BUKU AJAR
PENULISAN DAN
PUBLIKASI ILMIAH
Disusun oleh:
Dr. Indah Wahyuni, M.Pd
UIN Kiai Haji Achmad Siddiq
1 BAB I
Perbedaan Artikel Ilmiah pada Jurnal Nasional dan Internasional
Jurnal ilmiah adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh suatu organisasi profesi atau institusi akademik yang memuat artikel-artikel yang merupakan produk pemikiran ilmiah secara empiris (artikel hasil penelitian) maupun secara logis (artikel hasil pemikiran) dalam bidang ilmu tertentu. Isi dari jurnal ilmiah adalah artikel ilmiah (research articles) yakni tulisan yang berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat ilmiah tertentu, yang merupakan audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan diperdebatkan, baik secara lisan maupun secara tertulis. Yang dimaksud dengan laporan yang sistematis adalah laporan yang disusun dengan mengikuti struktur dan format yang berlaku dalam suatu jurnal ilmiah. Sedangkan yang dimaksud dengan hasil kajian adalah hasil pemikiran intensif tentang suatu topik, sedangkan hasil penelitian umumnya lebih spesifik, karena harus melibatkan data, yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, laporan dari surat kabar atau majalah, wawancara, laporan saksi mata, dokumen dan sebagainya (Adnan, 2005).
Artikel ilmiah (research articles) menurut Adnan adalah tulisan yang berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat ilmiah tertentu, yang merupakan audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan didiskusikan, baik secara lisan maupun tertulis. Yang dimaksud dengan audien khusus antara lain seperti mahasiswa, dosen, peneliti dan ilmuwan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa artikel ilmiah merupakan sebuah media komunikasi yang digunakan oleh dosen, mahasiswa, peneliti dan ilmuwan untuk menyampaikan hasil kajian ilmu atau penelitian.
A. Pengertian Artikel Ilmiah dan Jurnal Ilmiah
Dalam istilah jurnalistik, artikel adalah tulisan berisi pendapat subjektif penulisnya tentang suatu masalah atau peristiwa. Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang
2
ditulis dengan tatacara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. (Sulistiyo et al., 2020)
Kata jurnal berasal dari bahasa Perancis kuno “journal” yang artinya “harian”.
Jurnal dapat merujuk pada beberapa hal. Dalam arti aslinya, ini mengacu pada catatan harian kegiatan, tetapi istilah tersebut telah berkembang berarti catatan kegiatan apapun, terlepas dari waktu yang berlalu diantara entri, misalnya diary, jurnal umum, buku catatan dan jurnal transaksi.
Jurnal ilmiah adalah nama lain dari jurnal akdemik. Seperti namanya, jurnal ilmiah tentu harus berpegangan dengan prinsip-prinsip ilmiah itu sendiri. Biasanya jurnal ilmiah memiliki judul yang spesifik yang menyamar kepada hasil penelitian terhadap disiplin ilmu tertentu.
Jurnal ilmiah bisa juga disebut sebagai kumpulan artikel ilmiah yang dipublikasikan secara reguler. Tujuannya masih sama, yaitu menyebarluaskan hasil sebuah penelitian. (Sulistiyo et al., 2020)
B. Perbedaan Jurnal Nasional dan Internasional 1. Jurnal Nasional
Jurnal Nasional adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut.
a) Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan.
b) Memiliki ISSN.
c) Memiliki terbitan versi online.
d) Bertujuan menampung/mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu.
e) Ditujukan kepada masyarakat ilmiah/peneliti yang mempunyai disiplin- disiplin keilmuan yang relevan.
f) Diterbitkan oleh Penerbit/ Badan Ilmiah/ Organisasi Profesi/ Organisasi Keilmuan/ Perguruan Tinggi dengan unit-unitnya.
g) Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan atau Bahasa Inggris dengan abstrak dalam Bahasa Indonesia.
h) Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal 2 (dua) institusi yang berbeda.
i) Mempunyai dewan redaksi/editor yang terdiri dari para ahli dalam bidangnya dan berasal dari minimal 2 (dua) institusi yang berbeda.(Jahja, 2015b)
3 2. Jurnal Internasional
Jurnal Internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai berikut.
a) Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan.
b) Memiliki ISSN.
c) Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol dan Tiongkok).
d) Memiliki terbitan versi online.
e) Dewan Redaksi (Editorial Board) adalah pakar di bidangnya paling sedikit berasal dari 4 (empat) negara.
f) Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 (satu) nomor terbitan paling sedikit penulisnya berasal dari 2 (dua) negara.
g) Terindeks oleh database internasional: Web of Science, Scopus, Microsoft Academic Search, dan/atau laman sesuai dengan pertimbangan Ditjen Dikti.(Jahja, 2015a)
C. Cara Menemukan Petunjuk Penulisan Artikel Ilmiah Nasional beserta Contohnya
Petunjuk penulisan artikel ilmiah disesuaikan dengan template jurnal dimana artikel tersebut akan di-submit. Jurnal pasti akan menolak jika artikel yang dikirimkan tidak sesuai dengan template jurnal tersebut. Berikut cara mencari jurnal nasional.
1. Contoh pada junal aksioma untuk mencari sebuah artikel.
4
Menu-menu yang ada di jurnal aksioma:
1) Home 2) About
3) Login
5 4) Register
5) Search, pada menu inilah digunakan untuk pencarian artikel pada jurnal tersebut.
6 6) Current
7) Archives
7 8) Announcements
9) Notifications
a. View, halaman ini menunjukkan update penting yang terkait dengan jurnal ini seperti isu baru atau pengumuman. Anda dapat berlangganan pemberitahuan ini melalui umpan RSS (dengan mengeklik gambar di sebelah kanan), atau melalui email.
8
b. Subscribe (langganan), anda dapat mendaftar di situs ini untuk pernyataan privasi.
10) Journal Content a. Search
9
b. Search scope, mengenai lingkup pencarian pada jurnal tersebut.
c. Browse
• By Issue (berdasarkan masalah), setelah kami klik menu tersebut ternyata halaman yang ditampilkan sama dengan menu arsip yang ada dibagian atas.
10
• By Outhor (oleh penulis), untuk menelusuri indeks penulis.
• By Title (dengan judul), untuk menelusuri indeks judul.
11
• Other Journals , untuk mengetahui jurnal lain yang sama-sama terdapat di jurnal FKIP Universitas Muhammdiyah Metro.
11) Keywords (kata kunci) a. Development
12 b. Discovery Learning
c. Ethnomathematics d. Gender
e. Geogebra f. HOTS g. LKPD
h. Learning Media i. ProblemSolving j. R&D
k. RME l. STEM
m. Critical thinking n. Hasil Belajar o. Learning Outcomes p. Matematika
q. Mathematical literacy r. Mathematics
s. Problem based Learning t. Problem Solving
12) Editorial Boardn(dewan redaksi): Menunjukkan expertize atau kepakaran dalam bidang ilmu yang sesuai dengan bidang ilmu jurnal.
13 13) Reviewer Teams: Tim peninjau
14) Author Guidelines: terkait pedoman penulisan jurnal tersebut
14
15) Publication Ethics, menunjukkan etika penulisan dalam jurnal tersebut.
16) Focus and Scope, Jurnal mengundang artikel asli dan tidak secara bersamaan dikirim ke jurnal atau konferensi lain.
Fokus dan Ruang Lingkup AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika adalah Pendidikan Matematika seperti penelitian dan pengembangan, kuantitatif, kualitatif, eksperimen, korelasi dan regresi, penerapan teori, kajian analisis kritis, dan kajian Islam dalam bidang Pendidikan Matematika atau Ilmu Matematika.
15
17) Journal History, untuk menunjukkan sejarah dari jurnal tersebut.
2012: AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika pertama kali mendapatkan ISSN Cetak (2089-8703) [olehLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, SK No. 0005.131/JI.3.2/SK.ISSN/2015.02 - 27 Februari 2015
2015:AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika mendapatkan ISSN online (2442-5419) [Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, SK No.
0005.343/JI.3.2/SK.ISSN/2012.02 - 27 Februari 2012 (Vol. 4, No. 1, Feb .2015) 2016:pada 5 Oktober 2016 AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika raih prestasi Seal DOAJ pertama di Indonesia oleh Directory of Open Access Journals (DOAJ)
2017:AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika memiliki DOI by crossreff (10.24127)mulai tahun 2017 AKSIOMA menambah jumlah terbitan menjadi tiga kali dalam setahun yaitu bulan Mei, September, dan Desember.
2018:AKSIOMA telah terindeks (atau Terakreditasi) Sinta 3 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti) Republik Indonesia Panduan penulis dan Template diperbarui versi 2018
2019:pada September 2019 (Vol. 8, No. 2) Panduan Penulis dan Template telah diperbarui versi September2019 pada tanggal 13 Desember 2019, No.36/E/KPT/2019, terhitung sejak Volume 8 Edisi 2 Tahun 2019, AKSIOMA telah terakreditasi (Peringkat 2) oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Unduh e-sertifikat.
16
2020:Mulai tahun 2020, AKSIOMA menambah jumlah terbitan menjadi empat kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
18) Article Processing Charges, untuk menunjukkan biaya pemrosesan dan publikasi artikel (APC)
19) Policies, menunjukkan kebijakan bagian dari jurnal ini.
17 20) Indexing
Indeks adalah alat yang digunakan di dunia internet oleh peneliti dan pustakawan untuk menemukan konten ilmiah. Dalam kaitannya dengan pengindeksan, dikenal pula istilah direktori akses jurnal terbuka atau Directory Open Acces Jurnal (DOAJ)
21) Template, di menu ini digunakan untuk mengunduh template dari jurnal aksioma tersebut.
22) Contact, berisi tentang alamat surat, nomor telepon, email dari tim redaksi jurnal aksioma tersebut, dan juga ada google maps Universitas Muhammadiyah Metro.
18
23) Peringkat terakreditasi 2 (SINTA 2), ini terdapat di bagian kiri jurnal di bawa menu contact
Dibuktikan dengan mencantumkan sertifikat dari juranl aksioma tersebut, seperti pada gambar di bawah ini.
19
D. Cara Menemukan Petunjuk Penulisan Artikel Ilmiah Internasional beserta Contohnya
Petunjuk penulisan artikel ilmiah disesuaikan dengan template jurnal di mana artikel tersebut akan di-submit. Jurnal pasti akan menolak jika artikel yang dikirimkan tidak sesuai dengan template jurnal tersebut. Biasanya informasi mengnai format penulisan pada jurnal terdapat pada “author guidelines”. Author guidelines merupakan panduan atau aturan penulisan yang ditetapkan pada jurnal tersebut.
Berikut akan dijelaskan langkah-langkah menemukan jurnal internasional bereputasi melalui portal “Scimago Journal & Country Rank” hingga penjelasan mengenai informasi seputar jurnal untuk menemukan artikel ilmiah internsional pada suatu jurnal.
1. Buka website scimago di laman https://www.scimagojr.com
2. Untuk mencari dan melihat ranking jurnal klik menu “Journal Rankings”.
20
3. Kemudian akan muncul halaman yang terdiri dari beberapa kolom untuk lebih memudahkan dalam pencarian.
a. All subject areas : untuk memilih jurnal sesuai dengan subjek atau bidang ilmu yang diinginkan.
b. All subject categories : untuk memilih sub disiplin ilmu berdasarkan subject area yang telah dipilih.
c. All regions/countries : untuk memilih berdasarkan negara tertentu.
d. All types : untuk memilih jenis sumber referensi.
e. Year : untuk memilih jurnal berdasarkan tahun perankingan.
Pilihlah kategori pencarian sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk lebih jelasnya, berikut akan diberi contoh untuk menampilkan ranking jurnal bidang matematika terapan di seluruh dunia khusus kategori 2021 maka akan muncul sebagai berikut.
21
Data hasil pencarian di atas diurutkan berdasarkan peringkat Simago Joiurnal Rank (SJR) indicator. SJR diukur berdasarkan dampak, pengaruh, atau prestise jurnal yang diperoleh dari jumlah rata-rata bobot kutipan yang diterima pada tahun yang dipilih dari dokumen yang diterbitkan oleh jurnal dalam tiga tahun sebelumnya. Selian itu, seluruh peringkat jurnal juga diurutkan berdasarkan Quartile yang terdiri dari 4 kategori dengan urutan tertinggi sampai terendah yaitu mulai dari Q1, Q2, Q3, hingga Q4.
Quartile 1 hingga Quartile 4 adalah grade untuk jurnal yang telah terindeks scopus. Jurnal internasional yang terindeks scopus adalah jurnal yang berkualitas atau bereputasi.
4. Pilih salah satu jurnal berdasarkan hasil pencarian dari portal scimago di atas.
5. Klik “homepage” untuk langsung menuju pada jurnal tersebut.
22
Pada halaman di atas, kita dapat mendapatkan beberapa informasi mengenai jurnal tersebut.
Beberapa hal yang penting untuk diketahui adalah sebagai berikut.
a. Aims and Scope : memaparkan informasi mengenai tujuan dari jurnal tersebut. Jadi ketika seseorang hendak mensubmit sebuah artikel pada jurnal tersebut, pastikan topik artikel yang dibuat sesuai dengan jurnal tersebut.
b. Editorial board : berisi daftar reviewer
23
c. Sample issue : berisi artikel-artikel yang ada pada jurnal tersebut
d. Abstracted and indexed in : berguna untuk indeksasi jurnal. Maksudnya, jurnal tersebut akan terindikasi pada tautan apa saja.
24
e. Price information : berisi informasi mengenai biaya yang dibutuhkan untuk mem-publish artikel pada jurnal tersebut.
f. Contact journal : berguna jika seseorang ingin menghubungi jurnal tersebut untuk mendapatkan informasi tambahan tentang jurnal.
25
g. Submissions guidelines : berisi informasi yang berisi petunjuk pagi penulis artikel jika ingin men-submit artikel pada jurnal tersebut. Seperti yang ditelah dibahas sebelumnya bahwa format penulisan artikel yang akan di-submit harus sesuai dengan format yang ditetapkan pada jurnal tersebut. Infomasi ini diperoleh pada “author guidelines” atau “submission guidelines”. Jika ingin mendownload template jurnal tersebut, maka klik “download”.
h. Open acces option : berisi informasi bagi penulis artikel jika ingin menerbitkan artikel mereka sebagai akses terbuka dengan membayar biaya pemrosesan artikel.
26
i. Peer review policy : suatu proses yang digunakan jurnal untuk menjamin kualitas dan substansi artikel pada jurnal yang diterbitkan.
j. Ethical policy for journals : kode etik publikasi atau norma yang harus dipatuhi penulis yang akan mempublikasikan artikelnya.
27
k. Available issue : menu untuk mencari berbagai macam artikel yang ada di jurnal tersebut, namun penyajiannya berdasarkan tahun dan volume jurnalnya.
Hal tersebut juga berguna untuk mengetahui jurnal tersebut berapa kali terbit
dalam setahun.
l. Accepted papers : untuk melihat artikel-artikel yang telah diterima pada jurnal tersebut.
28
m. Current issue : berisi kumpulan artikel yang berisi isu-isu terkini.
n. Online ready : berisi kumpulan artikel pada jurnal tersebut yang hanya dapat diakses secara online (tidak dapat didownload).
29
30 E. Kesimpulan
Mengenai jurnal dan artikel ilmiah adalah bentuk publikasi akademik yang digunakan oleh peneliti dan akademisi untuk menyajikan hasil penelitian mereka kepada masyarakat ilmiah. Jurnal adalah publikasi berkala yang berisi artikel-artikel ilmiah yang ditinjau oleh para pakar di bidang yang sama sebelum diterbitkan.
Sementara artikel ilmiah adalah tulisan singkat yang melaporkan hasil penelitian atau analisis tertentu dan dapat dipublikasikan dalam berbagai media, termasuk jurnal, buku, atau konferensi.
Adapun cara mencari dan mendapatkan artikel nasional maupun internasional dapat melalui beberapa cara, salah satu caranya yaitu melalui jurnal Aksioma untuk artikel nasional dan melalui laman scimagojr untuk artikel internasional. Sebelum men-submit artikel pada suatu jurnal, hal yang perlu dilakukan adalah memahami jurnal temapat di mana penulis ingin men-submit jurnalnya. Hal tersebut penting terkait tujuan jurnal, frekuensi penerbitan, biaya yang harus disiapkan penulis artikel, template yang harus diikuti penulis, dan lain sebagainya.
31 BAB 2
PERBEDAAN MENU DAN TEMPLATE PADA JURNAL NASIONAL
Jurnal nasional adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit di dalam negeri yang berfokus pada topik tertentu atau bidang ilmu tertentu. Jurnal nasional berperan penting dalam pengembangan dan penyebarluasan pengetahuan di dalam negeri. Dalam jurnal nasional, para penulis dapat mempublikasikan hasil penelitian atau karya ilmiah mereka, dan para pembaca dapat memperoleh akses ke informasi terbaru dan terkini dalam bidang ilmu tertentu.
Jurnal nasional biasanya memiliki jangkauan yang lebih terbatas dibandingkan dengan jurnal internasional, yang biasanya memiliki pembaca dan kontributor dari seluruh dunia. Namun, hal ini tidak berarti bahwa jurnal nasional memiliki kualitas yang lebih rendah atau tidak relevan. Sebaliknya, jurnal nasional dapat memiliki keunggulan dalam fokus pada masalah-masalah yang lebih relevan dan spesifik untuk negara atau wilayah tertentu.
Publikasi di jurnal nasional biasanya dianggap sebagai prestasi akademik yang penting bagi peneliti dan mahasiswa. Artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional sering kali menjadi acuan penting bagi para peneliti, mahasiswa, dan praktisi di bidang tertentu. Oleh karena itu, publikasi di jurnal nasional dapat meningkatkan reputasi dan karir seseorang di bidang akademik dan profesional.
Penerbit jurnal nasional biasanya terdiri dari lembaga akademik, universitas, atau organisasi yang berhubungan dengan bidang tertentu. Jurnal nasional dapat memiliki kebijakan editorial dan kriteria penilaian yang ketat untuk memastikan kualitas artikel yang dipublikasikan di dalamnya. Beberapa jurnal nasional juga dapat memiliki indeksasi di berbagai basis data ilmiah, yang meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas artikel mereka bagi pembaca dan peneliti.
32 A. JURNAL MOSHARAFA
Jurnal Pendidikan Matematika berisi artikel-artikel mengenai pendidikan matematika yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Berikut beberapa cara dalam mencari jurnal Masharafa :
➢ Cara pertama
1. Klik google anda, kemudian ketikan web https://sinta.kemdikbud.go.id/journals lalu tekan enter. Pilih laman yang pertama. Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini
2. Krtik kata “MOSHARAFA” pada menu search, kemudian tekan “enter”. Maka akan muncul jurnal Mosharafa seperti dibawah ini
➢ Cara kedua
1. Buka google anda, kemudian ketikkan “Jurnal Mosharafa” pada laman pencarian lalu enter. Pilih laman yang paling atas, kemudian klik maka akan muncul “Jurnal
33 Mosharafa”.
Terdapat beberapa menu dalam jurnal Mosharafa, diantaranya sebagai berikut:
1. Home
Pada menu ini berisi tentang informasi jurnal mosharafa.
2. About
Menu ini berisikan mengenai penata laksana, kebijakan, penyerahan, dan lain-lainnya.
34 3. Login
4. Register
35 5. Search
Menu search berfungsi untuk mencari artikel-artikel yang terdapat pada jurnal Mosharafa.
6. Current
7. Archives
36
Menu ini berfungsi untuk memberikan informasi mengenai artikel anda yang telah terbit. Anda dapat melihat di sebuah edisi dan volume tertentu.
8. Announcements
menu ini berisikan mengenai pengumuman yang dibuat oleh jurnal mosharafa.
37
B. JURNAL Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
PYTHAGORAS: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal ilmiah di bidang matematika dan pendidikan matematika yang diterbitkan pada bulan Juni dan Desember oleh Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Neger Yogyakarta. Berikut beberapa cara dalam mencari jurnal Phytagoras :
1. Klik Google, anda lalu ketikkan https://journal.uny.ac.id/index.php/pythagoras lalu tekan enter. Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini :
38
Pada Jurnal Phytagoras ini terdapat beberapa menu seperti yang tertera pada gambar di atas, diantaranya ialah
1. Home
Pada menu ini berisi tentang informasi terkait Jurnal Phytaghras seperti judul jurnal, template jurnal, akreditasi jurnal, dan lain-lain.
2. About
Pada menu ini berisi tentang penata laksanaan, kebijakan, pengajuan, dan sponsor.
39 3. Login
Menu ini dapat kita gunakan apabila kita sudah memiliki akun atau sudah register.
4. Register
Pada menu ini kita akan mengisi formulir untuk mendaftar akun pada jurnal Phytagoras.
40 5. Search
Menu ini berguna untuk mencari artikel-artikel pada jurnal Phytagoras.
6. Current
41 7. Archives
Menu ini berisi semua artikel yang sudah terbit dari tahun ke tahun (edisi) beserta volumenya.
8. Announcement
menu ini berisi mengenai informasi yang diberikan oleh Jurnal Phytagoras.
42 9. Online Submission
Menu ini beisi tentang informasi tata cara pengajuan daring, pedoman penulis, dan daftar persiapan penyerahan oleh penulis.
10. Site Map
Menu ini berisi tentang menu-menu yang ada pada jurnal Phytagoras yang berupa peta.
43 11. Contact
Menu ini berisi tentang kontak jurnal seperti alamat pengiriman surat, alamat kantor pengelola jurnal (E-mail).
44
C. JURNAL MaPan : Jurnal PendidIkan dan Pembelajaran
MaPan : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran adalah jurnal akses terbuka peer- review yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUniversitas Islam Negri Alauddin Makassar bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Matematika dan Pendidikan/Tadris Matematika PTKIN (Ad/mapeta). Berikut cara dalam mencari jurnal MaPan :
➢ Klik google anda, kemudian ketikkan
https://journal.uinalauddin.ac.id/index.phpMapan/index lalu tekan enter.
Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini :
Pada jurnal MaPan ini terdapat beberapa menu seperti yang tertera pada gambar diatas diantaranya :
1. Home
Pada menu ini sebenarnya tidak tertera di menu utama, tulisan home akan muncul ketika kita melihat menu lainnya, namun isinya tentang informasi terkait jurnal MaPan dan ini sudah tertera di menu awal ketika kita mencari jurnal MaPan.
45 2. Akreditasi
Jurnal MaPan sudah terakreditasi sinta 3 dan dapat dilihat di menu utama.
3. About
Menu ini berisi tentang beberapa menu tambahan. Seperti: About the Journal (berisi tentang jurnal Mapan, mulai dari :fokus dan cakupan, Proses peer-review, kebijakan akses terbuka, pernyataan etika publikasi dan malpraktek publikasi, dan lain sebagainya), Submissions (pengajuan), Editorial Team(tim redaksi), Privacy Statement (pernyataan privasi), dan Contact (kontak yang akan di hubungi baik secara email atau telepon).
46 4. Login
Menu ini dapat kita gunakan ketika kita sudah memiliki akun atau sudah register.
5. Register
Menu ini kita akan mengisi formulir untuk medaftar akun pada jurnal MaPan.
47 6. Search
Pada menu ini, kita dapa gunakan untuk mencari artikel-artikel pada jurnal MaPan
7. Current
Pada menu ini, berisi tentang artikel terbaru saat ini.
48 8. Archives
pada menu ini berisi tentangsemua artikel yang sudah terbit dari tahun ke
tahun beserta volumenya.
9. Announcements
Menu ini berisi pemberitahuan atau informasi yang diberikan oleh jurnal MaPan
49 10. Menu
Menu ini berada di pojok kanan yang berisi tentang : Focus and Scopes (Fokus dan Cakupan), Editorial Team (Tim Redaksi), Peer Reviewers, Publication Ethics (Etika Publikasi), Copyright Notice (Pemberitahuan Hak Cipta), Publishing Proces (Proses Penerbitan)
50 D. Kesimpulan
Jurnal nasional adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit di dalam negeri yang berfokus pada topik tertentu atau bidang ilmu tertentu. Jurnal nasional berperan penting dalam pengembangan dan penyebarluasan pengetahuan di dalam negeri. Namun, hal ini tidak berarti bahwa jurnal nasional memiliki kualitas yang lebih rendah atau tidak relevan. Sebaliknya, jurnal nasional dapat memiliki keunggulan dalam fokus pada masalah-masalah yang lebih relevan dan spesifik untuk negara atau wilayah tertentu.
Oleh karena itu, publikasi di jurnal nasional dapat meningkatkan reputasi dan karir seseorang di bidang akademik dan profesional.Penerbit jurnal nasional biasanya terdiri dari lembaga akademik, universitas, atau organisasi yang berhubungan dengan bidang tertentu. Beberapa jurnal nasional yang akan dijelaskan yaitu jurnal Mosharafa, Phytagoras, dan MaPan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
1 p-ISSN: 2086-4280
Lisnani, Zulkardi, Somakim, & Putri e-ISSN: 2527-8827
Etnomatematika: Pengenalan Bangun Datar Melalui Konteks Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa
Lisnani1*, Zulkardi2, Ratu Ilma Indra Putri3, dan Somakim4
1*Primary Teacher Education, Musi Charitas Catholic University Jalan Bangau No.60, Palembang, South Sumatera,
Indonesia
1*,2,3,4Doctoral Mathematics Education Study Program Student, Sriwijaya University Jalan Srijaya Negara, Palembang, South Sumatera, Indonesia
1*[email protected]; 2[email protected]; 3[email protected];
Artikel diterima: 14-04-2020, direvisi: 25-09-2020, diterbitkan: 30-09-2020
Abstrak
Etnomatematika merupakan integrasi antara kebudayaan dan matematika sebagai salah satu usaha memperkenalkan budaya dan matematika secara bersamaan. Salah satu bentuk etnomatematika misalnya bangun bersejarah di kota Palembang yaitu Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi hubungan antara matematika dan budaya dalam seni arsitektur pada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa dan mengenalkan konsep bangun datar melalui konteks Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Penelitian ini tergolong deskriptif kualitatif dengan studi pustaka. Subjek penelitian adalah salah seorang petugas Museum. Data dikumpulkan menggunakan prinsip etnografi melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data berupa hasil wawancara dan dokumentasi yang dikaitkan dengan kebudayaan dan matematika. Hasil penelitian ini yaitu eksplorasi hubungan antara matematika dan budaya, terutama dalam seni arsitektur pada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa dan adanya konsep matematika yaitu bangun datar dari eksplorasi Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Kata Kunci: Etnomatematika, bangun datar, konteks, Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Ethnomathematics: Introduction of Plane Figure Through the Context of the South Sumatra State Museum Balaputera Dewa
Abstract
Ethnomathematics is an integration between culture and mathematics as an effort to introduce culture and mathematics simultaneously. One form of ethnomathematics, for example, is a historic building in the city of Palembang, namely the State Museum of South Sumatra Balaputera Dewa. The purpose of this research is to explore the relationship between mathematics and culture in architectural arts at the State Museum of South Sumatra Balaputera
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
2 Dewa and introducing the concept of flat wakes through the context of the State Museum of South Sumatra Balaputera Dewa. This research is classified as descriptive qualitative with literature study. The research subject is one of the museum officers. Data collected using ethnographic principles through observation, interviews, documentation, and field notes. The data analysis technique was in the form of interviews and documentation related to culture and mathematics. The results of this study are the exploration of the relationship between mathematics and culture, especially in the art of architecture at the State Museum of South Sumatra Balaputera Dewa and the existence of a mathematical concept, namely the flat shape of the exploration of the Museum Negeri South Sumatra Balaputera Dewa.
Keywords: ethnomathematics, plane figure, context, South Sumatra State Museum Balaputera Dewa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
3 p-ISSN: 2086-4280
e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
I. P
ENDAHULUANBerdasarkan kurikulum 2013 revisi 2017, pada pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar terdapat ruang lingkup materi yaitu geometri (Kemdikbud, 2017). Geometri didefinisikan sebagai salah satu materi yang tergolong sukar dipahami oleh siswa padahal materi ini sangat perlu untuk dipelajari oleh siswa.
Van de Walle (2010) yang mengungkapkan 5 alasan kebermanfaatan geometri yaitu:
1) melatih manusia mengapresiasi tentang dunianya secara utuh; 2) membantu
mengembangkan kemampuan
memecahkan masalah; 3) berperan sentral terhdap bidang matematika lainnya; 4) digunakan secara klasikal dalam kehidupan nyata; 5) materi yang menantang dan menarik.
Salah satu bagian dari materi geometri adalah bangun datar (Rahmiati, Musdi, &
Fauzi, 2017; Rahmatina, 2017; Sundawan, Irmawan, & Sulaiman, 2019). Bangun datar tersusun atas kumpulan titik, garis, dan bidang sehingga terbentuk bangun dua dimensi (Lisnani, 2020: 1). Bangun datar terdiri dari bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran. Segiempat terdiri dari konsep dan definisi geometri abstrak yang diperlukan untuk memecahkan hal yang terkait dengan penggunaan geometri dalam kehidupan nyata (Nisiyatussani, 2018: 28). Salah satu lingkup geometri yang dipelajari yaitu bangun datar. Konsep dan ide bangun datar sebenarnya sudah diperkenalkan sejak kecil kepada anak-anak berupa
pengenalan titik dan garis (Nisiyatussani, dkk., 2018: 28). Menurut Suryaningrum, dkk (2020: 97), konsep geometri yang diimplementasikan di sekolah dasar berupa bangun datar (bangun yang berbentuk dua dimensi). Ketika seorang guru ingin mengajarkan bangun datar kepada siswa, guru mendapatkan tantangan sendiri untuk bisa menyampaikan konsep bangun datar kepada siswa (Khalil, Farooq, & Cakiroglu, 2017). Maka, peneliti perlu menyampaikan konsep itu menggunakan etnomatematika melalui kontek museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Di samping itu, berdasarkan pengalaman peneliti selama melakukan penelitian di sekolah tentang bangun datar, sebagian besar guru mengajarkan bangun datar menggunakan bentuk- bentuk yang abstrak dan sekedar memberikan rumus-rumus kepada siswanya. Sehingga, salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjembatani antara konsep matematika yang bersifat abstrak yaitu melalui penggunaan etnomatematika (Brandt & Chernoff, 2015). Etnomatematika memiliki potensi untuk membantu siswa mengembangkan minat yang lebih signifikan dalam belajar matematika (Ogunkunle & George, 2015;
Haryanto, Nusantara, Subanji, & Rahardjo, 2017; Dewita, Mujib, & Siregar, 2019).
Etnomatematika diartikan suatu bidang yang mempelajari usaha yang dilakukan seseorang dikarenakan adanya perbedaan budaya dengan tujuan untuk menelaah,
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
361
melafalkan, dan menerapkan konsep berkaitan antara budaya dan matematika.
Didalam etnomatematika menelaah bagaimana cara orang memahami, mengekspresikan dan mengaplikasikan konsep budaya yang dinyatakan secara matematis (Hariastuti, 2017: 28).
Penelitian matematika yang menggunakan etnomatematika telah banyak dilakukan oleh peneliti dengan mengaitkan penelitian matematikanya terhadap kebudayaan tertentu berupa tradisi, rumah adat, permainan tradisional, pakaian tradisional, kerajinan tradisional di suatu daerah tertentu (Haris & Putri, 2014;
Risdiyanti & Prahmana, 2017; Lisnani &
Asmaruddin, 2018; Ditasona, 2018). Ada beberapa peneliti yang mengekplorasi etnomatematika antara lain: 1) Maryati &
Prahmana (2019) yang mengeksplorasi etnomatematika dalam membuat Anyaman Bambu; 2) Ditasona (2018) mengeksplorasi konsep transformasi geometris menggunakan motif Gorga (ornamen di Rumah Batak); 3) Supiyati, Hanum, & Jailani (2019) yang mengeksplorasi arsitektur tradisional masyarakat suku sasak. Berdasarkan penelitian tersebut dapat dijelaskan bahwa budaya dapat digunakan sebagai konteks dalam proses belajar matematika.
Disamping itu, ada juga penelitian yang berhubungan langsung dengan kebudayaan yang ada di Sumatera Selatan berupa eksplorasi etnomatematika terhadap kebudayaan warga di kota seberang, Jambi (Fitriani, Somakim &
Hartono, 2018) dan etnomatematika terhadap rumah adat di ogan Komering Ulu Sumatera Selatan (Sari, Somakim &
Hartono, 2018). Jadi, etnomatematika dideskripsikan sebagai bentuk pengintegrasian budaya dan matematika sehingga guru berusaha mengajarkan matematika melalui budaya lokal setempat agar siswa bisa merasakan kehadiran matematika di kehidupan nyata dan mempermudah penerapan pembelajaran matematika bagi siswa.
Salah satu penggunaan etnomatematika dalam pembelajaran bangun datar adalah melalui penggunaan konteks.
Etnomatematika tidak bisa dipisahkan dari yang namanya kebudayaan lokal.
Kebudayaan lokal dapat berupa produk- produk budaya berbentuk artefak seperti bangunan tradisional diberi kesempatan untuk dikembangkan melalui pemikiran matematika (Supiyati, Hanum, & Jailani, 2019: 48). Menurut Rosa & Orey (2016), etnomatematika didefinisikan sebagai bentuk pengaplikasian keterampilan matematika, ide, prosedur, dan praktik yang diaplikasikan oleh sekelompok budaya melalui konteks yang erat dengan lingkungan budaya sekitar sebagai sumber belajar matematika di sekolah yang menyebabkan pembelajaran matematika lebih menarik dan bermakna bagi siswa.
Penggunaan konteks kebudayaan lokal erat kaitannya dengan salah satu dari 5 karakteristik Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Salah satu pendekatan yang mengimplementasikan
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
362
kontekstual yaitu PMRI (Zulkardi dan Ilma, 2006; Afriansyah, 2014; Afriansyah &
Dahlan, 2017; Sarumaha, Putri, & Hartono, 2018; Cahirati, Makur, Fedi, 2020). Salah satu konteks kebudayaan lokal yang dapat digunakan yaitu kebudayaan lokal kota Palembang. Palembang merupakan suatu kota terbesar di Sumatera Selatan yang mempunyai kebudayaan yang khas baik dari segi bangunan (arsitektur) maupun dari segi kesenian (Lisnani, 2020: 2).
Beberapa kebudayaan kota Palembang dari segi arsitektur adalah Masjid Sultan Mahmud Badaruddin, Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa, Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Jembatan Ampera dan Rumah Limas sebagai rumah adat Palembang.
Sedangkan dari segi kesenian yaitu berupa Tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai, dan Dul Muluk.
Museum merupakan bangunan yang menyimpan berbagai benda yang bernilai sejarah dan budaya sehingga peneliti perlu menjelajahi etnomatematika secara mendalam dengan cara mengeksplorasi bangunan bersejarah Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa karena di dalam museum ini tersimpan berbagai peninggalan kebudayaan kota Palembang dari zaman prasejarah hingga revolusi. Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konteks berupa Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Museum ini merupakan salah satu museum yang banyak menyimpan peninggalan benda bersejarah dari zaman
prasejarah hingga sekarang. Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa ada museum umum yang menyimpan dan memamerkan berbagai koleksi menarik yang dimiliki museum diantaranya adalah koleksi Prasasti Swarnapatra, Arca Megalith Batu Gajah, Ibu Mendukung Anal, Litan Undang-Undang Simbu Cahaya dan lain-lain (Utami, 2018). Hasil dari penelitian ini dapat menjembatani matematika dengan budaya dan dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali keterkaitan antara matematika dan budaya, terutama dalam seni arsitektur pada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa dan mengenalkan bangun datar melalui konteks Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
II. M
ETODEMetode dalam penelitian berupa studi pustaka dalam bentuk kajian literatur.
Jenis penelitian yaitu deskriptif bersifat kualitatif, yaitu penelitian yang mengumpulkan dan menjelaskan informasi secara menyeluruh, luas dan mendetail (Prahmana, Kusumah & Darhim, 2017).
Selain itu, pendekatan yang digunakan adalah etnografi guna memperoleh gambaran dan analisis budaya yang menyeluruh melalui penelitian lapangan.
Langkah-langkah yang diterapkan peneliti sebagai berikut: 1) Kajian terhadap artikel- artikel pada jurnal yang berkaitan dengan
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
363
etnomatematika, bangun datar, dan museum Balaputera Dewa; 2) Mengunjungi Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa dan melakukan wawancara lisan dengan pihak pengelola museum; 3) Mendokumentasikan hal-hal yang berhubungan dengan Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa; 4) Menganalisis hasil dokumentasi yang diperoleh lalu mengaitkan hasil tersebut dengan materi bangun datar.
Teknik pengumpulan data menggunakan prinsip-prinsip dalam etnografi seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan dengan deskripsi etnografi asli (Prabawati, 2016). Teknik analisis data berupa hasil wawancara dan dokumentasi yang dikaitkan dengan etnomatematika dan bangun datar. Penelitian ini dilakukan dari Desember 2019 hingga awal Februari 2020. Subjek dalam penelitian ini adalah pihak pengelola museum yang menjadi subjek tunggal yang memberikan serangkaian informasi tentang museum dan peneliti sendiri yang menganalisis keterkaitan antara matematika dan budaya (etnomatematika).
Prosedur penelitian dilakukan antara lain analisis data pra-lapangan, analisis data selama lapangan, dan analisis data keseluruhan (Brandt & Chernoff, 2015).
Analisis pra lapangan peneliti mempersiapkan instrumen penelitian berupa lembar wawancara dan dokumentasi. Dilanjutkan analisis data selama lapangan dilakukan wawancara
dan dokumentasi terhadap subjek penelitian.
III. H
ASIL DANP
EMBAHASANHasil penelitian membuktikan bahwa warga kota Palembang masih melestarikan warisan budaya dan sejarah yang ada di kota Palembang dan provinsi Sumatera Selatan melalui penyimpanan benda- benda yang memiliki nilai sejarah dengan menyimpannya pada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. Tak hanya itu. Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa menjadi sarana belajar bagi siswa maupun warga kota Palembang untuk lebih memahami tentang keterkaitan budaya yang ada dengan matematika. Tak hanya itu, keberadaan museum ini dapat meningkatkan minat siswa dan memfasilitasi siswa dalam mengaitkan konsep bangun datar yang sedang dipelajari oleh siswa ke dalam situasi dunia nyata.
A. Eksplorasi Hubungan Antara Matematika Dan Budaya Dalam Seni Arsitektur Pada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa Berdasarkan hasil
wawancara dan
brosur yang diberikan oleh pihak pengelola museum diperoleh informasi yaitu brosur yang diberikan oleh pihak pengelola museum seperti Gambar 1 berikut.
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
364 Gambar 1. Brosur Museum Negeri
Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Gambar 1 menjelaskan tentang sejarah, ruang, dan benda peninggalan sejarah yang tersimpan di Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa sebagai berikut:
1. Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa ini merupakan museum terbesar di Sumatera Selatan yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang terletak di Jalan Srijaya I, No.288 KM 5,5 kota Palembang dengan luas 23.565 m2. Diresmikan pada tanggal 5 November 1984. Pada saat diresmikan museum ini belum memiliki nama hingga muncul pemikiran pemberian
nama “Balaputera Dewa”, seorang raja yang membawa kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya”.
2. Musem Negeri Sumatera Selatan
“Balaputera Dewa” merupakan museum umum yang menyimpan koleksi-koleksi. Koleksi unggulan (masterpiece) yang dimiliki museum
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
365
diantaranya adalah koleksi Prasasti Swarnapatra, Arca Megalith, Batu Gajah, Ibu Mendukung Anak, Litan Undang-Undang Simbu Cahaya dan lain- lain. Koleksi benda- benda dipamerkan dari masa Prasejarah hingga Revolusi Kemerdekaan.
Ruang-ruang koleksi museum antara lain:
a. Taman Megalith Salah satu koleksi di Taman Megalith adalah Arca Ibu Mendukung Anak yang merupakan peninggalan pada masa
megalitik yang
menggambarkan
seorang wanita (Ibu) dalam posisi berjongkok sedang medukung anak di punggung yang melambangkan
“kesuburan” seperti Gambar 2.
Gambar 2. Arca Ibu Mendukung Anak.
b. Prasejarah Sumatera Selatan
Masa plestosen
merupakan awal
kehidupan prasejarah di Sumatera Selatan ditandai dengan berburu dan mengumpulkan makanan (paleolitik), sekitar 20 ribu tahun yang lalu.
c. Bangsal Arkeologi
Pada Bangsal Arkeologi ini ditampilkan 12 koleksi dari dua periode yaitu arca prasejarah dan 4 koleksi arca tinggalan dari masa kerajaan Sriwijaya (arca Hindu dan Budha). Arca Budha Un- finish berasal dari Desa Bingin Jungut
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
366
Kabupaten Musi Rawas yang dipahatkan pada posisi bersila dengan sikap mudranya memperlihatkan telapak tangan terbuka yang jari-jarinya menghadap ke atas (Witarkamudra).
Arca Nandi merupakan peninggalan agama Hindu sebagai kendaraan (Wahana) dewa Siwa berwujud seekor lembu yang sedang mendekam.
d. Kerajaan Sriwijaya
Tinggalan arkeologis masa Sriwijaya merupakan sejarah penting untuk mengetahui letak kerajaan Sriwijjaya sesungguhnya, salah satunya Prasasti Kedukan Bukit ditemukan oleh Batenberg 29 Oktober 1920 ditepi Sungai Tatang, desa Kedukan Bukit di kaki Bukit Siguntang Palembang.
e. Masa Kesultanan dan Kolonialisme Belanda
Pada masa pemerintahan Pangeran Ario Kesumo (1659-1706 Masehi), pengakuan Palembang atas kedaulatan Mataram dicabut mengingat kurangnya perhatian Mataram kepada Palembang dan mendirikan Kesultanan Palembang Darussalam yang berpusat dui lokasi bekas Keraton Palembang lama (Kuto Gawang).
f. Masa Pendudukan Jepang
Mewakili pada masa ini ada beberapa koleksi yang dipamerkan yaitu berupa pedang katana, pakaian Heiho dan mata uang Jepang.
g. Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia
Koleksi-koleksi yang dipamerkan pada masa ini adalah pakaian duplikat tokoh pejuang Dr. A.K. Gani, Kolonel H Barlian, Laskar Pejuang dan mata uang.
h. Kerajinan Tradisional
Sumatera Selatan juga dikenal kaya akan kerajinan tradisional, diantaranya tenun, ukiran, anyaman, dan kerajinan lak. Benda-benda tersebut dapat berfungsi sebagai benda sacral atau profane. Songket merupakan salah satu produk unggulan daerah Sumatera Selatan di samping Gebeng, jumputan dan batik.
h. Arsitektur Tradisional Sumatera Selatan
1) Rumah Limas
Rumah Tradisional Sumatera Selatan ini yang sebagian masyarakat menyebutnya dengan “Rumah Bari”
terpamerkan di Museum Negeri Sumatera Selatan. Rumah limas ada sejak masa kesultanan Palembang (pertengahan tahun 1550-1823 Masehi) dan pada awalnya merupakan milik warga keturunan Arab.
Pada tanggal 29 Agustus 1995 museum Balaputera Dewa mendapat kunjungan kepala Negara Belanda, Ratu Beatrix dan Pangeran Clans beserta rombongan yang berkenan melihat bangsal arca dan rumah limas. Bank Indonesia mengabadikan Rumah Limas Tradisional Sumatera Selatan pada uang Rp.10.000,-.
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
367
2) Rumah Ulu
Salah satu rumah tradisional yang berkembang di daerah uluan (hulu sungai musi). Syarat-syarat rumah ulu yaitu kendi berisi air dari tujuh sungai sebagai lambang tujuh penjuru angin dengan maksud agar tahan terhadap bencana alam gempa bumi.
Gambar 3. Rumah Ulu.
B.
Pengenalan Bangun Datar Melalui Konteks Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Museum ini memiliki bentuk bangunan yang erat dengan konsep bangun datar terdapat pada Gambar 4 dan Gambar 5 berikut.
Gambar 4. Tampak Depan Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Gambar 5. Kerangka Bangunan Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa.
Gambar 4 danSe5lainditdeemskpraipt stiiknagngalartuamp ah ini juga berfun museum berbentuk trapesium sama kaki,
dibagian bawah atap berbentuk persegi panjang. Pintu berbentuk persegi panjang.
Pintu dan jendela berbentuk persegi panjang sedangkan untuk kaca jendela merupakan perpaduan antara antara persegi panjang dan setengah lingkaran.
Museum juga menggunakan ukiran-ukiran pada bagian dalam seperti Gambar 6.
Gambar 6. Ukiran Kehidupan Masyarakat Sumatera Selatan.
Gambar 6 menunjukkan kehidupan masyarakat Sumatera Selatan dan tiga orang penari Gending Sriwijaya. Ukiran yang digunakan adalah ukiran tradisional khas Melayu, jenis ukiran ini banyak tersebar di Sumatera dan sekitarnya.
Bentuk ukuran tersebut menunjukkan adanya bentuk simetri sebagai unsur matematika yang melebur dengan budaya.
ata
pintu
jendel
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
368
Ukiran ini menunjukkan bentuk kepedulian
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
369
masyarakat kota Palembang untuk melestarikan kebudayaan yang ada di kota Palembang. Adanya unsur bangun datar tidak hanya ditemui pada Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa tapi juga pada etnomatematika lain seperti konsep geometri pada Payung Geulis di Jawa Barat (Muslim & Prabawati, 2020:
59) dan konsep transformasi Geometri pada Batik Sukapura (Mulyani &
Natalliasari, 2020: 131).
IV. P
ENUTUPPenelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat kota Palembang masih melestarikan warisan budaya dan benda- benda yang bernilai sejarah. Hal ini terbukti dari adanya koleksi yang ada di Museum Negeri Sumatera Selatan yang beragam mulai dari zaman prasejarah hingga masa sekarang. Konstruksi bangunan dari Museum Negeri Sumatera Selatan ini merupakan bentuk nyata dari penggunaan konteks bangun datar yang ada di dalam konstruksi bangun datar.
Di dalam konstruksi bangunan yang ada di Museum ini, kita dapat melihat secara jelas bangun datar persegi, trapesium, persegi panjang, setengah lingkaran, dan segitiga. Di samping itu, adanya seni ukiran tradisional Melayu pada konstruksi bangunan museum yang menunjukkan adanya bentuk pelestarian budaya yang dilakukan oleh masyarakat kota Palembang.
Berdasarkan fakta yang diperoleh, maka pengunaan konteks Museum Negeri
Sumatera Selatan Balaputera Dewa menjadi konsep dalam pembelajaran bangun datar. Penggunaan konteks museum ini dapat memudahkan siswa untuk mempelajari konsep bangun datar karena dekat dengan kehidupan sehari- hari siswa.
Dalam upaya mempersiapkan siswa lebih mudah memahami konsep matematika, khususnya dalam konteks Museum, maka seorang peneliti dapat merancang sebuah desain pembelajaran menggunakan Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa sebagai konteks dan menggunakan kegiatan untuk menggambar konstruksi museum dan memperkenalkan konsep bangun datar secara mendalam.
U
CAPANT
ERIMAK
ASIHTerima kasih kepada Universitas Katolik Musi Charitas yang telah membantu pembiayaan penelitian ini, serta pihak pengelola Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa yang memberikan info tentang museum.
D
AFTARP
USTAKAAfriansyah, E. A. (2014). Addition and Substraction Numbers up to 10 through PMRI for SD/MI Level Students. International Postgraduate Colloqium of Research in Education 3rd IPCoRE.
Afriansyah, E. A., & Dahlan, J. A. (2017).
Design Research in Fraction for
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
370
Prospective
Teachers. the 5th SEA-DR
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
371
(South East Asia Development Research) International Conference 2017 (SEADRIC 2017). Advances in Social Science. Education, 100, 91-97.
Brandt, A., & Chernoff, E. (2015). The Importance of Ethnomathematics in the Math Class. Ohio Journal of School Mathematics, 71(71), 31–37.
Cahirati, P. E. P., Makur, A. P., & Fedi, S.
(2020). Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika yang
Menggunakan Pendekatan
PMRI. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 227-238.
Dewita, A., Mujib, A., & Siregar, H.
(2019). Studi Etnomatematika tentang Bagas Godang sebagai Unsur Budaya Mandailing di
Sumatera Utara.
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 1-12.
Ditasona, C. (2018). Ethnomathematics Exploration of the Toba Community:
Elements of Geometry
Transformation Contained in Gorga (Ornament on Bataks House). Journal of Physics: Conference Series, 335, 012042.
Fitriani, S., Somakim, Hartono, Y. (2018).
Eksplorasi Etnomatematika pada Budaya Masyarakat Jambi Kota Seberang. Journal of Medives, 2(1), 137–144.
Haris, D., & Putri, R.I.I. (2011). The role of context in third graders’ learning of area measurement. Journal on Mathematics Education, 2(1), 55–66.
Haryanto, Nusantara, T., Subanji, & Rahardjo, S. (2017).
Ethnomathematics
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
372
In Arfak (West Papua-Indonesia):
Numeracy of Arfak.
International Journal of Scientific &
Technology
Research, 6(09), 325–327.
Khalil, M., Farooq, R. A., Cakiroglu, E., Khalil, U., & Khan, M. D.
(2018). The
development of mathematical
achievement in analytic geometry of grade-12 student through geogebra activities. EURASIA
Journal of
Mathematics,
Science and
Technology
education, 14(4), 14531463.
Lisnani & Asmaruddin, S.N. (2018). Desain
Buku Ajar
Matematika
Bilingual Materi
Bangun Datar Menggunakan Pendekatan PMRI Berkonteks Kebudayaan Lokal. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(3), 345–
356.
Lisnani. (2020). Developing Teaching Materials Two-Dimensional Figure- Based on Palembang Local Cultural Context. Journal of Physics:
Conference Series, 1470, 012063.
Maryati, M., & Prahmana, R.C.I. (2018).
Ethnomathematics: Exploring the activities of designing Kebaya Kartini.
Jurnal MaPan: Jurnal Matematika dan Pembelajaran, 6(1), 11–19.
Mulyani, E., & Natalliasari, I. (2020).
Eksplorasi Etnomatematik Batik Sukapura. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 131-142.
Muslim, S. K., & Prabawati, S. R. (2020).
Studi Etnomatematika terhadap Para Pengrajin Payung Geulis Tasikmalaya.
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
373
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 59-70.
Nisiyatussani, Ayuningtyas, V., Fathurrohman, M., & Anriani, N.
(2018). Geogebra Applets Design and Development for Junior High School Students to Learn Quadrilateral Mathematics Concepts. Journal on Mathematics Education, 9(1), 27-40.
Ogunkunle, R.A., & George, N.R. (2015).
Integrating ethnomathematics into secondary school mathematics curriculum for effective artisan creative skill development. European Scientific Journal, 11(3), 386–397.
Prabawati, M.N. (2016). Etnomatematika masyarakat pengrajin anyaman rajapolah kabupaten tasikmalaya.
Infinity Journal, 5(1), 25–31.
Prahmana, R.C.I., Kusumah, Y.S., &
Darhim. (2017). Didactic trajectory of research in mathematics education using research-based learning.
Journal of Physics: Conference Series, 893, 012001.
Rahmatina, D. (2017). Penggunaan perangkat pembelajaran geometri ruang berbasis ICT untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa. Mosharafa:
Jurnal Pendidikan Matematika, 6(1), 57-68.
Rahmiati, R., Musdi, E., & Fauzi, A. (2017).
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Discovery Learning untuk
Meningkatkan Kemampuan
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
374
Pemecahan Masalah Siswa Kelas VIII SMP.
Mosharafa: Jurnal Pendidikan
Matematika, 6(2), 267-272.
Risdiyanti, I., &
Prahmana, R.C.I.
(2017).
Ethnomathematics:
Exploration in Javanese culture.
Journal of Physics:
Conference Series, 943, 012032.
Rosa, M. & Orey, D. C.
(2016). Humanizing Mathematics
through
Ethnomodelling.
Journal of
Humanistic
Mathematics, 6(2), 1–21.
Sari, E. F. P., Somakim, &
Hartono, Y. (2018).
Etnomatematika pada Kebudayaan Rumah Adat Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan.
Journal of Medives, 2(1), 137–144.
Sarumaha, Y. A., Putri, R. I. I., & Hartono, Y. (2018). Percentage Bar: A Model for Helping Fifth Grade Students Understand Percentages. Mosharafa:
Jurnal Pendidikan Matematika, 7(2), 155-166.
Sundawan, M. D., Irmawan, W., &
Sulaiman, H. (2019). Kemampuan Berpikir Relasional Abstrak Calon Guru Matematika dalam Menyelesaikan Soal-Soal Non-Rutin pada Topik Geometri Non-Euclid. Mosharafa:
Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 319-330.
Supiyati, S., Hanum, F., & Jailani. (2019).
Ethnomathematics in Sasaknese Architecture. Journal on Mathematics Education, 10(1), 47–58
Suryaningrum, C. W., Purwanto, Subanji, &
Susanto, H. (2020). Semiotic Reasoning Emerges in Constructing Properties of
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
375
A Rectangle: A Study of Adversity Quotient. Journal on Mathematics Education, 11(1), 95-110
Utami, R. P. (2018). 5 Tempat Paling Bersejarah di Palembang, Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak hingga
Tugu Belido.
Tersedia: https://palembang.tribunne ws.com/2018/11/06/5-tempat-paling- bersejarah-di-palembang-jembatan- ampera-benteng-kuto-besak-hingga- tugu-belido.
Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Williams, J. M. (2010). Elementary and Middle School Mathematics. Boston:
Pearson.
Zulkardi & Putri, R. I. I. (2006). Mendesain Sendiri Soal Kontekstual Matematika.
Prosiding Konferensi Nasional Matematika XIII. Semarang.
R
IWAYATH
IDUPP
ENULISLisnani, M.Pd.
Sriwijaya (UNSRI) pada tahun 2016-sekarang.
Pada tahun 1980-1984 menempuh studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNSRI pada Program Studi Pendidikan Matematika. Pada tahun 1989-1990 menempuh S2 Ilmu Komputer di Universitas Indonesia sandwich with University of Maryland, USA. Pada tahun 1989-1990 (1 tahun di UI dan 1 tahun di UM, USA) dan meraih gelar M.I.Komp. Kemudian pada tahun 1999-2002 beliau menyelesaikan S3 Program on Mathematics Education University of Twente dan the Freudenthal Institute University of Utretcht the Netherland.
Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si.
Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si. adalah seorang Guru Besar Pendidikan Matematika di Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan Kepala Pusat Manajemen Penulisan dan Publikasi di UNSRI serta Peneliti PISA Matematika. Pada tahun 1987-1992 menempuh S1 Pendidikan Matematika di Universitas Sriwijaya. Pada tahun 1996-1999 menempuh S2 Program Studi Statistika di Institut Pertanian Bogor. Kemudian pada tahun 2007- 2010 menempuh S3 Pengukuran dan Evaluasi Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.
p-ISSN: 2086-4280 e-ISSN: 2527-8827 Lisnani, Zulkardi, Putri, & Somakim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Volume 9, Nomor 3, September 2020
Copyright © 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
1 Lahir di Palembang, 19 September 1987. S1 Pendidikan Fisika di Universitas PGRI Palembang, tahun 2006 dan lulus tahun 2010; S2 Pendidikan Matematika di Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan; Pada tahun 2019, S3 Doktor Pendidikan Matematika di Universitas Sriwijaya.
Prof. Dr. Zulkardi, M.I.Komp., M.Sc.
Prof. Dr. Zulkardi, M. I. Komp.,
M. Sc. adalah seorang Guru Besar Pendidikan Matematika dan Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Matematika di Universitas