BAB III METODE PENELITIAN
C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yaitu alat bantu yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian untuk mengumpulkan data yang
29 Riduan, Dasar-Dasar Statistika, (Bandung: Alfabeta. 2013), h.7
30 Suharsimi Arikunto, Perosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Peraktik, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2006), h. 134
ada dilapangan. Dalam buku Suharsimi Arikunto menjelaskan bahwa instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan dalam proses pengumpulan data agar pekerjaannya lebih mudah dan sistematis sehingga hasilnya lebih baik dan mudah diolah.31 Adapun instrumen penelitian atau alat yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu instrumen angket atau kuesioner. Adapun langkah-langkah dalam menyusun instrumen adalah sebagai berikut:
1. Sebelum menyusun angket, peneliti terlebih dahulu membuat kisi- kisi sebagai pedoman dalam penyusunan angket.
2. Penulisan butir soal
Setiap butir soal di buat berdasarkan indikator kecerdasan intrapersonal dan motivasi belajar. Dari indikator yang telah dijabarkan kemudian disusun kisi-kisi instrumen sebagai berikut:
Tabel. 3.1
Kisi-Kisi Kecerdasan Intrapersonal No
.
Indikator No. Butir Jumlah
butir
Keterangan Tidak valid
1. Sadar akan wilayah emosinya; 1, 2 2
2. Menemukan cara-cara dan jalan keluar untuk mengekspresikan perasaan dan pemikirannya
3, 4 2 4
3. Mengembangkan model diri yang akurat 5, 6 2 4. Termotivasi untuk mengidentifikasi dan
memperjuangkan tujuannya
7, 8 2
5. Membangun dan hidup dengan suatu nilai etik (agama)
9, 10, 11 3 10
6. Bekerja mandiri 12, 13 2
7. Penarasan akan “pertanyaan besar” tentang 14, 15 2
31 Ibid, h.203
makna kehidupan, relevansi, dan tujuannya;
8. Mengatur secara kontinu pembelajaran dan perkembangan tujuan personalnya
16, 17 2 9. Berusaha mencari dan memahami
pengalaman “batinnya” sendiri
18, 19 2 19 10 Mendapatkan wawasan dalam
kompleksitas dan eksistensi diri
20, 21 2 21
11 Berusaha mengaktualisasikan diri 22, 23 2 22 12 Memberdayakan orang lain (memiliki
tanggung jawab kemanusiaan)
24,25 2
Jumlah 25 25 5
Tabel. 3.2
Kisi-Kisi Motivasi Belajar
No. Indikator No. butir Jumlah
Butir
Tidak valid 1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja
terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai)
1, 2, 3,4,5
5
2. Ulet dalam menghadapi kesulitan (tidak mudah putus asa)
6, 7, 8, 9 4 3. Menunjukkan minat terhadap macam-
macam masalah
10, 11 2 11
4. Sebih senang bekerja mandiri 12, 13, 14, 15
4 14.15
5. Cepat bosan pada tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat berulang-ulang sehingga kurang krearif)
16, 17, 18
3 16,18
6. Dapat mempertahankan pendapat 19, 20, 2 7. Tidak mudah melepaskan hal yang
diyakini
21, 22 2 22
8. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal
23, 24, 25
3
Jumlah 25 25 6
3. Penyuntingan
Setelah membuat kisi-kisi instrumen, maka langkah selanjutnya yaitu menyusun angket berdasarkan jumlah butir soal yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi instrumen dan setiap butir soal dalam angket disusun secara jelas dan sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa. Instrumen tersebut disajikan dalam bentuk skala liker yaitu dengan membuat skor secara bertingkat berdasarkan jawaban responden yaitu seluruh siswa kelas XI MA Darul Qur’an Bengkel. Adapun kriteria jawaban yang disediakan yaitu sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju dengan bobot skor sebagai berikut:
a) Jawaban sangat setuju (SS) diberi skor 5 b) Jawaban setuju (S) diberi skor 4
c) Jawaban kurang setuju (KS) diberi skor 3 d) Jawaban tidak setuju (TS) di beri skor 2
e) Jawaban sangat tidak setuju (TS) diberi skor 132
Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.33 Skala ini digunakan untuk melihat seberapa besar skor atau nilai yang di peroleh dari setiap butir pernyataan yang di jawab oleh responden.
32 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D, (Bandung:
Alfabeta, 2013), h. 93
33 Ibid 93
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data penelitian diperlukan metode pengumpulan data yamg tepat agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Adapaun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi.
b. Angket
Angket adalah tehnik pengumpulan data dengan menyerahka atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh rresponden.34 Adapun metode angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data-data tentang kecerdasan intrapersonal dan motivasi belajar siswa kelas XI di MA Darul Qur’an Bengkel.
c. Dokumentasi
Dalam memperoleh informasi, diperlukan tiga macam sumber yaitu tulisan, tempat (place), dan kertas atau orang (paper).
Dalam mengadakan penelitian yang bersumber pada tulisan inilah kita menggunakan metode dokumentasi. Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Dalam pelaksanaan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda- benda tertulis, seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan- peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.35
34Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia. 2011), h.177
35 Suharsimi Arikunto, Perosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Peraktik, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2010), h.201
Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data yang dapat memperkuat data yang dihasilkan dari penyebaran angket tentang kecerdasan intrapersonal dan motivasi belajar siswa kelas XI IPS di MA Darul Qur’an Bengkel Tahun Pelajaran 2016/2017.
E. Tehnik Analisis Data
Sebelum angket atau instrumen kecerdasan intrapersonal dan motivasi belajar yang dibuat berdasarkan kisi-kisi instrument digunakan dalam pengumpulan data maka terlebih dahulu perlu dilakukan uji coba angket untuk menentukan validitas dan reabilitas angket. Adapun uji validitas dan uji reabilitas yang dimaksud yaitu sebagai berikut:
1) Validitas
Suharsimi Arikunto menjelaskan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevaliditan atau kesahihan suatu instrumen.36 Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah validitas internal dimana yang dimaksud dengan validitas internal yaitu validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen secara keseluruhan.
Adapun yang dimaksud bagian instrument dapat berupa butir-butir pertanyaan dari angket atau butir-butir soal tes, tetapi dapat pula kumpulan dari butir-butir tersebut mencerminkan sesuatu faktor.
36Ibid, h.211
Adapun cara pengukuran analisis adalah dengan skor butir dikorelasikan dengan skor total dengan menggunakan rumus prodauct moment, yaitu :
Rumus : dengan angka kasar
∑ ∑ ∑
∑ ∑ . ∑ ∑
Dengan pengertian:
rxy = Angka indeks koefesien korelasi “r” product moment N = Jumlah responden (sampel)
∑x = Skor rata-rata dari X
∑y = Skor rata-rata dari Y
∑xy = Jumlah perkalian antara skor X dan Y Tabel. 3.3 Koefisien Korelasi
R Interpretasi
0,800 - 1,000 0,600 - 0,900 0,400 - 0,700 0,200 - 0,400 0,000 - 0,200
Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah
Butir soal valid jika rxy (hitung) > rxy (tabel) pada taraf kepercayaan 5%.
2) Reabilitas
Dalam buku Suharsimi Arukunto, menjelaskan bahwa reabilitas menunjuk pada satu pengertian yaitu suatu instrument
cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.37 Jadi reabilitas adalah suatu alat untuk mengukur tingkat kepercayaan atau kehandalan instrumen atau kuesioner. Kuesioner dikatakan reliabel atau handal apabila jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Untuk menguji reabilitas instrumen, digunakan uji reabilitas internal yang diperoleh dengan cara menganalisis data dari suatu hasil pengetesan, dalam hal ini peneliti menggunakan rumus alpha crombach yaitu rumusnya sebagai berikut :
r11 1 ∑
Keterangan :
r11 = Reabilitas instrumen
k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.
∑b2
= Jumlah varian butir 2t = Varian total
Tabel. 3.4 Kriteria reabilitas soal
R Interpretasi
0,81 – 1,000 0,60 – 0,799 0,40 – 0,599 0,20 – 0,399 0,00 – 0,199
Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi
Rendah Sangat rendah
37 Ibid, h.221
Jika harga rhitung ≥ rtabel taraf signifikan (taraf kesalahan) 5%.
maka suatu item butir soal atau pernyataan dapat dikatakan reliabel
F. Analisis data
Setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul melalui metode di atas maka langkah selanjutnya yaitu menganalisis data dengan menggunakan rumus regresi sederhana yaitu sebagai berikut:
Rumus Regresi Sederhana :
Y = a + bX Keterangan :
Y = Nilai yang diprediksikan a = Nilai konstanta harga X=0 b = Kofesien regresi
X = Nilai variabel independen. 38
Untuk menghitung nilai a dan b digunakan persamaan sebagai berikut:
∑ ∑ ∑ ∑
∑ ∑
∑ ∑ ∑
∑ ∑
Keterangan :
Variabel X = data kecerdasan intrapersonal Variabel Y = data motivasi belajar
38 Sugiono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung : Alfabeta, 2011), h. 261-262
Kemudian untuk mencari tingkat hubungan atau pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap motivasi belajar maka peneliti menggunakan rumus product moment, yaitu sebagai berikut:
∑ ∑ ∑
∑ ∑ . ∑ ∑
Dengan pengertian:
rxy = Angka indeks koefesien korelasi “r” product moment N = Jumlah responden (sampel)
∑x = Skor rata-rata dari X
∑y = Skor rata-rata dari Y
∑xy = Jumlah perkalian antara skor X dan Y
Penggunaan rumus product moment dilaukan untuk melihat sebererapa besar pengaruh atau hubungan yang dihasilkan, dimana kesesuaian harga r yang diperoleh dari hasil perhitungan tersebut dikonsultasikan dengan r tabel dengan ketentuan r hitung > r tabel dengan taraf signifikan yang dipilih sehingga dapat diketahui apakah variabel X berpengaruh terhadap variabel Y.
BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN A. Validitas Instrumen
Sebelum instrumen digunakan sebagai pengumpulan data penelitian maka terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen atau butir soal sehingga dapat diketahui item atau butir soal yang mana saja yang valid dan tidak valid sehinnga dapat digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur. Dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel, karena instrumen yang valid atau reliabel merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam pengumpulan data. Uji coba instrumen dilakukan di MA Raudlatusshibyan NW Blencong yang siswanya berjumlah 21 orang dengan 50 butir soal.
1. Validitas Angket Penelitian
Penyebaran angket dilakukan pada hari senin, tanggal 5 September 2016 yang diikuti oleh 21 Siswa sebagai responden dengan 50 butir soal dimana 25 butir soal untuk kecerdasan intrapersonal (variabel X) dan 25 butir soal untuk motivasi belajar (variabel Y).
Setelah mendapatkan data uji coba maka langkah selanjutnya peneliti melakukan uji coba validitas dengan menggunakan bantuan Excel sehingga hasil yang diperoleh dari uji coba angket tentang kecerdasan intrapersonal dan motivasi belajar yang diikuti oleh 21
siswa maka hasil dari 50 butir soal terdapat 5 butir soal tidak valid pada variabel X (kecerdasan intrapersonal) dengan jumlah 25 butir soal dan 6 butir soal tidak valid pada variabel Y (motivasi belajar) sehingga sisa dari keseluruhan butir soal sebesar 39 butir soal. Untuk lebih jelasnya mengenai validitas instrumen dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.1: Hasil perhitungan validitas angket kecerdasan intrapersonal (variabel X) Siswa kelas XI IPS MA Raudlatusshibyan NW Blencong
No r Hitung r Tabel Keterangan
1 0,634 0,433 Valid
2 0,472 0,433 Valid
3 0,469 0,433 Valid
4 0,141 0,433 Tidak Valid
5 0,513 0,433 Valid
6 0,504 0,433 Valid
7 0,611 0,433 Valid
8 0,511 0,433 Valid
9 0,435 0,433 Valid
10 0,124 0,433 Tidak Valid
11 0,474 0,433 Valid
12 0,506 0,433 Valid
13 0,522 0,433 Valid
14 0,443 0,433 Valid
15 0,503 0,433 Valid
16 0,498 0,433 Valid
17 0,584 0,433 Valid
18 0,571 0,433 Valid
19 0,427 0,433 Tidak Valid
20 0,472 0,433 Valid
21 0,379 0,433 Tidak Valid
22 0,279 0,433 Tidak Valid
23 0,509 0,433 Valid
24 0,468 0,433 Valid
25 0,458 0,433 Valid
Tabel 4.2 : Hasil perhitungan validitas angket motivasi belajar (variabel Y) Siswa kelas XI IPS MA Raudlatusshibyan NW Blencong
No r Hitung r Tabel Keterangan
1 0,565 0,433 Valid
2 0,548 0,433 Valid
3 0,818 0,433 Valid
4 0,509 0,433 Valid
5 0,498 0,433 Valid
6 0,435 0,433 Valid
7 0,591 0,433 Valid
8 0,671 0,433 Valid
9 0,445 0,433 Valid
10 0,498 0,433 Valid
11 0,317 0,433 Tidak Valid
12 0,814 0,433 Valid
13 0,601 0,433 Valid
14 -0,067 0,433 Tidak Valid
15 0,339 0,433 Tidak Valid
16 0,160 0,433 Tidak Valid
17 0,446 0,433 Valid
18 0,417 0,433 Tidak Valid
19 0,521 0,433 Valid
20 0,534 0,433 Valid
21 0,470 0,433 Valid
22 0,221 0,433 Tidak Valid
23 0,552 0,433 Valid
24 0,443 0,433 Valid
25 0,517 0,433 Valid
Tabel jawaban di atas menunjukkan bahwa butir soal tersebut valid dan sebaliknya. Hasil perhitungan r hitung pada item nomor 1 untuk kecerdasan intrapersonal sebesar 0,634 dibandingkan dengan rtabel sebesar 0,433 menunjukkan bahwa item nomor 1 dapat dikatakan valid karena rhitung > rtabel, dengan signifikan 5%.
2. Reabilitas Angket Penelitian
Reabilitas menunjukan pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah reliabel dengan kata lain suatu instrumen harus reliabel untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian.
Untuk melakukan uji coba instrumen peneliti melakukan uji coba di MA Raudlatusshibyan NW Blencong dan dari hasil uji coba tersebut peneliti melakukan penghitungan atau analisis dengan bantuan SPSS 16.0 sehingga hasil yang diperoleh sebesar 0,855 untuk kecerdasan intrapersonal (variabel X) dan 0.873 untuk motivasi belajar (variabel Y).
Dengan demikian instrumen angket tentang kecerdasan intrapersonal dan motivasi belajar memiliki tingkat reabilitas sangat tinggi dan dapat dikatakan baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.3 : Hasil perhitungan reabilitas angket kecerdasan intrapersonal (variabel X) Siswa kelas XI IPS MA Raudlatusshibyan NW Blencong.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.855 20
Tabel 4.4:Hasil perhitungan reabilitas angket motivasi belajar (variabel Y) siswa kelas XI IPS MA Raudlatusshibyan NW Blencong.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.873 19
Berdasarkan hasil perhitungan validitas dan reabilitas, maka instrumen/butir soal tersebut sudah dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian.
B. Pengumpulan dan Penyajian Data 1. Pengumpulan Data
Penelitian ini dilakukan di MA Darul Qur’an Bengkel pada hari rabu, tanggal 14 September 2016 pada kelas XI IPS dengan jumlah populasi sebanyak 23 orang siswa. Sedangkan untuk pengambilan data dilakukan dengan metode angket dan dokumentasi, yaitu sebagai berikut:
a. Pengumpulan data dengan metode angket.
Pengumpulan data dengan menggunakan angket dilakukan dengan cara penyebaran angket pada siswa kelas XI IPS di MA Darul Qur’an Bengkel yang berbentuk pernyataan sebanyak 39 butir pernyataan yang kemudian dijawab oleh responden yang berjumlah 23 orang siswa.
b. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi
Pengambilan data yang dilakukan dengan metode dokumentasi yaitu pengumpulan data yang dikutip dari arsip dan dokumen madrasah serta arsip lain yang diperlukan dalam penelitian. Adapun data yang diperolah yaitu tentang profil madrasah, keadaan guru, sarana dan prasaran, serta keadaan siswa- siswi MA Darul Qur’an Bengkel.
2. Penyajian Data
Penyajian data dilakukan untuk membuktikan bahwa peneliti telah melakukan penelitian di sekolah yang ingin diteliti. Setelah data terkumpul kemudian sebelum dilakukan penyajian data dan analisis data akan dijelaskan terlebih dahulu variabel dalam penelitian ini yaitu Kecerdasan intrapersonal (variabel X) dan Motivasi belajar (variabel Y) yang bertujuan untuk mengetahui “Apakah ada pengaruh kecerdasan intrapersonal terhdap motivasi belajar Siswa kelas XI IPS di MA Darul Qur’an Bengkel Tahun Ajaran 2016/2017”.
Adapun data yang diperoleh dari penyebaran angket dan hasil dari pernyataan yang dijawab oleh responden yang berjumlah 23 Siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.5: Data Hasil Jawaban Angket kecerdasan intrapersonal (variabel x) dan motivasi belajar (variabel Y) oleh Siswa Kelas XI IPS MA Darul Qur’an Bengkel Tahun Pelajaran 2016/2017.
No. Nama Responden
Skor Variabel X (Kecerdasan Intrapersonal)
Skor Variabel Y (Motivasi
Belajar)
1. M. Heru Setiawan 46 45
2. Aditia Pratama 38 42
3. Desi Ramadanti 60 57
4. Huswatun Nisa 65 60
5. Yusron Nasir 60 59
6. Yulianti 50 58
7. Maulina Utami 48 47
8. M. Sya’roni 42 41
9. Mila Novita Sari 54 48
10. Arsita Fatina 57 48
11. Habibah 61 58
12. Zahratul Aulia 54 57
13. Sri Muliawati 40 38
14. Yuliani 57 58
15. Uli Emawati 50 45
16. M. Imrorul Haj 57 54
17. Muhammad Fauzi 55 53
18. Farhiyah 46 43
19. Halimatussya’diah 35 40
20. Al Gifari 48 46
21. Nilam Sari 40 33
22. Siti Jawariyah 54 48
23. M. Suandi 38 43
N= 23 ∑X= 1155 ∑Y= 1120
Sebelum dilakukan penghitungan selanjutnya terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas untuk mengetahui kedua data yang menjadi inputan atau objek penelitian berdistribusi normal atau tidak dan variansi sama atau homogen yaitu sebagai berikut:
Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data atau kedua objek penelitian terdistribusi normal atau tidak.
a. Rumusan hipotesis
Ho: Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal Ha: Sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal b. Kaidah Penetapan/Penarikan Kesimpulan
Jika signifikan (sig) > 0.05 maka Ha diterima, Ho ditolak Jika signifikan (sig) < 0.05 maka Ho diterima, Ha ditolak
Tabel 4.6 Hasil Tests of Normality39
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig Statistic Df Sig Kecerdasan_intrapersonal .150 23 192 958 23 .428
Motivasi_Belajar .162 23 121 935 23 .141
Berdasarkan hasil uji normalitas dengan bantuan SPSS Versi 16.0 diperoleh hasil Sig sebesar 0.428 dan 0.141 karena nilai Sig dari kedua variabel tersebut lebih besar dari Sig 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data atau kedua objek penelitian bersifat homogen atau tidak berdasarkan nilai variannya.
39 Perhitungan Uji Normalitas Data Menggunakan SPSS 16.0
a. Rumusan hipotesis
Ho: Variansi pada setiap kelompok sama (homogen)
Ha: Variansi pada setiap kelompok tidak sama (tidak homogen) b. Kaidah Penetapan/Penarikan Kesimpulan
Jika signifikan (sig) > 0.05 maka Ha diterima, Ho ditolak Jika signifikan (sig) < 0.05 maka Ho diterima, Ha ditolak Tabel 4.7 Hasil Tests of Homogenety of Variance40
Levene Statistic
Df1 Df2 sig Kecerdasan
_Intraperson al
Based on Mean .013 1 21 .911
Based on Median .030 1 21 .864 Based on Median and
with adjusted df
.030 1 980 .864
Based on trimmed mean
.014 1 20 .907
Motivasi _Belajar
Based on Mean .786 1 21 .385 Based on Median .714 1 21 .408 Based on Median and
with adjusted df
.714 1 20.898 .408 Based on trimmed
mean
.930 1 21 .346
Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa nilai signifikan yang diperoleh lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variansi pada setiap kelompok sama (homogen) atau Ha diterima.
40 Perhitungan Uji Homogenitas Data Menggunakan SPSS 16.0
C. Analisis Data
Setelah diadakan penyajian data dan semua data telah terkumpul maka selanjutnya peneliti melakukan analisis data yang bertujuan untuk melakukan pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian sehingga dapat mengetahui tentang kebenaran hipotesis dalam penelitian ini.
Adapaun hipotesis yang diajukan yaitu “Apakah semakin tinggi kecerdasan intrapersonal siswa semakin tinggi motivasi belajar Siswa kelas XI IPS MA Darul Qur’an Bengkel?”.
Tabel 4.8 : Tabel Penolong Variabel X dan Y41
Nomor X Y Xy x2 y2
1 46 45 2070 2116 2025
2 38 42 1596 1444 1764
3 60 57 3420 3600 3249
4 65 60 3900 4225 3600
5 60 59 3540 3600 3481
6 50 58 2900 2500 3364
7 48 47 2208 2304 2116
8 42 41 1722 1764 1681
9 54 48 2592 2916 2304
10 57 48 2736 3249 2304
11 61 58 3538 3721 3364
12 54 57 3078 2916 3249
13 40 38 1520 1600 1444
14 57 58 3306 3249 3364
15 50 45 2250 2500 2025
16 57 54 3078 3249 2916
17 55 53 2915 3025 2809
18 46 43 1978 2116 1849
19 35 40 1400 1225 1600
20 48 46 2208 2304 2116
21 40 33 1320 1600 1089
41 Tabel penolong berdasarkan data mentah skor jawaban angket untuk menghitung persamaan regresi dan korelasi sederhana.
22 54 48 2592 2916 2304
23 38 43 1634 1444 1849
N=23 1155 1120 57501 59583 55866
Setelah membuat tabel penolong maka langkah selanjtnya yaitu menentukan persamaan regresi Y = a + bX untuk mencari nilai a dan b dengan rumus seperti yang tertera dibawah ini:
∑ ∑ ! ∑ ∑
∑ ∑
1120 $ 59583 1155 $ 57501 23 $ 59583 1155 66732960 66413655
1370409 1334025 319305
36384 8.77
∑ ∑ ∑
∑ ∑
23 X 57501 1155 1120 23 59583 1155
1322523 12936001370409 1334025 28923
36384 0.79
Dari hasil perhitungan untuk mencari nilai a dan nilai b dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana maka hasil yang diperoleh yaitu Y = 8.77 + 0.79X. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa koefisien regresi sebesar 0,79, menunjukkan bahwa arah yang ditimbulkan positif atau kofisien yang menunjukkan peningkatan
variabel dependen (kecerdasan intrapersonal) yang disebabkan oleh variabel independen (motivasi belajar).
Adapun langkah selanjutnya dalam analisis regresi linier sederhana salah satu asumsinya adalah linieritas, yakni apakah garis regresi antara X dan Y membentuk garis linier atau tidak. Untuk mengetahui garis regresi antara X dan Y membentuk garis linier atau tidak maka perlu dilakukan uji keberartian dan linieritas. Untuk lebih mudahnya dalam melakukan uji keberartian dan linieritas tersebut, maka dibutuhkan tabel sebagai berikut:
Tabel 4.9 : Daftar Analisis Varians (ANAVA) Regresi Linear Sederhana
Sumber Varians Dk JK KT F
Total n ∑Y2 ∑Y2
Koefisien (a) Regresi (b│a) Sisa
1 1 n – 2
JK(a) JK(b│a) JK(S)
JK(a)
S./0= JK(b│a) S121= 34 5
6
Sreg2 Ssis2
Tuna Cocok
Galat
k – 2
n – k
JK(TC)
JK(G)
S<== 34 <=
>
S?= 34 ?
6 >
STC2 SG2
Untuk menentukan nilai-nilai pada tabel di atas, maka dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
JK T ∑ Y = 55866
JK a ∑ G6
=
IH JKKHHI 54539.13JK b│a) = b{∑ XY ∑ L ∑ G6 M 0.79 57501 JJ N I H M
= 0.79 (57501 56243.47) = 0.79 X 1257.53 = 993.44 JK S JK T JK A JK b|a
= 55866 –54539.13– 993.44 = 333.43
Untuk mempermudah menghitung JK(G), maka diperlukan tabel penolong sebagai berikut:
Tabel 4.10: Skor Jawaban Angket Kecerdasan Intrapersonal (X) dan Motivasi Belajar (Y) setela X dikelompok kan42
X Kelompok Ni Y
35 1 1 40
38
38 2 2 42
43 40
40 3 2 38
33
42 4 1 41
46
46 5 2 45
43 48
48 6 2 47
46 50
50 7 2 58
45 54
54 54
8 3
48 57 48
55 9 1 53
57 57
57 10 3
48 58 54 60
60 11 2 57
59
61 12 1 58
65 13 1 60
42 Skor kecerdasan intrapersonal (X) dan motivasi belajar (Y) setelah X dikelompokkan
JK G R SR Y ∑ Y n2 U
VW
S40 40
1 U X S42 X 43 42 X 43 2 U X
Y38 X 33 IZ[II \ X Y41 K \ +
Y45 X 43 KJ[KI \ XY47 X 46 K][K^ \ X
Y58 X 45 JZ[KJ \ XY48 X 57 X 48 KZ[J][KZI \ Y53 JI \ X Y482X 582X 542 – 48X58X542 2\X
Y57 X 59 J][J` \ X Y58 JZ \ XY60 ^H \
0 X 0.5 X 1.52 X 0 X 2 X 0.5 X 84.5 X 54 X 0 X 14.67 X 2 X 0 X 0
170.67 ab cd JK S JK G 333.43 – 170.67 162.76
Tabel 4.11 : Daftar Anava untuk Regresi Linier Y = 8.77 + 0.79 43
Sumber Varians Dk JK KT F
Total 23 55866 55866
Koefisien (a) Regresi (b│a)
Sisa
1 1 21
54539.13 993.44 333.43
54539.13 S./0= 993.44 S121= 16.77
5efg
5hWh 59.23
Tuna Cocok Galat
11 10
162.76 170.67
S<= = 14.796 S? = 17.067
STC2
SG2
= 0.86
Uji Keberartian:
Ho : Koefisien arah regresi tidak berarti (b = 0) Ha : Koefisien itu berarti (b ≠ 0)
Untuk menguji Hipotesis nol, dipakai statistik F = 5efg
5hWh (F hitung) dibandingkan dengan F tabel dengan dk pembilang = 1 dan dk penyebut = n – 2. Untuk menguji Hipotesis nol, kriterianya adalah tolak hipotesis nol apabila koefisisen F hitung lebih besar dari harga F tabel berdasarkan taraf kesalahan yang dipilih dan dk yang bersesuian.44
Adapun hasil yang diperoleh F hitung sebesar 59.23 yang kemudian dikonsultasikan dengan F tabel, untuk taraf kesalahan 5% F tabel (2,01) = 4,32 dan untuk taraf kesalahan 1%, Ftabel (2,01) = 8,02.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel baik untuk
43 Daftar Anava untuk Regresi Linier Y = 8,77 + 0,79X
44 Sugiyono, Statistik untuk Penelitian, h. 273
taraf kesalahan 5% maupun taraf kesalahan 1%, sehingga koefisien regresi tersebut berarti (b ≠ 0).
Uji linearitas : Ho : Regresi Linear Ha : Regresi non-linear
Untuk menguji regresi linear, dipakai statistik F = 5ij
5k (F hitung) dibandingkan dengan F tabel dengan dk pembilang (k - 2) dan dk penyebut (n - k). untuk menguji Hipotesis nol, tolak Hipotesis regresi Linear, jika statistik F hitung untuk tuna cocok yang diperoleh lebih besar dari harga F tabel dengan menggunakan taraf kesalahan yang dipilih dan dk yang bersesuaian.45
Setelah melakukan penghitungan maka hasil yang diperoleh nilai F hitung sebesar 0.86 dengan taraf kesalahan 5% = 2,94 dan taraf kesalahan 1% = 4,78. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa F hitung < F tabel baik untuk taraf kesalahan 5% maupun 1%, maka kesimpulannya adalah regresi linear yaitu antara variabel X dan variabel Y membentuk garis linier.
Kemudian untuk mengetahui kuatnya pengaruh antara variabel X (kecerdasan intrapersonal) dengan variabel Y (motivasi belajar), maka dapat dicari dengan menggunakan rumus korelasi product moment.
Adapun perhitungannya yakni sebagai berikut:
45 ibid, h. 274
Nl
∑ ∑ ∑
mn ∑ ∑ Mn ∑ ∑
23 57501 1155 1120
mn23 59583 1155 Mn23 55866 1120 M 1322523 1293600
mn1370409 1334025Mn1284918 1254400M 28923
√36384 30518
28923
√1110366912
28923
33322.16 0.867 Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh dengan menggunakan rumus korelasi product moment sebesar 0,867 , maka dapat diartikan bahwa tingkat pengaruh antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) yaitu sebesar 0,867 , kemudian jika dikonsultasikan dengan r tabel untuk taraf kesalahan 5% dengan n = 23 diperoleh r tabel sebesar 0,413 dan untuk taraf kesalahan 1% sebesar 0,526, dengan demikian dapat diketahui bahwa r hitung > r tabel dengan taraf kesalahan (5% = 0,867 > 0,413) dan (1% 0,867 > 0,526), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh atau hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,867.
Koofesien Determinasi:
KP = (r2) x 100%
= (0,867)2 x 100%
= 0.7516 x 100% = 75.16%
Dari hasil perhitungan rxy di atas, maka untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel independen (X) dan terhadap variabel
dependen (Y) atau kofisien determinasinya (r2) dengan cara mengkuadratkan hasil dari rxy yaitu: r2 = 0,867 sehingga hasil yang diperoleh adalah 0,7516. Hal ini berarti bahwa besarnya pengaruh variabel independen (kecerdasan intrapersonal) terhadap variabel dependen (motivasi belajar) adalah 75,16% melalui persamaan regresi Y = 8.77 + 0,79 X.
D. Hasil Analisis
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, hasil perhitungan regresi linear sederhana serta korelasi product moment antara kecerdasan intrapersonal (variabel X) dan motivasi belajar (variabel Y) diperoleh persamaan regresi Y = 8.77 + 0,79X ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 unit X akan mengakibatkan 0,79 kenaikan untuk Y. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan intrapersonal siswa maka akan semakin tinggi pula motivasi belajar siswa.
Analisis regersi linear sederhana dengan persamaan regresi Y = 8.77 + 0,79X membentuk garis linear dan kofisien arah regresi berarti.
Dari hasil perhitungan diperoleh F hitung sebesar 59.23 yang dikonsulkan dengan F tabel, untuk taraf kesalahan 5% F tabel = 4.32 dan kesalahan 1% F tabel = 8,02 maka F hitung > F tabel sehingga koefisien tersebut berarti (b ≠ 0). Sedangkan untuk mengetahui garis regresi yang terbentuk berdasarkan hasil perhitungan dalam analisis data diperoleh F hitung sebesar 0.86 yang kemudian dikonsultasikan dengan F tabel, dimana untuk taraf kesalahan 5% F tabel = 2,94 dan