Proseduri ipenyusunan instrumeni iadalah cara yangi idigunakan i ii
ipeneliti untuki imemilih dan menyusuni ialat pengumpulan data.i iAdapuni
ilangkah yang dilakukani idalam menyusuni iinstrumen meliputii ianalisis variabeli ipenelitian, menetapkani ijenis instrumeni idan menyusun kisi-kisii
imenyusun instrumeni iinstrumen.
1. Analisisi ivariabel penelitian
Pada tahapi iini dilakukani ianalisis variabeli imenjadi sub variabeli
ikemudian mengembangkani imenjadii iindikator-indikator sebelum instrumeni idikembangkan. Peelitiani iini penulisi imenganalisis 2 variabeli
iyaitu kualitasi isupporting datai idan proseduri ipelayanan menjadii
iindikator masing-masing variabeli isebagai manai idijelaskan dalami
idefinisi operasional variabel.
2. Menyusuni iKisi-kisi dani iItem Instrumen
39Suharsimi Arikunto, Prosedur Peneliti, 177
Kisi-kisii iadalah suatui itabel yangi imenunjukan hubungani iantara hal-hali iyang disebutkan dalami ibaris dengani ihal-hal yangi idisebutkan dalami ikolom40.Kisi-kisii iinstrumen diperlukani isebagai pedomani idalam merumuskan itemi iinstrumen.
Kisi-kisii imencakup indikatori ivariabel penelitian, jenis-jenis pertanyaan,i ibanyaknya penelitian, dani isumber data.i iBerdasarkan kisi- kisii iyang telah disusun, langkahi iselanjutnya adalah menyusuni iitem pertanyaani isesuai dengan jenisi iinstrumen yangi iakan digunakan.
Berikuti irancangan kisi-kisi instrumeni idalam penelitiani iini dijabarkan dalami itabel berikuti iini.
Variabel Definisi operasional
indikator Jumlah Sebaran Supporting
Data (X1)
Suatu cara dan metode yang digunakan dengan
bertujuan untuk memberikan dukungan berbasis sistem dan data kepada pihak lain agar dapat
merealisasikan tujuan bersama yang akan
f. BMT memiliki ketersediaan brosur yang menarik dan informais yang lengkap g. Informasi
yang diberikan selalu informasi yang baru h. BMT AKU
memberikan
40Suharsimi Akunto, Proedur Penelitian, 205
dicapai sehingga dapat efektif dan efisien41.
informasi yang mudah dipahami oleh nasabah i. Tersedianya
saluran telepon e-mail untuk
melayani keluhan secara online atau dengan tidak tatap muka j. BMT AKU
menyediakan media promodi berupa banner ataupun akun media sosial berupa internet.
Prosedur Pelayanan (X2)
Cara atau aturan yang digunakan untuk
memberikan pelayanan atau kepedulian kepada pelanggan
f. Prosedur pelayanan yang diberikan BMT AKU relatif cepat dan tidak lama
41Nina Febriani Nuranah, “Kualitas Supporting Data dan Informasi Kinerja Keuangan Pengaruhnya terhadap Kualitas Prlayanan Nasabah di PT Bank Jabar Banten Syariah”,Jurnal Akuntansi dan Bisnis Islam,Vol.1 No 1 Januari 2019, 54
dengan cara yang telah di tentukan atau sesuai dengan standar.
g. Prosedur Pelayanan BMT AKU sudah fleksibel (pelaksanaan akad
menyesuaika n kondisi nasabah) dalam segi pelaksanaan akad
h. BMT AKU memberikan pelayanan berupa jemput bola i. Karyawan
dalam menangani masalah sesuai dengan prosedur j. Prosedur
pelayanan yang ada di BMT AKU mudah dipahami
Kualitas Pelayanan Nasabah (Y)
Suatu rangkaian kegiatan yang hanya tidak kasat mata namun dapat dirasakan manfaatnya secara
menyeluruh bagi konsumen yang membutuhkan layanan agar dapat memnuhi kebutuhannya.
f. Penampilan teller, saff, karyawan BMT yang bersih, rapi, tidak berlebihan dan
menggunaka n pakaian kerja (seragam yang sesuai) g. Ruang kantor
untuk transaksi yang nyaman h. Karyawan
menciptakan suasana nyaman dan menyenangk an dengan memberikan senyum dan salam i. Area parkir
yang memadai serta aman j. Karyawan
mampu untuk
menciptakan hubungan yang baik dengan nasabah
3. Pengujian Instrumen
a. Uji Validitas dan Reliabilitas 1) Uji Validitasi i
Agar penelitiani iini dikatakani ivalidi imakai iharusi iterdapat alati
iukur yangi idapat dijadikani iacuan yangi imendukung keterkaitani
idengan tujuan penelitian.i iValiditas instrumeni imenunjukan sejauhi
imana datai iyang terkumpuli itidak menyimpangi idari gambarani
itentang variabeli iyang dimaksud42. Jenisi ivaliditas yangi idigunakan dalami ipenelitian ini iadalah pengujiani ivaliditas isii idapat dilakukani
idengan membandingkan antarai iinstrumen dengani imateri pelajarani
iyang telahi idiajarkan. Validitasi iisi darii isuatu instrumeni ipengukur adalahi isejauh mana instrumeni iini mencakupi itopik penelitian.43
rₓᵧ= ∑ ∑ ∑
∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan:
42Suharsismi Arikunto, Prosedur Penelitian, 212
43Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitataif, dan R&D, (Bandung, Alfabeta,2013), 129
rₓᵧ = Angka Indeks korelasi product moment n =Number of case/banyaknya responden
∑ = Seluruh skor variabel X
∑ = Seluruh skor variabel Y
∑ =Jumlah seluruh variabel X setelah dikuadratkan
∑ = Jumlah seluruh variabel Y setelah dikuadratkan
∑ =Jumlah hasil perkalian antara X dan Y
Adapuni ilangkah-langkah untuki imengetahui validitasi
iinstrumeni idengan menggunakani irumus dii iatas, adalahi iberawal darii
ipenyebaran angket variabeli ix yangi idiberikan kepadai iresponden untuki idiketahui hasilnya.Angketi iyang disebari imerupakan pertanyaan dalami ibentuk skala bertingkati idengan 5i iakternatif jawaban,i idan skor jawabani iyang diberikani i5 (sangat setuju),i
i4(setuju), 3i i(netral) , 2i i(tidak setuju),i i1 (sangati itidak setuju).i i 2) Uji Realibilitas
Realibilitas menunjuki ipada suatui ipengertian bahwai isatu instrumeni icukup dipercayai iuntuk digunakan sebagai alati iukur pengumpuli idata karenai iinstrumen tersebuti ibaik44.Alat ukur dikatakani iapabila mempunyaii iketetapan, keajekani iatau adanya unsuri ikonstan dalami ialat ukuri itersebut, inii iberarti alati iukur tersebuti
itidak mengalamii iperubahan jawaban apabilai idiuji ataui iditeskan kepadai iresponden secarai iterus menerus.i iJenis realibilitas yangi
44Suharsismi Arikunto, Prosedur, 221
idigunakan dalami ipenelitian inii iadalah dengani imenggunakan Alphai
iCronbach.45
a) Menentukani inilai varian setiapi ibutir pertanyaan t =∑ ∑
n n
b) Menentukan nilai variabel total t ²=∑ ∑
n n
c) Menetukan realibilitas instrumen r1 1=
[
][
1-
∑]
Keterangan:
n =Jumlah sampel
X t =Jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan
∑ =Total jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan =Varian Total
∑
b=Jumlah varian pertanyaanr 11 =Koefisien relianilitas instrumen F. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses pengolahan, penyajian, intrepretasi, dan analisis data yang diperoleh dari lapangan dengan tujuan agar data yang disajikan mempunyai makna, sehingga pembaca dapat
45Syofian Siregar, Statistik Parametrik., 90-91
mengetahui hasil penelitian tersebut.46Teknik analisis data merupakan cara menganalisis data penelitian, termasuk alat-alat statistik yang relevan untuk digunakan dalam metode sebaga berikut:
1. Uji Asumsii iKlasik
Ujii iini digunakani iuntuk melihati iada tidaknyai ipenyimpangan asumsii imodel klasiki idengan pengujiani inormalitas, multikolinieritas, autokorelasii idan heterokedasitas sebagaii iberikut:
a) Ujii iNormalitas
Uji normalitasi idigunakan untuki imenguji apakahi idalam model regrsii idari keduai ivariabel (variabeli idependen dani ivariabel independen)i iyang dipakai mempunyaii idistribusi normali iatau tidak.i
iNormalitas datai idapat dilihat dengani imenggunakan ujii inormal Kolmogotov-Smirnowi ijika nilai signifikani i> 0.05i imaka data distribusii inormal dani isebaliknya jika nilai signifikani i<0,05 makai
idata berdistribusi tidaki inormal.
b) Ujii iMultikolinieritas
Uji multikolonieritasi idiguanakan untuk mengetahuii iada hubungan ataui ikorelasi dii iantara variabeli iindependen.47Modeli
iregresi yang baiki iseharusnya tidaki iterjadi korelasii idi antarai ivariabel independen.Multikolinieritasi idapat dilihati idari nilai tolerancei idan lawannyai iVariance Inflationi iFactor (VIF).i iNilai cuti ioff yang umumi
46Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian.,164
47Ibid ., 94
idipakai untuki imenunukan adanyai inilai multikolinieritasi isebagai berikut:
1) Jika nilaii itolerance >0,10 maka tidak terjadii imultikolinieritas dan jikai itolerance <0,10i imaka terjadii imultikolinieritas.
2) Atau jikai inilai VIF <10,00i imaka tidaki iterjadi multikolonieritasi
idan jika VIFi i> 10,00i imaka terjadi multikolinieritas.48 c) Uji Autokorelasi
Autokorelasi adalahi ikorelasi (hubungan)i iyang terjadii iantara anggota-anggota darii iserangkaian pengamatani iyang tersusun dalam rangkaiani iwaktu.Autokorelasii ibertujuan mengujii iapakah dalami
imodel regresi linieri iada korelasoi iantara kesalahani ipenganggu adai
iperiode t dengan kesalahani ipenganggu padai iperiode t-1 (sebelumnya.i iUntuk mengujii iautokorelasi yanitui imenggunakan Durbin Watsoni i(DW test).i iKetentuan ujii iautokorelasi adalah sebagaii iberikut:
1) Jikai iDW lebih kecili idari dLi imaka hipotesisi inol ditolak, yangi
iberarti terdapati iautokorelasi.
2) Jika DWi iterletak antara dUi idan (4-dU)i imaka hipotesis noli
iditerima, yangi iberati tidaki iada autokorelasi.
3) Jika DWi iterletak antarai idL dan dUi iatau di antarai i(4-dU) dani
i(4-dL) maka tidaki imenghasilkan kesimpulani ipasti.
d) Uji Heterokedastistas
48Ibid ., 99
Ujii iHeterokedastistas bertujuani iuntuk menguji apakahi
idalam suatui imodel regresi terdapayi ipersamaan ataui iperbedaan variani idari nilai residuali isatu pengamatani ike pengamatani iyang lain49. Dalami ipengujian inii imengunakan ujii igleser yaitui idengan carai imeregresikan variabeli iindependen terdapat nilaii iabsolute residuali iatau Abs-Res50.
Ketentuani idalam pengujiani iini adalahi isebagai berikut.
1) Jika nilaii ilebih besari idari 0,05 makai ikesimpulannya adalahi itidak terjadi gejala heterokedastistas.
2) Jikai inilai lebihi ibesar darii i0,05 makai ikesimpulanya adalah terjadii
igejalah hetrokedastistas.
e) Regresii ilinier bergandai i
Uji Regresii ilinier berganda adalah alati iyang dapati idigunakan untuki
imemprediksi permintaan dii imasa akani idatang berdasarkani imasa lalu untuki imengetahui pengaruhi isatu ataui ilebih variabeli ibebas (independent)i
iterhadap satu variabeli itak bebas (dependent).
Data-datai iterkumpul selamai ipenelitian, kemudiani idiolah dan dianalisai idengan menggunakan rumus statistik. Rumus yangi iakan penulisi igunakan adalahi irumus regresi berganda.i iBerikut adalahi
ipersamaan untuki iregresi linier berganda.51 Ȳ= ɑ+β1 X1+β2 X2. Dimana:
49Ibid., 106
50Ibid., 108
51Uhar Suharsaputra, Metode Penelitian, 139
Ȳ= Kualitas Pelayanan Nasabah ɑ=Konstanta
β=Koefisien Regresi
X1=Kualitas Supporting Data X2= Prosedur Pelayanan f) Uji Hipotesis
1) Uji t (Parsial)
Pengujian hipotesis untuk korelasi, uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara sendiri-sendiri memiliki pengaruh terhadap variabel bebas secara sendiri-sendiri memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. ”Hal ini berdasarkan perbandingan nilai thitung masing-masing koefisien dengan ttabel
dengan tingkat signifikan 5%. Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki pengaruh secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap variabel terikat.
a) Jika thitung <ttabel atau jika P-value (Aymp.Sig)>=0,05, makaH0
diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
b) Jika thitung > ttabel atau P-value (Aymp.Sig)<=0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.52
2) Uji F (Uji Simultan)
52Sofyan siregar, Statistik Parametik Untuk Penelitiana Kuantitatif, 48
Ujii iFi idigunakan untuki imenguji apakah variabeli ibebas secara simultani iatau bersama-sama mempunyaii ipengaruhi iyang signifikan ataui itidak signifikani idengan variabeli iterikat (Y).i i”Jika nilai signifikan <0,05i iatau F thitung > Fi itabel,i imaka variabel independeni isecara simultani iberpengaruh terhadap variabeli
idependen.i iJika nilaii isignifikan >0,05i iatau F hitungi i< Fi itabel, makai
ivariabel independen secarai isimultan tidaki iberpengaruh terhadap variabeli idependen.53
3) Ujii ikoefisien determinasi (R²)
Koefisieni ideterminasii idigunakan untuk mengetahuii iseberapa besari
ipengaruh variabel dependeni iY dengani ivariabel independeni i(X1,2,3....), ataui isejauh manai ikontribusi variabeli iindependen (X1,2,3,...) mempenaruhii ivariabel dependeni i(Y).i iNilai Ri iterletak antarai i0 dan 1.i
iJika nilaii iR mendekatii i0, maka pengaruhi ivariabel bebasi iterhadap variabeli iterikat semakin lemah.i iJika Ri ibergerak mendekatii i1 makai
ipengaruh tersebut akani isemakin kuat.i iNamun apabilai iR Square bernilaii
iminus (-)i imaka dapati idikatakan bahwa tidaki iterdapat pengaruhi iX terhadapi iY.54
53Ibid., 439 54Ibid., 338
BAB IV
PENELITIAN DANi iPEMBAHASAN