• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumen HAM Internasional

Dalam dokumen NON DEROGABLE RIGHTS (Halaman 44-49)

BAB II PENGATURAN NON DEROGABLE

B. Implikasi Yuridis Ratifikasi Instrumen HAM

1. Instrumen HAM Internasional

B. Implikasi Yuridis Ratifikasi Instrumen HAM Internasional

HAM mudah dikaitkan dengan sanksi, berupa penangguhan kerjasama ekonomi dan bantuan luar negeri, fasilitas per- dagangan, kerjasam militer dan lain sebagainya. Bisa jadi hal itu dapat berdampak positif, karena dapat merupakan sarana

reward and punishment”. Tetapi karena HAM berkaitan dengan sistem nilai, upaya tersebut bisa kontradiktif bagi upaya memajukan HAM. Apalagi sanksi itu bersifat searah, biasanya oleh negara maju terhadap negara berkembang dan tidak sebaliknya, sehingga mudah diasosiasikan dengan supremasi nilai atau sikap arogansi yang bertentangan dengan prinsip kesamaan.81

Karena HAM bersifat umum dan universal, maka perlu kelembagaan yang representatif untuk memperjuangkan dan menjaga aktualisasi HAM. Sebelum PBB lahir pada 24 Oktober 1945, sebenarnya sudah ada lembaga pendahulunya yaitu Liga Bangsa-bangsa (League of Nation). Namun lembaga ini sedikit sekali memperhatikan masalah HAM, itupun terbatas pada masalah perlindungan minoritas. Organisasi lain yang sudah lebih dahulu exist seperti Internasional Labour Organization (ILO) sudah banyak menciptakan konvensi bagi perlindungan hak-hak buruh. Palang Merah Internasional (Internasional Red Cross Committee) yang memfokuskan pada perlindungan terhadap tentara (combatants) dan penduduk sipil dalam perang. Namun yang paling komprehensif dalam menangani HAM adalah PBB dengan segala badan kelengkapannya.

Untuk itulah, negara-negara membutuhkan sebuah instru- men internasional yang bisa menjadi alat legitimasi HAM.

Berikut instrumen hukum internasional yang telah dihasilkan:

a. Instrumen-instrumen Umum 1) Piagam PBB 1945;

2) Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia (Decla- ration Universal of Human Rights);

3) Konvenan Hak Sipil dan Politik (ICCPR);

4) Konvenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (ICSECR);

h. 201

81Ibid

5) Protokol Opsional Kedua Konvenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik, yang Ditujukan pada Penghapusan Hukuman Mati;

6) Konvenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya;

7) Proklamasi Teheran;

8) Piagam tentang Hak-hak dan Kewajiban-kewajiban Ekonomi Negara, 3281 (XXIX);

9) Resolusi 1503 (XLVIII) Prosedur untuk Menangani Surat Pengaduan tentang Pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia;

10) Resolusi 1235 (XLII) Pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar, termasuk Kebijakan- kebijakan Diskriminasi Rasial dan Pemisahan Rasial dan Apartheid;

11) Piagam Afrika tentang Hak-hak Asasi Manusia dan Hak-hak Rakyat;

12) Deklarasi Amerika tentang Hak-hak dan Kewajiban- kewajiban Manusia;

13) Konvensi Amerika tentang Hak-hak Asasi Manusia;

14) Konvensi bagi Perlindungan Hak-hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar;

15) Piagam Sosial Eropa.

b. Penentuan Nasib Sendiri

1) Deklarasi tentang Pemberian Kemerdekaan kepada Negara-negara dan Bangsa-bangsa Jajahan;

2) Resolusi Majelis Umum 1803 (XVII), Kedaulatan Permanen atas Sumber Daya Alam.

c. Pencegahan Diskriminasi

1) Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial;

2) Konvensi Internasional mengenai Penindasan dan Penghukuman Kejahatan Apartheid;

3) Konvensi tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskri- minasi terhadap Wanita;

4) Konvensi Melawan Diskriminasi dalam Pendidikan.

d. Administrasi Peradilan, Penahanan dan Penganiayaan 1) Peraturan-peraturan Standar Minimum bagi Perlakuan

terhadap Narapidana;

2) Konvensi Melawan Penganiayaan dan Perlakuan Kejam yang Lain, Tidak Manusiawi atau Hukuman yang Menghinakan;

3) Konvensi Eropa untuk Pencegahan Penganiayaan dan Perlakuan Tidak Manusiawi atau Hukuman yang Menghinakan;

4) Konvensi Inter-Amerika untuk Mencegah dan Meng- hukum Penganiayaan;

5) Aturan-aturan Tingkah Laku bagi Petugas Penegak Hukum;

6) Prinsip-prinsip Etika Kedokteran, yang Relevan dengan Peran Personel Kesehatan, terutama para Dokter, dalam Perlindungan Narapidana dan Tahanan terhadap Penganiayaan dan Perlakuan Kejam yang Lain, Tidak Manusiawi atau Hukuman yang Menghinakan;

7) Prinsip-prinsip Dasar tentang Kemandirian Pengadilan;

8) Kumpulan Prinsip-prinsip untuk Perlindungan Semua Orang yang Berada di bawah Bentuk Penahanan apapun atau Pemenjaraan.

e. Kejahatan Perang, Kejahatan Kemanusiaan, termasuk Genosida

1) Konvensi tentang Pencegahan dan Penghukuman Keja- hatan Genosida;

2) Konvensi tentang Tidak Dapat Ditetapkannya Pemba- tasan Statuta pada Kejahatan Perang dan Kejahatan Manusia.

f. Perbudakan dan Lembaga dan Praktik-praktik Serupa 1) Konvensi Perbudakan;

2) Konvesi Pelengkap tentang Penghapusan Perbudakan, Perdagangan Budak, dan Lembaga dan Praktek Serupa dengan Perbudakan;

3) Konvensi Kerja Paksa;

4) Konvensi Penghapusan Kerja Paksa;

5) Konvensi untuk Menumpas Perdagangan Orang dan Eksploitasi Pelacuran Orang Lain.

g. Kewarganegaraan, Ketiadaan Kewarganegaraan, Suaka dan Pengungsi

1) Konvensi tentang Kewarganegaraan Wanita Kawin;

2) Konvensi tentang Kewarganegaraan Wanita (Monte- video, 1993);

3) Konvensi tentang Pengurangan Ketiadaan Kewarga- negaraan;

4) Konvensi Mengenai Status Orang yang Tidak Berke- warganegaraan;

5) Konvensi Mengenai Status Pengungsi;

6) Protokol Mengani Status Pengungsi;

7) Deklarasi tentang Suaka Teritorial.

h. Perkawinan dan Keluarga, Anak-anak dan Remaja

1) Konvensi mengenai Persetujuan Perkawinan, Usia Minimum Perkawinan dan Pencatatan Perkawinan 2) Konvensi tentang Hak-hak Anak;

3) Konvensi Eropa tentang Status Hukum Anak yang Lahir di Luar Ikatan Perkawinan.

i. Hak untuk Bekerja dan Hak untuk Berhimpun

1) Konvensi tentang Kebebasan Berhimpun dan Perlin- dungan Hak untuk Berorganisasi;

2) Konvensi tentang Hak Berorganisasi dan Penawaran Kolektif;

3) Konvensi tentang Perwakilan Pekerja;

4) Konvensi Kebijakan Pekerja;

5) Konvensi tentang Penggajian yang Sama;

6) Konvensi Eropa tentang Status Hukum Pekerja Pendatang.

j. Kesejahteraan Sosial, Kemajuan dan Pembangunan

1) Deklarasi Universal tentang Pemberantasan Kelaparan dan Kekurangan Gizi;

2) Deklarasi tentang Hak atas Pembangunan.

k. Hak-hak Politik dan Sipil Wanita

1) Konvensi tentang Hak-hak Politik Wanita;

2) Konvensi Inter-Amerika tentang Pemberian Hak-hak Politik kepada Wanita;

3) Konvensi Inter-Amerika tentang Pemberian Hak-hak Sipil kepada Wanita.

l. Kebebasan Informasi dan Perlindungan Data 1) Konvensi tentang Hak Koreksi Internasional;

2) Konvensi untuk Perlindungan Individu Mengenai Pemrosesan Otomatis Data Pribadi.

m. Penduduk Asli dan Kelompok Minoritas

1) Konvensi tentang Penduduk Asli dan Penduduk Suku di Negara-negara Merdeka;

2) Rancangan Deklarasi tentang Hak-hak Orang-orang yang termasuk Kelompok Minoritas Bangsa atau Etnis, Agama dan Bahasa.

Gambaran lengkap instrumen HAM Internasional di atas, mengindikasikan bahwa negara-negara di dunia mempunyai komitmen yang kuat untuk bersama-sama membangun peradaban dunia yang “memanusiakan” manusia, meskipun tidak sedikit negara yang tidak meratifikasi secara keseluruhan instrumen tersebut termasuk Indonesia.

Dalam dokumen NON DEROGABLE RIGHTS (Halaman 44-49)