• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inspeksi Keselamatan Jalan Daerah Rawan Kecelakaan

Dalam dokumen KKW 2024 Abdu Muhammad Hagkhan (1) (Halaman 68-114)

TEKNIK ANALISIS DATA DAN PEMECAHAN MASALAH

5.1 Inspeksi Keselamatan Jalan Daerah Rawan Kecelakaan

55

BAB V

56

Tabel V. 2 Kecelakaan Berdasarkan Waktu Kejadian

Waktu (WIB)

Jumlah Kecelakaan

Total %

2019 2020 2021 2022 2023

06.00 - 19.00 10 9 10 7 6 42 51,85%

19.00 - 06.00 8 6 13 4 8 39 48,15%

Jumlah 18 15 23 11 14 81 100,00%

Sumber: Hasil Analisis, 2024

Berdasarkan tabel diatas, bahwa kecelakaan pada malam hari pukul 19.00 – 06.00 sebesar 48,15%, yang Dimana hal ini menjadi perhatian dalam pelaksaan inspeksi keselamatan jalan pada ruas jalan ini.

Tabel V. 3 Kecelakaan Berdasarkan Jenis Tabrakan No Tipe Tabrakan Jumlah Kecelakaan

Total % 2019 2020 2021 2022 2023

1 Menabrak Objek

Tetap 2 2 2 1 3 10 12,35%

2 Tabrak Depan -

Belakang 4 3 4 1 2 14 17,28%

3 Tabrak Depan -

Depan 7 6 10 7 6 36 44,44%

4 Tabrak Depan

Samping 1 2 4 1 0 8 9,88%

5 Kehilangan

Kontrol 4 2 3 1 3 13 16,05%

Total 18 15 23 11 14 81 100,00%

Sumber: Hasil Analisis, 2024

Berdasarkan tabel diatas bahwasanya setiap tahunnya pada ruas jalan Raya Tomo ini terjadi kecelakaan menabrak objek tetap dengan presentasi 12,5% selama 5 tahun terakhir. Oleh karena itu perlu dilakukanya inspeksi keselamatan jalan pada ruas jalan ini. Berikut ini penjelasan mengenai data inspeksi keselamatan jalan pada ruas Jalan Raya Tomo di Kabupaten Sumedang:

57 5.1.1 Inspeksi Keselamatan Jalan Segmen 1

Pada ruas Jalan Raya Tomo segmen 1 memiliki lebar tiap lajur 3,3 m, lebar jalan 6,6 m, lebar bahu kiri 1,5 m, lebar bahu kanan, lebar drainase kiri dan kanan. berikut ini adalah gambar penampang melintang segmen 1:

Sumber: Dokumentasi

Gambar V. 1 Geometrik jalan Segmen 1

Pada kondisi ruas jalan geomterik segmen 1 dapat dilihat bahwasanya kondisi arus lalu lintas sepi pada ruas jalan Raya Tomo, pada jalan ini tidak memiliki drainase, kondisi marka pada jalan ini baik.

1. Kondisi Fasilitas Perlengkapan Jalan

Pada saat dilakukan survei inventarisasi perlengkapan jalan yang bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kekurangan perlengkapan jalan pada ruas jualan tersebut.

Berikut merupakan hasil perlengkapan jalan pada segmen 1:

a. APILL Warning Light

Pada segmen 1 tidak terdapat warning light pada sepanjang jalannya.

58 b. Rambu Lalu Lintas

Pada segmen 1 terdapat 2 rambu peringatan, dan 1 rambu petunjuk.

Sumber: Dokumentasi

Gambar V. 2 Kondisi Rambu Segmen 1

c. Penerangan Jalan Umum

Pada jalan Raya Tomo segmen 1 terdapat 4 LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) dan terdapat 1 lampu yang rusak.

59

Tabel V. 4 Inpeksi Keselamatan Jalan Segmen 1

NO FOKUS

PEMERIKSAAN SEGMEN 1

KONDISI Standar Teknis

Keselamatan

Hasil Pengukuran

Sesuai / Tidak

Keterangan

1 Kondisi Umum

Lebar Jalur Lalu Lintas 11 m (PP No 34 Tahun

2006)

7 m Tidak Lebar lalu lintas per jalur sebesar 7m tidak sesuai dengan standar teknis

keselamatan

Median 1,70 m Tidak Tidak Tidak terdapat median

Separator 1,25 m Tidak Tidak Tidak terdapat separator

Bahu Jalan 2 m

(PP No 34 Tahun 2006)

1,5 m Tidak Lebar bahu jalan 1,5 m tidak diperkeras

Trotoar - - Tidak -

Drainase 0,5 m

(PP No 34 Tahun 2006)

0,5 m Sesuai Lebar drainase 0,5 meter dalam kondisi terbuka

60 2 Alinyemen Jalan

Lebar Lajur 5,5 m

(PP No 34 Tahun 2006)

3,5 m Tidak

Lebar jalur dengan perkerasan 2 x 3,5 m tidak sesuai standar

Lebar Perkerasan 5,5 m 3,5 m Tidak Lebar jalur dengan perkerasan 2 x 3,5 m tidak sesuai standar

3 Penerangan Jalan Lampu Penerangan

Jalan

- Ada Sesuai

Jumlah lampu penerangan jalan tidak sesuai standar

Penempatan Jarak Minimal 30 m berdasarkan

panduan perlengkapan jalan

tahun 2010

50 m Sesuai Penempatan jarak antar penerangan jalan umum rata-rata berjaran 50

4 Rambu dan Marka Kesesuaian Marka dan Rambu sesuai standar

Tinggi 175-265 cm Daun Rambu Sedang

600mm (PM 13 tahun 2014)

180 cm Sesuai Ketinggian dan ukuran daun rambu rata-rata sudah sesuai

61 Kondisi Marka dan

Rambu

Rambu dalam kondisi yang baik,

terlihat jelas dan tidak pudar sehingga

terlihat jelas bagi pengendara

Baik Sesuai Kondisi rambu sebagian besar dalam keadaan baik, ada beberapa rambu

dalam keadaan rusak

5 Lansekap

Pepohonan Jarak pepohonan minimum 0,5 m dari

garis tepi jalan (PM PU No 5 Tahun

2012)

0,4 m Tidak Terdapat pohon besar di beberapa titik yang terlalu dekat dengan badan

jalan dan dahan yang menjulur ke badan jalan

62 5.1.2 Inspeksi Keselamatan Jalan Segmen 2

Pada ruas jalan Raya Tomo segmen 2 lebar tiap lajur 3,5 m, lebar jalan 7 m, lebar bahu kiri dan kanan jalan 1,5 m, dan lebar drainase kiri 0,5 m. Berikut ini gambar visualisasi segmen 2.

Sumber: Dokumentasi

Gambar V. 3 Geometrik Jalan Segmen 2

Pada gambar diatas dapat terlihat kondisi lalu lintas pada segmen 2 dalam kondisi baik, dengan kondisi bahu jalan pada segmen 2 dalam kondisi buruk, drainase pada segmen 2 dalam kondisi terbuka.

1. Fasilitas perlengkapan jalan

Pada ruas jalan raya Tomo dilakukan inventarisasi perlengkapan jalan yang bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kekurangan perlengkapan jalan pada ruas jalan tersebut. Berikut merupakan hasil perlengkapan jalan pada segmen 2.

a. Rambu Lalu Lintas

Pada segmen 2 terdapat 1 buah rambu peringatan yang dimana kondisi rambu tersebut sudah kotor sehingga rambu sulit untuk dimengerti oleh pengguna jalan.

63 Sumber: Dokumentasi

Gambar V. 4 Kondisi Rambu Lalu Lintas Segmen 2

b. Penerangan jalan Umum

Pada segmen 2 terdapat 2 buah lampu penerangan jalan dalam kondisi baik.

64

Tabel V. 5 Inspeksi Keselamatan Jalan Segmen 2

NO FOKUS

PEMERIKSAAN SEGMEN 2

KONDISI Standar Teknis

Keselamatan

Hasil Pengukuran

Sesuai / Tidak

Keterangan

1 Kondisi Umum

Lebar Jalur Lalu Lintas 11 m (PP No 34 Tahun

2006)

7 m Tidak Lebar lalu lintas per jalur sebesar 7m tidak sesuai dengan standar teknis

keselamatan

Median 1,70 m Tidak Tidak Tidak terdapat median

Separator 1,25 m Tidak Tidak Tidak terdapat separator

Bahu Jalan 2 m

(PP No 34 Tahun 2006)

1,5 m Tidak Lebar bahu jalan 1,5 m tidak diperkeras

Trotoar - - Tidak -

Drainase 0,5 m

(PP No 34 Tahun 2006)

0,5 m Sesuai Lebar drainase 0,5 meter dalam kondisi terbuka

65 2 Alinyemen Jalan

Lebar Lajur 5,5 m

(PP No 34 Tahun 2006)

3,5 m Tidak

Lebar jalur dengan perkerasan 2 x 3,5 m tidak sesuai standar

Lebar Perkerasan 5,5 m 3,5 m Tidak Lebar jalur dengan perkerasan 2 x 3,5 m tidak sesuai standar

3 Penerangan Jalan Lampu Penerangan

Jalan

- Ada Sesuai

Jumlah lampu penerangan jalan tidak sesuai standar

Penempatan Jarak Minimal 30 m berdasarkan

panduan perlengkapan jalan

tahun 2010

50 m Sesuai Penempatan jarak antar penerangan jalan umum rata-rata berjaran 50

4 Rambu dan Marka Kesesuaian Marka dan Rambu sesuai standar

Tinggi 175-265 cm Daun Rambu Sedang

600mm (PM 13 tahun 2014)

180 cm Sesuai Ketinggian dan ukuran daun rambu rata-rata sudah sesuai

66 Kondisi Marka dan

Rambu

Rambu dalam kondisi yang baik,

terlihat jelas dan tidak pudar sehingga

terlihat jelas bagi pengendara

Baik Sesuai Kondisi rambu sebagian besar dalam keadaan baik, ada beberapa rambu

dalam keadaan rusak

5 Lansekap

Pepohonan Jarak pepohonan minimum 0,5 m dari

garis tepi jalan (PM PU No 5 Tahun

2012)

0,4 m Tidak Terdapat pohon besar di beberapa titik yang terlalu dekat dengan badan

jalan dan dahan yang menjulur ke badan jalan

67 5.1.3 Inspeksi Keselamatan Jalan Segmen 3

Pada ruas jalan Raya Tomo segmen 3 memiliki lebar tiap lajur 3,5 m, lebar jalan 7 m, lebar bahu kiri dan kanan 1,5 m, lebar drainase kiri dan kanan 0,5 m. Berikut ini gambar segmen 3.

Sumber: Dokumentasi

Gambar V. 5 Geometrik Jalan Segmen 3

Pada gambar di atas dapat dilihat kondisi jalur lalu lintas pada segmen 3 dalam kondisi baik, dengan kondisi bahu jalan sebelah kanan dalam kondisi buruk, dan dengan drainase saluran terbuka.

1. Fasilitas perlengkapan jalan

Inventarisasi perlengkapan jalan bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kekurangan perlengkapan jalan pada ruas jalan tersebut. Berikut merupakan hasil dari survei perlengkapan jalan segmen 3.

a. APILL Warning Light

Pada ruas jalan segmen 3 ini tidak di temukan APILL warning light.

b. Rambu Lalu Lintas

Pada segmen 3 terdapat 3 buah rambu yang terdiri dari 2 rambu peringatan dan 1 rambu petunjuk.

c. Lampu Penerangan Jalan Umum

Pada segmen 3 terdapat 13 buah Lampu penerangan jalan umum.

68

Tabel V. 6 Inspeksi Keselamatan Jalan Segmen 3

NO FOKUS

PEMERIKSAAN SEGMEN 3

KONDISI Standar Teknis

Keselamatan

Hasil Pengukuran

Sesuai / Tidak

Keterangan

1 Kondisi Umum

Lebar Jalur Lalu Lintas 11 m (PP No 34 Tahun

2006)

7 m Tidak Lebar lalu lintas per jalur sebesar 7m tidak sesuai dengan standar teknis

keselamatan

Median 1,70 m Tidak Tidak Tidak terdapat median

Separator 1,25 m Tidak Tidak Tidak terdapat separator

Bahu Jalan 2 m

(PP No 34 Tahun 2006)

1,5 m Tidak Lebar bahu jalan 1,5 m tidak diperkeras

Trotoar - - Tidak -

Drainase 0,5 m

(PP No 34 Tahun 2006)

0,5 m Sesuai Lebar drainase 0,5 meter dalam kondisi terbuka

69 2 Alinyemen Jalan

Lebar Lajur 5,5 m

(PP No 34 Tahun 2006)

3,5 m Tidak

Lebar jalur dengan perkerasan 2 x 3,5 m tidak sesuai standar

Lebar Perkerasan 5,5 m 3,5 m Tidak Lebar jalur dengan perkerasan 2 x 3,5 m tidak sesuai standar

3 Penerangan Jalan Lampu Penerangan

Jalan

- Ada Sesuai

Jumlah lampu penerangan jalan tidak sesuai standar

Penempatan Jarak Minimal 30 m berdasarkan

panduan perlengkapan jalan

tahun 2010

50 m Sesuai Penempatan jarak antar penerangan jalan umum rata-rata berjaran 50

4 Rambu dan Marka Kesesuaian Marka dan Rambu sesuai standar

Tinggi 175-265 cm Daun Rambu Sedang

600mm (PM 13 tahun 2014)

180 cm Sesuai Ketinggian dan ukuran daun rambu rata-rata sudah sesuai

70 Kondisi Marka dan

Rambu

Rambu dalam kondisi yang baik,

terlihat jelas dan tidak pudar sehingga

terlihat jelas bagi pengendara

Baik Sesuai Kondisi rambu sebagian besar dalam keadaan baik, ada beberapa rambu

dalam keadaan rusak

5 Lansekap

Pepohonan Jarak pepohonan minimum 0,5 m dari

garis tepi jalan (PM PU No 5 Tahun

2012)

0,5 m Sesuai Jarak pepohonan ke badan jalan sesuai dengan standar

71 5.2 Identifikasi Hazard Dengan metode HIRARC

Inspeksi keselamatan jalan dan penerapan metode HIRARC yang efektif dan mudah diimplementasikan adalah dengan melakukan identifikasi, pengamatan dan observasi secara langsung di lokasi penelitian di lapangan kemudian lebih baik jika dilakukan oleh petugas ataupun surveyor yang sudah memahami betul tentang materi tersebut. Inspeksi keselamatan jalan dan penerapatan metode HIRARC di ruas Jalan Raya Tomo berfungsi untuk mengidentifikasi bahaya, masalah-masalah serta kekurangan pada ruas jalan Raya Tomo untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan, sedangkan manfaatnya adalah untuk memberikan saran atau usulan pengendalian risiko berupa rekomendasi terhadap penanganan bahaya sehingga nantinya ruas Jalan Raya Tomo agar menjadi jalan yang berkeselamatan. Yang Dimana penilaian resiko dilakukan dengan menggunakan tabel kriteria likelihood dan consequences serta matriks resiko sesuai dengan pedoman (Department of Occupational Safety and Health 2008) yang dimana setelah menentukan nilai likelihood dan concequences dari masing-masing sumber bahaya kemudian adalah mengalikan nilai likelihood dan concequences sehingga akan diperoleh tingkat bahaya/risk level pada risk matrix. Dengan rumus:

R = L X C Keterangan:

R = Resiko

L = Likelihood (Kemungkinan Terjadi) C = Consecuens (Tingkat Keparahan)

72 5.2.1 Temuan Hazard Segmen 1

Tabel V. 7 Temuan Hazard Segmen 1

NO LOKASI HAZARD

SEGMEN 1 POTENSI GAMBAR

1. Jl. Raya Tomo Segmen 1

Pohon yang tinggi dan besar berada di dekat badan jalan dengan batang pohon yang menjorok ke badan jalan

Batang pohon kering ataupun ketika cuaca sedang buruk ketika jatuh ke badan jalan akan menimpa kendaraan atau sudah jatuh kebadan jalan akan mengganggu keseimbangan atau mengganggu konsentrasi pengendara di jalur normal.

2. Jl. Raya Tomo Segmen 1

Pohon yang tinggi dan besar berada di dekat badan jalan dengan batang pohon yang menjorok ke badan jalan

Batang pohon kering ataupun ketika cuaca sedang buruk ketika jatuh ke badan jalan akan menimpa kendaraan atau sudah jatuh kebadan jalan akan mengganggu keseimbangan atau mengganggu konsentrasi pengendara di jalur normal.

73

LOKASI HAZARD

SEGMEN 1 POTENSI BAHAYA RESIKO FREKUENSI

KEJADIAN CONSEQ

UENCES LIKELI

HOOD C x L RISK

LEVEL PENGENDALIAN RESIKO Jl. Raya

Tomo Segmen

1

Pohon yang tinggi dan besar berada di dekat badan jalan

Cabang atau

ranting dari

pepohonan besar jika jatuh ke badan

jalan akan

menimpa

kendaraan dan membahayakan

Kendaraan rusak, korban luka-luka

3 tahun sekali C 3 C x 3 Moderate

Risk

Melakukan

pemeliharaan rutin

dan relokasi

pepohonan

Jl. Raya Tomo Segmen 1

Pohon yang tinggi dan besar berada di dekat badan jalan

Cabang atau

ranting dari

pepohonan besar jika jatuh ke badan

jalan akan

menimpa

kendaraan dan membahayakan

Kendara an rusak, Korban Luka- luka

3 tahun sekali

C 3 C x 3 Moderate

Risk

Melakukan

pemeliharaan rutin

dan relokasi

pepohonan

Tabel V. 8 Penilaian Resiko Hazard Segmen 1

74 Berdasarkan tabel penemuan hazard dan penilaian risiko di atas dari hazard yang telah ditemukan, dapat ditentukan nilai likelihood dan consequences yang dapat ditimbulkan dari hazard yang berada pada lokasi tersebut. Risk level yang didapatkan diperloleh dari Tabel IV. 2 yaitu kriteria tingkat kemungkinan terjadinya risiko.

Dengan kata lain yaitu seberapa besar kemungkinan durasi waktu yang dapat di timbulkan oleh hazard tersebut. Terdapat hazard yang berada pada segmen 1 (satu) adalah Cabang atau ranting dari pepohonan besar jika jatuh ke badan jalan akan menimpa kendaraan dan membahayakan pengendara yang melintas. Dari beberapa hazard yang telah disebutkan tadi sesuai dengan Tabel IV. 2 didapatkan tingkat kriteria “C” yang Dimana akan terjadi pada suatu saat seperti angin kencang atau hujan deras.

Selanjutnya adalah dengan menetukan nilai consequences yaitu seberapa besar kemungkinan akibat atau tingkat cedera yang diakibatkan oleh hazard tersebut terjadi dan berakibat kepada pengguna jalan. Berdasarkan Tabel IV. 3 dengan hazard pohon mendapatkan tingkat kriteria “3” yaitu menunjukan tingkat sedang (moderate) dengan tingkat keparahan berakibat cedera yang membutuhkan perawatan medis, dan kerugian finansial medium.

Setelah mendapatkan nilai likelihood dan consequences, maka didapatkan nilai risiko (risk level) sesuai dengan matriks yang terdapat pada Tabel IV. 4. Pengkalian nilai likelihood dan consequences pada matriks tersebut menunjukan nilai risiko adalah

“moderate risk” yaitu resiko sedang yang Dimana harus dilakukan manajemen penanganan untuk mengurangi resiko

75 5.2.2 Temuan Hazard Segmen 2

Tabel V. 9 Temuan Hazard Segmen 2 NO LOKASI HAZARD

SEGMEN 2 POTENSI GAMBAR

1

Jl. Raya Tomo Segmen 2

Concrete barier

Terdapat concrete barrier yang tidak sesuai standar dengan ujung tidak melengkung ke luar jalan

2

Jl. Raya Tomo Segmen 2

Ranting pohon yang menjorok ke jalan serta pohon besar di sebelah tikungan jalan

Ranting pohon besar yang bisa menyebabkan resiko terjadinya

kecelakaan Ketika terjadi hujan lebat atau angin yang bisa menyebabkan ranting pohon patah serta menghalangi Cahaya penerarangan jalan

76 3

Jl. Raya Tomo Segmen 2

Guardrail

Kondisi guardrail yang rusak dengan besi besi tajam menjadi potensi yang fatal terhadap pengguna jalan

77

Tabel V. 10 Penilaian Resiko Segmen 2

LOKASI HAZARD SEGMEN 2

POTENSI

BAHAYA RISIKO FREKUENSI KEJADIAN

CONSE QUENCES

LIKELI

HOOD C X L RISK LEVEL

PENGENDALIAN RISIKO

Jl. Raya Tomo Segmen

2

Concrete barrier di tepi jalan

Terdapat concrete barrier/beton

pembatas jalan yang tidak sesuai standar

Korban meninggal

dunia, kendaraan

rusak

2 Tahun

Sekali B 5 B X 5 Extreme

Risk Memperbaiki posisi Concrete Barrier

Jl. Raya Tomo Segmen

2

Ranting pohon yang menjorok ke jalan serta pohon besar di sebelah

tikungan jalan

Ranting pohon besar yang menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan

Kendaraan rusak, Korban Luka-luka

3 Tahun

Sekali C 3 C X 3 Moderate

Risk

Segera melakukan penanganan terhadap ranting pohon yang dapat membahayakan

78 Jl. Raya

Tomo Segmen

2

Guardrail

Kondisi guardrail yang rusak dengan besi besi tajam menjadi potensi yang fatal terhadap

pengguna jalan

Korban meninggal

dunia, kendaraan

rusak, korban luka luka

2 Tahun

Sekali B 5 B X 4 Extreme

risk

Segera melakukan perbaikan guardrail dengan segera

79 Berdasarkan tabel penemuan hazard dan penilaian risiko di atas dari hazard yang telah ditemukan, dapat ditentukan nilai likelihood dan consequences yang dapat ditimbulkan dari hazard yang berada pada lokasi tersebut. Risk level yang didapatkan diperoleh dari Tabel IV. 2 yaitu seberapa besar kemungkinan durasi waktu yang dapat di timbulkan oleh hazard tersebut. Terdapat hazard yang berada pada segmen 2 adalah Concrete barrier yang tidak sesuai standard, ranting pohon yang menjulur ke badan jalan serta kondisi guard rail yang rusak sehingga besi dari guardrail tersebut tajam yang dapat membahayakan. Dari beberapa hazard yang telah disebutkan tadi sesuai dengan Tabel IV. 2 didapatkan tingkat kriteria adalah “B” dalam artian adalah hazard tersebut mungkin akan terjadi pada hampir semua kondisi karena tingkat keparahan hazard tersebut cukup berbahaya serta pada kondisi pohon yang menjulur ke badan jalan mendapatkan kriteria “C” yang dimana akan terjadi pada suatu saat seperti angin kencang atau hujan deras.

Selanjutnya adalah dengan menetukan nilai consequences. Berdasarkan Tabel IV. 3 dengan hazard yang diperoleh tersebut menunjukan tingkat kriteria adalah “4” yaitu menunjukan tingkat besar (major) sedangkan pada hazard pohon mendapatkan tingkat kriteria “3” yaitu menunjukan tingkat sedang (moderate) dengan tingkat keparahan berakibat cedera yang membutuhkan perawatan medis, dan kerugian finansial medium.

Setelah mendapatkan nilai likelihood dan consequences, maka didapatkan nilai risiko (risk level) sesuai dengan matriks yang terdapat pada Tabel IV. 4. Pengkalian nilai likelihood dan consequences pada matriks menunjukan nilai risiko adalah “ extreme risk” yaitu risiko sangat tinggi, tidak boleh adanya kegiatan pada jalan tersebut, dan perlu dilakukan penanganan risiko dengan segera mungkin serta nilai resiko “moderate risk” yaitu resiko sedang yang harus dilakukan manajemen penanganan untuk mengurangi resiko.

80 5.2.3 Temuan Hazard Segmen 3

Tabel V. 11 Temuan Hazard Segmen 3

NO LOKASI HAZARD POTENSI GAMBAR

1. Jl.Raya Tomo Segmen 3

Guard Rail Terdapat guardrail yang tidak sesuai standar dikarenakan ujung dari guardrail tersebut tajam dan tidak menjorok ke arah luar jalan.

2. Jl.Raya Tomo Segmen

3

Guard Rail Terdapat guardrail yang tidak sesuai standar dikarenakan ujung dari guardrail tersebut tajam dan tidak menjorok ke arah luar jalan.

81

Tabel V. 12 Penilaian Resiko Hazard Segmen 3

LOKASI HAZARD SEGMEN 3

POTENSI

BAHAYA RISIKO FREKUENSI KEJADIAN

CONSE QUENCES

LIKELI

HOOD C X L RISK LEVEL

PENGENDALIAN RISIKO Jl.Raya

Tomo Segmen 3

Pagar

pembatas jalan pada Jl. Raya Tomo Segmen 3

Pada segmen 3 terdapat

beberapa guardrail yang tidak sesuai standar dikarenakan ujung dari guardrail tersebut tidak melengkung ke luar sehingga dapat

membahayakan pengendara kendaraan

Korban meninggal dunia, kendaraan rusak, korban luka luka

2 Tahun Sekali

B 5 B X 5 EXTREME

RISK

memperbaiki fasilitas perlengkapan jalan dengan segera

82 Berdasarkan tabel penemuan hazard dan penilaian risiko di atas dari hazard yang telah ditemukan, dapat ditentukan nilai likelihood dan consequences yang dapat ditimbulkan dari hazard yang berada pada lokasi tersebut. Risk level yang didapatkan diperloleh dari Tabel IV. 2 yaitu kriteria tingkat kemungkinan terjadinya risiko.

Dengan kata lain yaitu seberapa besar kemungkinan durasi waktu yang dapat di timbulkan oleh hazard tersebut. Terdapat hazard yang berada pada segmen 3 (satu) adalah. guardrail yang tidak sesuai standar dikarenakan ujung dari guardrail tersebut tidak melengkung ke luar sehingga dapat membahayakan pengendara kendaraan yang dapat menimbulkan resiko kematian. Dari hazard yang telah disebutkan tadi sesuai dengan Tabel IV. 2 didapatkan tingkat kriteria adalah “B” dalam artian adalah hazard tersebut mungkin akan terjadi pada hampir semua kondisi karena tingkat keparahan hazard tersebut cukup berbahaya.

Selanjutnya adalah dengan menetukan nilai consequences yaitu seberapa besar kemungkinan akibat atau tingkat cedera yang diakibatkan oleh hazard tersebut terjadi dan berakibat kepada pengguna jalan. Berdasarkan Tabel IV. 3 dengan hazard yang diperoleh tersebut menunjukan tingkat kriteria adalah “4” yaitu menunjukan tingkat besar (major) yang Dimana mengakibatkan Cedera parah, membutuhkan penanganan rumah sakit secara langsung, serta kerugian finansial besar.

Setelah mendapatkan nilai likelihood dan consequences, maka didapatkan nilai risiko (risk level) sesuai dengan matriks yang terdapat pada Tabel IV. 4. Pengkalian nilai likelihood dan consequences pada matriks tersebut menunjukan nilai risiko adalah

“ extreme risk” yaitu risiko sangat tinggi, tidak boleh adanya kegiatan pada jalan tersebut, dan perlu dilakukan penanganan risiko dengan segera mungkin.

83 5.2.4 Hasil Analisis Hazard

Berdasarkan hasil penilaian risiko pada masing-masing segmen di atas, penilaian risiko didapat dengan cara mengidentifikasi risiko melalui analisa dan evaluasi risiko. Presentase penilaian resiko didapat dari jumlah hazard pada masing masing segmen yang menentukan nilai resikonya,dikalikan dengan total keseluruhan hazard Jalan Raya Tomo yang kemudian di bagi 100% untuk mendapatkan nilai presentasi risk level hazard. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa hazard pada ruas Jalan Raya Tomo memiliki presentasi risk level, Extreme risk atau sangat tinggi sebesar 53%, hazard dengan presentase risk level moderate risk sebesar 47%.

Berikut ini merupakan tabel hasil risk level hazard berdasarkan hasil analisis diatas:

Tabel V. 13 Hasil Presentase Risk Level

Tabel diatas merupakan hasil dari presentase penilaian resiko pada ruas Jalan Raya Tomo berdasarkan tabel matriks penilaian resiko dengan menggunakan tabel kriteria likelihood dan consequences serta matriks resiko sesuai dengan pedoman (Department of Occupational Safety and Health 2008) yang dimana setelah menentukan nilai likelihood dan concequences dari masing-masing sumber bahaya kemudian adalah mengalikan nilai likelihood dan concequences sehingga akan diperoleh tingkat bahaya/risk level pada risk matrix.

Low Risk Moderate Risk High Risk Extreme Risk

Segmen 1 0 2 0 0 2 28,57%

Segmen 2 0 1 0 2 3 42,86%

Segmen 3 0 0 0 2 2 28,57%

0 3 0 4 7 100,00%

0,00% 42,86% 0,00% 57,14% 100,00%

Tingkat Kemungkinan Terjadinya Resiko

Lokasi Total %

Total

84 5.3 Hasil kegiatan Inspeksi keselamatan jalan

Berikut merupakan usulan penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi hazard.

5.3.1 Hasil Inspeksi Keselamatan Segmen 1

Berikut adalah hasil dari inspeksi keselamatan jalan pada segmen 1:

Tabel V. 14 Temuan dan Kebutuhan Fasilitas Perlengkapan Jalan Segmen 1

NO JENIS FASILITAS JUMLAH KETERANGAN

1 Rambu 5 5 Kebutuhan

2 PJU 16 15 Kebutuhan

1 Perbaikan

Dari tabel diatas menunjukan hasil temuan serta kebutuhan fasilitas pada segmen 1 ruas jalan Raya Tomo. Berikut merupakan hasil temuan pada inspeksi keselamatan jalan pada segmen 1 (satu):

a. APILL Warning Light

Pada segmen 1 tidak terdapat warning light pada sepanjang jalannya.

b. Rambu Lalu Lintas

Pada segmen 1 terdapat 1 rambu peringatan, tidak terdapat rambu peringatan daerah rawan kecelakaan, serta tidak terdapat rambu perintah.

c. Penerangan Jalan Umum

Pada jalan Raya Tomo segmen 1 terdapat 4 LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) dan terdapat 1 lampu yang rusak.

Perlu adanya penambahan 16 lampu penerangan jalan umum serta 1 perbaikan.

d. Drainase

Kondisi drainase dalam keadaan terbuka sehingga membahayakan pengendara apabila menabrak sisi jalan

Dalam dokumen KKW 2024 Abdu Muhammad Hagkhan (1) (Halaman 68-114)

Dokumen terkait