• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.8. Jadwal Penelitian

Tabel 3.2 Jadwal Penelitian

Kegiatan Mei Juni Juli Agustus September Penyusunan

Proposal Penyusunan Instrumen Pengumpulan Data

Penginputan Data

Penyusunan Laporan Penelitian

26 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Hasil Analisis Deskriptif Demografi

Dalam penelitian ini responden yang digunakan merupakan anak remaja dari berbagai SMP dan SMA di Kota Makassar. Jumlah keseluruhan populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 253 Remaja. Berikut gambaran datanya :

a. Jenis Kelamin

Gambar 4.1 Diagram Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil analisis data diagram terdapat 253 Remaja SMP dan SMA Makassar, menunjukan terdapat responden laki-laki sebanyak 113 orang dan responden perempuan sebanyak 140. Jadi subjek penelitian ini lebih banyak berjenis kelamin perempuan dibandingkan dengan subjek berjenis kelamin laki-laki.

140

113

Perempuan Laki-laki

b. Usia

Gambar 4.2 Diagram Subjek Berdasarkan Usia

Dalam penelitian ini responden memiliki usia yang beragam-ragam dari 12-18 tahun. Responden dengan usia 12-14 tahun sebanyak 27 orang, responden dengan usia 15-16 tahun sebanyak 102 orang, dan responden dengan usia 17-18 tahun sebanyak 124 orang.

c. Asal Sekolah

Gambar 4.3 Diagram Subjek Berdasarkan Asal Sekolah 48

205

SMP SMU/SMK

27

102

124

12-14 Tahun 15-16 Tahun 17-18 Tahun

Berdasarkan gambar 4.3 menunjukkan bahwa dalam penelitian ini, remaja di Kota Makassar yang berjumlah sebanyak 253 orang, diantaranya berasal dari Sekolah Menengah Pertama berjumlah 48 orang, dan remaja yang berasal dari Sekolah Menengah Umum/Kejuan sebanyak 205 orang.

d. Suku

Gambar 4.4 Diagram Subjek Berdasarkan Suku

Dalam penelitian ini terdapat 253 Remaja di Makassar yang berasal dari suku Makassar sebanyak 132 orang, 85 orang berasal dari suku Bugis, 5 orang berasal dari suku Mandar, 15 orang berasal dari suku Toraja dan 16 orang berasal dari suku lain di luar dari empat suku tersebut.

132

85

5

15 16

Makassar Bugis Mandar Toraja Lainnya

e. Lama Menggunakan Media Sosial

Gambar 4.5 Diagram Subjek Berdasarkan Waktu Penggunaan Media Sosial

Dalam penelitian ini terdapat 111 orang rata-rata menggunakan Media Sosial 3-5 jam perhari, 75 orang rata-rata menggunakan Media Sosial 6-8 jam perhari, 67 orang rata-rata menggunakan Media Sosial >8 jam perhari.

f. Media Sosial Yang Sering Digunakan

Gambar 4.6 Diagram Subjek Media Sosial Yang Sering Digunakan 209

193

163

75

7 26

I N S T A G R A M T I K T O K Y O U T U B E T W I T T E R F A C E B O O K W H A T S A P P

MEDIA SOSIAL YANG SERING DIGUNAKAN

Instagram Tiktok YouTube Twitter Facebook Whatsapp 111

75

67

3-5 Jam 6-8 Jam > 8

Berdasarkan gambar 4.6 menunjukkan bahwa dari 253 Remaja di Kota Makassar yang menjadi responden penelitian banyak diantara mereka menggunakan lebih dari satu media sosial dilihat dari pengguna Instagram yakni sebanyak 209 orang dari 253 orang yang menjadi responden, sementara Tiktok sebanyak 193 orang, YouTube sebanyak 163 orang, Twitter sebanyak 75 orang, Whatsapp sebanyak 26 orang, dan pengguna facebook sebanyak 7 orang dari 253 orang yang terlibat dalam penelitian in.

4.2 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Deskriptif variabel pada bagian ini menggambarkan variabel FoMO berdasarkan tingkat skor. Adapun tingkat skor pada penelitian ini yaitu Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi dan Sangat Tinggi. Deskriptif tingkat skor tersebut disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :

Tabel 4.1 Hasil Analisis Fear Of Missing Out Distribusi

Skor N Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

FOMO 253 12 60 36 8

Berdasarkan tabel analisis deskriptif pada variabel FoMo terhadap 253 Remaja di Makassar, diperoleh nilai rata-rata skor FoMO yaitu 36 dan memiliki standar deviasi sebesar 8. Adapun nilai minimum 12 dan nilai maximum yaitu 60.

Tabel 4.2 Kategorisasi Fear Of Misiing Out Kategorisasi

Penormaan Rumus Kategorisasi Hasil

Kategorisasi Sangat Tinggi X > (mean + 1,5 SD) X > 48 Tinggi (mean + 0,5 SD) < X ≤ (mean + 1,5 SD) 40 < X ≤ 48 Sedang (mean – 0,5 SD) < X ≤ (mean + 0,5 SD) 32 < X ≤ 40 Rendah (mean – 1,5 SD) ≤ X < (mean – 0,5 SD) 24 ≤ X < 32

Sangat Rendah X ≤ (mean – 1,5 SD) X ≤ 24

Berdasarkan hasil analisis data pada skala FoMO yang terdiri dari 12 item terhadap 253 responden, menunjukkan hasil kategori yang bervariasi yaitu kategorisasi Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi dan Sangat Tinggi.

g. Variabel Penelitian

Gambar 4.7 Diagram Kategorisasi Skor Fear Of Missing Out Berdasarkan hasil data diagram diatas, didapatkan bahwa terdapat 29 Remaja (11,5%) memiliki tingkat skor FoMO yang Sangat Tinggi, 62 Remaja (24,5%) memiliki tingkat skor FoMO yang Tinggi, 104 Remaja (41,1%) memiliki tingkat skor FoMO yang Sedang, 48 Remaja (19,0%) memiliki tingkat skor FoMO yang Rendah dan 10 Remaja (4,0%) memiliki tingkat skor FoMO yang Sangat Rendah. Selain itu, dominan

29

62

104

48

10

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

responden berada pada kategori sedang. Artinya sebagaian besar remaja yang menjadi responden dalam penelitian in cukup mengalami FoMO.

4.3 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Penelitian Berdasarkan Demografi 4.3.1 Deskriptif FoMO Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil kategorisasi pada variabel FoMO yang terdiri dari 253 Remaja di Kota Makassar berdasarkan jenis kelamin diperoleh jenis kelamin hasil yakni responden yang berjenis kelamin laki-laki terdapat orang dengan tingkat FoMO Sangat Tinggi 16, Tinggi 32, Sedang 46, Rendah 17 dan Sangat Rendah 2. Pada responden yang berjenis kelamin perepmpuan diperoleh hasil yakni Sangat Tinggi 25, Tinggi 30, Sedang 58, Rendah 17 dan Sangat Rendah 8.

Gambar 4.8 Diagram Fear Of Missing Out Berdasarkan Jenis Kelamin

4.3.2 Deskriptif FoMO Berdasarkan Usia

Berdasarkan hasil kategorisasi pada variabel FoMO yang terdiri dari 253 Remaja di Kota Makassar berdasarkan usia yang diperoleh hasil yakni responden usia 12-13 Tahun terdapat orang dengan tingkat FoMO

16

32

46

17

2

25 30

58

31

8

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Jenis Kelamin

Laki-laki Perempuan

Sangat Tinggi 0, Tinggi 2, Sedang 3, Rendah 7 dan Sangat Rendah 1.

Pada responden usia 14-15 Tahun Sangat Tinggi 6, Tinggi 18, Sedang 42, Rendah 21 dan Sangat Rendah 4. Pada responden usia 16-17 Tahun Sangat Tinggi 10, Tinggi 28, Sedang 42, Rendah 13 dan Sangat Rendah 4. Pada responden usia 18 Tahun Sangat Tinggi 13, Tinggi 14, Sedang 17, Rendah 7 dan Sangat Rendah 1.

Gambar 4.9 Diagram Fear Of Missing Out Berdasarkan Usia

4.3.3 Deskriptif FoMO Berdasarkan Asal Sekolah

Berdasarkan hasil kategorisasi pada varibel FoMO yang terdiri dari 253 Remaja di Kota Makassar berdasarkan asal sekolah diperoleh yakni SMP dan SMU/SMK, dimana tingkat FoMO pada sekolah SMP di Kota Makassar yaitu kategorisasi Sangat Tinggi 2, Tinggi 14, Sedang 18, Rendah 13 dan Sangat Rendah 9. Sedangkan pada sekolah SMU/SMK di Kota Makassar yaitu kategorisasi Sangat Tinggi 27, Tinggi 48, Sedang 86, Rendah 35 dan Sangat Rendah.

0 2 3 7

1 6

18

42

21

4 10

28

42

13

4 13

4

17

7

1

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Usia

12-13 Tahun 14-15 Tahun 16-17 Tahun 18 Tahun

Gambar 4.10 Diagram Fear Of Missing Out Berdasarkan Asal Sekolah

4.3.4 Deskriptif FoMO Berdasarkan Suku

Gambar 4.11 Diagram Fear Of Missing Out Berdasarkan Suku

Berdasarkan hasil kategorisasi pada varibel FoMO yang terdiri dari 253 Remaja di Kota Makassar berdasarkan Suku yang di peroleh hasil yakni responden Makassar dengan tingkat FoMO Sangat Tinggi 17, Tinggi 39, Sedang 57, Rendah 17 dan Sangat Rendah 2. Responden suku Bugis Sangat Tinggi 9, Tinggi 13, Sedang 33, Rendah 26 dan Sangat Rendah 4. Responden suku Mandar Sangat Tinggi 0, Tinggi 3, Sedang 0, Rendah 1 dan Sangat Rendah 1. Responde suku Toraja Sangat Tinggi 2,

2

14 18

13

1 27

48

86

35

9

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Asal Sekolah

SMP SMU/SMK

17

39

57

17

2

9 13

33

26

0 2 3 3 0 1 4 1

9

1 0

1 4 5 3 3

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Suku

Makassar Bugis Mandar Toraja Lainnya

Tinggi 3, Sedang 9, Rendah 1 dan Sangat Rendah 0. Dan terakhir responden dari suku Lainnya Sangat Tinggi 1, Tinggi 4, Sedang 5, Rendah 3 dan Sangat Rendah 3.

4.3.5 Deskriptif FoMO Berdasarkan Lama Menggunakan Media Sosial Berdasarkan hasil kategorisasi pada varibel FoMO yang terdiri dari 253 Remaja di Kota Makassar berdasarkan Pengguna Waktu Media Sosial rata-rata yang diperoleh 3-5 jam perhari yaitu skor Sangat Tinggi 8, Tinggi 22, Sedang 52, Rendah 26 dan Sangat Rendah 5. Pengguna waktu media sosial yang diperoleh 6-8 jam perhari yaitu skor Sangat Tinggi 7, Tinggi 21, Sedang 27, Rendah 26 dan Sangat Rendah 23.

Penggua waktu media sosial rata-rata 9-11 jam perhari yaitu skor Sangat Tinggi 9, Tinggi 9 , Sedang 18, Rendah 5 dan Sangat Rendah 1. Yang terakhir ada pengguna waktu media sosial rata-rata >8 jam perhari yaitu skor Sangat Tinggi 14, Tinggi 19, Sedang 25, Rendah 7 dan Sangat Rendah 2.

Gambar 4.12 Diagram Fear Of Missing Out Berdasarkan Waktu Menggunakan Media Sosial

8

22

52

26

7 5

21

27

15

3

14 19

25

7 2

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Waktu Menggunakan Media Sosial

3-5 Jam 6-8 Jam >8

4.3.6 Deskriptif Berdasarkan Media Sosial Yang Sering Digunakan Berdasarkan hasil dari kategorisasi pada variabel FoMO yang terdiri dari 253 remaja di Kota Makassar banyak variasi yang digunakan remaja pada pengguna media sosial yang sering digunakan yakni dimana berbeda-beda tingkat FoMO pada pengguna media sosial yang pertama yaitu Instagram sekitar 209, Tiktok sekitar 193,YouTube 163, Twitter 75, dan Whatsapp 26.

Gambar 4.13 Diagram Fear Of Missing Out Media Sosial Yang Sering Digunakan

4.4 Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti, menunjukkan hasil mengenai gambaran Fear OF Missing Out (FOMO) pada 253 Remaja yang ada di kota makassar terdapat lima kategorisasi yaitu Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi dan Sangat Tinggi. Adapun pada kategori tersebut yang berdasarkan hasil data diagram diatas, didapatkan bahwa terdapat 10 Remaja (4,0%) memiliki tingkat FoMO

209 193

163

75

7 26

I N S T A G R A M T I K T O K Y O U T U B E T W I T T E R F A C E B O O K W H A T S A P P

MEDIA SOSIAL YANG SERING DIGUNAKAN

Instagram Tiktok YouTube Twitter Facebook Whatsapp

kateogori Sangat Rendah dapat diketahui bahwa sebagaian remaja tidak ada dampak atau pengaruhnya dari FoMO.

Pada responden dengan 48 Remaja (19,0%) memiliki tingkat FoMO kategori Rendah yang berarti bahwa subjek penelitian tidak merasakan kecemasan akan tertinggal informasi terbaru dan tidak merasa cemas ketika tidak mengalami pengalaman berharga sebagaimana yang dialami oleh remaja lainnya. Kategori rendah artinya Individu tidak terlalu mengalami rasa takut dan cemas apabila tertinggal mengenai informasi di media sosial.

Pada 104 Remaja (41,0%) yang memiliki tingkat FoMO kategori Sedang artinya bahwa individu cukup mengontorol perasaan cemas dan takut kehilangan momen berharga tanpa keterlibatan individu tersebut. Hal ini berarti bahwa masih bisa mengontrol diri dalam penggunaan mendia sosial. Hasil penlitian ini didukung oleh Dossey (2014) bahwa dampak lainnya dari adanya fear of missing out dalam kategori sedang individu cukup mampu untuk mengontrol diri sehingga tidak maladaptif dalam menggunakan media sosial.

Pada 62 Remaja (24,5%) tingkat FoMO kategori Tinggi Individu yang mengalami FOMO dengan level terparah mencerminkan bagaimana menghabiskan waktu dan uangnya yang dinyatakan dalam aktivitas- aktivitas, minat dan opini-opininya. Keinginan yang ingin terus terhubung dalam media sosial agar tidak tertinggal informasi dengan orang lain menjadi gaya hidup pada remaja. Sebagaimana pendapat dari Przyblylski

dkk. (2013) menjelaskan bahwa FOMO merupakan ketakutan akan kehilangan momen berharga individu atau kelompok lain di mana individu tersebut tidak dapat hadir di dalamnya dan ditandai dengan keinginan untuk tetap terus terhubung dengan apa yang orang lain lakukan melalui internet atau media sosial. Sehingga disimpulkan bahwa pada aspek dari Trait-FoMO mengacu pada karakteristik individu yang kurang stabil, dari rasa takut teringgal peristiwa, aktivitas, pengalaman, ataupun percakapan berharga yang terjadi pada orang lain sehingga bertindak dan beralih ke dunia virtual.

Hal ini juga didukung oleh peneilitian Masyitoh dkk. (2020) bahwa FoMO yang berada pada tahapan yang kronis dapat membuat individu akan selalu mencari informasi terbaru dan ter-update dan ingin selalu terlibat dalam media sosial bahkan ketika individu berada pada situasi yang berbahaya, selain itu individu akan bersikap berlebihan dalam menggunakan media sosial sehingga tidak mampu untuk menetapkan suatu hal yang tepat dan pantas untuk dirinya. Semakin tinggi skor total yang diperoleh subjek terhadap skala FOMO, berarti semakin sering dan tinggi individu mengecek telepon genggam untuk mengetahui apa yang dilakukan rekan individu. Mereka akan cemas atau gelisah jika tidak terhubung dengan akun media sosialnya walaupun hanya beberapa menit.

Dan 29 Remaja (11,5%) memiliki tingkat FoMO Sangat Tinggi berarti sangat merasa cemas dan takut kehilangan momen berharga yang dimana ini juga termasksud pada level terparah karna sudah melewati

batas akan dalam bermedia sosial dan selalu mengecek media sosialnya setiap menit agar mendapatkan informasi yang di dapatkan tidak tertinggal dan selalu ter-update terus menerus. Seperti juga pada aspek trait-FOMO yang mejelaskan merasa cemas jika tertinggal.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dinyatakan bahwa tingkat FoMO yang dimiliki Remaja di Kota Makassar bervariasi atau berbeda- beda. Adanya kebervariasian ini dapat dilihat dari tingkat skor Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi dan Sangat Tinggi. Remaja di Makassar menunjukan tingkat FoMO pada kategori sedang. Di suatu era jaman sekarang pasti banyak anak–anak Remaja hampir rata-rata menggunakan media social di Handphone-nya. Kemungkinan terdapat beberapa orang yang cenderung memiliki FoMO karna takut akan ketinggalan informasi di media sosial meskipun banyak yang belum mengetahuinya.

Hal ini di dukung oleh teori yang dijelaskan oleh Wegman et al.

(2017) dimana dalam hal ini ada ketakutan pada diri masyarakat muda yaitu remaja yang khawatair akan kehilangan pada aktivitas, pengalaman dan interaksi dengan teman sekelompoknya. Pada era gen-Z yang berada pada era teknologi yang berkembang secara signifikan di masa sekarang informasi secara pesat, tentunya akan dipengaruhi oleh hal-hal tersebut, namun rasa takut dan khawatir akan tersingkirkan dari teman kelompok sosialnya karna semakin kuat dengan kepopuleran aplikasi di media sosial saat ini.

Hasil penelitian menunjukkan remaja di kota makassar yang berada dalam kategori tingkat “sedang” dalam penggunaan media sosial yang

telah di jelaskan di atas bahwa kondisi ini terkait dengan tidak terpenuhinya kebutuhan psikologi akan relatedness akan ditunjukan dari keinginan individu untuk merasakan perasaan terhubung atau rasa kebersamaan dengan orang lain yang dimana telah di ungkapkan oleh Ryan & Deci (2000) yang menjelaskan bahwa fokus utama dari self determination theory adalah motivasi instrinsik yang berkembang saat kebutuhan psikologisnya terpenuhi dimana komponenn dari kebutuhan psikologi ini terkait dengan autonomy (otonomi), competence (kompetensi), dan relatdness (relasi).

Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka individu akan merasa cemas dan terdorong untuk mencari tahu kabar atau kejadian apa saja yang telah dilakukan oleh orang lain, salah satunya lewat media sosial yang ia punya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja di kota makassar masih cukup merasa cemas jikan ketinggalan updute-an dari media sosial yang ia punya.

4.5 Limitasi Penelitian

Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan, adapun keterbatasan dalam penelitian ini terkait dengan responden penelitian yang hanya terfokus pada remaja yang berada di Kota Makassar.

38 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti diperoleh hasil bahwa Remaja di Kota Makassar yang dapat dilihat dari hasil kategorisasi yaitu terdapat Sangat Tinggi, Tinggi, Sedang, Rendah dan Sangat Rendah.

Terdapat 29 Remaja untuk kategorisasi Sangat Tinggi, kemudian terdapat 62 Remaja untuk kategorisasi Tinggi, Kemudian terdapat 104 Remaja untuk kategorisasi sedang, kemudian terdapat 48 Remaja untuk kategorisasi Rendah dan 10 Remaja untuk kategorisasi Sangat Rendah. Sehingga hasil menunjukan bahwa Remaja di Kota Makassar memiliki tingkat Fear of Missing Out (FoMO) yang sedang (41,1%).

5.2 Saran

a. Bagi Remaja

Peneliti menyarankan bagi para remaja untuk lebih meningkatkan pemahaman mengenai akan apakah itu Fear of Missing Out (FoMO).

b. Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik mengambil topik penelitian ini diharapkan untuk memperluas lagi penelitian ini sehingga informasi dapat diperoleh dan lebih lengkap lagi tentang Fear of Missing Out (FoMO).

DAFTAR PUSTAKA

Abel, J. P. (2016). Social Media and the Fear of Missing Out. Scale Development and Assessment. Journal of Business & Economics Research – First Quarter, 14 (1): 47-65.

Abel, J. P., Buff, C. L., & Burr, S. A. (2016). Social media and the fear of missing out: Scale development and assessment. Journal of Business & Economics Research, 14(1), 33–44.

Adam, A. (2017). Pengaruh Konseling Restrukturisasi Kongnitif Terhadap Perilaku Compulsive Internet Use (CIU) pada Remaja Kelas XI TKJ di SMK Negeri 1 Pleret Bantul Yogyakarta (Skripsi). Yogyakarta: STIKes Surya Global Yogyakarta.

Alt, D. (2015).College students’ academic motivation, media engagement and fear of missing out. Computers in Human Behavior, 49, 111–119.

Beyens, I., Prison, E., & Eggermont, S. (2016). “I don’t want to miss a thing”:

Adolescents’ fear of missing out and its relationship to adolescents’ social needs, Facebook use, and Facebook related stress. Computers in Human Behavior, 64, 1-8.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). The General Causality Orientation Scale: Self Determination in Personality. U.S: Academy Press.Inc

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). The General Causality Orientation Scale: Self Determination in Personality. U.S: Academy Press.Inc.

Dossey, L. (2014). FOMO, digital dementia, and our dangerous experiment.

Explore: The Journal of Science and Healing, 10(2), 69–73.

doi.org/10.1016/j.explore.2013.12.008.

Eddleston, K. A. (2009). The effects of social comparisons on managerial career satisfaction and turnover intentions. Emerald Insight. 14(1), 87-110.

Hurlock, E. B. 1981. Perkembangan Anak. Jilid I. edisi ke-6: Erlangga

Hurlock, E.B. (1990). Developmental Psychology: A Lifespan Approach.

(terjemahan oleh Istiwidayanti). Jakarta: Erlangga Gunarsa JWT Intelligence. (2012). Fear Of Missing Out (FOMO).

Krori, Smita Deb. (2011). Developmental Psychology, dalam Homeopathic Journal :: Volume: 4, Issue: 3, jan, 2011.

Masyitoh, dkk. (2020). Tingkat Kecenderungan FoMO (Fear of Missing Out) Pada Generasi Millenial. Journal of Counseling, Education and Society, 1(1), 1-4 Przybylski AK, Murayama K, DeHaan CR, Gladwell V. (2013). Motivational,

Emotional, And Behavioral Correlates of Fear of Missing Out. Computers in Human Behavior

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHan, C. R, & Gladwell, V.(2013).

Motivational, Emotional and Behavioural Correlates of Fear of Missing Out.

Computer in human behavior. 29(4) : 18411848.

Putra, D. P. (2018). Hubungan Antara Fear Of Missing Out Dengan Kesejahteraan Psikologis Pengguna Instagram pada Masa Transisi

Santrock, John W. 2003. Adolescence: Perkembangan Remaja (Edisi Ke-6).

Jakarta: penerbit erlangga.

Sugiyono (2019). Statistika untuk Penelitian. Bandung : CV Alfabeta.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Wegman, E., Oberst, U., Stodt, B., and Brand, M. (2017). Addictive Behaviors Reports Online-specfic fear of missing out and Internet-use expectancies contribute to symptoms of Internet-communication disorder. Addictive Behaviors Report, 5, hal (33-42).

LAMPIRAN 1

SKALA PENELITIAN

LAMPIRAN 2

TABULASI DATA

LAMPIRAN 3

HASIL VALIDITAS & REABILITAS

No

Faktor Loding

Error P-Value Dimensi Ket.

Item 1 0,17 0,06 2,75 State-FoMO Valid

Item 2 0,59 0,06 10,34 State-FoMO Valid

Item 3 0,39 0,06 6,43 State-FoMO Valid

Item 4 0,85 0,06 15,21 State-FoMO Valid

Item 5 0,39 0,06 6,34 State-FoMO Valid

Item 6 0,27 0,07 4,12 Trait-FoMO Valid

Item 7 0,50 0,06 7,72 Trait-FoMO Valid

Item 8 0,60 0,06 9,35 Trait-FoMO Valid

Item 9 0,73 0,06 12,97 State-FoMO Valid

Item 10 0,82 0,07 11,65 Trait-FoMO Valid

Item 11 0,46 0,06 7,42 State-FoMO Valid

Item 12 0,59 0,06 9,20 Trait-FoMO Valid

Tabel Reabilitas Skala FoMO

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

N of Items

0.833 12

LAMPIRAN 4

HASIL ANALISIS DESKRIPTIF RESPONDEN

Jenis Kelamin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Perempuan 140 55,3 55,3 55,3

Laki-laki 113 44,7 44,7 100,0

Total 253 100,0 100,0

Usia

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 12-13 Tahun 13 5,1 5,1 5,1

14-15 Tahun 91 36,0 36,0 41,1

16-17 Tahun 97 38,3 38,3 79,4

≥ 18 Tahun 52 20,6 20,6 100,0

Total 253 100,0 100,0

Asal Sekolah

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid SMP 48 19,0 19,0 19,0

SMU/SMK 205 81,0 81,0 100,0

Total 253 100,0 100,0

Suku

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Makassar 132 52,2 52,2 52,2

Bugis 85 33,6 33,6 85,8

Mandar 5 2,0 2,0 87,7

Toraja 15 5,9 5,9 93,7

Lainnya 16 6,3 6,3 100,0

Total 253 100,0 100,0

Lama Menggunakan Media Sosial

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 3-5 Jam 111 43,9 43,9 43,9

6-8 Jam 75 29,6 29,6 73,5

> 8 Jam 67 26,5 26,5 100,0

Total 253 100,0 100,0

Media_Sosial Frequencies

Responses Percent of Cases N Percent

Pilihan Media Sosiala Instagram 209 29,3% 82,6%

Tiktok 193 27,1% 76,3%

Youtube 163 22,9% 64,4%

Twitter 75 10,5% 29,6%

Facebook 7 1,0% 2,8%

Whatsapp 26 3,6% 10,3%

Lainnya 40 5,6% 15,8%

Total 713 100,0% 281,8%

LAMPIRAN 5

HASIL ANALISIS VARIABEL BERDASARKAN

DEMOGRAVI

FOMO * Jenis Kelamin Crosstabulation

Jenis Kelamin

Total Perempuan Laki-laki

FOMO Sangat Rendah Count 8 2 10

% within FOMO 80,0% 20,0% 100,0%

Rendah Count 31 17 48

% within FOMO 64,6% 35,4% 100,0%

Sedang Count 58 46 104

% within FOMO 55,8% 44,2% 100,0%

Tinggi Count 30 32 62

% within FOMO 48,4% 51,6% 100,0%

Sangat Tinggi Count 13 16 29

% within FOMO 44,8% 55,2% 100,0%

Total Count 140 113 253

% within FOMO 55,3% 44,7% 100,0%

FOMO * Usia Crosstabulation

Usia

Total 12-13 Tahun 14-15 Tahun 16-17 Tahun ≥ 18 Tahun

F O M O

Sangat Rendah Count 1 4 4 1 10

% within FOMO 10,0% 40,0% 40,0% 10,0% 100,0%

Rendah Count 7 21 13 7 48

% within FOMO 14,6% 43,8% 27,1% 14,6% 100,0%

Sedang Count 3 42 42 17 104

% within FOMO 2,9% 40,4% 40,4% 16,3% 100,0%

Tinggi Count 2 18 28 14 62

% within FOMO 3,2% 29,0% 45,2% 22,6% 100,0%

Sangat Tinggi Count 0 6 10 13 29

% within FOMO 0,0% 20,7% 34,5% 44,8% 100,0%

Total Count 13 91 97 52 253

% within FOMO 5,1% 36,0% 38,3% 20,6% 100,0%

FOMO * Asal Sekolah Crosstabulation

Asal Sekolah

Total SMP SMU/SMK

FOMO Sangat Rendah Count 1 9 10

% within FOMO 10,0% 90,0% 100,0%

Rendah Count 13 35 48

% within FOMO 27,1% 72,9% 100,0%

Sedang Count 18 86 104

% within FOMO 17,3% 82,7% 100,0%

Tinggi Count 14 48 62

% within FOMO 22,6% 77,4% 100,0%

Sangat Tinggi Count 2 27 29

% within FOMO 6,9% 93,1% 100,0%

Total Count 48 205 253

% within FOMO 19,0% 81,0% 100,0%

FOMO * Suku Crosstabulation

Suku

Total Makassar Bugis Mandar Toraja Lainnya

FOMO Sangat Rendah Count 2 4 1 0 3 10

% within FOMO 20,0% 40,0% 10,0% 0,0% 30,0% 100,0%

Rendah Count 17 26 1 1 3 48

% within FOMO 35,4% 54,2% 2,1% 2,1% 6,3% 100,0%

Sedang Count 57 33 0 9 5 104

% within FOMO 54,8% 31,7% 0,0% 8,7% 4,8% 100,0%

Tinggi Count 39 13 3 3 4 62

% within FOMO 62,9% 21,0% 4,8% 4,8% 6,5% 100,0%

Sangat Tinggi Count 17 9 0 2 1 29

% within FOMO 58,6% 31,0% 0,0% 6,9% 3,4% 100,0%

Total Count 132 85 5 15 16 253

% within FOMO 52,2% 33,6% 2,0% 5,9% 6,3% 100,0%

FOMO * Lama Menggunakan Media Sosial Crosstabulation

Lama Menggunakan Media Sosial

Total 3-5 Jam 6-8 Jam > 8 Jam

FOMO Sangat Rendah Count 5 3 2 10

% within FOMO 50,0% 30,0% 20,0% 100,0%

Rendah Count 25 16 7 48

% within FOMO 52,1% 33,3% 14,6% 100,0%

Sedang Count 51 28 25 104

% within FOMO 49,0% 26,9% 24,0% 100,0%

Tinggi Count 22 21 19 62

% within FOMO 35,5% 33,9% 30,6% 100,0%

Sangat Tinggi Count 8 7 14 29

% within FOMO 27,6% 24,1% 48,3% 100,0%

Total Count 111 75 67 253

% within FOMO 43,9% 29,6% 26,5% 100,0%

FOMO*$Media_Sosial Crosstabulation

Pilihan Media Sosiala

Total Instagram Tiktok Youtube Twitter Facebook

Whats

app Lainnya FOMO Sangat

Rendah

Count 6 4 8 4 0 0 1 10

% within FOMO

60,0% 40,0% 80,0% 40,0% 0,0% 0,0% 10,0%

Rendah Count 35 40 26 17 0 4 5 48

% within FOMO

72,9% 83,3% 54,2% 35,4% 0,0% 8,3% 10,4%

Sedang Count 84 75 63 30 2 11 5 104

% within FOMO

80,8% 72,1% 60,6% 28,8% 1,9% 10,6% 4,8%

Tinggi Count 54 47 43 18 4 9 27 62

% within FOMO

87,1% 75,8% 69,4% 29,0% 6,5% 14,5% 43,5%

Count 30 27 23 6 1 2 2 29

Dokumen terkait