• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTERPRETASI DATA EPIDEMIOLOGI

Dalam dokumen Langkah-langkah investigasi wabah repository (Halaman 106-110)

Pengertian Interpretasi Data

Interpretasi data merupakan suatu kegiatan yang menggabungkan hasil analisis dengan pernyataan, kriteria, atau standar tertentu untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab permasalahan yang sedang diperbaiki.

Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengan cara meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingan dengan penelitian yang pernah dilakukan. Interpretasi adalah proses memberi arti dan signifikansi terhadap analisis yang dilakukan, menjelaskan pola-pola deskriptif, mencari hubungan dan keterkaitan antar deskripsi-deskripsi data yang ada (Barnsley & Ellis, 1992)

Dalam interpretasi dibahas bagaimana cara menemukan makna atau implikasi dari data yang diperoleh. Hasil interpretasi data digunakan untuk mengevaluasi proses dan hasil perbaikan pembelajaran yang dilakukan.

Fungsi interpretasi data adalah untuk mengevaluasi atau merefleksi proses dan hasil perbaikan pembelajaran yang dilakukan.

Ada berbagai teknik dalam melakukan interpretasi data, antara lain dengan:

1. menghubungkan data dengan pengalaman peneliti,

2. mengaitkan temuan (data) dengan hasil kajian pustaka atau teori terkait,

3. memperluas analisis dengan mengajukan pertayaan mengenai penelitian dan implikasi hasil penelitian, dan/atau

4. meminta nasihat teman sejawat jika mengalami kesulitan.

Meskipun analisis data dan interpretasi data dilakukan sambil berjalan, tetapi harus dihindari analisis dan interpretasi data yang terlalu dini. Analisis dan interpretasi data juga diperlukan untuk memberi

jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Hasil analisis dan interpretasi data akhirnya digunakan untuk memberikan masukan bagi perbaikan kegiatan. Pada akhir kegiatan, hasil analisis dan interpretasi data digunakan untuk menarik kesimpulan dalam laporan.

Pengertian Interpretasi Data

Interpretasi Data Epidemiologi deskriptif

Studi epidemiologi yang mempelajari distribusi penyakit pada populasi disebut epidemiologi deskriptif. Dengan epidemiologi deskriptif dapat diketahui besarnya beban penyakit (disease burden) pada populasi tertentu, yang berguna untuk menentukan diagnosis masalah kesehatan pada populasi dan menetapkan prioritas masalah kesehatan. Pengetahuan itu selanjutnya dapat digunakan untuk membuat rencana alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan. Studi epidemiologi deskriptif juga berguna untuk merumuskan hipotesis tentang determinan penyakit.

Berikut adalah contoh deskripsi distribusi penyakit menurut orang, tempat, dan waktu, dari suatu investigasi wabah/KLB.

Pengertian Interpretasi Data

Interpretasi Data Epidemiologi deskriptif Epidemiologi analitik

Epidemiologi mempelajari determinan penyakit pada populasi, disebut epidemiologi analitik.

Determinan merupakan faktor, baikfisik, biologis, sosial, kultural, dan perilaku, yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit yang mencakup factor risiko dan kausa penyakit. Faktor risiko adalah semua faktor yang berhubungan dengan meningkatnya probabilitas (risiko) terjadinya penyakit. Untuk bisa disebut factor risiko,sebuah factor harus berhubungan dengan terjadinya penyakit, meskipun hubungan itu tidak harus bersifat kausal (sebab-akibat) (Last,2001).

Contoh:

Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok tembakau, merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner, karena faktor-faktor tersebut berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Usia muda merupakan faktor risiko campak, karena populasi berusia muda belum memiliki imunitas yang dibentuk dari paparan

dengan epidemi campak sebelumnya, sehingga memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami campak.

Faktor risiko dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

1. Faktor risiko yang dapat diubah (modifiable risk factor)

Contoh, merokok merupakan faktor risiko kanker kolon yang dapat diubah ,karena kebiasaan merokok bisa dihentikan

2. Faktor risiko yang tak dapat diubah (unmodifiable risk factor).

Contoh: Usia merupakan factor risiko kanker kolon yang tidak dapat diubah. Orang berusia 50 tahun keatas memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalamikan kerkolon dari pada usia kurang dari 50 tahun, tetapi usia tidak bias diubah.

Sedangkan semua faktor yang berhubungan dengan berkurangnya risiko untuk terjadinya penyakitdisebutfaktor protektif.

Contoh: vaksin, kolesterol HDL, penggunaan kondom, merupakan factor protektif.

Kedekatan (proximity) individudengan suatudeterminan penyakitsehingga individu dapat berisikomengalamipenyakitdisebut paparan (exposure).

Epidemiologi analitik mempelajari hubungan kausal (sebab-akibat) antara paparan suatu determinan dan terjadinya penyakit. Paparan merupakan konsep yang penting dalam epidemiologi, karena paparan merupakan prasyarat bagi determinan penyakit untuk bisa mulai menyebabkan penyakit, atau memula terjadinya infeksi pada penyakit infeksi. Jika terdapat determinan, factor risiko, dan kausa penyakit, tetapi tidak terdapat paparan (kedekatan) individu dengan determinan itu, maka individu tidak akan mengalami penyakit. Pengetahuan tentang paparan suatu faktor sebagai kausa penyakit berguna untuk mencegah dan mengendalikan penyakit pada populasi, dengan cara mengeliminasi, menghindari, atau mengubah kausa.

Ada 2 (dua) asumsi digunakan dalam epidemiologi deskriptif dan analitik , yaitu :

a. Pertama, penyakit tidak terjadi secara random (acak) melainkan secara selektif terkait dengan factor penyebab penyakit. Artinya, penyakit pada populasi tidak terjadi secara kebetulan, melainkan berhubungan dengan factor yang mempengaruhi terjadinya penyakit, disebut determinan penyakit.

b. Kedua, factor yang mempengaruhi terjadinya penyakit dapat diubah sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian dan pencegahan penyakit pada populasi (Hennekens dan Buring, 1987).

LATIHAN MATERI 2

Menginterpretasikan data epidemiologi Instruksi:

1. Baca dan cermati kasus yang disediakan di bawah ini

2. Deskripsikan distribusi penyakit menurut orang, tempat, dan waktu, dari kasus gigitan di bawah ini.

3. Identifikasi factor risiko terjadinya kasus gigitan anjing pada manusia

(Jumlah penduduk di desa Giri kembang adalah 1.200 Jiwa)

DATA KASUS GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES (HPR) DI KABUPATAN ANTAHBRATA

Bulan Januari-Maret 2018 No Tanggal

Kasus

Nama Korban Alamat Korban HPR Lokasi

Gigitan

Pemerik saan

Lab 1 14–1–2018  Sahroni (51 th)

 Dedi (30 thn}

 Ds. Nagari A Kec.

Lubuk Merah

Anjing liar (AL)  Betis sebelah kiri

 kaki

Positif

 Asep (33 th)

 Arsyi (7 th)  Ds. Nagari B Kec.

Lubuk Merah AL  Kaki

 Kaki kiri 2 18-1-2018  Ikar (52 th)  Ds. Nagari G Kec.

Lubuk Ungu

Anjing

Berpemilik (AB)

 Kaki 3 21-1-2018  Susan (25 th)  Ds. Nagari C Kec.

Lubuk Merah

Anjing liar  Kaki kanan bawah 4 21-1 2018  Maulida (3 th)  Ds. Nagari C Kec.

Lubuk Merah

AL  Kaki kiri

5 12-02-2018  M. Mugti (8 th)  Ds. Nagari Z Kec.

Lubuk Biru

AB  Kaki bagian

paha 6 14-02-2018  Saepullah  Ds. Nagari D Kec.

Lubuk Merah

AB  Pergelangan

kaki kiri 7 17-02-2018  Sumiati (50 th)

 Ahim (55 th)

Ds. Nagari C Kec.

Lubuk Merah

AB  Paha kaki

sebelah kanan

 Betis kaki sebelah kiri

Positif

8 17-02-2018  Fitri (5 th)  Ds. Nagari C Kec.

Lubuk Merah

AB  Kaki sebelah

kanan 9 23-02-2018  Mutiara Disha

(7 th)

 Ds. Nagari P Kec.

Lubuk Abu

AB  Betis kanan

10 7-03-2018  Nanang (58 th)  Ds. Nagari Q Kec.

Lubuk Kuning

AB  Tangan kiri

11 7-03-2018  Mita (31 th)  Ds. nagari T Kec.

Lubuk Jingga

AB  Betis kiri

12 12-03-2018  Ganda  Ds. Nagari R Kec.

Lubuk Nila

AB  Kaki bagian

paha 13 21-03-2018  Apud  Ds. Nagari U Kec.

Lubuk Moka

AB  Tangan kiri

Hasil Diskusi:

Apa yang Anda dapat simpulkan dari latihan tersebut ?

B. PENERAPAN EPIDEMIOLOGI BERBASIS PENDEKATAN

Dalam dokumen Langkah-langkah investigasi wabah repository (Halaman 106-110)