47. Financial Instrument and Financial Risks Management
a. Kebijakan Manajemen Risiko a. Risk Management Policy Dalam transaksi normal Perusahaan, secara umum
terekspos risiko keuangan sebagai berikut: In normal transaction, the Company is generally exposed to financial risks as follows:
1. Risiko Kredit 1. Credit Risk
2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang 2. Foreign Exchange Rate Risk 3. Risiko Tingkat Suku Bunga 3. Interest Rate Risk
4. Risiko Likuiditas 4. Liquidity Risk
5. Risiko Harga 5. Price Risk
Catatan ini menjelaskan mengenai eksposur Perusahaan terhadap masing-masing risiko di atas dan pengungkapan secara kuantitatif termasuk seluruh eksposur risiko serta merangkum kebijakan dan proses-proses yang dilakukan untuk mengukur dan mengelola risiko yang timbul.
This note describes the exposure of the Company to each of the above risks and quantitative disclosures including risk exposures and summarizes the policies and processes for measuring and managing the risks that arised.
Direksi Perusahaan bertanggung jawab dalam melaksanakan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan secara keseluruhan program manajemen risiko keuangan Perusahaan difokuskan pada ketidakpastian pasar keuangan dan meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak pada kinerja keuangan Perusahaan.
The Company’s directors are responsible for implementing risk management policies and overall financial risk management program which focuses on uncertainty of financial market and minimize potential losses that will have an impact to the Company's financial performance.
Kebijakan manajemen Perusahaan mengenai risiko
keuangan adalah sebagai berikut: The Company’s policy on financial risk mangagement are as follows:
1. Risiko Kredit 1. Credit Risk Risiko kredit adalah risiko dimana Grup akan
mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak rekanan yang gagal memenuhi liabilitas kontraktual mereka. Instrumen keuangan Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan investasi. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut.
Credit risk is the risk that the Company and Subsidiaries will incur loss arising from their customers, clients or counterparties that fail to discharge their contractual obligations. The Companys’ financial instruments that have potential credit risk are cash and cash equivalent, trade accounts receivable, other accounts receivable and investments. Maximum total credit risks exposure are equal to the carrying amount of the respective accounts.
Untuk meringankan resiko ini, Perusahaan menetapkan kebijakan untuk transaksi Penjualan jasa kepada pelanggan dengan mengharuskan pemakai jasa /pelanggan untuk memberikan uang muka sebelum bertransaksi, sehingga Perusahaan lebih mudah memantau pendapatannya. Selain itu saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.
To minimize this risk, the Company established a policy to deal with the sale of services to customers by requiring service users / customers to pay deposit(s) before entering transaction and hence allow the Company to monitor their income easier. In addition, receivable balances are monitored on a continuous basis to reduce the possibility of uncollectible receivables.
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan akan menghentikan pelayanan jasa kepada pelanggan sebagai akibat gagal bayar. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus dibuat jika terdapat bukti objektif tidak tertagih.
When a customer is unable to make payments within the specified time, the Company will contact the customer to follow up on receivables that are past due. If the customer does not pay the receivables within a specified time period, the Company will discontinue services to customers as a result of the default. Depending on the assessment of the Company, specific allowance is made when there is an objective evidence that it will not be collected.
Nilai tercatat dari aset keuangan mencerminkan nilai eksposur kredit maksimum. Nilai eksposur kredit maksimum pada tanggal laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
The carrying amount of the financial asset reflects the value of the maximum credit exposure. The maximum credit exposure value on the statements of financial position are as follows:
Belum jatuh
tempo/Neither Telah jatuh Penurunan nilai/
30 Juni 2014
past due tempo/Past due Impairment Jumlah/Total June 30, 2014
Pinjaman yang Loans and
diberikan dan piutang: Receivables:
Kas dan Setara Kas 1,019,454,169 - - 1,019,454,169 Cash and Cash Equivalents
Kas yang Dibatasi
Penggunaannya 38,749,848 - - 38,749,848 Restricted Cash
Piutang Usaha 174,403,338 395,329,838 (94,227,927) 475,505,249 Trade Receivables
Piutang Lain-Lain 462,526,782 30,267,150 (14,455,818) 478,338,114 Other Receivables
Pendapatan yang Masih
akan Diterima 33,451,443 - - 33,451,443 Accrued Revenue
Jumlah 1,728,585,581 425,596,988 (108,683,745) 2,045,498,823 Total Belum jatuh
tempo/Neither Telah jatuh Penurunan nilai/
31 Desember 2013 past due tempo/Past due Impairment Jumlah/Total December 31, 2013
Pinjaman yang Loans and
diberikan dan piutang: Receivables:
Kas dan Setara Kas 1,759,522,598 - - 1,759,522,598 Cash and Cash Equivalents
Kas dan Setara Kas yang
Dibatasi Penggunaannya 18,721,013 - - 18,721,013 Restricted Cash
Piutang Usaha 80,965,456 380,486,770 (88,446,988) 373,005,238 Trade Accounts Receivable
Piutang Lain-Lain 282,721,171 30,267,150 (3,750,889) 309,237,432 Other Receivable
Pendapatan yang Masih
akan Diterima 17,077,657 - - 17,077,657 Accrued income
Jumlah 2,159,007,894 410,753,920 (92,197,877) 2,477,563,937 Total Belum jatuh
tempo/Neither Telah jatuh Penurunan nilai/
30 Juni 2013 past due tempo/Past due Impairment Jumlah/Total June 30, 2013
Pinjaman yang Loans and
diberikan dan piutang: Receivables:
Kas dan Setara Kas 1,558,999,605 - - 1,558,999,605 Cash and Cash Equivalents
Kas dan Setara Kas yang - Cash and Cash
Dibatasi Penggunaannya 27,651,013 - - 27,651,013 Equivalents Restricted
Piutang Usaha 110,264,787 249,704,083 (74,137,113) 285,831,757 Trade Accounts Receivable
Piutang Lain-Lain 44,240,235 30,267,150 (3,726,381) 70,781,004 Other Receivable
Pendapatan yang Masih
akan Diterima 63,357,266 - - 63,357,266 Accrued income
Jumlah 1,804,512,906 279,971,233 (77,863,494) 2,006,620,645 Total
2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang 2. Foreign Exchange Rate Risk Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko dimana
nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Instrumen keuangan Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko nilai tukar mata uang terutama terdiri dari kas dan setara kas, investasi dan pinjaman.
Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value of future cash flow of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Company’s financial instruments that potentially containing foreign exchange rate risk are cash and cash equivalent, investments and loans.
Perusahaan tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing. Bagaimanapun, terkait dengan hal-hal yang telah didiskusikan pada paragraf di atas, fluktuasi dalam nilai tukar Rupiah dan Dolar AS menghasilkan lindung nilai natural untuk laju nilai tukar Perusahaan.
The Company does not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure. However, in relation to the matters discussed in the preceding paragraph, the fluctuations in the exchange rates between the Rupiah and US Dollar provide some degree of natural hedge for the Company’s foreign exchange exposure.
Eksposur risiko nilai tukar mata uang Perusahaan terutama disebabkan oleh Kas dan Setara Kas, Investasi Sementara, Piutang Usaha, dan Utang Usaha. Utang usaha dikompensasi dengan kenaikan nilai Kas dan Setara Kas yang sebagian besar didominasikan dalam mata uang asing yang sama. Perubahan nilai tukar telah, dan akan diperkirakan terus, memberikan pengaruh terhadap hasil usaha dan arus kas Perusahaan. Beberapa liabilitas dan belanja modal Perusahaan diperkirakan akan terus didominasi dengan mata uang Dolar Amerika Serikat.
Exposure of currency exchange risk of Company is mainly from Cash and Cash Equivalents, Temporary Deposits, Trade Accounts Receivables, and Trade Account Payables which generaly dominated in United States Dollar. Trade Account Payables is offset by increasing of Cash and Cash Equivalents dominated in the same foreign currencies. Foreign exchange had been, and would be expected give influence towards operation result and cash flow of the Company.
Several liabilities and capital expenditures Entity are expected to continue dominated in United States Dollar.
Dalam mengelola risiko mata uang, Perusahaan tidak melakukan hedging, karena transaksi dalam valuta asing tersebut dilakukan dalam jangka pendek. Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat risiko signifikan atas fluktuasi mata uang asing dalam transaksi tersebut.
The Company manages the foreign exchange rate risk without hedging, because transactions have short term period. The Company believes that there are no significant risk of foreign exchange fluctuations on its transactions.
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang terutama berdenominasi dalam mata uang Dolar Amerika Serikat:
The following table presents the Company's financial assets and liabilities denominated in foreign currency, mainly in United States Dollar:
Mata Uang Asing Ekuivalen Mata Uang Asing Ekuivalen Mata Uang Asing Ekuivalen (Angka Penuh)/ Rupiah / (Angka Penuh)/ Rupiah / (Angka Penuh)/ Rupiah (*)/
Foreign Currency Equivalent Rupiah Foreign Currency Equivalent Rupiah Foreign Currency Equivalent Rupiah
(Full Amount) Rp (Full Amount) Rp (Full Amount) Rp
Aset Assets
Kas dan Setara Kas USD 17,622,903 210,928,126 51,437,309 626,969,456 70,641,347 698,617,608 USD Cash and Cash Equivalent
EUR 2,236 36,522 2,251 37,867 2,271 29,476 EUR
Piutang Usaha USD 14,111,051 168,895,275 11,863,325 144,601,498 12,101,386 120,154,664 USD Trade Receivables
Jumlah Aset 379,859,923 771,608,821 818,801,748 Total Assets
Liabilitas Liabilities
Utang Usaha USD 448,782 5,371,469 450,930 5,496,387 583,044 5,736,019 USD Trade Payables Beban Akrual USD 1,331,501 15,936,735 1,313,689 16,012,551 1,040,443 10,330,555 USD Accrued Expenses Utang Bank Jangka Pendek USD 108,125,000 1,294,148,125 50,000,000 609,450,000 8,125,000 80,673,125 USD Bank Loan Current Liabilities
Liabilitas Jangka Panjang Long - Term Liabilities
Utang Bank USD 71,716,794 858,378,184 78,566,000 957,642,116 56,875,000 564,711,875 USD Bank Loans
Jumlah Liabilitas 2,173,834,513 1,588,601,054 661,451,574 Total Liabilities
Aset (Liabilitas) Bersih (1,793,974,592) (816,992,235) 157,350,175 Net - Assets (Liabilities) 30 Juni 2014/ 31 Desember 2013/ 30 Juni 2013/
June 30, 2014 December 31, 2013 June 30, 2013
Analisis Sensitivitas Sensitivity Analysis
Pergerakan yang mungkin terjadi terhadap nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat pada tanggal akhir tahun dapat meningkatkan (mengurangi) nilai ekuitas atau laba rugi sebesar nilai yang disajikan pada tabel.
Analisis ini dilakukan berdasarkan varians nilai tukar mata uang asing yang dipertimbangkan dapat terjadi pada tanggal laporan posisi keuangan dengan semua variabel lain adalah konstan.
Movement that may occur towards Rupiah exchange rate against United States Dollar at year end that could increase (decrease) the equity or profit or loss amount are presented in table. The analysis was conducted based on the variance of foreign currency exchange rates that were considered to happen on the reporting date with all other variables are held constant.
Tabel berikut menunjukan sensitivitas perubahan kurs Dolar Amerika Serikat terhadap laba bersih dan ekuitas Perusahaan:
The following table shows the sensitivity of the United States Dollar exchange rate changes on net income and stockholder's equity:
30 Juni 2014/ Appreciates 100
Juni 30, 2014 Depreciates 100
31 Desember 2013/ Appreciates 100
December 31, 2013 Depreciates 100
30 Juni 2013/ Appreciates 100
(6,664,554) (6,664,554)
Sensitivitas/Sensitivity
Perubahan Nilai Tukar Laba (Rugi)/
Chage in Exchange Rates Ekuitas/Equity Profit (Loss)
14,988,420 14,988,420
(14,988,420) (14,988,420)
6,664,554 6,664,554
(4,339,456) (4,339,456)
3. Risiko Tingkat Suku Bunga 3. Interest Rate Risk Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar
atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar.
Interest rate risk is the risk that fair value of future cash flow of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rate.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, profil instrumen keuangan Perusahaan yang dipengaruhi bunga adalah:
On the statement of financial position, the Company's profile of financial instruments that are affected by the interest are as follows:
30 Juni 2014/ 31 Desember 2013/ 30 Juni 2013/
June 30, 2014 December 31, 2013 June 30, 2013
Rp Rp Rp
Aset Keuangan 1,052,349,199 1,772,750,794 1,580,891,077 Financial Assets
Liabilitas Keuangan (2,604,206,292) (2,035,862,457) (904,411,594) Financial Liabilities
Jumlah Aset (Liabilitas) Total Assets (Liabilities)
- bersih (1,551,857,093) (263,111,663) 676,479,483 – net
Analisis sensitivitas terhadap risiko suku bunga Sensitivity analysis on interest rate risk
30 Juni 2014/ 31 Desember 2013/ 30 Juni 2013/
June 30, 2014 December 31, 2013 June 30, 2013
Rp Rp Rp
Tingkat bunga tetap Fixed rate
Aset Keuangan 1,052,349,199 1,772,750,794 1,580,891,077 Financial Assets
Liabilitas Keuangan (2,604,206,292) (2,035,862,457) (904,411,594) Financial Liabilities
Tingkat bunga mengambang Variable rate
Aset Keuangan 1,073,396,183 1,808,205,810 1,612,508,899 Financial Assets
Liabilitas Keuangan (2,656,290,418) (2,076,579,706) (922,499,826) Financial Liabilities
Jumlah Aset (Liabilitas) Total Assets (Liabilities)
- bersih (1,582,894,235) (268,373,896) 690,009,073 – net
Kenaikan suku bunga 2% akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi untuk periode yang berakhir 30 Juni 2014, 31 Desember 2013 dan 30 Juni 2013 masing-masing sebesar (Rp1.582.894.235), (Rp268.373.896) dan Rp690.009.073 Penurunan 2% suku bunga untuk periode yang berakhir 30 Juni 2014, 31 Desember 2013 dan 30 Juni 2013 akan memiliki sama tetapi berlawanan efek, atas dasar bahwa semua variabel lainnya tetap konstan.
A 2% increase in interest rates would have decreased equity and profit or loss for the periods ended June 30, 2014, December 31, 2013 and June 30, 2013 by (Rp1,582,894,235), (Rp268,373,896) and Rp690,009,073, respectively. A 2% decrease in interest rates for the periods ended June 30, 2014, December 31, 2013 and June 30, 2013 would have the equal but opposite effect, on the basis that all other variables remain constant.
Perusahaan mengelola risiko suku bunga melalui kombinasi pinjaman dengan suku bunga berfluktuasi dan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Perusahaan.
The Company manages interest rate risk through combination of loans with fluctuating interest rates and monitoring the impact of the movements in interest rate to minimize the negative impact in the Company.
4. Risiko Likuiditas 4. Liquidity Risk
Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Perusahaan menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Liquidity risk is a risk when the cash flow position of the Company indicated that the short-tem revenue is not enough to cover the short-term expenditure.
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
The Company manages liquidity risk by maintaining an adequate level of cash and cash equivalent to cover Company’s commitment in normal operation and also regularly evaluate the projected and actual cash flow, as well as maturity date schedule of their financial assets and liabilities.
Rincian jatuh tempo liabilitas keuangan yang
dimiliki adalah sebagai berikut: Details of the maturities of financial liabilities are as follows:
Kurang dari 3 tahun/ Lebih dari 1 bulan/Less than 3 3 months up to 1 tahun/More than
30 Juni 2014 months year 1 years Jumlah/Total June 30, 2014
Utang Usaha 698,872,947 84,412,719 9,280,418 792,566,083 Trade Accounts Payable
Utang Lancar Lain-lain 17,119,659 1,907,070 36,658,248 55,684,977 Other Current Liabilites
Beban Akrual 334,988,431 11,273,113 14,106,847 360,368,391 Accrued Expenses
Utang Bank 47,923,281 1,303,209,633 1,253,073,378 2,604,206,292 Bank Loans
Uang Persekot/Panjar 35,464,955 - - 35,464,955 Deposit Received
Uang Titipan 90,531,877 - - 90,531,877 Fund Retained
Jumlah 1,224,901,150 1,400,802,535 1,313,118,891 3,938,822,576 Total Kurang dari 3 tahun/ Lebih dari 1
bulan/Less than 3 3 months up to 1 tahun/More than
31 Desember 2013 months year 1 years Jumlah/Total December 31, 2013
Utang Usaha 660,340,068 13,727,459 2,231,859 676,299,386 Trade Accounts Payable
Utang Lain-Lain 36,614,940 2,590,380 33,963,473 73,168,793 Other Payables
Beban Akrual 239,984,581 226,960,415 6,218,527 473,163,524 Accrued Expenses
Utang Bank 49,517,813 795,211,230 1,191,100,205 2,035,829,247 Bank Loans
Uang Persekot/Panjar 23,424,067 - - 23,424,067 Deposit Received
Uang Titipan 96,176,968 - - 96,176,968 Fund Retained
Jumlah 1,106,058,437 1,038,489,484 1,233,514,064 3,378,061,985 Total
Kurang dari 3 tahun/ Lebih dari 1 bulan/Less than 3 3 months up to 1 tahun/More than
30 Juni 2013 months year 1 years Jumlah/Total June 30, 2013
Utang Usaha 552,411,202 38,974,081 2,923,651 594,308,934 Trade Accounts Payable
Utang Lain-Lain 1,056,912 5,063,109 46,916,068 53,036,089 Other Payables
Beban Akrual 435,248,053 18,257,614 3,295,071 456,800,738 Accrued Expenses
Utang Bank 40,336,563 74,035,884 783,120,964 897,493,411 Bank Loans
Uang Persekot/Panjar 32,109,071 - - 32,109,071 Deposit Received
Uang Titipan 76,341,523 - - 76,341,523 Fund Retained
Jumlah 1,137,503,324 136,330,688 836,255,755 2,110,089,766 Total
5. Risiko Likuiditas 5. Liquidity Risk
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau penerbitannya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.
Price risk is a risk of fluctuaions in the value of financial instruments as a result of changes in market price, whether those changes are caused by factors specific to the individual instrument or its issues or factors affecting all instruments traded in the market.
Grup terkena dampak risiko harga yang terutama diakibatkan oleh pengadaan dan pemeliharaan fasilitas pelabuhan dan peralatan yang merupakan komponen utama biaya produksi. Harga pengadaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain permintaan pasokan, nilai tukar kondisi geografis dan nilai tukar. Dampak risiko harga tersebut mengakibatkan kenaikan biaya produksi. Grup tidak serta merta dapat mengalihkan kenaikan harga tersebut kepada pelanggannya.
Company and subsidiaries are affected by price risk that are primarily attributable to the procurement and maintenance of port facilities and equipment which are the major component of production costs. Procurement prices are influenced by several factors, such as rising demand and exchange rates. The impact of this price risk, results in the increasing production costs. The Company and subsidiaries are unable to transfer these price increases directly to its customers.
Kebijakan Grup untuk meminimalkan risiko harga adalah antara lain dengan melakukan kerjasama usaha dan pembelian bersama antara Grup kepada pemasok agar mendapatkan harga yang menguntungkan.
Company and subsidiaries set policies to minimize price risk, such as by conducting joint operations and joint purchase between the Company and subsidiaries to suppliers in order to obtain a favorable price.
b. Nilai Wajar Instrumen Keuangan b. Fair Value of Financial Instruments
Estimasi nilai wajar Fair value estimation
Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
The fair value of financial assets and financial liabilities must be estimated for recognition and measurement or for disclosure purposes.
PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
PSAK 60, “Financial Instruments: Disclosures”
requires disclosure of fair value measurements by level of the following fair value measurement hierarchy:
a. harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);
a. quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities (level 1);
b. input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (tingkat 2); dan
b. inputs other than quoted prices included within level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (as prices) or indirectly (derived from prices) (level 2); and
c. input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
c. inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs) (level 3).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Kuotasi nilai pasar yang digunakan Perusahaan untuk aset keuangan adalah harga penawaran (bid price), sedangkan untuk liabilitas keuangan menggunakan harga jual (ask price). Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
The fair value of financial instruments traded in active markets is based on quoted market prices at the reporting date. The quoted market price used for financial assets held by the Company is the current bid price, while financial liabilities use ask price. These instruments are included in level 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
The fair value of financial instruments that are not traded in an active market is determined using valuation techniques. These valuation techniques maximise the use of observable market data where it is available and rely as little as possible on estimates.
If all significant inputs required to fair value an instrument are observable, the instrument is included in level 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
If one or more of the significant inputs is not based on observable market data, the instrumen is included in level 3.
Teknik penilaian tertentu digunakan untuk menentukan
nilai instrumen keuangan mencakup: Specific valuation techniques used to value financial instruments include:
penggunaan harga yang diperoleh dari bursa atau pedagang efek untuk instrumen sejenis dan;
the use of quoted market prices or dealer quotes for similar instruments and;
teknik lain seperti analisis arus kas yang didiskonto
digunakan untuk menentukan nilai instrumen other techniques, such as discounted cash flows analysis, are used to determine fair value for the