PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KLB/WABAH TERPADU BERBASIS PENDEKATAN ONE HEALTH
1. Konsep Pencegahan dan Pengendalian KLB/Wabah
Pencegahan dan pengendalian zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) telah menjadi isu global dan memerlukan penanganan secara multi sektor, multi disiplin ilmu dan multi profesi karena dampaknya yang luas meliputi sektor kesehatan, ekonomi, sosial dan ketahanan nasional.
Mengembangkan strategi untuk mencegah, mendeteksi dan pengendalikan penyakit zoonosis merupakan tantangan di setiap negara, karena harus bersaing sumber daya dengan prioritas kesehatan masyarakat yang lainnya. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor yang berkaitan dengan zoonosis adalah penting dan harus dilakukan. Kolaborasi multisekrotal yang terdiri dari kesehatan manusia, kesehatan hewan (ternak dan satwa liar), dan lingkungan hidup harus bekerja sama dan berkomitmen untuk berbagi sumber daya terutama dalam mengatasi zoonosis yang terlah menjadi prioritas nasional (Belay et al., 2017).
Menurut arahan dari Kemenko PMK (2017), kegiatan pencegahan dan pengendalian wabah/KLB harus dilakukan dengan pendekatan One Health. Konsep One Health adalah strategi di seluruh dunia untuk memperluas kolaborasi interdisipliner dan komunikasi dalam semua aspek pelayanan kesehatan bagi manusia, hewan dan lingkungan.
Strategi pencegahan dan pengendalian zoonosis dan PIE dapat beragam tergantung dari jenis penyakit dan ketersediaan kegiatan intervensi. Beberapa zoonosis yang cukup umum di negara berkembang adalah Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (misalnya rabies, brucellosis, antraks).
Sehingga, implementasi program imunisasi menjadi pencegahan utama, baik itu pada hewannya atau pada manusianya. Pada beberapa Penyakit yang sangat patogenik seperti flu burung , pencegahan dan pengendalian yang efektif mungkin membutuhkan pemusnahan atau biosekuriti. Sedangkan, pada antraks dan rabies, vaksinali awal hewan dapat mencegah wabah pada populasi hewan dan pada saat yang sama dapat melindungi manusia. Sehingga tindakan pencegahan dan pengendalian tidak harus dilakukan ketika wabah sudah terdeteksi pada manusia, karena akan sangat merugikan dan membutuhkan sumber daya kesehatan yang lebih banyak (Belay et al., 2017). Berikut adalah gambaran peluang intervensi dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis dan PIE.
waktu
Gambar 1 Peluang Tindakan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan PIE (Belay et al., 2017)
1.1 Konsep Pencegahan KLB/Wabah
Menurut WHO (2005), Upaya pencegahan penyakit menular dapat dilakukan dengan mempertahankan lingkungan fisik dan kondisi kehidupan secara umum tetap sehat. Upaya pencegahan KLB/Wabah dilakukan untuk memutus mata rantai penularan, perlindungan spesifik, pengendalian faktor risiko, perbaikan gizi masyarakat dan upaya lain sesuai dengan ancaman penyakit menular (Permenkes Nomor 82 Tahun 2014). Pencegahan dan pengebalan adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk memberi perlindungan kepada orang-orang yang belum sakit, akan tetapi mempunyai risiko untuk terkena penyakit.
Implementasi pencegahan zoonoois dengan pendekatan One Health pada saat pencegahan KLB/Wabah dapat dilakukan melalui vaksinasi baik pada manusia maupun hewan jika diperlukan, memberikan edukasi pada penyedia layanan kesehatan manusia maupun hewan dengan tujuan untuk melindungi kesehatan manusia dan hewan dan mendidik masyarakat dalam menghadapi situasi tanggap darurat (Belay etal., 2017).
Sistem surveilans yang efektif pada manusia dan hewan adalah hal yang penting sebagai deteksi dini dan sebagai sumber menentukan respon cepat serta untuk merencanakan program pencegahan strategis. Komunikasi dan kolaborasi yang efektif dan waktu yang tepat antara lembaga kesehatan manusia
Intervensi setelah sakit pada manusia
KLB/Wabah pada manusia
KLB/Wabah pada Intervensi sebelum
sakit pada hewan
Intervensi sebelum sakit pada manusia
Tidak ada kasus
dan hewan sangat penting untuk mengembangkan strategi pencegahan. Selain itu, komunikasi yang baik juga diperlukan dalam mengedukasi tenaga kesehatan manusia dan hewan dalam penyebaran informasi pengenai pencegahan dan penularan zoonosis dan PIE.
Tindakan pencegahan yang dapat disampaikan pada masyarakat diantaranya tata cara penyelenggaraan pertanian yang aman, tindakan biosekuriti, praktik penyembelihan hewan, memahami kontak dengan hewan dan risiko paparan dan langkah-langkah pencegahan diri untuk menghindari dan mengurangi paparan terhadap zoonosis yang ditularkan melalui vektor dan penyakit lainnya. Selain itu strategi pencegahan tehadap zoonosis yang terkait dengan hewan yang dikonsumsi harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ekonominya bergantung pada ternak tersebut (Belay et al., 2017).
Kegiatan pencegahan sebelum terjadinya KLB/Wabah akan sangat membantu dalam pengendalian zoonosis dan mencegah terjadinya KLB/Wabah. Pada manusia, kegiatan tersebut meliputi pelatihan tenaga kesehatan dan tenaga lapangan (investigator penyakit menular), menyiapkan stok persediaan lokal dan peralatan untuk mendiagnosis serta pengobatan , penilaian dan peningkatan kesehatan lingkungan, meningkatkan sistem surveilans dan melaksanakan protokol dalam pengelolaan informasi penyakit tertentu, meningkatkan kesadaran pada populasi akan kemungkinan utuk terinfkeksi dan anjuran untuk segera merujuk ke pelayanan kesehatan.
1.2 Konsep Pengendalian KLB/Wabah
Tujuan utama pengendalian KLB/Wabah adalah untuk mengurangi atau menghilangkan faktor risiko penyakit dan/atau gangguan kesehatan (Permenkes, Nomor 82 Tahun 2014). Sedangkan pengendalian zoonosis adalah rangkaian kegiatan yang meliputi manajemen pengamatan, pengidentifikasian, pencegahan, tata laksana kasus dan pembatasan penularan serta pemusnahan sumber zoonosis (Kemenko PMK, 2018). Dalam kegiatan pengendalian, diupayakan agar wabah terdeteksi dengan cepat melalui kesiapsiagaan yang memadai (protokol pengobatan standar, pelatihan staf) dan memberikan respon cepat (misalnya konfirmasi, investigasi, dan impelementasi langkah-langkah pengendalian). Ketika sistem surveilans kesehatan menemukan indikasi adanya wabah, investigasi dengan protokol yang terstandar harus segera dilaksanakan. Hasil investigasi ini kemudian akan digunakan untuk menentukan bagaimana mengontrol wabah tersebut (WHO, 2005).
Adapun strategi utama dalam pengendalian penyakit menular adalah dengan mengurangi jumlah kasus melalui tindakan pencegahan serta menurunkan jumlah kematian karena penyakit melalui deteksi dini kasus dan penanganan yang efektif. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan dengan cepat dan sebaiknya tidak menunggu hasil konfirmasi laboratorium, karena kunci dalam pengendalian penyakit yang efektif adalah memberikan respon yang cepat sehingga wabah tidak berkembangan menjadi wabah yang besar. Dalam keadaan darurat, seringkali imunisasi masal adalah langkah prioritas. Pengendalian KLB/Wabah melibatkan tindakan preventif dan kuratif secara bersamaan untuk mengurangi sumber infeksi dengan penanganan cepat terhadap pasien melalui isolasi, pengendalian reservoir hewan, perlindungan kelompok rentan dengan imunisasi dan dukungan gizi yang adekuat serta menurunkan transmisi melalui peningkatan situasi dan perilaku hygine.
Peran petugas lapangan dalam hal ini sangatlah penting, yaitu sebagai pemberi informasi mengenai penyakit, merujuk pasien untuk dirawat atau diisolasi, mengidentifikasi keluarga dan individu yang rentan yang membutuhkan dukungan atau perlindungan khusus, dan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat
TINDAKAN PENGENDALIAN
Pencegahan terhadap paparan:
Isolasi, , pengendalian reservoir, pengendalian vektor, dan edukasi kesehatan
Mencegah penyebaran : Vaksinasi, edukasi
kesehatan, APD
Pencegahan terhadap penyakit/kematian:
Penanganan kasus yang efektif, diagnosis dan manajemen kasus yang tepat
chemoprophylaxis
EVALUASI
dengan mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perbaikan fasilitas dan kegiatan promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Pengendalian patogen zoonosis pada hewan sumber merupakan cara yang efektif dan ekonomis untuk melindungi manusia. Konsekuensinya, strategi global dalam pencegahan dan pengendalian patogen harus dikembangkan untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan menggunakan pendekatan koordinasi lintas sektor yang diaplikasikan pada tingkat nasional, regional dan dunia melalui kebijakan yang tepat.
Dugaan wabah penyakit yang terindikasi dari sistem surveilans kesehatan harus segera diinvestigasi dengan protokol standar. Hasil penilaian harus menghasilkan keputusan tentang bagaimana cara mengendalikan KLB/Wabah.
Skema Strategi Pengendalian KLB/Wabah (WHO,2005)
Dapat dilakukan kapanpun selama KLB/wabah
Gambar 1.1 Skema Strategi Pengendalian KLB/Wabah (WHO, 2005)
LATIHAN MATERI 1
Jelaskan perbedaan antara konsep pencegahan dan pengendalian KLB/Wabah suatu penyakit .
Jawaban: