjana
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRAK
Tesis ini berjudul Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang yang Terdapat dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 yang muncul atas dasar pemikiran bahwa Penerjemahan pada prosesnya merupakan suatu hal yang compleks. Pada proses penerjemahan karya ilmiah bahasa Jepang, waktu untuk menerjemahkan sangat sempit karena pembelajar biasanya memulai proses penerjemahan setelah seluruh laporan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia selesai dari mulai pendahuluan sampai kesimpulan dan saran. Dengan demikian, besar kemungkinan bahwa dalam proses penerjemahan banyak sekali ditemukan permasalahan yang dapat menyebabkan timbulnya kesalahan penerjemahan. Pokok permasalahan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan mengenai kesalahan apa saja yang muncul dalam penerjemahan karya ilmiah bahasa Indonesia kedalam bahasa Jepang; dan apa penyebab munculnya kesalahan tersebut.
Metode penelitian ini menggunakan Salah satu jenis penelitian kualitatif deskriptif adalah berupa penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus (Case Study) dan fenomena yang menjadi kasus dalam penelitian ini adalah kesalahan penerjemahan karya ilmiah bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang yang kerap muncul dan difokuskan pada karya ilmiah tesis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesalahan penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang yang bersumber dari 9 tesis mahasiswa bahasa Jepang, berfokus pada analisis kesalahan sintaksis yang muncul dalam penerjemahan.
Berdasarkan hasil pengolahan data, kesalahan yang muncul terbagi menjadi 4 kategorisasi, 1) kesalahan partikel, 2) kesalahan kata, 3) kesalahan struktur kalimat bahasa Jepang, dan 4) kesalahan penerjemahan kalimat secara menyeluruh yang mengakibatkan kegagalan mentransfer maksud bahasa sumber.Dari keempat kategori tersebut terdapat 186 kesalahan yang muncul. Kesalahan sebagian besar berupa mistakes dalam bentuk kesalahan lokal (local error) sedangkan kesalahan error dalam bentuk global error banyak ditemukan pada kategori kesalahan mentransfer maksud bahasa sumber dan sedikit di kesalahan penulisan kanji. Penyebab terjadinya kesalahan tersebut disebabkan oleh 5 faktor, yaitu, 1) Language Transfer, 2) Overgeneralization 3) Transfer of Training, 4) Learning Strategy 5) Communication Strategy. Penyebab terjadinya kesalahan yang menonjol selain 5 faktor diatas adalah kesalahan yang terjadi akibat kesalahan penggunaan bahasa sumber (bahasa Indonesia) itu sendiri yang menyebabkan penerjemahan menjadi tidak baik dan kesalahan performansi.
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Abstract
This thesis entitled Analysis of Japanese Language Translation Errors Contained in Scientific Paper made by graduate Students that appears on the premise that the translation process is a matter that compleks. The process of translating Japanese scientific work, the time to translate very narrow because learners typically begin the process of translating the entire report after the Indonesian scientific work completed from start to preliminary conclusions and suggestions.
Thus, it is probable that in the translation process once discovered many problems that can cause translation errors. The subject matter of this research is to answer questions about any errors that appear in the translation of scientific works into Japanese, Indonesian, and what the cause of the error.
This research method using One type of research is a descriptive qualitative research method or approach a case study (Case Study) and phenomena that to be the case in this study was a mistake Indonesian translation of scientific works into Japanese who often appears and is focused on scientific work thesis.
This study aims to see the error of Indonesian translation into Japanese sourced from 9 Japanese student thesis, focusing on the analysis of syntax errors appear in translation. Based on the results of data processing, the error that appears is divided into 4 categorization, 1) errors particle, 2) the error says, 3) Japanese sentence structure errors, and 4) the overall sentence translation mistakes that lead to failure of transfer intent language sumber.Dari four categories There are 186 error appears. Errors are mostly mistakes in the form of local errors (local error) while the error in the form of the global error error found in many categories of intent to transfer error bit in the source language and kanji writing errors. The causes of these errors are caused by five factors, namely, 1) Language Transfer, 2) Overgeneralization 3) Transfer of Training, 4) Learning Strategy 5) Communication Strategy. The cause of the error that stands apart above 5 factors are errors that occur due to improper use of the source language (Indonesian) itself which causes a bad translation and error performance
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
VIII. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang……….1
1.2 Rumusan Masalah………..…….….…..…6
1.3 Pembatasan Masalah………..…….….…..…7
1.4 Tujuan Penelitian……….7
1.5 Manfaat Penelitian……….…………..7
1.6 Sumber Data……….………8
1.7 Sistematika Pelaporan……….…….8
IX. BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Penerjemahan……….……….…11
2.2 Jenis Terjemahan……….………..13
2.3 Kompleksitas Penerjemahan……….………16
2.4 Kesalahan Berbahasa……….………17
2.5 Definisi Sintaksis……….………..23
2.6 Kesalahan Sintaksis……….…………..30
X. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian……….………….31
3.2 Sumber Data……….……….….33
3.3 Teknik Pengumpulan Data……….………...35
3.4 Instrumen Penelitian……….………….37
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
XI. BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Jenis-jenis Kesalahan Penerjemahan………....….…..41
4.1.1 Kesalahan Penggunaan Partikel……….….…....42
4.1.1.1 Kesalahan Penggunaan Partikel no………....43
4.1.1.2 Kesalahan Penggunaan Partikel wo………....49
4.1.1.3 Kesalahan Penggunaan Partikel ga………....52
4.1.1.4 Kesalahan Penggunaan partikel wa………....54
4.1.1.5 Kesalahan Penggunaan Partikel de……….…………...58
4.1.1.6 Kesalahan Penggunaan Partikel ni……….…………....61
4.1.1.7 Kesalahan dikarenakan Ommision atau Addition Partikel, Kata, atau Struktur kalimat bahasa Jepang…………..…....64
4.1.2 Kesalahan Kata……….………....69
4.1.2.1 Kesalahan Ommision atau Addition kata………….………....71
4.1.2.2 Kesalahan Penggunaan Huruf Katakana yang Menimbulkan Kerancuan Makna ………..…………80
4.1.2.3 Kesalahan Penulisan Kanji Sehingga menimbulkan Kerancuan Makna……….…………....85
4.1.2.4 Kesalahan Penggunaan kata yang Tidak Sesuai dengan Kalimat………..….…89
4.1.2.5 Kesalahan Perubahan Kata dalam Kalimat……….….….100
4.1.3 Kesalahan Struktur kalimat bahasa Jepang……….….….…..104
4.1.3.1 Kesalahan Struktur kalimat bahasa Jepang Dikarenakan Omission………...…105
4.1.3.2 Kesalahan Struktur kalimat bahasa Jepang Dikarenakan Addition…………110
4.1.3.3 Kesalahan Urutan Struktur kalimat bahasa Jepang (word order) Sehingga Menimbulkan Kerancuan Makna……..…112
4.1.3.4 Kesalahan Penggunaan Bentuk Struktur kalimat bahasa Jepang……….115
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sehingga Menimbulkan Kerancuan Struktur B.Jepang…..122
4.1.4 Kesalahan Penerjemahan Kalimat Secara Menyeluruh yang Mengakibatkan Kegagalan Mentransfer Maksud Bahasa Sumber………..126
4.2 Pembahasan………...……….134
XII. BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan………..………….146
5.2 Saran……….…………155
XIII. Daftar Pustaka……….…………..156
1 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penerjemahan merupakan upaya untuk mengganti teks bahasa sumber ke
dalam teks yang sepadan dengan bahasa sasaran. Munday (2001) mendefinisikan
penerjemahan “ …as changing of an original written teks in the original verbal language
into a written teks in a different verbal language” (merupakan peralihan bahasa sumber
ke dalam bahasa sasaran dalam bentuk teks tulis). Sedangkan menurut Catford
(1969) penerjemahan adalah “ the replacement of textual material in one language by
equivalent textual material in another language” (penggantian bahasa teks dalam bahasa
sumber dengan bahan teks yang sepadan dalam bahasa sasaran).
Lebih rinci, Larson (1984) menguraikan definisi penerjemahan sebagai
pengalihan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran melalui tiga langkah
pendekatan, yaitu:
1. mempelajari leksikon, struktur gramatikal, situasi komunikasi, dan konteks
budaya dari teks bahasa sumber;
2 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. mengungkapkan kembali makna yang sama dengan menggunakan leksikon dan
struktur gramatikal yang sesuai dalam bahasa sasaran.
(Larson, 1984:3)
Dengan demikian, inti dari penerjemahan adalah suatu kegiatan yang menyangkut
keterkaitan antara dua bahasa atau lebih yang kemudian adanya transfer makna
bahasa sumber ke bahasa sasaran dengan keakuratan pesan, keterbacaan, dan
keberterimaan sehingga bermuara pada produk terjemahan yang baik.
Penerjemahan pada prosesnya merupakan suatu hal yang kompleks. Pada
proses penerjemahan karya ilmiah bahasa Jepang, waktu untuk menerjemahkan
sangat sempit karena pembelajar biasanya memulai proses penerjemahan setelah
seluruh laporan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia selesai dari mulai
pendahuluan sampai kesimpulan dan saran. Salah satu cara untuk mempercepat
proses penerjemahan yakni dengan menggunakan jasa media elektronik seperti
internet. Media ini digunakan untuk menerjemahkan karya ilmiah yang banyak
dalam waktu yang sangat terbatas. Mesin penerjemahan yang ada di internet dapat
membantu seseorang untuk mengalih bahasakan suatu bahasa ke bahasa lainnya.
Namun dalam prosesnya mesin ini hanya menerjemahkan kata perkata dan
3 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dalam struktur kalimat karena mesin ini tidak menyentuh faktor pendekatan sosial
budaya dari bahasa sasarannya. Seperti yang diungkapkan oleh Santoso (2010)
dalam penelitiannya menemukan bahwa banyak terjadi kesalahan baik pada
tataran fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik, sehingga ia berkesimpulan
bahwa sebagai sebuah mesin penerjemahan, hasil yang diterjemahkan oleh Google
belumlah sempurna. Hasil terjemahannya dapat disebut pre-translation yang masih
harus direvisi.
Selanjutnya, Kusrini (2007) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa
terdapat banyak sekali kesalahan ragam bahasa lisan yang masuk ke dalam karya
tulis dalam hal ini skripsi.
Tabel 1.1 Ragam Bahasa Lisan dalam Skripsi
4 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
~け も
副詞 あんま あま
(Kusrini, 2007:29)
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam proses penerjemahan banyak
sekali ditemukan permasalahan yang dapat menyebabkan timbulnya kesalahan
penerjemahan.
Shihabudin (2005) menjelaskan tentang permasalahan yang menimbulkan
banyaknya terjadi kesalahan dalam penerjemahan sebagai berikut.
1) Kegiatan penerjemahan itu sendiri yang memang sulit;
2) Adanya perbedaan yang substansial antara bahasa sumber dan bahasa sasaran;
3) Kurangnya penguasaan penerjemah terhadap bahasa sasaran sehingga menimbulkan gejala interferensi; dan
4) Kurangnya penguasaan penerjemah terhadap teori terjemahan.
(Shihabudin, 2005:3)
Selain itu, Amalia (2007) menyebutkan bahwa faktor budaya pun sering
menjadi penyebab terjadinya kesalahan dalam penerjemahan.
“…..kebudayaan bersifat khas, tidak ada kebudayaan yang sama, yang berarti tidak ada pula bahasa yang sama, sehingga seringkali sulit menemukan kebudayaan yang terdapat dalam tuturan bahasa sumber untuk dicarikan padanannya yang tepat dalam bahasa sasaran”(Amalia, 2007:42).
Selanjutnya, perbedaan karakteristik bahasa pun dapat menjadi penyebab
5 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dan Dahidi (2004), bahwa karakteristik bahasa Jepang dilihat dari segi huruf yang
digunakan, terdiri atas kanji, hiragana, katakana dan romaji. Dari segi kosakata,
bahasa Jepang terdiri atas wago, kango, gairaigo dan konshugo. Sedangkan dilihat
dari segi gramatikanya, bahasa Jepang berpola S-O-P yang berhukum
Menerangkan-Diterangkan (M-D) dan adanya perubahan kata pada kata kerja dan
kata sifat. Selain itu, karakteristik bahasa Jepang dilihat dari segi ragam bahasanya
terjadi akibat faktor sosial dan budaya terdapatnya dialek. Sehingga terlihat bahwa
perbedaan antara bahasa Indonesia dengan bahasa Jepang terletak dari segi huruf,
kosakata maupun tata bahasanya. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi
penyebab umum munculnya kesalahan dalam menerjemahkan teks bahasa
Indonesia ke dalam bahasa Jepang.
Melihat permasalahan di atas, penulis berpendapat perlu diadakan analisis
kesalahan terhadap penerjemahan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang
terutama dalam penulisan karya ilmiah. Analisis kesalahan menurut Norrish (1983)
dapat dipelajari secara empisis melalui Linguistic Error Analysis atau analisis
kesalahan llinguistik yang terbagi menjadi tiga jenis yakni (1) Kesalahan semantik,
6 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Analisis kesalahan linguistik di atas diperkuat oleh pendapat Erlinda (2008)
yang menjelaskan bahwa terdapat dua jenis kesalahan penerjemahan, yakni
kesalahan morfologis dan kesalahan sintaksis. Kesalahan morfologis adalah
ketidakmampuan penerjemah untuk menampilkan makna yang berasal dari
imbuhan infleksional maupun derivasional pada satu kata. Sedangkan kesalahan
sintaksis adalah ketidakmampuan penerjemah menampilkan makna atau pesan
bahasa sumber yang dicirikan oleh kesalahan urutan kata (word order) dan
penyimpangan dalam pemakaian struktur frasa, klausa, dan kalimat (incapability to
grasp meaning or messege determined by word order and deviation in using phrase structure,
clause, and sentence). Kesalahan sintaksis dikelompokkan ke dalam tiga jenis (1)
Urutan kata (word order), (2) penghilangan (omission)/penambahan (addition), dan
(3) kegagalan mentransfer maksud bahasa sumber.
Melihat hal tersebut, penulis berpendapat bahwa perlu diadakannya suatu
analisis terhadap kesalahan yang kerap muncul dalam penerjemahan karya ilmiah
mahasiswa dan dalam hal ini penulis tertarik untuk meneliti kesalahan
penerjemahan yang berdasar pada jenis analisis kesalahan linguistik sintaksis. Tema
7 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 melalui Studi kasus terhadap
Sembilan tesis Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Pasca Sarjana Universitas
Pendidikan Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.
a. Kesalahan apa saja yang muncul dalam terjemahan karya ilmiah bahasa
Jepang yang ditulis oleh mahasiswa S2 PBJ UPI?
b. Apa penyebab munculnya kesalahan tersebut ?
1.3 Pembatasan Masalah
Sesuai dengan tema penelitian ini, maka masalah penelitian ini dibatasi
hanya pada tataran sintaksis berupa kesalahan partikel, kata, struktur kalimat
bahasa Jepang dan Kesalahan penerjemahan Kalimat secara menyeluruh yang
mengakibatkan kegagalan mentransfer maksud bahasa sumber..
1.4 Tujuan Penelitian.
Tujuan dari penelitian ini adalah;
a. Untuk mengkaji, mendeskripsikan dan memilah kesalahan apa saja yang
8 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
mahasiswa S2 PBJ UPI?
b. Untuk mendeskripsikan penyebab munculnya kesalahan tersebut sekaligus
membuat pemikiran upaya mengatasi masalah tersebut.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh setelah mengetahui tujuan penulisan ini
adalah terdiri atas manfaat teoritis yakni, untuk dapat mengetahui kaidah-kaidah
penerjemahan yang baik, dan manfaat praktisnya terutama bagi dunia pendidikan
adalah dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan
penerjemahan karya ilmiah yang baik, kemudian dapat menjadi bahan acuan untuk
mengetahui bentuk penerjemahan yang baik, terutama bagi mata kuliah honyaku
(penerjemahan) dapat memperbaiki serta memberikan teknik dan metode
pengajaran honyaku (penerjemahan) sehingga dapat mengurangi dan
menghilangkan kesalahan-kesalahan yang berulang juga memberikan motivasi
dalam pengembangan silabi pendidikan terutama dibidang penerjemahan .
1.6 Sumber Data
Sumber data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah sembilan tesis
9 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pendidikan Indonesia. Sampel yang diambil untuk diteliti dari sembilan tesis
mahasiswa, hanya bagian latar belakang saja, karena penulis berpendapat bahwa
latar belakang merupakan hasil yang betul-betul pemikiran original dari penulis
tesis.
1.7 Sistematika Pelaporan
Pada bab I memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika pembahasan. Latar
belakang masalah merupakan asumsi dasar dilakukannya penelitian, dengan
mencantumkan dugaan sementara peneliti terhadap masalah penelitian. Rumusan
masalah merupakan pertanyaan yang menjadi fokus utama penelitian; dalam
penelitian ini diajukan dua pertanyaan utama. Batasan masalah merupakan garis
yang menentukan sejauh mana atau dari sudut pandang mana peneliti akan
menggali jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah. Tujuan
penelitian adalah target yang ingin dicapai lewat penelitian ini, sekaligus menjawab
pertanyaan penelitian yang dimuat dalam rumusan masalah. Manfaat penelitian
10 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Jepang. Sistematika pembahasan merupakan gambaran singkat mengenai urutan
dan isi dari laporan penelitian.
Pada bab II memaparkan tentang penelitian terdahulu dan teori-teori yang
relevan terhadap bahasan yang akan diteliti yakni teori-teori mengenai teori
penyusunan karya ilmiah yang baik, penerjemahan secara umum, penerjemahan
teks, dan teori mengenai analisis kesalahan.
Pada bab III terdapat pengertian metode penelitian, instrument, dan
sumber data penelitian, serta teknik pengolahan data mulai dari persiapan,
pelaksanaan dan laporan penelitian.
Dalam bab IV penulis mengumpulkan data berupa tesis dalam bahasa
Jepang dan bahasa Indonesia pendidikan Bahasa Jepang SPs UPI, mereduksi data,
mengkategorisasikan, menafsirkan dan mengambil simpulan dari data tersebut.
Pada bab V penulis menyimpulkan dan memberikan saran bagi penelitian
11 Asep Achmad Muhlisian, 2013
31 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Salah satu jenis penelitian kualitatif deskriptif adalah berupa penelitian
dengan metode atau pendekatan studi kasus (Case Study). Studi kasus termasuk
dalam penelitian analisis deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan terfokus pada
suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas.
Kasus yang dimaksud bisa berupa tunggal atau jamak, misalnya berupa individu
atau kelompok. Di sini perlu dilakukan analisis secara tajam terhadap berbagai
faktor yang terkait dengan kasus tersebut sehingga akhirnya akan diperoleh
kesimpulan yang akurat (Sutedi, 2009:61). Penelitian ini memusatkan diri secara
intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Data
studi kasus dapat diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan, dengan kata lain
data dalam studi ini dikumpulkan dari berbagai sumber (Nawawi, 2003). Sebagai
sebuah studi kasus maka data yang dikumpulkan berasal dari berbagai sumber dan
32 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(1986) mengemukakan bahwa metode studi kasus sebagai salah satu jenis
pendekatan deskriptif, adalah penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci
dan mendalam terhadap suatu organisme (individu), lembaga atau gejala tertentu
dengan daerah atau subjek yang sempit.
Penelitian case study atau penelitian lapangan (field study) dimaksudkan
untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang masalah keadaan dan
posisi suatu peristiwa yang sedang berlangsung saat ini, serta interaksi lingkungan
unit sosial tertentu yang bersifat apa adanya (given). Subjek penelitian dapat berupa
individu, kelompok, institusi atau masyarakat. Penelitian case study merupakan
studi mendalam mengenai unit sosial tertentu dan hasil penelitian tersebut
memberikan gambaran luas serta mendalam mengenai unit sosial tertentu. Subjek
yang diteliti relatif terbatas, namun variabel-variabel dan fokus yang diteliti sangat
luas dimensinya (Danim, 2002 ).
Menurut Bogdan dan Bikien (1982) studi kasus merupakan pengujian
secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat
penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu . Surachmad (1982) membatasi
33 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pada suatu kasus secara intensif dan rinci. SementaraYin (1987) memberikan
batasan yang lebih bersifat teknis dengan penekanan pada ciri-cirinya. Ary, Jacobs,
dan Razavieh (1985) menjelasan bahwa dalam studi kasus hendaknya peneliti
berusaha menguji unit atau individu secara mendalarn. Para peneliti berusaha
menernukan sernua variabel yang penting.
Berdasarkan batasan tersebut dapat dipahami bahwa batasan studi kasus
meliputi: (1) sasaran penelitiannya dapat berupa manusia, peristiwa, latar, dan
dokumen; (2) sasaran-sasaran tersebut ditelaah secara mendalam sebagai suatu
totalitas sesuai dengan latar atau konteksnya masing-masing dengan maksud untuk
memahami berbagai kaitan yang ada di antara variabel-variabelnya.
Fenomena yang menjadi kasus dalam penelitian ini adalah kesalahan
penerjemahan karya ilmiah bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang yang kerap
muncul dan difokuskan pada karya ilmiah tesis. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat kesalahan penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang
yang bersumber dari 9 tesis mahasiswa bahasa Jepang, berfokus pada analisis
34 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1.2 Sumber Data
Sumber data awal yang diambil sebagai objek penelitian dalam penelitian ini
adalah sembilan tesis mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang SPs Universitas
Pendidikan Indonesia dengan antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2012.
Secara rinci yang diteliti dari tesis mahasiswa yang dijadikan objek penelitian
adalah bagian Latar Belakang Penelitiannya saja, dengan pertimbangan bahwa latar
belakang penelitian merupakan pemikiran murni dari penulis tesis dalam membuat
karya tulis penelitian. Kesembilan tesis tersebut adalah:
Tabel 3.1 Objek Penelitian
No Objek Judul Tesis
1 T1 Efektifitas model pembelajaran bahasa Jepang di SMA Negeri Cisarua dengan teknik Information Gap (AY.2012)
2 T2 Gaya belajar anak-anak usia sekolah dasar dalam mempelajari bahasa Jepang (AR.2011)
3 T3 Analisis pemerolehan View Point pada pembelajar bahasa Jepang berdasarkan penggunaan Jujuhyougen dalam pengembangan wacana (MU,2012)
4 T4 Analisis Kontrastif aizuchi bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang (TI.2012)
5 T5 Transfer bahasa Indonesia terhadap realisasi tindak tutur meminta maaf para pembelajar bahasa Jepang ( JR.2011)
6 T6 Efektifitas media gambar dalam pembelajaran menulis kalimat bahasa Jepang (SD,2007)
35 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pembelajar bahasa Jepang Shokyuu 1 di JLCC Bandung (NH.2005)
8 T8 Kajian pragmatis suatu pengaruh situasi terhadap kalimat pasif tidak langsung dalam bahasa Jepang.(UK,2005)
9 T9 Ragam bahasa pria dalam animasi Jepang Tenisu no Oujisama (Prince of Tenis) yang dipergunakan oleh penutur wanita (RP.2011)
Selanjutnya data yang telah terkumpul diurutkan dengan cara diberikan penomoran
baik data berbahasa Jepang maupun bahasa Indonesia dengan tujuan agar
memudahkan penutur asli dalam melakukan pemeriksaan data . Setelah itu, data
berbahasa Jepang diserahkan kepada dua orang penutur bahasa Jepang asli untuk
diperiksa. Penutur asli bahasa Jepang berfungsi sebagai expert judgement terhadap
hasil tulisan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang SPs UPI bandung yang
menyusun tesis di atas dengan tujuan untuk mengetahui kesalahan apa saja yang
muncul dan menguatkan data mengenai penyebab kesalahan penerjemahan
tersebut muncul.
1.3 Teknik Pengumpulan data
Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang diperlukan digunakan
36 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
metode simak karena cara yang digunakan untuk memperoleh data dilakukan
dengan menyimak penggunaan bahasa. Istilah menyimak disini tidak hanya
berkaitan dengan penggunaan bahasa secara lisan tetapi juga penggunaan bahasa
secara tertulis. Metode ini mempunyai teknik dasar yang berwujud teknik sadap.
Teknik sadap disebut sebagai teknik dasar dalam metode simak karena pada
hakikatnya penyimakan diwujudkan dengan penyadapan. Dalam penelitian ini,
penyadapan penggunaan bahasa secara tertulis, karena peneliti berhadapan dengan
penggunaan bahasa bukan dengan orang yang sedang berbicara tetapi berupa
bahasa tertulis, misalnya naskah kuno, teks narasi, bahasa mass media dan lainnya.
Dalam penelitian ini teknik sadap digunakan terhadap objek penelitian bahasa
secara tertulis berupa latar belakang Sembilan tesis mahasiswa Prodi Pendidikan
Bahasa Jepang SPs UPI. Dalam praktik selanjutnya teknik sadap diikuti dengan
teknik lanjutan yang salah satunya berupa teknik catat. Teknik catat biasanya
digunakan pada penggunaan bahasa secara tertulis sebagai lanjutan dari metode
simak yang dikumpulkan diperoleh dengan menggunakan teknik catat. Dalam
penelitian ini, peneliti mencatat kesalahan-kesalahan kalimat bahasa Jepang yang
37 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Selanjutnya untuk menguatkan data yang telah diperoleh maka peneliti
melakukan wawancara terhadap penulis dari objek data yang diteliti. Arikunto
(2010:198-199) berpendapat bahwa wawancara atau kuisioner lisan adalah sebuah
dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari
terwawancara. Wawancara berdasarkan pelaksanaanya dibedakan menjadi tiga,
yakni:
a. Interviu bebas (inguided interview), yaitu pewawancara bebas menanyakan
apa saja, tetapi juga mengingat akan data apa yang akan dikumpulkan.
Dalam pelaksanaannya pewawancara tidak membawa pedoman apa yang
akan ditanyakan. Kebaikan metode ini adalah bahwa responden tidak
menyadari bahwa dirinya sedang diwawancara.
b. Interviu terpimpin (guided interview), wawancara yang dilakukan dengan
membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci seperti yang
dimaksud dalam interviu terstruktur.
c. Interviu bebas terpimpin, merupakan kombinasi antara interviu bebas dan
38 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pada penelitian ini, wawancara yang dilaksanakan untuk memperkuat data yang
telah terkumpul adalah dengan menggunakan metode interviu bebas (inguided
interview)
1.4 Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini data yang diteliti berupa data tulisan yang diperkuat
dengan wawancara. Wawancara digunakan untuk memperkuat data tulisan yang
telah di periksa penutur asli mengenai penyebab munculnya kesalahan
penerjemahan tersebut. Untuk mendapatkan data dibutuhkan alat bantu berupa
daftar pertanyaan, dan perekam. Daftar pertanyaan berisi pertanyaan-pertanyaan
yang digunakan dalam wawancara, namun daftar pertanyaan ini tidak diperlihatkan
pada responden pada saat pelaksanaan wawancara karena metode yang digunakan
adalah interviu bebas. Hasil Wawancara yang telah direkam kemudian
ditranskripsikan peneliti untuk membantu dalam analisis data.
1.5 Teknik Analisis Data
Setelah proses pengumpulan data selesai maka seluruh data perlu dianalisis.
39 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
a. Mengkaji apakah kesalahan-kesalahaan penerjemahan yang muncul
merupakan kesalahan global atau kesalahan lokal.
b. Menentukan jenis atau sumber kesalahan penerjemahan yang muncul.
c. Membandingkan kesalahan penerjemahan tersebut dengan kalimat yang
benar atau yang seharusnya ditulis.
d. Mengkaji Penyebab munculnya kesalahan penerjemahan tersebut dari sudut
pandang bahasa penutur apakah kesalahan tersebut merupakan interferensi
bahasa atau bukan.
e. Menyimpulkan hasil analisis data secara induktif, yakni cara analisis dari
kesimpulan umum atau jeneralisasi yang diuraikan menjadi contoh-contoh
kongkrit atau fakta-fakta untuk menjelaskan kesimpulan atau jeneralisasi
tersebut. Metode Induktif adalah kebalikan dari metode deduktif.
Contoh-contoh kongkrit dan fakta-fakta diuraikan terlebih dahulu, baru
kemudian dirumuskan menjadi suatu kesimpulan atau jeneralisasi. Pada
40 Asep Achmad Muhlisian, 2013
146 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V
Simpulan dan Saran
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data pada penelitian ini, maka dua
pertanyaan yang diungkapkan di BAB 1 mengenai kesalahan apa saja yang muncul
dalam terjemahan karya ilmiah bahasa Jepang yang ditulis oleh mahasiswa S2
dan apa penyebab kesalahan tersebut muncul, dapat terjawab dan dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Kesalahan yang muncul dalam terjemahan karya ilmiah mahasiswa S2 dipilah kedalam,
Tabel 5.1 Kategorisasi kesalahan
Kategorisasi Kesalahan Frekuensi Persentase
Kesalahan partikel 41 kesalahan 22%
Kesalahan kata 80 kesalahan 43%
Kesalahan struktur bahasa jepang 45 kesalahan 24% Kegagalan mentransfer maksud bahasa
sumber
20 kesalahan 11%
Jumlah 186 kesalahan 100%
Kemudian, penulis membagi kembali menjadi beberapa subkategorisasi untuk
memperjelas bentuk kesalahan sintaksis yang muncul dan sesuai dengan analisis
147 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
186 kesalahan seperti pada data berikut ini:
Tabel 5.2 kesalahan Partikel
7. Kesalahan karena omission/addition partikel pada kalimat
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan banyak kesalahan penggunaan
partikel yang dibagi menjadi 7 subkategori dengan 41 kesalahan. Berdasarkan data
kesalahan partikel bahwa kesalahan penggunaan parikel cukup tinggi yakni 11
(26.84%) kesalahan dari total 41 kesalahan penggunaan partikel yang ditemukan,
kesalahan lain yang mempunyai bobot yang sama dengan kesalahan penggunaan
partikel no adalah kesalahan yang dikarenakan penambahan atau penghilangan
parikel dalam kalimat yang sama-sama mencapai 11(26.84%) kesalahan. Untuk
kesalahan partikel lainnya, yakni kesalahan penggunaan partikel を sebanyak 4
148 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kesalahan, kesalahan penggunaan partikel sebanyak 4 (9.76%) kesalahan,
kesalahan penggunaan partikel でsebanyak 4 (9.76%) kesalahan、dan kesalahan
penggunaan partikelに sebanyak 3 (7.32%) kesalahan. Semua kesalahan partikel
yang muncul termasuk kedalam kesalahan lokal karena tidak mempengaruhi
makna yang akan disampaikan dan penyebab munculnya kesalahan tersebut
banyak diakibatkan oleh language transfer, overgeneralisasi dan beberapa kesalahan
komunikasi, transfer of training dan learning strategy.
Tabel 5.3 Kesalahan kata
Item Frekuensi Persentase
1. Kesalahan addition dan omission a. Kesalahan addition
b. Kesalahan Omission
2. Kesalahan penulisan huruf katakana 3. Kesalahan penulisan kanji
4. Kesalahan pengunaan kosakata yang tidak sesuai dalam kalimat
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan banyak kesalahan berdasarkan
kata. Kesalahan kata ini merupakan kesalahan yang paling banyak ditemukan baik
149 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ketidaksesuaian penggunaan kosakata dalam kalimat ataupun kesalahan dalam
perubahan kata yang seluruhnya berjumlah 80 kesalahan. Dari semuanya yang
paling banyak muncul adalah kesalahan penggunaan kosakata yang tidak sesuai
dalam kalimat yakni sebanyak 26 (32.50%) kesalahan. . Kemudian Kesalahan
penambahan dan penghilangan kata dalam kalimat sebanyak 22(27.85%) kesalahan,
lalu kesalahan penulisan huruf katakana sebanyak 11 (13.92%), dan kesalahan
penulisan kanji sebanyak 11 (13.92%) dan kesalahan perubahan kata sebanyak 10
(12.66%) kesalahan. Kesalahan yang muncul tidak hanya kesalahan lokal yang
tidak berpengaruh terhadap makna yang akan disampaikan namun kesalahan
global pun muncul pada kategori ini, terutama pada subkategori kanji. Penyebab
kesalahan sangat dominan muncul pada kesalahan kata ini terutama language
transfer dan overgeneralisasi sehingga kesalahan kata menduduki peringkat
pertama dengan 80 kesalahan.
Tabel 5.4 kesalahan struktur bahasa jepang
Item Frekuensi Persentase
1. Kesalahan Penghilangan (omission) 2. Kesalahan penambahan (addition) 3. Kesalahan urutan kata (word order) 4. Kesalahan bentuk struktur bahasa jepang
150 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
5. Kesalahan perubahan bentuk kata dalam kalimat 7 15.56
Total Kesalahan 45 100%
Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan banyak kesalahan berdasarkan
struktur bahasa jepang. Kesalahan struktur bahasa jepang yang ditemukan dalam
penelitian ini sebanyak 45 kesalahan, dan yang paling banyak muncul adalah
kesalahan bentuk struktur bahasa jepang sebanyak 16 (35.56%) kesalahan. Lalu
diikuti oleh kesalahan akibat penghilangan bagian dari struktur bahasa jepang
sebanyak 11 (24.44%) kesalahan, kesalahan urutan kata dan kesalahan perubahan
bentuk kata dalam kalimat sebanyak 7 (15.56%( kesalahan, dan kesalahan
penambahan dalam struktur bahasa jepang sebanyak 4 (8.89%) kesalahan.
Tabel 5.5 kesalahan kegagalan mentrasfer maksud bahasa sumber
Item Frekuensi Persentase
Kesalahan penerjemahan kalimat secara menyeluruh yang mengakibatkan kegagalan mentransfer maksud bahasa sumber
20 100
Total Kesalahan 20 100%
Berdasarkan hasil analisis data, terdapat banyak kesalahan yang
menyebabkan penerjemahan kalimat secara menyeluruh yang mengakibatkan
151 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
tidak mengerti maksud kalimat yang ditulis. Untuk kesalahan yang berakibat tidak
dimengerti oleh pembaca sebanyak 20 (100%) kesalahan. Kesalahan termasuk
kesalahan global dikarenakan maksud kalimat tidak tersampaikan yang disebabkan
oleh interferensi bahasa yang mengakibatkan tidak sampainya maksud penerjemah
ke bahasa sasaran, atau bisa juga dari pemilihan kata yang kurang tepat sehingga
menimbulkan kerancuan makna kalimat saat diterjemahkan ke dalam bahasa
Jepang. Alasan lainnya adalah bahasa Indonesianya sendiri yang tidak baik
sehingga ada saat diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang menjadi tidak tepat
sasaran. Di bawah ini data kalimat yang tidak dimengerti beserta komentar dari
orang Jepang.
2. Penyebab terjadinya kesalahan penerjemahan bahasa Jepang dalam
karya ilmiah mahasiswa S2 tersebut disebabkan oleh 5 faktor, yaitu,
a. 言語転移 Language Transfer merupakan pengaruh bahasa ibu terhadap
bahasa kedua yang dipelajari sehingga menimbulkan kesalahan
berbahasa. Kesalahan sintaksis yang disebabkan oleh faktor Language
Transfer merupakan yang paling banyak muncul terutama dalam
152 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
penerjemahan kalimat secara menyeluruh yang mengakibatkan
kegagalan mentransfer maksud bahasa sumber berupa interferensi (transfer
negatif bahasa)
b. 過 剰 一 般 化 Overgeneralization merupakan kesalahan yang disebabkan
oleh ketidakmampuan pembelajar dalam menguasai aturan-aturan
bahasa kedua (bahasa target). Kesalahan ya
c. 訓練上の転移 Transfer of Training merupakan Kesalahan yang terjadi
dikarenakan pengaruh negatif yang muncul ketika pengajar
menyampaikan materi dengan dua bahasa yang berbeda. Kesalahan
akibat transfer of training banyak muncul pada kesalahan kata.
d. 学 習 ト ラ テ ー Learning Strategy :berhubungan dengan metode
pembelajaran yang salah menimbulkan kesalahan dalam berbahasa.
Kesalahan akibat dari learning strategy banyak muncul pada kesalahan
partikel dan beberapa kesalahan kata dan struktur kalimat bahasa
Jepang.
e. コミュニケー ョン トラテ ー Communication Strategy :Kesalahan yang
153 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
berkomunikasi atau keadaan saat tidak bisa mengucapkan kata atau
ungkapan tertentu maka diganti dengan kata lain dalam berkomunikasi.
Kesalahan yang dikarenakan oleh communication strategy muncul pada
kesalahan partikel, kesalahan kata dan kesalahan struktur kalimat bahasa
Jepang.
Penyebab terjadinya kesalahan yang menonjol selain 5 faktor diatas adalah:
a. Kesalahan yang terjadi akibat kesalahan penggunaan bahasa sumber
(bahasa Indonesia) itu sendiri yang menyebabkan penerjemahan menjadi
tidak baik. Kesalahan ini dominan muncul pada kategori kesalahan
penerjemahan kalimat secara menyeluruh yang mengakibatkan kegagalan
mentransfer maksud bahasa sumber.
b. Kesalahan performansi yang diakibatkan oleh kelalaian penerjemah berupa
lapses.
Sehingga, dari hasil penelitian ini diharapkan agar dengan melihat kesalahan
154 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menerjemahkan karya ilmiah dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang,
sebaiknya tidak menerjemahkan kata perkata secara utuh atau sebelumnya melihat
dulu pedoman penerjemahan bahasa Jepang yang baik sehingga kesalahan baik
secara sintaksis maupun kesalahan lainnya tidak muncul. Melakukan pengecekan
berulang terhadap hasil terjemahan untuk memperkecil kesalahan dalam
menerjemahkan. Selain itu menjadikan alat penerjemahan elektronik hanya sebagai
pre-translation saja. Artinya setelah diterjemahkan dengan alat elektronik,
penerjemah harus tetap melakukan pemeriksaan ulang terhadap hasil terjemahan
tersebut. Juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya melakukan konsultasi
baik kepada pembimbing tesis ataupun pada penutur asli bahasa Jepang agar hasil
terjemahan mejadi baik. Selain itu, berdasarkan temuan yang menyatakan bahwa
kesalahan penerjemahan tidak hanya akibat dari kurangnya pengetahuan terhadap
bahasa Jepang, namun kurangnya pengetahuan terhadap bahasa sumber (bahasa
Indonesia) dapat menjadi penyebab terjadinya kesalahan yang fatal dalam
penerjemahan. Sehingga konsistensi untuk terus belajar agar pengetahuan terhadap
bahasa kedua yang dipelajari semakin baik sehingga dalam proses penerjemahan
155 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
bahasa sumber (bahasa Indonesia) yang baik dan benar, sehingga apabila bahasa
sumber (bahasa Indonesia) sudah baik, maka bahasa sasaran (bahasa Jepang) pun
akan menjadi baik dan tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerjemahan.
Hasil dari penelitian ini bagi dunia pendidikan adalah memberikan acuan
untuk mengetahui bentuk penerjemahan yang baik sehingga faktor kesalahan
penerjemahan yang cukup fatal dapat dihindari terutama bagi mata kuliah honyaku
(penerjemahan) dapat memperbaiki serta memberikan teknik dan metode
pengajaran honyaku (penerjemahan) sehingga dapat mengurangi dan
menghilangkan kesalahan-kesalahan yang berulang juga memberikan motivasi
dalam pengembangan silabi pendidikan terutama dibidang penerjemahan .
5.2 Saran
Saran untuk penelitian selanjutnya, dikarenakan dalam penelitian ini lebih
banyak berkutat di masalah kesalahan dilihat dari tataran sintaksisnya saja,
penelitian ini belum menyentuh tataran linguistik lainnya, seperti morfologi,
semantik, dan fonologi ataupun kategori kesalahan berbahasa lainnya. Untuk
penelitian selanjutnya penulis menyarankan agar analisis kesalahan penerjemahan
156 Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
penelitian lain agar lebih menarik. Semoga dengan adanya penelitian ini
memberikan sedikit pencerahan mengenai bagaimana menerjemahkan teks dengan
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Daftar Pustaka
Abdul Muis Badudu, Herman. 2005. Morfosintaksis: Rineka Cipta.
Amalia, Fraida. 2007. Peningkatan Kemampuan Menerjemahkan Bahasa Perancis ke dalam
Bahasa Indonesia Melalui Model Penerjemahan Pedagogis-Profesional. Tesis: UPI
Bandung.
Arifin E. Zaenal dan Junayah. Keutuhan Wacana: Grasindo.
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Catford, J.C. 1969. A Linguistic Theory of Translation, London: Oxford University Press. Corder. P. 1967. The Significance of Learner’s Error. International Review Of Applied Linguistics 5.
Pp. 161-170.
Danasasmita et all. 2001.Kamus Istilah Gramatika Bahasa Jepang, FPBS UPI. Ellis Rod. 2003 Second Language Acquisition. Oxford: Oxford University Press.
Erlinda, Rita.1998. Analisis Kesalahan Morfologis dan Sintaktis dalam Karya Terjemahan. Jurnal Studia Akademika, VI(1), 3-21.
Goro Taniguchi.1961. Tata Bahasa Lisan Djepang-Indonesia. Tokyo: Japan Indonesia Association Inc.
Indihadi Dian. Analisis Kesalahan Berbahasa. BBM.
Keraf, Gorys. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Flores: Nusa Indah.
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik Edisis III. Jakarta : PT Gramedia.
Kusrini Dewi. 2007.
卒業論文に見ら 話し言葉の影響に関す 誤用分析・修士論文・インドネシア教育
大学大学院
Larson Mildred. L.1988. Penerjemaha Berdasarkan Makna : Pedoman untuk Pemadanan Antar
Bahasa (Alih Bahasa oleh Kencanawati Taniran). Jakarta: Arcan.
Lyons John. 1999. Language and Linguistics. Cambridge University Press.
松岡
弘 2000 初級を教え 人のための日本語文法ハン ブック ス エ ネッ ワ ク
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
水谷 信子、1984 日本語教育辞典
Machall, Rohayah. 2000. Pedoman Bagi Penerjemah. Jakarta : Grasindo. Moentaha, Salihen. 2006. Bahasa dan Terjemahan. Jakarta: Kesaint Blanc.
長 和彦 誤用分析研究の現状 課題 言語習得 び異文化適応の理論的
実践的研究 広島大学教育学部日本語教育学科
2010.Pedoman Penulisan Karya Ilmiah(Laporan, Buku, Makalah, Skripsi, Tesis, desertasi) UPI Putrayasa Ida Bagus. 2006.Tata Kalimat Bahasa Indonesia: Rafika Aditama.
Robinson Douglas. 2005.Menjadi Penerjemah Profesional: Pustaka Pelajar .
Sheddy N. Tjandra.2004.Fenomena Erologi Jepang-Indonesia Pada Mahasiswa Bahasa Jepang
Tahap Menengah di Universitas Indonesia. Jurnal Makara Sosial Humaniora, Vol. 8,
Simatupang Mourits D.S. 2000.Pengantar Teori Terjemahan. Dirjen Dikti.
Surakhmad, Winarno. 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung : Tarsito.
Sudaryanto.1996. Linguistik: Identitas, Cara Penanganan Objeknya, dan hasil Kajiannya,
Yogyakarta : Duta Wacana University Press.
Sudjianto dan Dahidi, Ahmad. 2004. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc.
Santoso Imam. 2010. Analisis Kesalahan Kebahasaan Hasil Terjemahan Google Translate Teks
Bahasa Indonesia Ke dalam Bahasa Jerman, Jurnal UNY.
Swales John M, Feck Christine B. 1997. Academic Writing for Graduate Student: Essensial Task
and Skills, Michigan: The University of Michigan Press.
Asep Achmad Muhlisian, 2013
Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang Yang Terdapat Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sutedi, Dedi. 2009.Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.
武田 珂代子 修士論文 しての翻訳:その意義 方法 翻訳研究への招待
8号
Syihabudin. 2005. Penerjemahan Arab-Indonesia: Teori dan Praktik. Bandung: Humaniora.
Tarigan Henry Guntur. 1993. Prinsip-Prinsip Dasar Metode Riset Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1988. Pengajaran Pemerolehan Bahasa.Bandung:Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur dan Tarigan, Djago.1995.Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Widjono HS. 2007. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan
Tinggi. Jakarta: Grasindo.
橋本