PERBEDAAN ISI DAN PERANAN BAB DAN SUBBAB DALAM OUTLINE ILMIAH
B. Isi dan Peranan
65
beserta cara-cara menggali data-data penelitian, lokasi dan lama penelitian serta uraian mengenai uji keabsahan hasil penelitian.
4. Hasil dan Pembahasan
Bagian ini merupakan bagian utama artikel dan biasanya merupakan bagian terpanjang dari suatu artikel. Hasil tulisan yang disajikan dalam bagian ini berisikan penjelasan secara teoritis dan mendalam mengenai suatu aspek dan keterkaitannya dengan aspek lain. Tabel dan grafik dapat digunakan untuk memperjelas penyajian secara verbal. Data dalam tabel dan grafik harus dideskripsikan atau dibahas.
Dalam pembahasan, hasil analisis dikaitkan dengan penjelasan teoritis, sebab akibat dari fenomena yang diketemukan selama penelitian. Jika artikel sebagai hasil penelitian, menurut Slameto (2006), pembahasan merupakan bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel hasil penelitian. Pembahasan ini bertujuan untuk: (1) menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian; (2) menunjukkan bagaimana temuan-temuan itu diperoleh; (3) menafsirkan temuan-temuan; (4) mengaitkan hasil temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan; (5) dan memunculkan teori-teori baru atau modifikasi teori yang telah ada.
5. Kesimpulan
Kesimpulan berisi penjelasan jawaban tentang masalah penelitian, dan selalu terkait dengan tujuan maupun maupun penelitian. Kesimpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil dan pembahasan. Berdasarkan kedua hal tersebut, dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Saran disusun berdasarkan kesimpulan yang telah ditarik, dapat mengacu pada tindakan praktis, pengembangan teori baru dan penelitian lanjutan.(Danny Trijhajo, 2017)
66 a) Dalam contoh abstrak tersebut berisi ;
i. Pokok masalah adalah kata “Analisis kesulitan siswa, self-efficacy, pemecahan masalah matematika, soal cerita”. Dengan demikian artikel tersebut membicaran tentang pokok masalah tersebut.
ii. Tujuan “untuk mendeskripsikan letak, jenis, faktor-faktor kesulitan, dan self-efficacy siswa SMP swasta di Kabupaten Sleman, DIY dalam memecahkan masalah matematika berbentuk soal cerita.”
iii. Metode “Menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa tes diagnostik terdiri atas 5 butir soal, angket self-efficacy, dan pedoman wawancara.”
iv. Kesimpulan, “Faktor-faktor kesulitan yang dialami siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika berbentuk soal cerita kelas VIII yaitu siswa merasa waktu yang diberikan tidak cukup, mudah menyerah, kurang teliti, sering lupa, merasa cemas, dan siswa tergesa-gesa untuk mengerjakan soal. Self-efficacy dari 124 siswa berada dalam kategori tinggi dengan rata-rata sebesar 90,4.
b) Peranan
Abstrak merupakan salah satu bagian dalam karya tulis ilmiah yang penting karena menjadi suatu pertimbangan pembaca akan meneruskan membaca atau tidak. Tujuan adanya abstrak ini yaitu mempermudah pembaca untuk mengetahui inti suatu karya ilmiah secara singkat. Dengan demikian peran abstrak dalam karya tulis ilmiah ini sangatlah penting bagi pembaca.
67 2. Pendahuluan
a) Dalam contoh pendahuluan tersebut berisi ;
i. 1. Latar belakang "Pendidikan merupakan proses perubahan pola pikir manusia dalam mendapatkan ilmu pengetahuan yang akan bermanfaat bagi kehidupan. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan (continous quality improvement), salah satunya dengan memperbaiki kualitas pendidikan. Pada PISA tahun 2009 Indonesia hanya menduduki rangking 61 dari 65 peserta dengan rata-rata skor 371, sementara rata-rata skor internasional adalah 496. Peringkat Indonesia dalam PISA tahun 2012 adalah peringkat 64 dari 65 dan rata-rata nilai PISA Indonesia adalah 375 masih di bawah rata-rata internasional yaitu 494 (OECD, 2014, p. 19). Dst.”
ii. Rumusan masalah "Apa saja faktor-faktor kesulitan yang dialami siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika berbentuk soal cerita?"
iii. Batasan Masalah “Penelitian dilakukan kepada 124 siswa di 4 SMP swasta di Kabupaten Sleman, DIY. Instrumen yang digunakan berupa tes diagnostik terdiri atas 5 butir soal, angket self-efficacy, dan pedoman wawancara.
iv. Tujuan penelitian "Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan letak, jenis dan faktor kesulitan yang dialami siswa, serta mendeskripsikan self-efficacy siswa SMP Swasta dalam pemecahan masalah matematika
68 di kelas VII."
b) Peranan pendahuluan pada karya ilmiah adalah sebagai pengenalan masalah yang dibahas atau ditulis pada karya ilmiah. Pada bagian pengenalan masalah, maka pembaca akan bisa mengetahui permasalahan apa yang dibahas pada karya ilmiah.
3. Metode Penelitian
a) Dalam contoh metode tersebut berisi ;
i. Metode Penelitian “penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif”
ii. Tempat Penelitian “Penelitian dilaksanakan di DIY, Kabupaten Sleman.”
iii. Teknik Pengambilan Sampel “Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified proportional random sampling”
iv. Instrumen Penilain “Tahap pertama dalam penelitian, yakni memberikan angket self-efficacy siswa dalam memecahkan masalah matematika. Tahap kedua penelitian, yakni memberikan tes yang berupa soal cerita dilihat dari kemampuan yang diujikan (indikator- indikator) pada Ujian Nasional Matematika tahun 2012/2013 yang memiliki daya serap rendah. Selanjutnya dilakukan tahap ketiga penelitian, yakni wawancara mendalam terhadap unit sampel penelitian yang telah ditentukan setelah tahap pertama dan tahap kedua selesai dan hasil pekerjaan siswa dikoreksi.”
69
b) Peranan metode sangat penting dalam suatu penelitian. Berkaitan dengan metode penelitian, Surakhmad (1994:131) mengemukakan bahwa "metode adalah merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai tujuan".
4. Hasil dan Pembahasan
a) Dalam contoh hasil dan pembahasan tersebut berisi ;
i. Deskripsi Data “Tabel 3 tersebut menunjukkan, skor self-efficacy siswa pada 4 SMP di DIY Kabupaten Sleman yaitu SMP A, SMP B, SMP C dan SMP D sebagian besar tersebar pada kriteria tinggi. Banyaknya siswa di SMP A yang memiliki self- efficacy pada kriteria tinggi yaitu 10 (27,8%) dari 36 siswa, 26 (72,2%) siswa berada pada kriteria tinggi.
Banyaknya siswa di SMP B yang memiliki self-efficacy pada kriteria tinggi yaitu 3 (13,0%) dari 23 siswa, 20 (87,0%) siswa berada pada kriteria tinggi. Banyaknya siswa di SMP C yang memiliki self-efficacy pada kriteria tinggi yaitu 4 (12,9%) dari 31 siswa, 26 (83,9%) siswa berada pada kriteria tinggi, dan 1 (3,2%) siswa berada pada kriteria sedang. Banyaknya siswa di SMP D yang memiliki self-efficacy pada kriteria tinggi yaitu 13 (38,2%) dari 34 siswa, dan 21 (61,8%) siswa berada pada kriteria tinggi.”
ii. Pembahasan/Diskusi “Secara keseluruhan dapat diperoleh bahwa faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah matematika yaitu siswa cenderung tidak mampu membaca soal dengan baik, siswa tidak mampu mengingat konsep atau
70
prinsip yang harus digunakan dalam pemecahan masalah matematika dengan baik, siswa tidak mampu memahami permasalahan yang ada sehingga siswa tidak mampu menggunakan prosedur atau langkah yang digunakan untuk memecahkan masalah matematika, siswa tidak mampu menguasai konsep dan memilih strategi yang tepat dalam memecahkan masalah matematika, serta siswa tidak mampu menganalisis jawaban apakah ada kekeliruan yang dilakukan siswa dalam menjawab soal tersebut.”
b) Pembahasan menjadi bagian yang paling panjang pada penulisan karya tulis ilmiah. Pembahasan berperan untuk menjelaskan tujuan, manfaat, metode, kerangka teori, serta rumusan masalah, yang disertai dengan data-data yang diperoleh.
5) Kesimpulan
a) Dalam contoh kesimpulan tersebut berisi:
i. Ringkasan, dalam artikel terebut terdapat dalam kalimat "kesulitan yang dialami siswa SMP dalam peme-cahan masalah matematika berbentuk soal cerita. rata-rata self-efficacy siswa SMP swasta di Kabupaten Sleman, DIY secara keseluruhan dari 124 siswa berada dalam kategori tinggi yaitu sebesar 90,4."
b) Peranan kesimpulan dalam suatu karya tulis pasti terdapat suatu kesimpulan, karena kesimpulan ini sangatlah penting dan sangatlah berperan dalam suatu karya tulis. dimana ketika seorang pembaca pasti membaca kesimpulan untuk
71
mengetahui lebih ringkasnya hasil dan pembahasan dalam suatu karya tulis tersebut.
72 C. Kesimpulan
Outline ilmiah merupakan sistem formal yang digunakan untuk mengembangkan kerangka kerja berpikir tentang apa isi tulisan yang seharusnya diorganisasikan dan dievaluasi. Dalam suatu artikel terdiri dari abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, dan kesimpulan.
Abstrak merupakan salah satu bagian penting dari suatu karya ilmiah karena abstrak ini merupakan bagian dari suatu karya ilmiah yang dibaca dahulu oleh pembaca.
Abstraj terdiri dari; pokok masalah, tujuan, metode, dan kesimpulan. pendahuluan karya ilmiah berisi tentang dasar penelitian yang dilakukan, masalah yang dibahas, serta cara atau mekanisme penyelesaian masalah yang ada di karya ilmiah. Dalam pendahuluan terdiri dari; a) Permasalahan penelitian, b) Wawasan rencana dan pemecahan masalah, c) Rumusan tujuan penelitian (tulisan), dan d) Rangkuman kajian teoritik yang berkaitan dengan masalah. Jika sebagai tulisan dari suatu gagasan (studi pustaka), maka hanya ditulis ringkas sebagai bagian penjelasan dari latar belakang Seringkali bagian ini disebut “prosedur penelitian”, “cara penelitian” dan “metodologi penelitian”. Hasil pembahasan yang disajikan dalam bagian ini berisikan penjelasan secara teoritis dan mendalam mengenai suatu aspek dan keterkaitannya dengan aspek lain. Tabel dan grafik dapat digunakan untuk memperjelas penyajian secara verbal.
Data dalam tabel dan grafik harus dideskripsikan atau dibahas. Hasil pembahsan ini bertujuan untuk ; (1) menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian; (2) menunjukkan bagaimana temuan-temuan itu diperoleh; (3) menafsirkan temuan-temuan; (4) mengaitkan hasil temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan; (5) dan memunculkan teori-teori baru atau modifikasi teori yang telah ada. . Kesimpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil dan pembahasan. Berdasarkan kedua hal tersebut, dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian.
72
BAB 5
TABEL DAN GRAFIK
A. Pengertian Tabel dan Grafik