BAB III METODE PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
Tabel II
Keadaan Sampel SMP Pondok Pesantren Al-Iman Ulu-Ale Kec. Watang Pulu Kab.Sidrap
No Populasi Jeniskelamin
Jumlah Laki-laki Perempuan
1 GURU/PEMBINA 1 1 2
2 SISWA/SANTRI 16 16 32
Jumlah 17 16 34
Sumber data: SMP Pondok Pesanten Al-Iman Ulu-Ale Kec.watang Pulu Kab.Sidrap 2014
mengadakan penelitian sekaligus pengamatan-pengamatan terhadap masalah-masalah yang ada kaitannya dengan karya ilmiah.
Jadi penulis menyimpulkan bahwa pedoman observasi sebagai usaha mengamati fenomena-fenomena yang akan diselidiki baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung. Dengan mengfungsikan semua alat indera dari pengamat untuk mendapatkan info dan data yang akan diperlukan.
2. Pedoman Angket
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 194) Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.
Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang tersusun secara sistematis yang diberikan kepada responden.
3. Pedoman Wawancara
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 198) Wawancara adalah sebuah dialoq yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis dapat memahami pedoman wawancara adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan dan menemukan info atau keterangan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan informasi yang diperlukan atau dibutuhkan studi tentang sistem pengembangan pendidikan pada SMP pondok pesanteren Al-Iman Ulu-Ale kec.Watang Pulu kab.Sidrap dapat akurat dan tidak ada rekayasa didalamnya.
4. Catatan Dokumentasi
Suharsimi Arikunto ( 2010: 201) mengemukakan bahwa dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, peraturan-peraturan, dan sebagainya.
G. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberap ateknik dan metode untuk mengumpulkan data sebagai berikut yaitu:
1. Observasi, yaitu mengamati dan menggunakan komunikasi langsung dengan sumber informasi tentang objek penelitian
2. Angket, yaitu memberikan pertanyaan dalam bentuk daftar pertanyaan dibarengi dengan sejumlah pilihan jawaban.
3. Wawancara yaitu melakukan wawancara langsung terhadap obyek yang akan diteliti dalam peningkatan proses belajar mengajar.
4. Dokumentasi yaitu pengumpulan data dari dokumen atau catatan yang ada di SMP Pondok pesantren Al-Iman Ulu-Ale kec.watang pulu kab.Sidrap.
H. Teknik Analisis Data
Penelitian ini merupakan diskriptif dengan menggunakan data kualitatif, lalu dianalisis dengan menngunakan teknik induktif untuk melihat persentase kecenderungan variabel penelitian sesuai dengan rumus yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto (2000:246) sebgai berikut :
Dimana : P = Persentase F = Frekuensi N = Sampel
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Kondisi Obyektif dan Lokasi Penelitian
Pada pembahasan ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian, namun sebelum terlalu jauh membahas mengenaai hasil penelitian ini, terlebih dahulu peneliti memberikan gambaran tentang obyektif lokasi penelitian sebagai berikut:
1. Sejarah singkat lokasi penelitian
Sebagai langkah awal dalam pembahasan ini akan dikemukakan sejarah singkat SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec. Watang Pulu Kab. Sidrap yang dijadikan sebagai objek penelitian. SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec.Watang Pulu Kab.Sidrap merupakan salah satu lembaga pendidikan Swasta yang di Bawa Naungan Wahdah Islamiyah Cab. Sidrap yang terletak di Kec. Watang Pulu Kab. Sidrap Persis sebelah Timur Sekitar 500 Meter Merupakan Jalan Poros Rappang Pare-Pare
Sejak berdirinya pada tahun 2000 sampai pada tahun ajaran 2013- 2014, Baru mengalami satu kali pergantian kepalah sekolah pada tahun ajaran 2000 yang menjabat sebagai kepala Sekolah SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec.Watang Pulu Kab.Sidrap adalah Bapak Ir. Zainuddin
55
Ilyas Sampai tahun 2006, pada tahun ajaran 2006 yang menjabat sebagai kepala sekolah adalah Ismail, Spd.I. sampai sekarang
2. Keadaan Guru
Guru atau lazim disebut ustadz dalam lingkungan Pondok pesantren bisanya terdapat dua kelompok. Kelompok guru atau ustadz yang mengajar kitab yang biasanya pada sore, malam, dan subuh, guru yang mengajar di SMP pada pagi hari. Guru atau ustadz yang mengajar pada pelajaran kitab adalah ustadz yang mempunyai latar belakang ilmu-ilmu agama dan mahir membaca kitab yang berbahasa Arab. Namun guru yang mengajar kitab terkadang juga mengajar pada pada pagi hari.
Pada dasarnya guru dan ustadz yang mengajar di SMP Pondok Pesantren Al-Iman Ulu-Ale Kab. Sidrap statusnya dapat juga dibagi dalam dua bagian, yakni status guru yayasan/sosial, dan status guru negerigambaran sebagaimana tercantum dalam tebel berikut ini:
Tabel III :Keadaan Guru SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec.Watang Pulu Kab.Sidrap
No. Nama Jabatan Status
1 2.
3.
4.
Takdir Baharuddin. Lc Ismail, Spd.i
Ridwan Mustakim.S.Hi Marwati Kulle. Spd.I
Pimpinan Kepsek Wakasek
Guru
Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
Kasmawati. Spd.I Kasmawati Hindi Mahasia
Amiruddin Jufri, Sp Mirsa. Spd
Abu Talib. Spd NurHaedah. Spd Drs. Sudarman Lukman, Spd.i, Lc H.Abdul Hafidz, Spd.i Abd. Hanis. Spd Wahyuni. Spd.I Suhara. Sp.T Nurmianti. Spd Hamkah. Spd.I Mustaqim
Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru guru
Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan
PNS PNS PNS Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan
Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan Guru Yayasan
Sumber data: SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec.Watang Pulu Kab.Sidrap 2014
3. Keadaan Siswa
Siswa atau lazim disebut santri merupakan bagian dari komponen yang tidak dapat dipisahkan dari sekolah (Pondok) karena siswa merupakan objek pendidikan dan tujuan untuk diberi pengajaran. Pendidikan tidak
mungkin terlaksana tanpa adanya siswa sebagai objek yang menerima pendidikan.
Dengan demikian yang menjadi sasaran pokok dalam proses belajar mengajar adalah siswa (Santri) sehingga tujuan dari pendidikan dan pengajaran adalah merubah pola tingkah laku anak didik kearah kematangan kepribadiannya. Untuk mengetahui keadaan siswa (Santri) sekolah SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec.Watang Pulu Kab.Sidrap dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel VI : Jumlah Siswa SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec.Watang Pulu Kab.Sidrap.
No Populasi Jeniskelamin
Jumlah Laki-laki perempuan
1 Guru/Pembina 11 9 20
2 SiswaKelas VII (a,b,c) 56 63 119
3 Siswakelas VII (a,b) 58 53 111
4 Siswakelas IX (a,b) 49 44 93
Jumlah 174 169 343
Sumber data: SMP Pondok Pesanten Al-Iman Ulu-Ale Kec.watang Pulu Kab.Sidrap 2014
4. Keadaan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana sangat menunjang proses belajar mengajar, disamping kemampuan siswa ( Santri) menerima pelajaran dan cara guru menyajikan materi pelajaran yang disampaikan yang sesuai dengan keadaan dan situasi siswa (Santri), akan tetapi sangat berpengaruh juga
dengan fasilitas atau sarana dan prasarana yang dapat menunjang keefektifan belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
Untuk lebih jelasnya mengenai sarana dan prasarana yang ada di Sekolah SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec.Watang Pulu Kab.Sidrap dapat dilihat pada tabel mengenai sarana dan prasarana yang ada pada sekolah:
Tabel V :Sarana dan prasarana Sekolah SMP Pondok Pesantren Al-iman Ulu-Ale Kec.Watang Pulu Kab.Sidrap
No. Saranadanprasarana Jumlah
Keterangan Baik Rusak Ringan 1.
2.
3.
4.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
RuangKepalaSekolah Ruang Guru (Kantor) RuangTU
Laboratorium Komputer Ruang Perpustakaan Ruang Keterampilan Ruang Ibadah (Mesjid) Asrama Putra
Asrama Putri Lapangan Olaraga - Sepak Bola -Takraw -Volly -Futsal
1 1 1 1 1 1 2 3 2 2 1 1 1 1
Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik
- - - - - - - - - - - - - -
Sumber Data: Kantor SMP Pondok Pesanten Al-Iman Ulu-Ale Kec.watang Pulu Kab.Sidrap 2014
Dari tabel keadaan sarana dan prasarana tersebut diatas maka, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa sarana dan parasarana yang dimiliki oleh Sekolah SMP Pondok Pesanten Al-Iman Ulu-Ale Kec.watang Pulu Kab.Sidrapsudah layak untuk melakukan proses belajar mengajar yang efektif.
B. Sistem Pendidikan Pondok Pesantren di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale Kecamatan Watang Pulu kab.Sidrap.
Berbeda dengan sekolah umum, yang memperioritas penyajian pada mata pelajaran umum saja, maka di SMP Pondok Pesantren Al-Ulu- Ale penyajian mata pelajaran diutamakan pada pelajaran agama dan santri mendapatkan tambahan dengan pengajian yang dilaksanakan setiap malam setelah shalat Maghrib, Isya dan Subuh. Pengajian ini dibawakan oleh guru dan sebagian besar para santri yang mempunyai bakat dan keberanian dalam mengembangkan bakatnya oleh santri SMP Pondok Pesantren Al-Iman Ulu-Ale secara bergiliran sesuai dengan keahliannya masing-masing. Pada pelaksanaan pengajian ini, pengajian untuk santri dan santriwati dilakukan secara terpisah.
Materi yang disajikan dalam pengajian ini berupa pembacaan ayat suci Al-Qur’an mencakup masalah tajwid dan Hafalan biasanya di laksanakan pada subuh hari sedangkan Muhadarah (latihan Ceramah) di laksanakan setelah sholat isya. Pembacaan Kitab As-Sunnah yang biasanya menggunakan kitab tanpa harakat atau lebih sering disebut kitab gundul.
Pada sisi inilah terletak kelebihan pada siswa di karenakan cara belajar pada siswa SMP Pondok Pesantren Al-Iman Ulu-Ale dibanding pada sekolah umum. Anak-anak dapat menimbak ilmu agama yang lebih banyak disamping mendapat ilmu umum.
Di bawah ini table data tentang Sistem Pendidikan Pondok Pesantren di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale Kecamatan Watang Pulu
kab.Sidrap
TABEL VI
Pendapat Siswa Tentang Kegiatan Sistem Pendidikan di SMP Pondok Pesantren AL-Iman Ulu Ale Berlangsung Sepanjang Hari Dari Pagi Hingga
Malam
No Jawaban Frekuensi Persentase
1 Aktif 16 47,06%
2 Kurang aktif 18 52,94%
3 Tidak aktif - -
Jumlah 34 100%
Sumber data: tabulasi angket No. 1
Tabel di atas menunjukkan bahwa Kegiatan Sistem Pemdidikan di SMP Pondok Pesantren AL-Iman Ulu Ale Berlangsung Sepanjang Hari Dari Pagi Hingga Malam , dari 34 responden ada 16 orang atau 47,06% yang mengatakan aktif, 18 orang atau 52,94% mengatakan kurang aktif dan tidak ada orang yang mengatakan tidak aktif. Hal ini menunjukkan bahwa Kegiatan Sistem Pemdidikan di SMP Pondok Pesantren AL-Iman Ulu Ale Berlangsung Sepanjang Hari Dari Pagi Hingga Malam bias dikatakan secara signifikan kategori aktif.
TABEL VII
Pendapat Siswa Tentang Sistem Pendidikan di SMP Pondok Pesantren Al- Iman Ulu-Ale Merupakan Sistem Terpadu Artinya Tidak Ada Pemisahan
Antara Pengetahuan Umum Dan Pengetaahuan Agama
No Jawaban Frekuensi Persentase
1 Baik 29 85,29%
2 Sangat Baik 4 11,77%
3 Kurang baik 1 2,94%
Jumlh 34 100%
Sumber data: tabulasi angket No. 2
Tabel di atas menunjukkan bahwa Sistem Pendidikan di SMP Pondok Pesantren Al-Iman Ulu-Ale Merupakan Sistem Terpadu Artinya Tidak Ada Pemisahan Antara Pengetahuan Umum Dan Pengetaahuan Agama adalah 29 orang atau 85,29% dari 34 responden yang mengatakan baik, 4 orang atau 11,77% dari 34 responden yang mengatakan sangat baik, dan 1 orang atau 2,94% dari 34 responden yang mengatakan kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa Sistem Pendidikan di SMP Pondok Pesantren Al-Iman Ulu-Ale Merupakan Sistem Terpadu Artinya Tidak Ada Pemisahan Antara Pengetahuan Umum Dan Pengetaahuan Agama dalam kategori baik.
TABEL VIII
Pendapat Siswa Tentang termotivasi Dengan Sistem Pendidikan Yang Dilaksanakan Secara Terencana Untuk Mengembangkan Visi Dan Misi di
SMP Pondok Pesantren Ulu-Ale
No Jawaban Frekuensi Persentase
1 Sangat termotivasi 14 41,18%
2 Kurang termotivasi 20 58,82%
3 Tidak termotivasi - - %
Jumlah 34 100%
Sumber data: tabulasi angket No. 3
Tabel di atas menunjukkah bahwa siswa termotivasi dengan Sistem Pendidikan Yang Dilaksanakan Secara Terencana Untuk Mengembangkan Visi Dan Misi di SMP Pondok Pesantren Ulu-Ale, 14 orang atau 41,18% dari 34 responden yang mengatakan sangat termotivasi, 20 orang atau 58,82%
dari 34 responden yang mengatakan kurang termotivasi dan tidak responden yang mengatakan tidak termotivasi. Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat termotivasi dengan Sistem Pendidikan Yang Dilaksanakan Secara Terencana Untuk Mengembangkan Visi Dan Misi di SMP Pondok Pesantren Ulu-Ale.
Dari beberapa sebaran angket tersebut dapat disimpulkan bahwa Sistem Pendidikan Pondok Pesantren di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale Kecamatan Watang Pulu Kab. Sidrap yaitu:
1. Sistem pendidikan di SMP pondok pesantren berlangsung sepanjang hari dari pagi hingga malam.
2. Sistem pendidikan di SMP pondok pesantren adalah system yang terpadu.
3. System pendidikan di SMP pondok pesantren dillaksanakan secara terencana.
Menurut Takdir Baharuddin Sistem Pendidikan Pondok Pesantren di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale Kecamatan Watang Pulu Kab.
Sidrap yaitu:
a. Sistem pendidikan mengacu pada pendidikan nasional dan kepesantrenan dengan penyelenggaraan pendidikan klasikal.
b. Sistem pendidikan di SMP Al-Iman cukup baik karena dilengkapi fasilitas yang memadai seperti LPK, perpustakaan dan ruangan Lab (wawancara 6 Maret 2014).
C. Upaya-Upaya Apa Yang Di Kembangkan Dalam Pengembangan Pendidikan Santri Di SMP Pondok Pesanteren Al Iman Ulu-Ale Kecamatan Watang Pulu Kab.Sidrap
Sebagaimana setelah penulis melakuak penelitian di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale maka berbagai uapaya-upaya yang dilakukan oleh para guru dan semuan pihak ikut berperang aktif dalam pengembangan pendidikan di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale
Adapun upaya-upaya yang dikembangkan dalam pengembangan pendidikan santri di SMP Al Iman Ulu-Ale adalah sebagai berikut:
1. Merealisasikan visi dan misi sekolah
Salah satu tujuan sekolah dalam pendidikan adalah bagaimana pihak sekolah terlibat untuk merealisasikan visi dan misi sekolah supaya
tujuan dan arah kebijakan sekolah tidak bertentangan dengan visi dan misi sekolah.
Oleh karena itu salah satu upaya dalam pengembangan pendidikan santri di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale adalah mengembangkan serta merealisasikan visi dan misi di lingkungan sekolah.
Hal tersebut senada dengan apa yang dikemukakan oleh Abd. Hafid selaku guru di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale dengan mengatakan:
Berbagai upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk mengembangkan sistem pendidikan di sekolah ini, salah satunya adalah merealisasikan serta mengacu kepada visi dan misi sekolah pesantren yang dituangkan dalan kurikulum serta perealisasian kurikulum yang di terapkan oleh pihak sekolah. (wawancara 10 Maret 2014).
2. Menghafal Alquran
Salah satu Sistem pendidikan di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale berlangsung sepanjang hari dari pagi hingga malam. Oleh karena itu upaya yang dilakukan untuk pengembangan pendidikan santri SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale adalah melakukan pembinaan dan penghafalan Alquran.
Menurut Amiruddin Jufri upaya yang dikembangkan dalam pengembangan pendidikan santri di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale yaitu:
Upaya yang di kembangkan dalam pengembangan sistem pendidikan pondok pesantren bagaimna seorang siswa bisa menghafal Al-qur’an di karenakan salah satu ciri anak santri yaitu bisa menghafal Al-qur’an dan tidak terlepas dari pembinaan yang di lakukan oleh berbagai pihak
pondok pesantren dan juga karena cara belajar santri dari pagi hingga malam. (wawancara 8 Maret 2014).
Hal tersebut dapat dilihat dalam angket berikut:
TABEL IX
Pendapat Siswa Tentang Kegiatan Pendidikan Santri di SMP Pondok Pesantren Ulu-Ale pada malam hari adalah Menghafal AlQuran
No Jawaban Frekuensi Persentase
1 Sering 24 70,59%
2 Kadang-kadang 9 26,47%
3 Tidak sering 1 2,94%
Jumlah 34 100%
Sumber data: tabulasi angket No. 3
Tabel di atas menunjukkah bahwa pendidikan santri di SMP pondok pesanter Al-Iman Ulu-Ale pada malam hari adalah menghafal Alquran, 24 orang atau 70,59% dari 34 responden yang mengatakan sering, 9 orang atau 26,00% dari 34 responden yang mengatakan kadang-kadang dan 1 orang atau 2,94% dari 34 responden yang mengatakan tidak sering. Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa pendidikan santri di SMP pondok pesanter Al-Iman Ulu-Ale pada malam hari adalah sering menghafal Alquran.
3. Bercakap dengan menggunakan bahasa Arab
Bercakap bahasa Arab dalam lingkungan pondok pesantren merupakan ciri has anak santri oleh karena itu salah satu upaya pondok SMP
pesantren Al iman Ulu-Ale dalam pengembangan sistem pendidikan adalah melakukan percakapan Bahasa sehari-hari dalam pondok pesantren dengan menggunakan Bahasa arab.
Dengan pembinaan yang di lakukan oleh pondok pesantren terutama menggunakan bahassa arab dalam percakapan sehari-hari maka di harapkan para santri memiliki keterampilan bahasa arab, sehingga mampu membedakan antara sekolah umum dengan pondok pesantren.
Sebagaimna yang di kemukakan oleh Mustaqim bahwa upaya yang di kembangkan dalam pengembangan sistem pengembangan santri di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale yaitu:
Memang Salah satu ciri has Pondok SMP pesantren Al Iman Ulu-Ale adalah santri menggunakan bahasa arab dengan pemberian mufradat (Kosa Kata) setiap pagi agar santri mudah memahami dan bercakap setiap hari dengan bahasa Arab yang merupakan salah satu wujud dalam pengebangan sistem pendidikan di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale. (wawancara 16 Maret 2014).
4. Pembenahan fasilitas pada setiap sektor penyelenggaraan pendidikan.
Dari berbagai upaya yang di lakukan oleh sekolah dalam pengembangan pendidikan santri adalah pembenahan setiap pasilitas SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale.
Karena salah satu foktor pendukung teruwujutnya sistem pendidikan lebih baik adalah bagaimna ketersediaan fasilitas dalam dalam penyelenggaraan pendidikan. Oleh sebab itu pembenahan fasilitas harus
menjadi salah satu aspek yang harus di perhatikan dalam pengembangan sistem penembangan pendidikan SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale.
Hal tersebut senadah apa yang di ungkapkan oleh Takdir Baharuddin:
Salah satu upaya yang di kembangan sistem pengembangan santri di SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale kecamatan. Watang Pulu kabupaten Sidrap. Yakni pembenahan fasilitas pada setiap sektor penyelenggaraan pendidikan terutama dalam sektor fasilitas yang yang berkaitan dengan sistem pendidikan seperti pengadaan LCD dan perpustakaan yang lengkap.
Walaupun sekarang ini belum memenuhi kebutuhan sebagaimna layaknya seperti sekolah lain. (wawancara 6 Maret 2014).
D. Faktor Peluang Dan Tantangan Terhadap Pengembangan Pendidikan Santri Di Smp Pondok Pesantren Al Iman Ulu-Ale.
Dalam pembahasan ini, dari hasil penelitian penulis akan memaparkan sebagai berikut:
1. Faktor peluang terhadap pengembangan pendidikan santri di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale.
Berbagai peluang untuk mengembangkan sistem pendidikan SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale, oleh karena itu dari berbagai peluang yang ada bagaimana selanjutnya memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan sekolah SMP pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale’ dari hasil penelitan menungkapkan bernagai peluang diantaranya Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama telah memberikan dampak tertentu terhadap system pengajaran, sehingga pengajaran beralih pendekatannya dari cara lama ke cara baru sehingga santri dapat mengembangkan bakat mereka masing baik dari segi emosional maupun kemampuan kerangka
berpikir mereka, animo dan minat orang tua masyarakat termasuk perhatian pemerintah terhadap sekolah serta bertambahnya santri setiap tahun.
Menurut Abd. Hafidz bahwa peluang terhadap pengembangan pendidikan santri di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale yakni:
peluang mengembankan sistem pendidikan santri di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale banyak seperti bertambahnya santri setiap tahun, harapan ummat semakin banyak, memberikan kesempatan siswa untuk menghafal Alquran 30 juz serta berupa bantuan dari pemerinta seperti dana bos. (wawancara 10 Maret 2014).
Berdasarkan uraian di atas, Maka dapat di simpulkan bahwa peluang bagi pengembangan sistem pendidikan SMP pondok Pesantren Al Iman Ulu- Ale yaitu:
a. Harapan Ummat
b. Memberikan siswa untuk menghafal al-qur’an 30 Juz c. Perhatian pemerintah.
d. Kehambaan spiritual masyarakat pedesaan dan perkotaan e. Perkembangan Ilmu teknologi dan informasi.
2. Faktor tantangan pengembangan pendidikan santri di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale.
Setiap perjuangan yang dilakukan terkadang berbagai tantangan yang di hadapi, adapun tantangannya dari hasil penelitian adalah Kehidupan pesantren mengajarkan para santri untuk bertahan dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan. Kehidupan santri utamanya di SMP Pondok
pesantren Al Iman Ulu-Ale mengajarkan santri untuk hidup mandiri. Tidak sedikit dari para santri yang harus hidup diantara “kekurangan”. Kondisi inilah yang menjadi mereka banyak tirakatnya.
Menurut Mustaqim selaku pembina di SMP pondok pesatren Al-iman Ulu Ale mengatakan:
Tantangan untuk mengembankan pendidikan santri di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale yakni santri harus memiliki kemampuan berbahasa arab karena dengan bekal bahasa arab saantri memiliki bekal dalam hidupnya serta asrama dan kelas belum memadai untuk kegiatan proses pendidikan.(wawancara 16 Maret 2014).
Berdasarkan uraian di atas, Maka dapat di simpulkan bahwa tantangan yang di hadapi bagi pengembangan sistem pendidikan SMP pondok Pesantren Al Iman Ulu-Ale yaitu:
a. Tantangan berupa menit santri dalam program hafalan Al-Qur’an.
b. Persedian asrama masi kurang.
c. Persedian kelas masi belum memadai.
d. Media pengajaran masi kurang dan masi memakai cara manual.
e. Penggunaan Aiti masi kurang.
71 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian serta interprestasi terhadap permasalahan Skripsi ini, maka penulis dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Sistem pengembangan pendidikan di SMP Pondok Pesantren Al Iman Ulu-Ale termaksud katagori baik .
2. Adapun upaya-upaya yang dikembangkan dalam pengembangan pendidikan santri di SMP Al Iman Ulu-Ale yaitu:
a. Merealisasikan fisi dan misi sekolah b. Menghafal Al qur’an
c. Bercakap dengan menggunakan bahasa Arab.
d. Pembenahan fasilitas pada setiap sektor penyelenggaraan pendidikan.
3. Peluang dan tantangan dalam pengembangan pendidikan santri di SMP Pondok Pesantren Al Iman Ulu-Ale yaitu peluang mengembankan sistem pendidikan santri di SMP Pondok pesantren Al Iman Ulu-Ale banyak seperti bertambahnya santri setiap tahun, harapan ummat semakin banyak, memberikan kesempatan siswa