• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

Dalam dokumen KKW 2024 Abdu Muhammad Hagkhan (1) (Halaman 59-68)

METODOLOGI PENELITIAN

4.4 Teknik Analisis Data

46 2. Data sekunder

Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara seperti instansi yang berwenang terkait dengan data yang dibutuhkan untuk penelitian ini. Data sekunder pada penilitian ini meliputi:

a. Data Kecelakaan Lalu Lintas dalam 5 tahun terakhir yaitu antara tahun 2019-2023 yang di peroleh dari satuan lalu lintas Kepolisian Resor Kabupaten Sumedang.

b. Data jaringan jalan

Data mengenai jaringan jalan didapatkan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang, sedangkan data gambaran umum Kabupaten Sumedang yang meliputi kondisi geografis, wilayah administrasi, konidisi demografi, dan kondisi transportasi didapat dari Dinas Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang.

47 3. Penerangan jalan

Fokus pemeriksaan penerangan jalan inspeksi keselamatan jalan yaitu, tersedianya lampu penerangan jalan, penempatan jarak.

4. Rambu dan marka jalan

Fokus pemeriksaan rambu dan marka inspeksi keselamatan jalan yaitu, kesesuaian marka dan rambu sesuai standar, kondisi marka dan rambu, penempatan marka dan rambu.

5. Lansekap

Pepohonan atau tanaman yang berada di sekitar jalan.

48 Berikut merupakan tabel periksa Inspeksi Keselamatan Jalan:

Tabel IV. 1 Formulir Periksa Inspeksi Keselamatan Jalan

NO FOKUS

PEMERIKSAAN SEGMEN 1

KONDISI Standar Teknis

Keselamatan

Hasil Pengukuran

Sesuai / Tidak

Keterangan

1 Kondisi Umum

Lebar Jalur Lalu Lintas 11 m (PP No 34 Tahun

2006)

Median 1,70 m

Separator 1,25 m

Bahu Jalan 2 m

(PP No 34 Tahun 2006)

Trotoar -

49

Drainase 0,5 m

(PP No 34 Tahun 2006)

2 Alinyemen Jalan

Lebar Lajur 5,5 m

(PP No 34 Tahun 2006) Lebar Perkerasan 5,5 m

3 Penerangan Jalan Lampu Penerangan

Jalan

-

Penempatan Jarak Minimal 30 m berdasarkan

panduan perlengkapan jalan

tahun 2010 4 Rambu dan Marka

50 Kesesuaian Marka dan

Rambu sesuai standar

Tinggi 175-265 cm Daun Rambu Sedang

600mm (PM 13 tahun 2014) Kondisi Marka dan

Rambu

Rambu dalam kondisi yang baik,

terlihat jelas dan tidak pudar sehingga

terlihat jelas bagi pengendara 5 Lansekap

Pepohonan Jarak pepohonan minimum 0,5 m dari

garis tepi jalan (PM PU No 5 Tahun

2012)

51 4.4.2 Analisis HIRARC

Analisis HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) dilakukan berdasarkan data survei lapangan yang terkait dengan inspeksi keselamatan jalan. Pada penelitian ini observasi dilakukan untuk mengetahui kekurangan keselamatan jalan yang ada pada ruas jalan Raya Tomo. Analisis HIRARC terbagi menjadi 2 (dua) tahap yaitu identifikasi bahaya/ hazard identification dan penilaian resiko/ risk assessment and risk control. Metode hazard identification merupakan metode pencarian bahaya sebelum bahaya tersebut terjadi ataupun mencari potensi bahaya.

Terdapat Teknik identifikasi bahaya pada metode proaktif yang akan dipakai untuk mengidentifikasi bahaya yaitu sebagai berikut:

a. Severity

Merupakan Tingkat keparahan yang diperkirakan dapat terjadi b. Likelihood

Kemungkingan terjadi konsekuensi dengan system pengaman yang ada

c. Risk

Kombinasi likelihood dan severity.

Metode penilaian risiko adalah metode yang dilakukan untuk mengidentifikasi risiko melalui analisa dan evaluasi risiko untuk menentukan besarnya suatu risiko dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadi dan besarnya akibat yang ditimbulkan.

Berdasarkan hasil analisa dapat ditentukan peringkat risiko sehingga dapat dilakukan penilaian risiko yang memiliki dampak besar terhadap pengguna jalan dan risiko yang ringan.

Data mengenai bahaya dan resiko pada jalan Raya Tomo di dapatkan dengan cara observasi langsung dan mendokumentasikan hazard yang telah ditemukan di lapangan. Adapun temuan hazard serta penilaian resiko pada lokasi penelitian dinilai dengan

52 menggunakan tabel kriteria likelihood dan consequences serta matriks resiko sesuai dengan pedoman (Department of Occupational Safety and Health 2008) yang dimana setelah menentukan nilai likelihood dan concequences dari masing-masing sumber bahaya kemudian adalah mengalikan nilai likelihood dan concequences sehingga akan diperoleh tingkat bahaya/risk level pada risk matrix. Setelah mendapatkan hasil dari mengalikan kedua nilai tersebut kemudian dilakukan pemeringkatan pada sumber bahaya. Berikut ini merupakan kriteria tingkat terjadinya risiko:

Tabel IV. 2 Kriteria Tingkat Kemungkinan Terjadinya Risiko

Tingkat Deskripsi Keterangan Frekuensi

A Hampir Pasti

(Almost Certain)

Akan terjadi pada semua kondisi/keadaan

1 tahun sekali

B

Kemungkinan Besar (Likely)

Mungkin akan terjadi pada hampir semua

kondisi

2 tahun sekali

C Mungkin

(Possible)

Mungkin terjadi pada

suatu saat 3 tahun sekali

D

Kemungkinan Kecil (Unlikely)

Mungkin terjadi pada beberapa kondisi tertentu, namun kecil

kemungkinan terjadinya

4 tahun sekali

E Jarang (Rare)

Jarang terjadi/terjadi pada suatu kondisi

yang luar biasa

5 tahun sekali Sumber: Department of Occupational Safety and Health, 200

53

Tabel IV. 3 Kriteria Tingkatan Risiko

Tingkat Deskripsi Keterangan

1

Tidak berarti (Insignificant)

Tidak ada cedera, kerugian finansial sangat kecil dan dapat diabaikan

2 Kecil (Minor)

Ada luka dan membutuhkan pertolongan pertama, kerugian finansial kecil

3

Sedang (Moderate)

Cedera membutuhkan perawatan medis, kerugian finansial medium

4 Besar (Major)

Cedera parah, membutuhkan penanganan rumah sakit secara langsung, kerugian finansial besar

5 Bencana besar

(Catastropic) Kematian, kerugian finansial sangat besar Sumber : Department of Occupational Safety and Health, 2008

Hasil perbandingan tingkat kemungkinan dan tingkat keparahan terjadinya risiko akan digunakan untuk menentukan tingkatan risiko.

Tabel IV. 4 Matriks Kriteria Tingkat Kemungkinan Terjadinya Risiko

X Catastropic Major Moderate Minor Insignificant

5 4 3 2 1

Almost certain

A Extreme Risk

Extreme Risk

High Risk

High Risk

High Risk Likely B Extreme

Risk

High Risk

High Risk

Moderate Risk

Moderate Risk Possible C High

Risk

High Risk

Moderate Risk

Moderate Risk

Low Risk Unlike D High

Risk

Moderate Risk

Moderate Risk

Low Risk

Low Risk Rare E Moderate

Risk

Moderate Risk

Low Risk

Low Risk

Low Risk Sumber: Department of Occupational Safety and Health, 2008

54 Keterangan tabel matrik risiko diatas adalah sebagai berikut:

L: (Low Risk) risiko rendah, dikelola dengan prosedur rutin.

M: (Moderate Risk) risiko sedang, perlu tindakan dari manajemen untuk mengurangi risiko.

H: (High Risk) risiko tinggi, kegiatan tidak boleh dilaksanakan sampai risiko telah reduksi. Penanganan harus segera.

E: (Extreme Risk) risiko sangat tinggi (ekstrim) kegiatan tidak boleh dilaksanakan atau dilanjutkan sampai risiko telah direduksi. Tindakan perbaikan segera, tidak boleh ditunda.

55

BAB V

Dalam dokumen KKW 2024 Abdu Muhammad Hagkhan (1) (Halaman 59-68)

Dokumen terkait