Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.41 Instrumen pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini memiliki peran yang sangat penting untuk keseluruhan pengolahan proses penelitian. Dari instrumen penelitian tersebut akan diperoleh data yang akan ditarik kesimpulannya dari hasil data tersebut.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa, instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data. Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang akan disebarkan kepada responden guna mengumpulkan data yang diinginkan peneliti.
40Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, h. 124-125.
41Ibid, h. 102.
28
Angket (kuesioner) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.42
Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup. Dalam penelitian ini, angket yang digunakan adalah angket tertutup. Angket tertutup adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberi tanda silang pada kolom atau tempat yang sesuai.43 Jumlah butir soal yang disajikan dalam angket pada penelitian ini adalah sebanyak 29 butir yang terdiri dari 4 option atau pilihan jawaban pada setiap pertanyaan. Untuk menentukan skor dalam masing-masing alternatif jawaban pada setiap pertanyaan yang diajukan, peneliti menggunakan skala likert. Dalam penelitian ini angket yang di sajikan akan di sebarkan kepada 30 responden, yaitu 12 soal untuk personal skill dan 17 soal untuk kemandirian belajar.
Skala Likert ini banyak digunakan oleh para peneliti guna mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok seseorang untuk fenomena sosial. Dengan Skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudiaan indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang dapat
42Ibid.h.142
43 Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009), h. 103
berupa kata-kata antara lain:selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah.44
Skor yang diberikan kepada masing-masing jawaban pertanyaan dalam angket penelitian adalah sebagai berikut:
1) Jawaban a diberi skor 4 2) Jawaban b diberi skor 3 3) Jawaban c diberi skor 2 4) Jawaban d diberi skor 1
Skor jawaban angket tersebut berlaku untuk seluruh itempertanyaan pada angket.Adapun angket yang sudah disajikan oleh peneliti akan dijawab oleh siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Namun sebelum angket diberikan kepada siswa, terlebih dahulu dilakukan uji instrumen untuk mengetahui kelayakan angket yang menjadi alat ukur dalam memperoleh data. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sugiyono dalam bukunya yang menyatakan bahwa:
Supaya diperoleh data penelitian yang valid dan reliabel, maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan kepada responden, maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dulu. Instrumen yang tidak valid dan reliabel bila digunakan untuk mengumpulkan data, akan menghasilkan data yang tidak valid dan reliabel pula.45
Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini peneliti melakukan uji instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kelayakan angket yang menjadi alat ukur dalam penelitian ini.
44Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 134-135.
45Ibidh. 144.
30
1. Validitas Instrumen
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan mengukur apa yang hendak diukur.46 Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah validitas internal. Instrumen yang mempunyai validitas internal atau rasional, bila kriteria yang ada dalam instrumen secara rasional (teoritis) telah mencerminkan apa yang hendak diukur. Jadi kriterianya ada di dalam instrumen itu.47
Untuk menguji validitas butir-butir instrumen lebih lanjut, maka setelah dikonsultasikan dengan ahli, maka selanjutnya diujicobakan, dan dianalisis dengan analisis item atau yang biasa disebut dengan pengujian validitas isi. Analisis item dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor butir instrumen dengan skor total, atau dengan mencari daya pembeda skor tiap item dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah.48
Adapun cara untuk menguji validitas butir-butir instrumen pada penelitian ini adalah dengan menghitung korelasi antara skor butir instrumen dengan skor total, dengan menggunakan rumus Product Moment, yaitu:49
46 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 348.
47Ibid., h. 350.
48Ibid., h. 353.
49Ibid., h. 228.
∑ ∑ ∑
∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi
n : Jumlah subyek atau responden xi : Skor butir
y i : Skor total
Kesesuaian harga r yang diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus di atas dikonsultasikan dengan r tabelProduct Moment dengan kaidah keputusan apabila r hitung > r tabel, maka instrumen dikatakan valid. Sebaliknya apabila r hitung < r tabel, maka instrumen dikatakan tidak valid dan tidak layak untuk pengambilan data, atau dengan kriteria korfisien validitas aitem dengan 0,30 sebagai item yang validitasnya memuaskan.50 2. Reliabilitas Instrumen
Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataan, maka berapa kalipun diambil, tetap akan sama. Reliabel juga akan menunjuk pada tingkat kehandalan sesuatu. Reliabel
50 Saifuddin azwar, Penyusunan Skala Psikologi Edisi 2, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), h. 95
32
artinya “dapat dipercaya atau dapat diandalkan”.51Kriteria suatu istrumen penelitian dikatakan reliabilitas dengan menggunakan koefisien reliabelitas yang tingginya0,6.52 Koefisien reliabilitas berada dalam rentang angka dari 0 sampai dengan 1,00.
Sekalipun bila koefisien reliabelitas semakin tinggi mendekati angka 1,00 berarti pengukuran semakin reliable.53 Dalam hal ini untuk menguji reliabilitas peneliti menggunakan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:54
1 {1 Σ }
Keterangan:
= koefisien reliabilitas instrumen k = Jumlah butir pertanyaan
Σ = Jumlah varian butir = Varian total.
Untuk mempermudah dalam pengumpulan data maka diperlukan alat bantu yaitu berupa instrumen. Adapun penggunaan kisi-kisi instrumen angket pada penelitian ini didasarkan pada pendapatEko Putro Widoyokotentang Personal Skill55 (sebagai variabel X) dan pendapat Umar Tirtarahardja dan La Sulo tentang
51Suharsimi, Evaluasi Pendidikan, h.87.
52Saifuddin azwar, Penyusunan Skala Psikologi Edisi 2, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), h. 127.
53Ibid, h. 112.
54Syofian Siregar. Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif, ( Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014), h. 90-91.
55Eko Putro Widoyoko. Evaluasi Program Pembelajaran (Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2012), h. 212.
kemandirian belajar56(sebagai variabelY).Kisi-kisi instrumenangket tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Table 3.1Kisi-Kisi Instrumen Penelitian TentangPersonal Skill dan Kemandirian Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas IX
di MTs YP3I Muamalah Lomban Tahun Pelajaran 2016/201757
No Variabel Indikator Deskriptor No
Soal 1 Kecakapan
Pesonal
1.1 Kecakapan berfikir kritis dan kreatif (rasional)
1.1.1 Aktif pada saat proses pembelajaran 1.1.2 Membuat peta
konsep
1, 2
3, 4
1.2 Kecakapan mengambil keputusan
1.2.1 Mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri
1.2.2 Menentukan keputusan cara menyelesaikan masalah
5, 6
7,8
1.3 Kecakapan memecahkan masalah
1.3.1 Mengidentifikasi sebab dan akibat masalahan dalam belajar
1.3.2 Menentukan cara serta memilih strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah
9,10
11, 12
56 Umar Tirtarahardja dan La Sulo, Pengantar Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2005), h. 50.
57 Kisi-kisi instrumen penelitian tentang personal skill dan kemandirian belajar
34
2 Kemandirian belajar
1.1 Rasa percaya diri dalambelajar
1.1.1 Keikutsertaan dalam berpatisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran
1.1.2 Mengemukakan pendapat ataupun sanggahan mengenai materi yang sedang berlangsung.
13
14, 15
1.2 Disiplin dalam belajar
1.2.1 Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan
1.2.2 Cepat mengatasi masalah yang timbul pada dirinya.
16, 17
18,19
1.3 Motivasi dalam mengadakan aktivitas belajar
1.3.1 Adanya dorongan yang kuat untuk melakukan kegiatan belajar
1.3.2 Bersemangat saat proses pembelajaran berlangsung
20, 21
22, 23
1.4 Inisiatif dalam belajar
1.4.1 Memiliki
doronganrasa ingin tahu yang tinggi 1.4.2 Berinisiatif belajar
mandiri
24
25, 26
1.5 Bertanggungjawab terhadap apa yang dipelajari
1.5.1 Keikutsertaan dalam menyelesaikan tugas 1.5.2 Adanya
tanggung jawab terhadap tugas sekolah
27,
28, 29