• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V MANAJEMEN PELAKSANAAN

BAB 2 DASAR TEORI

B. Manfaat transportasi

7. Industri

Menurut UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, industri adalah segala bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri (Presiden Republik Indonesia, 2014)

BAB 3

GAMBARAN UMUM

3. 1 Kondisi Fisik 3. 1. 1 Fisik Alam

1. Topografi

Topografi yang terdapat di Kecamatan Tegowanu, tergolong pada ketinggian yang datar dengan variatif ketinggian 6,5 mdpl, 12,5 mdpl dan titik tertinggi hanya mencapai 25 mdpl. Hal ini menjadi indikasi bahwa di Kecamatan Tegowanu merupakan kawasan yang strategis untuk mengalami perkembangan, tentunya dengan mengacu pada RTRW yang berlaku.

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.1 Peta Topografi Kecamatan Tegowanu 2. Kelerengan

Kelerengan di Kecamatan Tegowanu akan selaras dengan keadaan topografi yang ada. Dengan keadaan yang topografi yang berkisar 6,5 – 25 mdpl, kemiringan lereng di Kecamatan Tegowanu berkisar pada kelas 0-8% yang jika mengacu pada SK

Mentan No.837/KPTS/Um/11/1980 maka kelerengan jenis ini termasuk pada kategori datar.

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.2 Peta Kelerengan Kecamatan Tegowanu 3. Klimatologi

Kecamatan Tegowanu memiliki curah hujan berkisar pada 2.000-2.500 mm per tahun dan untuk tahun 2018 rata-rata curah hujan perhari berkisar 118 mm. Dapat disimpulkan bahwa curah hujan di Kecamatan Tegowanu tergolong sedang jika dilihat pada rata-rata curah hujan, namun untuk perhitungan melalui rasio antara bulan kering dan bulan basah, Kecamatan Tegowanu tergolong pada kawasan dengan kategori kering.

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.3 Peta Klimatologi Kecamatan Tegowanu 4. Jenis Tanah

Jenis tanah di Kecamatan Tegowanu teridentifikasi berjenis Aluvial, dengan sub jenis Aluvial Coklat Cokem. Tahan jenis ini merupakan tanah yang berasal dari endapan alluvial atau koluvial muda dengan perkembangan profil tanah lemah sampai tidak ada (Fiantis, 2017) Tanah jenis ini biasanya cocok ditanami tanaman pertanian. Hal ini mendukung kegiatan pertaninan yang ada di Kecamatan Tegowanu, dengan catatan perlu adanya penangan khusus terkait sumber air sebagai penyalur unsur hara dari tanah ke tanaman.

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.4 Peta Jenis Tanah Kecamatan Tegowanu 5. Geologi

Selain membahas tentang jenis tanah, dalam suatu penjabaran kawasan studi perlu adanya identifikasi Jenis batuan dan geologi yang ada di kawasan tersebut.

Geologi Kecamatan Tegowanu, tertata sebagai wilayah dataran alluvium. Satuan geomorfologi dataran aluvial ini terbentuk sebagai hasil pengendapan sungai berupa material-material lepas berukuran lempung, pasir, kerikil, hingga bongkah. (Hasyim et al., 2016). Jenis geologi alluvial akan mempengaruhi pembentukan tanah di suatu kawasan. geologi di Kecamatan Tegowanu cukup berbeda jika dibandingkan dengan kawasan grobogan di bagian selatan karena di bagian selatan didominasi oleh fasies sedimen yang dibentuk pada zaman pliosen.

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.5 Peta Geologi Kecamatan Tegowanu 6. Hidrologi

a. Hidrogeologi

Pada aspek ini akan membahas tentang hidrogeologi atau keterkaitan geologi, unsur dalam tanah terhadap ketersediaan air dalam tanah dan cekungan air tanah sebagai indikasi sulit aatu tidaknya air tanah ditemukan. Kecamatan Tegowanu merupakan salah satu kecamatan yang seluruh bagiannya terlingkupi air tanah, sehingga berbeda dengan kecamatan lain di Kabupaten Grobogan, kecenderungan kekurangan air di Kecamatan Tegowanu cenderung lebih minim. Cekungan air tanah di Kecamatan Tegowanu memiliki 2 kontur yaitu kontur muka air tanah 5 m, serta kontur air tanah 10 m. Arah aliran air tanah pada kecamatan tegowanu mengarah ke utara yang berbatasan langung dengan Kabupaten Demak.

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.6 Peta Hidrogeologi Kecamatan Tegowanu

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.7 Peta Cekungan Air Tanah Kecamatan Tegowanu

b. Daerah Aliran Sungai

Selain identifikasi air tanah, dalam aspek hidrologi juga memahas terkait air permukaan. Air permukaan di Kecamatan Tegowanu berupa sungai dan saluran irigasi yang mengaliri air ke sawah. Daerah aliran sungai Kecamtan Tegowanu termasuk dalam area daerah aliran sungai Jragung. Daearah aliran sungai jragung memiliki wilayah DAS yang terletak pada wilayah sungai Jratunseluna ini dimulai dari Bendung Jragung ke arah hulu dengan luas wilayah ± 132 km2. Adapun cakupan wilayah administrasi hasil tumpang susun antara batas DAS dan wilayah administrasi yang masuk dalam wilayah studi terdiri dari 4 kabupaten yaitu mulai yang terluas Kabupaten Demak (65.145,98 ha), Kabupaten Semarang (25.931,55 ha), Kabupaten Grobogan (25.654,64 ha), dan Kota Semarang (1.304,48 ha) (Taufiq, Andawayanti, & Purwati, 2016). Dalam pengupayaan atau pengendalian secara teknis DAS Jragung dimiliki oleh BBWS Pemali Juana.

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.8 Peta DAS Kecamatan Tegowanu 7. Daerah Rawan Bencana

Untuk bagian kerawanan bencana, Kecamatan Tegowanu memiliki beberapa bencana yang sewaktu-waktu dapat datang dan membhayakan keselematan masyarakat Tegowanu sehingga perlu dilakukannya intervensi guna mengantisipasi

dan menanggulangi kebencanaan. Terdapat bencana banjir yang mengancam beberapa desa diantaranya Desa Manunsari, Desa Kejawan, Desa Tajemsari, Desa Karangpasar, Desa Curug, Desa Sukorejo, Desa Tlogorejo dan Desa Kebonagung, sejauh ini yang teridentifikasi memiliki luasan banjir terbesar adalah Desa Kejawan dan Mangunsari sebesar 77 Ha di Desa Kejawan dan 95 Ha di Desa Mangunsari. Selain bencana banjir, di beberapa desa di Kecamatan Tegowanu terindikasi memiliki bencana kekeringan, desa yang mengalami kekeringan antara lain Desa Medani, Desa Tlogorejo, Desa Sukorejo dan Desa Kebonagung.

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.9 Peta Bencana Rawan Banjir

Sumber : Bappeda, 2018

Gambar 3.10 Peta Bencana Rawan Kekeringan 3. 1. 2 Penggunaan Lahan

Berikut ini merupakan peta penggunaan lahan Kecamatan Tegowanu

Sumber :Bappeda Kabupaten Grobogan

Gambar 3.11 Peta Penggunaan Lahan Kecamatan Tegowanu

Penggunaan lahan yang terdapat di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan didominasi oleh lahan yang diperuntukan untuk budidaya pertanian. Budidaya pertanian tersebut terbagi menjadi pertanian lahan basah (teraliri irigasi) dan pertanian lahan kering (tegalan). Dominansi terbesar untuk lahan pertanian di Kecamatan Tegowanu adalah lahan pertanian basah atau sawah irigasi dengan prosentase sebesar 60.88% dari total penggunaan lahan. Hal ini berarti Kecamatan Tegowanu memiliki sistem irigasi untuk mengaliri sawah-sawah tersebut dan berbasis pertanian pangan dengan hasil komoditas padi. Sedangkan untuk penggunaan lahan terkecil adalah perkantoran dengan prosentase 0.01% dari total penggunaan lahan di Kecamatan Tegowanu. Hal ini dikarenakan kegiatan utama masyarakatnya adalah bertani. Berikut adalah presentase penggunaan lahan berdasarkan jenisnya di Kecamatan Tegowanu

Sumber : Olah Data, Kelompok 2

Gambar 3.12 Presentase Penggunaan Lahan di Kecamatan Tegowanu 3. 1. 3 Sarana

Dokumen terkait