BAB III METODE PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
2. Analisis Jurnal
Tabel 4.1. Analisis Jurnal No Judul Jurnal Penulis dan
Tahun
Frekuensi Hasil Penelitian Kelebihan Kekurangan
1. Analisis keterampilan proses sains fisika SMA di kabupaten Jeneponto
Khaerunnisa (2016)
Mengamati/
mengobservasi
Keterampilan proses sains (fisika) SMA di Kabupaten Jeneponto tahun ajaran 2016/2017 berada pada kategori sedang dengan persentase 38% dan secara khusus keterampilan proses sains (fisika) SMA kategori A berada pada kategori tinggi dengan persentase 56% yang lebih unggul
dibandingkan keterampilan proses sains (fisika) SMA kategori B yang berada pada kategori sedang dengan persentase 49%.
Sistematika penulisan jurnal sudah membuat seluruh poin yang
dibutuhkan
Kerangka pikir belum teralu jelas secara bagan untuk alur penelitian
2. Ketemapilan proses sains fisika peserta
Ika Nurhayani (2018)
Menafsirkan/
interpretasi
Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains fisika peserta didik kelas XI IPA
Metode penelitan diurakan
Jurnal belum diatur sesuai dengan
didik kelas XI IA SMA Negeri 8 Maros
SMAN 8 Maros berada pada kategori sedang. peserta didik memiliki keterampilan proses sains yang sedang dengan persentase 24%. Adapun sisanya berada pada kategori tinggi sebesar 15%; kategori rendah sebesar 12%; kategori sangat tinggi
sebesar 9% dan sangat rendah 0%.
secara lengkap
format penulisan jurnal pada umumnya.
3. Keterampilan proses sains fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri 24 Bone
Nurtang (2019)
Mengamati/
mengobservasi
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat
disimpulkan bahwa Keterampilan Proses Sains fisika peserta didik kelas XI MIA 1 SMA Negeri 24 Bone tahun ajaran 2018/2019 berada pada kategori tinggi.
Dilihat dari setiap indikator KPS diperoleh skor rata-rata secara berturut-turut adalah indikator menginterpretasi data dengan skor rata-rata sebesar 3,81, indikator mengklasifikasikan dengan skor rata-rata sebesar 3,38, indikator memprediksikan dengan skor rata- rata sebesar 3,35 sedangkan indikator menerapkan konsep dengan skor rata-rata sebesar 2,31 dan indikator mengkomunikasikan
Menguraikan penjelasan dengan detail dan lengkap
Analisis data yang
ditampilakan tidak secara detail
dengan skor rata-rata sebesar 2,23.
4. Profil
keterampilan proses fisika siswa SMA di Kota
lubuklinggau pada pokok bahasan listrik dinamis
Yaspin Yolanda
(2018)
Mengamati/
mengobservasi
Persentase peningkatan KPS yakni, keterampilan observasi 90,3%, keterampilan klasifikasi 85,3%, keterampilan interpretasi 87.2 % keterampilan prediaksi 80,0% merencanakan percobaan atau penyelidikan 92,6%, keterampilan menggunakan alat dan bahan 92,1%, keterampilan menerapkan konsep atau prinsip 82,3%, keterampilan
berkomunikasi 89,4%, keterampilan mengajukan pertanyaan 95,1%, dan
keterampilan berhipotesis 81,2%.
Sehingga secara keseluruhan terjadinya peningkatan yang signifikan 87,3% KPS siswanya.
Analsis data yang jelas dan detail
Tahapan dari penelitian belum diuraikan
5. Analisis keterampilan proses sains siswa SMA pada materi kenematika gerak lurus
Siti Anisah (2018)
Penerapan Konsep Keterampilan Proses Sains siswa SMA pada materi kinematika gerak lurus termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata- rata 51.81%. Keterampilan Proses Sains pada aspek eksperimen merupakan Keterampilan Proses Sains yang mempunyai persentase yang paling tinggi yaitu sebesar
Hasil analisis data
dipaparkan dengan jelas
Tahapan penelitian masih perlu penjelasan secara lengkap
67.13%, sedangkan keterampilan yang paling rendah adalah Keterampilan Proses Sains pada aspek mengumpulkan dan mengolah data yaitu sebesar 42.13%.
6. Peningkatan keterampilan proses sains dasar dalam menggunakan alat ukur pada pembelajaran fisika di SMA Negeri 6 Skouw jayapura
Albert Lumbu (2018)
Menerapkan percobaan penyelidikan
Peserta pelatihan siswa kelas X- IPA1 dan Kelas X-IPA2 sangat antusias dalam mempraktekkan pengukuran dasar dengan
melakukan percobaan sederhana.
Kegiatan pelatihan dengan
melakukan perco- baan sederhana meningkatkan kemampuan
keterampilan Proses Sains Dasar dalam pembelajaran Fisika.
Pembahasan yang
diuraikan secara terperinci
Abstark tidak diurakan dalam bahasa Indonesia
7. Anlisis keterampilan proses sains pada buku teks pelajaran fisika SMA kelas XI Semester 1
Putri Rasti Ramadhani
(2019)
Mengamati/
Observasi
indikator KPS paling tinggi 43,1%
dikategorikan cukup memfasilitasi KPS, sedangkan buku teks
pelajaran Fisika terbitan memiliki persentase indikator KPS paling rendah dengan nilai rata-rata 41,5% dikategorikan cukup memfasilitasi KPS. Sajian indikator keterampilan
mengamati/observasi merupakan sajian indikator KPS paling tinggi dalam buku teks pelajaran dengan
Analisi data yang terarah dan teratur
Abstark tidak diurakan dalam bahasa indonesia
persentase rata-rata 97,9%
dikategorikan sangat
memfasilitasi, sedangkan sajian indikator keterampilan
mengajukan pertanyaan
merupakan sajian indikator KPS yang paling rendah dengan persentase rata-rata 1,4%
dikategorikan tidak memfasilitasi.
8. Pengembangan modul fisika berbasis keterampilan proses sains (KPS) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMA/MA
Liyan Desi Yulia (2017)
Penerapan konsep penggunaan modul fisika berbasis KPS dapat meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah siswa. Pernyataan ini didukung dari hasil perhitungan gain dengan skor adalah 0, 47, peningkatan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan hasil perhitungan menggunakan gain termasuk kategori sedang.
Penjelasan abstrak yang lengkap memuat seluruh poin
Metode yang diuraikan belum memuat uraian data
9. Penugasan konsep dan keterampilan proses sains siswa kelas XII pada materi Fluida Statis
Ahmad yadaeni (2018)
Penerapan Konsep Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat
disimpulkan bahwa penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa pada materi fluida statis masih rendah dengan rerata hasil skor penguasaan konsep 13,81, keterampilan proses sains
Penjelasan yang lengkap.
Sudah memuat dua bahasa untuk penjelasan abstrak
Susunan jurnal kurang sesuai
dengan susunan jurnal pada umumnya
siswa 6,47.
10. Keterampilan proses sains (KPS) pada pelaksanaan praktikum fisika dasar 1
Mega yati Lestari (2016)
Menggunakan alat, bahan dan sumber
penerapan keterampilan proses sains pada pelaksanaan praktikum fisika dasar I yang dilakukan pada materi alat-alat ukur dan kalor menunjukkan penerapan keterampilan proses sains pada pelaksanaan praktikum terkategori cukup dengan persentase 63%, hasil ini diperoleh dengan menggunakan instrumen lembar observasi, dan pemahaman keterampilan proses sains
mahasiswa terhadap konsep fisika pada pelaksanaan praktikum fisika dasar I mengenai materi alat-alat ukur dan kalor terkategori cukup dengan persentase 72%, hasil ini diperoleh dengan menggunakan instrumen tes pilihan ganda.
Hasil analisis dilengkapi dengan diagram batang sehingga lebih jelas
Penjelasan referensi kajian
pustaka tidak diterterakan
11. Analisis unsur- unsur
keterampilan proses sains dalam buku IPA SMP
Asrofiatin Aisyah (2021)
Mengelompokan /klasifikasi
Berdasarkan hasil studi penelitian pada buku IPA SMP kelas 7, dapat disimpulkan bahwa dari unsur- unsur keterampilan proses sains, tiga buku IPA SMP yang telah dianalisis terdapat satu unsur yang masih belum memenuhi kelayakan sebagai buku penunjang dalam
Kata kunci abstrak sudah memuat segala pembahasan abstrak
Pendahuluan dan kajian pustaka masih digabungkan secara bersamaan
meningkatkan keterampilan proses sains siswa yaitu unsur
mendefinisi operasional variabel.
Unsur keterampilan proses sains terbanyak yang muncul yaitu pada keterampilan proses sains dasar.
12. Analisis keterampilan proses sains siswa dalam menyelesaikan soal fisika di SMA Negeri Kota Pontianak
Yesi Gasila (2019)
Mengelompokan/
klarifikasi
indikator mengamati dengan nilai rata-rata 89,9 dengan kategori sangat baik dan untuk indikator keterampilan proses sains terendah yaitu pada indikator
menyimpulkan dengan nilai rata- rata 76,8 dengan kategori baik, untuk keterampilan proses sains pada indikator memprediksi dan mengkomunikasikan memiliki nilai rata-rata yang sama yaitu sebesar 83,3 dengan kategori baik, keterampilan proses sains untuk indikator mengklasifikasikan memiliki nilai rata-rata sebesar 77,6 dengan kategori cukup, keterampilan proses sains untuk indikator mengukur memiliki rata- rata sebesar 80 dengan kategori baik.
Penjelasan diuraikan secara bertahap sesuai dengan data yang
dianlisis secara lengkap
Susunan jurnal belum sesuai
dengan jurnal pada
umumnya
13. Keterampilan proses sains
Artha Lumbantoruan
Mengajukan Hipotesis
Pada kelas eksperimen, identifikasi variabel memiliki persentase
Pengenalan masalah
Teknik analisis data
dalam praktikum fisika
(2019) tertinggi sebesar 51.4% dengan
kategori sangat baik, sedangkan di kelas kontrol, aspek analisis investigasi memiliki persentase tertinggi sebesar 43.3% dengan kategori sangat baik.
dipaparkan secara mendetail
tidak duraikan secara spesifik mengenai rumus yang digunakan 14. Profil
Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa SMA di Kota Bandung
Ifa Rifatul Mahmuda
(2019)
Mengelompokan/
klarifikasi
Berdasarkan data serta pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata keterampilan proses sains siswa SMA di Kota Bandung kurang, yakni 0% berada pada kategori tinggi, 24% kategori sedang, dan 76% berada pada kategori rendah.
keterampilan proses sains yang rendah ini disebabkan karena siswa kurang dilatihkan
keterampilan proses sains pada pembelajaran seharihari
Rumus pada metode penelitian lengkap disertai dengan keterangan dan
pengkategori an
Abstark yang tidak
diterjemahka n dalam bahasa inggris
15. Profil
keterampilan proses sains (KPS) mahasiswa fisika pada materi listrik magnet
Yaspin Yolanda
(2019)
Mengelompokan/
klarifikasi
Rata-rata persentase peningkatan KPS yakni, keterampilan observasi 82%, keterampilan klasifikasi 80%, keterampilan interpretasi 85%, keterampilan prediksi 78 %, keterampilan merencanakan percobaan atau penyelidikan 88%, keterampilan menggunakan alat
Pembahasan dijelaskan secara baik dibuktikan dengan penjelasan beserta gambar
Aturan penulisan belum tertata dengan rapi
dan bahan 87%, keterampilan menerapkan konsep atau prinsip 80%, keterampilan berkomunikasi 85%, keterampilan mengajukan pertanyaan 84% dan keterampilan berhipotesis 79%.
percobaan
16. Pengembangan instrumen penilaian keterampilan proses sains pada
pembelajaran fisika
Nazwatul ilmi (2016)
Melaksanakan percobaan penyelidikan
Instrumen penilaian keterampilan proses sains adalah alat ukur keterampilan ilmiah siswa dalam melakukan penyelidikan ilmiah.
Instrumen penilaian KPS yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah tes dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil uji validasi oleh dua orang dosen ahli diperoleh bahwa instrumen
penilaian KPS yang dikembangkan layak digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains siswa secara spesifik.
Alur penelitian diuraikan dalam jurnal secara baik dalam bentuk bagan
kerangka pikir
Metode penelitian tidak membahas secara mendetail mengenai konsep yang digunakan dalam
menganalisis
17. Studi
keterampilan proses sains (KPS) pada pembelajaran fisika materi gelombang dan getaran di kelas
Amanda Ayu Pratam
(2017)
Mengelompokan/
klarifikasi
Skor rata-rata untuk keterampilan merumuskan masalah sebesar 3,55, merumuskan hipotesis sebesar 3,63, merancang percobaan sebesar 3,52, melakukan
penyelidikan/percobaan sebesar 3,48, mengelola data percobaan
Dilengkapi dengan penjelasan bagan sehingga lebih mudah mengetahui indeks
Penjelasan abstrak masih dalam satu bahasa yaitu bahasa inggris
VII SMP Negeri 18 Palembang
sebesar 3,34, mengkomunikasikan sebesar 3,33, dan menarik
kesimpulan sebesar 3,57, namun pada keterampilan menganalisis data percobaan skor yang diperoleh sebesar 3,22, hal ini menunjukkan bahwa siswa masih kurang benar dalam menganalisis data percobaan.
perbedaan tiap iteam
18. Studi
keterampilan proses sains (KPS) peserta didik kelas VII SMP 12 Makassar
Salsabila Yusuf Saleh
(2020)
Menerapkan percobaan penyelidikan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah
dikemukakan, maka diperoleh kesimpulan mengenai tingkat keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMPN 12
Makassar secara rata-rata berada pada skor 15, 3 dan berada dalam kategori cukup. Sedangkan untuk ratarata populasi berada pada kisaran 13, 91 – 16, 77 dan berada dalam kategori sedang dan tinggi
Pembahasan disertai dengan KD dan materi yang diteliti
Objek yang diteliti Cuma memiliki satu indikator.
Aturan penulisan jurnal belum sesuai dengan aturan pada umumnya 19. Analisis profil
keterampilan proses sains siswa sekolah dasar di kabupaten Sumedang
Al Hayanti Rahayu
(2015)
Melaksanakan Percobaan/
penyelidikan
Keterampilan proses sains siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Sumedang untuk setiap aspek KPS-nya masih rendah, yaitu dengan persentase sebesar 49,7%.
Langkah- langkah penelitian dipaparkan dengan lengkap
Abstrak dalam bahasa Indonesia tidak
diterterakan.
Penulisan jurnal belum
teratur 20. Pengaruh
pendekatan keterampilan proses sains terhadap berpikir kritis siswa pada materi ekosistem
Ririn Novianti (2015)
Melaksanakan Percobaan/
penyelidikan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat
disimpulkan bahwa .penggunaan pendekatan Keterampilan Proses Sains berpengaruh secara
signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Pendekatan Keterampilan Proses sehingga siswa telah beradaptasi dan tidak mengalami kesulitan dalam memproses pengetahuan, guru harus menguasai pengelolaan kelas agar lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran
Pembahasan yang lengkap dan jelas disertai dengan bagan diagram
Kajian pustaka dalam jurnal tidak ada
21. Peningkatan keterampilan proses sains melalui pembelajaran kontekstual pada mahasiswa semester 1 materi dinamika
Marnita (2013)
Melaksanakan Percobaan/
penyelidikan
Terjadi peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran kontekstual pada mahasiswa semester I materi dinamika, hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil belajar berupa keterampilan proses sains mahasiswa pada siklus I hanya tuntas hanya dua komponen keterampilan proses saja yaitu komponen “mengamati” dan
“mengkomunikasikan”, sedangkan
Analisis data yang
lengkap, pemaparan masalah yang lengkap dan detail
Referensi kajian
pustaka tidak diterterakan
pada siklus II hasil belajar mahasiswa berupa keterampilan proses sains secara keseluruhan semua komponen keterampilan proses dapat tuntas.
22. Keterampilan proses sains dan kemandirian belajar siswa profil dan setting pembelajaran untuk melatih
Siswanto (2016)
Menafsirkan /Interpretasi
Sebagian besar keterampilan proses sains siswa masih rendah seperti keterampilan mengamati, mengajukan hipotesa,
merencanakan
percobaan,menginterpretasikan data, menginterpretasikan grafik, meramal, menerapkan konsep, dan berkomunikasi. Keterampilan menginterpretasikan grafik dan berkomunikasi merupakan keterampilan yang paling rendah dimiliki oleh siswa, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari guru.
Hasil penelitian dijelaskan dengan baik dengan mengunakan acuan diagram batang
Penjelasan rumus pada metode penelitian tidak
diterterakan
23. Peningkatan keterampilan proses sains siswa pada materi laju reaksi melalui pendekatan saintifik
Mira Fadela (2016)
Menerapkan Konsep pendekatan saintifik efektif dalam meningkatkan KPS siswa pada materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
Efektivitas pembelajaran ini ditinjau berdasarakan rata-rata n- gain KPS pada kelas yang dengan pembelajaran menggunakan
Rumus yang digunakan sudah lengkap sesuai dengan analisis data yang
Keterangan rumus tidak dipaparkan
pendekatan saintifik berbeda secara signifikan dengan rata-rata n-gain KPS pada kelas dengan pembelajaran konvensional pada materi faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi; dan penerapan pendekatan
menggunakan pendekatan saintifik menjadikan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
dibutuhkan
24. Tes
keterampilan proses sains multiple choice format
Febrika Rahmat Basuki (2019)
Mengajukan Pertanyaan
Tes keterampilan proses sains yang dikembangkan dalam bentuk pilihan ganda. Aspek keterampilan proses sains yang diukur adalah mengamati, identifikasi variable, memprediksi, hipotesis, hubungan antar variable,
mengkomunikasikan, merancang investigasi, dan menyimpulkan.
Dari 25 butir soal yang dianalisis, diperoleh soal yang valid adalah sebanyak 18 butir soal yaitu soal nomor 1 sampai 25. Daya pembeda soal yang telah
dikembangkan yaitu 20% cukup, 16% baik, dan 64%baik sekali.
Tingkat kesukaran soal yaitu 8%mudah, 80% sedang dan 12%
Materi dalam penelitian dipaparkan dengan detail dari topik materi hingga sub materi
Refernsi tidak dijelaskan
sukar. Reliabilitas soal yaitu 0,93 yang tergolong sangat tinggi 25. Penerapan
pembelajaran IPA berbasis keterampilan proses sains untuk
meningkatkan literasi sains pada mata pelajaran IPA dikelas VII materi pokok pencemaran lingungan di SMPN 1 Cikijing
Yuliani (2016)
Melakukan Komunikasi
Rata-rata nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,3239 menunjukkan kriteria sedang, dan rata-rata nilai N-Gain kelas kontrol sebesar 0,2332 menunjukkan kriteria rendah. Siswa memberikan respon kuat dan sangat kuat
terhadap penerapan pembelajaran berbasis keterampilan proses sains pada konsep pencemaran
lingkungan. Respon yang didapatkan menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis keterampilan proses sains
mendapat respon positif dari siswa.
Abstrak yang padat
memuat inti sari. Kata kunci sudah memuat semua judul
Abstark tidak diterjemahka n dalam bahasa inggris.
Aturan penulisan jurnal belum sesuai pada umumnya
26. Riviu literature tentang
keterampilan proses sains
Ni Nyoma Sri Vutu Verawati
(2020)
Menafsirkan/
Interpretasi
Secara umum keterampilan- keterampilan yang dapat
dimunculkan dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses adalah mengamati;1) menafsirkan pengamatan; 2) meramalkan; 3) menggunakan alat dan bahan; 4) menerapkan konsep; 5)
merencanakan penelitian; 6) berkomunikasi. Keterampilan-
Pemaparan masalah pada pendahuluan dijelaskan secara lengkap
Perlu
penambahan penjelasan abstark, metode penelitian tidak dipaparkan
keterampilan tersebut sangat relevan dengan tuntutan kurikulum 2013 dan hakikat pendidikan sain sebagai produk, proses, dan sikap.
27. Analisis
pengaruh proses sains terhadap penguasaan konsep fisika siswa
Hendrik Siswanto
(2017)
Penerapan Konsep Hasil analisis deskriptif pengaruh keterampilan proses sains terhadap penguasaan konsep fisika siswa sangat signifikan. Keterampilan proses sains memberikan pengaruh yang positif terhadap penguasaan konsep fisika siswa yang
dibuktikan melalui analisis teoritis dan empiris. Hasil penelitian dapat dikembangkan dengan
menfokuskan pada salah satu aspek keterampilan proses sains yaitu aspek kognitif, psikomotorik dan afektif (sosial).
Kerangka pikir alur penelitian diterterakan dengan baik
Saran penelitian tidak diberikan pada jurnal
28. Analisis keteampilan proses sains peserta didik kelas XI pada materi suhu dan kalor ditinjau dari perbedaan gendre SMA Negeri di Gowa
Nur Indah Umar (2018)
Mengajukan Pertanyaan
Hasil perolehan tes keterampilan proses sains peserta didik laki- laki memperoleh skor rata-rata adalah 13.13 dan perempuan memperoleh skor ratarata adalah 12.86.
Berdasarkan hasil perhitungan analisis uji hipotesis yang telah dilakukan tidak terdapat perbedaan dari kemampuan proses sains peserta didik.
Jurnal dijelaskan dengan lengkap
Aturan penulisan jurnal pada umumnya belum sesuai
29. Analsis keterampilan proses sains melaui
praktikum IPA pada mahasiswa Stikip
Muhammadiyah Bangka
Belitung
Yuanita (2018)
Menggunakan alat dan bahan/sumber
Keterampilan menggunakan alat dan bahan dengan nilai rata-rata 76,4 kategori sedang, keterampilan mengamati dan mengobservasi dengan nilai rata-rata 81,4 kategori tinggi, kemampuan
mengelompokkan atau klasifikasi dengan nilai rata-rata 82,1 kategori kategori tinggi dan kemampuan mengkomunikasikan dengan nilai ratarata 82,8 kategori tinggi.
Kajian pustaka dipaparkan dalam jurnal sehingga lebih mudah memahami konsep
Alur penelitan tidak dijelaskan
30. Analisis keterampilan proses sains fokus studi pembiasan cahaya melalui aplikasi online quizizzi
Handinda Putri Agustina
(2020)
Mengelompokan/
klasifikasi
Diperoleh rata-rata kemampuan mahasiswa pada masing-masing jenis indikator ketrampilan proses termasuk kedalam kategori cukup, yaitu dengan persentase sebesar 56,2%. Indikator ketrampilan proses sains yang baik
penguasannnya yaitu ketrampilan mengamati dengan persentase sebesar 76%, sedangkan yang paling rendah penguasaanya yaitu ketrampilan menginferensial dengan presentase sebesar 29%.
Secara berurutan penguasaan ketrampilan proses sains dari hasil penelitian, yaitu ketrampilan mengamati (76%), ketrampilan
Sudah menerapkan materi yang akan diteliti sehingga lebih spesifik
Penjelasan materi penelitian tidak dijelaskan
menerapkan konsep (69%), Ketrampilan mengkomunikasikan (65%), ketrampilan
mengklasifikasi (42%), dan ketrampilan mengiferensial/
menarik kesimpulan (29%) 31. Analisis
keterampilan sains teknologi masyarakat (STM) sebagai model
pembelajaran
Rodatus Sofiah (2020)
Mengajukan Hipotesis
Berdasarkan hasil dan
pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa Sains Teknologi
Masyarakat (STM) dapat
dikategorikan sebagai suatu model pembelajaran. Hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya sebagai tambahan informasi pada penelitian dengan studi literatur mengenai model Sains Teknologi Masyarakat (STM)
Pendahuluan dijelaskan dengan lengkap berdasarkan referensi yang ilmiah
Penulisan jurnal belum sesuai
dengan jurnal pada
umumnya
32. Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) berorientasikan keterampilan proses sains IPA untuk siswa kelas X
Nurkholifa (2021)
Mengamati/
observasi
Observasi aktivitas keterampilan proses sains mendapat rentang persentase 91,67% - 100%, 6 siswa tuntas dalam tes pemahaman materi dan semua subyek
mendapat nilai ≥70 pada tes kemampuan keterampilan proses sains, sehingga LKS dapat digunakan sebagai media belajar siswa. LKS berorientasi
Landasan masalah didasarkan pada penelitian sebelumnya
Penulisan jurnal belum sesuai
dengan jurnal pada
umumnya
keterampilan proses sains dapat dikembangkan lagi menjadi lebih interaktif sehingga menarik perhatian siswa dan membuat siswa tidak cepat bosan.
33. Pembelajaran fisika dan metode eksperimen untuk
meningkatan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains
Ika yunira sebekti (2016)
Melaksanakan percobaan/
penyelidikan
Hasil analisis data dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat
peningkatan yang signifikan hasil belajar fisika aspek kognitif dan keterampilan proses sains ditinjau dari kemampuan awal fisika pada siswa kelas X di SMA Negeri 9 Yogyakarta dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen.
Hasil analisis data yang baik
Metode penelitian tidak dipaparkan
34. Ketermapilan proses sains, gaya belajar dan hasil belajar fisika
Sri Nursusilawati
(2017)
Melaksanakan percobaan/
penyelidikan
Hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat
hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara ketiga variabel keterampilan proses sains dan gaya belajar dengan hasil belajar hal ini tercermin dari hasil analisis dengan menggunakan uji t, dimana thitung lebih besar dari ttabel atau 2,5306 ≥ 1,6607.
Hasil
pembahasan mudah dipahami dijelaskan dengan diagram yang jelas
Rumus pengkategori an tidak dijelaskan pada jurnal
35. Pengaruh Nur Aziz Melaksanakan Berdasarkan secara keseluruhan Menggunaka Diagram
keterampilan proses sains dan sikap ilmiah terhadap pemahaman konsep IPA
Rahmat Putra (2015)
Melaksanaka percobaan/
penyelidikan
aktivitas mahasiswa sudah lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari rata- rata perolehan persentasi analisis aktivitas mahasiswa pada tindakan 1 yaitu 72% (kategori cukup ) dan pada tindakan 2 yaitu 84%
(kategori Baik).
n tahapan siklus yang dijelaskan secara baik
batang belum jelas
penunjukan angkanya
36. Keterampilan proses sains siswa (KPS) dengan model predict observe dan Exsplain (POE) pada materi energi
Emi Sulistri (2018)
Mengelompokan/
mengklasifikasi
Berdasarkan analisis yang dilakukan, secara umum dapat disimpulkan bahwa model POE dapat dijadikan satu di antara model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) siswa pada materi Energi di kelas VIII. Secara khusus diperoleh bahwa indikator KPS merencanakan percobaan mengalami peningkatan paling tinggi sebesar 0,69 dan indikator KPS menafsirkan mengalami peningkatan paling rendah diantara indikator KPS yang dilatihkan penelti yaitu sebesar 0,35 dengan kategori sedang
Penjelasan pembahasan dibuktikan dengan gambar percobaan yang dilakukan
Aturan penulisan jurnal belum sesuai secara umum. Saran penelitian tidak
diterterakan
37. Deskriptif keterampilan proses sains mahasiswa pada
Darmaji (2018)
Melaksanakan percobaan/
penyelidikan
Pada indikator keterampilan observasi, sebesar 42,85% dari 91 mahasiswa telah baik dalam melakukan observasi. Indikator
Deskripsi rumus yang digunakan tidak
Saran penelitian tidak
diterterakan