DAFTAR TABEL
3. Unit Pertokoan
4.6. Strategi Pengembangan Pemasaran
4.6.1. Internal A. Kekuatan
1. Peran SDM Pemasaran yang Baik
Kopdit Angkara memiliki SDM yang mampu melakukan proses pemasaran.
Mereka merupakan SDM yang memiliki pengetahuan tentang produk, harga sistem pengemasan dan hal-hal lainnya terkait program pemasaran produk.
2. Sistem pemasaran yang baik
SDM yang berkemampuan untuk memasarkan produk serta melakukan operasional pengelolaan bisnis membuat Kopdit Angkara mampu mewujudkan system pemasaran yang baik dan memuaskan konsumen dalam meningkatkan penghasilan Kopdit Angkara.
3. Image Masyarakat Tidak Jelek
Dengan kualitas produk dan manajemen pemasaran produk yang baik, memunculkan image masyarakat yang baik terhadap Kopdit Angkara dan
produk yang dipasarkannya. Sehingga masyarakat tetap berminat mengkonsmsi produk yang dipasarkan oleh Kopdit Angkara.
4. Kualitas Produk
Kopdit Angkara melakukan pengawasan secara ketat agar produk ikan yang dipasarkan terjaga dengan baik sampai diterima di tangan konsumen. Kopdit Angkara berkeyakinan bahwa dengan menghadirkan produk yang berkualitas akan membuat konsumen tertarik untuk terus mengkonsumsi produknya
5. Sistem Manajemen Koperasi
Kopdit Angkara telah mampu dinobatkan sebagai koperasi terbaik di asia. Hal ini dicapai tentunya karena Kopdit Angkara telah memiliki sistem manajemen koperasi yang baik dan tertata rapi. Di saat koperasi sejenis belum memiliki kantor permanen dan mayoritas berkantor di rumah pengurusnya, Kopdit Angkara telah mampu memiliki kantor sendiri dengan cukup mewah. Saat itu para pengurus berkeyakinan bahwa dengan 200 orang anggota yang bergotong royong bersama membangun kantor dapat mewujudkan keinginan untuk memiliki kantor secara permanen melalui mekanisme pinjaman sebesar Rp 7.500.000,- yang sebelumnya disetujui oleh seluruh anggota dan pengurus. Tata kelola yang baik ini pun nampak pada proses operasionalisasi produksi dan pemasaran produknya. Majalah peluang pun telah menobatkan Kopdit Angkara sebagai salah satu dari 100 koperasi besar di Indonesia.
6. Sistem Manajemen Keuangan yang baik
Pencatatan dan pengelolaan keuangan yang baik telah diterapkan oleh Kopdit Angkara dengan pengawasan yang cukup ketat. Dengan tata kelola yang baik itu memunculkan sistem manajemen keuangan yang baik, dan mampu menjaga posisi keuangan dalam kondisi yang baik tanpa terjadi alokasi pendanaan yang tidak bermanfaat atau tidak pada peruntukkannya. Sebagai contoh, dalam tempo empat bulan di tahun 2009, manajemen menaikkan aset koperasi ini senilai Rp 10 miliar dari total aset pada akhir tahun buku 2008 sebesar Rp 29 miliar.
Kesehatan manejemen Kopdit Angkara juga telah diaudit akuntan independen Budiman, dan rekan Jakarta dan Induk Koperasi Kredit (Inkopdit). Hasilnya
menyimpulkan laporan keuangan Kopdit Angkara tahun 2008 disajikan secara wajar dalam semua hal material.
7. Kesediaan Tenaga Kerja
Banyaknya anggota, membuat Kopdit Angkara memiliki kesediaan tenaga kerja yang mencukupi dan siap bekerja untuk mengembangkan usaha.
8. Kecanggihan Sarana Teknologi
Beberapa perlengkapan yang digunakan para nelayan anggota Kopdit Angkara merupakan perlengkapan yang cukup memadai dan berteknologi cukup canggih, terutama pada kapal-kapal yang besar, kapal telah dilengkapi dengan ruang pembeku, ruang pendingin dan sistem navigasi serta komunikasi yang memadai.
9. Peran Kantor sebagai tempat pemasaran dan tujuan pasar
Kopdit Angkara memiliki kantor yang dapat berfungsi sebagai tempat pemasaran sehingga mampu menjangkau pasar tujuan dengan baik, dan yang terpenting adalah kantor tersebut mampu berfungsi sebagai sarana untuk menampung data dan informasi terkait dengan keinginan, selera dan kecenderungan konsumen akan produk. Sehingga Kopdit Angkara dapat menyesuaikan produknya dengan keinginan konsumen dimaksud.
10. Keahlian pegawai menghadapi persaingan
Pegawai atau SDM yang terlibat dalam operasional Kopdit Angkara merupakan SDM yang ahli dalam proses produksi dan proses pemasaran produk yang sesuai dengan keinginan dan selera konsumen. Keahlian ini tentu menjadi keunggulan bersaing yang dapat dipergunakan oleh Kopdit Angkara dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan sejenis yang selevel maupun yang lebih besar.
11. Sumber Keuangan Kuat
Kopdit Angkara dengan jumlah anggota saat ini mampu menjadi Koperasi yang memiliki keuangan yang relatif cukup kuat. Kopdit Angkara menerapkan sistem pengendalian keuangan yang ketat guna menjaga keseimbangan keuangan perusahaan dengan biaya operasional yang dibutuhkan. Kecenderungan yang harus diperhatikan Kopdit Angkara adalah senantiasa terjadinya kenaikan biaya
operasional di tahun tahun mendatang. Kuatnya keuangan kopdit Angkara disupport pula dengan adanya bantuan dari pemerintah pada tahun 2010 sebesar Rp 2 miliar.
12. Kemampuan pegawai menghadapi persaingan
Kenaikkan aset Rp 10 miliar selama empat bulan itu menciptakan optimisme manajemen meraih target omset Rp 54 miliar di akhir 2009. Sampai awal Mei 2009 ini, total aset Kopdit Angkara telah mencapai Rp 40 miliar.
Perhitungan aset meliputi aktiva lancar, pinjaman yang diberikan, harta tetap dan harta bergerak.
Dengan keahlian yang dimiliki SDM Kopdit Angkara dalam operasional produksi dan pemasaran produknya semakin membuat Kopdit Angkara berkemampuan untuk bersaing dengan perusahaan lain. Kemampuan tersebut meliputi tersedianya keuangan yang dapat dipergunakan untuk operasional usaha, termasuk kemampuan menghadirkan produk yang unggul untuk konsumen. Kemampuan ini didukung pula oleh proses seleksi penerimaan anggota baru yang menekankan pendidikan sebagai salah satu persyaratan dan pertimbangan diterima atau tidaknya calon anggota. Setelah menjadi anggota pun, mereka akan diberikan pendidikan lanjutan sehingga memiliki kemampuan standar yang dapat dipergunakan dalam operasional usaha Kopdit Angkara.
13. Produk diminati konsumen
Produk alami yang dipasarkan Kopdit Angkara sangat diminati konsumen.
Kualitas produk senantiasa dijaga sebaik mungkin sampai ke tangan konsumen.
Di samping itu, harga produk yang ditawarkan pun relatif bersaing. Jenis produk yang banyak diminati antara lain jenis Ikan Kerapu (Epinephelus merra) dan Ikan Bawal Hitam (Formio niger) maupun Ikan Bawal Putih (Pamphus argenlus), serta Ikan Tongkol (Euthynnus spp) ketiga jenis ikan inilah yang memberikan peningkatan pendapatan yang signifikan.
B. Kelemahan
1. Stabilitas Volume Produksi
Adanya perubahan iklim yang tidak menentu, aturan pemerintah yang tidak berpihak serta keterbatasan SDM sering memunculkan ketidakstabilan dalam volume produksi.
2. Biaya Operasi yang Besar
Keterbatasan aset menyebabkan usaha dijalankan dengan memunculkan biaya operasi yang besar. Tentu hal ini tidak akan terjadi, jika usaha dapat dijalankan dengan menggunakan aset milik sendiri.
3. Posisi Persaingan Tidak Sehat
Posisi bisnis yang tidak menjadi pemimpin pasar sering memaksa usaha berada pada posisi yang dirugikan akibat adanya persaingan yang tidak sehat. Hal ini jika dibiarkan akan memperlemah usaha dan bahkan dalam jangka panjang akan menghancurkannya.
4. Sistem promosi belum berkelanjutan
Promosi merupakan strategi yang sangat penting untuk membuat produk dapat dipasarkan dengan baik dan optimal. Promosi yang telah dilakukan koperasi dirasa belum optimal, mengingat promosi tersebut sifatnya tidak berkelanjutan.
Tentu, jika menginginkan bisnis dapat berjalan dalam jangka waktu yang lama dan berkelanjutan dibutuhkan program dan strategi promosi yang berkelanjutan.
5. Sistem pengemasan belum baik
Sistem pengemasan sangat menentukan terjaganya kualitas produk. Pengemasan akan sangat disesuaikan dengan permintaan dan keinginan pemesan produk.
Beberapa konsumen baik individu, perusahaan maupun negara sering menetapkan standar pengemasan tertentu. Hal ini bukan perkara mudah bagi perusahan untuk mengimplementasikannya.
6. Struktur organisasi belum sesuai dengan kebutuhan koperasi.
Banyak dan ragamnya tugas koperasi membuat koperasi membutuhkan banyak SDM dan bagian yang dapat menangani tugas dan fungsi tersebut. Saat ini koperasi belum mampu mengcover tugas dan fungsi tersebut secara optimal,
7. Bentuk insentif yang diberikan kepada karyawan
Bentuk insentif bagi para karyawan masih relatif terbatas. Tentu jika ingin usaha dapat dilakukan dengan optimal, dimana semua karyawan berkontribusi dengan baik dan memiliki kinerja yang tinggi, maka insentif bagi para karyawan harus mendapat porsi perhatian yang maksimal.
4.6.2. Eksternal