METODOLOGI PENELITIAN
4.4 Teknik Analisis Data
46 2. Data sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara seperti instansi yang berwenang terkait dengan data yang dibutuhkan untuk penelitian ini. Data sekunder pada penilitian ini meliputi:
a. Data Kecelakaan Lalu Lintas dalam 5 tahun terakhir yaitu antara tahun 2019-2023 yang di peroleh dari satuan lalu lintas Kepolisian Resor Kabupaten Sumedang.
b. Data jaringan jalan
Data mengenai jaringan jalan didapatkan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang, sedangkan data gambaran umum Kabupaten Sumedang yang meliputi kondisi geografis, wilayah administrasi, konidisi demografi, dan kondisi transportasi didapat dari Dinas Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang.
47 3. Penerangan jalan
Fokus pemeriksaan penerangan jalan inspeksi keselamatan jalan yaitu, tersedianya lampu penerangan jalan, penempatan jarak.
4. Rambu dan marka jalan
Fokus pemeriksaan rambu dan marka inspeksi keselamatan jalan yaitu, kesesuaian marka dan rambu sesuai standar, kondisi marka dan rambu, penempatan marka dan rambu.
5. Lansekap
Pepohonan atau tanaman yang berada di sekitar jalan.
48 Berikut merupakan tabel periksa Inspeksi Keselamatan Jalan:
Tabel IV. 1 Formulir Periksa Inspeksi Keselamatan Jalan
NO FOKUS
PEMERIKSAAN SEGMEN 1
KONDISI Standar Teknis
Keselamatan
Hasil Pengukuran
Sesuai / Tidak
Keterangan
1 Kondisi Umum
Lebar Jalur Lalu Lintas 11 m (PP No 34 Tahun
2006)
Median 1,70 m
Separator 1,25 m
Bahu Jalan 2 m
(PP No 34 Tahun 2006)
Trotoar -
49
Drainase 0,5 m
(PP No 34 Tahun 2006)
2 Alinyemen Jalan
Lebar Lajur 5,5 m
(PP No 34 Tahun 2006) Lebar Perkerasan 5,5 m
3 Penerangan Jalan Lampu Penerangan
Jalan
-
Penempatan Jarak Minimal 30 m berdasarkan
panduan perlengkapan jalan
tahun 2010 4 Rambu dan Marka
50 Kesesuaian Marka dan
Rambu sesuai standar
Tinggi 175-265 cm Daun Rambu Sedang
600mm (PM 13 tahun 2014) Kondisi Marka dan
Rambu
Rambu dalam kondisi yang baik,
terlihat jelas dan tidak pudar sehingga
terlihat jelas bagi pengendara 5 Lansekap
Pepohonan Jarak pepohonan minimum 0,5 m dari
garis tepi jalan (PM PU No 5 Tahun
2012)
51 4.4.2 Analisis HIRARC
Analisis HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) dilakukan berdasarkan data survei lapangan yang terkait dengan inspeksi keselamatan jalan. Pada penelitian ini observasi dilakukan untuk mengetahui kekurangan keselamatan jalan yang ada pada ruas jalan Raya Tomo. Analisis HIRARC terbagi menjadi 2 (dua) tahap yaitu identifikasi bahaya/ hazard identification dan penilaian resiko/ risk assessment and risk control. Metode hazard identification merupakan metode pencarian bahaya sebelum bahaya tersebut terjadi ataupun mencari potensi bahaya.
Terdapat Teknik identifikasi bahaya pada metode proaktif yang akan dipakai untuk mengidentifikasi bahaya yaitu sebagai berikut:
a. Severity
Merupakan Tingkat keparahan yang diperkirakan dapat terjadi b. Likelihood
Kemungkingan terjadi konsekuensi dengan system pengaman yang ada
c. Risk
Kombinasi likelihood dan severity.
Metode penilaian risiko adalah metode yang dilakukan untuk mengidentifikasi risiko melalui analisa dan evaluasi risiko untuk menentukan besarnya suatu risiko dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadi dan besarnya akibat yang ditimbulkan.
Berdasarkan hasil analisa dapat ditentukan peringkat risiko sehingga dapat dilakukan penilaian risiko yang memiliki dampak besar terhadap pengguna jalan dan risiko yang ringan.
Data mengenai bahaya dan resiko pada jalan Raya Tomo di dapatkan dengan cara observasi langsung dan mendokumentasikan hazard yang telah ditemukan di lapangan. Adapun temuan hazard serta penilaian resiko pada lokasi penelitian dinilai dengan
52 menggunakan tabel kriteria likelihood dan consequences serta matriks resiko sesuai dengan pedoman (Department of Occupational Safety and Health 2008) yang dimana setelah menentukan nilai likelihood dan concequences dari masing-masing sumber bahaya kemudian adalah mengalikan nilai likelihood dan concequences sehingga akan diperoleh tingkat bahaya/risk level pada risk matrix. Setelah mendapatkan hasil dari mengalikan kedua nilai tersebut kemudian dilakukan pemeringkatan pada sumber bahaya. Berikut ini merupakan kriteria tingkat terjadinya risiko:
Tabel IV. 2 Kriteria Tingkat Kemungkinan Terjadinya Risiko
Tingkat Deskripsi Keterangan Frekuensi
A Hampir Pasti
(Almost Certain)
Akan terjadi pada semua kondisi/keadaan
1 tahun sekali
B
Kemungkinan Besar (Likely)
Mungkin akan terjadi pada hampir semua
kondisi
2 tahun sekali
C Mungkin
(Possible)
Mungkin terjadi pada
suatu saat 3 tahun sekali
D
Kemungkinan Kecil (Unlikely)
Mungkin terjadi pada beberapa kondisi tertentu, namun kecil
kemungkinan terjadinya
4 tahun sekali
E Jarang (Rare)
Jarang terjadi/terjadi pada suatu kondisi
yang luar biasa
5 tahun sekali Sumber: Department of Occupational Safety and Health, 200
53
Tabel IV. 3 Kriteria Tingkatan Risiko
Tingkat Deskripsi Keterangan
1
Tidak berarti (Insignificant)
Tidak ada cedera, kerugian finansial sangat kecil dan dapat diabaikan
2 Kecil (Minor)
Ada luka dan membutuhkan pertolongan pertama, kerugian finansial kecil
3
Sedang (Moderate)
Cedera membutuhkan perawatan medis, kerugian finansial medium
4 Besar (Major)
Cedera parah, membutuhkan penanganan rumah sakit secara langsung, kerugian finansial besar
5 Bencana besar
(Catastropic) Kematian, kerugian finansial sangat besar Sumber : Department of Occupational Safety and Health, 2008
Hasil perbandingan tingkat kemungkinan dan tingkat keparahan terjadinya risiko akan digunakan untuk menentukan tingkatan risiko.
Tabel IV. 4 Matriks Kriteria Tingkat Kemungkinan Terjadinya Risiko
X Catastropic Major Moderate Minor Insignificant
5 4 3 2 1
Almost certain
A Extreme Risk
Extreme Risk
High Risk
High Risk
High Risk Likely B Extreme
Risk
High Risk
High Risk
Moderate Risk
Moderate Risk Possible C High
Risk
High Risk
Moderate Risk
Moderate Risk
Low Risk Unlike D High
Risk
Moderate Risk
Moderate Risk
Low Risk
Low Risk Rare E Moderate
Risk
Moderate Risk
Low Risk
Low Risk
Low Risk Sumber: Department of Occupational Safety and Health, 2008
54 Keterangan tabel matrik risiko diatas adalah sebagai berikut:
L: (Low Risk) risiko rendah, dikelola dengan prosedur rutin.
M: (Moderate Risk) risiko sedang, perlu tindakan dari manajemen untuk mengurangi risiko.
H: (High Risk) risiko tinggi, kegiatan tidak boleh dilaksanakan sampai risiko telah reduksi. Penanganan harus segera.
E: (Extreme Risk) risiko sangat tinggi (ekstrim) kegiatan tidak boleh dilaksanakan atau dilanjutkan sampai risiko telah direduksi. Tindakan perbaikan segera, tidak boleh ditunda.
55