Penerapa deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan
dalam penelitian ini
9
dalam pembelajaran etnomatematika. Salah satu aplikasi etnomatematika
kebiasaan,
penelitian ini adalah
17
18
Etnomatematika adalah aktivitas matematika yang dilakukan oleh budaya yang menyatu dalam kehidupan masyarakat yang disebut dengan istilah indera manusia dalam aktivitas kehidupan nyata.
Secara historis, perkembangan matematika memiliki catatan sejarah panjang. Banyak konsep matematika dikontribusi oleh budaya dalam kehidupan manusia. Budaya merupakan sesuatu yang kompleks, mengacu pada unsur keyakinan, pengetahuan, kesenian, moral, hukum, adat, kemampuan, dan kebiasaan lain yang dimiliki manusia sebagai bagian dari masyarakat (Tylor, 2016). Matematika lahir, tumbuh, dan berkembang dari budaya, dimana budaya tersebut menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tidak terlepas dari satu zaman ke zaman berikutnya. Sehingga muncullah pengertian bahwa matematika merupakan produk
sekelompok budaya masyarakat tertentu, seperti kelompok buruh, tani, nelayan, anak-anak dari masyarakat kelas tertentu, kelas professional, dan lain-lain (D’Ambrosio, 1985; Gerdes, 1994).
Oleh karena itu matematika merupakan suatu bentuk budaya yang terintegrasi dalam kehidupan masyarakat, kapanpun dan dimanapun mereka berada (Muhtadi, Sukirwan, Warsito, &
Prahmana, 2017; Hermanto, Wahyudin, & Nurlaelah, 2019).
telah banyak ditemukan di berbagai suku dan etnis, di seluruh penjuru tanah Tetapi masih Indonesia adalah negeri yang kaya akan ragam budayanya dan produk
banyak etnomatematika yang belum terkupas dan masih perlu digali, salah satunya adalah etnomatematika Candi Borobudur. Candi Borobudur adalah candi yang diperkirakan dibangun sekitar abad ke-8 Masehi pada zaman wangsa Syailendra dan menjadi salah satu warisan dunia milik Indonesia (Soekmono, 1976, p.9; United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization [UNESCO], 2014). Perkiraan pembangunan Candi Borobudur ini berlangsung selama 75 - 100 tahun, dan selesai pada masa Raja Samaratungga, dimana tulisan pada relief candi borobudur ini secara paleografis sangat mirip dengan tulisan pada Prasasti Kayumwungan, bertanggalkan tahun 746 Saka atau 824 Masehi.
Dilihat dari struktur bangunan Candi Borobudur yang megah, dengan bentuk dan bangunan yang unik, memberikan makna tersendiri tentang bagaimana masyarakat pada zaman dahulu menghasilkan sebuah karya besar berupa candi yang sangat megah dan sarat dengan konsep matematika. Padahal diketahui bahwa pada masa itu belum ada teknologi yang berkembang seperti saat ini. Konsep matematika tanpa disadari telah diaplikasikan dan menjadi aktivitas dalam kehidupan masyarakat zaman dahulu.
.
dalam akal dan diolah oleh pikiran manusia sebagai anugerah Tuhan dan dipraktekkan dengan
etnomatematika
19
20
Struktur bangunan Candi Borobudur terdiri dari tiga bagian, yaitu: kepala, dari tiga tingkatan secara vertikal, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan
metode penelitian penelitia
sentral Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah bahan suatu pendekatan atau penelusuran untuk mengeksplorasi dan
yang
metode penelitian penelitian
HASIL PENELITIAN
Candi adalah bangunan kuno terbuat dari batu sebagai tempat pemujaan, penyimpanan abu jenazah raja-raja dan pendeta Hindu-Buddha pada zaman dahulu. Pada masa modern, pengertian candi merujuk kepada tempat beribadah peninggalan peradaban Hindu-Buddha dan biasa difungsikan sebagai tempat memuliakan Buddha (Dumarcay,
Candi Borobudur disusun menggunakan batu andesit yang berbentuk
bentuk struktur seperti pundan berundak yang semakin keatas semakin mengecil dengan empat buah tangga yang terdapat di setiap sisi mata angin (Timur, Selatan, Barat, dan Utara). Strukturnya terdiri atas sembilan teras berundak yang terdiri dari enam teras berdenah persegi dan tiga teras berdenah lingkaran, di antara bentuk teras tersebut terdapat lantai yang disebut plateua, candi Borobudur merupakan tiruan alam semesta yang terdiri METOD
E Jenis ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Dalam buku karya Raco, Creswell (2008) menyatakan bahwa
adalah kejelasan
matematika di SD 16 Penelitian
II semester Ganjil, berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
2022 bertempat di Rumah penulis. Subjek dan sampel penelitian ini adalah beberapa siswa/i kelas II SDN Karanganyar 02 yang berjumlah 6 orang.
berupa dokumentasi tes tertulis.
a. Candi Borobudur
2007).
Metode pengambilan Data yang digunakan dalam penelitian da
kehidupan Sang Buddha
ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 Desember kelas
kualitatif
21
dan kaki. Bagian-bagian Candi Borobudur ini memiliki makna berbeda dan berhubungan secara tersirat berdasarkan konsep Buddhisme, yaitu fase perkembangan jiwa dan episode
.
.
22
masyarakat atau kelompok budaya dalam aktivitas matematika. Secara singkat, Etnomatematika
matematika dalam perspektif budaya (Kencanawati, 2017
adalah cara-cara tertentu yang dipergunakan oleh
manusia menurut konsep Buddhisme yang disebut Kamadhatu atau alam hawa nafsu,
perjalanan hidup manusia di dunia, dimana manusia masih dikuasai oleh hawa nafsu dan persiapan mental yang harus diraih sebelum mencapai tujuan akhir, yaitu terbebas dari ikatan duniawi (UNESCO, 2005)
Badan candi disebut Rupadhatu, berisi 1.300 panel yang menyiratkan “alam antara”, yaitu tahap dimana manusia dapat mengalahkan keinginannya dan muncul kecenderungan mulia, namun mereka masih terpengaruh oleh karakteristik manusia yang khas (Larisa, 2011, p.19).
Kepala candi disebut Arupadhatu (alam atas), merupakan alam para dewa
spiritual tanpa hawa nafsu dan keinginan (Larisa, 2011, p.20). Tingkatan ini menggambarkan seseorang dalam perjalanan hidupnya jika melakukan kebajikan selangkah demi selangkah akan mencapai puncak, yaitu tingkat tertinggi.
Ajaran agama Buddha yang terdapat dalam Candi Borobudur tidak hanya ditemukan pada tingkatan bangunannya saja, tetapi juga tersimpan dalam simbol-simbol yang terdapat pada relief, arca, dan stupa
arakter
mengisahkan
b. Etnomatematika
Matematika dan budaya memang dianggap sebagai dua hal yang tidak
tingkatan tertinggi yang melambangkan kekosongan, kedamaian dan ketentraman, alam Bagian ini menggambarkan alam pertama dari ketiga lapis tingkat kesadaran spiritual
Karmavibhangga, menggambarkan p.18). Pada bagian ini terdapat relief yang
binatang mendominasi kepribadian yang dimiliki manusia (Larisa, 2011, dimana
23
yang tidak mungkin bisa disatukan.Namun tanpa disadari Etnomatematika menyatukan kedua hal tersebut, Etnomatematika merupakan sebagai suatu pendekatan yang mengaitkan antara matematika dengan budaya, pengaitan ini diharapkan mampu mampu meningkatkan kecintaan siswa terhadap budaya sehingga membuat siswa dapat mengetahui manfaat
dari etnomatematika adalah matematika dalam budaya.Etnomatematika terdiri atas dua kata, etno (etnis/budaya) dan matematika.Itu berarti bahwa etnomatematika merupakan matematika dalam budaya.Istilah etnomatematika diperkenalkan oleh D’Ambrosio seorang
Astutiningtyas, 2017).
hubungan.Tidak banyak masyarakat yang menganggap dua hal tersebut sebagai sesuatu
24
sesuatu yang sangat luas yang mengacu pada konteks sosial budaya, termasuk bahasa, jargon, kode perilaku, mitos dan simbol.Kata dasar “mathema” cenderung berarti menjelaskan, mengetahui, memahami, dan melakukan kegiatan seperti pengkodean, mengukur, mengklarifikasi, menyimpulkan, dan pemodelan. Akhiran “tics” berasal dari
katatechne dan bermakna sama seperti teknik.
c. Proses Pembelajaran
Pada tahapan pertama terdiri dari pendahuluan, dimana pada tahap ini, peneliti memberi pertanyaan terlebih dahulu kepada peserta didik. Peneliti memberikan pertanyaan bermaksud untuk menarik perhatian dari peserta didik supaya terfokus pada topik yang dibahas. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan candi yang dimulai dari pengertian candi, contoh-contoh candi seperti “Candi Borobudur” dan dilanjutkan dengan pembahasan bagian-bagian dari candi.
Pada tahapan kedua yaitu, tahap mengamati. Dimana dalam perangkat LKPD yang disajikan oleh peneliti dengan memberi stimulus berupa gambar bagian-bagian candi borobur. Tujuannya adalah supaya peserta didik dapat mendapatkan informasi-informasi yang terkandung didalam candi borobudur.
Pada tahapan ketiga yaitu tahap menalar. Dimana setelah melakukan kegiatan mengamati bagian-bagian candi borobudur, diharapkan peserta didik dapat menghubungkan dengan konsep matematika yang ada didalam candi.
Tabel 1. 3
Objek Matematika yang terdapat
pada candi Unsur Matematika Keterangan
Gambar 1. Konsep persegi panjang
Bangun datar persegi panjang pada candi Borobudur.
Persegi panjang memiliki unsur sisi, rusuk, dan titik sudut (4-4-4).
matematikawan Brazil pada tahun 1977.Secara bahasa, awalan “ethno” diartikan sebagai
Objek Matematika Pada Candi Muaro Jambi dan Hubungannya dengan Konsep Bangun Datar
25 salah satunya Candi
lalu masih megah dan utuh seperti sekarang ini. Leluhur kita hanya menerapkan pata tata Gambar 2. Konsep persegi
Bangun datar persegi pada Candi Borobudur. Persegi memiliki unsur sisi, rusuk dan titik sudut (4-4-4).
Gambar 3. Konsep Segitiga
Bangun datar segitiga pada Candi Borobudur. Segitiga memiliki unsur sisi, rusuk dan titik sudut (3-3-3).
Gambar 4. Konsep kubus
Bangun ruang kubus pada Candi Borobudur. Kubus mempunya unsur sisi, rusuk dan titik sudut (6-12-8)
Gambar 5. Konsep Balok
Bangun ruang Balok pada Candi Borobudur. Balok memiliki unsur sisi, rusuk, dan titik sudut (6-12-8).
Tahapan keempat
borobudur
Borobudur.
Tengah
, peneliti
ruang yang berhubungan Borobudur.
Jawa Borobudur,
pada zaman dahulu para leluhur belum mengenal materi konstruksi bangunan seperti sekarang ini. Candi
Borobudur yang mereka bangun ribuan tahun yang datar di depan kelas. Peserta didik yang lain memperhatikan apa yang disampaikan oleh dengan budaya Candi menegaskan kembali dan menjelaskan secara rinci tentang konsep bangun datar dan
temannya. Setelah selesai presentasi
Candi
Konsep matematika bangun datar yang ada pada Peserta didik mendapatkan pengetahuan tentang cagar budaya yang ada
dan hubungannya dengan konsep bangun tentang objek matematika pada candi
peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil penyelidikan
26
3 7
disimpulkan bahwa penerapan kepada peserta didik dengan tujuan untuk berpartisipasi melestraikan nilai-nilai
penelitian yakini.
Tahapan terakhir guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal yang ada pada
seperti ini membuat pembelajaran matematika lebih bermakna, peserta didik semangat belajar matematika karena ada unsur budaya yang dekat dengan lingkungan mereka terdapat pada materi pelajaran. Dengan sendirinya mereka akan mencintai budaya Indonesia, mudah memahami materi matematika, melatih mereka untuk berpikir kritis karena materi yang dipelajari ada di sekitar lingkungan mereka. Pengenalan budaya Candi
etnomatematika sebagai sarana untuk memotivasi, menstimulasi siswa, dapat mengatasi kejenuhan dan memberikan nuansa baru pada pembelajaran matematika
(2) Candi borobudur sebagai produk etnomatematika menyajikan berbagai konsep budaya, matematika berbasis etnomatematika efektif meningkatkan kemampuan berpikir peserta
realita kehidupan, telah membawa matematika sebagai produk budaya yang tertanam sejak
contoh monumen dari orkesta matematika dalam bentuk etnomatematika LKPD
Borobudur
yang terkandung dalam budaya lokal. Dari hasil tersebut
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil diatas, implementasi etnomatematika pada pembelajaran dapat disampaikan beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) implementasi penerapan LKPD
matematika, (3)
keterkaitan diantara satu sama lain, (4)
(5)
cara, tata letak dan tata bangunan sesuai landasan filosofis, etis dan ritual yang mereka
Candi borobudur merupakan zaman dahulu meskipun mereka tidak menyadarinya, dan
dan membuat kesimpulan dari tugas yang telah mereka kerjakan. Pembelajaran
Konsep-konsep yang disepakati dan diterapkan dalam Secara keseluruhan, konsep-konsep tersebut memiliki hubungan dan
27 DAFTAR PUSTAKA
D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and its Place in the History and Pedagogy of Mathematics. For the learning of Mathematics, 5(1), 44-48. Retrieved from https://www.jstor.org/stable/40247876.
28
Dumarçay, J. (2007) Candi Sewu and Buddhist Architecture of Central Java. (W. Arifin&
H. Chambert-Loir ,Trans.). Jakarta Selatan, Indonesia: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).
29
Astutiningtyas, Erika Laras dkk. 2017. Etnomatematika dan Pemecahan Masalah Kombinatorik. Jurnal Math Educator Nusantara (JMEN). 3(2). 59-134.
Larisa. (2011). The Magnificence of Borobudur. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama. Licker, M.D. (2003). McGraw-Hill Dictionary of Scientific and Technical Terms, (6th Ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Muhtadi, D., Sukirwan, Warsito, & Prahmana, R.C.I. (2017). Sundanese Ethnomathematics: Mathematical Activities in Estimating, Measuring, and Making Patterns.
Journal on Mathematics Education, 8(2), 185-198. doi: 10.22342/jme.8.2.4055.185-198.
Tylor, E. B. (2016). Primitive Culture Volume I (Dover Thrift Editions). New York, NY: Dover Publications.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2005) The Restoration of Borobudur. Paris, France: Author.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2014). Final Report of Revitalization of Community Livelihoods Through Creative Industries and Heritage Tourism. Jakarta, Indonesia: UNESCO Office, Jakarta.
30
Similarity Report
80% Overall Similarity
Top sources found in the following databases:
80% Internet database 17% Publications database
Crossref database Crossref Posted Content database 29%
Submitted Works database
TOP SOURCES
The sources with the highest number of matches within the submission. Overlapping sources will not be displayed.
jurnal.unsil.ac.id
Internet 29%
123dok.com Internet
16%
primary.ejournal.unri.ac.id Internet
13%
repository.usd.ac.id
5%
Internet
jurnal.univpgri-palembang.ac.id
4%
Internet
jurnal.ustjogja.ac.id
4%
Internet
31 Academic Library Consortium on 2022-07-14
1%
Submitted works
32 jurnalriset.com
1%
Internet
Sources overview
33 docobook.com
1%
Internet
Atma Jaya Catholic University of Indonesia on 2014-12-05 Submitted works
<1%
digilib.uin-suka.ac.id Internet
<1%
media.neliti.com Internet
<1%
repository.upnvj.ac.id Internet
<1%
text-id.123dok.com Internet
<1%
uinsaizu.ac.id Internet
<1%
lemlit.uhamka.ac.id Internet
<1%
digilib.uinkhas.ac.id Internet
<1%
1
Sources overview
Similarity Report
62 BAB 4